• Tidak ada hasil yang ditemukan

downacademia.com proses produksi energi baru terbarukan pembangkit listrik panas bumi pltp

N/A
N/A
Yoni Prasetyo

Academic year: 2023

Membagikan "downacademia.com proses produksi energi baru terbarukan pembangkit listrik panas bumi pltp"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Proses Produksi Energi Baru Terbarukan : Pembangkit Listrik

Panas Bumi (PLTP)

Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

Teknologi Energi – Teknik Kimia Universitas Sriwijaya

Disusun oleh :

(2)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

DAFTAR ISI ... ii

I. PENDAHULUAN ... 1

II. PRINSIP KERJA PLTP ... 3

III. JENIS TEKNOLOGI PLTP ... 3

3.1. Dry Steam Power Plant ... 3

3.2. Flash Steam Power Plant ... 4

3.3. Binary Cycle Power Plant ... 4

IV. KOMPONEN PENYUSUN PLTP ... 5

V. POTENSI PEMANFAATAN ENERGI PANAS BUMI ... 6

5.1. Potensi Pemanfaatan Energi Panas Bumi di Indonesia ... 6

5.2. Potensi Pemanfaatan Energi Panas Bumi di Sumatera Selatan ... 8

5.3. Potensi Pemanfaatan Energi Panas Bumi di Dunia ... 9

5.4. Permasalahan Perkembangan PLTP ... 10

5.5. Rencana Pemanfaatan PLTP ke Depan ... 10

VI. Lokasi PLTP di Indonesia ... 11

(3)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

1

PROSES PRODUKSI ENERGI BARU TERBARUKAN : PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP)

1. Pendahuluan

Energi panas bumi adalah energi panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung di dalamnya. Energi panas bumi awal mulanya dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di Italy sejak tahun 1913 dan di New Zealand sejak tahun 1958. Di Indonesia sendiri, pengembangan energi geotermal untuk pembangkit tenaga listrik dimulai pada 1978 dengan pengembangan Monoblok 250 kW di Lapangan Kamojang, Garut, Jawa Barat, sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi pertama di Indonesia. Namun, lapangan/tempat panas bumi pertama yang beroperasi secara komersial baru dibuka pada 1983 seiring dengan beroperasinya Unit I sebesar 30 MW di Lapangan Kamojang.

Pemanfaatan energi panas bumi untuk sektor non‐listrik (direct use) telah berlangsung di Iceland sekitar 70 tahun. Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak, khususnya pada tahun 1973 dan 1979, telah memacu negara‐negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk mengurangi ketergantungan mereka pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. Saat ini energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di 24 Negara, termasuk Indonesia. Disamping itu fluida panas bumi juga dimanfaatkan untuk sektor non‐listrik di 72 negara, antara lain untuk pemanasan ruangan, pemanasan air, pemanasan rumah kaca, pengeringan hasil produk pertanian, pemanasan tanah, pengeringan kayu, kertas dll.

Gambar 9. Perkembangan Penggunaan Energi Panas Bumi

Di Indonesia usaha pencarian sumber energi panas bumi pertama kali dilakukan di daerah Kawah Kamojang pada tahun 1918. Pada tahun 1926 hingga tahun 1929 lima sumur eksplorasi dibor dimana sampai saat ini salah satu dari sumur tersebut, yaitu sumur KMJ‐3 masih memproduksikan uap panas kering atau dry steam. Pecahnya perang dunia dan perang kemerdekaan Indonesia mungkin merupakan salah satu alasan dihentikannya kegiatan eksplorasi di daerah tersebut.

Kegiatan eksplorasi panas bumi di Indonesia baru dilakukan secara luas pada tahun 1972. Direktorat Vulkanologi dan Pertamina, dengan bantuan Pemerintah Perancis dan New Zealand melakukan survey pendahuluan di seluruh wilayah Indonesia. Dari hasil survey dilaporkan bahwa di Indonesia terdapat 217 prospek panas bumi, yaitu di sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusa tenggara dan kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan Sulawesi. Survey yang

(4)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

2

dilakukan selanjutnya telah berhasil menemukan beberapa daerah prospek baru sehingga jumlahnya meningkat menjadi 256 prospek, yaitu 84 prospek di Sumatera, 76 prospek di Jawa, 51 prospek di Sulawesi, 21 prospek di Nusa tenggara, 3 prospek di Irian, 15 prospek di Maluku dan 5 prospek di Kalimantan.

Sistem panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistem hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>225oC), hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperatur sedang (150‐225oC). Pada dasarnya sistem panas bumi jenis hidrothermal terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dan secara konveksi.

Gambar 1. Skema Hidrothermal Energi Panas Bumi

Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui batuan, sedangkan perpindahan panas secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber panas.

Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya terjadi karena gaya apung (bouyancy) air karena gaya gravitasi selalu mempunyai kecenderungan untuk bergerak ke bawah, akan tetapi apabila air tersebut kontak dengan suatu sumber panas maka akan terjadi perpindahan panas sehingga temperatur air menjadi lebih tinggi dan air menjadi lebih ringan. Keadaan ini menyebabkan air yang lebih panas bergerak ke atas dan air yang lebih dingin bergerak turun ke bawah, sehingga terjadi sirkulasi air atau arus konveksi.

Adanya suatu sistem hidrothermal di bawah permukaan sering kali ditunjukkan oleh adanya manifestasi panas bumi di permukaan (geothermal surface manifestation), seperti mata air panas, kubangan lumpur panas (mud pools), geyser dan manifestasi panas bumi lainnya, dimana beberapa diantaranya, yaitu mata air panas, kolam air panas sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mandi, berendam, mencuci, masak dll. Manifestasi panas bumi di permukaan diperkirakan terjadi karena adanya perambatan panas dari bawah permukaan atau karena adanya rekahan‐ rekahan yang memungkinkan fluida panas bumi (uap dan air panas) mengalir ke permukaan.

Gambar 2. Sumber air panas yang tercipta akibat adanya Energi Panas Bumi

(5)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

3

2. Prinsip Kerja PLTP

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau PLTP adalah pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi (geothermal) sebagai sumber energinya. Karena menggunakan geothermal atau panas bumi, pembangkit ini termasuk salah satu sumber energi terbarukan.

Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) pada prinsipnya sama seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan menggunakan boiler, sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi. Apabila fluida di kepala sumur berupa fasa uap, maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin, dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik.

Gambar 3. Perbedaan PLTU dan PLTP 3. Jenis – Jenis Teknologi PLTP

Berdasarkan perbedaan temperature dan tekanan reservoir, terdapat 3 (tiga) jenis teknologi yang dipilih pada pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) antara lain:

1) Dry Steam Power Plant

Gambar 4. Dry Steam Power Plant

Pembangkit tipe ini merupakan pembangkit yang pertama kali ada. Pada tipe ini, uap panas (steam) yang bersuhu lebih dari 235oC yang berasal dari reservoir panas bumi

(6)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

4

langsung dialirkan melalui pipa ke turbin untuk memutar generator, sehingga tenaga listrik dapat dibangkitkan. Sisa panas yang datang dari sumur produksi kemudian dialirkan kembali melalui sumur injeksi. Pembangkit tipe tertua ini pertama kali digunakan di Lardarello, Italia, pada tahun 1904 yang masih berfungsi sampai sekarang.

2) Flash Steam Power Plant

Pembangkit tipe ini menggunakan fluida panas bersuhu lebih dari 182oC yang berasal dari reservoir panas bumi. Fluida panas ini kemudian dialirkan menuju separator uap untuk memisahkan fase uap (steam) dengan fase cairnya (brine). Uap kemudian dialirkan untuk memutar turbin yang dikopel dengan generator, sehingga tenaga listrik dapat dibangkitkan, sedangkan brine dialirkan kembali menuju reservoir melalui sumur injeksi atau dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya.

Gambar 5. Flash Steam Power Plant

Dry steam power plant dan flash steam power plant mengemisikan sejumlah kecil karbon dioksida, nitrat oksida dan belerang. Akan tetapi, secara umum jumlahnya 50 kali lebih kecil dari pada pembangkit listrik tradisional yang menggunakan bahan bakar fosil.

3) Binary Cycle Power Plant (BCPP)

Gambar 6. Binary Cycle Power Plant

Pembangkit jenis ini menggunakan fluida bersuhu sedang (107oC – 182oC) yang berasal dari reservoir panas bumi. BCPP menggunakan teknologi yang berbeda dengan kedua

(7)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

5

teknologi sebelumnya. Pada BCPP, fluida yang berasal dari sumur produksi tidak pernah menyentuh turbin. Fluida ini digunakan untuk memanaskan working fluid pada heat exchanger. Working fluid kemudian menjadi panas dan menghasilkan uap yang kemudian digunakan untuk memutar turbin yang dikopel dengan generator sehingga proses pembangkitan tenaga listrik dapat terjadi. Working fluid biasanya berupa organic compound dengan titik didih yang rendah seperti Iso-butana atau Iso-pentana. Selain dapat digunakan untuk hasil keluaran sumur produksi yang berupa fluida bersuhu sedang, teknologi BCPP ini juga tidak mengeluarkan emisi karena merupakan suatu sistem yang tertutup.

4. Komponen – Komponen Penyusun PLTP

Secara umum suatu PLTP tersusun dari komponen – komponen berikut ini, a. Sumur Produksi

Sumur produksi (production well) merupakan sumur yang berfungsi untuk menghasilkan uap.

b. Separator

Separator, yang digunakan pada flash steam power plant, berfungsi sebagai pemisah antara fase uap dan fase cair pada dari fluida yang masuk sehingga bisa dihasilkan uap yang bebas dari air. Fasa uap hasil keluaran separator dialirkan menuju power plant untuk memutar turbin. Sedangkan fasa cair akan dipompa dan diinjeksikan kembali ke dalam perut bumi.

c. Silencer

Silencer merupakan suatu konstruksi yang berbentuk silinder yang pada bagian dalamnya dilapisi dengan suatu bahan yang dapat mengendapkan suara dan terbuka pada bagian atasnya. Apabila fluida dari sumur berupa uap kering, silencer yang digunakan biasanya diisi dengan batuan yang mempunyai ukuran dan bentuk yang beragam.

d. Pipa aliran

Pipa ini berfungsi untuk mengalirkan fluida yang berasal dari sumur menuju ke separator (pada sistem flash steam) atau menuju heat exchanger (pada sistem BCPP).

e. Injection Pump

Injecion pump adalah pompa yang digunakan untuk mempompakan brine ke sumur injeksi

f. Pipa Transmisi

Uap disalurkan dari sumur produksi menuju power plant melalui pipa transmisi yang dilapisi dengan suatu lapisan tertentu untuk menjaga agar tidak terjadi kehilangan panas sehingga dapat meminimalisir terbentuknya kondensat.

g. Turbin Uap

Turbin uap merupakan suatu mesin penggerak yang menggunakan energi dari uap untuk memutar sudu-sudunya dan terkopel dengan generator pada poros yang sama.

h. Generator

Generator berfungsi untuk mengubah energi mekanik yang diberikan oleh prime mover, yaitu turbin uap, menjadi energi listrik.

(8)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

6

i. Transformator

Transformator adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan.

j. Condenser

Condenser berfungsi untuk mengkondensasikan uap dengan cara menyemprotkan air pendingin melalui nozzle pada uap yang telah digunakan untuk memutar turbin.

k. Steam Ejector

Steam ejector berfungsi untuk menjaga agar kondisi di kondensor tetap vakum dan menghisap Non Condensable Gas (NCG) yang pada akhirnya akan dilepaskan ke udara l. Cooling Tower

Cooling tower berfungsi untuk membuang panas dari air melalui proses evaporasi.

Cooling tower beberapa cooling fan, cooling fill dan basin (kolam penampungan). Air panas yang berasal dari condenser akan disemprotkan pada struktur kayu berlapis-lapis yang disebut dengan cooling fill, dan dengan bantuan fan,akan terjadi perpindahan panas dari air ke udara, sehingga air menjadi dingin. Air yang telah dingin tersebut, kemudian dikumpulkan pada basin.

m. Sumur Injeksi

Sumur yang dibuat untuk menginjeksikan brine kembali ke dalam perut bumi n. Rupture Disc

Rupture disc berfungsi sebagai pengaman apabila terjadi kelebihan tekanan dalam pipa alir yang terletak sebelum separator dan setelah separator

o. Rock Muffler

Rock muffler berfungsi untuk memastikan bahwa uap yang masuk ke power plant mempunyai tekanan yang tidak melebihi batas yang ditentukan

p. Scrubber

Scrubber adalah peralatan yang memiliki fungsi seperti separator yaitu sebagai pemisah akhir sebelum uap masuk ke turbin, sehingga uap hasil keluaran scrubber ini akan benar- benar kering.

q. Heat Exchanger

Heat exchanger berfungsi untuk memindahkan panas dari fluida panas ke working fluid pada BCPP.

5. Potensi Pemanfaatan Energi Panas Bumi di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia yaitu sekitar 29 Gwe atau setara dengan 40% potensi dunia. Besarnya potensi panas bumi indonesia ini diakibatkan oleh letak geografis Indonesia yang berada pada ring of fire. Indonesia sendiri diimpit oleh tiga lempeng tektonik yaitu lempeng eurasia, lempeng indo-asutralia dan lempeng pasifik. Aktifitas tektonik ini mengakibatkan terbentuknya zona subduksi dibawah pulai Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi sehingga menciptakan sumber panas berupa magma yang merupakan cikal bakal gunung berapai. Magma ini kemudian ada yang mengalami intruksi dan terjebak membentuk sumber panas yang memanasi batuan reservoir. Cadangan energi panas bumi yang terbesar terletak di wilayah barat Indonesia dimana ada permintaan energi yang paling tinggi di Sumatra, Jawa dan Bali. Sulawesi Utara

(9)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

7

adalah provinsi yang paling maju dalam penggunaan geotermal untuk energi listrik : sekitar 40% dari pasokan listriknya didapat dari energi geothermal. (sumber : Indonesia- investments.com)

Menurut Hochestein reservoir panas bumi di dunia dibedakan berdasarkan temperaturnya sebagai berikut :

(Sistem panas bumi) (Temperatur)

Sistem panas bumi enthalpi rendah : < 125 oC Sitem panas bumi enthalpi sedang : 125 oC – 225 oC Sistem panas bumi enthalpi tinggi : > 225 oC

Reservoir panas bumi di Indonesia umumnya memiliki temperatur tinggi sehingga sangat potensial untuk dimanfaatkan, baik pemanfaatan langsung melalui kegiatan wisata, agrobisnis dan industri maupun pemanfaatan secara tidak langsung untuk pembangkit tenaga listrik. Lapangan-lapangan lain yang terdapat di Indonesia antara lain :

Gambar 7. Daftar PLTP di Lapangan Indonesia

*Data diperoleh dari INAGA (Indoensia Association Geothermal) 2016

(10)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

8

Potensi Pemanfaatan Energi Panas Bumi di Sumatera Selatan

Khusus untuk daerah Sumatera Selatan, sumber daya dan cadangan energi panas bumi menempati peringkat nomor empat secara nasional dengan potensi sumber daya total sebesar 918 MW dan cadangan 964 MW seperti ditampilkan pada tabel berikut,

Gambar 8. Daftar PLTP di Lapangan Indonesia

*Data diperoleh dari RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) Tahun 2017

Provinsi yang memiliki potensi sumber daya dan cadangan panas bumi paling tinggi di Indonesia adalah Jawa barat dengan potensi sumber daya total sebesar 2159 MW dan cadangan 3765 MW.

(11)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

9

Potensi Pemanfaatan Energi Panas Bumi di Dunia

Berdasarkan laporan International Geothermal Association (IGA) diketahui bahwa Sebanyak 10.715 megawatt (MW) tenaga panas bumi telah dimanfaatakan di 24 negara.

PLTP ini diharapkan menghasilkan 67.246 GWh listrik pada dan bertumbuh menjadi 18.500 MW per tahun untuk tahun – tahun berikutnya.

Pada tahun 2010, Amerika Serikat memimpin dunia dalam produksi listrik panas bumi dengan kapasitas terpasang 3.086 MW dari 77 pembangkit listrik. Kelompok pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia terletak di The Geysers, sebuah ladang panas bumi di California. Al Gore mengatakan dalam The Climate Project Asia Pacific Summit bahwa Indonesia dapat menjadi negara super power dalam produksi listrik dari energi panas bumi jika memang fokus dalam pengembangan PLTP.

Negara di dunia yang telah berhasil memanfaatkan energi geothermal (panas bumi) paling tinggi adalah Amerika Serikat dengan total kapasitas terpasang sebesar 3.653 MW pada medo Juli 2019. Indonesian berada di urutan kedua dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.948 MW.

Gambar 9. Urutan 10 besar negeara yang telah memanfaatkan PLTP di Dunia

(12)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

10

Permasalahan Perkembangan PLTP

Permasalahan yang sering terjadi dalam pengembangan panas bumi adalah masalah perizinan usaha. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan lokasi lapangan panas bumi terletak di kawasan hutan lindung dan hutan konservasi. Menurut UU No 21 tahun 2014 pasal 23, apabila suatu perusahaan ingin melakukan pemanfaatan panas bumi secara tidak langsung (PLTP) maka harus mendapatkan Izin Panas Bumi yang diberikan oleh Menteri ESDM.

Selain itu berdasarkan pasal 24, apabila pemanfaatan tidak langsung berada di kawasan hutan maka pemegang Izin Panas Bumi wajib mendapatkan :

a. Izin peminjaman pengggunakan Kawasan Hutan produksi atau Kawasan Hutan Lindung, atau

b. Izin untuk memanfaatkan hutan konservasi.

Rencana Pemanfaatan PLTP ke Depan

Pemerintah Indonesia mencanangkan bauran energi baru terbarukan mencapai 23%

pada 2025 dan naik lagi 31 persen pada 2050. Sebaliknya, bauran energi dari minyak bumi pada 2050 diturunkan separuhnya dari saat ini 40%. Di tengah rencana transisi penggunaan energi terbarukan tersebut, tidak banyak yang sadar bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan geotermal (panas bumi) terbesar di dunia. Sampai saat ini, pemanfaatan potensi tersebut belum maksimal.

Posisi Indonesia dalam wilayah tumbukan lempeng tektonik dan garis khatulistiwa membuat negara ini memiliki cadangan energi yang besar. Jumlah potensi sumber daya geotermal Indonesia sekitar 11.073 Megawatt listrik (MWe) dan cadangannya sekitar 17.506 MWe. Kapasitas pembangkit listrik secara nasional yang pada akhir 2016 memproduksi listrik 59,6 Gigawatt (GWe) atau 59.600 MWe. Maka, jika potensi tersebut digunakan semua sebagai pembangkit listrik, maka menambah kapasitas 18% dari total produksi listrik saat ini.

Dalam Road Map Pengembangan Geotermal yang disusun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia menargetkan mengembangkan energi geotermal sekitar 7000 MW pada 2025. Sebuah program yang cukup ambisius. Karena itu dibutuhkan investasi yang besar, penyiapan teknologi eksplorasi dan produksi, manajemen, penyediaan sumberdaya manusia yang kompeten dengan jumlah yang cukup, serta dukungan iklim investasi yang menarik bagi investor.

Total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) saat ini sebesar 1.948 MW. Jumlah ini menjadikan Indonesia sebagai negara produsen energi geotermal terbesar kedua setelah Amerika Serikat (3.591 MW). Rencana ke depan Keberadaan area-area prospek geotermal di Indonesia yang kebanyakan di wilayah pegunungan dan pulau-pulau kecil seperti di Indonesia timur, memungkinkan pengembangan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan rakyat di daerah terpencil. Selain di Pulau Jawa dan Sumatra, pengembangan energi geotermal juga dilakukan oleh pemerintah di pulau-pulau kecil seperti di Halmahera dan Pulau Bacan (Maluku Utara), Pulau Ambon (Maluku), Pulau Flores, Pulau Lembata (Nusa Tenggara Timur), Sumbawa (Nusa Tenggara Barat), dan pulau-pulau kecil lain.

(13)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

11

Saat ini, pemerintah aktif menggelar survei pendahuluan di wilayah-wilayah tersebut, baik dilakukan sendiri melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral maupun survei pendahuluan oleh BUMN maupun perusahaan swasta. Untuk mengurangi risiko pengusahaan panas bumi (misalnya gagal menemukan sumber uap yang memadai) pada tahap eksplorasi, pemerintah menggulirkan strategi “government drilling alias pengoboran oleh pemerintah”. Melalui program ini, daerah yang sudah dibor dan ditemukan uap, akan dijadikan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang siap ditenderkan ke publik. Pemenangnya yang harus mengganti biaya pengeboran tersebut. Dana ini kemudian dapat digunakan untuk program serupa di area prospek geotermal yang lain. Jika rencana bauran energi baru terbarukan itu berhasil, akan jarang terdengar lagi terjadinya krisis listrik di negeri ini karena sumber energi terbarukan begitu melimpah.

Gambar 10. Rencana pembangunan PLTP di Indonesia 2015 – 2025

*Data diperoleh dari RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) Tahun 2017 6. Lokasi PLTP di Indonesia

Berikut ini beberapa daftar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia yang telah beroperasi dan menghasilkan listrik antara lain :

1. PLTP Kamojang

PLTP Kamojang terletak di Kab. Garut, Jawa Barat. Merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi tertua di Indonesia yang pertama kali dibuat pada tahun 1982. PLTP ini dioperasikan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang mampu memproduksi hingga 235 MW listrik. PLTP Kamojang terdiri atas lima unit yaitu PLTP Kamojang I, PLTP Kamojang II, PLTP Kamojang III, PLTP Kamojang IV, dan PLTP Kamojang V.

(14)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

12

2. PLTP Lahendong

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lahendong terletak di Sulawesi Utara.

Beroperasi pertama kali pada tahun 2004. Dioperasikan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan mampu memproduksi listrik hingga 80 MW. Terdiri atas empat unit yaituPLTP Lahendong I, PLTP Lahendong II, PLTP Lahendong III, dan PLTP Lahendong IV.

3. PLTP Sibayak

PLTP Sibayak terletak di Gunung Sibayak – Gunung Sinabung, Provinsi Sumatera Utara. Pembangkit yang mampu menghasilkan listrik sebesar 12 MW ini terdiri atas tiga unit yaitu PLTP Sibayak Unit 1, PLTP Sibayak Unit 2, dan PLTP Sibayak Unit 3.

4. PLTP Ulubelu

PLTP Ulubelu terletak di Kecamatan Ulubelu, Kab. Tanggamus, Lampung. Pembangkit listrik yang mulai beroperasi pada tahun 2012 ini mampu menghasilkan listrik sebesar 11o MW. PLTP Ulubelu terdiri atas dua unit yakni PLTP Ulubelu Unit 1 dan PLTP Ulubelu Unit 2.

5. PLTP Gunung Salak

PLTP Gunung Salak terletak di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat.

Memulai beroperasi pada tahun 1994. Pembangkit yang dioperasikan bersama oleh Chevron Geothermal Indonesia dan PT Pertamina ini mampu menghasilkan energi listrik sebesar 375 MW.

6. PLTP Darajat

PLTP Darajat terletak di Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pembangkit yang dioperasikan bersama oleh Chevron Geothermal Indonesia dan PT Pertamina ini mampu menghasilkan energi listrik sebesar 259 MW dan terdiri atas 3 unit.

7. PLTP Wayang Windu

PLTP Wayang Windu terletak di Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat. Beroperasi semenjak tahun 1999. Pembangkit yang dioperasikan oleh Star Energy ini menghasilkan energi listrik sebesar 227 MW.

Selain pembangkit-pembangkit yang telah beroperasi tersebut, pemerintah pun tengah membangun berbagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di berbagai wilayah Indonesia lainnya. PLTP yang tengah dalam pembangunan dan persiapan tersebut antara lain:

1. PLTP Ulubelu Unit 4 dan 5 (Kab. Tanggamus, Lampung); Direncakan beroperasi pada 2016 dan 2017 dengan energi yang dihasilkan mencapai 110 MW.

2. PLTP Lumut Balai Unit 1 dan 2 (Desa Panindaian, Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan); Direncakan beroperasi mulai tahun 2016 dan 2018 dengan menghasilkan listrik sebesar 110 MW.

3. PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 (Sumatera Selatan); Beroperasi pada 2022 dengan listrik sebesar 110 MW.

(15)

PLT - Panas Bumi Bobi Andika Putra (03012-621-721-005)

13

4. PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 (Sulawesi Utara); Beroperasi pada tahun 2016 dan 2017 dan menghasilkan listrik sebesar 40 MW.

5. PLTP Karaha (Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut, Jawa Barat); Beroperasi pada tahun 2017 dengan listrik yang dihasilkan sebesar 30 MW.

6. PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (Kabupaten Lebong, Bengkulu); Beroprasi pada tahun 2018 dengan listrik yang dihasilkan sebesar 110 MW.

7. PLTP Sungai Penuh 1 dan 2 (Kec. Gunung Raya, Kab. Kerinci, Jambi); Beroperasi pada 2019 dengan listrik yang dihasilkan mencapai 110 MW.

8. PLTP Kotamobagu Unit 1, 2, 3, dan 4 (Kab. Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara); Listrik yang dihasilkan mencapai 110 MW.

9. PLTP Sarulla (Tapanuli Utara, Sumatera Utara); Beroperasi pada tahun 2016 dan mampu menghasilkan 330 MW listrik.

- Terima Kasih -

Referensi

Dokumen terkait

Tandan kosong diperoleh dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) secara gratis, hanya membayar transportasi dari PKS ke kebun masing-masing. Kencing sapi didapat dari peternak

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor: 16.44/DAK.SD/167/PPBJ/434.101/2011 tanggal 17 Nopember 2011 untuk paket pekerjaan sebagai berikut :. Kegiatan :

Pengendalian pemanfaatan ruang kota pada umumnya dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Rote Ndao Nomor

Dalam beberapa dekade terakhir, sudah mulai sering dilakukan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif seiring dengan berkembangnya pertanyaan penelitian yang

Mahasiswa menjawab semua pertanyaan tentang reaksi kualitatif anorganik yang terdapat dalam diktat petunjuk praktikum3. Yogyakarta, Juni 2013 Dosen Pengampu

Inflasi terjadi karena kenaikan harga secara umum yang ditunjukkan oleh naiknya keseluruhan indeks kelompok pengeluaran, yaitu: Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,79

Orang tua pada anak dengan thalasemia di Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia Cabang Kediri adalah paling banyak responden mengalami kecemasan

Pelaksanaan Sumber Daya Manusia dalam promosi K3 yaitu pada safety morning sudah disampaikan oleh petugas K3 dan kepala bagian produksi dengan bahasa yang mudah