BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri pariwisata terus berkembang di Indonesia dan menjadi salah satu penghasil devisa tertinggi bagi negara dan mengembangkan suatu wilayah. Perkembangan pariwisata global memasuki abad ke-21 terjadi perpindahan pola konsumsi wisatawan. Sumatra Selatan merupakan salah satu daerah yang kaya potensi pariwisata, keindahan alam serta tradisi masyarakatnya dapat menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung. adapun wisata di kota Palembang yaitu wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan manusia.
kota Palembang merupakan salah satu kota di Indonesia yang sedang mengembangkan pariwisata di bidang olahrga, menjadi tuan rumah penyelenggara PON 2004,
Menurut Douglas & Derret dalam Trauer (2006:1) tren pada tahun 80-an di Eropa wisatawan mengunjungi destinasi secara bersama-sama dalam jumlah banyak (mass tourism) dengan mengikuti program-program dari jasa tour and travel. Seiring berjalanya waktu kini berganti ke wisata dengan keinginan yang lebih spesifik atau sering disebut wisata minat khusus. Menurut Opaschowski dalam Trauer (2006:1) wisata minat khusus hadir dengan harapan memuaskan wisatawan dengan keinginan yang spesifik, mereka akan membayar lebih kepada pihak penyelenggaraan wisata untuk menemukan rangasangan emosional berupa pengalaman yang optimal, penuh dan beragam, dengan kesediaan waktu yang terbatas mereka tidak ingin hanya membeli sebuah produk tapi juga ingin membeli sebuah rasa. Menurut Ritchie and Adair (2004:6) dalam pariwisata olahraga, sport-as-play biasanya terkait dengan perilaku wisatawan aktif (ikut serta dalam olahraga), sementara kompetisi olah raga biasanya dikaitkan dengan sport-as-play (menyaksikan olahraga).
Ritchie dan Adair (2004:5) Ritchie dan Adair menyimpulkan, sport as-competition dan sport-as-play adalah cara yang sah untuk mengkonseptualisasikan aktivitas fisik yang biasa kita anggap sebagai olahraga. Hal ini seperti dikatakan yakni olahraga sebagai produk pariwisata.
sejalan dengan pernyataan tersebut konsep wisata olahraga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di kota Palembang, potensi dapat diartikan sebagai kemampuan yang dapat dikembangkan sedangkan Wisata olahraga Menurut Gammon dan Robinson dalam
Jan Ottevanger (2007) adalah individu atau grup orang-orang yang partisipasi aktif maupun pasif dalam kompetisi atau rekreasi olahraga. Olahraga merupakan motivasi utama untuk bepergian, walaupun elemen perjalanan dapat memperkuat keseluruhan pengalaman.
adapun alasan yang mendasarinya tentang potensi wisata olahraga kota Palembang yaitu kota Palembang memiliki objek wisata Jakabaring Sport City yang dimana memiliki satu lokasi venue olahraga terintegrasi 13 cabang olahraga, berbeda dengan venue olahraga dikota lainnya yang terpisah dan memiliki jarak yang jauh.
Kota Palembang memiliki potensi wisata yang menjadi rujukan wisatawan baik nasional maupun internasional. dalam pengembangannya upaya sinergitas menjadi suatu kewajiban seperti tertuang pada UU. No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan bahwa pariwisata merupakan berbagai jenis kegiatan wisatan dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah, berikut adalah tabel sebaran produk wisata di kota Palembang:
TABEL 1.1
SEBARAN PORTOFOLIO OBJEK DAYA TARIK WISATA KOTA PALEMBANG
Potensi Jenis Persentase
Alam (Nature) 4,9%
1. Wisata Sungai (River Tourism 25%
2. Ekowisata (Eco Tourism) 75%
3. Wisata Petualang (Adventure Tourism
0%
Budaya (Culture) 59,8%
1. Wisata Sejarah (Historical Tourism)
93,9%
2. Wisata Kuliner (Culinary Tourism 0,0%
3. Wisata Belanja (Shopping Tourism)
6,1%
Buatan Manusia (Man Made) 35,4%
1. Wisata MICE (MICE & Event Tourism)
58,6%
2. Wisata Olahraga (Sport Tourism) 3,4%
3. Wisata Kota (City Tourism) 37,9%
Sumber: Buku Statistik Pariwisata Disbudpar Provinsi Sumsel, 2017
Berdasarkan tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa produk wisata olahraga masih memiliki persentase rendah dibandingkan dengan produk wisata lainnya padahal menurut riset terdahulu dari menurut riset terdahulu Lupikawaty (2013) dan Wilianto (2013) menyatakan jika Palembang memiliki peluang untuk meningkatkan wisata olahraga yang bisa mendatangkan keuntungan multiplier dampak untuk warga lokal dari persepektif ekonomi karena mempunyai kemampuan wisata yang mendukung seperti kawasan JSC di Jakabaring serta Sungai Musi. Ditunjang pula dengan keberagaman budaya semacam
kuliner khas Palembang serta kerajinan tangan yang telah sangat populer selaku wilayah tujuan wisata yang potensial. Jumlah hotel yang banyak, lapangan terbang internasional sampai akses yang gampang sangat mendukung tercapainya konsep wisata olahraga di Kota Palembang. Wisata olahraga secara totalitas lebih banyak membagikan keuntungan untuk warga lokal selaku tuan rumah.
Namun kondisi pandemi ditandai dengan menyebarnya COVID-19 setahun belakangan ini membuat sektor pariwisata menjadi lemah. Hal tersebut karena adanya larangan pemerintah untuk mengundang atau mendatangkan banyak orang karena perlunya physical distancing sebagai upaya pencegahan terjadinya penularan COVID-19. Kebijakan ini tentu sangat berpengaruh tidak hanya pada sektor wisata, akan tetapi juga pada sektor yang mendukungnya, seperti sektor hotel, transportasi (travel), kuliner, UMKM, dan lain sebagainya, berikut tabel jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Palembang:
TABEL 1.2
JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN KE KOTA PALEMBANG 2015 – 2020
Sumber: Dinas Pariwisata Kota Palembang, 2021
2015 2016 2017 2018 2019 2020
Jumlah (orang) 1732303 1909148 2011417 2123147 2201840 895912
Mancanegara 8028 9261 9850 12249 12433 2022
Nusantara 1724275 1899877 2001567 2110898 2189407 893890 0
500000 1000000 1500000 2000000 2500000 3000000 3500000 4000000 4500000 5000000
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kota Palembang, jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara tahun 2015 sampai dengan 2017 mengalami peningkatan tiap tahunnya penulis menduga ini dikarenakan kota Palembang sedang dalam masa persiapan menyambut Asian Games 2018 begitupun tahun 2018 – 2019 jumlah kunjungan wisatawan masih meningkat dikarenakan masih pada tren Asian Games 2018 dan juga kegiatan Sports Events lainnya seperti Palembang Triathlon 2019 namun pada tahun 2020 jumlah kunjungan wisatawan ke kota Palembang mengalami penurunan drastis, sejatinya pariwisata di kota Palembang memiliki tren positif namun dampak pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata menjadi lesu.
Fenomena penurunan ini menurut pengelolala disebabkan oleh luasnya Kawasan Jakabaring Sport City membuat sulitnya melakukan perawatan venue sehingga kurang terawat dengan baik dan kebersihan di area wisata masih belum tertata dengan baik hal tersebut dapat dilihat dari fasilitas umum belum tersedianya banyak kotak sampah disekitar venue, berdasarkan observasi penulis kondisi sarana dan prasrana kurang mendukung membuat daya tarik yang sudah ada menjadi kurang menarik bagi wisatawan, penempatan warung makan dan minuman yang belum tertata rapih sehingga mengganggu pemandangan danau itu sendiri dan akses jalan pun kurang diperhatikan.
Pada masa transisi kenormalan baru, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi untuk memulihkan sektor pariwisata. wilayah Palembang pemerintah kota juga telah merencanakan upaya-upaya untuk mendongkrak kembali sektor pariwisata Palembang yang nyaris tumbang dihantam pandemi Covid-19. berdasarkan hasil observasi pendahuluan penulis di lapangan, terlihat berbagai upaya yang mulai dilakukan pemerintah kota palembang untuk membangkitkan sektor pariwisata di Palembang. telah diizinkan Pelaksanaan event olahraga tetapi berdasarkan mematuhi protokol kesehatan yaitu menyediakan cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak antara sesama. Hal ini tidak lepas dari program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu memberlakukan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) agar sektor pariwisata dapat bangkit dan bertahan.
Menurut Suryono (2004:80) strategi pada prinsipnya berkaitan dengan persoalan Kebijakan Pelaksanaan, Penentuan Tujuan yang hendak dicapai, dan penentuan cara-cara atau metode penggunaan sarana-prasarana. Strategi selalu berkaitan dengan 3 hal yaitu tujuan, sarana, dan cara. Oleh karena itu, strategi juga harus didukung oleh kemampuan untuk
mengantisipasi kesempatan yang ada. Tugas pemerintah dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam pengembangan pariwisata daerah, pemerintah daerah harus melakukan berbagai upaya dalam pengembangan sarana dan prasarana pariwisata.
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas serta bukti data yang disajikan serta teori yang relevan maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian strategi atau langkah Dinas Pariwisata Kota Palembang dalam mengembangkan Potensi Wisata Olahraga di Kota Palembang dimasa transisi kenormalan baru dengan judul “Faktor Internal dan Faktor Eksternal Dalam Pengembangan Wisata Olahraga di Jakabaring Sport City”, diharapkan dengan adanya pembahasan penelitian skripsi ini pihak Dinas Pariwisata Kota Palembang dan Jakabaring Sport City dapat mengaplikasikan strategi dalam upaya mengembangkan wisata olahraga di Jakabaring Sport City.
1.2 Rumusan Masalah
berdasrkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat ditarik rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana Strategi Dinas Pariwisata Kota Palembang Dalam Upaya Pengembangan Wisata Olahraga Di Jakabaring Sport City menggunakan metode alat analisis SWOT.
1.3 Batasan Masalah
Agar penelitian ini menjadi lebih terarah, terukur dan tidak meluas maka penulis membatasi penelitian ini agar tidak menyimpang dari permasalahan pokok yang akan dibahas, maka penulis membatasi pembahasan skripsi ini yaitu untuk mengetahui Strategi Dalam Upaya Pengembangan Wisata Olahraga Di Jakabaring Sport City dengan menggunakan alat analisa SWOT yaitu Strength (kekuatan), Weakness (kekurangan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman)
1.4 Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan
Adapun tujuan penulisan karya tulis ilmiah skripsi yang dilakukan oleh penulis adalah untuk mengetahui strategi pengembangan wisata olahraga di Jakabaring Sport City.
1.4.2 Manfaat
1. Manfaat Teoritis
Bagi penulis yaitu dapat mengetahui strategi apa yang dapat dilakukan dalam upaya mengembangkan wisata olahraga di Jakabaring Sport City.
2. Manfaat Praktisi a. Bagi Akademik
Manfaat akademis yang diharapkan penulis adalah hasil penelitian dapat dijadikan acuan bagi upaya membangkitkan wisata olahraga dimasa transisi kenormalan baru dan berguna juga untuk menjadi referensi bagi mahasiswa yang melakukan kajian terhadap strategi pemulihan wisata olahraga.
b. Bagi Pemerintah
Sebagai bahan pertimbangan dan masukan serta strategi alternatif dinas pariwisata kota dalam memulihkan dalam mengembangkan wisata olahraga di Jakabaring Sport City.
c. Bagi Pengelola Objek Wisata
Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagi referensi strategi pengembangan Wisata Olahraga di Jakabaring Sport City. sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi yang bermanfaat bagi pengelola objek wisata
1.5 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan skripsi yang dibuat untuk memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari penulisan skripsi ini, penulis membagi menjadi beberapa bab sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang masalah, merumuskan permasalahan, pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian dari pembahasan skripsi yang berjudul Faktor Internal dan Faktor Eksternal Dalam Pengembangan Wisata Olahraga di Jakabaring Sport City.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menguraikan tentang teori-teori terkait pengertian strategi, strategi pariwisata, dan upaya pengembangan wisata olahraga yang mendukung penelitian skripsi serta menguraikan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian mengenai strategi pengembangan objek wisata dalam upaya pengembangan wisata olahraga di Jakabaring Sport City.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini terdapat penjelasan tentang pendekatan penelitian, lokasi penelitian, jenis dan sumber data penelitian, dan teknik analisis data sebagai data awal untuk melakukan penelitian.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini menguraikan hasil dari observasi, wawancara dan kuesioner serta menjelaskan strategi apa yang dapat digunakan untuk pengembangan objek wisata dalam upaya pengembangan wisata olahraga di Jakabaring Sport City.
KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dari pembahasan skripsi serta saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk lokasi penelitian, instansi, dan adik tingkat sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya.