DAFTAR PUSTAKA
Abdurachman, A., A. Dariah, dan A. Rachman. 1998. Peranan pengolahan tanah dalam meningkatkan kesuburan (fisika, kimia, dan biologi) tanah. Dalam: Z. Irfan, Z. Lamid, D. Jahja, Irawati & Ardi (eds.). Prosiding Seminar Nasional VI Budidaya Olah Tanah Konservasi. Padang, 24-25 Maret 1998.hal. 14-25.
Adisarwanto, T. 2005. Kedelai : Budidaya dengan Pemupukan yang Efektif dan Pengoptimalan Peran Bintil Akar. Jakarta. Penebar Swadaya. Jakarta.
Anwar, K dan M. Alwi. 2000. Pemberian Kapur untuk Meningkatkan Hasil Kedelai di Lahan Gambut. Prosiding Seminar Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Hayati Pada Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian.PPTP. Malang
Badan Pusat Statistik (BPS). 2012. Berita Resmi Statistik : Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (angka Tetap 2011 dan Angka Ramalan I 2012). Jakarta.
Baharsjah, J. S. 1992. Legum. Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,Institut Pertanian Bogor. Bogor.
BPTP Sumut. 2013. Buletin Informasi Pertanian Medan : Teknik Budidaya Kedelai Pada Lahan Kering di Kabupaten Langkat. Medan.
Campbell, N., A. Reece, J. B. Mitchell and G. Lawrence. 2003. Biologi. Terjemahan Biologi 5th ed. Wasmen Manalu. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Darliah, I. Suprihatin, D. P. Devries, W. Handayati, T. Hermawati dan Sutater, 2001. Variabilitas genetik, heritabilitas, dan penampilan fenotipik 18 Klon Mawar Cipanas. Zuriat 3 No.11.
Dwijoseputro, D. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia. Jakarta.
Endrizal, B. Julistia. 2004. Efisiensi Penggunaan Pupuk Nitrogen Dengan Penggunaan Pupuk Organik Pada Tanaman Padi Sawah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 7 (2): 118-124.
Fageria, N.K., 2009. The Use of Nutrients in Crop Plants. CRC Press. USA.
Fitter, A.H. dan R.K.M. Hay. 1994. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Gajahmada University Press. Yogyakarta.
Gani, J. A., 2000. Kedelai Varietas Unggul. Lembar Informasi Pertanian (Liptan), Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Mataram.
Gardner, F. P., R. B. Pearce and R. L. Mitchell. 1991. Physiology of Crop Plants (Fisiologi Tanaman Budidaya, alih bahasa oleh Susilo). UI Press. Jakarta.
Haefele SM, SMA Jabbar, JDLC Siopongco, A Tirol-Padre, ST Amarante, PC Sta-Cruz, WC Cosico. 2008. Nitrogen use efficiency in selected rice (Oryza sativa L.) genotypes under different water regimes and nitrogen levels. Crop Res 107: 137-146.
70
Isfan, D. 1993. Genotypic Variability for physiological Efficiency Index of Nitrogen in Oat. Optimization of plant nutrition. 53:189-195.
Jagau, Y., H. Aswidinoor, S.H. Sutjahjo dan A. Makmur. 1999. Aksi Gen Dan Heratibilitas Efisiensi Nitrogen Dalam Cekaman Aluminium Pada Dua Persilangan Padi Gogo. Zuriat 10.
Jipelos, M. J. 1989. Uptake of Nitrogen From Urea Fertilizer for rice and Oil Palm. In Nutrient Management for Food Crops Production in Tropical Farming System (Eds. J. Var der Heide). Institute for Soil Fertility (IB) haren, The Netherland: 187 – 204.
Johnson, H. W. and R. L. Bernard. 1963. Soybean genetics and breeding, p.173. In A. G. Norman (Ed.). The Soybean. Academic Press Inc. New York.
Jones, V. S. 1982. Fertilizers and soil Fertility, 2 nd ed. Prentice hall. Virginia.
Lambers H, FS Chapin, TL Pons. 1998. Plant Physiological Ecology. New York: Springer-Verlag
Litbang Deptan. 2004. Kedelai unggul baru untuk tanah masam. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Litbang Deptan.
Mahmud, A., B. Guritno dan Sudiarso. 2002. Pengaruh Pupuk Organik Kascing Dan Tingkat Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.). http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/ 3203155164.pdf
Makarim, A.K. Sipale 1.0 Sistem pakar budi daya kedelai versi 1.0. Bogor: Puslitbangtan, 2010
Marschner, H. 1995. Mineral Nutrition of Higher Plant. Second Edition. Academic Press. New York.
Maruli Pardamean, 2008. Panduan Lengkap Pengelolaan Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit. ISBN 979-006-175-7. AgroMedia Pustaka, Jakarta [5]
Nico. G.S., 2008. Efisiensi Serapan N Serta Hasil Tanaman Padi Pada Berbagai Imbangan Pupuk Kandang Puyuh Dan Pupuk Anorganik Di Lahan Sawah Palur Sukoharjo. UNS. Solo.
Noortasiah. 2005. Pemanfaatan Bakteri Rhizobium Pada Tanaman Kedelai Dilahan Lebak. Buletin Teknik Pertanian.Vol. 10. no. 2
Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agro Media pustaka. Jakarta.
Panggabean, R. 2007. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Kedelai. http://www.litbang.deptan.go.id/special/publikasi/doc_tanaman pangan/ kedelai/kedelai-bagian-b.pdf.
Partohardjono, S. 1999. Upaya peningkatan efisiensi penggunaan pupuk nitrogen untuk menekan emisi gas N2O dari lahan sawah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.
71
Partohardjono, S., B.S. Soepardi, and A. Munandar. 1981. Effect of Ordinary Urea, Granular Urea, Sulfur Coated Urea And Urea Briquet On The Yield of PB26 Lowland Rice. Penelitian Pertanian 1(1): 10−12.
Poerwowidodo, 1993. Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa. Bandung.
Purwaningsih, O., Indradewa, D., Kabirun, S., Shiddiq. 2012. Tanggapan Tanaman Kedelai terhadap Inokulasi Rhizobium. Jurnal Agrotop, 2(1):25-32. Bali.
Purwantari, N.D., Penambatan Nitrogen Secara biologis : Perspektif dan Keterbatasannya. Buletin Wartazoa, Vol. 18 No. 1.
Rahmawati, N. 2005. Pemanfaatan Biofertilizer pada Pertanian Organik. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.
Rao Subba, N.S. 2007. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Edisi II. UI-Press. Jakarta.
Roehan, S. dan Partohardjono. S. 1994 Status Hara N Padi Sawah Didalam kaitannya dengan Efisiensi Pupuk. Jurnal Penelitian Pertanian. 14(1): 3-8.
Salam, A.W., 2003. Peningkatan Efisiensi Pupuk Nitrogen Pada Padi Sawah Dengan Metode Bagan Warna Daun. Jurnal Litbang Pertanian, 22 (4) 156-161.
Saptiningsih, E., 2007. Peningkatan Produktivitas Tanah Pasir untuk Pertumbuhan Tanaman Kedelai dengan Inokulasi Mikorhiza dan Rhizobium. BIOMA, 9 (2). pp. 58-61. ISSN 1410-8801.
Salisbury, F. B., dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. (Terj. Lukman, D.R., dan Sumaryono). Penerbit IT: Bandung.
Schulze ED, MM Caldwell. 1995. Ecophysiology of Photosynthesis. New York. Springer-Verlag
Sebayang, H. T., S.Y. Tyasmoro & D. E. Pujiyanti. 2002. Pengaruh waktu aplikasi herbisida glifosat dan pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (zea mays) sistem tanpa olah tanah. Dalam: S. Hardiastuti, E. K., E. M. Nirmala, Lagiman, D. Kastono, S. Virgawati& A. W. Rizain (eds.) Prosiding Seminar Nasional Budidaya Olah Tanah Konservasi. Yogyakarta, 30 Juli 2002. hal.1-15.
Sitompul, S.M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Sumarno. 1983. Teknik Pemuliaan Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.
Suprapto HS. 2001. Bercocok Tanam Kedelai. Cetakan ke-XX. Jakarta: Penebar Swadaya.
72
Umar M.H., dan Ammar M. 2001. Respon Kedelai Terhadap Brandyrhizobium japonicum Strain Hup+ pada tanah masam. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia, Vol. 3, No. 2. 2001.
Utomo, M. 2004. Olah tanah konservasi untuk budidaya jagung berkelanjutan. Dalam: Tjoneng, A & J. Riry. Prosiding Seminar Nasional IX Budidaya Pertanian Olah Tanah Konservasi. Gorontalo, 6-7 Oktober 2004. hal.18-35
Vitousek, P. 1982. Nutrient Cycling and Nutrient Use Efficiency. American Naturalist. The University of Chicago Press. 119: 553-572.
Yutono. 1985. Inokulasi Rhizobium pada kedelai. Dalam Somaatmadja, S., M. Ismunaji, Sumarno, M. Syam., S.O. Manurung, dan Yuswadi (eds). Kedelai. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Puslitbangtan
Yuwono, T. 2006. Bioteknologi Pertanian. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Yadav, A.K., T.P. Yadava, and B.D. Choudhury. 1994. Path coefficientanalysis of the association of physiological traits with grain yield and harvest index in green gram. Indian Journal of Agricultural Sciences 49:86-90.
Yasyifun N., 2008. Respon Pertumbuhan, Serapan Hara Dan Efisiensi Penggunaan Hara Tanaman Kedelai Dan Jagung Terhadap Kompos Yang Diperkaya Mikrob Aktivator. IPB. Bogor.