• Tidak ada hasil yang ditemukan

TATA TERTIB SMA NEGERI 3 TAKENGON PEMERINTAH ACEH DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 3 TAKENGON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TATA TERTIB SMA NEGERI 3 TAKENGON PEMERINTAH ACEH DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 3 TAKENGON"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

TATA TERTIB

SMA NEGERI 3 TAKENGON

PEMERINTAH ACEH DINAS PENDIDIKAN

SMA NEGERI 3 TAKENGON

Jln. Takengon-Isak. Kayu Kul Kec. Pegasing. 24561

Telp/Fax : (0643) 7426385 e-mail: [email protected]

(2)

PEMERINTAH ACEH

DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 3 TAKENGON

Jln. Takengon – Isaq Km. 6 Kayukul Kec. Pegasing 24561 Telp / Fax : ( 0643 ) 7426442. Email : [email protected]

KEPUTUSAN KEPALA SMA NEGERI 3 TAKENGON Nomor: 424/P-A.3/014.a/2022

TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK Menimbang:

Bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah perlu menetapkan Peraturan Sekolah tentang Tata Tertib Peserta Didik.

Mengingat:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Menetapkan:

PERATURAN SEKOLAH TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK BAB I

Pengertian

Ketertiban berarti kondisi dinamis yang menimbulkan keserasian , keselarasan dan keseimbangan dalam tata hidup bersama sebagai makhluk ALLAH SWT. Dalam kehidupan sekolah , kondisi itu mencerminkan keteraturan dalam pergaulan , dalam penggunaan dan pemeliharaan sarana / prasarana , penggunaan waktu , pengelolaan administrasi dan dalam mengatur hubungan dengan masyarakat dan lingkungannya.

Ketertiban sekolah dituangkan dalam Tata Tertib Peserta Didik , dan disusun secara Operasional untuk mengatur tingkah laku dan sikap hidup peserta didik .

Dalam Tata Tertib Peserta didik memuat : a. Hal-hal yang diharuskan atau diwajibkan.

b. Hak – hak yang diterima c. Hal-hal yang dianjurkan.

d. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan atau larangan.

e. Penghargaan – penghargaan yang diterima f. Sanksi-sanksi / hukuman bagi pelanggar.

BAB II

Kewajiban-kewajiban Siswa Pasal 1 : Kehadiran Siswa

1. Sepuluh menit sebelum jam pertama siswa sudah hadir di sekolah

2. Keterlambatan hadir kurang dari 10 menit diperbolehkan masuk klas / mengikuti pelajaran seijin guru Piket.

3. Keterlambatan lebih dari 10 menit tidak diperbolehkan masuk / mengikuti pelajaran dan akan diberikan ijin masuk pada jam berikutnya setelah mendapat surat ijin dari guru Piket sambil menunggu pergantian jam, siswa mendapat tugas khusus dari piket

4. Apabila siswa tidak masuk sekolah karena sakit , atau ijin harus mengirimkan surat ijin yang sah dari orang tua / wali murid pada hari itu juga atau lewat telpon sekolah.

5. Jumlah hari hadir selama satu Semester sekurang-kurangnya 95% hari efektif sekolah , dan apabila tidak terpenuhi maka dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk penentuan kenaikan kelas.

(3)

6. Apabila siswa akan meninggalkan sekolah sebelum jam belajar sekolah berakhir oleh karena sakit atau ijin keperluan lain, harus minta ijin kepada semua guru Bidang Studi yang ditinggalkan, dan baru boleh meninggalkan sekolah setelah mendapat surat ijin meninggalkan sekolah dari guru Piket

7. Apabila siswa akan meninggalkan klas atau jam pelajaran harus minta ijin kepada guru yang mengajar di kelas yang bersangkutan dan surat ijin ditinggalkan di kelas.

8. Wajib mengikuti semua kegiatan belajar mengajar sejak jam pertama hingga jam terakhir , serta pulang secara bersama-sama setelah tanda bel pelajaran terakhir dibunyikan.

9. Berada di dalam klas pada jam-jam kegiatan belajar mengajar dan tetap berada dilingkungan halaman sekolah pada saat jam istirahat.

10. Wajib mengikuti Upacara yang ditentukan oleh sekolah.

Pasal 2: Pakaian Seragam Sekolah

1. Mengenakan pakaian seragam Putih Abu-Abu lengkap dengan atributnya pada hari Senin s.d. Selasa serta pada hari-hari Upacara yang ditentukan.

2. Mengenakan pakaian seragam Pramuka lengkap dengan atributnya pada hari Rabu s.d Kamis 3. Mengenakan pakaian seragam Batik lengkap dengan atributnya pada hari Jumat s.d Sabtu 4. Bersepatu Hitam bertali dan berkaos kaki putih panjang.

5. Mengenakan ikat pinggang yang telah ditentukan oleh sekolah

6. Potongan dan bahan pakaian seragam serta atribut sesuai dengan ketentuan/model yang telah ditetapkan oleh sekolah , antara lain :

Siswa : celana tidak gembyong dan atau tidak berujung pensil Siswi : rok panjang

Pakaian seragam dalam keadaan bersih dan rapi (tidak kotor/lusuh).

Baju bagian bawah dimasukan pada celana/Rok sehingga tampak ikat pinggangnya.

Mengenakan Topi sekolah saat Upacara bendera.

Pasal 3: Lingkungan Sekolah

1. Ikut menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.

2. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

3. Membersihkan ruangan kelas setiap hari oleh petugas Piket Kelas masing-masing.

4. Mengatur sepeda/sepeda motor di tempat Parkir Sekolah secara teratur dan rapi serta dikelompokan sesuai tempat parkir yang telah ditentukan.

5. Tidak melakukan corat-coret baik di dinding maupun meja belajar.

6. Ikut menjaga kelestarian tanaman sekolah.

7. Tidak merusak sarana /prasarana yang ada di sekolah.

Pasal 4: Etika , Estetika dan Sopan Santun

1. Menghormati Kepala sekolah , guru dan karyawan SMA Negeri 3 Takengon 2. Bersikap sopan dan santun kepada semua warga sekolah.

3. Menjunjung tinggi kultur dan adat budaya 4. Bagi siswa putri muslimah wajib memakai jilbab

5. Bagi siswa putri tidak berdandan secara mencolok dan tidak mengenakan perhiasan secara berlebihan.

6. Rambut diatur secara rapi tidak dicat dan untuk siswa putra tidak berambut Gondrong.

7. Bagi siswa putra tidak mengenakan perhiasan/assesori yang tidak selayaknya dikenakan siswa putri.

8. Berbicara secara santun , baik terhadap guru/ karyawan maupun teman-teman sekolah.

9. Saling hormat-menghormati sesama siswa.

10. Menjaga keamanan dan ketertiban selama di sekolah maupun sepulang sekolah.

11. Mengendarai dan melengkapi sepeda motor/kendaraan sesuai dengan ketentuan UU Lalu Lintas.

Pasal 5: Administrasi Sekolah

1. Menyelesaikan pembayaran keuangan sekolah tepat waktu sesuai ketentuan.

2. Meminjam dan mengembalikan buku-buku Perpustakaan sesuai dengan ketentuan yang ditentukan oleh Perpustakaan.

3. Memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah secara benar sesuai dengan pengunaannya.

(4)

Pasal 6: Kegiatan Ekstra Kurikuler dan Pengembangan Diri

1. Wajib mengikuti ekstrakurikuler/Pengembangangan Diri sekurang-kurangnya satu jenis Kegiatan Ekstra Kurikuler /Pengembangan Diri bagi klas X dan klas XI

2. Wajib mengikuti kegiatan lain yang ditentukan oleh sekolah.

BAB III Hak – Hak Siswa Pasal 1 :

1. Siswa berhak mendapatkan pendidikan, pengajaran dan bimbingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Siswa berhak mendapat perlakuan yang sama dan proporsional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BAB IV Larangan-larangan Pasal 1

1. Melanggar kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh siswa sebagaimana pada Bab II.

2. Meninggalkan sekolah sebelum berakhirnya kegiatan belajar mengajar tanpa ijin (bolos) 3. Berkeliaran atau berada di luar kelas pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar

4. Berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar maupun istirahat 5. Membawa sepeda motor yang tidak lengkap ke sekolah.

6. Memarkir sepeda motor di luar pagar sekolah.

7. Mengendarai sepeda / sepeda motor pada jam pelajaran di halaman sekolah.

8. Membawa uang saku secara berlebihan.

9. Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan sekolah.

10. Berpacaran di lingkungan sekolah baik pada saat jam-jam sekolah maupun di luar jam sekolah.

11. Membawa senjata tajam atau sejenisnya, yang diperkirakan dapat dipergunakan untuk hal-hal yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

12. Berkelahi diantara sesama siswa SMA Negeri 3 Takengon, maupun siswa/orang lain di luar SMA Negeri 3 Takengon

13. Merokok selama masih mengenakan seragam sekolah baik di sekolah maupun di luar sekolah.

14. Berjudi atau hal-hal yang bisa diindikasikan perjudian.

15. Mengambil barang –barang baik milik sekolah maupun milik teman yang bukan miliknya 16. Melakukan pemerasan atau sejenisnya yang bersifat atau diindikasikan Premanisme.

17. Melakukan pelecehan / penghinaan kehormatan martabat guru , karyawan maupun sesama peserta didik.

18. Membawa buku bacaan / kaset Video ataupun HP yang memuat Video pornografi.

19. Membawa/mengkonsumsi/mengedarkan obat-obat terlarang ( Narkoba ) maupun minuman keras , baik di sekolah maupun di luar sekolah.

20. Pelecehan Seksual dan perbuatan Tidak senonoh 21. Menikah dan atau hamil

22. Melakukan semua tindakan dalam kategori Tindakan Kriminal.

23. Bertato

24. Memalsukan dokumen administrasi sekolah

25. Menggunakan alat komunikasi elektronik (HP) dalam kegiatan Pembelajaran/Evaluasi tanpa ijin.

(5)

BAB V Penghargaan Pasal 1:

1. Memberkan sertifikat penghargaan/piala bagi siswa yang memperoleh peringkat umum di bidang akademik setiap akhir semester

2. Memberikan sertifikat penghargaan dan hadiah bagi siswa yang meraih juara dalam kegiatan lomba class meeting/ekstrakurikuler di setiap akhir semester

3. Memberikan penghargaan bagi siswa yang membawa nama baik sekolah di bidang akademik maupun non akademik

BAB VI Sanksi – Sanksi Pasal 1: Tahapan Sanksi

Apabila siswa tidak mentaati kewajiban – kewajiban dan melanggar larangan-larangan seperti tersebut di atas , maka akan diberikan Sanksi oleh sekolah berupa :

1. Peringatan secara lisan dan penindakan secara langsung 2. Peringatan secara tertulis.

3. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik 4. Skorsing tidak boleh mengikuti pelajaran.

5. Dikembalikan kepada Orang tua / wali.

6. Dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat

Pasal 2: Peringatan Secara Lisan dan Penindakan Secara Langsung

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat Katagori ringan : 1. Tidak mematuhi kewajiban sebagaimana Bab II Kewajiban-kewajiban Siswa

2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :

1) Berkeliaran atau berada di luar klas pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar 2) Membawa uang saku secara berlebihan

3) Memarkir sepeda motor di luar pagar sekolah

4) Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan sekolah.

5) Berpacaran di lingkungan sekolah baik pada saat jam-jam sekolah maupun di luar jam sekolah 6) Membawa buku bacaan / kaset Video ataupun HP yang memuat Video pornografi

3. Penindakan langsung dapat berupa hukuman pembinaan yang bersifat mendidik.

Pasal 3: Peringatan Secara Tertulis

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat pembinaan awal : 1. Melanggar kewajiban sebagaimana Bab II secara berulang kali

2. Tidak mengindahkan peringatan secara linsan dan penindakan secara langsung sebanyak 3 kali sebagaimana ketentuan Bab IV pasal 2

3. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 : 1) Membawa senjata tajam atau sejenisnya

2) Merokok selama masih mengenakan seragam sekolah baik di sekolah maupun di luar sekolah 3) Membawa sepeda motor yang tidak lengka) ke sekolah

4) Berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada saat proses kegiatan belajar mengajar maupun istirahat 5) Mengendarai sepeda / sepeda motor pada jam pelajaran di halaman sekolah

6) Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan sekolah 7) Berpacaran di lingkungan sekolah baik pada saat jam-jam sekolah maupun di luar jam sekolah

(6)

8) Meninggalkan sekolah sebelum berakhirnya kegiatan belajar mengajar tanpa ijin (bolos ) 9) Bertato

10) Memalsukan Dokumen 4. Peringatan tertulis berupa :

1. Surat pemberitahuan kepada orang tua / wali

2. Surat pernyataan / janji siswa yang diketahui oleh orang tua / wali.

5. Peringatan tertulis untuk sebuah pelanggaran diberlakukan sebanyak-banyaknya 3 kali dan selebihnya dilakukan tahapan pemanggilan orang tua / wali peserta didik.

Pasal 4: Pemanggilan Orang-tua / Wali Peserta didik

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat pembinaan bersama:

1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2 dan pasal 3 2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :

1) Membawa buku bacaan/kaset Video ataupun HP yang memuat Video pornografi.

2) Berkelahi diantara sesama siswa SMA Negeri 3 Takengon, maupun siswa / orang lain di luar SMA Negeri 3 Takengon

3) Mengambil barang –barang baik milik sekolah maupun milik teman yang bukan miliknya 4) Berjudi atau hal-hal yang bisa diindikasikan perjudian

5) Melakukan pemerasan atau sejenisnya yang bersifat atau diindikasikan Premanisme

6) Melakukan pelecehan / penghinaan kehormatan dan martabat guru , karyawan maupun sesama peserta didik

3. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik yang bersifat mendesak dapat dilakukan melalui telpon atau sarana komunikasi lainnya.

Pasal 5: Skorsing Tidak Boleh Mengikuti Pelajaran

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat peringatan Keras :

1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2 , pasal 3 dan pasal 4.

2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab IV pasal 2 , pasal 3 dan pasal 4 secara berulang.

3. Melanggar tahapan-tahapan pembinaan yang telah dilakukan : Peringatan secara lisan , Peringatan secara tertulis , Pemanggilan orang tua / wali peserta didik.

Pasal 6: Dikembalikan Kepada Orang-tua / Wali

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat dengan Kategori berat:

1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2 , pasal 3 , pasal 4 dan pasal 5.

2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :

1) Membawa/mengkonsumsi/mengedarkan obat-obat terlarang (narkoba) maupun minuman keras, baik di sekolah maupun di luar sekolah

2) Menikah dan atau hamil

3) Menjalani proses hukum tindak pidana oleh pihak kepolisian 4) Melakukan penghasutan atau sejenisnya yang bersifat SARA.

Pasal 7: Dikeluarkan dari Sekolah dengan Tidak Hormat

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat dan Kategori amat sangat berat :

1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2 , pasal 3 , pasal 4 dan pasal 5 dan diindikasikan sudah tidak memungkinkan dilakukan pembinaan.

2. Pelecehan Seksual dan perbuatan tidak senonoh 3. Berbuat onar dan mengganggu stabilitas sekolah.

(7)

BAB VII

Mekanisme Penanganan Kasus Pasal 1: Kasus Pelanggaran Tata Tertib Peserta Didik

1. Tahapan penanganan kasus pelanggaran tata tertib peserta didik : 1. Peringatan secara lisan dan penindakan langsung

2. Peringatan secara tertulis

3. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik 4. Skorsing tidak boleh mengikuti pelajaran 5. Dikembalikan kepada Orang tua / wali

6. Dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat

2. Setiap guru / karyawan berhak melakukan Peringatan secara lisan dan penindakan langsung kepada setiap siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib peserta didik.

3. Setiap guru / karyawan yang telah melakukan Peringatan secara lisan dan penindakan langsung terhadap siswa , untuk segera melaporkan kepada Wali Klas / guru BP/BK berkaitan dengan pelanggaran tata tertib peserta didik yang dilakukan oleh siswa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

4. Piket memiliki wewenang melakukan Peringatan secara lisan dan penindakan langsung serta menetapkan dan memberikan besar skor pelanggaran kepada peserta didik yang secara nyata melakukan pelanggaran.

5. Peringatan secara tertulis diberikan oleh sekolah dilengkapi dengan data pelanggaran yang telah dilakukan siswa.

6. Piket memberikan Laporan penanganan pelangaran siswa kepada BP/BK untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

7. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik yang melakukan pelanggaran dilakukan oleh BP/BK dan diketahui oleh Kepala Sekolah.

8. Dalam hal sanksi berat dan sangat berat siswa Dikembalikan kepada Orang tua / wali dan Dikeluarkan dari sekolah Tidak dengan hormat dilakukan setelah melalui rapat dewan guru.

Pasal 2: Kasus Pribadi

Kasus pribadi dimaksudkan sebagai kasus bukan bersifat pelanggaran Tata Tertib Peserta didik Penanganan dilakukan oleh Wali Kelas , Guru BP/BK dan orang tua / wali peserta didik

BAB VIII Penutup Peraturan sekolah ini diberlakukan sejak tanggal ditetapkan

Hal-hal yang belum diatur pada Peraturan sekolah ini akan diatur kemudian

(8)

POIN PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA TAHUN PELAJARAN 2021/2022

No JENIS PELANGGARAN Bobot

A KETERLAMBATAN

1. Terlambat (dipulangkan dicatat tidak hadir tanpa keterangan) 5

B KEHADIRAN

1. Siswa tidak masuk tanpa keterangan 5

2. Siswa tidak masuk dengan membuat keterangan palsu 10

3. Siswa tidak mengikuti jam pelajaran tertentu 5

4. Siswa keluar ketika proses belajar mengajar berlangsung dan tidak kembali sampai dengan waktu

sekolah usai 5

5. Siswa tidak ikut upacara bendera 5

6. Siswa meninggalkan pelajaran atau sekolah dengan ijin palsu 10

C PAKAIAN

1. Memakai seragam tidak sesuai aturan

a.Teguran 1 2

b.Teguran 2 dan surat pernyataan 1 2

c.Teguran 3, surat pernyataan 2 dan sanksi dari sekolah (digunting dan/atau disita pakaiannya) 2

2 Tidak memakai seragam sekolah sesuai jadwal 3

D KEPRIBADIAN

1. Siswa berhias berlebihan 5

2. Siswa putra memakai gelang, kalung, anting 10

3. Memakai tindik dibagian wajah atau tubuh lain bagi siswa perempuan 10

4. Memakai tatto dan atau atribut yang tidak wajar dikenakan bagi pelajar 20 5. Berduaan, bermesraan dan pacaran (melakukan tindakan asusila dan melanggar nilai kesopanan) 50

6. Melawan kepala sekolah, guru, karyawan dengan ancaman 75

7. Melawan Kepala Sekolah, guru, karyawan dengan pemukulan 100

8. Melakukan tindakan Intimidasi/Bullying sesama siswa dengan kekerasan 75

9. Melakukan tindakan tidak menyenangkan sesama siswa 15

10. Setiap mengaktifkan HP saat KBM berlangsung 5

11. Mencemarkan nama Kepala Sekolah, Guru, Karyawan dan Sekolah 50

12. Diketahui hamil/menikah 100

E KETERTIBAN

1. Mengotori/mencoret-coret benda milik sekolah, guru, karyawan, teman atau lingkungan orang lain 15 2. Merusak atau mengambil barang milik sekolah, Kepala Sekolah, guru, karyawan atau teman 50 3. Membawa dan atau menggunakan benda yang tidak ada kaitannya dengan proses belajar mengajar

kecuali ada izin dari sekolah 15

4. Memakai sandal atau sepatu sandal saat pelajaran berlangsung kecuali ada ijin dari sekolah 5

5. Setiap melompat pagar sekolah untuk keluar/masuk 20

6. Setiap tidak membuang sampah pada tempatnya 3

7. Setiap merusak tanaman dengan sengaja 3

F MEROKOK

1. Membawa rokok ke sekolah 20

2. Menghisap rokok di sekolah 25

G PORNOGRAFI

1. Memiliki, Membawa dan atau Mempergunakan buku, majalah, kaset, VCD, DVD, CD, Handphone yang berisi

Pornografi dan Kekerasan 65

2. Memperjualbelikan buku majalah, kaset, VCD, DVD, CD, dan software berkonten Pornografi dan kekerasan 75 H SENJATA TAJAM

1. Membawa senjata tajam/senjata api/bahan peledak tanpa ijin 100

2. Memperjualbelikan senjata tajam/senjata api/bahan peledak 100

3. Menggunakan senjata tajam/senjata api/bahan peledak untuk mengancam, melukai orang lain 100 I NAPZA DAN ATAU MINUMAN KERAS

1. Menggunakan napza dan atau minuman terlarang 100

2. Membawa napza dan atau minuman terlarang 100

3. Mengedarkan/memperjualbelikan napza, minuman keras di dalam atau di luar sekolah 100 J BERKELAHI /TAWURAN

1. Indikasi / Berkelahi/tawuran dengan siswa sekolah lain 100

2. Berkelahi antar siswa SMAN 3 Takengon 100

K TINDAK PIDANA HUKUM

(9)

1. Tersangkut Tindak Pidana Lainnya 100

N

O RENTANG TINDAKAN SEKOLAH JENIS SANGSI PELAKSANA

1 s.d 40 Berkomunikasi dengan orang tua/wali siswa

Memberi bimbingan dan perhatian

Teguran tertulis dan surat perjanjian pertama

wali kelas

2 41 s.d 70 Berkomunikasi dengan orang tua/wali siswa

Memberi bimbingan dan perhatian

Teguran tertulis dan surat perjanjian kedua

wali kelas dan BK 3 71 s.d 99 Berkomunikasi dengan

orang tua/wali siswa

Memberi bimbingan dan perhatian

Surat perjanjian tertulis bermaterai dan Skorsing

maksimal 3 hari efektif, diketahui

Kepala Sekolah

wali kelas dan BK wakasek kesiswaan diketahui kepala

sekolah 4 s.d 100 Berkomunikasi dengan

orang tua/wali siswa

Memberi bimbingan dan perhatian

Dikembalikan kepada orang

tua secara sepihak pleno guru

Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 3 Takengon

DEVI HINDRAINI, M.Pd NIP. 19720819 199801 2 001

Wakasek Kesiswaan

Drs. AMRAN

NIP. 19620822 199003 1 004

Referensi

Dokumen terkait

Fase 1 BASIC Memperbaiki dan memperkuat Struktur Fundamental dan Infrastruktur Fase2 LEAP Meningkatkan portfolio dengan kualitas yang lebih sehat Fase3 ACHIEVE Menjadi salah

Setiap guru/pegawai yang telah melakukan Peringatan secara lisan dan penindakan langsung terhadap siswa, untuk segera melaporkan kepada Wali Kelas/guru BP/BK

PROGRAM ALIH JENJANG SARJANA AKUNTANSI PROGRAM ALIH JENJANG SARJANA AKUNTANSI. KELAS KERJASAMA BEASISWA STAR-BPKP KELAS KERJASAMA

Bila diberikan masalah budaya dan sosialisasi politik, mahasiswa mampu menyimpulkan definisi sosialisasi dan budaya politik, agen- agen sosialisasi politik,

sedangkan siswa putra mendapat jadwal pelajaran hari Rabu dan Sabtu. Perbedaan jadwal pelajaran ini terjadi karena memang antara siswa dan siswi dalam kegiatan

120 menit merupakan waktu adsorpsi yang dibutuhkan arang aktif yang teraktivasi agar dapat menurunkan kadar Pb pada larutan air. secara maksimal, dengan

kemudian semua elemen tersebut disusun dengan menempatkan X pada posisi J sedemikian rupa sehingga elemen ke 1 sampai ke j-1 mempunyai nilai lebih kecil dari X dan elemen ke J+1

Pembayaran tersebut dilakukan sesegera mungkin, paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa sejak Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan dari Pemegang Unit Penyertaan yang telah