• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media dan Strategi Pembelajaran. pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Media dan Strategi Pembelajaran. pdf"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS KELOMPOK

Media dan Strategi Pembelajaran

Mata Kuliah : Pengembangan Materi Ajar Bahasa

Indonesia

Dosen

: Nur Amalia, M.Pd

Disusun Oleh :

1.

Abdul Latif

1101055001

2.

Ainun Mutiah

1101055121

3.

Debby Wike.W

1101055021

Kelas 5C

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

JAKARTA

(2)

KATA PENGANTAR

Assalammalaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas

kehendak-Nyalah kami diberikan kesehatan dan kemudahan untuk menyelesaikan makalah

yang berjudul Media dan Strategi Pembelajaran. Makalah ini bertujuan untuk membantu memudahkan pembelajaran dan memenuhi tugas mata kuliah

Pengembangan Materi Ajar Bahasa Indonesia. Dalam penyelesaian makalah ini

kami banyak mengalami kesulitan dan hambatan, terutama disebabkan oleh

kurangnya pengetahuan dan kemampuan kami. Namun berkat adanya bantuan,

bimbingan, serta dorongan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat

diselesaikan.

Karena itu, sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada:

1. Allah SWT, yang telah memberikan nikmat kesehatan dan ilmu

pengetahuan yang tiada tara.

2. Ketua Kaprodi, Dr. Hj. Nani Solihati, M.Pd, atas kepercayaannya yang

diberikan.

3. Dosen Mata Kuliah Pengembangan Materi Ajar Bahasa Indonesia, Nur

Amalia, M.Pd, atas bimbingannya.

4. Ayah dan Ibu kami yang telah memberikan dorongan dan bantuan baik

secara moril maupun spiritual, serta

5. Teman-teman yang membantu dalam pengumpulan dan melengkapi

makalah ini.

Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna.

Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif

yang membangun. Semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi

pembaca serta teman-teman. Amin.

Wassalammualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 08 Desember 2013

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 1

C. Tujuan Penulisan ... 1

BAB II PEMBAHASAN A. Hakikat Media ... 2

B. Prinsip Pemanfaatan Media Pembelajaran ... 3

C. Manfaat Media Pembelajaran ... 3

D. Hakikat Strategi Pembelajaran ... 5

E. Dasar Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran ... 6

F. Manfaat Strategi Pembelajaran ... 9

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ... 11

B. Saran ... 11

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Media dan strategi dipakai untuk mendapatkan kesuksesan dan keberhasilan untuk mencapai tujuan. Di dunia pendidikan, strategi mempunyai arti sebagai perencanaan yang berisi serangkaian kegiatan aktivitas guru dan siswa dalam

menunjukkan kegiatan belajar mengajar. Media adalah alat atau sarana pendukung untuk menunjang pengajaran. Jadi, Strategi belajar yang telah ditentukan bisa ditunjang dengan menggunakan media yang bervariasi.

Seiring dengan perkembangan ilmu pendidikan yang juga mengakibatkan adanya perkembangan dalam dunia pendidikan, maka muncul banyak sekali pijakan yang dapat digunakan oleh guru untuk memilih media serta strategi yang dapat digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas mengenai media dan strategi pembelajaran.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasikan beberapa masalah, antara lain:

1. Apakah hakikat media?

2. Bagaimana prinsip pemanfaatan media pembelajaran? 3. Bagaimana manfaat media bagi pembelajaran di kelas? 4. Apakah hakikat strategi pembelajaran?

5. Bagaimana dasar pertimbangan pemilihan strategi pembelajaran? 6. Bagaimana manfaat strategi dalam pembelajaran di kelas?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulis membuat makalah ini, agar para pembaca mengerti dan

memahami hakikat media, prinsip pemanfaatan media pembelajaran, manfaat

media pembelajaran di kelas, hakikat strategi pembelajaran, dasar pertimbangan

(5)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hakikat Media

Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Istilah

media mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian dikenal dengan istilah

audio visual aids (alat bantu pandang atau dengar). Selanjutnya disebut

instructional materials (materi pembelajaran) dan kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikan nasional adalah instructional media (media pendidikan atau media pembelajaran).

Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar, demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.

Media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai yang

paling kecil, sederhana, dan murah hingga media yang canggih dan mahal

harganya. Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media yang

diproduksi pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung

dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang

untuk keperluan pembelajaran.

Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak

jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. Beberapa media yang

paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak

(buku). Selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain,

seperti gambar, model, Overhead Projector (OHP), dan obyek-obyek

(6)

bingkai), dan program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun

sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru.

B. Prinsip Pemanfaatan Media Pembelajaran

Media pembelajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau

mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, harus

diperhatikan prinsip-prinsip penggunaanya, antara lain:

1. Penggunaan media pengajaran hendaknya dipandang sebagai bagian integral dari suatu sistem pengajaran, bukan hanya sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang digunakan bila dianggap perlu dan hanya dimanfaatkan sewaktu-waktu.

2. Media pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yang digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar. 3. Guru hendaknya benar-benar menguasai teknik-teknik dari suatu media pengajaran

yang digunakan.

4. Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu media pengajaran.

5. Penggunaan media pengajaran harus diorganisir secara sistematis bukan sembarang mengunakannya.

6. Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari satu macam media, maka guru dapat memanfaatkan multi media yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar, serta dapat merangsang siswa dalam belajar.

C. Manfaat Media Pembelajaran

Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai

berikut:

1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam

bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).

2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.

3. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif

anak didik.

(7)

Hubungan guru dan siswa tetap merupakan elemen paling penting dalam sistem pendidikan modern saat ini. Guru hadir di kelas untuk menyajikan materi pelajaran dengan bantuan media apa saja agar manfaat berikut ini dapat terealisasi:

a. Meningkatkan rasa saling pengertian dan simpati dalam kelas;

b. Membuahkan perubahan signifikan tingkah lalu siswa;

c. Menunjukkan hubungan antar mata pelajaran, kebutuhan, dan minat siswa

dengan meningkatnya motivasi belajar siswa;

d. Membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa;

e. Membuat hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kemampuan siswa;

f. Mendorong pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan jalan

melibatkan imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan meningkatnya

hasil belajar;

g. Memberikan umpan balik yang diperlukan yang dapat membantu siswa

menemukan seberapa banyak telah mereka pelajari;

h. Memperluas wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan

pembelajaran nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat.

Sudjana dan Rivai (1992;2) mengemukakan manfaat media pembelajaran

dalam proses belajar siswa, yaitu:

1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat

menumbuhkan motivasi belajar;

2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami

oleh siswa dan memungkinkannya menguasai, serta mencapai tujuan

pembelajaran;

3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal

melalui penuturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru

tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam

pelajaran;

4) Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,

(8)

Encyclopedie of Educational Research dalam Hamalik (1994:15)

merincikan manfaat media pendidikan, sebagai berikut:

a) Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, oleh karena itu

mengurangi verbalisme.

b) Memperbesar perhatian siswa.

c) Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar.

d) Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha

sendiri di kalangan siswa.

e) Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar

hidup.

f) Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan

kemampuan berbahasa.

g) Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain,

membantu efisiensi, dan keragaman yang lebih baik.

D. Hakikat Strategi Pembelajaran

Strategi belajar mengajar menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan

Zain (2002) memiliki pengertian suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam

usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dengan kata lain, strategi bisa

diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan siswa dalam perwujudan

kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Strategi

dipakai untuk mendapatkan kesuksesan dan keberhasilan untuk mencapai tujuan.

Di dunia pendidikan, strategi mempunyai arti sebagai perencanaan yang berisi

mengenai serangkaian kegiatan yang dibuat untuk mencapai tujuan pendidikan

tertentu. Strategi dipakai dalam banyak konteks belajar mengajar. Strategi juga

mempunyai arti sebagai pola umum aktivitas guru dan siswa dalam menunjukkan

kegiatan belajar mengajar.

Strategi belajar mengajar menunjukkan karakteristik tentang rentetan

perbuatan antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Strategi belajar

mengajar merupakan perencanaan yang berisi mengenai rangkaian aktivitas yang

(9)

adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru dan siswa

supaya tujuan pembelajaran bisa dilakukan secara efektif dan efisien.

Strategi mengajar adalah sebuah cara yang dipakai guru dalam

menjalankan proses belajar mengajar agar bisa mempengaruhi siswa untuk

mencapai tujuan pengajaran dengan lebih efisien dan efektif. Jadi, strategi belajar

mengajar ada pada proses pelaksanaan yang menjadi tindakan nyata guru pada

saat mengajar berdasarkan pada aturan dalam pengajaran. Strategi pembelajaran

harus mengandung penjelasan mengenai prosedur dan teknik yang dipakai pada

proses pembelajaran.

E. Dasar Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran

Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan

kemampuan baru. Ketika berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus

dimiliki oleh siswa, maka pada saat itu juga semestinya berpikir strategi apa yang

harus dilakukan agar semua itu dapat terwujud secara efektif dan efisien. Hal lain

yang perlu diperhatikan adalah prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran

adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran itu cocok digunakan untuk

mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Oleh karena itu, dalam pemilihan

strategi pembelajaran terdapat prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran

yang dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pemilihan strategi

pembelajaran, sebagai berikut:

1. Berorientasi pada tujuan

Dalam sistem pembelajaran, tujuan merupakan komponen yang utama. Segala

aktivitas guru dan siswa mestilah harus diupayakan untuk mencapai tujuan

yang telah ditentukan. Oleh karena itu, keberhasilan siswa adalah saat

mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu

strategi yang harus digunakan guru. Hal ini sering dilupakan guru. Guru yang

yang senang berceramah, hampir setiap tujuan menggunakan strategi

penyampaian, seakan-akan dia berpikir bahwa segala jenis tujuan dapat

(10)

berorientasi pada aktivitas peserta didik sangat cocok digunakan dalam

pembelajaran dengan tujuan pemecahan masalah, contohnya seperti kegiatan

diskusi.

2. Aktivitas

Strategi pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa ini baik untuk

digunakan karena dasar pertimbangan prinsip aktivitas karena kegiatan belajar

itu bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. Belajar adalah berbuat;

memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas siswa.

Aktivitas tidak dimaksudkan terbatas pada aktivitas fisik, akan tetapi juga

meliputi aktivitas yang bersifat psikis, seperti aktivitas mental.

3. Individualitas

Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu. Walaupun mengajar

pada sekelompok siswa, namun pada hakikatnya yang ingin dicapai adalah

perubahan perilaku setiap siswa. Oleh karena itu, dilihat dari segi jumlah

siswa sebaiknya standar keberhasilan guru ditentukan setinggi-tingginya.

Semakin tinggi standar keberhasilan ditentukan, maka semakin berkualitas

proses pembelajaran.

Strategi pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa baik digunakan

untuk mengembangkan potensi individualitas dengan menggunakan metode

Time Token Arends karena metode tersebut menghindari siswa mendominasi pembicaraan dalam kegiatan pembelajaran dan atau siswa yang diam sama

sekali.

4. Integritas

Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh siswa.

Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, akan tetapi

juga meliputi pengembangan aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Oleh

karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan seluruh aspek

kepribadian siswa secara terintegrasi. Penggunaan metode diskusi misalnya,

(11)

pada pengembangan aspek intelektual saja, tetapi harus mendorong siswa agar

mereka bisa berkembang secara keseluruhan, seperti mendorong agar siswa

dapat menghargai pendapat orang lain, berani mengeluarkan gagasan atau ide

orisinil, bersikap jujur, dan lain-lain. Disamping itu, bab IV pasal 19 peraturan

pemerintah No. 19 tahun 2005 dikatakan bahwa proses pembelajaran pada

satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,

menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta

memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian

sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta

didik. Sesuai dengan isi peraturan pemerintah diatas, maka ada sejumlah

prinsip khusus dalam pengelolaan pembelajaran, sebagai berikut:

a.Interaktif

Prinsip interaktif mengandung makna bahwa mengajar bukan hanya

sekadar menyampaikan pengetahuan dari guru ke siswa, akan tetapi mengajar

dianggap sebagai proses mengatur lingkungan yang dapat merangsang siswa

untuk belajar. Melalui proses interaksi, memungkinkan kemampuan siswa

akan berkembang baik mental maupun intelektual.

b.Inspiratif

Proses pembelajaran adalah proses inspiratif, yang memungkinkan siswa

untuk mencoba dan melakukan sesuatu. Berbagai macam informasi dan proses

pemecahan masalah dalam pembelajaran bukan harga mati yang bersifat

mutlak, tetapi merupakan hipotesis yang merangsang siswa untuk mau dan

mencobanya.

c.Menyenangkan

Proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh

potensi siswa yang dapat terwujud jika siswa terbebas dari rasa takut dan

menegangkan. Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan

dengan, pertama, dengan menata ruangan yang apik dan menarik yang memenuhi unsur kesehatan seperti pengaturan cahaya, adanya ventilasi, serta

(12)

debu, dan sebagainya. Kedua, melalui pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi, yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran,

media, dan sumber belajar yang relevan serta gerakan-gerakan guru yang

mampu memberikan motivasi belajar siswa.

d.Menantang

Proses pembelajaran merupakan proses yang menantang bagi siswa

untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Kemampuan tersebut dapat

dikembangkan melalui rasa ingin tahu siswa. Apapun yang dilakukan dan

diberikan guru harus dapat merangsang siswa untuk berpikir dan melakukan.

Untuk itu dalam hal-hal tertentu, sebaiknya guru memberikan informasi yang “meragukan” sehingga karena keraguan itulah siswa terangsang untuk membuktikannya.

e.Motivasi

Motivasi adalah aspek yang sangat penting untuk membelajarkan siswa.

Tanpa adanya motivasi, tidak mungkin siswa memiliki kemampuan untuk

belajar. Oleh karena itu, membangkitkan motivasi merupakan salah satu peran

dan tugas guru dalam setiap proses pembelajaran.

F. Manfaat Strategi Pembelajaran

Adapun kegunaan ataupun tujuan dari belajar menurut Robert M Gagne

dalam Abu Ahmad dan Joko Tri Prasetya (2005) dapat disimpulkan bahwa

dengan strategi belajar diharapkan akan ada hasil berupa:

1. Berkembangnya kemampuan intelektual siswa: kemampuan yang memperlihatkan tingkat intelektual siswa di mata pihak lain.

2. Berkembangnya kemampuan kognitif siswa: kemampuan tentang mengatur ‘cara belajar dan berpikir’ seseorang.

3. Bertambahnya kemampuan informasi verbal: kemampuan menyerap pengetahuan dan arti informasi.

(13)

5. Berkembangnya sikap dan nilai ke arah yang lebih baik: kemampuan yang erat kaitannya dengan arah dan intensitas emosional yang dimiliki seseorang.

(14)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Di dunia pendidikan, strategi mempunyai arti sebagai perencanaan yang

berisi mengenai serangkaian kegiatan yang dibuat untuk mencapai tujuan

pendidikan tertentu. Strategi dipakai dalam banyak konteks belajar mengajar.

Strategi juga mempunyai arti sebagai pola umum aktivitas guru dan siswa dalam

menunjukkan kegiatan belajar mengajar.

Istilah media mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian dikenal

dengan istilah audio visual aids (alat bantu pandang atau dengar). Selanjutnya disebut instructional materials (materi pembelajaran) dan kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikan nasional adalah instructional media (media pendidikan atau media pembelajaran).

Strategi dan media pembelajaran sangat dibutuhkan oleh setiap

guru karena keduanya adalah hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar.

Tiap proses belajar memiliki strategi pembelajaran tertentu. Gunanya agar siswa

dapat mengikuti proses belajar serta mampu mencapai manfaat belajar yang

maksimum. Seorang guru bisa menggunakan berbagai bentuk strategi yang

digunakan agar siswa tidak merasa bosan pada saat proses belajar mengajar

berlangsung sehingga kelas akan terasa lebih hidup dan menyenangkan.

B. Saran

1. Hendaknya guru memahami tentang pengertian media dan strategi belajar guna menunjang proses belajar mengajar di kelas.

2. Hendaknya guru menentukan media yang tepat dalam menunjang pemberian materi, agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan makismal dan pemahaman siswa pun akan semakin bertambah.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. http://coretanpembelajaranku.blogspot.com/2013/09/pengertian-manfaat

- jenis-dan-pemilihan.html/, 6 Desember 2013 pukul 08:51 WIB.

Arifin. http://arifin-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/11/strategi-pembelaja

ran-yang_4.html/, 6 Desember 2013 pukul 09:00 WIB.

Hartanto, Dicki.

http://dichartanto.wordpress.com/2009/11/pengertian-hakekat-dan-kegunaan-strategi-belajar-mengajar.html/, 11 Desember 2013 pukul

08:24 WIB.

Hermin. http://herminegari.wordpress.com/perkuliahan/fungsi-dan-manfaat-media

-pembelajaran/, 6 Desember 2013 pukul 09:03 WIB.

Kurnia, Victor Uji.

Referensi

Dokumen terkait

9 Qatrunnada Salsabila Rohadatul 'Aisy 59 D فيعض * Bagi yang tidak lulus atau yang punya tanggungan. 10 Qotrunnada Salsabila 73 B ديج admistrasi / OSADU,

Notulis adalah orang yang membuat notula rapat. Notula adalah catatan resume kejadian dan pembicaraan yang terjadi selama.. Notula dapat digunakan sebagai bahan informasi ataupun

Berdasarkan hal yang telah diuraikan di atas maka memang budaya selalu dijadikan sebuah dasar untuk terjadinya sebuah interaksi antar manusia, suatu budaya bisa

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis telah berhasil menyelesaikan penelitian yang berjudul “Efek Anti

merujuk kepada keadilan, ilmu dan kelembutan, Lafaz mauʿizah yang diulang sekurang-kurangnya sembilan belas kali dalam al-Quran ini turut bermaksud menggunakan

Tes pengujian penguatan yang diantaranya merupakan pengukuran acak dari range 40-70dB pada tes poin penguat 2 sebesar 50x yang dilakukan penulis pertama kali

:.- Yang dimaksud dengan pelayanan publik kepada masyarakat/tamu dari Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat adalah, segala urusan dan kepentingan masyarakat/tamu

e. Melakukan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan untuk memenuhi hak Dosen tetap Non PNS tersebut. Dalam menjalankan tugasnya dosen perlu meningkatkan