• Tidak ada hasil yang ditemukan

TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST SECTIO CAESAREA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST SECTIO CAESAREA "

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. P YANG MENGALAMI MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PENGETAHUAN

TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST SECTIO CAESAREA

DENGAN INDIKASI PRE EKLAMSI BERAT DI DESA KENDALPECABEAN CANDI

SIDOARJO

Oleh:

AMILIA MEGA ASMA NIM. 1801015

PROGRAM DIII KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KERTA CENDEKIA SIDOARJO

2021

(2)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. P YANG MENGALAMI MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PENGETAHUAN

TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST SECTIO CAESAREA

DENGAN INDIKASI PRE EKLAMSI BERAT DI DESA KENDALPECABEAN CANDI

SIDOARJO

Sebagai Prasyarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Keperawatan (Amd. Kep) Di Politeknik kesehatan Kerta Cendekia Sidoarjo

Oleh:

AMILIA MEGA ASMA NIM. 1801015

PROGRAM DIII KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KERTA CENDEKIA SIDOARJO

2021

i

(3)

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Amilia Mega Asma

NIM 1801015

Tempat, Tanggal Lahir : Sidoarjo, 28 Maret 2000

Institusi : Politeknik Kesehatan Kerta Cendekia

Menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah yang berjudul : “Asuhan Keperatan Pada Ny.P Yang Mengalami Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Tentang Perawatan Payudara Dengan Diagnosa Medis Post Sectio Caesarea Dengan Indikasi Pre-Eklamsi Berat” adalah bukan Karya Tulis Ilmiah orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapat sanksi.

Sidoarjo, ... 2021

Yang Menyatakan,

AMILIA MEGA ASMA (1801015)

Mengetahui,

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Agus Sulistyowati, S.Kep., M.Kes Ns. Meli Diana, S.Kep, M. Kes

(NIDN. 0703087801) (NIDN.0724098402)

ii

(4)

Nama : Amilia Mega Asma

Judul : Asuhan Keperatan Pada Ny.P Yang Mengalami Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Dengan Diagnosa Medis Post Sectio Caesarea Dengan Indikasi Pre-Eklamsi Berat Di Desa Kendalpecabean Candi Sidoarjo.

Telah disetujui untuk diujikan dihadapan Dewan Penguji Karya Tulis Ilmiah pada tanggal ... 2021

Oleh :

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Agus Sulistyowati, S.Kep., M.Kes Ns. Meli Diana, S.Kep, M. Kes

(NIDN.0703087801) (NIDN.0724098402)

Mengetahui, Direktur

Akademi Keperawatan Kerta Cendekia Sidoarjo

Agus Sulistyowati, S.Kep., M.Kes (NIDN. 0703087801)

iii

(5)

Judul : Asuhan Keperawatan Pada Ny. P Dengan Diagnosa Medis Post Sectio Caesarea Indikasi Pre – eklamsia Berat Di Desa Kendalpecabean Candi Sidoarjo

Telah disetujui untuk diajukan dihadapan Dewan Penguji Karya Tulis Ilmiah pada Tanggal : 30 Maret 2021

Oleh

Pembimbing 1

Agus Sulistyowati, S.Kep., M.Kes NIDN. 0703087801

Pembimbing 2

Ns. Meli Diana, S.Kep.,M.Kes NIDN. 0724098402

Mengetahui, Direktur

Akademi Keperawatan Kerta Cendekia

Agus Sulistyowati, S.Kep., M.Kes NIDN. 0703087801

iv

(6)

HALAMAN PENGESAHAN

Telah diuji dan disetujui oleh Tim Penguji pada sidang di program D3 Keperawatan di Akademi Keperawatan Politeknik Kesehatan Kerta Cendekia Sidoarjo.

Tanggal : 30 Maret 2021 TIM PENGUJI

Tanda Tangan

Ketua : Ns. Kusuma Wijaya R.P ,S.Kep. MNS

( )

Anggota : 1. Ns. Meli Diana, S.Kep., M.Kes ( )

2. Agus Sulistyowati, S.Kep., M.Kes ( )

Mengetahui, Direktur

Akademi Keperawatan Kerta Cendekia

Agus Sulistyowati, S.Kep., M.Kes NIDN. 0703087801

v

(7)

MOTTO

erbuatlah baik meskipun kamu diperlakukan tidak baik ☺

Keep strong….

vi

(8)

LEMBAR PERSEMBAHAN

Alhamdulillah, pertama saya ucapkan puji dan sujut syukur kepada allah SWT yang telah memberikan kesabaran dan kekuatan agar bisa menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ku ini yang saya persembahkan untuk :

1. Kedua orang tua saya Ayah Muntholib dan Ibu Suharti Terima kasih yang tak terhingga atas semua doa , semangat, dan dukungan materi.

Dan Kakak laki – laki pertama Ulul Albab dan kakak ipar saya Lia Rachma Terimakasih yang telah menjadi orang tua kedua saya yang telah membekali saya senhingga saya bisa kuliah dan mendapatkan gelar Amd.Kep. Kakak laki – laki kedua Ahmad Bagus dan kakak ipar saya Putri Terima kasih yang telah memberikan semangat dan dukungan materi. Dan Terimakasih untuk adik saya Abas yang telah memberikan semangat dan doanya.

2. Untuk dosen pembimbing saya Agus sulistyowati, S.Kep., M.Kes, ibu Ns. Meli Diana, S.Kep., M.Kes dan bapak Ns. Kusuma Wijaya R.P ,S.Kep. MNS, Terimakasih atas bimbingan , doa, dan motivasinya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir ini lancar dan tak ada halangan apapun.

3. Untuk sahabat saya Nur fadhila, Elvira bella, Winda Puspita, Nafa Rotul , Rifatul Umami, Elsa Meilani, Marita Milenia, Putri Putu. Terimakasih yang telah saling memberikan semangat dan doa.

4. Untuk calon suami saya M. Khozinul Ulum terimakasih telah mendampingi dan memberikan dukungan sekaligus semangat yang luar biasa hingga pendidikan yg saya jalani ini selesai tanpa adanya halangan sedikitpun.

5. Untuk teman seperjuangan saya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, saya ucapkan terima kasih atas kebersamaan selama ini, ada suka duka yang kita lewati. Tetapi tak apa semua itu untuk pendewasaan kita masing-masing. Semoga kita dapat meraih kesuksesan sesuai harapan kita. Amiin

vii

(9)

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Pada Ny.P Yang Mangalami Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Tentang Perawatan Payudara Dengan Diagnosa Medis Post Sectio Caesarea Indikasi Preeklamsi Berat Di Desa Kendalpecabean Candi Sidoarjo” ini dengan tepat waktu sebagai persyaratan akademik.

Penulisan karya tulis ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa

2. Ibu dan Ayah yang senantiasa mendukung saya selama ini.

3. Ibu Agus Sulistyowati., S. Kep., M.Kes selaku Direktur Akademi Keperawatan Kerta Cendekia

4. Ibu Ns. Agus Sulistyowati., S.Kep, M. Kes selaku Pembimbing I 5. Ibu Ns. Meli Diana, S.Kep,M.Kes selaku Pembimbing II

6. Teman dan Sahabat saya yang selama ini memberikan dukungan kepada saya 7. Pihak-pihak yang turut berjasa dalam penyusunan proposal yang tidak bisa

disebutkan satu persatu.

Penulis sadar bahwa asuhan keperawatan ini belum mencapai kesempurnaan, sebagai bekal perbaikan. Penulis akan berterima kasih apabila para pembaca berkenan memberikan masukan, baik dalam bentuk kritikan maupun saran demi kesempurnaan asuhan kepearawatan ini. Penulis berharap asuhan keperawatan ini bermanfaat bagi pembaca dan bagi keperawatan.

Sidoarjo, Januari 2021

Penulis

viii

(10)

DAFTAR ISI

Sampul Depan ... i

Surat Pernyataan ... ii

Lembar Persetujuan ... iii

Lembar persetujuan KTI ... iv

Halaman pengesahan ... v

Motto ... vi

Lembar persembahan ... vii

Kata Pengantar ... viii

Daftar Isi ... ix

Daftar Gambar ... xii

Daftar Tabel ... xiii

Daftar Lampiran ... xiv

BAB 1 Pendahuluan... 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.3.1 Tujuan Umum ... 4

1.3.2 Tujuan Khusus ... 4

1.4 Manfaat ... 5

1.5 Metode Penulisan ... 6

1.5.1 Metode ... 6

1.5.2 Teknik Pengumpulan Data ... 6

1.5.3 Sumber Data ... 6

1.5.4 Study Kepustakaan ... 7

1.6 Sistematika Penulisan ... 7

BAB 2 Tinjauan Pustaka ... 2.1 Konsep Dasar Sectio Caesarea ... 9

2.1.1 Pengertian ... 9

2.1.2 Etiologi ... 9

2.1.3 Klasifikasi ... 10

2.1.4 Manifestasi Klinis ... 11

2.1.5 Komplikasi ... 11

2.1.6 Pemeriksaan Penunjang ... 12

2.1.7 Penatalaksanaan ...13

2.2 Konsep Dasar Pre – eklamsia ... 15

2.2.1 Definisi ... 15

2.2.2 Etiologi ... 15

2.2.3 Klasifikasi ...16

2.2.4 Manifestasi Klinis ...17

2.2.5 Patofisiologi...18

2.2.6 Komplikasi ...18

2.2.7 Pemeriksaan Penunjang ...19

2.2.8 Penatalaksanaan ...20

ix 2.3 Konsep Dasar Perawatan Payudara ...22

(11)

2.3.1 Definisi ...22

2.3.2 Tujuan ...22

2.3.3 Manfaat ...23

2.3.4 Dampak... 23

2.3.5 Teknik ... 24

2. 4 Konsep Asuhan Keperawatan ... 30

2.4.1 Identitas ... 30

2.4.2 Pengkajian ... 30

2.4.3 Pemeriksaan Penunjang ... 35

2.4.4 Diagnosa Keperawatan ... 36

2.4.5 Intervensi Keperawatan ... 37

2.4.6 Implementasi Keperawatan ... 39

2.4.7 Evaluasi Keperawatan ... 39

2.5 Karangka Masalah... 35

BAB 3 Tinjauan Kasus ... 3.1 Pengkajian ... 36

3.1.1 Identitas Pasien ... 36

3.1.2 Identitas Keluarga ... 37

3.1.2.1 Identitas Suami ... 37

3.1.2.2 Identitas Anak ... 37

3.1.3 Riwayat keperawatan ... 38

3.1.3.1 Keluhan Utama ... 38

3.1.3.2 Riwayat Persalinan Saat ini ... 38

3.1.4 Riwayat Obsetri ... 38

3.1.4.1 Riwayat Kehamilan saat ini... 38

3.1.4.2 Riwayat Menstruasi ... 38

3.1.4.3 Genogram ... 39

3.1.4.4 Persalinan Sekarang ... 39

3.1.5 Riwayat KB ... 42

3.1.6 Riwayat Kesehatan... 42

3.1.7 Riwayat Lingkungan ... 42

3.1.8 Aspek Sosial ... 42

3.1.9 Pola Kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan ... 43

3.1.10 Pemeriksaan Kesehatan ... 43

3.1.10.1 Kepala ... 43

3.1.10.2 Dada... 44

3.1.10.3 Abdomen ... 45

3.1.10.4 Perineum dan genetalia ... 45

3.1.10.5 Ekstremitas ... 46

3.1.10.6 Eliminasi ... 46

3.1.10.7 Istirahat ... 46

3.1.10.8 Mobilitas ... 47

3.1.10.9 Nutrisi ... 47

3.1.11 Pemeriksaan Diagnostik ... 47

3.1.12 Terapi ... 47

3.2 Diagnosa Keperawatan ... 49

3.3 Intervensi Keperawatan... 50

x 3.4 Implementasi Keperawatan ... 51

3.5 Evaluasi Keperawatan ... 52

(12)

BAB 4 Pembahasan ...

4.1 Pengkajian ... 53

4.2 Diagnosa ... 53

4.3 Intervensi... 56

4.4 Implementasi ... 58

4.5 Evaluasi ... 59

BAB 5 Penutup ... 5.1 Kesimpulan ... 61

5.2 Saran ... 62

DAFTAR ISI ... 63

xi

(13)

No. Gambar Judul Gambar Hal Gambar 2.1 Kerangka Masalah... 35

xii

(14)

No. Tabel Judul Tabel Hal

2.1 Intervensi diagnosa Nyeri Akut b.d Agen Cedera Fisik ... 31

2.2 Intervensi diagnose Defisit pengetahuan b.d perawatan payudara ... 32

3.1 Intervensi riwayat kehamilan ... 38

3.2 Analisah data ... 48

3.3 Intervensi... 50

3.4 Implementasi ... 51

3.5 Evaluasi ... 52

xiii

(15)

No. Lampiran Judul Lampiran Hal

Lampiran 1 Lembar Informed Consent ... 66

Lampiran 2 Lembar Konsultasi ... 67

Lampiran 3 SAP ... 68

Lampiran 4 Leaflet ... 71

Lampiran 5 Foto dengan pasien ... 72

xiv

(16)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Defisite Pengetahuan adalah ketiadaan informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu. Perawatan Payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas untuk memperlancar pengeluaran ASI ( Kumalasari, 2015) Sectio caesarea adalah persalinan melalui sayatan pada dinding abdomen danuterus yang masih utuh dengan berat janin lebih dari 1000 gram atau umur kehamilan 28 minggu kelahiran janin di lakukan melalui insisi dinding abdomen (laporatomi) dan dindin uterus (histeretomi) (Manuaba, 2012).

Pre – eklamsia adalah suatu komplikasi kehamilan yang di tandai dengan tekanan darah sistolik kurang dari 30 mmHg atau peningkatan tekanan sistolik 15 mmHg atau tekanan diastolic sekurang – kurangnya 90 mmHg. Timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atu lebih di sertai proteinuria ≥ 5 g/24 jam atau ≥ + 2 dipstik dan adema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Beety R.F dan Yanti, (2011).

Dimasyarakat terutama ibu hamil kebanyakan ibu kurang mengetahui tentang gejala pre eklamsia berat seperti pembekakan pada kaki,sakit kepala,berat badan meningkat.Tanda - tanda tersebut di anggap sebagai masalah yang normal yang di alami oleh ibu hamil. Sebagian besar ibu hamil memilih membeli obat di warung dan berharap dapat mengurangi sakit yang yang di alami. Hal ini terjadi karena ibu yang kurang memiliki pengetahuan rendah tidak dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat terhadap kesehatan bagi ibu Biasanya seorang ibu hamil akan melakukan pemeriksaan saat gejala yang di alami terasa sudah mengganggu aktifitas seperti sakit kepala

(17)

yang lebih sakit dari biasanya dan berkepanjangan, ketika sudah melakukan pemeriksaan barulah diketahui bahwa ibu mengalami masalah PEB. ( Budiani 2014)

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan barometer pelayanan kesehatan suatu negara. Berdasarkan pengamatan World Health Organization (WHO), salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin adalah pre-eklamsia berat (PEB) angka kejadiannya berkiras 0,51% - 38,4%. Di negara maju angka kejadian preeklamsia berat berkisar 6 – 7% dan eklamsia 0,1 – 0,7%. Sedangkan angka kematian ibu yang mengakibatkan pre- eklamsia berat dan eklamsia di negara berkembang masih tinggi ( Betty &

Yanti, 2011) . Di indonesia angka kematian ibu tahun 2016 masih tinggi yaitu 305/100.000 persalinan hidup sangat jauh dari target sustainable development goals(SDG’s) tahun 2015 yaitu angka kematian ibu 102/100.000 kelahiran hidup Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan peningkatan signifikan AKI di Indonesia sebesar ±57% yaitu dari 228 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH) pada tahun 2007 menjadi 359 per 100.000 KH. Angka tersebut jauh dari yang diharapkan dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010- 2014 yaitu AKI 118 per 100.000 KH, target MDG’s (Millenium Development Goals) tahun 2015 yaitu 102 per 100.000 KH. Sedangkan target SDG’s (Sustainable Development Goals) tahun 2030 yaitu AKI 70/100.000 KH (Kemenkes RI, 2015). Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012 adalah 97,41 per 100.000 KH yang cenderung turun, menjadi 97,39 per 100.000 KH pada tahun 2013 dan 93,52 per 100.000 KH pada tahun 2014 (Dinkes Jatim,

(18)

2016). Penyebab kematian utama ibu di Jawa Timur terutama preeklampsia/

eklampsia yang meningkat dalam tahun 2010–2012. Proporsi kejadian preeklampsia/eklampsia di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2010 sebesar 26,92% yang meningkat menjadi 27,27% pada tahun 2011 dan 34,88% pada tahun 2012 (Dinkes Jatim, 2015). Sedangkan di kabupaten Gresik , jumlah kematian ibu pada tahun 2013 sebanyakan 22 ibu dan meningkat menjadi 23 ibu pada tahun 2014 dan turun menjadi 19 kasus pada tahun 2015 terutama 10 kasus karena preeklasia/eklamsia, diikuti 4 kasus pendarahan, 3 kasus penyakit jantung, dan 2 kasus penyakit jantung, dan 2 kasus lainnya (Dinkes Gresik, 2015). Bedasarkan Bidan Desa Klurak kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2019 kejadian section caesarea indikasi preeklamsia berat dari bulan januari 2019 sampai dengan desember 2019 bahwa dapat di total 20 kasus di rujuk di RS dan 3 Kematian. ( Eva, 2021).

Penyebab dari perawatan payudara adalah kurangnya pengetahuan kurangnya informasi dan kurangnya minat untuk belajar , ibu semakin tinggi pengetahuan ibu tentang perawatan payudara maka akan mempengaruhi pola pikir dan sikap ibu sehingga menumbuhkan perilaku positif untuk melakukan perawatan payudara. Tujuan dari perawatan payudara adalah untuk melancarkan sirkulasi darah dan untuk mencegah tersumbatnya saluran susu,sehingga pengeluaran ASI lancar. Maka itu ibu di anjurkan untuk melakukan payudara. ( Maritalia, 2012)

Konsep solusi Penatalaksanaa pada ibu post sc dengan diagnosa medis defisit pengetahuan perawatan payuadara antara lain promotif yaitu memberikan pengarahan tentang perawatan payudara kepada ibu hamil sedini

(19)

mungkin. Preventif dengan melakukan healtheducation melalui penyuluhan- penyuluhan pada ibu hamil disertai demonstasi cara perawatan payudara sebelum dan setelah melahirkan dengan benar, upaya ini dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam perawatan payudara secara baik dan benar (Pramitasari, 2009). Kuratif yaitu dalam pemberian nutrisi yang banyak dan nutrisi tambahan dalam bentuk supplement yang mengandung vitamin dan mineral yang di perlukan selama kehamilan seperti vit A,B dan D. Rehabilitatif yaitu mengontrol kondisi bayi dan menganjurkan kepada keluarga untuk control kembali ke RS sesuai dengan anjuran doker (Arief, 2014).

1.2 Rumusan Masalah

Untuk mengetahui lebih lanjut dari perawatan penyakit ini maka penulis akan melakukan kajian lebih lanjut dengan melakukan asuhan keperawatan Post sectio caesarea dengan indikasi Pre Eklamsia Berat dengan membuat rumusan

masalah sebagai berikut “Bagaimanakah asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnose Pre eklamsia Berat di Desa Klurak Kecamatan Candi Sidoarjo

?”

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

1.3.1.1 Mengidentifikasi asuhan keperawatan pada klien dengan diagnose Pre eklamsia berat di Desa Klurak Kecamatan Candi Sidoarjo?

(20)

1.3.2 Tujuan Khusus

1.3.2.1 Mengkaji pasien dengan diagnosa Pre eklamsia berat di Desa Klurak Kecamatan Candi Sidoarjo

1.3.2.2 Merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan diagnose Pre eklamsia berat Desa Klurak Kecamatan Candi Sidoarjo

1.3.2.3 Merencanakan tindakan keperawatan pada pasien dengan diagnose Pre eklamsiaberat Desa Klurak Kecamatan Candi Sidoarjo

1.3.2.4 Melaksanakan tindakan keperawatan pada pasien dengan diagnosa Pre eklamsi berat di Desa Klurak Kecamatan Candi Sidoarjo

1.3.2.5 Mengevaluasi tindakan keperawatan pada pasien dengan diagnosa Pre eklamsia berat di Desa Klurak Kecamatan Candi Sidoarjo

1.4 Manfaat

Terkain dengan tujuan , maka tugas akhir ini diharapkan dapat memberi manfaat :

1.4.1 Akademis, hasil studi kasus ini merupakan sumbangan bagi ilmu pengetahuan khususnya dalam hal asuhan keperawatan pada klien Pre eklamsia berat dengan baik

1.4.2 Secara praktis, tugas akhir ini akan bermanfaat bagi : 1.4.2.1 Bagi pelayanan keperawatan di rumah sakit

(21)

Hasil studi kasus ini, dapat menjadi masukan bagi pelayanan di Desa Klurak Kecamatan Candi Sidoarjo agar melakukan asuhan keperawatan klien dengan Pre eklamsia berat dengan baik

1.4.2.2 Bagi peneliti

Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu rujukan bagi peneliti berikutnya, yang akan melakukan studi kasus pada asuhan keperawatan pada pasien dengan Pre eklamsia berat.

1.4.2.3 Bagi profesi kesehatan

Sebagai tambahan ilmu bagi profesi keperawatan dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan Pre eklamsia berat.

1.5 Metode Penulisan

1.5.1 Metode

Metode deskriptif yaitu metode yang sifatnya mengungkapkan peristiwa atau gejala yang terjadi pada waktu sekarang yang meliputi studi kepustakaan yang mempelajari, mengumpulkan, membahas data dengan studi pendekatan proses keperawatan dengan langkah-langkah pengkajian , diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

1.5.2 Teknik Pengumpulan Data 1.5.2.1 Wawancara

(22)

Data diambil/diperoleh melalui percakapan baik dengan klien, keluarga maupun tim kesehatan lain.

1.5.2.2 Observasi

Data yang di ambil melalui pengamatan kepada klien.

1.5.2.3 Pemeriksaan

Meliputi pemeriksaan fisik dan labolatorium yang dapat menunjang menegakkan diagnosa dengan penanganan selanjutnya.

1.5.3 Sumber Data 1.5.3.1 Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh dari klien 1.5.3.2 Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari keluarga atau orang terdekat klien, catatan medis perawat, hasil-hasil pemeriksaan dan tim kesehatan lain

1.5.4 Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan yaitu mempelajari buku sumber yang berhubungan dengan judul studi kasus dan masalah yang dibahas

1.6 Sistematika Penulisan

Supaya lebih jelas dan lebih mudah dalam mempelajari dan memahami studi kasis ini, secara keseluruhan di di bagi menjadi tiga bagian yaitu :

(23)

1.6.1 Bagi awal memuat halaman judul, persetujuan pembimbing, pengesahan, motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi

1.6.2 Bagian inti, terdiri dari lima bab, yang masing-masing bab terdiri dari sub bab berikut ini:

Bab 1 : Pendahuluan, berisi latar belakar masalah, tujuan, manfaat penelitihan, sistematik studi kasus

Bab 2 : Tinjauan pustaka, berisi tentang konsep penyakit dari sudut medis dan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnose medis Pre eklamsia ringan serta kerangka masalah.

Bab 3 : Tujuan kasus berisi tentang deskripsi data hasil pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Bab 4 : Pembahasan berisi tentang perbandingan antara teori dengan kenyataan yang ada di lapangan..

Bab 5 : Penutup , berisi tentang simpulan dan saran.

1.6.3 Bagian akhir, terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.

(24)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bab 2 ini akan diuraikan secara teoritis mengenai konsep penyakit dan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosa Post section caesarea inidikasi preeklamsi berat. Konsep penyakit akan diuraikan definisi, etiologi dan

cara penanganan secara medis. Asuhan keperawatan akan diuraikan masalah- masalah yang muncul pada penyakit Post section caesarea inidikasi preeklamsi berat dengan melakukan asuhan keperawatan terdiri dari pengkajian, diagnosa,

perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

2.1 Konsep Dasar Sectio Caesarea 2.1.1 Definisi

Sectio Caesarea (SC) adalah suatu cara untuk melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding rahim uterus melalui dinding depan perut ( Nurarif

& Kusuma, 2015).

Sectio Caersarea (SC) adalah proses persalinan atau pembedahan melalui insisi pada dinding perut dan rahim bagian depan untuk jalan melahirkan ( Lutfiana, N. 2013).

2.1.2 Etiologi

2.1.2.1 Etiologi yang berasal dari ibu

Yaitu pada prigmigravida dengan klainan letak, primi para tua disertai kelainan letak, disproporsi sefalo pelvik ( disproporsi janin/panggul), ada sejarah kehamilan dan persakinan buruk, terdapat kesempitan panggul , plesenta previa terutama pada primigravida , solutsio

(25)

plasenta tingkat I – II, kompliaksi kehamilan yaitu preeklamsia – eklamsia, atas permintaan, kehamilam yang disertai penyakit ( jantung, DM), ganggu perjalanan persalinan ( Kista ovarium, mioma uteria dan sebagainya.

2.1.2.2 Etiologi yang berasal dari janin

Fetal disstres/ gawat janin, mal presentasi dan mal posisi kedudukan janin, prolapsus tali pusar dengan pembukaaan kecil, kegagalan persalinan vakum atau forceps ekstrakasi.

( Nurarif & Kusuma 2016) 2.1.3 Klasifikasi

2.1.3.1 Sectio Caesarea (SC) abdomen : dengan SC transperitonealis

2.1.3.2 Sectio Caesarea (SC) Vaginalis : Menurut arah sayatan pada rahim , SC dapat di lakukan sebagai berikut: Sayatan yang memanjang,Sayatan yang melintang , Sayatan yang berbentuk huruf T

2.1.3.3 Sectio Caesarea (SC) Klasik

Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang ada korpus uteri kira – kira sepanjang 10 cm. tetapi saat ini teknik ini jarang di lakukan karena memiliki banyak kekurangan namun pada kasus operasi yang berulang yang nmemiliki banyak perlengkapan organ dengan cara ini dapat di pertimbangkan.

2.1.3.4 Sectio Caesarea (SC) Ismika

Dilakukan dengan membuat sayatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim kira – kira sepanjang 10 cm

( Nurarif & Kusuma, 2015)

(26)

2.1.4 Manifestasi Klinis

2.1.4.1 Plasenta previa sentralis dan literalis (posterior) 2.1.4.2 Panggul empit

Disporsi sefalopelvik : yaitu ketidakseimbangan ukuran kepala dan ukuran panggul

2.1.4.3 Rupture uteri mengancam 2.1.4.4 Peltus lama (prolonged labor) 2.1.4.5 Partus tak maju ( obstructed labor) 2.1.4.6 Distosia servik

2.1.4.7 Preeklamsi dan eklamsi 2.1.4.8 Mal presentasi janin

1) Letak lintang 2) Letak bokong

3) Presentasi dahi dan muka (letak defleksi) 4) Presentasi rangkap jika reposisi tidak berhasil 5) gemeli (Nurarif & Kusuma, 2016)

2.1.5 Komplikasi Sectio Caesarea

Komplikasi sectio caesarea Menurut (Mochtar, 2013) adalah sebagai berikut :

2.1.5.1 Ibu

1) Infeksi Puerferal ( Nifas)

1)) Ringan dengan kenaikan suhu lebih tinggi hanya beberapa hari saja.

(27)

2)) Sedang dengan kenaikan suhu yang lebih tinggi, disertai dehidrasi dan perut sedikit kembung

3)) Berat dengan peritonitis, sepsisdan ileus paralitik. Infeksi berat sering kita jumpai pada partus terlantar, sebelum timbul infeksinifas, telah terjadi infeksi intra partum karena ketuban terlalu lama.

4)) Pendarahan karena :

Banyak pembulu darah yang terputus dan terbuka, Atonia uteri, Pendarahan pada placental bed

5)) Luka Kandung Kemih, emboli paru dan keluhan kandung kemih bila reperitonialisasi terlalu tinggi . kemudian rupture ateri spontan pada kehamilan mendatang

2.1.5.2 Anak

Nasip anak yang di lahirkan dengan SC banyak tergantung dari keaadaan yang menjadi alasan untuk melakukan SC.

2.1.6 Pemeriksaan Penunjang

2.1.6.1 Pemantauan janin terhadap kesehatan janin 2.1.6.2 Pemantauan EKG

2.1.6.3 Elektrolit

2.1.6.4 JDL dengan diferensial 2.1.6.5 Hemoglobin/Hematokrit 2.1.6.6 Golongan darah

2.1.6.7 Urinalisis

2.1.6.8 Amniosistesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi

(28)

2.1.6.9 Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi 2.1.6.10 Ultrasond sesuai pesanan

( Nurarif & Kusuma, 2016) 2.1.7 Penatalaksanaan

Penatalaksanaan pada ibu post sectio caesarea antara lain :

2.1.7.1 Pemberian Cairan : karena 24 jam pertama penderita puasa pasca operasi, maka pemberian cairan perintravena harus cukup banyak dan mengandung elektrolit agar tidak terjadi Hipotermi, dehidrasi,atau komplikasi pada organ tubuh lainnya. Cairan yang biasa diberikan biasanya DS 10%, garam fisiologi dan RL, secara bergantian dan jumlah tetesan tergantung kebutuhan. Bila kadar HB rendah diberikan transfuse darah sesuai kebutuhan.

2.1.7.2 Diet : pemberian cairan perinfus biasanya dihentikan setelah penderita flatus lalu dimulailah pemberian minuman atau makanan peroral.

Pemberian minuman berjumlah yang sedikit sudah boleh dilakukan pada 6 – 10 jam pasca operasi, berupa air putih dan air teh.

2.1.7.3 Mobilisasi : Mobilisasi dilakukan secara bertahap meliputi, Miring kanan dan miring kiri dapat di mulai sejak 6 – 10 jam setelah operasi.

Latihan pernafasan dapat dilakukan oleh penderita sambal tidur terlentang sedini mungkin setelah sadar. Hari kedua post operasi, penderita dapat didudukan selama 5 menit dan diminta untuk menggambil nafas dalam dan lalu di hembuskan. Kemudian posisi tidur terlentang dapat di ubah menjadi posisi setengan duduk (semifowler). Selanjutnya selama berturut – turut , hari demi hari , pasien dianjurkan belajar duduk selama sehari, belajar

(29)

berjalann dan kemudian berjalan sendiri pada hari ke – 3 sampai hari ke – 5 pasca operasi.

2.1.7.4 Kateterisasi : kandung kemih yang penuh menimbulkan rasa nyeri dan tidak enak pada penderita, menghalangi involusi uterus dan menyebabkan pendarahan. Kateter biasanya terpasang 24 – 48 jam/ lebih lama lagi tergantung jenis operasi dan keadaan penderita

2.1.7.5 Pemberian obat – obatan 1) Antibiotik

Pemberian antibiotic dapat menurunkan resiko infeksi pada luka post section caesarea cara pemilihan dan pemberian antibiotic sangat berbeda – beda setiap institusi.

2) Analgetik

Untuk meredakan nyeri post operasi, pemberian obat ini umumnya di barengi obat untuk memperlancar kerja saluran cerna.

3) Obat – obatan lainnya untuk meningkatkan vitalitas dan kedaan umum penderita dapat di berikan caboransia see\perti neurobion dan vit C

2.1.7.6 Perawatan Luka : kondisi balutab luka dlihat pada 1 hari post oprasi, bila basah dan berdarah harus di buka dan di ganti

Perawatan rutin ; hal – hal yang harus di perhatikan dalam pemeriksaan adalah suhu,tekanan darah, nadi, dan pernafasan( Manuaba, 2012).

(30)

2.2 Konsep Dasar Pre – eklamsi 2.2.1 Definisi Pre - eklamsia

Pre – eklamsia adalah kondisi khusus dalam kehamilan di tandai dengan peningkatan tekanan darah (TD) dan proteinuria. Bisa berhubungan dengan kejang (eklamsia) dan gagal organ ganda pada ibu, sementara komplikasi pada janin meliputi retraksi pertumbuhan dan abrupsio plasenta ( Chapman,V, 2011).

Pre – eklamsia adalah kelainan multiorgan spesifik pada kehamilan yang di tandai dengan terjadinya hipertensi, adema dan proteinuria tetapi tidak menunjukan tanda – tanda kelainan vaskuler atau hipertensi sebelumnya , sedangkan gejalanya biasanya muncul kehamilam berumur 20 minggu ( Nurarif & Kusuma 2016).

2.2.2 Etiologi Pre – eklamisa

Apa yang menjadi pre – eklamsia dan eklamsia sampai sekarang belum di ketahui. Tetapi pre – eklamsia dan eklamsia hampir seacara eksklusif merupakan penyakit kehamilan pertama (Nullipara). Biasanya terdapat pada wanita masa subur dengan umur ekstrim, yaitu pada remaja belasan tahun atau pada wanita yang berumur lebih dari 35 tahum . Faktor – faktor mempengaruhi pre – eklamsia

2.2.2.1 Kehamilan pertama

2.2.2.2 Riwayat keluarga mempunyai pre – eklamsia 2.2.2.3 Pre – eklamsia pada kehamilan pertama

(31)

2.2.2.4 Ibu hamil dengan usia kurang dari 20 tahum atau lebih dari 35 tahun.

2.2.2.5 Wanita dengan gangguan fungsi organ ( diabetes, penyakit ginjal, migraine, dan tekanan darah tinggi)

2.2.2.6 Kehamilan kembar

( Nurarif & Kusuma, 2016) 2.2.3 Klasifikasi pre – eklamsia

2.2.3.1 Pre – eklamsia ringan

1) Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang di ukur pada posisi berbsring terlentang atau kenaikan distolik 15 mmHg atau lebih, atau kenaiakan sistolik 30 mmHg atau lebih. Cara pengukuran sekurang – kurangnya pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak periksa 1 jam, sebaiknya 6 jam.a

2) Edema umum, kaki, jari tangan , dan muka, atau kenaikan berat 1 kg atau lebih per minggu

3) Proteinuria kuantatif 0,3 gr atau lebih per liter ; kwalitatif 1+ atau 2+ pada urine kateter atau midstream

2.2.3.2 Pre – eklamsia Berat

1) Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih 2) Proteinuria lebih dari 3 g/ liter

3) Oliguria/ jumlah urin <400 cc/ 24jam

4) Adanya ganguan selebra, gangguan penglihatan, nyeri kepala, dan rasa yeri pada epigastrium

(32)

5) Terdapat edema paru dan sianosis

6) Enzim hati meningkat dan di sertai icterus 7) Pendarahan pada retina

( Nurarif & Kusuma 2016) 2.2.4 Manifestasi Klinis

Pada pre – eklamsia ringan, gejala subyektif belum di jumpai.

Pada pre – eklamsia berat gejalanya sudah dapat di jumpai seperti :

2.2.5.1 Nyeri kepala hebat pada bagian depan atau belakang kepala yang didikuti dengan peningkatan tekanan darah yang abnormal. Sakit kepala tersebut terus menerus dan tidak berkurang dengan bemberian aspirin atau obat sakit kepala lain.

2.2.5.2 Gangguan penglihatan pasien terlihat kilatan – kilatan cahaya, pandangan kabur, dan terkadang bisa terjadi kebutaan sementara.

2.2.5.3 Iritabel ibu meras gelisah dan tidak bisa bertoleransi dengan suara berisik atau gangguan lainnya.

2.2.5.4 Nyeri perut bagian uluh hati ( epigastrium) yang kadang di sertai dengan mual muntah.

2.2.5.5 Gangguan pernafasan sampai dengan cyanosis 2.2.5.6 Terjadi gangguan kesadaran

2.2.5.7 Dengan pengeluaran proteinuria keadaan semakin berat, karena terjadi gangguan fungsi ginjal

(33)

Kelanjutan pre – eklamsia berat menjadi eklamsia dengan tamabahan gejala kejang/ koma. Selama kejang diikuti suhu mencapai 40°C, frekuensi nadi brtambah cepat, tekanan darah meningkat.

( Nurarif & kusuma, 2016) 2.2.5 Patofisiologi

Patogenesa preeklamsia sangat kompleks meliputi genetic, imunlogi, dan faktor – faktor lingkungan yang saling berinteraksi. Bebrapa tahun lalu Cris redman menyatakan konsep bahwah preeklamsia merupakan gangguan penyakit dengan dua tahap. Tahap pertama penurunan perfusi plasenta dan kedua adanya gangguan sindrom maternal. Hal ini di dukung bukti dimana pada tahap pertama asiptomatik, dengan karakteristik pertumbuhan plasenta abnormal selama trimester pertama yang berkaktan infusiens plasenta dan merangsang plasenta untuk memproduksi material yang masuk ke sirkulasi maternal. Tahap kedua ditandai wanita hamil mulai mengalami hipertensi, gangguan renal dan gangguan proteinuria dan kerusakan organ lainnya ( Keman, 2014).

2.2.6 Komplikasi

Tergantung pada derajat pre eklamsia yang di alami, namun yang termasuk komplikasi antara lain:

2.2.6.1 Pada Ibu

1) Eklamsia

2) Solusio placenta

3) Pendarahan subcapsula hepar

(34)

4) Kelainan pembekuan darah 5) Ablasio retina

6) Gagal jantung, syok dan kematian 2.2.6.2 Pada Janin

1) Terlambatnya pertumbuhan pada uterus 2) Premature

3) Afiksia neonatorum 4) Kematian dalam uterus

5) Peningkatan angka kematian dan kesakitan prenatal ( Renaldi, 2013)

2.2.7 Pemeriksaan Penunjang

2.2.7.1 Pemeriksan laboratorium

1) Pemeriksaan Labolatorium

(1) Penurunan Hemoglobin ( nilai rujukan atau kadar normal hemoglobin untuk wanita hamil ialah 12 – 14 gr%)

(2) Hematocrit meningkat ( nilai rujukan 37 – 43 vol%)

(3) Trombosit menurun ( nilai rujukan 150 – 450 ribu/mm3)

2) Urinalisis

(1) Di temukan protein dalam urine (proteinuria) 3) Pemeriksaan fungsi hati

(1) Bilirubin meningkat ( N=<1mg/dl)

(35)

(2) LDH ( laktat dehidrogenasi) meningkat (3) Aspartate aminomtransferase (AST) > 60 ul (4) Serum glutamat pirufat transaminase (SGPT)

meningkat (N=15 – 45 u/m)

4) Serum glutamat oxaloacetic transaminase (SGOT) meningkat (N=<31 u/l)

5) Total protein serum menurun ( N=6,7 – 8,7 g/ dl) (1) Tes kimia darah

6) Asam urat meningkat (N= 2,4 – 2,7 mg/dl) 2.2.7.2 Radiologi

(1) Ultrasonografi

Ditumakn retardasi pertumbuhan janin intra uterus.

Pernafasan intrauterus lambat, dan volume cairan ketuban sedikit

2.2.7.3 Kardiotografi

Diketahui denyut jantung janin lemah.

(Nurarif & Kusuma, 2016) 2.2.8 Penatalaksanaan

Tujuan utama penanganan pre – eklamsia adalah mencegah terjdinya eklamsia,, melahirkan bayi tanpa asfiksia dengan skor APGAR baik, dan mencegah mortalitas maternal dan perinatal.

2.2.8.1 Pre – eklamsia Ringan

Istirahat di tempat tidur adalah terapi utama dalam penanganan preeklamsia ringan. Istirahat dengan berbaring pada sisi tubuh

(36)

menyebabkan aliran darah ke placenta dan aliran darah ke ginjal meningkat, tekanan vena pada ekstremitas bawah menurun dan reabsorsi cairan bertambah. Selain itu dengan istirahat di tempat tidur mengurangi kebutuhan volume darah yang beredar dan juga dapat menurunkan tekanan darah. Apabila pre – eklamsia tersebut tidak membaik dengan penanganan konservatif, dalam hal ini kehamilan harus di terminasi jika mengancam nyawa maternal.

2.2.8.2 Pre – eklamsia berat

Pada pasien dengan pre eklamsia berat segera harus di beri obat sedative kuat untuk mencegah timbulnya kejang. Apabila sudah 12-24 jam bahaya akut sudah di atasi, tindakan terbaik adalah menghentikan kehamilan. Sebagai pengobatan timbulnya kejang dapat diberikan dengan larutan magnesium sulfat (MgSO4) 20% dengan dosis 4 gr intravena loading dose dalam 4-5 menit. Kemudian dianjurkan dengan MgSO4 40%

sebanyak 12 gr dalam 500 cc ringer laktat (RL) atau sekitar 14 tetes/menit . tambahan magnesium sulfat hanya bisa di berikan ika diuresis pasien baik, refleks patella positif dan frekuensi pernafasan lebih dari 16 x/ menit. Obat ini memiliki efek menenangkan, menurunkan tekanan darah dan menaikan diuresis. Selain magnesium sulfat, pasien dengan pre-eklamsi berat dapat juga di berikan klorpromazin dengan dosis 50 mg secara intramusklar ataupun diazepam 20 mg secara intramuscular. ( Nurarif & Kusuma, 2016)

(37)

2.3 Konsep Dasar Perawatan Payudara 2.3.1 Definisi Perawatan payudara

Defisit pengetahuan adalah hasil dari tau yang terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu melalui panca indrayaitu pengliatan , pendengaran , perabaan, pengetahuan didapatkan dari pengalaman orang lain , pendidikan serta media massa atau lingkungan ( Notoatmojo, 2012).

Perawatan payudara merupakan (Breast Care) adalah suatau cara merawat payudara yang dilakukan pada saat kehamilan atau di masa nifas untuk produksi ASI, selain itu untuk membersihkan payudara dan bentuk puting susu yang masuk ke dalam dan datar ( Manuaba, 2011 ). Perawatan payudara ( Breast Care ) salah satu bagian penting yang harus di diperhatikan sebagai persiapan untuk menyusui nantinya, hal ini dikarenakan payudara merupakan organ esensial kesulitan dalam pemberian ASI bila sejak awal telah mengetahui bagaimana perawatan payudara ( Rahayu , 2012).

2.3.2 Tujuan Perawatan Payudara

Perawatan payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa hamil, mempunyai tujuan antara lain:

2.3.2.1 Untuk menjaga kebersihan payudara dari infeksi

2.3.2.2 Untuk mengenyalkan putting susu, supaya tidak mudah lecet 2.3.2.3 Untuk menonjolkan putting susu

2.3.2.4 Menjaga bentuk buah dada tetap bagus 2.3.2.5 Untuk mencegah terjadinya penyumbatan

(38)

2.3.2.6 Untuk memperbanyak produksi ASI

2.3.2.7 Untuk mengetahui adanya kelainan. (Notoadmojo, 2011) Sedangkan menurut maryunani (2015), tujuan perawatan payudara dianataranya :

2.3.2.8 Memperbaiki sirkulasi darah.

2.3.2.9 Menjaga kebersihan payudara.

2.3.2.10 Mempersiapkan psikologis ibu untuk menyusui.

2.3.2.11 Mencegah pembendungan ASI.

2.3.3 Manfaat Perawatan Payudara

Menurut ( Kumalasari, 2015) manfaat perawatan payudara di antaranya :

2.3.3.1 Memelihara kebersihan payudara ibu sehingga bayi mudah menyusui.

2.3.3.2 Melenturkan dan menguatkan putting susu sehingga produksi ASI menjadi lancar.

2.3.3.3 Mengurangi resiko luka pada saat bayi menyusu.

2.3.3.4 Dapat merangsang kelenjar air susu sehingga produksi ASI menjadi lancar.

2.3.3.5 Persiapan psikis ibu menyusui dan menjaga bentuk payudara.

2.3.3.6 Mencegah penyumbatan pada payudara.

2.3.4 Dampak Tidak Perawatan Payudara

Menurut ( Kumalasari, 2015) manfaat perawatan payudara diantaranya :

2.3.4.1 Anak susah menyusu karena payudara yang kotor.

(39)

2.3.4.2 Putting susu tenggelam sengga bayi susah menyusu.

2.3.4.3 ASI akan lama keluar sengga terdampak ke bayi.

2.3.4.4 Produksi ASI terbatas karena kurang dirangsang melalui pemijatan dan pengurutan.

2.3.4.5 Terjadinya pembengkakan, peradangan pada payudara dan kulit payudara terutama pada bagian putting mudah lecet.

2.3.5 Tata cara perawatan payudara

Menurut (Kumalasari, 2015) langkah perawatan payudara diantaranya:

2.3.5.1 Persiapan ibu

1) Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir 2) Buka pakaian

2.3.5.2 Persiapan alat 1) Handuk

2) Kapas yang di bentuk bulat 3) Minyak kelapa atau baby oil

4) Waslap atau handuk kecil untuk kompres

5) Baskom dua yang masing-masing berisi air hangat dan air dingin

2.3.5.3 Pelaksanaan

1) Buka pakaian ibu, lalu letakkan handuk di atas pangkuan ibu lalu tutuplah payudara ibu dengan handuk

2) Buka handuk pada daerah payudara dan taruh di pundak ibu

(40)

3) Kompres putting susu dengan menggunakan kapas minyak selama 3 – 5 menit agar epitel yang lepas tidak menumpuk, lalu bersihkan kerak – kerak pada putting susu

4) Bersihkan dan tariklah putih susu keluar terutama untuk putting susu ibu datar

5) Ketuk – ketuk sekeliling putting susu dengan ujung – ujung jari

2.3.5.4 Teknik pengurutan teknik 1) Pengurutan I

Licinkan kedua tangan dengan baby oil dan sokong payudara kiri dengan tangan kiri, lakukan gerakan kecil dengan dua atau tiga jari tangan, mulai dari pangkal payudara dengan gerakan memutar berakhir pada daerah putting ( di lakukan 20 – 30 kali).

2) Pengurutan II

Membuat gerakan memutar sambal menekan jari pangkal payudara dan berakhir pada putting susu ( dilakukan 20 – 30 kali ) pada kedua payudara.

3) Pengurutan III

Meletakan kedua tangan di antara payudara, mengurut dengan tengah ke atas sambal mengangkat kedua payudara dan lepaskan keduanya perlahan.

(41)

4) Pengurutan IV

Mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah pangkal kea rah putting, kemudian payudara dikompres dengan air hangat lalu dingin secara bergatian kira –kira 5 menit. Dan pakailah handuk atau BH untuk menopang payudara.

(Kumalasari, 2015) 2.4 Konsep Dasar Asuhan Keperawatan

2.4.1 Identitas Pasien

Menurut ( Afiyati & Imami,2014) umur yang di anggap paling aman menjalani kehamilan dan persalinan adalah >20 tahun dan >35 tahun. Di rentang usia ini kondisi fisik wanita dalam keadaan prima. Rahim sudah mampu memberi perlindungan, mental pun siap untuk merawat dan menjaga kehamilannya secara hati – hati. Kehamilan di umur kurang dari 20 tahun dari segi fisik organ – organ reproduksi seorang wanita belum sempurna sehingga dapat berakibat terjadinya komplikasi

2.4.2 Pengkajian

Pada pengkajian klien dengan sectio caesarea, data yang dapat ditemukan meliputi distress janin, kegagalan untuk melanjutkan persalinan, , malposisi janin, prolabs talu pust, abrupsio plasenta dan plasenta previa . ( Putri,2018)

(42)

2.4.2.1 Keluahan Utama

Pada umumnya pasien Post Sectio Caesar mengeluh nyeri pada daerah luka bekas operasi. Nyeri biasanya bertambah parah jika pasien bergerak. (Putri, 2012)

2.4.2.2 Riwayat Penyakit Sekarang

Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih, adanya gangguan selebra, gangguan penglihatan, nyeri kepala, dan nyeri pada epigastrium, mual dan muntah, terdapat edema pada ekstremitas, proteinuria lebih dari 3 gr (Nurarif & Kusuma, 2016)

1) P : Provokasi/ palatif

Apa penyebab timbulnya nyeri, Akibat bekas operasi.

2) Q : Qualitas/ Quantitas

Seberapa berat keluhan nyeri tersebut di rasakan, seperti di Tusuk – Tusuk.

3) R : Region / Radiasi

Lokasi dimana keluhan nyeri tersebut di rasakan / ditemukan, apah juga menyebar kedaerah lain / area penyebarannya, di daerah abdomen.

4) S : Skala / Seviritas

Skala kegawatan dapat di lihat menggunakan GCS untuk gangguan kesadaran, skala nyeri/ ukuran lain yang berkaitan dengan keluhan, Skala nyeri 1 – 10.

5) T : Timing

(43)

Kapan terjadinya nyeri tersebut mulai ditemukan / dirasakan, merasakan nyeri saat bergerak.

2.4.2.3 Riwayat kesehatan sebelumnya :

Pada riwayat kesehatan terdapat riwayat yang pernah di alami oleh ibu yang mencakup : ibu pernah menderita penyakit hipertensi sebelum hamil, mempunyai riwayat preeklamsia pada kehamilan terdahulu, mudah terjafi dengan obesitas, pernah menderita penyakit ginjal kronis ( Maryunani, 2016)

2.4.2.4 Riwayat kesehatan keluarga

Riwayat keluarga dengan preeklamsia atau eklamsia (khususnya ibu). Dengan adanya faktor keturunan yang familiar dengan model gen tunggal, genetic ibu lebih menurunkan terjafinya hipertensi dalam kehamilan. ( Maryunani, 2016)

2.4.2.5 Riwayat ginekologi

Menurut buku asuahan maternitas ( Mitayani, 2012) yaitu : 1) Riwayat kehamilan

Riwayat kehamilan ganda, mola hidatidosa, hidramnion serta riwayat kehamilan dengan preeklamsia sebelumnya.

2) Riwayat KB

Perlu ditanyakan pada ibu apakah pernah/tidak mengikuti KB jika ibu pernah ikut KB maka yang di tanyakan adalah jenis kontrasepsi. Menurut Sunarsih, V, N (2012) pemakaian kontrasepsi hormonal meningkatkan tromboemboli dan gangguan pembuluh darah di otak.

(44)

3) Riwayat perkawinan

Biasanya terjadi pada wanita yang menikah di usia 20 tahun atau diatas 35 tahun.

4) Riwayat kehamilan sekarang

Biasanya preeklamsi berat terjadi pada kehamilan >20 minggu ( Maryunani, 2016)

2.4.2.6 Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik head to toe Menurut Manuaba (2011) 1) Wajah : terdapat edema pada kelopak mata dan wajah.

2) Payudara : kondisi payudara di 2 hari setelah post partum sama dengan keadaan dalam masa hamil. Pada hari ke 3 dan hari ke 4 payudara membersar, keras dan nyeri di tandai dengan sekresi air susu sehingga akan terjadi proses laktasi.

3) Abdomen / uterus : terdapat jahitan sectio caesarea, involusi uterus pada persalinan dengan SC lebih lambat dari pada persalinan normal.

4) Ekstremitas : edema pada jari tangan dan tungkai merupakan gejala PEB.

5) Genetalia : terdapat pengeluaran lochea rubra ( berwarna merah) yang menetap selama 3 hari.

6) Pengeluaran urine : jumlah produksi urine < 500 cc/24jam merupakan tanda PEB.

7) Tekanan darah : tekanan darah tinggi ( hipertensi ) , yaitu tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih.

(45)

2.4.3 Pemeriksaan Penunjang

2.4.3.1 Pemeriksaan labolatorium : Pemeriksaan darah lengkap

1) Penurunan hemoglobin ( nilai rujukan atau kadar normal hemoglobin untuk wanita hamil adalah 12 – 14 gr%) 2) Hematocrit meningkat ( nilai rujukan 37 – 43 vlo%) 3) Trombosit menurun ( nilai rujuakan 150 – 450 ribu/mm3) 4) Urinalisis ( di temukan protein dalam urine)

5) Bilirubin meningkat ( N=<1mg/dl) 6) LDH ( laktat dehidrogenasi) meningkat 7) Aspartate aminomtransferase (AST) > 60 ul

8) Serum glutamat pirufat transaminase (SGPT) meningkat (N=15 – 45 u/m)

9) Serum glutamat oxaloacetic transaminase (SGOT) meningkat (N=<31 u/l)

10) Total protein serum menurun ( N=6,7 – 8,7 g/ dl)

2.4.3.2 Radiologi : Ditumakn retardasi pertumbuhan janin intra uterus.

Pernafasan intrauterus lambat, dan volume cairan ketuban sedikit 2.4.3.3 Kardiotografi : Diketahui denyut jantung janin lemah.

(Nurarif & Kusuma, 2016) 2.4.4 Diagnosa Keperawatan

Diagnose keperawatan adalah keputusan klinis mengenai seseorang , keluarga atau masyarakat, sebagai akibat dari masalah kesehatan atau proses kehidupan atau proses kehidupan yang actual

(46)

atau potensial (NANDA 2015). Masalah keperawatan yang muncul pada pasien sectio caesarea adalah :

2.4.4.1 Gangguan pertukaran gas b.d penimbunan cairan pada paru (odema paru)

2.4.4.2 Kelebihan volume cairan b.d kerusakan fungsi glomerulus sekunder terhadap penurunan cardiac output

2.4.4.3 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 2.4.4.4 Ketidakefektifan perfusi jaringan b.d hipertensi

2.4.4.5 Nyeri akut b.d agen cedera fisik 2.4.4.6 Konstipasi b.d penurunan tonus otot 2.4.4.7 Defisit pengetahuan b.d perawatan diri

2.4.4.8 Hambatan mobilitas fisik di tempat tidur b.d nyeri

2.4.5 Intervensi Keperawatan

2.4.5.1 Nyeri akut b.d Agen cedera fisik

Tabel 2.1 Intervensi Nyeri Akut b.d Agen Cedera Fisik

Tujuan Dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional Setelah di lakukan tindakan

keperawatan 2x24 jam di harapkan nyeri pasien berkurang dengan kriteria hasil :

1) Pasien paham tentang penyebab nyeri & Pasien melaporkan nyeri berkurang

1) Jelaskan pada pasien penyebab nyeri

2) Observasi lokasi nyeri dan reaksi pasien pd saat nyeri

1) Pasien memahami tentang penyebab nyeri

2) Untuk menurunkan pembentukan gas dan meningkatkan peristaltic untuk

(47)

2) Pasien mampu

mendemostrasikan teknik relaxsasi dan distraksi 3) Skala nyeri berkurang 0 – 3 4) Pasien tampak rilex dan tidur

dengan nyenyak

5) TTV dalam batas normal TD : 120/90 mmHg, Nadi 80/100 /menit

6) Pemberian obat anti nyeri

3) Ajarkan pasien teknik rexsasi dan distraksi 4) Ajarkan

mobilisasi pada pasien

5) Pemberian obat analgesik

menghilangkan ketidaknyamanan karena akumulatif gas

3) Untuk merilexkan pasien agar tidak tegang

4) Untuk mengurangi rasa nyeri yg di rasakan pasien 5) Untuk proses

penyembuham pasca operasi agar tidak terjadi kekakuan

2.4.5.2 Defisit pengetahuan b.d perawatan payudara

2.4.5.3 Tabel 2.2 Defisit pengetahuan b.d perawatan payudara

Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional Setelah di lakukan tindakan

keperawatan selama 1x Kunjungan rumah di harapkan pengetahuan klien tantang Perawatan Payudara bertambah dengan kriteria hasil :

1) Jelaskan pada klien tentang Perawatan Payudara

1) Untuk menambah pengetahuan klien 2) Untuk mengetahui

perkembangan klien

(48)

(1) Klien mampu memahami tentang perawatan payudara, dan langkah – langkah bagaimana cara merawat payudara

2) Jelaskan pada klien cara merawat

payudara

3) Jelaskan pada klien

penanganan dan pencegahan terhadap infeksi payudara 4) Mengkaji

tingkat pengetahuan klien

3) Untuk menambah motivasi pasien klien

2.4.6 Implementasi Keperawatan

Implementasi Keperawtan adalah serangkaian kegiatan di lakukan oleh perawatan untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang di hadapi ke status kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang di harapkan (potter & pretty,2011) 2.4.7 Evaluasi Keperawatan

Evaluasi keperawatan adalah tahapan terakhir proses keperawatan yang terdiri dari evaluasi proses (formatif) dan evaluasi (sumatif).

Evaluasi formatif adalah evaluasi yang di lakukan terus – menerus

(49)

hingga mencapa tujuan. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang di lakukan setiap hari setelah semua tindakan sesuai dengan diagnose keperawtan dilakukan evaluasi sumatif terdiri dari SOAP ( Subjek , Objek, Analisis, Planning ). Subjek berisi respon yg di ungkapkan oleh pasien dan objektif berisi respon nonverbal dari pasien respon – respon tersebut didaoat setelah merawat melakukan tindakan keperawatan.

Analisis merupaka kesimpulan dari tindakan dalam perencanaan masalah keperawatan dilihat dari kriteria hasil apakah teratasi , teratasi sebgaian atau belum teratas. Sedangkan planning berisi perencanaan tindakan keperawatan yang harus di lakukan selanjutnya.(Purwanti , 2013)

(50)

2.5 Karangkah Masalah Sectio Caesarea Indikasi PEB

2.1 Karangka Masalah pada klien dengan diagnose medis post sectio caesarea indikasi preeklamsia berat

Post Op Sectio Caesarea Sectio Caesarea Indikasi ibu dengan pre eklamsia

MK : Nyeri Akut Trauma Jaringan Insisi Bedah

Faktor resiko :

1. Primagravida atau Multigravida 2. Riwayat keluarga

dengan preeklamsia 3. Preeklamsia pada

kehamilan pertama (abortus)

4. Ibu hamil dengan usia

<20 tahun atau >35 tahun

5. Kehamilan kembar Tekanan Darah

Meningkat

MK : KURANG PENGETAHUAN Perubahan peran

Hidup Bayi lahir

(51)

BAB 3

TINJAUAN KASUS

Pada bab ini akan disajikan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan yang di mulai dari tahap pengkajian , diagnose, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pasien dengan diagnose medis Post Sectio Caesarea indikasi Pre eklamsia Berat pada tanggal 5 Januari 2021 Di Desa Kendalpecabean Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo.

3.1 Pengkajian

Tanggal Kelahiran : 28 Februari 2021 Jam Kelahiran : 20.00 Tanggal Pengkajian : 5 Maret 2021 Jam : 11.00

Diagnosa : Post section caesarea indikasi pre eklamsia berat dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan perawatan payudara.

G : 1 P : 0 A : 0 H : 1

3.1.1 IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. P

Umur : 26 tahun Suku/ Bangsa : Jawa/ Indonesia

Agama : ISLAM

Pendidikan : S1 Ekonomi Pekerjaan : Swasta

Alamat : Desa Kendalpecabean Rt 07 Rw 02 Candi Sidoarjo Status Perkawinan: Menikah

(52)

3.1.2 IDENTITAS KELUARGA 3.1.2.1 Identitas Suami

Nama : Tn.f

Umur : 27 tahun Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia

Agama : ISLAM

Pendidikan : SMK SEDERAJAT Pekerjaan : Swasta

Alamat : Ds. Kendalpecabean Rt 07 Rw 02 Candi Sidoarjo

Status Perkawinan : Menikah 3.1.2.2 Identitas Anak

Nama : An. M

Umur : 5 Hari

Suku/Bangsa : Jawa/ Indonesia Agama : Islam

Pendidikan : Belum sekolah Pekerjaan : Belum bekerja

Alamat : Ds. Kendalpecabean RT 07 RW 02 Candi Sidoarjo

Status Perkawinan : Belum kawin

(53)

3.1.3 RIWAYAT KEPERAWATAN 3.1.3.1 Keluhan Utama

Pasien mengatakan ASI tidak keluar dan tidak tahu cara perawatan payudara

3.1.3.2 Riwayat Persalinan Saat Ini

Pasien mengtakan saat control di bulan desember mendekati persalinan tekanan darahnya tinggi 160/90 mmHg, pasien menagatakan sering pusing tapi tidak edema. Akhirnya bidan menyarankan dan merujuk pasien untuk di lakukan proses persalinan melalui metode buatan sectio caesarea. pasien menjalani proses sectio caesarea pada tanggal 28 februari 2021 pukul 20.00 WIB di RSUD Sidoarjo.

3.1.4 RIWAYAT OBSETRI

3.1.4.1 Riwayat Kehamilan dan Persalinan yang Lalu

Tabel 3.1 Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu Ny.P diagnose Post Sectio Caesarea Indikasi Preeklamsia

Anak Ke Kehamilan Persalinan Komplikasi Nifas Anak

N o

Tah un

Um ur

Penya kit

Jen is

Penol ong

Peny ulit

Late rsi

Infe ksi

Pendar ahan

Jen is

PJ/B B

1 202

1 10 bul an

Hipert ensi

SC Dokte r

PEB - - - P 49/3

kg

3.1.4.2 Riwayat Menstruasi

1) Menarche : 12 tahun 4) Siklus : Normal 2) Banyaknya : 4x ganti pembalut 5) Lamanya : 5 hari 3) HPHT : 17 – 5 – 2020 6)Keluhan :Disminore

(54)

3.1.4.3 Genogram

Keterangan :

: Pasien

: Perempuan : Laki-laki : serumah

Gambar 3.1 Genogram Ny.P Diagnosa Defisit Pengetahuan Perawatan Payudara

3.1.4.4 Persalinan Sekarang 1) Kala Persalinan

(1) Kala I : Tidak di lakukan pengkajian, pasien sudah berada di rumah.

(2) Kala II : Tidak di lakukan pengkajian, pasien sudah berada di rumah.

(3) Kala III: Tidak di lakukan pengkajian, pasien sudah berada di rumah.

(4) Kala IV: Tidak di lakukan pengkajian, pasien sudah berada di rumah.

(1)) Lochea :

Jenis : () lochea rubra ( √ ) lochea sanguinolenta ( ) lochea serosa

( ) lochea alba ( ) lochea parulenta

(55)

( ) lochiotosis Jumlah :

(2)) TFU : 4 jari di bawah pusat 13cm

(3)) Kontraksi Uterus : ( √ ) Baik ( ) Tidak (4)) Pendarahan : ( ) Ya ( √ ) Tidak

Jumlah : tidak terkaji

(5)) Perineum : ( - ) Rupture Spontan ( - ) Episiotomy Lain-lain :

(5) Keadaan Bayi : (1)) BB : 3 kg (2)) TB : 49 cm

(3)) Pusat : (√ ) Normal ( ) Abnormal (4)) Peawatan tali pusat

( ) Alkohol 70%

( ) Betadine

(√ ) Lainnya : Kassa Steril

(5)) Anus : Normal, tidak ada kelainan (6)) Suhu : 36,5°C

(7)) Lingkar Kepala :

Lingkar Sub Occipito Bregnatica : 23 cm Lingkar Fronto Occipitalis : 36 cm Lingkar Mentro Occipitalis : 30 cm

(56)

(7)) Kelainan Kepala : ( - ) Caput Succedanum ( - ) Hydrocephalus ( - ) Cephal Hematoma ( - ) Microcephalus

Lain-lain : Normal, tidak ada kelainan kepala

(8)) Rencana Perawatan Bayi : ( √ ) Sendiri ( ) Orang tua ( ) lain-lain

(9)) Kesanggupan dan penggetahuan

(1))) Merawat bayi : pasien mengatakan mampu merawat bayinya dengan baik.

(2)) Breast care : pasien belum mengatakan belum pernah belajar cara merawat payudara.

(3)) Perineal care : pasien mengatakan mampu merawat kelaminnya dengan baik.

(4)) Nutrisi : pasien mengatakan selama ini menjaga nutrisinya dengan baik.

(5)) Senam nifas : pasien mengatakan mampu mengetahui senam nifas dan akan melaksanakannya lagi setelah nyerinya hilang.

(6)) KB : pasien mengatakan tidak pernah KB

(7)) Menyusui : pasien mengatakan bisa cara menyusui tapi ASI keluar hanya sedikit

Masalah Keperawatan : Defisite pengetahuan tentang perawatan payudara.

(57)

3.1.5 Riwayat Keluarga Berencana

3.1.5.1 Melaksanakan KB ( ) Ya ( √ ) Tidak

3.1.5.2 Bilanya jenis kontrasepsinya apa yang di gunakan : tidak ada

3.1.5.3 Sejak kapan menggunakan kontrasepsi : tidak ada 3.1.5.4 Masalah yang terjadi : tidak ada masalah kep 3.1.6 Riwayat Kesehatan

3.1.6.1 Penyakit yang pernah di alami ibu : Hipertensi 3.1.6.2 Pengobatan yang di dapat : -

3.1.6.3 Riwayat penyakit keluarga ( - ) Penyakit Diabetes

( - ) Penyakit Jantung ( √ ) Penyakit Hipertensi ( - ) Penyakit Lainnya 3.1.7 Riwayat Lingkungan

3.1.7.1 Kebersihan : Lingkungan rumah pasien sangat bersih 3.1.7.2 Bahaya : tidak ada tanda – tanda bahaya

untuk klien

3.1.7.3 Lainnya : tidak ada 3.1.8 Aspek Sosial

3.1.8.1 Persepsi setelah melahirkan : pasien merasa bahagia dan merasakan menjadi wanita yang sempurna

(58)

3.1.8.2 Apakah keadaan ini menimbulkan perubahan terhadap kehidupan sehari – hari : pasien merasakan perubahan karena sudah mempunyai tanggung jawab sebagai ibu.

3.1.8.3 Harapan yang diinginkan ibu setelah melahirkan : pasien berharap anaknya menjadi sholeha dan sehat selalu 3.1.8.4 Ibu tinggal bersama siapa : pasien tinggal bersama suami 3.1.8.5 Siapa yang terpenting bagi ibu :bagi pasien anak yang

terpenting

3.1.8.6 Sikap anggota keluarga terhadap keaadaan saat ini : keluarga pasien sangat bahagia terhadap keadaan saat ini 3.1.8.7 Keaadaan mental menjadi ibu : pasien merasa sagat kuat 3.1.9 Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan

3.1.9.1 Merokok : pasien mengatakan tidak merokok 3.1.9.2 Minuman keras : pasien mengatakan tidak minuman

keras

3.1.9.3 Keterangan obat: pasien mengatakan tidak mengonsumsi obat – obat an

3.1.10 Pemeriksaan Fisik

3.1.10.1 Keadaan Umum : baik 3.1.10.2 Kesadaran : GCS 4-5-6

3.1.10.3 Tekanan Darah : 130/90 mmHg

3.1.10.4 Respirasi : 20x/menit Suhu : 36,7°C 3.1.10.5 Berat Badan : 55kg

3.1.10.6 Tinggi Badan : 159cm

(59)

3.1.10.7 Wajah Pemeriksaan head to toe

1) Kepala: Rambut pasien tampak bersih, rambut sedikit rontok saat disisir, rambut tidak bau, tidak ada lesi, tidak ada nyeri tekan, bentuk kepala normal

2) Mata: Bentuk mata simetris kanan kiri, penglihatan berfungsi dengan baik, konjungtiva berwarna merah muda, sklera tidak ikterus, tidak ada perdarahan pada mata, tidak ada nyeri tekan

3) Hidung: Bentuk hidung normal, lubang hidung simetris kanan kiri, kondisi hidung bersih, terdapat rambut-rambut halus pada lubang hidung, tidak ada sekret, tidak ada lesi, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pernafasan cuping hidung 4) Mulut: mulut simetris, gigi bersih, bibir lembab, tidk ada

nyeri tekan, tidak adema.

5) Telinga: Bentuk telinga simetris kanan kiri, telinga tampak bersih, tidak ada perdarahan, tidak ada nyeri tekan, pendengaran berfungsi dengan baik

6) Leher: Persebaran warna merata, tidak ada lesi, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

Masalah keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan

3.1.10.8 Dada

1) Jantung: Inspeksi tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak ada clubbing finger. Palpasi CRT kembali dalam <3 detik, tidak ada pembesaran jantung, tidak ada nyeri tekan. Perkusi

(60)

pekak. Auskultasi irama jantung reguler, S1 S2 tunggal, tidak ada bunyi jantung tambahan seperti murmur atau galop.

2) Paru: Inspeksi bentuk dada simetris kanan kiri, bentuk tulang belakang normal, tidak ada retraksi otot bantu nafas, pergerakan dinding dada normal, tidak terlihat adanya pembengkakan. Palpasi tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran paru, vokal fremitus sama kanan kiri. Perkusi sonor. Auskultasi suara nafas vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan seperti ronchi dan wheezing.

3) Payudara: Inspeksi bentuk payudara sama kanan kiri, warna areola coklat kehitaman, puting susu menonjol,payudara terlihat membengkak, puting sedikit kotor, tidak ada lesi, tidak ada benjolan, ASI tidak keluar.

Masalah keperawatan: defisite pengetahuan tentang perawatan payuadara

3.1.10.9 Abdomen

1) Uterus, palpasi tinggi fundus uteri 4 jari dibawah pusat, uterus teraba keras.

2) Fungsi pencernaan, inspeksi terdapat luka post sc di abdomen kuadran bawah, nafsu makan baik, BAB 3 hari sekali. Paplasi terdapat nyeri pada luka post sc diperut. Perkusi pekak pada hepar dan tympani pada usus. Auskultasi bising usus 8x/menit.

Masalah keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan

(61)

3.1.10.10 Perineum dan Genital Tidak terkaji

Masalah keperawatan: Tidak ada masalah keperawat 3.1.10.11 Ekstremitas

Inspeksi tidak ada edema, tidak ada varises, tidak ada kesulitan bergerak, tidak ada fraktur, warna kulit sawo matang dan persebaran merata, tidak ada lesi. Palpasi turgor elastis dan akral hangat. Kekuatan otot:

Perkusi tidak ada, auskultasi tidak ada.

Masalah keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan 3.1.10.12 Eliminasi

BAK: Frekuensi 6 kali sehari, jumlah tidak terkaji, warna kuning cerah, bau khas amoniak.

BAB: Frekuensi 2 atau 3 hari sekali konsistensi lunak, jumlah tidak terkaji.

Masalah keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan

3.1.10.13 Istirahat dan Kenyamanan

Kebiasaan tidur: Sebelum melahirkan 9 jam. Setelah melahirkan 6 jam

Frekuensi: Tidak menentu

5 5

5 5

(62)

Pola tidur saat ini: Pasien mengatakan kurang tidur pada malam hari, sehingga ini mencari waktu tidur di pagi hari

Keluhan ketidaknyamanan: Tidak ada

Masalah keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan 3.1.10.14 Mobilisasi dan Latihan

Tingkat mobilisasi: Pasien mampu bermobilisasi s ecara mandiri

Latihan/senam: Pasien tidak menjalanka senam nifas Masalah keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan 3.1.10.15 Nutrisi dan Cairan

Asupan nutrisi

Nafsu makan: baik ( √ ) kurang ( ) tidak ada ( ) Asupan cairan

Cukup ( √ ) kurang ( )

Mual atau muntah: ya ( √ ) tidak ( )

Masalah keperawatan: Tidak ada masalah keperawata 3.1.11 Pemeriksaan Diagnostik

Tidak ada 3.1.12 Terapi

1) Mefinac 500 mg 2) Amoxzilin 500 mg

(63)

ANALISA DATA

Nama : Ny. P Tanggal : 5 Maret 2021

Tabel 3.2 Analisa Data pada Ny.P dengan diagnose medis post sectio caesarea indikasi preeklamsia Di Desa Kendalpecabean.

No Data Etiologi Problem

No 1 Ds : 1) klien mengatakan tidak mengetahui cara merawat payudara

2)Klien mengatakan ASI keluar hanya sedikit

Do :

1) klien belum mengetahui cara merawat payudara

2) payudara klien membesar

Indikasi sectio caesarea

Adanya perubahan status kesehatan

Kurangnya terpapar informasi tentang perawatan payudara

Stress psikologis

Defisite pengetahuan

Defisit Pengetahuan

(64)

3.2 Diagnosa Keperawatan

3.2.1 Daftar Masalah Keperawatan

3.2.1.1 Defisit Pengetahuan b.d kurangnya paparan informasi tentang perawatan payudara

(65)

INTERVENSI KEPERAWATAN

Nama : Ny. P Tanggal : 5 Maret 2021

Tabel 3.3 Intervensi Keperawatan pada Ny.P dengan diagnose medis post sectio caesarea indikasi preeklamsia Di Desa Kendalpecabean.

No Tujuan Dan Kriteria Hasil

Intervensi Rasional

1 Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama 1x kunjungan di harapkan klien mampu memhami tentang perawatan payudara dengan kriteria hasil :

K : pasien mempu memahami tentang perawatan payudara, tujuan keperawatan,

Dampak tidak

melakukan perawatan payudara, langkah – langkah melakukan perawatan payudara.

1) Jelaskan kepada pasien pengertian perawatan payudara 2) Jelaskan kepada

pasien tentang tujuan dan dampak tidak perawatan payudara 3) Jelaskan kepada

pasien langkah – langkah perawatan payudara

4) Ajurkan kepada

pasien untuk

melakukan

perawatan payudara

1) Agar pasien memahami apa itu perawatan payudara 2) Untuk menambah

motivasi pasien untuk memperlancar pengeluaran ASI 3) Agar pasien

mengtahui

bagaimana cara merawat payudara 4) Untuk mengukur

tingkat pemahaman pasien tentang perawatan payudara.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Prevalence of microplastics in Singapore’s coastal marine environment.. Microplastics in Singapore’s c oastal mangrove

Tujuan dari penelitian yaitu menghubungkan algoritma Hermite, Bezier, B-Spline pada fungsi harmonisnya dengan menciptakan gambar atau citra yang tepat untuk suatu bentuk yang

Penyertaan Modal (lnvestasi) Pemerintah Daerah sebesar Rp.45.500.000.000,00 dapat dianggarkan apabila telah ditetapkan peraturan daerah tentang penyertaan modal dan

Video game juga dapat dianggap sebagai karya sastra yang dapat menggembangkan dan membuat pemain berpikir dengan tema-tema yang ditemukan di Deus Ex Human

Steganografi adalah proses menyembunyikan pesan rahasia pada suatu media tertentu, dalam hal ini media yang digunakan adalah media file gambar bitmap 24 bit dengan pesan

Bagi masyarakat pemilik cerita rakyat daerah dalam konteks menumbuhkan sikap kepemilikan terhadap budaya dan tradisi lisan; hasil analisis dapat dijadikan media

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan segala rahmat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir beserta laporan

Kesimpulan dalam penelitian ini menyatakan bahwa total biaya transaksi yang dikeluarkan petani atas penjualan jagung pipilan kering masih cukup tinggi sehingga