• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Interior Gereja Katolik ST. Gabriel Bandung dengan Tema Taman Getsemani.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Interior Gereja Katolik ST. Gabriel Bandung dengan Tema Taman Getsemani."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAKSI

Gereja adalah salah satu objek arsitektur rumah ibadah yang memiliki banyak makna, tidak

hanya makna pragmatic atau fungsional, namun mengandung makna-makna keagamaan, yang di

ciptakan peradaban manusia pada jaman dulu, makna-makna itu tertuang di dalam arsitektur

maupun interior dari bangunan gereja itu sendiri.

Gereja katolik S.T Gabriel dengan tema Taman Getsemani dan dengan konsep alami, dalam

dperancangan interiornya berusaha untuk menerapkan gaya alami dan alur cerita Taman

getsemani di dalam gereja serta pemaknaan yang sesuai dengan liturgy gereja Katolik.

Elemen-elemen yang menimbulkan kesan dan suasana alami di letakan pada layout, peletakan furniture,

pola lantai, dinding, ceiling hingga elemen-elemen estetis yang ada di dalamnya sehingga

(2)

ABSTRACT

The Church is one of the architectural objects of worship which has many meanings, not only the

meaning of pragmatic or functional, but it contains religious meanings, created human

civilization in earlier times, the meanings conveyed in the architecture and interior of the church

building it self.

ST Gabriel Catholic Church with the theme Garden of Gethsemane theme and the concept of

natural, deep in the interior design seeks to apply natural style and storyline in the Garden of

Gethsemane and the Church of meaning in accordance with the liturgy of the Catholic Church.

The elements that give the impression and put a natural atmosphere in the layout, placement of

furniture, the pattern of the floor, wall, ceiling to aesthetic elements in it so the interior design of

(3)

DAFTAR ISI

1.5 Batasan Perancangan ………... 4

1.6 Manfaat perancangan ……… 5

1.7 Sistematika Penulisan ………... 5

BAB II Literatur Gereja ... ……… 5

2.1 Definisi dan pengertian ……… 29

2.2 Sejarah perkembangan Gereja ………... 29

2.3Dasar Gereja Katolik ……… 10

2.1.1 Gereja Katolik Satu ……… 10

2.1.2 Gereja Katolik Kudus ……… 10

2.1.3 Gereja Katolik yang Katolik ……… 10

(4)

2.4 Ruangan Liturgi dalam Gereja ……… 11

2.5 Sejarah Kongregasi Hati Kudus Yesus Dan Maria ……… 14

2.6 St. Gabriel ……… 14

2.7 Sejarah Berdirinya Gedung Gandarusa ……… 15

2.8 Nama-Nama Kategorial Di Gereja St. Gabriel ……… 17

2.9 Ergonomi ……… 20

3.3.2 Flow Activity User……….. 37

(5)

3.5 Tabel Kebutuhan Ruang……… 38

3.6 Zoning Blocking……… 40

3.7 Studi Banding……… 43

BAB IV Perancangan Gereja Katolik ST.Gabriel Di Bandung……….. 48

4.1 Perancangan Umum……… 48

4.2 Kriteria Dan Batasan Desain……… 50

4.3 Konsep Perancangan……… 51

4.3.1 Proses Desain……… 51

BAB V Kesimpulan Dan Saran……… 65

5.1 Kesimpulan……… 65

5.2 Saran……… 66

(6)

DAFTAR GAMBAR

BAB II

2.1 Bejana Babtis……… 12

2.2 Panti Imam……….. 12

2.3 Panti Umat……… 13

2.4 Ruang Pengakuan Dosa……… 13

2.5 Lambang Ordo SS.CC………. 14

2.7 Stuktur Organisasi Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Gabriel Periode 2013-2014………. 19

BAB III 3.1 Gereja Argony………. 23

3.2 Gereja Santa Maria Magdalena……… 23

3.3 Jesus In The Garden Of Gethsemane……….. 24

3.4 Mind Maping……….. 25

3.5 Vanna Venturi House………. 26

3.6 Bentuk Geometri……… 26

3.7 Tanaman Di Taman Getsemani……….. 27

3.8 Kayu……… 28

3.9 Batu Alam……….. 28

3.10 Bukaan Langit-langit……… 29

(7)

3.12 Ruang Panti Umat……… 32

3.13 Ruang Panti Umat……… 32

3.14 Langit-langit Panti Umat………. 33

3.15 Pintu Masuk Gereja………. 33

3.16 Sumber Penghawaan Buatan……… 33

3.17 Sumber Penghawaan Alami………. 34

3.18 Ruang Panti Iman………. 34

3.19 Ruang Doa……… 35

3.20 Ruang Ganti……….. 35

3.21 Ruang Jalur Keluar Petugas Gereja……….. 36

3.22 Toilet Petugas Gereja………. 36

3.23 Area Luar Gereja……… 36

3.31 Fasat Depan Gedung Gereja Bunda Tujuh Kedukaan……… 43

(8)

3.33 Panti Umat……… 44

3.40 Ruang Panti Umat Tambahan………. 47

(9)

4.13 Cahaya Yang Menyinari Tuhan Yesus………. 61

4.14 Bangku Umat……… 62

4.15 Prespektif Gereja……….. 62

4.16 Gsg Lantai 1……….. 63

(10)

DAFTAR TABEL

BAB II

2.1 Diagram Perkembangan Arsitektur Gereja……… 9

2.2 Tabel Jadwal Unit Kegiatan……… 18

BAB III

3.1 Tabel Kebutuhan Ruang………. 40

BAB IV

(11)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Kata Agama berasal dari bahasa sansekerta agama yang berarti “tradisi”. Istilah lain yang

memiliki makna identik dengan agama adalah religi yang berasal dari bahasa latin religio

dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Mengikat di sini

maksudnya adalah dengan ber-religi maka seseorang akan mengikat dirinya kepada Tuhan.

Selain itu ada juga pengertian agama menurut para ahli yaitu:

1. Menurut Durkheim defenisi Agama adalah merupakan sistem yang terpadu atau

kenyakinan dan praktek yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan

menyatukan semua penganutnya dalam suatu komunitas moral yang dinamakan

(12)

2. Menurut Prof. Dr.M Drikarya defenisi agama adalah kenyakinan adanya suatu

kekuatan supranatural yang mengatur dan menciptakan alam dan isinya.

3. Menurut . Moenawan Chalil definisi Agama adalah perlibatan yang merupakan

tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan supranatural tersebut

sebagai konsekuensiatas pengakuanya.

4. Menurut Jappy Pellokild definisi agama adalah percaya adanya Tuhan Yang

Maha Esa dan hukuman –hukumanya.

Jadi agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan pribadatan

kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan

manusia dan manusia serta lingkungannnya.

Menurut Indonesia memiliki 6 agama yang sekarang di akui tertulis pada UUD 1945 dan

peraturan nomor 1/PNPS/1965, yang terdiri dari Agama Islam dengan jumlah pemeluknya

yang mencapai 87,18% dari total populasi penduduk Indonesia. Disusul Protestan sebanyak

6,96% lalu Katolik sebanyak 2.9%, Hindu sebanyak 1,69%, Buddha sebanyak0,72%, dan

Kong Hucu sebanyak 0,05%, agama lainya sebanyak 0,13% serta 0,38% tidak diketahui.

Data ini adalah berdasarkan kepada hasil sensus tahun 2010. Di tahun 2013 ini data tersebut

bisa saja sudah mengalami sedikit perubahan.

Dalam kehidupan masyarakat Kristiani khususnya penganut agama Katolik, gereja

merupakan tempat penting untuk melakukan upacara keagamaan bagi umat Katolik. Setiap

gereja Katolik memiliki ajaran dan tata cara ibadah yang sama satu dengan yang lainya.

Tempat ibadah juga harus memiliki tata ruang yang baik karena melambangkan perjumpaan

para umat beriman dengan Allah sendiri melewati AnakNya Yesus Karistus.

Pada agama Katolik, terdapat pemimpin agama yang di percayakan untuk memimpin

semua kegiatan keagamaan dan menjadi kepala negara di Kota Vatikan yaitu Paus, di bawah

Paus terdapat Uskup, Imam dan Diakon. Setiap negara mempunyai uskup, dan uskup tersebut

membawahi suatu wilayah tertentu yang disebut Keuskupan, seperti Keuskupan di Bandung

dipimpin oleh Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo.

(13)

melakukan ibadah, namun desain gereja ini tidak mencerminkan gereja katolik. Salah satu

perbedaanya adalah tidak adanya bangku berlutut. Gereja ini sebenarnya memiliki banyak

jemaat, namun hanya sedikit yag datang untuk beribadah.

Penulis terinspirasi untuk membuat sebuah perancangan gereja yang bertemakan

alami dan di dukung oleh konsep Taman Getsemani agar menarik perhatian jemaat tanpa

merubah tata cara liturgi gereja. Selain itu, fasilitas dalam gereja yang akan ada di

perancangan adalah ruang misa, ruang adorasi, ruang pengakuan dosa, ruang ganti dan

perlengkapan. Sedangkan di ruang gedung serba guna akan di rancang ruang pertemuan,

tempat tingal Romo dan toko untuk menjual barang-barang keagamaan.

1.2Ide Gagasan

Gagasan perancangan adalah Gereja Gereja St.Gabriel di Jl. Sumber Mekar 1-7, No.

14, Komplek Sumber Sari Indah, Bandung. Gereja ini memiliki Ordo SSCC yang memiliki

kebiasaan berdoa 24 jam. Dari kebiasaan ini, perancangan desain dengan konsep Taman

Getsemani cocok untuk diaplikasikan. Hal ini dikarenakan Tuhan Yesus dapat berdoa di

malam hari dan dengan khusyuk mencari kedamaian (Matius 26: 36-46).

Gereja Katolik akan dirancang akan memberikan suasana yang khusyuk dan alami

dengan banyak bukaan dan terdapat unsur-unsur alami di sekitar gereja. Sehingga membuat

bangunan yang awalnya berfungsi untuk berlindung (tertutup) menjadi bangunan yang

berfungsi untuk berenaung (terbuka).

1.3Rumusan Masalah

Pada laporan pengantar tugas akhir ini masalah yang di angkat berdasarkan latar belakang

masalah adalah:

1. Bagian apa sajakah dari Taman Getsemani yang diaplikasikan dalam perancangan?

2. Bagaimana membuat gereja yang menarik untuk di datangi dan menimbulkan kesan

khusyuk ?

(14)

Dari permasalahan dan persoalan yang diidentifikasi berikut ini akan dijabarkan garis-garis

besar hasil pokok yang ingin diperoleh setelah permasalahan telah diuji dan dibahas disetiap

penelitian yaitu sebagai berikut:

1) Memasukan elemen desain yang mendukung kealamian dan menggunakan warna

yang sesuai dengan Taman Getsemani.

2) Menggunakan elemen desain yang menarik dan membuat desain yang menarik juga

tanpa terlalu berlebihan sehingga tidak mengurangi kekhusyukan.

1.5Batasan Perancangan

Proyek yang akan dirancang adalah Gereja St.Gabriel di Jl. Sumber Mekar 1-7, No. 14,

Komplek Sumber Sari Indah, Bandung. Ruangan gereja yang akan di rancang adalah ruang

beribadah para jemaat, ruang pengakuan dosa, bagian altar. Sedangkan ruangan gedung serba

guna yang akan dirancang adalah ruang pertemuan dan aula. Dengan konsep alami yang

tidak mengubah liturgy, fungsi furniture, dan letak atau susunan altar.

1.6 Manfaat perancangan

Penulis laporan pengantar Tugas Akhir ini diharpkan dapat membawa manfaat bagi:

1. Gereja St. Gabriel Bandung

Laporan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendesain Gereja St. Gabriel alami,

ergonomis, fungsional dan menyampaikan nilai keagamaan.

2. Jurusan Desain Interior

Laporan ini dapat menjadi masukan pengetahuan dengan tujuan perkembangan serta

kemajuan dalam bidang desain , khususnya desain interior Gereja Katolik.

3. Pembaca

Laporan ini diharapkan menambah wawasan dan memberikan ilmu yang bermanfaat

sehinga bisa menjadi pedoman bagi diri sendiri dan orang lain.

4. Penulis

Laporan ini dapat menjadikan pola pikir penulis semakin baik dalam peroses

perancangan desain serta menambah ilmu mengenai Gereja Katolik, dan juga

memperbaiki pemahaman terhadap desain terutama perancangan desain dengan gaya

(15)

1.7Sistematika penulisan

BAB 1 Pendahuluan

berisi tentang latar belakang permasalahan, ide perancangan, permasalahan dan tujuan

merancang sebuah Gereja Katolik.

BAB 2 Gereja Katolik

berisi tentang penjelasan konsep, tema dan literature tentang Gereja Katolik serta ergonomi

BAB 3 Perancangan Gereja St. Gabriel

berisi tentang objek studi yang terdiri dari denah yang dianalisa, zoning dan blocking,

kebutuhan ruang, flow activity user, dan implementasi konsep dan tema

BAB 4 Perancangan Gereja Kalotik St. Gabriel

Berisi tentang perancangan gereja yang terdiri dari dasar pemikiran, pemilihan material yang

diterapkan, perancangan ceiling dan ruangan gereja dan gedung serba guna (GSG).

BAB 5 Kesimpulan dan Saran

Berisi tentang kesimpulan apa yang telah dirancang dan berubah pada Gereja Katolik St.

(16)
(17)

BAB V

KEIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Gereja adalah tempat dimana penganut agama kristiani beribadah jadi sangatlah penting

sebuah desain gereja dapat membuat para jemaatnya merasakan kekhusyukan dan ketenangan

dalam melakukan kegiatan gereja, Desain gereja harus memikirkan tata letak dan fungsi dari

sebuah furniture, pendesainan sebuag gsgpun penting untuk di pikirkan karena memiliki aturan

(18)

Desain yang diterapkan sesuai dengan konsep Yesus yang berdoa di Taman Getsemani

yang dimaksudkan adalah jemaat yang datang dan berdoa di dalam gereja ini akan pulang

dengan hati damai dan dapat berdoa secara khusyuk di dalam gereja. Dengan bentuk furnitur

yang dirancang seperti di taman, jemaat akan merasa seolah-olah berdoa di taman seperti Yesus.

Gereja ini juga didesain agar mencerminkan ordonya, yaitu ordo SSCC. Ordo ini

merupakan ordo yang kebiasaanya berdoa 24 jam sehari. Dengan penerapan Taman Getsemani

ini, sesuai dengan Yesus yang dapat berdoa dimalam hari.

5.2 SARAN

Sebeum mendesain sebuah gereja katolik sebaiknya mengetahui ordo apa yang di

anutnya karena setiap ordo memiliki kebiasaan yang berbeda, tata letak sangat penting dalam

mendesain sebuah gereja. Penerapan desain furnitur juga harus diperhatikan agar sesuai dengan

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Martasudjita, E , 1998, memahami symbol-symbol dalam liturgy, Yogyakarta, kanisius.

Marsana Windhu,I, 1997, Mengenal 30 lambang atau Simbol Kristiani, Yogyakarta, kanisius.

Siding Agung KWI-Umat Katolik, 1995, Pedoman Gereja Katolik Indonesia, Jakarta, Konferensi

Waligereja Indonesia.

Mangunwijaya, 1999, Gereja Diaspora, Yogyakarta, kanisius.

Thirty, Paul dkk, 1953, Churches & Temples, U.S.A, Reinhold Publishing Coporation.

Referensi

Dokumen terkait

98.. Universitas Kristen Maranatha dengan religiusitas dimensi ideologis dan eksperiensial pada jemaat Katolik yang tidak mengikuti PDKK di Gereja Laurentius Bandung.

Perancangan interior jazz center dan auditorium yang bertempat di Taman sari dengan tema wave expression yang memiliki arti penyaluran bakat bagi peminat musik jazz yang

Bagaimana mendesain panggung yang dapat digunakan oleh desainer- desainer, yang mempunyai latar belakang desain yang berbeda-beda, seperti tema-tema desain

Manfaat dari penelitian perancangan aplikasi mobile konseling untuk Gereja. katolik ini adalah memudahkan komunikasi antara umat ataupun

Perancangan Video Promosi Taman Nasional Karimunjawa dengan tema “Beautiful Experience of Karimunjawa” ini adalah judul tugas akhir yang diambil oleh penulis karena

Dari penelitian dan proses desain Re-Desain Interior Teater Taman Ismail Marzuki di Jakarta Pusat dengan Gaya Kontemporer dan Konsep Green Design’ dengan tema ‘United in Experience’

Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa dinding ruang mahakudus Gereja Katolik Santo Paulus Surabaya berdasarkan kaidah nirmana secara bentuk tidak sesuai

Hasil Perancangan Interior Foodcourt Dengan Tema Omprog Gandrung Dengan Gaya Postmodern Di Kabupaten Banyuwangi berupa perancangan interior foodcourt yang mempunyai fasilitas stand