BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. LALATATAR BR BELELAKAKANANGG
Dalam tabel periodik unsur kimia, Mangan memiliki lambang
Dalam tabel periodik unsur kimia, Mangan memiliki lambang MnMn dengan nomor atomdengan nomor atom 25. Unsur kimia adalah zat kimia yang tidak dapat dapat diubah menjadi zat kimia lain 25. Unsur kimia adalah zat kimia yang tidak dapat dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan cara biasa dan tidak dapat dipisah menjadi zat yang lebih kecil. Unsur-unsur kimia dengan cara biasa dan tidak dapat dipisah menjadi zat yang lebih kecil. Unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel ditampilkan dalam bentuk tabel periodik unsur-unsur kimia. Nomor atom dalam bentuk tabel ditampilkan dalam bentuk tabel periodik unsur-unsur kimia. Nomor atom adalah angka yang menunjukkan jumlah proton dalam inti atom
adalah angka yang menunjukkan jumlah proton dalam inti atom .. Yang berarti bahwaYang berarti bahwa ManganMangan
memiliki 25 jumlah proton dalam inti atomnya.
memiliki 25 jumlah proton dalam inti atomnya.
Mangan ditemukan sebagai unsur bebas dalam sifat dasarnya dan sering dicampur Mangan ditemukan sebagai unsur bebas dalam sifat dasarnya dan sering dicampur dengan besi, seperti mineral-mineral lainnya. Sebagai unsur bebas, Mangan adalah logam dengan besi, seperti mineral-mineral lainnya. Sebagai unsur bebas, Mangan adalah logam yang penting dalam penggunaan dengan campuran logam-logam industri, terutama di dalam yang penting dalam penggunaan dengan campuran logam-logam industri, terutama di dalam baja-baja anti karat.
baja-baja anti karat.
Man
Mangan gan fosfosfat fat seserinring g digdigunaunakakan n sebsebagagai ai perperawaawatan tan dadalam lam penpencecegahgahan an kakarat rat dandan kerusakan di besi. Ion di Mangan mempunyai banyak warna, tergantung dalam keadaan kerusakan di besi. Ion di Mangan mempunyai banyak warna, tergantung dalam keadaan oksida mereka, dan sering digunakan sebagai zat-zat warna dalam industri. Oksida-oksida dari oksida mereka, dan sering digunakan sebagai zat-zat warna dalam industri. Oksida-oksida dari sodium, kalium, dan barium adalah oksidasi-oksidasi untuk bahan bakar yang sangat kuat.
sodium, kalium, dan barium adalah oksidasi-oksidasi untuk bahan bakar yang sangat kuat.
Dioksida mangan digunakan sebagai materi penangkap elektron dalam standar dan
Dioksida mangan digunakan sebagai materi penangkap elektron dalam standar dan komponenkomponen kimia bersifat alkali yang mempunyai kelembaban uap air rendah dan bisa dibuang, dan juga kimia bersifat alkali yang mempunyai kelembaban uap air rendah dan bisa dibuang, dan juga baterai-baterai, keramik, gelas, kimia, dan lain-lain.
baterai-baterai, keramik, gelas, kimia, dan lain-lain.
Ion-ion dari mangan berfungsi sebagai faktor-faktor penunjang untuk beberapa enzim- Ion-ion dari mangan berfungsi sebagai faktor-faktor penunjang untuk beberapa enzim- enzim dalam makhluk-makhluk hidup bertingkat tinggi, dimana mereka berfungsi sebagai enzim dalam makhluk-makhluk hidup bertingkat tinggi, dimana mereka berfungsi sebagai hal
hal-hal -hal pentpenting ing daldalam am detdetoksioksifikafikasi si radiradikalkal-rad-radikal ikal bebabebas. s. ElemElemen en tertersebusebut t adaladalah ah jejjejak ak mi
minerneral al yanyang g dipdiperlerlukaukan n untuntuk uk semsemua ua mamakhlkhluk-uk-makmakhlhluk uk hidhidup up bebertirtingkngkat at titingnggi gi yanyangg di
diketketahahui. ui. DalDalam am kwakwantntititas as besbesarar, , dan dan ruprupanyanya a dendengan gan akaktitivitvitas-as-akaktitivitvitas as dendengan gan cacarara pen
penghirghirupanupan, , mangmangan an dapadapat t menymenyebabebabkan kan sindsindrom rom peraperacunacunan n daladalam m binabinatangtang-bina-binatantangg menyusui, dengan kerusakan sistem deteksi detak jantung yang kadang-kadang tidak dapat menyusui, dengan kerusakan sistem deteksi detak jantung yang kadang-kadang tidak dapat diubah.
diubah.
Berd
Berdasarasarkan kan wacawacana na diatdiatas, as, maka akan maka akan lebilebih h baik jika baik jika banybanyak ak oranorang g yang mengetayang mengetahuihui un
unsur sur manmangan gan memengingingangat t banbanyakyaknya nya manmanfaafaat t yanyang g dadapat pat didiperperoleoleh h dardari i aplaplikikasi asi unsunsur ur mangan itu sendiri. Oleh karena itu, pada makalah kami kali ini, kami akan memberikan mangan itu sendiri. Oleh karena itu, pada makalah kami kali ini, kami akan memberikan beberapa informasi yang berkaitan dengan mangan.
beberapa informasi yang berkaitan dengan mangan.
B. PERUMUSAN MASALAH
1. Apa saja sumber untuk memperoleh mangan?
2. Bagaimana sifat-sifat mangan?
3. Bagaimana proses ekstraksi mangan?
4. Bagaimana cara memproduksi mangan?
5. Apa saja manfaat mangan dalam kehidupan?
6. Apa saja bahaya mangan dan bagaimana cara mencegahnya?
C. TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah mengenai unsur mangan ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Anorganik 2, juga untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai unsur mangan, mulai dari sifat-sifatnya, cara memproduksi, manfaat, bahaya dan pencegahan dari efek bahayanya.
D. MANFAAT
Manfaat yang dapat diperoleh selain pembaca akan lebih mengetahui unsur mangan mulai dari sifat-sifatnya, cara memproduksi, manfaat dan bahayanya, juga dapat menginspirasi pembaca untuk melakukan eksplorasi lebih terhadap unsur mangan dengan harapan dapat memberikan solusi dan alternatif bagi beberapa masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II ISI
A. SEJARAH MANGAN
Logam mangan pertama kali dikenali oleh Scheele, Bergman dan ahli lainnya sebagai unsur dan diisolasi oleh Gahn pada tahun 1774, dengan mereduksi mangan dioksida dengan karbon.
B. SUMBER MANGAN
Mineral mangan tersebar secara luas dalam banyak bentuk; oksida, silikat, karbonat adalah senyawa yang paling umum. Penemuan sejumlah besar senyawa mangan di dasar lautan merupakan sumber mangan dengan kandungan 24%, bersamaan dengan unsur lainnya dengan kandungan yang lebih sedikit.
Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia cukup besar, namun terdapat di berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut terdapat di Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Kebanyakan senyawa mangan saat ini ditemukan di Rusia, Brazil, Australia, Afrika sSelatan, Gabon, dan India. Irolusi dan rhodokhrosit adalah mineral mangan yang paling banyak dijumpai. Logam ,mangan diperoleh dengan mereduksi oksida mangan dengan
natrium, magnesium, aluminum atau dengan proses elektrolisis.
Mangan merupakan salah satu unsur yang paling banyak terdapat di dalam kerak bumi.
Bijih mangan yang utama berasal dari pirolusit (MnO2) dan psi-lomelan (Ba,H2O)2Mn5O10.
Mangan yang mengandung oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama dalam deposit bijih mangan adalah bauksit, manganit, hausmanit, dan lithiofori. Sumber mangan yang mengandung karbonat adalah rhodokrosit, sedangkan sumber mangan yang mengandung silika adalah rhodonit. Deposit mangan dapat dibagi menjadi beberapa tipe, misalnya deposit hidrotermal, deposit sedimenter, deposit yang berasosiasi dengan aliran lava bawah laut, deposit metamorfosis, deposit laterit, dan akumulasi residu.
Gambar 1 Salah satu bijih mangan, yaitu psilomelan (Ba,H 2O)2Mn5O1
Mangan tersebar di seluruh jaringan tubuh. Konsentrasi mangan tertinggi terdapat di hati, kelenjar tiroid, pituitari, pankreas, ginjal, dan tulang.
Jumlah total mangan pada laki-laki yang memiliki berat 70 kg sekitar 12- 20 mg. Jumlah pemasukan harian sampai saat ini belum dapat ditentukan secara pasti, meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jumlah minimal sekitar 2.5 hingga 7 mg mangan per hari dapat mencukupi kebutuhan
manusia.
C. EKSTRAKSI MANGAN
Mangan pertama kali diisolasi dari pemanasan MnO2 dengan batubara-charcoal dan minyak, meskipun kemurnian hasilnya masih rendah. Reduksi pirolusit yang biasanya bercampur dengan oksida besi Fe2O3 dengan batubara-kokas dalam tanur listrik tinggi
menghasilkan feromanganyang mengandung kira-kira 80 % Mn.
MnO2 (s) + Fe2O3 (s) + 5C (s) Δ Mn(s) + 2Fe (s) + 5 CO2 (g) feromangan
jika mineral pirolusit mengandung silikon, maka unsur ini dapat dihilangkan dengan penambahan air kapur Ca(OH)2, dalam hal ini silicon akan diubah menjadi kalsium silikat.
Untuk memperoleh logam mangam murni, pirolusit diolah menurut proses termit.
Dalam proses ini pirolusit - MnO2 dipanaskan agar mengalami reduksi sebagian menjadi Mn3O4. Reduksi lebih lanjut dalam logam alumunium menghasilkan logam mangan yang dapat dipisahkan dengan lelehannya ( Al2O3 mempunyai titik leleh yang jauh lebih tinggi ~ 2045 oC). pemurnian logam mangan lebih lanjut dilakukan secara destilasi. Persamaan reaksi utama yang terjadi dalam proses ini yaitu :
2 MnO2 (s) Δ Mn3O4 (s) + O2 (g)
3 Mn3O4 (s)+ 8 Al (s) Δ 4 Al2O3 (s) + 9 Mn(l)
Logam Mn dengan kemurnian tinggi (~ 99,9 %) mulai dapat diisolasi pada tahun 1930.
D. SIFAT- SIFAT MANGAN
Mangan adalah logam berwarna putih keabu-abuan seperti besi dengan kilap metalik sampai submetalik, memiliki tingkat kekerasan antara 2 hingga 6, massa jenis 7.21 g/cm 3 pada suhu ruang, massif, reniform, botriodal, stalaktit, serta kadang-kadang berstruktur fibrous dan radial. Logam mangan dan ion-ion biasa beliau mempunyai daya magnet yang kuat.
Dalam keadaan murni, logam mangan bersifat keras tetapi rapuh (mudah patah).
Mangan mudah teroksidasi oleh udara, bereaksi lambat dengan air dan membentuk berbagai
macam senyawa dengan tingkat oksidasi yang paling bervariasi. Mangan sangat reaktif secara kimiawi, dan terurai dengan air dingin perlahan-lahan. Mangan digunakan untuk membentuk banyak alloy yang penting. Dalam baja, mangan meningkatkan kualitas tempaan baik dari
segi kekuatan, kekerasan,dan kemampuan pengerasan.
Dengan aluminum dan bismut, khususnya dengan sejumlah kecil tembaga, membentuk alloy yang bersifat ferromagnetik. Logam mangan bersifat ferromagnetik setelah diberi perlakuan. Logam murninya terdapat sebagai bentuk allotropik dengan empat jenis. Salah satunya, jenis alfa, stabil pada suhu luar biasa tinggi; sedangkan mangan jenis gamma, yang berubah menjadi alfa pada suhu tinggi, dikatakan fleksibel, mudah dipotong dan ditempa.
Table 1 ciri logam mangan
Jari-jari atom 1.35 Å
Volume atom 7.39 cm3/mol
Massa atom 54.938
Jari-jari kovalensi 1.17 Å
Struktur kristal Cubic body center
Massa jenis 7.44 g/cm3
Konduktivitas listrik 0.5 x 106 ohm-1cm-1 Konduktivitas kalor 7.82 Wm-1K-1
Konfigurasi elektron [Ar]3d5 4s2 Entalpi pembentukan 14.64 kJ/mol Entalpi penguapan 219.74 kJ/mol Elektronegatifitas (skala
Pauling)
1.55
Kapasitas kalor 0.48 Jg-1K-1
Titik lebur 1518 K
Titik didih 2235 K
Potensial ionisasi 7.435 V Bilangan oksidasi 7, 6, 4, 3, 2
E. SENYAWA MANGAN 1. Beberapa Senyawaan Mangan
Mangan mampu membentuk senyawa mulai dengan tingkat oksidasi terendah +2 hingga tertinggi +7, sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat terpenting dalam senyawa mangan berkenaan dengan reaksi redoks.
1) Dalam suasana asam, ion Mn3+ bersifat tidak stabil, mudah mengalami swaredoks atau
disproporsionasi, yaitu mengalami oksidasi menjadi MnO2 dan reduksi menjadi Mn2+
secara serentak oleh dirinya sendiri menurut persamaan reaksi :
2 Mn3+(aq) + 6 H2O → Mn2+(aq) + MnO2 (s) + H3O+ E o= 0,54 V
2) Demikian juga ion manganat, MnO42- , tidak stabil dan dalam suasana asam mengalami disproporsionasi secara spontan :
3 MnO42-(aq) + 4 H3O+ → 2 MnO4−(aq) + MnO2 (s) + 6 H2O(l) E o= 1,70 V
3) Namun demikian dalam suasana basa, sifat disproporsionasi ini hanya menghasilkan nilai E o yang sangat kecil ( + 0,04 V). oleh karena itu, ion manganat MnO42- , dapat diperoleh dalam suasana basa :
3 MnO42−(aq) + 2 H2O(l) ↔ 2 MnO4−(aq) + MnO2 (s) + 4 OH−(aq) E o= 0,004 V
Ini berarti bahwa jika konsentrasi [OH−] dibuat cukup tinggi, reaksi tersebut dapat berlangsung ke arah sebaliknya (ke kiri) sehingga konsentrasi MnO42- dalam larutan dapat
ditingkatkan.
2. Oksida, Hidroksida, anion-okso dan garam Mangan
Karakteristik oksida, hidroksida mangan dan beberapa turunannya yang penting dapat dilihat pada table 2. Oksida-oksida mangan dengan tingkat oksidasi lebih rendah bersifat basa dan bereaksi dengan asam membentuk garam katio Mn(II) dan Mn (III). Oksida-oksida lebih tinggi sebaliknya bersifat asam dan bereaksi dengan alkalis menghasilkan garam-garam
anion-okso. Fusi MnO2 dengan hidroksida logam alkali dan oksidator seperti KNO3
menghasilkan garam manganat (VI) yang berwarna hijau legam yang stabil dalam larutan alkali kuat tetapi terdisproporsionasi dalam keadaan netral atau asam.
MnO2 (s) + 2 OH−(aq)+ NO3-
(aq) → MnO42−
(aq) + H2O(l) + NO2- (aq)
3 MnO42-
(aq) + 4 H3O+ → 2 MnO4−
(aq) + MnO2 (s)+ 6 H2O(l)
Tabel 2 Karakteristik oksida, hidroksida mangan dan beberapa turunannya.
Tingkat
Oksidasi Oksida Hidroksida Sifat Ion Nama Warna
Ion
+2 MnO Mn(OH)2 Basa
moderat
Mn2+ Mangan (II) Pink
+3 Mn2O3 Mn(OH)3 Basa lemah Mn3+ Mangan (III) Violet
+4
MnO2 MnO(OH)2 atau
H2MnO3
Amfoterik/
asam lemah
MnO32- Manganit Coklat
+6 MnO3 H2MnO4 Asam moderat
MnO42- Manganat Hijau
+7 Mn2O7 HMnO4 Asam kuat MnO4- Permanganat Ungu
Mangan (II) d5
Berdasarkan nilai potensial reduksinya, Mangan (II) merupakan spesies mangan yang paling stabil karena mempunyai konfigurasi electron setengah penuh, 3d5. Reduksi dengan
hydrogen terhadap oksida mangan apa saja akan menhasilkan oksida dengan tingkat oksidasi mangan terendah abu-abu-hijau, MnO.
Mangan (II) dalam senyawa garamnya seperti klorida, sulfat dan nitrat, dalam larutan air dapat dinyatakan sebagai ion Mn2+, atau perspektif ion kompleks sebagai [Mn(H2O)]62+ dan berwarna pink pucat.
Penambahan alkali hidroksida ke dalam larutan Mn2+ diperoleh endapan Mn(OH)2yang berupa gelatin putih hingga pink pucat, tetapi hidroksi ini dalam udara terbuka segera
teroksidasi menjadi Mangan (III) oksihidroksi, MnO(OH) yang berwarna coklat gelap.
Mn2+(aq) + 2 OH−(aq) → Mn(OH)2 (s)
4 Mn(OH)2(s) + O2 (g) → MnO(OH)(s)+ 2 H2O(l)
Sebagian besar larut di dalam air, penambahan gas oksigen pada larutan Mn2+
menghasilkan hidroksida berupa gelatin putih dalam udara yang cepat berubah menjadi gelap akibat reaksi oksidasi. Penambahan SH− akan menyebabkan MnS teroksidasi menjadi coklat dalam udara, pada pendidihan tanpa udara materi yang merah menjadi MnS kristal atau sulfatnya (MnSO4) sangat stabil dan digunakan untuk analisis Mn. Tetapan kesetimbangan bagi pembentukan kompleks mangan (II) relative rendah karena ion Mn2+ tidak memiliki
energi penstabil medan ligan. Ion Mn2+ bias menempati lubang tetrahedral dalam beberapa gelas tertentu, menyubstitusi Zn2+dalam ZnO. Hanya medan ligan yang paling kuat meningkatkan perpasangan seperti ion-ion [Mn(CN)6]4+ dan [Mn(CN)]62+ hanya memiliki 1 elektron tidak berpasangan.
Mangan (III) d4
Mangan (III) terdapat sebagai oksidanya, yaitu Mn2O3dan MnO(OH) yang terjadi secara alamiah di alam, tetapi ion Mn3+dalam larutan air tidak stabil, mudah tereduksi menjadi Mn2+
sebagaimana dinyatakan oleh nilai potensial reduksinya. Campuran MN(II)-Mn(III) oksida terdapat sebagai Mn3O4,mineral berwarna hitam, yang terbentuk jika mangan oksida apa saja
dipanaskan hingga ~ 1000 oC dalam udara. Oksida ini mempunyai struktur spinel. Misalnya garam MnCl3 (hitam) dapat diperoleh dalam larutannya dari reaksi MnO2 dengan asam klorida pada temperature rendah, tetapi akan terurai pada suhu diatas -40 oC. Ion mangan diperoleh melalui oksidasi elektrolitik atau oksida deosulfat. Mangan (III) dan (IV) penting untuk fotosintesis.
Mangan (IV) d3
Mangan (IV) terdapat sebagai oksidanya yaitu MnO2 yang bersifat antiferomagnetik di bawah temperature ~ 92 oC. MnO2sekalipun bukan dioksida yang paling stabil karena dapat
terurai menjadi Mn2O3 pada ~ 530 oC, merupakan dioksida yang terpenting, bermanfaat sebagai agen pengoksidasi. Oksida ini bersifat amfoterik namun relative inert terhadap asam maupun basa, dalam arti perannya sebagai Mn(IV) tidak dapat dipertahankan. Hal ini terlihat nyata dari hasil reaksinya dengan asam klorida pekat dalam keadaan dingin, yaitu larutan hijau dari ion Mn4+yang bersifat tidak stabil , berubah menjadi larutan pink karena terbentuk ion Mn2+. Mn(SO4)2 juga bersifat tidak stabil, sehingga reaksi MnO2dengan asam sulfat pekat akan menghasilkan MnSO4.
Namun demikian, Mn(IV) dalam beberapa senyawa kompleks bersifat cukup stabil dan tidak mudah terurai, misalnya dalam kompleks K 2[MnF6] (kuning), dan Rb2[MnCl6] (merah tua). Hidroksida dari Mn(IV) bersifat asam lemah oleh karena itu, tiap molekul hidroksinya dapat melepaskan satu molekul H2O hingga rumus molekulnya menjadi MnO(OH)2 atau sering ditulis sebagai H2MnO3.
Mangan (VI) d1
Mangan (VI) hanya dikenal stabil sebagai spesies manganat, MnO42- dengan bangun tetrahedron dan berwarna hijau gelap. Misalnya, kalium manganat dapat diperoleh dari reaksi lelehan MnO2dan basa alkali dengan hadirnya oksidator misalnya udar / KNO3.
2 MnO2 (s) + 4 KOH (s)+ O2 (g) Δ 2 K 2MnO4(s) + H2O(g)
Dalam larutannya, ion manganat hanya stabil dalam suasana basa; dalam air dan suasana asam, akan mengalami disproporsionasi menjadi ion Permanganat dan MnO2. Dalam suasana asam MnO42- bersifat oksidator. Asam manganat, H2MnO4sangat tidak stabil untuk diisolasi.
Mangan (VII) d0
Mangan heptoksida, Mn2O7 berupa minyak hijau yang mudah meledak dan diperoleh dari reaksi garam manganat (VII) dengan H2SO4 pekat. Mn2O7 secara perlahan melepaskan oksigen dan membentuk MnO2 yang bersifat eksplosif mengoksidasi hamper semua material aorganik. Hanya satu senyawa anion-okso Mn(VII) yang dikenal penting yaitu kalium permanganate, K 2MnO4 yang berwarna ungu. Senyawa ini stabil dalam larutannya dan peran
utamanya sebagai oksidator yang sangat kuat, baik dalam suasana asam, basa maupun netral.
Mangan VII paling baik dalam bentuk garam dari ion permanganat. Larutan ini tidak stabil, terurai dengan lambat namun dapat diamati dalam larutan asam, netral, ataupun sedikit basa. Penguraian larutan dalam gelap berlangsung sangat lambat. Berikut ini adalah beberapa
reaksi yang dapat terjadi pada mangan (VI) dan mangan (VII).
4MnO4- + 4H+→ 3O2 + 2H2O + 4MnO2
Dalam larutan basa permanganat adalah pengoksida kuat.
MnO4− + 2H2O + 3e → MnO2 + 4OH
Dalam basa sangat kuat dan dengan MnO4 − berlebih menghasilkan ion manganat MnO4 − + e → MnO4 2-
Dalam larutan asam permanganat tereduksi menjadi Mn 2+ oleh zat pereduksi berlebih MnO4− + 8OH− + 5e → Mn 2+ + 4H2O
F. PRODUKSI MANGAN
Lapisan bijih terpenting dalam mangan adalah pyrolusite (MnO2). Sebagian besar dari lapisan bijih mangan yang termasuk penting secara ekonomis mengarahkan jarak hubungan dekat ke lapisan bijih besi. Sumber-sumber dari pengelolaaan di daratan termasuk besar dan dapat ditemukan di Afrika Selatan, Ukraine, dan persediaan mangan-mangan penting lainnya ada di Australia, Cina, India, Brazil dan Gabon.
Untuk produksi Ferromanganese, lapisan bijih mangan dicampur dengan lapisan bijih besi dan karbon, kemudian dikurangi dengan cara pembakaran secara diledakkan dalam tungku perapian atau dalam tungku perapian listrik. Hasil Ferromanganese tersebut mempunyai 30% s/d 80% kadar mangan. Mangan murni yang digunakan untuk produksi campuran yang bukan besi dihasilkan dengan melumerkan lapisan bijih mangan dengan asam asam-belerang (sulfuric acid) yang dilanjutkan dengan proses electrowinning.
Produksi mangan di seluruh Indonesia tidak mencapai 10% total produksi mangan di seluruh dunia. Tetapi, potensi persediaan bijih mangan di Indonesia termasuk besar, yang
terdapat di lokasi-lokasi tersebar di seluruh Indonesia. Potensi-potensi tersebut dapat ditemukan di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Sementara lokasi pertambangan PT. PAM Alam Mineral sendiri dapat ditemukan di Trenggalek, Tulung Agung, Jawa Timur.
G. PEMANFAATAN MANGAN
Pemanfaatan mangan di dunia sebagian besar digunakan untuk tujuan metalurgi, yaitu untuk proses produksi besi-baja, sedangkan penggunaan mangan untuk tujuan non-metalurgi antara lain produksi baterai kering, keramik dan gelas, dan kimia.
Mangan dioksida (sebagai pirolusit) juga digunakan sebagai pendepolarisasi pada sel kering baterai dan untuk menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor besi. Mangan sendiri memberi warna lembayung pada kaca. Dioksidanya berguna untuk pembuatan oksigen dan klorin, dan dalam pengeringan cat hitam. Senyawa permanganat adalah oksidator yang kuat dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan dalam pengobatan. Mangan juga banyak tersebar dalam tubuh. Mangan merupakan unsur yang penting untuk penggunaan vitamin B1.
1. Baja
Mangan diperlukan untuk produksi besi dan baja dari kebaikan pembetulan belerangnya (sulfur-fixing), proses penghilangan oksigennya (deoxidizing) dan campuran properti-propertinya. Pembuatan baja, termasuk komponen pembuatan besinya, terhitung sebagai permintaan terbesar, yang sekarang ada dalam jarak 85% s/d 90% dari total permintaan. Dari beragam-ragam penggunaannya, mangan adalah kunci komponen dari perumusan anggaran rendah baja tahan karat.
Kwantitas kecil dari mangan memajukan kemungkinan baja untuk bekerja pada suhu tinggi, karena membentuk pelelehan sulfida yang tinggi dan kemudian mencegah pembentukan sulfida besi yang cair pada batas uratnya. Jika kadar mangan mencapai 4%, proses perapuhan bajanya menjadi fitur yang menonjol. Proses perapuhan berkurang pada konsentrasi mangan lebih tinggi dan mecapai tingkat yang dapat diterima pada 8%.
Kenyataan bahwa baja mengandung 8% - 15% mangan adalah dingin mengeraskan, bisa memiliki kekuatan tinggi yg dapat diregangkan dari / sampai dengan 863 MPa, baja dengan 12% mangan dahulu kala digunakan untuk helem-helem baja di Inggris.
Komposisi baja ini pertama kali ditemukan pada tahun 1882 oleh Robert Hadfield, yang sekarang masih diketahui sebagai baja Hadfield.