PENELUSURAN LITERATUR PADA LAYANAN DIGITAL DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KERTAS KARYA
Diajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Studi untuk memperoleh gelar Ahli Madya Sains Informasi (A.Md, S.I) dalam Bidang
Perpustakaan
Oleh
KAMARUDDIN SANDI SAPUTRA 172201005
PROGRAM STUDI D-3 PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2020
.lur.lul Ke,'fas Karya
O{eh
\$rvt
:I'IT( }G R,\.N{ STUDI D-3 PERPIIST,\KAAN
d(cdrra .lurusan
I, E ITI BAR P ENGIISAI.IAN
: PENELUSURAN LII'ERATUII IIADA LAYANAN DIGITAL DI UNIVERSI'TAS SUMATERA UT'AIIA
: Kamaruddin riandi Saputra
: 172201005
hln [, 'tr'anrla'fir
t'anggal
[.Ah{]I-1 AS ILNTU BUDAY,{
llelcrcr
ttl i,
I attoirt 'l'trngan
f rtrlg;:,al
n Siahaan, S.Sos. M.I.Kom
i 5- ll-Zo2o
,.1 7
NOV 2020KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Kertas Karya yang berjudul “Penelusuran Literatur Pada Layanan Digital di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara”. Kertas Karya ini penulis selesaikan sebagai salah satu persyaratan untuk meraih gelar Ahli Madya (A.Md) dalam Program Studi D-III Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
penulis juga tidak lupa mengucapkan sebanyak-banyaknya terima kasih kepada kedua orang tua penulis Ayahanda M.Tahir ST dan Ibunda Evillah yang selalu memberikan dukungan baik dari segi apapun, serta doa yang selalu diberikan hingga penulis dapat menyelesaikan kertas karya ini.
Pada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu keberhasilan penyusunan kertas karya ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Saya mengucapkan terima kasih sebesar- besarnya kepada:
1. Bapak Dr. Budi Agustono, M.S. selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU 2. Ibu Hotlan Siahaan, S.Sos. M.I.Kom selaku Ketua Program Studi D-3
Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya dan sekaligus Dosen Penguji pada kertas karya ini.
3. Bapak Drs. Dirmansyah, M.A selaku Sekertaris Program Studi D-3 Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya
4. Bapak Dr. Drs. Ahmad Ridwan Siregar, S.H.,M.Lib selaku Dosen pembimbing, yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, dan waktu dalam penyelesaian kertas karya ini.
5. Ibu Nur’aini, S.Sos, M.IP selaku Dosen Penguji pada kertas karya ini.
6. Seluruh Dosen Program Studi D-3 Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera utara yang telah tulus memberikan pengajaran kepada penulis sampai penulis menyelesaikan pendidikan.
7. Spesial untuk kakakku Ade Irma Suryani, A.Md yang selalu memberikan semangat untuk mendukung dan menghibur penulis.
8. Spesial untuk Adikku Ismail Darmaji yang selalu memberikan semangat untuk mendukung dan menghibur penulis.
9. Spesial untuk Kekasihku Nur rahma syafitri Chaniago yang selalu memberi semangat setia hari-hariku
10. Untuk mereka teman stambuk 2017 terimakasih selama ini telah menemani setiap hariku
11. Seluruh anak-anak D-3 Perpustakaan Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan kepada penulis.
12. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyusunan kertas karya ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu, terima kasih banyak.
Akhir kata saya menyadari bahwa dalam penulisan kertas karya ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu, saya memohon saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaannya dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Medan, September 2020 Penulis
Kamaruddin Sandi Saputra 172201005
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR... v
BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Tujuan Penulisan... 3
1.3 Ruang Lingkup... 3
1.4 Metode Pengumpulan Data... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 4
2.1 Perpustakaan Umum... 4
2.1.1 Pengertian Perpustakaan ... 4
2.1.2 Tujuan Perpustakaan ... 4
2.1.3 Fungsi Perpustakaan ... 5
2.2 Penelusuran Literatur... 6
2.2.1 Penelusuran Informasi... 7
2.2.2 Perpustakaan Digital... 8
2.2.3 Tujuan Perpustakaan Digital... 9
2.2.4 Manfaat Perpustakaan Digital... 10
2.3 Layanan Digital………...… 11
2.3.1 Keunggulan Perpustakaan Digital ………...… 13
2.3.2 Kelebihan dan Kelemahan Perpustakaan Digital ………... 14
BAB III PENELUSURAN LITERATUR PADA LAYANAN DIGITAL DI PERPUSTA... 17
3.1 Sejarah Singkat Perpustakaan USU...,... 17
3.2 Visi dan Misi Perpustakaan USU... 17
3.3 Struktur Organisasi Perpustakaan USU... 18
3.4 Layanan Digital Perpustakaan USU... 19
3.4.1 Manfaat Layanan Perpustakaan Digital USU...21
3.4.2 Koleksi Perpustakaan Digital Perpustakaan USU... 22
3.4.3 Keuntungan dan Kekurangan Perpustakaan USU ... 22
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN... 24
4.1 Kesimpulan... 24
4.2 Saran... 24
DAFTAR PUSTA…... 25 LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar-1. Struktur Organisasi Perpustakaan USU 19 ... 20 Gambar-2 Ruangan Layanan Digital Perpustakaan USU 20 ... 22
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Balakang
Perpustakaan merupakan suatu tempat untuk belajar, mencari informasi, dan sebagai saranan edukatif dalam pendidikan yang dikelola sedemikian rupa. Pada perpustakaan berisi kumpulan bahan Perpustakaan baik dalam bentuk cetak maupun bentuk digital yang dapat diakses melalui jaringan komputer. Perpustakaan adalah tempat yang berhubungan dengan dunia kepustakawaan yaitu pustakawan, Perpustakaan dan koleksi. Ilmu Perpustakaan yaitu bidang ilmu yang mempelajari dan mengkaji hal yang berhubungan dengan perpustakaan dari segi organisasi koleksi, penyebaran dan pelestarian ilmu pengetahuan teknologi dan budaya serta jasa-jasa lainnya kepada masyarakat.
Perpustakaan digital pertama kali muncul pada tahun 1945 dari Vannevar Bush. Bush menulis artikel, dengan judul “As We May Think”, tentang impiannya berupa sebuah “meja kerja” untuk para ilmuwan yang diberi nama MEMEX (baca:
‘mi.meks’). Meja ini memiliki layar kaca dan merupakan sebuah ‘mesin memori’
yang dapat menyimpan semua berkas, artikel, buku bacaan, dan surat menyurat seorang ilmuwan. Pemilik mesin ini akan bekerja seperti mengetik, membaca, memeriksa, menganalisis dengan berbagai berkas yang tersimpan dalam “meja kerja”
tersebut yang saling berhubungan satu sama lain secara otomatis.
Perkembangan perpustakaan digital dimulai dengan otomasi perpustakaan dimana fungsi-fungsi perpustakaan dikerjakan dengan bantuan komputer. Otomasi perpustakaan ini mulai berkembang pada tahun 1980an. Namun pada saat itu hanya perpustakaan-perpustakaan besar saja yang menerapkan otomasi perpustakaan mengingat biaya investasinya yang begitu besar. Pada tahun 1980an sudah dimulai adanya upaya untuk mengintegrasikan teks lengkap pada basisdata elektronik.
Library of Congress di Amerika yang telah mengimplementasikan sistem tampilan dokumen elektronik (electronic document imaging systems) untuk kepentingan penelitian dan operasional perpustakaan. Dari sudut pandang pengguna, komputer
bukanlah bagian dari fasilitas manajemen perpustakaan melainkan hanya pelayanan untuk digunakan staf perpustakaan.
Pada awal 1990-an berkembang perangkat lunak yang meng”otomasi”kan hampir seluruh fungsi perpustakaan seperti online public access catalogue (OPAC), kontrol sirkulasi, pengadaan bahan perpustakaan, interlibrary loan (ILL) atau pinjam antar perpustakaan, manajemen koleksi, manajemen keanggotaan, dan lain-lain.
Dengan pengembangan jaringan lokal (Local Area Network/LAN) dan jaringan yang lebih luas (Wide Area Network/WAN) pada periode ini komunikasi antar perpustakaan dapat dilakukan dengan mudah dan lancar. Fasilitas online searching atau penelusuran informasi jarak jauh dengan teknologi peer to peer juga berkembang. Pada periode ini kita kenal layanan online searching dari DIALOG, DATA STAR, MEDLINE dan lain-lain. (Saleh:2013).
Menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000 ;3) adalah: “Perpustakaan instansi yang menghimpun koleksi buku, bahan cetakan serta rekaman lain untuk kepentingan masyarakat umum. Perpustakaan umum berdiri sebagai lembaga yang diadakan untuk dan oleh masyarakat. Setiap warga dapat menggunakan perpustakaan tanpa dibedakan pekerjaaan, kedudukan, kebudayaan dan agama. Meminjam buku dan bahan lain dari koleksi perpustakaan dapat dengan cuma-cuma atau dengan membayar iuran sekedarnya sebagai tanda kenggotaan dari perpustakaan tersebut.”
layanan perpustakaan digital harus diawali dengan pengembangan SDM yang ada di perpustakaan.
Hal ini perlu dilakukan karena saat ini bidang teknologi informasi dan komunikasi (Information Technology and Communication) sudah menjadi kebutuhan pokok perpustakaan. Berbagai pendidikan instruksional mengenai literasi informasi yang dikembangkan sebagai sarana pelaksanaan berbagai layanan rujukan, semakin diyakini sebagai suatu mekanisme yang efektif untuk memberikan pemahaman kepada pemustaka mengenai aneka layanan dan sumber daya informasi yang ada di perpustakaan dalam era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi mendorong adanya perubahan manajemen organisasi secara keseluruhan dan mengubah pendekatan organisasi dalam
berhubungan dengan masyarakat. Hal ini tampak dalam berbagai ragam layanan perpustakaan yang dilakukan oleh organisasi pemerintah dan lembaga-lembaga non pemerintah .
Menurut (Subroto, 2009) perpustakaan digital adalah penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan, dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital.
Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) adalah salah satu yang memiliki layanan digital sejak tahun 2010, ruangan digital tersebut terletak di lantai 1 (satu) di sebelah ruang referensi. yang berukuran 22x8 meter bedasarkan data statistik pengunjung layanan berjumlah 10-20 orang per hari Layanan ini memiliki 30 lebih unit komputer.
1.2 Tujuan Penulisan
Penulisan kertas karya ini bertujuan mengetahui sistem penelusuran literatur pada Layanan Digital Perpustakaan USU
1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam penulisan kertas karya ini mencakup beberapa aspek dalam sistem penelusuran literatur pada Layanan Digital di Perpustakaan USU.
1.4 Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif. Penulis mengumpulkan data dengan cara observasi (pengamatan), melihat langsung kelapangan dan mengadakan tanya jawab terstruktur yang disiapkan oleh penulis untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan masalah yang di pelajari dengan pustakawan kemudian dicatat dan diolah dan hasil kemudian disajikan dalam bentuk tulisan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Perpustakaan Umum 2.1.1 Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan diselenggarakan pada umumnya dengan dukungan dana umum dengan tujuan untuk melayani. Karateristik mendasar yang dimiliki oleh perpustakaan biasanya terbuka untuk semua dan anggota masyarakat dapat mengakses koleksi. Menurut Sudarsono (2006, 301), pengertian perpustakaan adalah : pusat informasi yang menyediakan beragam pengetahuan dan informasi bagi penggunanya. Layanan diberikan dengan dasar kesamaan akses bagi setiap orang tanpa membedakan umur, ras, agama, kebangsaan, jenis kelamin maupun status sosial.
Pendapat lainnya dikemukakan oleh Hasugian, Joner (2009, 77), bahwa perpustakaan umum adalah : Sebuah perpustakaan atau sistem perpustakaan yang menyediakan akses yang tidak terbatas kepada sumber daya perpustakaan dan layanan gratis kepada warga masyarakat di daerah atau wilayah tertentu, yang didukung penuh atau sebagian dari dana masyarakat. Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa perpustakaan umum memberikan kesempatan dan kebebasan kepada seluruh kalangan masyarakat, baik yang berasal dari kalangan tua-muda, pria dan wanita, untuk mencari dan memperoleh berbagai tambahan informasi dan ilmu pengetahuan.
2.1.2 Tujuan Perpustakaan
Perpustakaan memiliki tujuan sesuai dengan jenis perpustakaannya dan masyarakat yang dilayani. Begitu juga dengan perpustakaan umum memiliki tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini ada beberapa tujuan perpustakaan umum menurut para ahli antara lain : Dalam Buku Manifesto perpustakaan umum UNESCO, yang dikutip oleh Sulistyo-Basuki (1993, 46), bahwa Perpustakaan Umum memiliki empat tujuan utama, yaitu :
1. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan kehidupan yang lebih baik.
2. Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat terutama informasi mengenai topik yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.
3. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka fungsi ini disebut fungsi pendidikan seumur hidup.
4. Bertindak selaku agen kultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya. perpustakaan umum bertugas menumbuhkan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya dengan cara menyelenggarakan pameran budaya, ceramah, pemutaran film, dan penyediaan informasi yang dapat meningkatkan keikutsertaan, kegemaran dan apresiasi masyarakat terhadap segala bentuk seni budaya.
Sedangkan menurut Hermawan dan Zen (2006, 31), tujuan perpustakaan umum adalah :
1. Memberikan kesempatan kepada warga masyarakat untuk menggunakan bahan pustaka dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesejahteraan.
2. Menyediakan informasi yang murah, mudah, cepat dan tepat yang berguna bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
3. Membantu dalam pengembangan dan pemberdayaan komunitas melalui penyediaan bahan pustaka dan informasi.
4. Bertindak sebagai agen kultural sehingga menjadi pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya.
5. Memfasilitasi masyarakat untuk belajar sepanjang masa.
2.1.3 Fungsi Perpustakaan
Perpustakaan sebagai pusat informasi yang melayani seluruh lapisan masyarakat umum dan berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan pengguna dalam mengembangkan. perpustakaan umum memiliki tugas dan tujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, memelihara, dan mendayagunakan bahan pustaka untuk kepentingan masyarakat. perpustakaan umum memiliki beberapa fungsi yang dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu : dalam buku panduan penyelenggaraan perpustakaan umum (1992, 5), perpustakaan umum berfungsi sebagai pusat untuk :
1. Menyediakan bahan pendidikan (edukatif).
2. Menyediakan dan menyebarluaskan informasi (informative).
3. Menyediakan bahan-bahan yang digunakan bagi rekreasi (rekreatif).
4. Menyediakan petunjuk, pedoman dan rujukan bagi anggota masyarakat 5. Melestarikan bahan-bahan dan hasil budaya bangsa untuk dapat dimanfaatkan
masyarakat umum (preservatif, konservatif).
6. Menyediakan layanan penelitian (riset kualitatif dan kuantitatif).
Dalam buku pedoman penyelenggaraan perpustakaan umum (2000, 6), perpustakaan umum berfungsi untuk :
1. Pengkajian kebutuhan pemakai dalam hal informasi dan bahan bacaan.
2. Penyediaan bahan pustaka yang diperkirakan diperlukan melalui pembelian, langganan, tukar menuka r dan lain-lain.
3. Pengolahan dan penyiapan setiap bahan pustaka.
4. Penyimpanan dan Pemeliharaan koleksi.
5. Pendayagunaan koleksi.
6. Pemberian layanan kepada warga masyarakat baik yang datang langsung ke Perpustakaan maupun yang menggunakan telepon, faximil, dan lainlain.
7. Pengkajian dan pengembangan semua aspek kepustakawanan.
8. Pelaksanaan koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah, tokoh-tokoh masyarakat mitra kerja lainnya.
9. Menjalin kerjasama dengan Perpustakaan lain dalam rangka pemanfaatan koleksi bersama dan sarana/prasarana.
10. Pengelolaan dan ketatausahaan Perpustakaan.
2.2 Penelusuran Literatur
Penelusuran literatur adalah kegiatan mencari atau menemukan kembali informasi kepustakaan mengenai suatu bidang tertentu yang ada di perpustakaan maupun di luar perpustakaan dengan menggunakan bantuan literatur sekunder dan atau sarana penelusuran lainnya. Kegiatan penelusuran literatur ini umumnya digunakan untuk mendukung penelitian dan atau penulisan ilmiah, serta bahan bacaan sesuai kebutuhan pengguna perpustakaan (Perpusnas, 2010).
Dalam dunia kepustakawanan, kegiatan penelusuran literatur disebut sebagai
“temu balik informasi”, yang merupakan suatu istilah generik yang mengacu pada temu balik dokumen, sumber, atau data dari fakta yang dimiliki oleh unit informasi.
Kegiatan temu balik informasi didesain untuk memudahkan menemukan sumber informasi. Kegiatan penelusuran literatur, umumnya digunakan untuk mendukung penelitian dan atau penulisan ilmiah, serta bahan bacaan sesuai kebutuhan informasi pengguna perpustakaan.
Kebutuhan informasi adalah pengakuan tentang adanya ketidakpastian dalam diri seseorang yang mendorong untuk mencari informasi (Krikelas, 1983 dalam Purnomowati, dkk.,2006). Kegiatan penelusuran literatur di Perpustakaan Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII- LIPI) merupakan salah satu hal utama yang harus dilakukan oleh pemustaka untuk menemukan sumber-sumber informasi atau koleksi perpustakaan. Sebelum menuju rak koleksi, pemustaka harus mencari atau menelusur informasi koleksi yang hendak dicari di database/katalog penelusuran terlebih dahulu.
Literatur-literatur tersebut dapat diakses melalui Katalog LARAS (Library Archive Analysis System), yakni untuk mengakses koleksi buku dan monograf dan Katalog ISJD (Indonesian Scientific Journal Database), yakni untuk mengakses artikel jurnal/majalah ilmiah Indonesia. Selain jurnal ilmiah Indonesia, PDII juga
menyediakan jurnal asing yang bersumber dari database ScienceDirect, Ebsco, Proquest, dan sebagainya yang diakses melalui jaringan Intra LIPI (http://intra.lipi.go.id/) atau Portal Pustaka Ristek (http://pustaka.ristek.go.id/).
Penelusuran Literatur Keberhasilan dalam penelusuran literatur tergantung pada perangkat penelusuran dan kata kunci (keyword) yang digunakan oleh penelusur. Sebagaimana yang dikatakan Sulistiyo-Basuki (1992) bahwa penentuan kata kunci adalah suatu kata/istilah penting untuk digunakan sebagai titik akses dalam penelusuran informasi yang terkandung dalam bahan pustaka. Penelusuran literatur di perpustakaan fokus pada penelusuran informasi teks, berupa koleksi atau bahan bacaan yang disediakan oleh perpustakaan. Senada dengan itu, Adisantoso (1996) juga mengatakan bahwa penelusuran literatur perpustakaan sebagian besar berupa informasi berbasis teks, yang memanfaatkan record data dasar sederhana, yaitu dengan menentukan identitas koleksi yang berfungsi sebagai penciri dari setiap record.
2.2.1 Penelusuran Informasi
Ada beberapa istilah dalam aktivitas penelusuran informasi, antara lain information searching; information retrieval; information tracking; literature retrieval; dan information surfing/browsing. Hakikat dari istilah-istilah tersebut adalah sama, yaitu upaya mencari, menemukan, dan mengidentifikasi informasi atau literatur dari berbagai sumber untuk tujuan tertentu.
Adapun tujuan melakukan penelusuran informasi, diantaranya untuk:
1. menghindari duplikasi dan plagiasi dalam penulisan ilmiah
2. menemukan informasi/literatur yang sesuai perkembangan zaman (sesuai trend keilmuan)
3. menemukan ide baru dalam penulisan/penelitian
4. menentukan disain riset dan metode penelitian yang tepat dan
5. memenuhi ketentuan publikasi ilmiah yakni harus mencari teori/literatur pembanding yang relevan untuk bahan penulisan ilmiah dan penelitian.
2.2.2 Perpustakaan Digital
Perpustakaan digital adalah organisasi yang mengolah koleksi informasi berupa tulisan, gambar, dan suara dalam bentuk elektronik dan memberikan pelayanan kepada pengguna dengan mengakses internet lewat media computer. Jenis perpustakaan digital ini berbeda dengan perpustakaan konvesional yang berupa kumpulan-kumpulan buku tercetak. perpustakaan digital adalah bentuk perpustakaan yang keseluruhan koleksinya memakai format digital yang disusun dalam sebuah arsitektur komputerisasi. Arsitektur ini disusun dalam sebuah proyek yaitu proyek perpustakaan digital. Penelitian proyek perpustakaan digital menggunakan WWW (world wide web) yang dihubungkan dengan jaringan internet sebagai media penyalur informasi utama. WWW memiliki banyak kelebihan yang didukung berbagai macam protokol komunikasi (HTTP, FTP, Gopher), penggunaan HTML sebagai bahasa standar markup, dan kelebihan pada GUI (Graphical User Interface).
Zainal A. Hasibuan (Pudjiono, 2008:3) mengatakan bahwa Digital Library atau perpustakaan digital merupakan penggabungan teknologi informasi berupa internet. Lebih lanjut Ismail Fahmi (Pudjiono, 2008:3) menyatakan bahwa perpustakaan digital adalah suatu sistem berupa hardware, software, koleksi elektronik, staf pengelola, pengguna, organisasi, mekanisme kerja, serta layanan yang memanfaatkan teknologi informasi.
Menurut pendapat Tedd dan Large (Arsidi, 2013:8) menyebutkan bahwa perpustaka an digital pada prinsipnya memiliki tiga karakteristik yaitu:
1. Menggunakan teknologi yang mengintegrasikan kemampuan menciptakan, mencari dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dalam sebuah jaringan yang tersebar luas.
2. Memiliki koleksi yang mencakup data dan metadata yang saling mengaitkan berbagai data, baik dilingkungan internal maupun eksternal.
3. Merupakan kegiatan mengoleksi dan mengatur sumber daya digital yang dikembangkan bersama-sama komunitas pemakai jasa untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka. Secara ringkas perpustakaan digital adalah perpustakaan elektronik yang menyediakan dan mengelola koleksi informasi
berupa tulisan, gambar, dan suara dalam bentuk elektronik dan memberikan pelayanan kepada pengguna melalui jaringan internet yang memberikan keunggulan dalam pengelolaannya.
2.2.3 Tujuan Perpustakaan Digital
Sebagaimana yang diharapkan pada gagasan awal, perpustakaan digital bertujuan untuk membuka akses seluas-luasnya terhadap informasi yang sudah dipublikasikan.
Tujuan perpustakaan digital menurut Association of Research Libraries (ARL, 1995) sebagaimana dikutip oleh Winy Purtini ( 2000) yang dimuat dalam IDLN adalah sebagai berikut:
1. Untuk melancarkan pengembangan yang sistematis tentang cara mengumpulkan, menyimpan, dan mengorganisasi informasi dan pengetahuan dalam format digital.
2. Untuk mengembangkan pengiriman informasi yang hemat dan efisien di semua sektor.
3. Untuk mendorong upaya kerjasama yang sangat mempengaruhi investasi pada sumber-sumber penelitian dan jaringan komunikasi.
4. Untuk memperkuat komunikasi dan kerjasama dalam penelitian, perdagangan, pemerintah, dan lingkungan pendidikan.
5. Untuk mengadakan peran kepemimpinan internasional pada generasi berikutnya dan penyebaran pengetahuan ke dalam wilayah strategis yang penting.
6. Untuk memperbesar kesempatan belajar sepanjang hayat
2.2.4 Manfaat Perpustakaan Digital
Sedangkan manfaat perpustakaan digital menurut Chisenga (2003) adalah:
Penambahan koleksi lebih cepat dengan kualitas lebih baik.
1. Dapat mempercepat akses sehingga informasi yang dibutuhkan dapat segera dimiliki dan dimanfaatkan oleh pengguna.
2. Lebih bebas dan dapat memotong mata rantai administrasi untuk memperoleh informasi.
3. Dapat diakses dimana saja, kapan saja asal ada komputer yang terkoneksi dengan jaringan.
4. Pengguna dapat mengakses bukan hanya dalam format cetak tapi juga format suara, gambar, video dll.
Selanjutnya Achmad (2006) juga mengutip pendapat Arms (2000) tentang manfaat perpustakaan digital sebagai berikut:
Perpustakaan digital membawa perpustakaan ke pengguna. Untuk memanfaatkan perpustakaan pemakai memerlukan akses. Cara lama, pengguna harus datang secara fisik ke perpustakaan. Beberapa anggota perpustakaan tinggal dekat dengan lokasi perpustakaan sehingga memerlukan waktu beberapa menit saja untuk datang ke perpustakaan. Namun tidak semua anggota perpustakaan tersebut tinggal dekat dengan lokasi perpustakaan. Perpustakaan digital membawa informasi ke meja pengguna baik di tempat kerja maupun di rumah. Hal ini mempermudah untuk memanfaatkan perpustakaan dan sudah barang tentu dapat meningkatkan pemanfaatannya. Dengan membawa perpustakaan digital ke atas meja pengguna, maka pengguna tidak lagi harus datang secara fisik ke lokasi perpustakaan. Jadi perpustakaan selalu ada di komputer jika telah ada koneksi dengan jaringan.
Informasi selalu tersedia sepanjang hari, sepanjang masa, sepanjang hayat.
Pintu perpustakaan digital harus terbuka lebar setiap saat, sehingga pengguna dapat berkunjung setiap saat secara maya. Koleksi perpustakaan tidak pernah dibawa pulang oleh pembaca, atau salah tempat di rak. Koleksi perpustakaan digital tidak akan pernah keluar kampus (dalam arti fisik). Sehingga cakupan koleksi bisa terus berkembang tanpa melihat batas fisik gedung perpustakaan (dikenal dengan perpustakaan tanpa dinding/ library without wall). Memang perpustakaan digital tidak selalu sempurna, yaitu jika sistem komputer gagal atau jaringan komputer yang berhubungan dengan server perpustakaan digital lamban. Tetapi bila disbanding dengan perpustakaan tradisional, informasi yang tersimpan di perpustakaan digital lebih sering dapat dimanfaatkan pengguna kapanpun ia membutuhkannya.
Memungkinkan bentuk informasi baru. Perpustakaan konvensional pada umumnya menyimpan koleksi cetak. Namun bentuk cetak tidak selalu cocok untuk disimpan dan didisseminasikan atau dipencarkan. Pangkalan data mungkin cocok untuk menyimpan data sensus penduduk, sehingga dapat dengan mudah untuk dianalisis oleh komputer. Perpustakaan matematika, tidak dapat menyimpan tampilan matematika, seperti tampilan yang ada pada kertas. Tetapi dapat mengubah simbol- simbol komputer yang dimanipulasi oleh program seperti Mathematica atau Maple.
Bahkan jika formatnya sama, koleksi yang diciptakan untuk dunia digital tidak akan sama dengan koleksi yang semula didisain untuk kertas atau media lainnya.
Kata-kata yang diucapkan mempunyai dampak lain jika kata-kata itu ditulis. Dan koleksi teks online sangat berbeda dengan yang diucapkan atau dicetak. Penulis yang bagus menggunakan kata-kata berbeda ketika ia menulis untuk media yang berbeda dan pengguna akan menemukan cara baru untuk menggunakan informasi.
2.3 Layanan Digital
Penerapan TI dalam bidang layanan perpustakaan ini dapat dilihat dari beberapa hal seperti uraian berikut :
1. Layanan Sirkulasi Penerapan TI dalam bidang layanan sirkulasi selain layanan peminjaman dan pengembalian, statistik pengguna, dan administrasi keanggotaan, dapat juga dilakukan layanan silang layan antar perpustakaan yang akan lebih mudah dilakukan apabila TI sudah menjadi bagian dari layanan sirkulasi ini. Seperti sudah dimungkinkannya adanya self-services dalam layanan sirkulasi melalui fasilitas barcoding dan RFID (Radio Frequency Identification). Termasuk mulai digunakannya SMS, Faksimili dan Internet, didalam layanan sehari-hari.
2. Layanan Referensi & Hasil-hasil Penelitian Penerapan TI dalam layanan ini dapat dilihat dari tersedianya akses untuk menelusuri sumber-sumber referensi elektronik/digital dan bahan pustaka lainnya melalui kamus elektronik, direktori elektronik, peta elektronik, hasil penelitian dalam bentuk digital, dan lain-lain.
3. Layanan Periodikal Pengguna layanan periodikal (jurnal, majalah, terbitan berkala lainnya) akan sangat terbantu apabila perpustakaan mampu menyediakan kemudahan dalam akses ke dalam jurnal-jurnal elektronik, baik itu yang diakses dari database lokal, global maupun yang tersedia dalam format CD. Bahkan silang layan dan layanan penelusuran informasi pun bisa dimanfaatkan oleh pengguna dengan bantuan teknologi informasi seperti internet.
4. Layanan Multimedia/Audio-Visual Layanan multimedia/audio-visual atau yang lebih dikenal sebagai layanan “non book material” adalah layanan yang secara langsung bersentuhan dengan TI. Pada layanan ini pengguna dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam bentuk Kaset Video, Kaset Audio, MicroFilm, MicroFische, CD, Laser Disk, DVD, Home Movie, Home Theatre, dll.
5. Layanan Internet & Computer Station Internet sebagai icon penting dalam TI, sudah tidak asing lagi dalam kehidupan semua orang. Untuk itu perpustakaanpun harus dapat memberikan layanan melalui media ini. Melalui media web perpustakaan memberikan informasi dan layanan kepada penggunanya. Selain itu perpustakaan juga dapat menyediakan akses internet baik menggunakan computer station maupun WIFI/Access Point yang dapat digunakan pengguna sebagai bagian dari layanan yang diberikan oleh perpustakaan. Pustakawan dan perpustakaan juga bisa menggunakan fasiltas web-conferencing untuk memberikan layanan secara online kepada pengguna perpustakaan. Web-Conferencing ini dapat juga dimanfaatkan oleh bagian layanan informasi dan referensi. OPAC atau Online Public Access Catalogue merupakan bagian penting dalam sebuah perpustakaan, untuk itu perpustakaan perlu menyediakan akses yang lebih luas baik itu melalui jaringan lokal, intranet maupun internet.
6. Pengadaan Bagian Pengadaan juga sangat terbantu dengan adanya teknologi informasi ini. Selain dapat menggunakan TI dan internet untuk melakukan penelusuran koleksi-koleksi perpustakaan yang dibutuhkan, bagian ini juga
dapat memanfaatkannya untuk menampung berbagai ide dan usulan kebutuhan perpustakaan oleh pengguna. Kerjasama pengadaan dengan berbagai pihak juga menjadi lebih mudah dilakukan dengan adanya TI ini.
Implementasi TI dalam layanan perpustakaan dari waktu ke waktu akan terus berkembang seiring makin kompleksnya keperluan automasi perpustakaan maupun penyediaan media/bahan pustaka yang berbasis TI.
Aji (2007) mengemukakan bahwa perpustakaan digital adalah “kumpulan informasi yang tertata dengan baik beserta layanan-layanan yang disediakannya, yang disimpan dalam format digital dan dapat diakses melalui jaringan komputer”.
A. Ridwan Siregar (2004:5), mendefenisikan bahwa “Perpustakaan elektronik adalah suatu lingkungan perpustakaan dimana berbagai objek informasi (dokumen, images, suara dan video-clips) disimpan dan diakses dalam bentuk elektronik”.
Dari beberapa defenisi tentang perpustakaan digital dapat diambil kesimpulan bahwa perpustakaan digital adalah jaringan perpustakaan yang dilayankan secara online dan dapat diakses 24/7 ( 24 jam sehari dan 7 hari seminggu) baik didalam perpustakaan maupun jarak jauh tanpa harus datang keperpustakaan secara fisik.
2.3.1 Keunggulan Perpustakaan Digital
Perpustakaan digital merupakan perpustakaan alternatif yang dapat merespon setiap kebutuhan pencari informasi. Perpustakaan ini diharapkan dapat memulihkan image negatif terhadap perpustakaan, sehingga dapat memerankan suatu fungsi yang sangat signifikan dalam dunia informasi, baik yang bersifat ilmiah, hiburan ataupun fungsi-fungsi lainnya.
Ada beberapa keunggulan dikembangkannya perpustakaan digital antara lain adalah sebagai berikut:
1. Long distance service Perpustakaan yang menyajikan koleksi atau materi yang bersifat digital memberikan suatu kemudahan akses jrak jauh.
2. Akses yang mudah Pemanfaatan teknologi digital memberikan keleluasaan bagi pencari informasi karena mereka dapat melakukan berbagai metode penelusuran.
3. Murah (cost-effective) Pada awalnya, perpustakaan digital membutuhkan pengadaan infrastruktur dan kolesi yang cukup mahal. Akan tetapi, kemudahan akses dan keunggulan jasa yang diberikan kepada pemakai sangat tinggi dibandingkan dengan koleksi lainnya, sehingga kalau dibandingkan antara pengeluaran biaya dan manfaat serta keuntungan yang dihasilkan.
4. Pemeliharaan koleksi secara digital Koleksi dalam bentuk digital sangat efektif dan efisien. Perputakaan digital memiliki peluang besar untuk memiliki dan menyimpan berjuta-juta informasi tanpa kekhawatiran akan kekurangan tempat. Selain itu, peestarian koleksi berupa digital sangat mudah dilakukan karena penggandaannya sangat praktis dan tidak membutuhkan banyak biaya dan waktu.
5. Jawaban yang tuntas Pada perpustakaan digital, setiap pengaduan atau pertanyaan yang diajukan oleh pemakai perpustakaan akan langsung dijawab oleh sistem yang digunakan dalam digital library.
6. Jaringan global Salah satu bentuk jaringan global adalah pemnfaatan akses internet. Pengguna dapat melakukan penelusuran dan komunikasi jarak jauh dalam rangka mendapatkan informasi.
2.3.2 Kelebihan Dan Kelemahan Perpustakaan Digital
Perpustakaan digital memiliki banyak kelebihan dibandingkan perpustakaan tradisional. Dalam hal penyimpanan koleksi, perpustakaan tradisional dibatasi oleh ruang yang ada, sedangkan perpustakaan digital tidak terbatas pada ruang yang ada.
Dalam hal penyimpanan koleksi, perpustakaan digital lebih menghemat ruangan, karena dapat menyimpan dokumen dalam jumlah yang sangat besar (contoh: 50 judul disertasi yang setara dengan 100 judul Tesis atau 500 judul artikel jurnal dalam bentuk digital dapat dikemas dalam 1 buah CD berkapasitas 650 MB).
Adapun kelebihan-kelebihan perpustakaan digital lainnya yaitu: Tidak dibatasi ruang setiap pengguna dapat mengakses perpustakaan digital tanpa harus datang ke perpustakaan, selama pengguna mempunyai koneksi dengan internet Tidak dibatasi waktu: akses ke perpustakaan digital dapat dilakukan 24 jam dalam sehari,
dapat diakses kapan saja, tanpa batas waktu, selama pengguna terhubung dengan internet Penggunaan informasi lebih efisien: informasi yang ada dapat diakses oleh pengguna secara bersamaan dalam waktu yang sama dengan jumlah orang yang banyak pendekatan bersturktur: pengguna dapat mencari informasi secara bersturktur, misalnya dimulai dari menelusur katalog on line , kemudian masuk ke full text, selanjutnya bisa mencari per bab bahkan per kata Lebih akurat, pengguna dapat menggunakan kata kunci dalam pencariannya.
Kata kunci yang tepat, akan membantu pengguna mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai dengan kata kunci yang dicantumkannya Keaslian dokumen tetap terjamin: Selama proses digitalisasi menggunakan bentuk image/format PDF, keaslian dokumen akan tetap terjamin Jaringan perpustakaan yang lebih luas:
kemudahan dalam melakukan kerjasama/link antar perpustakaan digital, dimana ada kesepakatan antar pengelola perpustakaan untuk melakukan resource sharing melalui jaringan internet Secara teori, biaya pengadaan dan pemeliharaan koleksi menjadi lebih murah Sebenarnya jika dikaji lebih dalam masih banyak kelebihan-kelebihan perpustakaan digital, contohnya, pemesanan buku atau permintaan informasi dapat dilakukan di rumah, atau dimanapun, selama pengguna terhubung dengan internet, dengan demikian, pengguna dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam pencarian informasi.
Kekurangan Perpustakaan digital di samping memiliki banyak kelebihan, perpustakaan digital juga memilki kekurangan diantaranya: Undang-Undang Hak cipta (Copy Right) : dalam hukum hak cipta masalah transfer dokumen lewat jaringan komputer belum didefinisikan dengan jelas, masalah ini masih jadi perdebatan dalam proses pengembangan perpustakaan digital. Pengguna masih banyak yang lebih menyukai membaca teks tercetak daripada teks elektronik. Proses digitasi dokumen, membutuhkan waktu yang cukup lama, dibutuhkan ketrampilan dan ketekunan dalam mengembangkan dan memelihara koleksi digital Jika terjadi pemadaman listrik, perpustakaan digital yang tidak mempunyai jenset, tidak dapat beroperasi.
Pengunjung perpustakaan menjadi berkurang. Jika semua pengguna mengakses perpustakaan digital dari rumah masing-masing ataupun dari warnet,
maka pengunjung perpustakaan akan berkurang karena dengan mengunjungi perpustakaan digital, pengguna tidak merasa perlu mengunjungi perpustakaan secara fisik, tapi dapat mengunjungi perpustakaan dengan cara on line.
Kekurangan dari perpustakaan digital merupakan konsekuensi logis, dari pergeseran paradigma yang kini berkembang di masyarakat. Namun kekurangan-kekurangan yang ada harus disikapi dengan arif bijaksana. Walaupun masih ada kekurangan dan kelemahan, namun perkembangan perpustakaan digital harus terus dilanjutkan, demi kemajuan bangsa dan pembelajaran masyarakat sepanjang hayat.
BAB III
GAMBARAN SISTEM LAYANAN DIGITAL PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
3.1 Sejarah Singkat Perpustakaan Universitas Sumatera Utara
Perpustakaan Universitas Sumatera Utara didirikan pada tahun 1970.
Kemudian perpustakaan menjadi perpustakaan sentral yang dimulai dengan bergabungnya sejumlah perpustakaan fakultas dan pindah kegedung baru yang diresmikan pada tanggal 02 Nopember 1987 oleh menteri pendidikan dan kebudayaan. Bila ditelusuri kembali sejarah Perpustakaan Universitas Sumatera Utara perpustakaan pertama didirikan di lingkungan USU adalah perpustakaan Fakultas Kedokteran (1952) dan kemudian di susul oleh Perpustakaan Fakultas Hukum (1954) ketika itu USU masih merupakan sebuah yayasan yang kemudian diserahkan kepada pemerintah serta diresmikan sebagai Perguruan Tinggi Negeri ke tujuh di Indonesia pada tanggal 20 November 1957. Perpustakaan USU menempati sebuah gedung berlantai empat dengan luas sekitar 6.090 m2 yang terletak di tengah-tengah kampus.
Perpustakaan Universitas terintegrasi dengan 10 (sepuluh) Perpustakaan Cabang Fakultas yang mulai dibuka sejak tahun 2006. Pembukuan perpustakaan cabang Fakultas bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada pengguna. Dengan dukungan infrastruktur teknologi informasi yang tersedia sekarang ini, sistem pelayanan perpustakaan yang terintegrasi dapat dilakukan dengan titik pelayanan yang tersebar di dalam kampus. Perpustakaan cabang terdiri dari : Perpustakaan Cabang Fakultas Kedokteran, Hukum, MIPA, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Ilmu Budaya, Farmasi, Psikologi dan Pertanian.
3.2 Visi dan Misi Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) Visi
“ Menjadi suatu Perpustakaan Pendidikan Tinggi terkemuka dalam Pelayanan terhadap sivitas akademikanya”.
Misi
“ Menyediakan akses terhadap informasi dan layanan informasi secara tepat waktu, tepat guna dan efektif untuk mendukung fungsi Tridharma Universitas Sumatera Utara melalui pengadaan bahan pustaka dan penyedian bahan pustaka serta membantu mahasiswa dan tenaga pendidik sehingga menjadi terampil dalam menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka”.
3.3 Struktur Organisasi di Perpustakaan USU
Perpustakaan USU dilayani oleh 79 orang staf yang terdiri dari 24 orang dengan latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi dan 55 orang asisten perpustakaan dan staf administrasi umum. Struktur Organisasi diperlukan untuk membedakan batas-batas wewenang dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan adanya hubungan/keterkaitan antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi tercapainya tujuan umum suatu instansi diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut.
Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan instansi yang telah ditetapkan sebelumnya. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan pekerjaan dapat diterapkan, sehingga efisiensi dan efektivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai. Suatu instansi terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan perseorangan, maupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan serangkaian kegiatan tertentu dan mencakup tata hubungan secara vertikal, melalui saluran tunggal.
Gambar-1 : Struktur Organisasi Perpustakaan Universitas Sumatera Utara Sumber : Perpustakaan Universitas Sumatera Utara
3.4 Penelusuran Literatur di Perpustakaan USU
Penelusuran Literatur di Perpustakaan USU merupakan Penelusuran yang dirancang untuk mengidentifikasi penelitian dan informasi yang ada saat ini tentang topik yang anda pilih Dari bahan bahan tersebut, anda akan menghasilkan suatu tinjauan literatur yaitu suatu bagian tertulis yang merupakan hasil ringkasan dan analisis literatur yang anda peroleh melalui penelusuran literature
Pendekatan dalam penelusuran:
1. Sistematis mencoba menemukan semua bahan yang relevan
2. Retrospektif menemukan bahan dan karya sebelumnya yang paling mutakhir 3. Sitasi ikuti rujukan dari artikel, buku dan bahan lainnya
4. Target membatasi topik dan fokus pada suatu bidang yang sempit dari literature.
3.4.1 Layanan Digital di Perpustakaan USU
Layanan Digital di Perpustakaan USU ini bertujuan untuk membantu pemustaka yang memerlukan informasi dalam bentuk koleksi digital seperti jurnal, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, dan bahan perpustakaan lainnya.
Layanan ini berada di Lantai 1. Waktu layanan dari Senin-Kamis pukul 07.30 – 16.00 Jum’at 07.30-16.30 dan Sabtu pukul 07.30 – 13.00. Sumber informasi digital yang disediakan adalah
1. Jurnal ilmiah luar negeri dalam bentuk CD-ROM dari TEEAL (The Essential Electronic Agricultural Library) yang berisi artikel-artikel ilmiah fulltext.
2. Online Database : Proquest, Science Direct, Ebsco, Infotrac dan Garuda (Garba Rujukan Digital).
3. Koleksi Skripsi, Tesis, Disertasi dan artikel ilmiah dalam bentuk digital.
4. Paket informasi Teknologi Tepat Guna dalam bentuk CD. Layanan digital juga melayani akses internet, bagi pengguna yang memerlukannya.
Perpustakaan USU membangun pangkalan data koleksi digital skripsi yang dapat diakses oleh mahasiswa. Pangkalan data yang dibangun melalui aplikasi yang kemudian bernama repositori institusi. Hanya saja dalam proses membangunnya
masih terkendala dalam banyak hal. Selain bentuk koleksi yang merupakan digitalisasi karya ilmiah mahasiswa, Perpustakaan USU.
Gambar-2 : Ruangan Layanan Digital Perpustakaan USU Sumber : Perpustakaan USU
3.4.2 Manfaat Layanan Perpustakaan Digital di Perpustakaan USU
Manfaat Perpustakaan Digital di Perpustakaan USU, tidak hanya dapat dirasakan oleh pengguna perpustakaan, namun juga untuk pustakawan dan staf-staf di PerpustakaanUSU.
1. Bagi Pengguna Perpustakaan
a. Mengatasi keterbatasan waktu, perpustakaan digital tidak mempunyai batasan waktu untuk mengakses buku yang diperlukan pengunjung perpustakaan.
b. Mengatasi keterbatasan tempat, perpustakaan digital dapat di akses dimana saja, dan pengunjung perpustkaan digitad di Perpustakaan USU harus menpunyai alamat URL dari Perpustakaan digital yang ingin di akses.
c. Memperoleh informasi baru dengan cepat, perpustakaan digital beda dengan perpustakaan manual. Perpustakaan digital yang akan sering di
update kebaruannya, jika ada informasi yang baru akan cepat di update pada Perpustakaan Digitaldi Perpustakaan USU. Sedangkan perpustakaan manual tidak mudah untuk mengupdate, karena harus menunggu penerbit untuk menerbitkan.
d. Mempermudah akses informasi dari bebrbagai sumber, perpustakaan digital di Perpustakaan USU membuat informasi dan sumber di dalam buku yang akan di akses.
2. Bagi Pustakawan di Perpustakaan USU
a. Meringankan pekerjaan, adanya perpustakaan digital di Perpustakaan USU mempermudah pustakawan dakam pekerjaannya, karena perpustakaan digital hanya mengupload buku kedalam perpustakaan elektronik berupa (komputer) pustakawan di Perpustakaan USU dengan mudah meletakan dimana posisi buku yang ada di perpustakaan digital.
b. Meningkatkan layanan, semakin canggih di Perpustakaan USU pustakawan yang dituntut untuk meningkatkan layanan di dalam perpustakaan digital. Agar perpustakaan digital banyak di minati pengguna di Perpustakaan USU.
3.4.3 Koleksi Perpustakaan Digital Perpustakaan USU
Perpustakaan USU menyediakan koleksi didalam perpustakaan Digital Sesuai dengan namanya maka koleksi perpustakaan digital tentunya terdiri dari dokumen berformat digital. Dokumen digital di Perpustakaan USU ini mempunyai format bermacam-macam yaitu format html atau hypertext mark up language, Portable Document Format (PDF), Microsoft Word atau MS-Word, Microsoft Excel terutama untuk dokumen teks. Sedangkan dokumen gambar (grafis) kita sering jumpai dalam format JPEG, GIF dan sebagainya.
Media untuk menyimpan koleksi digital atau elektronik Perpustakaan USU bermacam-macam. Ada yang disimpan didalam harddisk komputer (internal) yang tidak bebas dibawa kemanamana. Namun ada juga yang disimpan di dalam media
yang bisa bebas dibawa kemanamana seperti harddisk ekternal, disket, CD atau CD- ROM ataupun DVD, dan flash disk atau dikenal juga dengan nama handy drive.
Bahkan sekarang ini dokumen elektronik di Perpustakaan USU bisa disimpan secara virtual di server internet. Kita tidak perlu secara fisik membawa dokumen tersebut.
Jika kita membutuhkan tinggal mencari koneksi ke internet, maka kita dapat memperoleh dokumen yang kita inginkan.
3.4.4 Keuntungan dan Kekurangan Perpustakaan Digital di USU
Didalam perpustakaan Digital di Perpustakaan USU memiliki keuntungan dan kekurangan dalam menggunakan perpustakaan digital. Adapun kelebihan dalam memgunakan perpustakaan digital di Perpustakaan USU yaitu :
1. Bebas mengakses 24 jam tanpa harus pergi keluar untuk mencari informasi 2. Bias mengunduh informasi melalui digital didalam ruangan yang tersedia
WIFI
3. Dapat menyimpan informasi tanpa repot untuk mengeprint dan tidak menghabiskan kertas
4. Biaya relatif murah.
Tidak hanya kelebihan, perpustakaan digital di Perpustakaan USU juga mempunyai kekurangan didalam perpustakaan digital, adapun kekurangannya yaitu :
1. Tidak bisa mengakses apapun jika tidak tersambung ke internet.
2. Mengurangi tenaga Pustakawan pada perpustaakaan konvensional.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Bedasarkan uraian yang telah dikemukaan dalam bab-bab sebelumnya maka penulis dapat mengambil kesimpulan yaitu :
1. Penelusuran Literatur yang dirancang untuk mengidentifikasi penelitian dan informasi yang ada saat ini tentang topik yang anda pilih Dari bahan bahan tersebut, anda akan menghasilkan suatu tinjauan literatur yaitu suatu bagian tertulis yang merupakan hasil ringkasan dan analisis literatur yang anda peroleh melalui penelusuran literature
2. Layanan Digital yang diberikan Perpustakaan USU bertujuan untuk membantu pengguna yang memerlukan informasi secara cepat, tepat dan akurat.
3. Bahan perpustakaan berbentuk digital.
4. Koleksi perpustakaan digital terdiri dari format digital
4.2 Saran
Bedasarkan pembahasan dan observasi yang telah dilakukan, maka penulis mencoba untuk mengemukakan saran dan masukan, antaranya adalah :
1. Bagi pihak Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) agar menambah komputer untuk pengguna yang berkunjung.
DAFTAR PUSTAKA
Supriyanto, Aji. 2007. Pengantar tekologi informasi. Jakarta : Penerbit Salemba infotek
Irhamni, Ali. 2010. Strategi perpustakaan Nasional melakukan branding melalui naskah kuno dan koleksi langka. Jakarta : biro hokum dan perencanaan Arsidi. 2013. Menyonsong perpustakaan digital: peran pustakawan dalam pengembangan perpustakaan digital. Makalah seminar regional perpustakaan.
Siregar, AR. 2004. Perpustakaan : Energi pembangunan bangsa
Chisenya, Justine. 2003. Digital libraries and virtual libraries: definition concepts and goalds {versi elektronik}paepr present at worksop on technical aspects of bulding digital and electronic information networks addis abda. United nations economic commission for africam(UNECA)
Herman dan zen. 2006. Etika kepustakawanan : suatu pendekatan terhadap kode etik pustakawan Indonesia. Jakarta : sagung seto Perpustakaan Nasional RI.
Pedoman perpustakaan umum
Purnomawati,S.dkk.2006. kebutuhan informasi dan prilaku pencarian informasi peneliti di serpong. Buku kasuskepustakawanan kita : beberapa hasilpenelitian. Jakarta: PDII-LIPI
Sulistiyo, basuki. 1992. Pengantar ilmu perpustakaan: gramedia pustaka utama.
Jakarta
Sulistiyo, basuki.1993. pengantar ilmu perpustakaan. Jakarta : remaja rosdakarya.
D. k. ching.francis. arsitektur : bentuk ruang dan susunanya. Cetakan ke 7.
Jakarta : erlangga, 1999. Neufart, ernest, data arsitek, jilid 2.
Wimny, purtini. 2000. Tujuan perpustakaan digital.