• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kedudukan Uang Jemputan Dalam Perkawinan Bajapuik Pada Masyrakat Miangkabau Pariaman Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kedudukan Uang Jemputan Dalam Perkawinan Bajapuik Pada Masyrakat Miangkabau Pariaman Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Isi dari perjanjian perkawinan itu sendiri jika dilihat dalam ketentuan KUHPerdata, hanya sebatas mengatur mengenai harta kekayaan, tetapi jika di dalam Undang

Berdasarkan hasil penelitian tesis ini dapat disimpulkan bahwa Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraaan mengakui anak dalam perkawinan campuran sebagai Warga

jcmpurd itu adalah syaratlesendii yans tinbulkarena kcbiam (adar) m.syeakar Pariaman Ferkr*ind drpar dilakukan 63lkM kun dri srarrt pemiklhan torpe.uhi Hal i.i

Dengan kata lain pengharaman kawin kontrak merupakan ijma (konsensus ulama). Menurut pendapat al-khaitabi, bahwa memang benar islam pernah menghalalkan kawin kontrak,

Selanjutnya mengenai pertimbangan bahwa perkawinan antara warganegara yang berbeda agama tersebut menurut ketentuan hukum yang berlaku dalam pasal 2 ayat (1) di sebutkan

Menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Bab IX Pasal 42 dan Pasal 43 bahwa status anak yang lahir di luar perkawinan (termasuk perkawinan siri ) dianggap sebagai

Jadi apabila ada orang lain yang memacari si istri dalam Nikah Sirri tersebut, menurut pendapat saya secara yuridis bukan merupakan tindakan melanggar hukum;

Syarat-syarat pewarisan menurut syariat islam yaitu (Nasution 2012): 1) Orang yang mewaris benar telah meninggal dunia dan dapat dibuktikan secara hukum bahwa dia telah meninggal;