Rencana Kerja (RENJA)
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN MUKOMUKO
TAHUN 2018
PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO
DINAS KESEHATAN
Jl. Imam Bonjol Komplek Perkantoran Pemerintah Kab. Mukomuko
Telp dan Faks (0737) 71608 Mukomuko 38365 – Prov. Bengkulu
KATA PENGANTAR
Penyusunan dokumen Rencana Kerja Tahun 2018 mengacu kepada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang mengamanatkan bahwa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu disusun perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional.
Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Tahun 2018 disusun untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang isinya merupakan penjabaran lebih lanjut dari Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2016-2021. Lebih lanjut isi dari Renja ini adalah gambaran perencanaan berbagai rencana pembangunan yang menjadi bagian dari Tugas dan Fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko sesuai dengan Peraturan Bupati Mukomuko Nomor 4 ahun 2011 tentang Uraian Tugas Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Mukomukoyang dalam penyusunan program dan kegiatan mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dan Perubahannya Nomor 59 Tahun 2007 serta memperhatikan berbagai kondisi dan potensi lokal yang akan menjadi bagian dalam proses pembangunan dimasa-masa yang akan datang.
Diucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyusunan Rencana KerjaDinas Kesehatan Daerah Kabupaten Mukomuko. Diharapkan laporan ini dapat memberikan konstribusi yang lebih baik bagi pembangunan Kabupaten Mukomuko.
Mukomuko, Juli 2017 Plt Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten mukomuko
JUN HARTO, SKM
Pembina / IV.a
NIP. 19680620 198903 1 003
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Landasan Hukum ... 4
1.3 Maksud dan Tujuan ... 6
1.4 Sistematika Penyusunan ... 7
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA BAPPEDA TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Tahun Lalu dan Capaian Renstra Dinas Kesehatan ... 10
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan ... 20
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD ... 30
2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ... 33
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ... 44
BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaah Terhadap Kebijakan Nasional ... 47
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Kesehatan ... 49
3.3 Program dan Kegiatan ... 50
3.3.1 Pencapaian Visi dan Misi Kapala Daerah ... 50
3.3.2 Rekapitulasi Program dan Kegiatan ... 52
BAB IV PENUTUP 4.1 Pedoman Transisi ... 63
4.2 Kaidah Pelaksanaan ... 64
4.3 Rencana Tindak lanjut ... 64
Pagu DES/KEL KECAMATAN program pengadaan ,
peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas / pustu dan
jaringannya
1
Pembangunan / Penambahan Gedung Ruang Laboratorium
Jumlah Gedung ruang yang di
bangun 2 Unit 900.000.000 usulan
prioritas kecamatan
2
Rehab Pustu Jumlah Pustu
yang di rehab 6 unit 1.632.000.000
Sukamaju, Bukit makmur,
sidomulyo, dusun pulau, makmur jaya dan marga mulya
Air Rami usulan prioritas kecamatan
3 Rehab Poskesdes Jumlah poskesdes yang
di rehab 1unit 350.000.000 desa maju makmur Penarik usulan prioritas kecamatan
4 Pembangunan Poskesdes Jumlah Poskesdes 1 unit 600.000.000 sinar jaya teras terunjam usulan prioritas kecamatan
5
Pembangunan gedung
pustu Jumlah Pustu 1 unit 600.000.000 tirta kencana Penarik usulan
prioritas kecamatan INDIKATOR
KELUARAN VOLUME DAN SATUAN
LOKASI
CATATAN
TABEL 2.4
DAFTAR USULAN PRIORITAS MUSRENBANGDES / MUSRENBANGCAM KABUPATEN : MUKOMUKO
TAHUN : 2018
BIDANG : KESEHATAN
PROGRAM /KEGIATAN
NO
DAFTAR TABEL
1 Tabel 2.1 EVALUASI HASIL RENJA DAN PENCAPAIAN RENSTRA (RANCANGAN RENSTRA DINAS KESEHATAN KBUPATEN
MUKOMUKO TAHUN 2016-
2021... 13 2 Tabel 2.2 STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN...
.PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN
SKPD...
31 33 3 Tabel 2.6 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN
2017 KABUPATEN MUKOMUKO
... 48 4 Tabel 2.4 DAFTAR USULAN PRIORITAS MUSRENBANGDES /
MUSRENBANGCAM... 76 5 Tabel 3.2 RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD
TAHUN2017 DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2018
KABUPATEN MUKOMUKO... 84
DAFTAR GAMBAR
1 Gambar 1 Proses Penyusunan Dokumen Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko... 3 2 Gambar 2 Keterkaitan Renstra dengan Dokumen Lainnya menurut Alur
Perencanaan Pembangunan Daerah UU 25/2004... 4
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perencanaan kinerja adalah aktivitas pengambilan keputusan ke depan tentang tingkat capaian kinerja yang diinginkan dihubungkan dengan tingkat pelaksanaan program/ kegiatan. Perencanaan Kinerja merupakan proses penyusunan Rencana Kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis, yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan.
Perencanaan kinerja merupakan salah satu komponen dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Rencana Kinerja tahunan Dinas Kesehatan merupakan implementasi dari Rencana Strategis Dinas Kesehatan sebagai dokumen perencanaan strategis 2016-2021, yang telah dijadikan komitmen bersama sebagai landasan dan pedoman dalam melaksanakan dan menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan. Rencana Kinerja tahunan memuat sasaran tahunan yang direncanakan, indikator kinerja yang digunakan dan target yang ingin dicapai dalam satu tahun. Rencana Kinerja merupakan rencana tahunan agar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan lebih terfokus dan memberikan gambaran mendetail mengenai sasaran yang ingin dicapai.
Perencanaan pembangunan adalah suatu proses pengambilan keputusan yang dilakukan secara terpadu bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dengan memanfaatkan dan memperhitungkan kemampuan sumber daya informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan perkembangan global. Perencanaan pembangunan daerah sangat penting untuk merumuskan strategis, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang bersifat jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), bahwa setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggapan terhadap perubahan.
Perencanaan pembangunan perlu didasarkan pada pemahaman data dan
informasi yang akurat, utuh, lengkap dan komprehensif tentang potensi daerah,
penguatan komunikasi, koordinasi dan konsultasi secara terus menerus dengan
penguatan komunikasi, koordinasi dan konsultasi secara terus menerus dengan para
pemangku kepentingan. Dengan demikian akan menghasilkan pembangunan daerah
yang sesuai dengan tujuan yang dikehendaki dan dilaksanakan secara sistematis mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan dan pemeliharaan hasil-hasilnya.
Rencana Kinerja Dinas Kesehatan Tahun 2018 menguraikan target kinerja yang hendak dicapai oleh Dinas Kesehatan selama Tahun 2018, baik pada tingkat sasaran maupun tingkat kegiatan. Target kinerja pada tingkat sasaran strategik akan dijadikan acuan dalam mengukur keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam upaya pencapaian visi dan misi. Sedangkan target kinerja pada tingkat kegiatan bertujuan untuk mengukur efisiensi dan efektifitas kegiatan.
Rencana Kinerja 2018 ini akan memuat target kinerja atas 18 (delapan belas) Standar Pelayanan Minimal yang akan dicapai Dinas Kesehatan untuk tahun 2017 beserta rincian strategi pencapaiannya melalui program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Rencana kinerja juga memuat target anggaran 2017 sebagai dukungan penting bagi upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko dalam berkinerja untuk mencapai misi dan visinya melalui program stratejik yang telah ditetapkan.
Fungsi Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko adalah sebagai tolak ukur dari pencapaian visi, misi, tujuan dan program Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam urusan perencanaan pembangunan agar dapat menentukan arah perkembangan dalam meningkatkan kinerja yang mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan strategis baik lokal,regional, nasional maupun global.
Rencana kerja yang disusun merupakan langkah awal untuk melaksanakan penyusunan perencanaan pembangunan yang dalam penyusunannya mengacu pada visi dan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintah yang baik tercermin dalam sistem Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
Adapun proses penyusunan Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko adalah sebagai berikut:
1. Review Renstra OPD yang merupakan review atas :
Prioritas program;
Target program;
Perkiraan pencapaian hingga tahun sedang berjalan.
2. Analisis kondisi dan masalah sektor Dinas Kesehatan;
3. Perumusan tujuan dan sasaran tahun rencana;
4. Identifikasi program kegiatan yang ditangani Dinas Kesehatan;
5. Kebutuhan program dan kegiatan Dinas Kesehatan tahun rencana;
6. Identifikasi prioritas program dan pagu indikatifDinas Kesehatan;
7. Rancangan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan yang memuat : - Kebijakan; - Program dan pagu indikatif;
- Kegiatan dan anggaran; - Jenis belanja;
- Lokasi kegiatan; - Indikator keluaran;
- Unit pelaksana;
8. Formulasi Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan yang memuat : - Kebijakan; - Program dan pagu indikatif;
- Kegiatan dan anggaran; - Jenis belanja;
- Lokasi kegiatan; - Indikator keluaran;
- Unit pelaksana;
9. Dokumen Rencana Kerja.
Gambar1
Proses Penyusunan Dokumen Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko
Penyusunan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko menjadi bagian penting dari pelaksanaan sistem perencanaan pembangunan nasional dan daerah.
Dengan demikian Renja memiliki keterkaitan dengan dokumen lainnya baik itu dokumen perencanaan tingkat nasional maupun daerah. Gambaran mengenai keterkaitan Renja dengan dokumen perencanaan lainnya dapat dijelaskan dalam bagan berikut:
Review Renstra DINKES
- Prioritas Program - Target Program - Perkiraan Capaian
hingga Tahun sedang berjalan
Perumusan Tujuan dan Sasaran
Tahun rencana Analisis Kondisi
dan Masalah Sektor Bappeda
Identifikasi Program Kegiatan yang Ditangani
Bappeda
Kebutuhan Program dan
Kegiatan DINKES
Tahun Rencana
Identifikasi Program dan Pagu
Indikatif
Rancangan Renja Bappeda - Kebijakan - Program dan
Pagu Indikatif - Kegiatan dan
Anggaran - Jenis Belanja - Lokasi Kegiatan - Indikator
Keluaran - Unit Pelaksana
Formulasi Renja DINKES - Kebijakan - Program dan
Pagu Indikatif - Kegiatan dan
Anggaran - Jenis Belanja - Lokasi Kegiatan - Indikator
Keluaran - Unit Pelaksana
Dokumen RENJA
Dinas Kesehatan
Gambar 2
Keterkaitan Renstra dengan Dokumen Lainnya menurut Alur Perencanaan Pembangunan Daerah UU 25/2004
1.2 Landasan Hukum
Adapun pelaksanaan penyusunan Rencana kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Tahun 2018 dengan memperhatikan kepada peraturan perundang- undangan yang melandasi pelaksanaan Renja, (Dasar Hukum) yakni sebagai berikut : 1. Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten
Mukomuko, Kabupaten Kaur di Propinsi Bengkulu;
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor: 104,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421)
3. Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2005 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembar Negara Nomor 4578);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan
Penetapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor: 15,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4585);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4614);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4663);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 206 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4664);
11. Peraturan PemerintahNomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4815);
13. Peraturan pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4816);
14. Peraturan PemerintahNomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah ;
15. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2011-2015;
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
17. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
18. Peraturan Menteri DalamNegeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
19. Peraturan Daerah Propinsi Bengkulu Nomor 2 Tahun 2006 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Propinsi Bengkulu;
20. Peraturan Daerah Propinsi Bengkulu Nomor 4 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Propinsi Bengkulu 2005-2025;
21. Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko Nomor 3 Tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mukomuko (Lembaran Daerah Kabupaten Mukomuko Tahun 2010 Nomor 143);
22. Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko Nomor 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Mukomuko;
23. Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko Nomor 34 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Mukomuko Tahun 2005-2025 (Peraturan Daerah dalam proses penetapan);
24. Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko Nomor 03 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupten MukomukoTahun 2010-2015 (Peraturan Daerah dalam proses penetapan);
25. Peraturan Bupati Mukomuko Nomor 04 Tahun 2011 tentang Uraian Tugas Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Mukomuko;
1.3 Maksud Dan Tujuan
1.3.1. Maksud Penyusunan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko
Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Tahun 2018 disusun dengan maksud untuk menggambarkan kondisi pembangunan yang ingin dicapai di lingkungan Dinas Kesehatan dan kondisi yang diinginkan setiap tahunnya dalam rangka mendorong pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko yang tertuang dalam Renstra Kabupaten Mukomuko Tahun 2016-2021.
Secara lebih spesifik, maksud disusun Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, antara lain:
1. Sebagai acuan bagi seluruh jajaran staf Dinas Kesehatan dalam menentukan prioritas program dan kegiatan.
2. Sebagai tolak ukur untuk mengukur dan melakukan evaluasi kinerja tahunan.
3. Memberikan gambaran tentang kondisi umum organisasi dalam kaitannya dengan
tugas pokok dan fungsi organisasi sekaligus memberikan gambaran kondisi yang
ingin dicapai dalam rangka mewujudkan visi dan misi organisasi.
1.3.2. Tujuan Penyusunan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko
Tujuan disusunnya Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Tahun 2018 adalah merumuskan dan menetapkan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan untuk jangka waktu satu tahun sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan dalam rangka membangun daerah dan sinkronisasi serta sinergitas perncanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan sebagai upaya mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang efisien, efektif dan profesional guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Renstra Kabupaten Mukomuko.
Secara spesifik tujuan disusun Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, antara lain:
1. Menciptakan keterpaduan pelaksanaan akuntabilitas kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko sebagai wujud pertanggungjawaban dalam mencapai visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko.
2. Untuk memudahkan seluruh jajaran aparatur Dinas Kesehatan dalam mencapai tujuan dengan cara menyusun program dan kegiatan secara terpadu, terarah dan terukur.
3. Untuk memudahkan seluruh jajaran aparatur Dinas Kesehatan dalam memahami dan menilai arah kebijakan dan program serta kegiatan operasional tahunan dalam rentang waktu 1 (satu) tahun.
4. Memberikan pedoman alat pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah pada rentang 1 (satu) tahun.
1.4 Sistematika Penyusunan
Sistematika penulisan Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Tahun 2018 adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Mengemukakan secara ringkas pengertian Renja Dinas Kesehatan, Fungsi Renja
Dinas Kesehatan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses
penyusunan Renja Dinas Kesehatan, keterkaitan Renja Dinas Kesehatan dengan
Dokumen Pembangunan Lainnya.
1.2 Landasan Hukum
Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan Dinas Kesehatan, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam menyusun perencanaan dan penganggaran Dinas Kesehatan.
1.3 Maksud dan Tujuan
Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja Dinas Kesehatan.
1.4 Sistematika Penulisan
Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja Dinas Kesehatan, serta susunan garis besar isi dokumen.
BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KESEHATAN TAHUN LALU
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Kesehatan Tahun Lalu dan Capaian Renstra Dinas Kesehatan
Memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja Dinas Kesehatan tahun lalu (tahun 2016) dan perkiraan tahun berjalan (tahun 2017), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja Dinas Kesehatan sudah disahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra Dinas Kesehatan berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja Dinas Kesehatan tahun-tahun sebelumnya.
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan
Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan Dinas Kesehatan berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007.
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Kesehatan
Berisikan uraian mengenai sejauhmana tingkat kinerja pelayanan Dinas
Kesehatan dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan Dinas Kesehatan,
permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan
fungsi Dinas Kesehatan, dampak terhadap pencapaian visi
danmisikepaladaerah, terhadap capaian program nasional, tantangan dan
peluang dalam meningkatkan pelayanan Dinas Kesehatan dan formulasi isu-isu
penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti
dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahunan yang direncanakan.
2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Berisikan uraian mengenai proses yang dilakukan yaitu membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan, penjelasan mengenaialasan proses tersebut dilakukan, penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting tehadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD.
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/ kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan berdasarkan hasil dari penelitian lapangan dan pengamatan musrenbang kabupaten.
BAB III : TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1 Telaah Terhadap Kebijakan Nasional
Penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan.
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Kesehatan
Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Dinas Kesehatan.
3.3 Program dan Kegiatan
Berisikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan, uraian rekapitulasi program dan kegiatan, serta penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai rancangan awal RKPD.
BAB IV : PENUTUP
4.1 Pedoman Transisi
4.2 Kaidah Pelaksanaan
4.3 Rencana Tindak Lanjut
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KESEHATAN TAHUN LALU
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Kesehatan Tahun Lalu dan Capaian Renstra Dinas Kesehatan
Proses penyusunan suatu perencanaan erat kaitannya dengan proses evaluasi, dari hasil evaluasi dapat teridentifikasi dua hal yaitu sejauh mana proses perencanaan pembangunan dilaksanakan oleh seluruh OPD dan permasalahan-permasalahan yang menghambat pelaksanaan perencanaan pembangunan tersebut. Hasil evaluasi tersebut sangat penting sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2016-2021 yang memuat indikator keberhasilan suatu proses perencanaan pembangunan untuk kurun waktu 5 (lima) tahun, dijadikan tolak ukur untuk menilai sejauh mana perencanaan pembangunan telah dilaksanakan. Renstra tersebut juga merupakan panduan Dinas Kesehatan selaku OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Dari evaluasi terhadap rencana dan pelaksanaan kegiatan tahun lalu terdapat beberapa permasalahan yang dapat di identifikasikan sebagai berikut :
1. Masih terdapat kinerja sasaran yang belum optimal walaupun rencana kerja telah dilaksanakan terutama dalam pelaksanaan kebijakan Bupati selaku kepala daerah;
2. Jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang harus ditingkatkan;
3. Masih kurang optimalnya pelayanan dasar kepada masyarakat yang dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang belum memahami prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan sebagai dasar pelayanan serta sistem yang digunakan masih belum optimal;
4. Kurangnya Pemahaman Masyarakat mengenai penerapan dan Prosedur pelaksanaan peraturan hukum (Peraturan Daerah) yang berlaku.
Adapun upaya penanganan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko untuk meminimalisir permasalahan-permasalahan sebagaimana dimaksud diatas diantaranya :
1. Meningkatkan kinerja personil, sehingga dapat melaksanakan tugas baik itu sesuai
dengan tupoksi yang ada maupun tugas lainnya dengan lebih optimal.
2. Mengadakan pelatihan bagi aparatur, guna mendukung peningkatan kinerja aparatur itu sendiri;
3. Mengadakan kegiatan sosialisasi kepada aparatur dan masyarakat mengenai peraturan dan prosedur berkaitan dengan ketentuan peraturan perundang- undangan dalam mendukung peningkatan kinerja aparatur yang lebih optimal;
Adapun evaluasi pelaksaan rencana kerja dan capaian Renstra OPD Dinas
Kesehatan Kabupaten Mukomuko sampai dengan tahun berjalan (tahun 2017) disajikan
pada tabel berikut :
Dari tabel 2.1 diatas dapat diketahui beberapa program yang sesuai dengan RPJMD namun ada juga yang kegiatan tambahan di rencana kerja tahun 2017, untuk lebih jelasnya sebagai berikut :
Program yang terdapat dalam RPJMD
1. Program Administrasi Perkantoran ( Rutin)
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur (Rutin)
3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
4. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur
5. Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan 6. Program Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan
7. Program Promosi kesehatan dan pemberdayaan Masyarakat 8. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin
9. Program Perbaikan gizi Masyarakat 10. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
11. Program Pengadaan, Peningkatan, Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas, Pustu dan Jaringannya
12. Program Kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak
Program yang tidak terdapat dalam RPJMD
1. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Kesehatan
2. Program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
3. Program pengawasan pangan dan Makanan Berbahaya
4. Program pelayanan di bidang kemasyarakatan
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan merupakan Perangkat Daerah yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai penyelenggara urusan wajib bidang kesehatan di daerah seperti yang diamanatkan pada Undang Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
Pembentukan Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Mukomuko sedangkan rincian tugas pokoknya diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko Nomor 28 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko Nomor 10 Tahun 2016 Organisasi Perangkat Daerah Dinas Kesehatan mempunyai tugas “melaksanakan urusan wajib/pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan” dengan uraian tugas pokok sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;
2. Penyelenggaraan Pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya;
3. Pembinaan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya;
4. Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis dinas dalam lingkup tugasnya;
5. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya
Maksud dari dibuatnya Rencana kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko tahun 2018 adalah untuk menentukan arah pelaksanaan pembangunan serta sebagai acuan atau pedoman dalam perencanaan kegiatan selama kurun waktu 1 (satu) tahun yang sesuai dengan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan yang telah ditetapkan oleh Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Mukomuko periode 2016-2021.
Tujuan dari Penyusunan Rencana Kerja (Renja) ini adalah mewujudkan visi dan misi Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Mukomuko kedalam rencana kegiatan pembangunan dan sebagai dasar untuk melaksanakan program dan kegiatan oleh OPD.
Berdasarkan Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah, terdapat 9 program yang perlu mendapat alokasi anggaran terkait
dengan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kesehatan. Dalam 3 tahun terakhir , Pemerintah
Kabupaten Mukomuko menyediakan anggaran pembangunan Kesehatan sesuai
dengan peraturan tersebut.
Untuk melakukan penilaian terhadap hasil evaluasi Rencana Kerja ditetapkan kaidah penilaian sebagai berikut :
No Uraian Evaluasi Kategori Nilai
1 Apabila suatu program/kegiatan memenuhi/ melampaui target kinerja yang ditetapkan
Berhasil
2 Apabila suatu program/kegiatan meningkat dari tahun sebelumnya namun belum mencapai target kinerja yang ditetapkan
Berhasil Namun Perlu Ditingkatkan 3 Apabila suatu program/kegiatan tidak memenuhi target
kinerja yang ditetapkan dan menurun dari tahun sebelumnya
Kurang Berhasil
Jenis indikator yang dikaji sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan di tampilkan dalam tabel terlampir. Tabel 2.2 berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan Dinas Kesehatan berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM yang mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 828/MENKES/SK/IX/2008.
TABEL 2.2
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR : 828/MENKES/SK/IX/2008
STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN
PENCAPAIAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN KABUPATEN MUKOMUKO BERDASARKAN JENIS PELAYANAN DAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TAHUN 2016
NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR TARGET
2016
PECAPAI AN (%)
TARGET 2017
I PELAYANAN KESEHATAN DASAR
1 Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 95 84.96 95 2 Cakupan komplikasi kebidanan
yang ditangani
80 48.53 95
3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompentensi kebidanan
80 81.82 90
4 Cakupan pelayanan nifas 90 72.61 90
5 Cakupan Neonatus dengan komplikasi yang ditangani
80 34.19 100
6 Cakupan kunjungan bayi 90 87 90 7 Cakupan desa/kelurahan
Universal Child Immunization 86 86 88
8 Cakupan pelayanan anak balita 80 73.68 85 9 Cakupan pemberian makanan
pendamping ASI pada usia 6-24 bulan
100 69.63 100
10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
100 100 100
11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat
100 91.09 100
12 cakupan peserta KB aktif 75 74.15 67.5
13 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit a. AFP Rate per 100.000 penduduk
< 15 tahun
1 0 1
b. Penemuan penderita pneumonia balita
70 34.19 70
c. Penemuan pasien baru TB BTA positif
75 38.9 75
d. Penderita DBD yang ditangani 80 93 120
e. Penemuan penderita diare 100 100 100
14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin
100 100 95
II PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN
15 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin
0 0 95
16 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/Kota
100 100 95
III PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI DAN
PENANGGULAN GAN KEJADIAN LUAR BIASA/KLB
17 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam
100 0 100
IV PROMOSI KESEHATAN DAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
18 Cakupan Desa Siaga Aktif 100 100 100
2.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas Dan Fungsi OPD
Permasalahan Kesehatan masih banyaknya yang belum sepenuhnya terselesaikan baik berdasarkan target SPM bahkan SDGs, sejalan dengan dinamika Kesehatan yang semakin kompleks. Untuk itu, maka penanganan masalah Kesehatan melalui pembangunan Kesehatan perlu terus dilanjutkan secara berkesinambungan dan ditingkatkan agar apa yang telah dicapai dapat terus ditingkatkan dan jangkauan pelayanan dapat diperluas.
Memperhatikan hal tersebut di atas, dan melihat kenyataan yang ada khususnya terkait dengankondisi penyelenggaraan pembangunan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan sampai sekarang ini, secara umum masih sangat jauh dari ideal. Hal tersebut tidak saja karena terbatasnya sumber daya manusia (SDM) Kesehatan, dana, sarana dan prasarana, faktor keluarga, masyarakat serta nilai- nilai sosial yang beragam dan terbatasnya ketersedian legal formal turut memberi pengaruh terhadap capaian kinerja pelayanan Kesehatan.
Tingkat kinerja pelayanan OPD dan hal kritis terkait dengan pelayanan OPD
Tingkat kinerja pelayanan Dinas Kesehatan terhadap indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang belum mencapai target yang ditetapkan. Hal ini terkait dengan permasalahan klasik yang dihadapi oleh OPD yakni kerbatasan kemampuan sumber daya baik kualitas dan kuantitas SDM, sarana dan prasarana serta pembiayaan.
Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi OPD Ada sejumlah permasalahan mendasar yang dihadapi antara lain:
Keterbatasan kemampuan sumber daya dalam manajemen program/kegiatan, baik dalam hal pelaksanaan program/kegiatan maupun pencatatan/pelaporan.
Masih kurangnya koordinasi dengan lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat.
Tingkat partisipasi dan pengetahuan masyarakat masih rendah.
Secara umum, ratio tenaga kesehatan per profesi masih belum memenuhi standar yang diisyaratkan ( tenaga kesehatan masih kurang).
Pembiayaan kesehatan yang diamanatkan UU No. 36/ 2009 tentang kesehatan
yaitu minimal 10% dari APBD diluar gaji belum terpenuhi dan lebih banyak
diarahkan pada biaya kuratif, yang seharusnya 2/3 dialokasikan untuk biaya
promotif dan preventif.
Belum optimalnya UKBM di desa.
Dampak terhadap pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah, capaian program nasional/internasional.
Lambatnya pencapaian target kinerja karena program dan kegiatan yang diharapkan dapat dilaksanakan tidak didukung dengan alokasi anggaran yang memadai.
Permasalahan Kesehatan akan lebih sulit dituntaskan terkait dengan political concern, dimana masalah kesehatan belum sepenuhnya menjadi focus utama pembangunan di daerah.
Sulitnya memberdayakan masyarakat dengan berbagai karakteristik yang berbeda-beda.
Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan OPD
Tantangan yang dihadapi oleh OPD dalam pengembangan pelayanan kesejahteraan Kesehatan di Kabupaten Mukomuko antara lain :
Tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan sektor kesehatan masih rendah terutama dalam pemanfaatan posyandu dan masih terbatas pada pemahaman pelayanan posyandu hanya untuk penimbangan bayi dan imunisasi;
Rasio tenaga kesehatan berdasarkan profesi (dokter, perawat, bidan sanitarian, nutrisionis dll) belum memenuhi standar;
Alokasi pembiayaan kesehatan masih berkisar antara 4% s/d 6 % dari APBD sudah termasuk gaji dan sebagian besar diarahkan untuk biaya kuratif dari pada promotif dan pereventif (amanat UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan minimal 10% tidak termasuk gaji);
Wilayah Kabupaten Mukomuko merupakan wilayah rawan bencana terutama rawan banjir dengan sebaran lebih dari 50% dari jumlah kecamatan;
Kabupaten Mukomuko termasuk daerah bermasalah kesehatan;
Belum optimalnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan masalah
Kesehatan.
Adapun peluang dalam mengembangkan pelayanan Kesehatan adalah :
Adanya komitmen yang kuat Bupati Mukomuko terhadap peningkatan Kesehatan masyarakat yang tertuang dalam visi Kabupaten Mukomuko“Terwujudnya Masyarakat yang Religius, Mandiri dan Demokratis“
Pemberlakuan otonomi secara penuh kepada daerah.
Adanya Peraturan Daerah nomor 1 Tahun 2012 tentang retribusi pelayanan umum di bidang perdagangan, perhubungan dan kesehatan, dimana dengan berlakunya retribusi pelayanan kesehatan dasar di puskemas (kecuali kelaurga miskin), akan mendorong masyarakat untuk senantiasa memelihara dan menjaga kesehatannya;
Setiap tahun adanya rekruitmen tenaga kesehatan dalam rangka pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan
Formulasi isu-isu penting untuk rekomendasi dan catatan strategis tindak lanjut dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.
Dari beberapa isu strategis kesehatan yakni : angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi, gizi buruk, daerah bermasalah kesehatan, dan beberapa indikator SDG’s yang ingin dicapai belum sepenuhnya dapat terwujud, karena berdasarkan hasil evaluasi selama pelaksanaan program/kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, terdapat beberapa permasalahan dan hambatan yang menyebabkan belum optimalnya pencapaian sasaran program secara keseluruhan, yaitu:
Belum optimalnya Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) sehingga menyebabkan rendahnya partisifasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan;
Terbatasnya alokasi anggaran yang memadai untuk intervensi dan penyelenggaraan program / kegiatan yang terkait langsung dengan pencapaian Kabupaten Mukomuko Sehat, SPM dan indikator SDG’s setiap tahun secara proporsional;
Kabupaten Mukomuko merupakan daerah bermasalah kesehatan sehingga butuh partisifasi aktif dari semua untuk mengatasinya;
Perbaikan sistem informasi dalam rangka keakuratan data base kesehatan dalam
mendukung sistem perencanaan yang tepat sasaran;
Wilayah Kabupaten Mukomuko sebagian besar merupakan daerah rawan bencana khususnya bencana banjir sehingga sering menimbulkan berbagai penyakit menular.
Dari penjelasan diatas, maka dapat diperoleh beberapa isu yang strategis yang menjadi catatan dalam penyusunan program dan kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko tahun 2018 diantaranya :
1. Masih kurangnya kuantitas dan kualitas SDM di sektor Kesehatan;
2. Rasio tenaga kesehatan berdasarkan profesi (dokter, perawat, bidan sanitarian, nutrisionis, apoteker , labor dll) belum memenuhi standar;
3. Masih kurangnya sarana dan prasarana Kesehatan guna memudahkan pelayanan 4. Alokasi Pembiayaan di sektor Kesehatan belum menjadi prioritas;
5. Perubahan status puskesmas menjadi puskesmas BLUD dalam rangka meningkatkan pelayanan program BPJS;
6. Perubahan posisi jabatan kepala puskesmas menjadi Eselonering
2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Pada rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2018, program dan kegiatan untuk intervensi pembangunan Kesehatan ditentukan berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.
Pada satu sisi, ini memudahkan menyusun rancangan program yang akan dilaksanakan oleh OPD, karena telah disesuaikan dengan Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA). Pada sisi lain pembuat rancangan program kesulitan untuk mengembangkan program-program baru sesuai dengan permasalahan local specific yang terjadi.
Dalam hal mengalokasikan anggaran untuk suatu program / kegiatan, pada
penyusunan RKPD, dibuat tren naik dengan kisaran 10 % dari anggaran tahun
sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pembagian porsi anggaran DAU
setiap OPD dengan tanpa melakukan analisis kebutuhan dan permasalahan daerah
yang sesungguhnya.
Dalam Dokumen Rencana Kerja memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai
berikut indikator kinerja sasaran, dan rencana capaiannya yang merupakan
representasi tugas pokok dan fungsi Badan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko. Di
samping itu dokumen rencana kinerja juga memuat informasi tentang program,
kegiatan, serta kelompok indikator kinerja dan rencana capaiannya. Melalui dokumen
kinerja ini akan diketahui keterkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan
oleh Dinas kesehatan.
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Dalam rangkapenyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Mukomuko, RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
RPJMD merupakan pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis setiap Organisasi Perangkat Daerah (Renstra OPD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahun.
Dalam penyusunannya, RPJMD dilakukan secara komprehensif, terpadu dan menyeluruh, serta mengedepankan keterlibatan masyarakat secara partisipatif dengan mempertimbangkan dan menampung aspirasi berbagai pemangku kepentingan. Penyusunan RPJMD Kabupaten Mukomuko Tahun 2016-2021 telah disusun melalui proses pendekatan perencanaan pembangunan yaitu politik, teknokratik, partisipatif dan perencanaan yang disusun berdasarkan masukan- masukan dari atas - bawah serta bawah-atas (topdown - bottom up).
Dalam kaidah perencanaan pembangunan, penyusunan perencanaan tidak saja didasarkan pada mekanisme top down, akan tetapi juga melalui mekanisme buttom up.
Proses perencanaan melalui mekanisme buttom up dilaksanakan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (MUSRENBANG) pada tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi sampai pada tingkat nasional. Mekanisme ini didasarkan pada undang-undang perencanaan pembangunan yang ada.
Proses perencanaan pembangunan kesejahteraan Kesehatan merupakan bagian integral dari proses perencanaan pembangunan daerah, yang disusun berdasarkan mekanisme bottum up melalui musrenbang tingkat desa, musrenbang tingkat kecamatan, forum OPD serta musrenbang tingkat kabupaten dan provinsi juga musrenbang tingkat nasional.
Dalam musrenbang tingkat desa pemangku-pemangku kepentingan seperti
LMD, Tokoh masyarakat, agama, pemuda secara aktif memberikan masukan serta
usulan kebutuhan program/kegiatan untuk pembangunan kesejahtaraan Kesehatan
masyarakat desa. Demikian juga ditingkat kecamatan, kabupaten serta provinsi. Karena
dalam pelaksanaan musrenbang di Mukomuko selalu menghadirkan pemangku-
pemangku kepentingan yang ada.
Dari pelaksanaan musrenbang (baik di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten
diperoleh daftar usulan program/kegiatan di sektor Kesehatan sebagaimana tabel
berikut ini :
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1 Telaah Terhadap Kebijakan Nasional
Menurut SK Menkes RI No. 004/Menkes/SK/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan langkah Kunci 20 yaitu Fasilitasi Penataan Sistem Kesehatan Daerah dan Manajemen Kesehatan. Disebutkan bahwa Sistem Kesehatan Daerah perlu disusun oleh daerah dengan memperhatikan Sistem Kesehatan Nasional, Renstra dan Visi Daerah serta merujuk kepada kebijakan-kebijakan baik pembangunan kesehatan daerah maupun kebijakan nasional seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2016-2021.
Tabel 3.1
Identifikasi Kebijakan Nasional Propinsi Bengkulu
No Kebijakan Nasional/ Propinsi Sumber Keterangan
1 2 3 4
I Nasional
1 Bidang Sosal, Budaya dan
Kehidupan Beragama RKP Nasional a. Peningkatan akses dan kualitas
pelayanan kesehatan ibu, bayi
dan anak; RKP Nasional
Program
keselamatan ibu melahirkan dan anak
2
Arah Kebijakan bidang- bidang pembangunan
pengarusutamaan dan lintas bidang
RKP Nasional
a. Peningkatan status kesehatan
dan gizi, ibu, bayi dan balita; RKP Nasional Program perbaikan gizi Masyarakat II. Provinsi
1 Sumber daya manusia (agama, pendidikan, kesehatan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana)
RKPD Provinsi Bengkulu
1. Program obat dan
perbekalan kesehatan; RKPD Provinsi Bengkulu
Program
pengadaan obat dan perbekalan kesehatan 2. Program Pengadaan dan
peningkatan Sarana dan prasarana Puskesmas/
RKPD Provinsi Bengkulu
Program pengadaan
,perbaikan sarana
No Kebijakan Nasional/ Propinsi Sumber Keterangan
1 2 3 4
puskesmas pembantu; dan prasarana
puskesmas, pustu dan jaringannya 3. Program perbaikan gizi
masyarakat; RKPD Provinsi
Bengkulu Program perbaikan gizi masyarakat;
4. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit
penular; RKPD Provinsi
Bengkulu
Program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan 5. Program pengembangan
lingkungan sehat;
RKPD Provinsi Bengkulu
Program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan 6. Program Upaya Kesehatan
Masyarakat; RKPD Provinsi
Bengkulu
Program Upaya Kesehatan Masyarakat 7. Progaram promosi kesehatan
dan pemberdayaan masyarakat;
RKPD Provinsi Bengkulu
Program promosi dan PSM
8. Program Peningkatan
Penyuluhan Penanggulangan
Narkoba da HIV/AIDS; RKPD Provinsi Bengkulu
Program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
2 Pemerintahan, hukum dan
ketertiban umum RKPD Provinsi Bengkulu 1. Program peningkatan
kapasitas sumber daya aparatur;
RKPD Provinsi
Bengkulu Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 2. Program Peningkatan Sarana
dan Prasarana Aparatur; RKPD Provinsi
Bengkulu Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur(Rutin)
Sistem Kesehatan Daerah (SKD) adalah suatu tatanan yang menghimpun
berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara teadu
dan saling mendukung, guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya. Adapun kegiatannya meliputi a) Sosialisasi Sistem Kesehatan Nasional, b)
Menata kembali sub-sistem upaya kesehatan Daerah, c) Menata kembali sub-sistem
pembiayaan kesehatan Daerah, d) Menata kembali sub-sistem sumber daya kesehatan
Daerah, e) Menata kembali sub-sistem pemberdayaan kesehatan masyarakat,
f) Menata kembali sub-sistem manajemen kesehatan Daerah termasuk analisa kebijakan dan penelitian pengembangan.
Untuk menyusun SKD diperlukan perhatian yang seksama tentang komitment dilaksanakannya Standar Pelayanan Minimal dibidang Kesehatan dan komitment global dalam pembangunan kesehatan, seperti pencapaian Sustainable Development Goal (SDGs), Macro-economic and Health, Sustainable Development, Poverty Reduction Strategic Paper, dan A World Fit for Children.
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Kesehatan
Penetapan tujuan dan sasaran didasarkan pada identifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan (Critical Success Factor) yang ditetapkan setelah penetapan visi dan misi.
Penetapan tujuan akan mengarah kepada perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan visi dan misi. Sedangkan sasaran menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan terfokus yang bersifat spesifik, terinci, terukur dan dapat dicapai.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga teknis daerah yang melaksanakan pelayanan kesehatan dan membantu Bupati Mukomuko dalam menyusun dan merumuskan kebijakan teknis di bidang kesehatan dituntut untuk menghasilkan terobosan-terobosan dan inovasi terutama dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Program merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan teadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan oleh satu dan beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat guna mencapai sasaran tertentu.
Apabila dikaitkan dengan pencapian Visi dan Misi kabupaten Mukomuko, pada dasarnya kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko adalah pelayanan Kesehatan yang bermutu, berkualitas dan dapat dijangkau oleh masyarakat.
Sejalan dengan Visi Kabupaten Mukomuko tahun 2016 – 2021 yaitu
“Terwujudnya Masyarakat yang Religius, Mandiri dan DemokratisTahun 2021”, maka Tujuan dan sasaran yang dirancang Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko adalah sebagai berikut :
Tujuan pembangunan bidang Kesehatan yang ingin dicapai Dinas Kesehatan adalah:
1. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan melalui
pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas /
Puskesmas Pembantu dan Jaringannya;
2. Meningkatkan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang cukup di setiap puskesmas dan jaringannya;
3. Meningkatkan pelayanan administrasi perkantoran.
4. Mewujudkan Kabupaten Sehat;
5. Mewujudkan masyarakat yang beerilaku hidup bersih dan sehat;
6. Mewujudkan keluarga sadar gizi;
7. Meningkatkan pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya;
8. Menjamin peredaran obat, bahan farmasi, makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan;
9. Meningkatkan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular;
10. Meningkatkan pelayanan kesehatan anak balita;
11. Meningkatkan keselamatan ibu melahirkan dan anak.
Sasaran yang ingin dicapai adalah :
1. Meningkatnya sarana dan prasarana kesehatan baik dari segi kualitas dan kuantitas demi terciptanya pemerataan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat;
2. Tersedianya obat dan perbekalan kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya
3. Terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran;
4. Meningkatnya kemandirian di bidang kesehatan;
5. Terselenggaranya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat;
6. Menurunnya angka kesakitan dan kasus gizi buruk;
7. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya;
8. Terselenggaranya pengawasan peredaran obat, bahan berbahaya, serta makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan;
9. Terselenggaranya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular 10. Menurunnya angka kematian ibu, bayi dan balita.
3.3 Program dan Kegiatan
3.3.1 Pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah
Sebagaimana visi kepala daerah (2016-2021) yaitu Kabupaten Mukomuko
“Terwujudnya Masyarakat yang Religius, Mandiri dan Demokratis Tahun 2021”dengan
misi : 1) Membina dan Mengembangkan Kehidupan Beragama, 2) Optimalisasi SDM
dan SDA Yang Bertumpu Pada Kekuatan Daya Inovasi Masyarakat Serta Daerah; 3) Pembinaan Pemuda dan Olahraga; 4) Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan; 5) Memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Untuk Kepentingan Pembangunan; 6) Meningkatkan dan Mengembangkan Infrastruktur Serta Fasilitas Umum; 7) Memanfaatkan Sumber Daya Alam Secara Optimal Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat DenganTetap Menjaga Kelestarian Lingkungan; 8) Meningkatkan Tata Kelola Pemerintah Yang Baik, Transparan dan Akuntabel, Guna Memberikan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat, 9) Melibatkan Partisipasi Aktif Masyarakat Dalam Menentukan Kebijakan.
Kabupaten Mukomuko terus melaksanakan pembangunan dengan mengelola lingkungan internal dan eksternal secara profesional, efektif, dan efisien menuju perubahan kearah yang lebih baik. Hal ini didasari oleh perubahan lingkungan strategis yang cepat, kompetisi dan semakin meningkatnya keinginan serta kebutuhan masyarakat. Sesuai dengan paradigma baru otonomi daerah dan peningkatan tuntutan dari penyelenggaraan Pemerintah yang menghendaki pemerintah yang bersih (Clean Government) dan Pemerintahan yang baik (Good Governance). Sejalan dengan hal tersebut maka visi Kabupaten Mukomuko untuk lima tahun ke depan adalah “ Terwujudnya Masyarakat yang Religius, Mandiri dan Demokratis Tahun 2021”.
Terdapat beberapa permasalahan maupun tantangan dalam mewujudkan hal ini, antara lain masih tingginya angka kematian ibu, cakupan aspek sanitasi yang masih rendah serta pengetahuan dan partisipasi masyarakat yang masih rendah pula.
Pelayanan kesehatan sebagai salah satu Pilar utama pembangunan dalam rangka peningkatan status derajat kesehatan sebagai tujuan pembangunan kesehatan.
Pencapaian SDGs
Pembangunan Kesehatan pada hakekatnya untuk mencapai indeks Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada Goals 1, 4, 5, 6 dan 7 yaitu :
SDGs 2 : Upaya mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi serta mendorong pertanian yang berkelanjutan SDGs 3 : Upaya menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan
bagi semua orang di segala usia
SDGs 5 : Upaya menjamin keseteraan gender serta memberdayakan seluruh wanita dan perempuan
SDGs 6 : Upaya menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang
berkelanjutan bagi semua orang
3.3.2 Rekapitulasi Program dan Kegiatan
Jumlah Program yang diusulkan dalam Renja 2018 sebanyak 26 Program, untuk lebih jelasnya disajikan sebagai berikut :
1. Program Pengawasan Obat dan Makanan 2. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 3. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 4. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
5. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 6. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
7. Program Pengembangan Lingkungan Sehat
8. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 9. Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM)
10. Program Pembinaan para Penyandang Cacat dan Trauma
11. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas, Pustu dan Jaringannya
12. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak 13. Program Peningkatan Kesehatan Anak Balita
14. Program Pembinaan Kesehatan Remaja
15. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia 16. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
17. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 18. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin
19. Program Pelayanan di Bidang Kem,l asyarakatan
20. Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan (SDMK) 21. Program Pengembangan Data / Informasi
22. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
23. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 24. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 25. Program Perencanaan Pembangunan Daerah
26. Program Peningkatan Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan
keuangan
BAB IV
PENUTUP
4.1. Pedoman Transisi
Bupati Mukomuko yang sedang memimpin pada tahun terakhir pemerintahannya wajib menyusun Rencana Kerja pemerintah Daerah (RKPD) kabupaten Mukomuko untuk tahun pertama periode pemerintahan Bupati Mukomuko berikutnya, dengan mengacu kepada RPJMD ini. Hal ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mengisi kekosongan RKPD setelah RPJMD berakhir.
Pedoman transisi dimaksud antara lain bertujuan menyelesaikan masalah- masalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan akhir periode RPJMD dan masalah – masalah pembangunan yang akan diha dapi dalam tahun pertama masa pemerintahan baru.Selanjutnya RKPD masa transisi merupakan tahun pertama dan bagian yang tidak terpisahkandari RPJMD dari kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih hasil pemilukada pada periode berikutnya.
Rencana Kerja (Renja) menjadi sangat penting artinya dalam mengaplikasikan berbagai persoalan-persoalan terkait dengan perencanaan pembangunan daerah sebagai wujud nyata dari tanggung jawab pemerintah dalam mengadopsi berbagai kebutuhan masyarakat yang mengedapankan perencanaan pembangunan yang berbasis pada masyarakat, Community Base Development (CBD) dengan keterlibatan lebih banyak para pelaku-pelaku (stakeholders) dalam menciptakan Good Gavernance sesuai dengan tuntutan paradigma baru, yang pada gilirannya akan mampu menciptakan kebijaksanaan yang dampaknya merembes kebawah (trickle down effect) sehingga keperpihakan pada masyarakat kecil benar-benar dikedepankan.
Output Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko adalah program
tahunan Dinas Kesehatan yang sesuai dengan Tupoksi dan sasaran program Dinas
Kesehatan Kabupaten Mukomuko. Rencana Kerja (RENJA) ini selain menjadi
pelaksanaan kegiatan selama Tahun 2018 berfungsi pula sebagai sarana peningkatan
kinerja Dinas Kesehatan.
Disamping itu juga dapat memberikan umpan balik yang sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan rencana di masa mendatang oleh para pimpinan manajemen dan seluruh staf Dinas Kesehatan sehingga akan diperoleh peningkatan kinerja ke arah yang lebih baik dimasa datang.
4.2. Kaidah Pelaksanaan
Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko tahun 2018 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program yang tertuang dalam Renstra OPD, sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan Kesehatan selama 1 (satu) tahun.
1. Pemerintah bersama masyarakat, termasuk dunia usaha (swasta) berkewajiban untuk melaksanakan, mendukung program pembangunan Kesehatan.
2. Adanya interkoneksitas instansi terkait dalam penyelenggaraan program dan kegiatan agar terjaga efisiensi, keterpaduan dan keberlangsungan program.
3. Adanya konsistensi dan Komitmen yang kuat dari seluruh aparatur (terutama) dari instansi Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tugas.
4. Instansi terkait berkewajiban mendukung secara proaktif terhadap pembangunan Kesehatan.
5. Selalu melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor terkait.
6. Melakukan konsultasi dan konsulidasi dengan pemerintah Provinsi (Dinas Kesehatan) dan Pemerintah Pusat (Kementrian Kesehatan RI).
7. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan, terhadap penggunaan anggaran, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan program.
4.3. Rencana Tindak Lanjut
1. Menyusun jadwal pelaksanaan, memperkirakan penggunaan anggaran tiap triwulan serta penggunaan sarana, prasarana dan tenaga yang akan melaksanakan rencana kerja.
2. Mempersiapkan format-format laporan pelaksanaan yang didasarkan pada target pencapaian Renstra dan target pencapaian SPM dan SDGs
3. Menyusun rencana monitoring dan evaluasi.
4. Melakukan Kesehatanisasi internal (lingkup aparat Dinas Kesehatan) tentang rencana kinerja 2018 yang akan dilaksanakan.
5. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam pembangunan kesejahteraan Kesehatan.
Mukomuko, Juli 2017 Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Mukomuko
JUN HARTO, SKM Pembina/IV.a
NIP. 19680620 198901 1 003
OPD : DINAS KESEHATAN
Realisasi Tingkat Realisasi (%)
Prakiraan Capaian
Target
Prakiraan Realisasi (%)
1 2 3 7 8 = 7/6*100 9 10 = 5+7+9 11 =10/4*100 15
1 02 1 15 Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Terlaksananya pemenuhan kebutuhan obat-obatan
Pengadaan Obat dan perbekalan Kesehatan (DAK) Tersedianya obat dan perbekalan kesehatan (DAK) 5 paket 1 paket 1 paket 100% 100% 2 40%
Jumlah Pelaksanaan Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1 Kali 100% 100% 1 Kali 2
Pemusnahan Obat Expired Date Terlaksanya Peningkatan Manajemen Pelayanan Obat Gudang Farmasi 3 Keg 1 Keg 1 Keg 100% 100% 1 Keg 3 100%
Pendistribusian Obat Ke Puskesmas 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Pengadaan Obat dan Pembekalan Kesehatan (Non Generik) 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Pengelolaan Obat Elektronik Gudang Farmasi (Penerapan E-Barcode.
(SILPA DAK) 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Pengadaan Insenerator (SILPA DAK) 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Peningkatan Kinerja Sistem e-bar code Jumlah Maintenance Sistem e-barcode 1 Kali 1
Distribusi Obat dan E-Logistik BOK (DAK Non Fisik) Jumlah pendistribusian dan e-Logistik obat ke puskesmas 12 Kali 12
1 02 1 16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat Terlaksananya upaya pemeliharaan Kesehatan dan peningkatan
kesehatan di masyarakat
Pelatihan Kegawat Daruratan Medik 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Kegiatan Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Pelaksanaan Program Usia Lanjut 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Pelatihan Manajemen Bencana 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Diagnosa Cepat Kesehatan Jiwa 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Pemeriksaan Kesehatan gigi dan Mulut Anak Sekolah Jumlah Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Sekolah 3 keg 1 keg 1 keg 100% 100% 1 keg 3 100%
Pelayanan Kesehatan Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan
(DTPK) Jumlah pelaksanaan pelayanan DTPK 1 keg 1 keg 24 Kali 100% 4% 24 Kali 26 2600%
Pelatihan Manajemen Bencana Jumlah Pelaksanaan Pelatihan Manajemen Bencana Bagi Tenaga Kesehatan 3 keg 1 keg 1 Kali 100% 100% 1 Kali 3 100%
Pemilihan Tenaga Medis dan Paramedis Serta Sarana Kesehatan Teladan
Jumlah Penyelenggaraan Pemilihan Tenaga Medis, Paramedis dan Sarana
Kesehatan Teladan 3 keg 1 keg 1 Kali 100% 100% 1 Kali 3 100%
Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program /
Kegiatan Indikator Kinerja Program (Outcome)/Kegiatan (output)
Target Kinerja Target Program /Kegiatan Tahun
2017
Realisasi
1 4
Target Capaian Kinerja Renstra Sampai Dengan
2015
Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran kegiatan
Tahun 2015
URUSAN WAJIB PELAYANAN DASAR
Tabel 2.1
REKAPITULASI HASIL EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KESEHATAN SAMPAI DENGAN TAHUN 2016
Keterangan
5
Target 6
Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2016
Perkiraan Realisasi Capaian Target Program/Kegiatan Renstra No SKPD