MUJAZIN T141608008
FAKULTAS ILMU BUDAYA
PROGRAM STUDI S3 LINGUISTIK PENERJEMAHAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2021
commit to user
commit to user
commit to user
Bismillahirrahmaanirrahiim
Segala ucapan puja dan puji syukur terimakasih kami naikkan kepada Allah Yang Maha Tinggi, Yang Tajam PendengaranNya Menjawab doa hambaNya Mengabulkan permintaan seluruh ciptaanNya, Awas PenglihatanNya Menyaksikan perbuatan makhlukNya, Memberi rezeki kepada seluruh makhluk dan Menahan siapa saja yang dikehendakiNya, dengan keadilanNya. Semoga Sholawat dan Salam Kesejahteraan senantiasa Allah limpahkan untuk junjungan kami, Pemimpin kami dan Teladan kami Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam serta untuk para keluarga dan sahabatnya dan yang mengikutinya sampai hari kiamat kelak.
“Tidak berterimakasih kepada Allah siapa yang tidak berterimakasih kepada makhlukNya” (Al-Hadits).
Dalam rangka berterimakasih kepada Allah, maka perkenankan penulis ikut menyampaikan ucapan terimakasih kepada mereka yang ikut terlibat langsung maupun tidak langsung atas selesainya penulisan disertasi ini kepada:
Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi yang telah memberikan bantuan dana BUDI/DN LPDP kepada penulis untuk menyelesaikan tugas pendidikan Program Doktor Ilmu Linguistik Penerjemahan di Universitas Sebelas Maret.
1. Rektor Universitas Universitas Sebelas Maret Prof.Dr.Jamal Wiwoho, SH.,M.Hum.
2. Rektor Universitas Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof.Dr.Sofyan Hanif, M.Si atas dukungan dan supportnya sehingga peneliti bisa menyelesaikan pendidikanya.
3. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prof. Dr. Harun Djoko Prayitno atas dukungan dan fasilitas yang diberikan dalam penyelesaian pendidikan Program Doktor Ilmu Linguistik Penerjemahan.
4. Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Mauly Halwat Hikmat atas kelonggaran waktu yang diberikan. commit to user
5. Direktur Pesantren Internasional Kh Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta Muamaroh Ph.D yang memberikan banyak fasilitasi dan dorongan semangat untuk menyelesaikan tugas yang diberikan hingga selesainya penulisan disertasi.
6. Prof. Drs. Mangatur Nababan, M.Ed., M.A., Ph.D selaku Promotor 1, pembimbing akademik yang telah banyak memberikan dukungan yang luar biasa, wawasan, motivasi, saran, waktu dan segala keikhlasan membimbing penulis. Dari beliau penulis belajar banyak tentang bagaimana membimbing dan menempatkan diri sebagai motivator, dan ilmuwan. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik.
7. Prof. Drs Riyadi Santoso, M.Ed., P.Hd Ko-Promotor 1, atas ilmu pengetahuan, saran dan masukan yang sangat kritis terutama dalam hal temuan dan kebaruan, juga kesabaran, pengertian dan kerelaan membagi ilmu kepada penulis. Dari beliau penulis belajar akan rasa tanggungjawab dan amanah seorang dosen terhadap anak didiknya. Semoga Allah membalasnya dengan keberkahan dunia dan akherat
8. Drs. Agus Hari Wibowo, M.A., Ph.D, selaku Ko-Promotor 2, atas ilmu pengetahuan, saran, kesabaran, pengertian dan kerelaan membagi ilmu kepada penulis khususnya terkait cara menulis yang baiak dan benar.
Semoga Allah membalasnya dengan rahmat dan kasih sayang.
9. Segenap penguji, Prof Dr. Ir. Ahmad Yunus, Ms. Prof. Drs. Sutarno, M.Sc.,Ph.D. Prof. Tri Wiratno, .A. Prof. Dr. Djatmika, M.A. Dr. Anam Sutopo, M.Hum atas semua ilmu dan masukan yang diberikan sehingga peneliti bisa menyelesaikan studinya. Semoga ALLAH SWT membalas dengan balasan terbaiknya di dunia dan akhirat.
10. Keluarga besar kami saudara-saudaraku tercinta istri Nuria Siswi Enggarani) anak (Falikha Nasa Watani). Keluarga besar mertua (Basori&Ninik), Keluarga besar Jatisari (Aly Bakir&Kalimah, kel.
Hidayati Kel Mujahid, Kel.Sofyan, Kel Sari).
11. Keluarga besar Pesma, Keluarga besar DEE Pendidikan Bahasa Inggris dan semuanya yang tidak disebut satu persatu. commit to user
Akhir kata, semoga dengan selesainya disertasi ini dapat memberikan manfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi upaya perbaikan kesehatan masyarakat Indonesia pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.
Subhanakallahuumma rabbana wabihamdika, astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Wasshollatu wassalam ala nabiyina muhammadin wa ala alihi wa ashhabihi ajmain. Walhamdulillahi rabbil alamin.
Surakarta, 27 Januari 2021
Mujazin
commit to user
PERNYATAAN KEASLIAN Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa:
1. Disertasi yang berjudul: MODEL PENERJEMAHAN ISTILAH BUDAYA RELIGI ISLAM, ini adalah karya penelitian saya sendiri dan tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis dengan acuan yang disebutkan sumbernya, baik dalam naskah karangan dan daftar pustaka. Apabila ternyata di dalam naskah disertasi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, maka saya bersedia menerima sangsi, baik disertasi beserta gelar doktor saya dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Publikasi sebagian atau keseluruhan isi disertasi pada jurnal atau forum ilmiah harus menyertakan tim promotor sebagai author dan Pascasarjana UNS sebagai institusinya. Apabila saya melakukan pelanggaran dari ketentuan publikasi ini, maka saya bersedia mendapatkan sanksi akademik yang berlaku.
Surakarta, 27 Januari 2021 Mahasiswa,
Rp 6.000,- Mujazin T141608008
commit to user
MOTTO
ALLAH memberikan hikmah kepada yang dia kehendaki, dan barangsiapa
diberikan hikmah maka dia sudah diberi sesuatu yang banyak (al-baqoroh
269).
commit to user
PERSEMBAHAN
Karya ini kepersembahkan kepada:
1. Orangtua Tercinta Aly Bakir & Kalimah (almarhum), allohumaghfirlahum
warkhamhum waafihim wakfuanhum
2. Bapak Drs. Dahlan Rais, M.Hum
commit to user
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN DISERTASI ... ii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Batasan Masalah ... 13
1.3 Rumusan Masalah ... 13
1.4 Tujuan Penelitian ... 13
1.5 Manfaat Penelitian ... 14
1.5.1 Manfaat Teoritis ... 14
1.5.2 Manfaat Praktis ... 15
BAB II LANDASAN TEORI, PENELITIAN RELEVAN DAN KERANGKA PIKIR PENELITIAN ... 16
2.1 Teori Penerjemahan ... 16
2.1.1 Definisi Penerjemahan ... 16
2.1.2 Teknik Penerjemahan ... 19
2.1.3 Metode Penerjemahan ... 26
2.1.4 Ideologi Penerjemahan ... 31
1. Domestifikasi ... 32
2. Forenisasi ... 33
2.1.5 Penilaian Kualitas Terjemahan ... 34
1. Keakuratan ... 35
2. Keberterimaan ... 36
3. Keterbacaan ... 36
2.2 Istilah Budaya Religi ... 39 2.2.1 Pengertian Budaya ... 39 commit to user
2.2.2 Istilah Budaya Religi Islam ... 44
2.2.3 Penerjemahan Istilah Budaya Religi Islam ... 47
2.2.4 Religiositas Istilah Budaya Religi Islam ... 50
2.2.5 Permasalahan dalam Penerjemahan Istilah Budaya Religi Islam ... 52
2.3 Penelitian yang Relevan ... 52
2.4 Kerangka Berpikir ... 55
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 59
3.1 Desain Penelitian ... 59
3.2 Lokasi Penelitian ... 61
3.3 Data dan Sumber Data ... 61
3.4 Teknik Sampling ... 65
3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 66
1. Analisis Dokumen ... 66
2. Penugasan ... 67
3. Kuisioner ... 68
4. Focus Group Discussion ... 70
3.6 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ... 71
1. Triangulasi Sumber ... 71
2. Triangulasi Metode ... 73
3.7 Teknik Analisis Data ... 73
1. Analisis Domain ... 74
2. Analisis Taksonomi ... 75
3. Analisis Komponensial ... 78
4. Analisis Tema Budaya ... 80
3.8 Prosedur Penelitian ... 80
1. Tahap Penelitian Pendahuluan ... 80
2. Tahap Desain dan Pengembangan ... 81
3. Tahap Evaluasi ... 81
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 83
4.1 Hasil Temuan ... 83 4.1.1 Istilah Budaya Religi Islam ... 83 commit to user
1. Sapaan Religi ... 85
2. Konsep Religi ... 87
3. Istilah Pencerahan ... 88
4. Kelompok Religi ... 89
5. Situs Religi ... 89
6. Pemerintahan Religi ... 90
7. Aktivitas Religi Khusus ... 91
8. Kriteria Moral Etika... 92
9. Sejarah Religi ... 92
10. Eskatologi ... 93
11. Kegiatan Religi... 94
12. Peristiwa Religi ... 94
13. Artefak Religi ... 95
14. Perintah dan Larangan Religi ... 96
15. Pemilik Religi ... 97
16. Konstruksi Religi ... 97
17. Peringatan Religi ... 98
18. Nama Religi ... 98
4.1.2 Istilah Budaya Religi Sensitif ... 99
1. Sapaan Religi ... 103
2. Konsep Religi ... 105
3. Istilah Pencerahan ... 106
4. Kelompok Religi ... 107
5. Situs Religi ... 108
6. Pemerintahan Religi ... 110
7. Aktivitas Religi Khusus ... 110
8. Kriteria Moral Etika... 111
9. Sejarah Religi ... 112
10. Eskatologi ... 113
11. Kegiatan Religi... 114 12. Peristiwa Religi ... 114 commit to user
13. Perintah dan Larangan Religi ... 115
14. Artefak Religi ... 116
15. Pemilik Religi ... 117
16. Konstruksi Religi ... 117
17. Peringatan Religi ... 118
18. Nama Religi ... 119
4.1.3 Teknik, Metode dan Ideologi Penerjemahan Istilah Religi ... 119
4.1.3.1 Teknik Penerjemahan Istilah Religi ... 119
1) Padanan Lazim ... 121
2) Peminjaman Murni ... 127
3) Peminjaman Parsial ... 130
4) Peminjaman Alamiah ... 130
5) Kreasi Diskursif ... 131
6) Modulasi ... 132
7) Generalisasi ... 133
8) Literal ... 135
9) Padanan Lazim + Peminjaman Murni ... 136
10) Delisi ... 136
11) Deskripsi ... 137
12) Transposisi ... 137
13) Literal+Padanan lazim ... 138
14) Adaptasi ... 138
15) Padanan Lazim+Adisi ... 139
16) Peminjaman ... 139
4.1.3.2 Metode Penerjemahan Istilah Religi ... 140
4.1.3.3 Ideologi Penerjemahan Istilah Religi ... 142
4.1.4 Dampak Teknik, Metode dan Ideologi Tertentu Terhadap Kualitas Terjemahan Penerjemahan Istilah Religi ... 144
4.1.5 Kualitas terjemahan Istilah Religi ... 147
1. Keakuratan dan Keberterimaan ... 155 2. Keterbacaan ... 184 commit to user
4.1.6 Model Penerjemahan Istilah Religi ... 191
4.1.6.1 Model Ideologi Penerjemahan Istilah Religi... 191
4.1.6.2 Model Metode Penerjemahan Istilah Religi ... 194
4.1.6.3 Model Teknik Penerjemahan Istilah Religi... 196
1. Model Pertama; Teknik Penerjemahan Sapaan Religi, Konsep religi, Istilah Pencerahan, Sejarah Religi, Situs Religi, Eskatologi dan Kelompok Religi ... 196
2. Model Kedua; Teknik Penerjemahan Aktivitas Religi Khusus dan Perintah dan Larangan Religi ... 222
3. Model Ketiga; Teknik Penerjemahan Istilah Pemilik Religi, Konstruksi Religi, Peringatan Religi dan Nama Religi, Pemerintahan Religi, Kriteria Moral Etika, Kegiatan Religi, Peristiwa Religi dan Artefak ... 228
4.1.6.4 Analisis Komponensial Penerjemahan Istilah Religi Islam ... 244
4.2 Pembahasan ... 247
4.2.1 Nama-Nama Istilah Budaya Religi Islam ... 247
4.2.2 Sifat Istilah Budaya Religi Islam ... 252
4.2.3 Religiositas Terjemahan Istilah Budaya Religi Islam ... 261
4.2.4 Teknik, Metode dan Ideologi Penerjemahan Istilah Budaya Religi Islam. 268 4.2.5 Kualitas Terjemahan Istilah Budaya Religi Islam ... 275
4.2.6 Model Penerjemahan Istilah Budaya Religi Islam ... 281
4.3 Keterbatasan Penelitian ... 298
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN PENELITIAN ... 300
DAFTAR PUSTAKA ... 305
commit to user
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Delapan Metode Penerjemahan oleh Newmark (1988: 45) ... 27
Tabel 2.2. Pembobotan dari Aspek Kualitas Yang Dinilai ... 38
Tabel 3.1. Instrumen Penilaian Tingkat Keakuratan ... 69
Tabel 3.2. Instrumen Penilaian Tingkat Keberterimaan... 69
Tabel 3.3. Instrumen Penilaian Tingkat Keterbacaan Terjemahan ... 70
Tabel 3.4. Analisis Domain ... 75
Tabel 3.5. Analisis Taksonomi (teknik penerjemahan) ... 76
Tabel 3.6. Analisis Taksonomi (jenis istilah religi) ... 77
Tabel 3.7. Analisis Komponensial ... 79
Tabel 4.1. Frekuensi Istilah Budaya Religi dari Dua Sumber Data ... 84
Tabel 4.2. Frekuensi Istilah Budaya Religi Islam Sensitif ... 100
Tabel 4.3. Grafik Istilah Budaya Religi Islam Sensitif ... 101
Tabel 4.4. Sebaran Teknik Penerjemahan Istilah Budaya Religi Islam ... 119
Tabel 4.5. Grafik Sebaran Teknik Penerjemahan Istilah Budaya Religi Islam 120 Tabel 4.6. Frekuensi Teknik dan Orientasi Penerjemahan Istilah Budaya Islam dalam Buku Islam: A Short History dan The Impossible State Islam, Politics, and Modernity’s Moral Predicament ... 141 ………
Tabel 4.7. Teknik Penerjemahan Istilah Budaya Religi Islam ... 144
Tabel 4.8. Distribusi Teknik Penerjemahan Istilah Religi Islam dalam Buku Islam: Islam: A Short History dan The Impossible State Islam, Politics, and Modernity’s Moral Predicament ... 145
Tabel 4.9. Kualitas Terjemahan Istilah Budaya Religi Islam... 147
Tabel 4.10. Rata-Rata Kualitas Terjemahan Istilah Budaya Religi Islam... 152
Tabel 4.11. Frekuensi Teknik dan Orientasi Penerjemahan Istilah Budaya Islam dalam Buku Islam: A Short History dan The Impossible State: Islam, Politics, and Modernity’s Moral Predicament ... 192
Tabel 4.12. Grafik Jenis dan Teknik Penerjemahan Istilah Budaya Islam ... 195
Tabel 4.13 Data Tabel Sapaan Religi yang Ditemukan ... 196 Tabel 4.14 Data Konsep Religi yang Ditemukan... 200 commit to user
Tabel 4.15. Data Istilah Pencerahan yang Ditemukan ... 203
Tabel 4.16. Data Istilah Sejarah Religi yang Ditemukan ... 206
Tabel 4.17. Data Kelompok Religi yang Ditemukan ... 209
Tabel 4.18. Data Situs Religi yang Ditemukan ... 214
Tabel 4.19. Data Eskatologi yang Ditemukan ... 217
Tabel 4.20. Model Pertama ... 221
Tabel 4.21. Data Aktivitas Religi Khusus yang Ditemukan ... 222
Tabel 4.22. Data Perintah dan Larangan yang Ditemukan ... 225
Tabel 4.23. Model Kedua ... 228
Tabel 4.24. Data Pemilik Religi yang Ditemukan ... 229
Tabel 4.25. Data Konstruksi Religi yang Ditemukan ... 230
Tabel 4.26. Data Peringatan Religi yang Ditemukan ... 231
Tabel 4.27. Data Nama Religi yang Ditemukan ... 232
Tabel 4.28. Data Pemerintahan Religi yang Ditemukan ... 233
Tabel 4.29. Data Kriteria Moral Etika yang Ditemukan ... 235
Tabel 4.30. Data Peristiwa Religi yang Ditemukan ... 237
Tabel 4.31. Data Kegiatan Religi yang Ditemukan ... 239
Tabel 4.32. Data Artefak Religi yang Ditemukan... 240
Tabel 4.33. Model Ketiga... 243
Tabel 4.34. Komponensial Penerjemahan Istilah Religi ... 244
Tabel 4.35. Grafik Data Arabisasi Istilah Budaya Religi Islam ... 253
Tabel 4.36. Grafik Religiositas Istilah Budaya Religi Islam ... 262
commit to user
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Gambar Kerangka Berpikir Penelitian ... 59
Gambar 3.1. Triangulasi Sumber Data ... 73
Gambar 3.2. Gambar Triangulasi Metode ... 73
Gambar 3.3. Model Analisis Isi (diadaptasi dari Spradley, 1980) ... 74
Gambar 3.4. Diagram Fishbone Tahapan Penelitian Penerjemahan Istilah Budaya ... 82
commit to user
DAFTAR SINGKATAN
Ark. : Aktivitas religi khusus
Artf : Artefak
Bsa : Bahasa sasaran
Bsu : Bahasa sumber
Deskrip. : Deskripsi
Esc. : Eskatologi
Gener. : Generalisasi Ist.p : Istilah pencerahan Keg.r : Kegiatan religi Kel.r : Kelompok religi Kme. : Kriteria moral etika Konsep.r : Konsep religi Kons.r : Konstruksi religi Kreasi D. : Kreasi diskursif
Msu : Materi sumber
Nama r. : Nama religi P. lazim/PL : Padanan lazim P.Alamiah : Peminjaman alamiah P.Murni/PM : Peminjaman murni Peminj.X : Peminjaman X Pem.r : Pemerintahan religi Pemil.r : Pemilik religi Pering.r : Peringatan religi Peris.r : Peristiwa religi Sap.r : Sapaan religi Sej.r : Sejarah religi Sit.r : Situs religi
Tsa : Teks sasaran
Tsu : Teks sumber commit to user
Mujazin. T141608008. “Model Penerjemahan Istilah Budaya Religi Islam”.
Disertasi. Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Budaya S3 Linguistik Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia.
Tim Promotor.
Prof. Drs. M.R. Nababan, M.Ed.,M.A.,Ph.D
Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta [email protected]
Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed.,Ph.D.
Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta . [email protected].
Drs. Agus Hari Wibowo, M.A. Ph.D.
Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta [email protected].
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model penerjemahan istilah budaya religi Islam. Model yang akan bisa menjadi panduan untuk penerjemah. Istilah- istilah tersebut banyak ditemukan dalam teks keagamaan Islam. Di dalam penelitian model ini bermaksud untuk 1. mengidentifikasi jenis istilah budaya religi dari teks religi Islam 2. menganalisa sifat istilah (kata, prasa dan klausa) budaya religi Islam tersebut 3. menjelaskan teknik, metode dan ideologi yang digunakan dalam penerjemah istilah budaya religi Islam. 4. menjelaskan dampak teknik dan ideologi penerjemahan istilah budaya religi Islam pada kualitas terjemahan teks keagamaan 5. penyusunan model penerjemahan istilah budaya religi Islam. Istilah budaya religi Islam merupakan ungkapan-ungkapan yang sensitif, tetapi ketika diterjemahkan ia harus tetap berkualitas dan nampak religiositasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan deskriptif untuk mengungkap jenis istilah budaya religi Islam, teknik yang digunakan, dampak teknik terhadap kualitas terjemahan dan model penerjemahan istilah budaya religi Islam. Penelitian ini deskriptif kualitatif dengan studi kasus terpancang. Sumber data diambil dua buku sumber (English) dengan jumlah data 799, mereka menjadi data primer, sumber data juga berasal data sekunder. Data dikumpulkan dengan teknik analisis dokumen, penugasan, kuesioner dan focus group discussion. Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua triangulasi yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data primer dari terjemahan dua buku yaitu Islam: A Short History dan The Impossible State: Islam, Politik, and Modernity’s Moral Predicament. Data sekunder berasal dari penelitian terkait dan Focus Group Discussion (FGD). Dengan data primer dan sekunder disusun prototipe kemudian dibangun model penerjemahan istilah budaya religi Islam. Model tersebut dihasilkan berdasarkan analisis domain, taksonomi dan komponensial setelah divalidasi dalam tiga tahapan FGD bersama para rater dan pakar.
Berdasarkan penelitian ditemukan, pertama teridentifikasi 18 istilah budaya religi Islam, mereka semuanya sensitif. Istilah-istialh tersebut yaitu sapaan religi, commit to user
artefak, eskatologi, kriterian moral dan etika, aktivitas religi khusus, konstruksi religi, makhluk supernatural, istilah pencerahan, peristiwa religi, situs religi, kegiatan religi, sejarah religi, peringatan religi, konsep religi, pemerintahan religi, nama religi, sumber religi dan perintah dan larangan religi. Kedua, sifat teks religi itu sensitif karena ia intangible, incongruous, subtle, create possible reaction and politization as well. Teks religi juga termasuk yang highly sensitive ketika penerjemahanya ditarik ke wilayah politik. Sifatnya yang sensitif berdampak pada usaha mempertahankan religiositas teks religi dan teknik yang digunakan. Dampaknya adalah Arabisasi istilah untuk menunjukan religiositas dan banyaknya penggunaan teknik peminjaman. Berdasarkan penelitian ini juga dibangun sebuah pengertian “Religiositas teks terjemahan”. Religiositas teks terjemahan adalah standar luar teks yang memperlihatkan tingkat keagamaan.
Religiositas teks bisa dikenali dengan ciri-ciri pada 1. Penyebutan nama ALLAH daripada Tuhan, 2. Rumpun Bahasa yang digunakan, 3. Teknik yang digunakan dan 4. Frekuwensi istilah religi Islam yang muncul. Penerjemah dituntut dua hal yaitu pengetahuan dan kemampuan yang baik terkait tata Bahasa dan budaya.
Selain dua hal tersebut yang penting juga harus dimiliki oleh penerjemah adalah kejujuran atau well- delivered. Ketiga, sensitifitas teks berdampak pada teknik yang muncul. Berdasarkan hasil sebaran teknik penerjemahan yang muncul bahwa penerjemahan istilah budaya religi Islam didominasi oleh padanan lazim dan peminjaman (peminjaman, peminjaman murni, peminjaman parsial, &
peminjaman alamiah). Dampak dari sensitifitas teks tersebut maka teknik peminjaman menjadi alternatif teknik terbaik dibanding yang lain. Selain itu, sensitifitas teks berdampak pada dominasi pola istilah yang bernuansa Arab, ada pandangan bahwa teks yang istilahnya banyak bernuansa Arab maka ia semakin religius. Religiositas teks bisa dilihat dari sejauh mana penggunaan istilah yang bernuansa Arab. Berdasarkan hasil sebaran teknik yang ditemukan bahwa ternyata istilah religi Islam yang bernuansa Arab sudah lama dikenal oleh pembaca sasaran sehingga ini menjadi wajar, oleh karena itu padanan lazim menjadi pilihan utama. Penerjemah tidak direkomendasikan untuk menggunakan teknik delisi dan literal untuk menerjemahkan istilah religi Islam. Keempat, berdasarkan analisis komponensial, data sekunder dan FGD bersama para pakar dihasilkan dua teknik unggulan yang direkomendasikan yaitu padanan lazim dan peminjaman. Kelima, ada tiga model yang telah disusun untuk menerjemahkan istilah budaya religi Islam yaitu model pertama (strong religiosity), model kedua (low religiosity) dan model ketiga (medium religiosity). Adanya banyak kesamaan teknik dalam semua jenis istilah religi sehingga dua teknik yaitu padanan lazim dan peminjaman bisa menjadi transferebility ideologi penerjemahan istilah religi yang dipilih. Dua teknik pilihan utama tersebut dipilih karena bisa menguatkan religiositas teks.
Kata Kunci: penerjemahan, religiositas, religi, sensitif, teknik, model.
commit to user
Mujazin. T141608008. "Translation Model of Islamic Religious Cultural Term". Dissertation. Postgraduate students of Linguistics Translation at Sebelas Maret University Surakarta, Indonesia
Promotor Team.
Prof. Drs. M.R. Nababan,M.Ed.,M.A.,Ph.D
Faculty of Cultural Studies, Sebelas Maret University, Surakarta [email protected]
Prof. Drs. Riyadi Santosa,M.Ed.,Ph.D.
Faculty of Cultural Studies, Sebelas Maret University, Surakarta [email protected]
Drs. Agus Hari Wibowo, M.A. Ph.D.
Faculty of Cultural Studies, Sebelas Maret University, Surakarta [email protected]
Abstract
This study aims to produce a translation model of the Islamic religious cultural terms. Model which can be a guide for translators. Those terms are commonly found in Islamic religious texts. This research model intends to 1.
identify the types of Islamic religious cultural terms in Islam, 2. analyze the nature of terms (words, phrases and clauses) of Islamic religious cultural terms, 3. explain the techniques, methods and ideology used in translating Islamic and cultural religious term, 4. explain the impact of the technique, method and ideology of translation on the quality of text translation and 5.
make a model of the translation of Islamic and cultural religious term. The term of religion is a sensitive phrase, when they are translated it must be qualified and still show their religiosity. This study uses qualitative and descriptive methods to uncover the types of religious terms, techniques, the effects of technique used and models of translating Islamic religious cultural terms. This research is qualitatively descriptive with bounded case studies.
The data are taken two source books (English) with a total of 799 data, they become primary data, the data come from secondary data as well. Data are collected with document analysis techniques, assignments, questionnaires and focus group discussion. In this study, researchers used two triangulations, namely source triangulation and triangulation methods. The data are sourced from primary and secondary data. Primary data are taken from the translation the book of Islam: A Short History and the book of The Impossible State:
Islam, Politics, and Modernity's Moral Prediction. Secondary data come from related research, Focus Group Discussion (FGD). From secondary data, the prototypes and translation of Islamic religious cultural terms can be formulated. These models are generated based on domain analysis, taxonomy and componential analysis after being validated in three FGD stages along with the raters and expert. Based on the research found, first, 18 Islamic religious cultural terms can be identified, all of which are sensitive. These commit to user
terms are religious personage, artifacts, eschatology, moral and ethical criteria, special religious activities, religious construction, supernatural beings, terms of revelation, religious events, religious sites, religious activities, religious history, religious concepts, religious governance, religion names, and religious commands and prohibitions. Second, the nature of religious texts is sensitive because it is intangible, incongruous, subtle, create s possible reactions and politics as well. Religious texts are also included as highly sensitive ones when it’s translation is drawn into the political sphere.
Its sensitive nature affects maintaining religiosity texts and the techniques used. This research also results the development of the concept of “the religiosity of text”. Text religiosity is the extrinsic standard that symbolizes the level of religiosity. The religious text can be recognized by the characteristics in 1. Mentioning of the name of ALLAH rather than God, 2.
The family of languages used, 3. The techniques used and 4. The frequency of Islamic religious terms that appear. Translator is required two competencies namely 1. Language and 2. Culture competency, besides these two, he should own the other competency, it is well-delivered. Third, the sensitivity of the text impacts the techniques that emerge. Based on the distribution of translation techniques that appear, the translation of religious cultural terms is dominated by established equivalent and borrowing (borrowing, pure borrowing, X borrowing, & natural borrowing). The impact of sensitive text toward translation is employing borrowing technique be the best alternative technique than others. In addition, the sensitivity of the text aff ects the pattern of text with Arabic nuance, it can be said that the text whose much Arabic nuance then it is increasingly religious. The religiosity of the text can be seen from the extent of the use of Arabic terms. Based on the distributi on, established equivalence with the Arabic nuance of Islamic terms have long been known by the target readers therefore they become the main choice.
Translators are not recommended to use Deletion and literal techniques to translate Islamic religious terms. Fourth, based on componential analysis, secondary data, FGD together with experts produced two superior techniques that are recommended, namely the established equivalent and borrowing.
Fifth, there are three models can be formulated to translate religious cultural terms namely model one (strong religiosity), model two (low religiosity) and model three (medium religiosity). There are many similarities of translation technique in all types of religious terms so that the two techniques namely established equivalence and borrowings can be the ideological transferability of the translation since those two can strengthen the religiosity of the text.
Keyword: translation, religiosity, religion, sensitive, technique, model.
commit to user