1
TATA IBADAH MINGGU PASKAH 2 – GKJ AMBARRUKMA 24 APRIL 2022
Gedung Induk Papringan, pukul 08.00 WIB
(Warna Liturgis: Putih, Simbol/Logo: Bunga Lily)
1. Persiapan : Imam memimpin doa di konsistori
2. Panggilan Beribadah :
Liturgos : “Shalom. Puji Tuhan, saat ini, Minggu, 24 April 2022, kita diberi kesempatan untuk beribadah. Ibadah saat ini adalah Minggu Paskah ke-2. Saat ini juga kita patut bersukacita karena kita kedatangan tamu, Saudara-saudara kita dari GKJ Gombong Pepanthan Gunung Mujil. Selamat datang Bapak, Ibu. Kami juga mengucapkan selamat beribadah, baik bagi jemaat yang saat ini hadir di gereja maupun yang beribadah dari rumah masing-masing.
Karena pandemi belum usai, selama ibadah berlangsung marilah kita tetap mentaati protokol kesehatan. Sebelum memulai ibadah pada saat ini, saya akan membacakan beberapa warta jemaat, yang demikian …. : (warta jemaat dibacakan beberapa saja).
Warta Gereja selengkapnya dapat dicermati dalam warta edisi online yang dapat diunduh melalui link QR Code yang ditayangkan di layar live streaming, ataupun yang telah dibagikan melalui grup Whatsapp.
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara mohon perhatian untuk tata cara memberikan persembahan, dipersilahkan untuk memasukkan persembahan di kantong atau kotak yang disediakan di pintu masuk gereja sebelum peribadatan dimulai, atau dapat juga melalui transfer ke rekening gereja ataupun kode QRIS Majelis GKJ Ambarrukma.
Tema peribadatan kita saat ini adalah “Diutus sebagai Saksi yang Memulihkan”, yang akan disampaikan oleh Bapak Andreas Kristianto.
Jemaat terkasih, kita puji dan masyurkan Tuhan Allah dengan memuji Tuhan dari Kidung Jemaat 5, bait 1 dan 3, “Tuhan Allah, Nama-Mu”….. jemaat dimohon berdiri
(1) Tuhan Allah, namaMu kami puji dan masyhurkan;
isi dunia sujud di hadapanMu, ya Tuhan!
Bala sorga menyembah Dikau, khalik semesta!
(3) Bapa agung dan kudus, mahamurah dan rahmani, Putra Tunggal, Penebus, Roh, Penghibur yang sejati, Langit-bumiMu penuh kemuliaan namaMu!
Imam bersama dengan Pengkotbah memasuki altar, kemudian Imam menyerahkan Alkitab kepada Pengkotbah sebelum Pengkotbah naik mimbar.
3. Votum dan Salam Sejahtera : (Jemaat berdiri) Pendeta : Jemaat terkasih marilah ibadah kita di minggu ini, kita khususkan
dengan bersama-sama mengaku demikian:
2
Semua : Pertolonganku itu dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia memelihara seluruh ciptaanNya.
Pendeta : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus kiranya melimpah atas Bapak, Ibu dan Saudara sekalian.
Jemaat : Begitu pula atas saudara.
Semua : 5 7 i . / 5 7 i . / 5 4 3 . / A min, A min, A min.
(Liturgos: Jemaat dipersilakan duduk kembali)
4. Lektor : membacakan Sabda Introitus : Kisah Para Rasul 5 : 27 - 32
Lektor : “Demikianlah Sabda Tuhan” (Jemaat duduk)
Jemaat : “Puji Syukur kepada Tuhan”
5. Liturgos : “Bapak, Ibu, dan Saudara, Yesus Kristus adalah pemimpin dan Juru Selamat kita. Melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, Allah telah membuktikan kasih-Nya kepada kita. Hari Minggu ini adalah hari untuk memuliakan kasih Allah kepada kita. Mari kita ungkapkan sukacita kita dengan memuji dari Kidung Jemaat 21, bait 1 dan 2, “Hari Minggu, Hari Yang Mulia”
(1) Hari Minggu, hari yang mulia, itu hari Tuhanku.
Ia bawa rasa bahagia masuk dalam hatiku.
Refr:
Hari Minggu, hari Tuhan, hari suci dan teduh.
Hari Minggu, hari Tuhan, hari suci dan teduh.
(2) Hari Minggu hari istirahat bagi badan yang letih.
Firman Tuhan turun bawa nikmat untuk hati yang sedih……Refr:
6. Pendeta : Sabda Kasih (Mawas Diri): Yeremia 1 : 5 – 8
7. Imam :(Persiapan Pertobatan)
“Bapak, Ibu, dan Saudara, dengan darahNya, Yesus Kristus melebur dosa-dosa kita.
Kita yang selalu hidup dalam kungkungan dosa, mari kita datang kepada Yesus mohon pengampunan, agar kita layak datang kepadaNya. Mari kita nyatakan penyesalan dosa kita dengan menyanyi dari Kidung Jemaat 27, bait 1 dan 2,
“Meski Tak Layak Diriku”
(1) Meski tak layak diriku, tetapi kar'na darahMu
dan kar'na Kau memanggilku, 'ku datang, Yesus, padaMu.
(2) Sebagaimana adanya jiwaku sungguh bercela, darahMulah pembasuhnya;
'ku datang, Tuhan, padaMu.
8. Imam: Doa Pertobatan
Jemaat terkasih mari kita ungkapkan doa pertobatan, kita berdoa:
(Dibacakan dengan penuh penghayatan)
3
“Ya Yesus Kristus, ya Putra Allah, kami datang kepadaMu, penuh dengan lumuran dosa. Hari-hari kami, selalu tidak pernah lepas dari dosa. Kenikmatan duniawi yang membuat kami tertawa bahagia, seringkali kami peroleh dan kami lakukan dengan cara merampas hak orang lain. Seringkali kami juga tidak pernah memperdulikan orang lain yang tertimpa musibah. Kami hanya memikirkan kepentingan pribadi kami sendiri. Kami juga sering kecewa, sakit hati dan tidak mampu berdamai dengan diri sendiri, itu karena ke egoisan kami untuk selalu mencari pembenaran diri. Kami datang kepadaMu, ya Tuhan, memohon ampun atas dosa dan cela kami. Mampukan kami meneladan Yesus, meskipun memikul salib, dihina, diludahi, dicambuk, dipakaikan mahkota duri, tetapi tetap bertahan dan setia kepada Allah. Dalam darah Yesus Kristus kami memohon pengampunan dosa. Amin.”
9. Pendeta :
Sabda Anugerah : Yesaya 61 : 1 Petunjuk Hidup Baru : Yesaya 6 : 8
10. Liturgos : “Jemaat terkasih, kita adalah umat pilihan yang diutus Tuhan untuk menyampaikan kabar sukacita. Meskipun badai kehidupan menerpa kita, tetaplah Tuhan Perisai kekuatan kita. Mari nyatakan kesanggupan kita dengan menyanyikan pujian “Engkaulah Perisaiku”, yang dipopulerkan oleh Regina Pangkerego (dinyanyikan 2X)….. jemaat dimohon untuk berdiri
Engkaulah perisaiku, saat badai hidup menerpaku.
Firman-Mu di dalamku, tenangkan jiwaku.
Engkaulah perisaiku, saat badai hidup menerpaku.
Firman-Mu di dalamku, tenangkan jiwaku.
Ku 'kan berdiri di tengah badai, dalam kekuatan yang Kau berikan.
Sampai kapan pun 'ku 'kan bertahan, karena Yesus selalu menopang.
Ku 'kan bertahan di dalam tekanan, dengan kekuatan yang Kau berikan.
Sampai kapanpun tak tergoyahkan, karena Yesus selalu menopang hidupku.
(dinyanyikan 2X, diselingi Interlude) (Jemaat dipersilakan duduk kembali)
11. Pendeta : Pewartaan Firman (Jemaat duduk)
a) Pendeta : Doa Epiklese
b) Bacaan : YOHANES 20 : 19 - 31
c) Pendeta : Yang berbahagia ialah setiap orang yang mendengar firman Tuhan dan melaksanakan perintah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Haleluya.
Jemaat : 1 1 | 3 3 0 3 3 | 5 5 0 5 5 | 6 . 5 4 3 | Hale-luya Hale- luya Hale - lu - ya
4
d) Tema : “Diutus sebagai Saksi yang Memulihkan”
e) Tujuan : Jemaat dipanggil dan diutus untuk turut dalam karya pemulihan kepada sesama.
12. Imam : Tanggapan Firman Tuhan dan memimpin pengumpulan Persembahan
“Jemaat terkasih, mari kita sediakan diri untuk dipanggil dan diutus Tuhan, untuk turut dalam karya pemulihan kepada sesama.
Jemaat terkasih, marilah kita bersyukur atas pemeliharaan Tuhan pada kehidupan kita, dengan mengumpulkan persembahan, baik persembahan mingguan, persembahan bulanan, maupun persembahan khusus. Persembahan kantong 1, dan 2 diperuntukkan bagi jemaat, dan kantong 3 untuk penggalangan dana rumah emeritus, serta persembahan istimewa dan persembahan khusus dapat dimasukkan ke dalam kotak yang tersedia.
Pengumpulan persembahan dilandasi firman Tuhan dari 1 Tesalonika 2 : 13 yang demikian: Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya”
Terkumpulnya persembahan kita iringi dengan menyanyi Kidung Jemaat 289, bait 1 dan 2, “Tuhan, Pencipta Semesta”
(1) Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah Yang Mahamulia;
sungguh besar karunia yang Kauberi.
(2) KasihMu nyata terjelma di sinar surya yang cerah,
di sawah dan tuaiannya yang Kauberi.
13. Pendeta : Doa Syukur dan Syafaat (jemaat duduk)
14. Liturgos : “Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, marilah kita berdiri, dengan penuh penghayatan bersama seluruh umat Allah, kita perbaharui iman kita yang demikian:….
Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.
Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.
Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut.
Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa.
Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus.
Gereja yang Kudus dan Am, persekutuan Orang Kudus
5
Pengampunan Dosa.
Kebangkitan Daging.
dan Hidup Yang Kekal.
15. Pendeta : Pelayanan Berkat
16. Liturgos : “Majelis Gereja mengucapkan terimakasih atas pelayanan firman oleh Bapak Andreas Kristianto dan para petugas pendukung ibadah pada saat ini.
Majelis juga mengucapkan terima kasih kepada jemaat GKJ Gombong Pepanthan Gunung Mujil yang sudah hadir serta beribadah bersama-sama dengan kami. Setelah peribadatan ini selesai, kami mohon jemaat dari GKJ Gombong bersama dengan anggota Majelis dari Wilayah 1 untuk tinggal sejenak.
Jemaat terkasih, meskipun pandemi mulai mereda, marilah kita tetap berhati-hati serta hidup dalam tatanan baru dengan tetap taat pada protokol kesehatan, selama kita beraktivitas.
Kita akhiri ibadah saat ini, dengan tetap semangat, pantang menyerah, siap diutus Tuhan untuk mewartakan berita keselamatan. Kita menyanyi dari Kidung Jemaat 340, bait 1 dan 2, “Hai Bangkit Bagi Yesus”
(1) Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya!
Anjungkan panji Raja dan jangan menyerah.
Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah, Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.
(2) Hai bangkit bagi Yesus, dengar panggilanNya!
Hadapilah tantangan, hariNya inilah!
Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap, semakin berbahaya, semakin kau tegap.
17. Liturgos : (selama lagu berlangsung) “Selamat hari Minggu. Tuhan Yesus memberkati.”