0
TESISOleh
RIKA HANDAYANI 137032101/IKM
PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
PERAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG MENGALAMI ABORTUS
DI RSUD RANTAU PRAPAT KABUPATEN LABUHANBATU
TAHUN 2015
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
untuk Memperoleh Gelar Magister Kesehatan (M.Kes) dalam Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Minat Studi Kesehatan Reproduksi pada Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara
Oleh
RIKA HANDAYANI 137032101/IKM
PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
Judul Tesis : PERAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG MENGALAMI ABORTUS DI RSUD RANTAU PRAPAT KABUPATEN LABUHANBATU TAHUN 2015
Nama Mahasiswa : Rika Handayani Nomor Induk Mahasiswa : 137032101
Program Studi : S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Minat Studi : Kesehatan Reproduksi
Menyetujui Komisi Pembimbing
(Prof. Delfi Lutan, SpOG(K)) (Drs. Alam Bakti Keloko, M.Kes
Ketua Anggota
)
Dekan
Tanggal Lulus :
Telah diuji Pada Tanggal :
PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua : Prof. Delfi Lutan, SpOG (K) Anggota 1. Drs. Alam Bakti Keloko, M.Kes
2. Drs. Eddy Syahrial M.S
PERAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG MENGALAMI ABORTUS
DI RSUD RANTAU PRAPAT KABUPATEN LABUHANBATU
TAHUN 2015
TESIS
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Medan, Juli 2015
ROLE OF HUSBAND TO WIFE THAT HAVE ABORTION IN RANTAU PRAPAT LABUHANBATU DISTRICT HOSPITAL
2015
THESIS
By
RIKA HANDAYANI 137032101/IKM
S2 STUDY PROGRAM PUBLIC HEALTH SCIENCE
FACULTY OF PUBLIC HEALTH
ABSTRAK
Abortus (keguguran) adalah kegagalan kehamilan sebelum umur kehamilan 28 minggu atau berat janin kurang dari 1000 gram. Pada saat mengalami abortus seorang istri sangat membutuhkan motivasi dari suaminya. Peranan suami baik sebagai motivator, fasilitator dan edukator yang diberikan sejak awal masa terjadinya keguguran mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran suami terhadap istri yang mengalami abortus di RSUD Rantau Prapat Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2015.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yaitu penilaian yang bertujuan memperoleh informasi spesifik mengenai perilaku dan konteks sosial menurut pengalaman informan. Penelitian dilakukan di RSUD Rantau Prapat Labuhan Batu pada bulan Januari sampai Juni 2015.Pengambilan informan dengan menggunakan metode purposive sampling dan bersifat snowball sampling didapatkan 5 suami yang menjadi informan. Metode analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang diperoleh persepsi tentang peran suami yaitu menyalahkan istri karena tidak bisa menjaga kehamilannya dan kurangnya dukungan suami seperti tidak mendampingi pasca abortus. Alasan suami tidak memberikan motivasi kepada istri mereka seperti suami sibuk dan takut melihat kondisi istri. Suami sebagai fasilitator ikut mengantar ke pelayanan kesehatan,memberikan biaya dan waktu pasca abortus. Suami sebagai edukator memberikan informasi tentang perawatan atau proses penyembuhan kepada istri yang mengalami abortus. Ikut berpartisipasi dalam perawatan istri pasca abortus.
Disarankan kepada Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Rantauprapat untuk meningkatkan penyuluhan kepada suami mengenai istri yang mengalami abortus sehingga suami lebih berperan aktif dalam mendampingi dan memotivasi istri. Bagi suami hendaknya lebih menguatkan dan memberikan perawatan kepada istri karena mendampingi istri pasca abortus dapat mempercepat proses pemulihan. Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat mengadakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan suami tentang peran suami terhadap istri yang mengalami abortus.
Kata Kunci : Peran Suami, Abortus, RSUD Rantau Prapat
ABSTRACT
Abortion (miscarriage) is the failure of a pregnancy before 28 weeks gestation or fetal weight less than 1000 grams. At the moment of abortion a wife desperately need motivation from her husband. Husband's role as both a motivator, facilitator and educator granted since the beginning of miscarriage simplify and lighten the couple in living and cope with the changes that occur in the body. This study aims to determine the role of husband to wife who experience abortion in Rantau Prapat Labuhanbatu District Hospital in 2015.
This type of research is descriptive qualitative research design with a phenomenological approach that assessment aimed at obtaining specific information about behavior and social context according to the experience of informants. The study was conducted at Hospital Rantau Prapat Labuhan Batu in January to June 2015.Pengambilan informants using purposive sampling and snowball sampling is obtained 5 husband who became an informant. Methods of data analysis by means of data reduction, data presentation and conclusion.
The results obtained perception of the role of husband and wife is to blame because it could not keep her pregnancy and the lack of support did not accompany her husband as post-abortion. Reason husband does not give motivation to their wives as busy husband and afraid to see her condition. Husband as facilitators participate drove to healthcare, providing cost and time post-abortion. Husband as educators provide information about treatment or healing processes to wives who experienced abortion. Participated in post-abortion care wife.
For suggested to the General Hospital of Rantauprapat to improve outreach to the husband of the wife of a husband who experienced abortion so that a more active role in assisting and motivating wife. For the husband should further strengthen and provide maintenance to the wife to be with his wife after the abortion can accelerate the recovery process. For health workers are expected to conduct activities to improve knowledge of the role of husband and husband to wife who experience abortion.
Keywords: Role husband, Abortion, Hospital Rantau Prapat
KATA PENGANTAR
Segala Puji Syukur penulis dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan pertolonganNya yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan
penyusunan tesis ini dengan judul “Peran Suami terhadap Istri yang Mengalami Abortus di
RSUD Rantau Prapat Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2015”.
Penulisan tesis ini merupakan salah satu persyaratan akademik untuk menyelesaikan
pendidikan pada Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi Kesehatan
Reproduksi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Proses penulisan
tesis dapat terwujud berkat dukungan, bimbingan, arahan dan bantuan moral maupun material
dari banyak pihak. Untuk itu izinkan penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga
kepada :
1. Dr. Drs. Surya Utama, M.S, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera
Utara.
2. Dr. Ir. Evawany Y. Aritonang, M.Si selaku Sekretaris Program Studi S2 FKM
Universitas Sumatera Utara.
3. Prof. Delfi Lutan, SpOG (K), selaku Ketua Komisi Pembimbing yang dengan penuh
perhatian dan kesabaran membimbing, mengarahkan dan meluangkan waktu untuk
membimbing penulis mulai dari proposal hingga penulisan tesis selesai.
4. Drs. Alam Bakti Keloko, M.Kes, selaku Anggota Komisi Pembimbing dengan penuh
perhatian dan kesabaran membimbing, mengarahkan dan meluangkan waktu untuk
membimbing penulis mulai dari proposal hingga penulisan tesis selesai.
5. Drs. Eddy Syahrial M.S, selaku Komisi Penguji yang telah banyak memberikan arahan
dan masukan demi kesempurnaan penulisan tesis ini.
6. Dr. Halinda Sari Lubis, MKKK, selaku Komisi Penguji yang telah banyak memberikan
arahan dan masukan demi kesempurnaan penulisan tesis ini
7. Direktur Rumah RSUD Rantau Parapat Kabupaten Labuhan Batu yang telah memberikan
izin kepada penulis untuk melakukan penelitian.
8. Dr.Tun Ali,Sp.OG, yang telah memberikan dukungan kepada penulis sehingga bisa
menyelesaikan penelitian ini.
9. Ibunda Hj. Masrah Hasibuan, SPd, M.Kes, yang telah memberikan dukungan dan doa
kepada penulis agar bisa menyelesaikan pendidikan ini.
10. Dosen dan staf di lingkungan Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi
Kesehatan Reproduksi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
11. Ayah Ir.Syafrizal dan ibunda Samsima yang telah memberikan dukungan dan doa kepada
penulis agar bisa menyelesaikan pendidikan ini
12. Suami Heri Rahmadsyah dan anakku Raza Syah yang telah memberikan dukungan dan
doa kepada penulis agar bisa menyelesaikan pendidikan ini.
13. Abanganda Rizki Zulkifli, adik-adikku Hendra Syahputra, Selvia Dewi dan Indah
Marentina Br. Siregar yang telah memberikan dukungan dan doa kepada penulis agar
bisa menyelesaikan pendidikan ini
14. Untuk rekan-rekan seperjuangan mahasiswa S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat tahun 2013
yang telah membantu dalam menjalani dan menyelesaikan pendidikan di Program
Magister IKM FKM-USU.
15. Untuk sahabat-sahat kantor Akbid Ika Bina Labuhanbatu Rantau Prapat yang telah
memberikan bantuan serta dukungan moril kepada penulis untuk tetap semangat hingga
akhir penyelesaian tesis ini
Penulis menyadari atas segala keterbatasan, untuk itu saran dan kritik yang
membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan tesis ini dengan harapan, semoga
tesis ini bermanfaat bagi pengambil kebijakan di bidang kesehatan, dan pengembangan ilmu
pengetahuan bagi penelitian selanjutnya.
Medan, Juli 2015 Penulis
Rika Handayani 137032101/IKM
RIWAYAT HIDUP
Rika Handayani lahir pada tanggal 10 Oktober 1988 di Rantau Prapat. Anak kedua
dari empat bersaudara dari pasangan Ayanda Ir. Syafrizal Siregar dan Ibunda Samsimah.
Pendidikan formal penulis dimulai dari pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 112135
Rantau Prapat selesai tahun 2000, Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Rantau Prapat selesai
tahun 2003, Sekolah Muhamaddiah 10 Rantau Prapat selesai tahun 2006, D3 Akbid Ika Bina
Labuhan Batu Tahun 2009, mengambil pendidikan D4 bidan pendidik di Fakultas
Keperawatan Universitas Sumatera Utara selesai tahun 2011 dan saat ini sedang
menyelesaikan Program Studi S2 di FKM USU.
Penulis mulai bekerja tahun 2009-2010 sebagai ibu asrama di Akbid Ika Bina
Labuhan Batu dan tahun 2011-hingga saat ini bekerja sebagai dosen tetap di Akbid Ika Bina
Labuhan Batu.
DAFTAR ISI
2.2.3. Faktor yang Memengaruhi Terbentuknya Peran ... 11
3.4. Metode Pengumpulan Data ... 30
4.4.2 Peran Suami sebagai Fasilitator ... 43
4.4.3 Peran Suami sebagai Edukator ... 45
BAB 5 PEMBAHASAN ... 48
5.1 Peran suami terhadap istri yang mengalami abortus ... 48
DAFTAR TABEL
No. Judul Halaman
4.1 Distribusi Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan
Penduduk di Kecamatan Rantau Selatan tahun 2013 ... 34
4.2 Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin di Kecamatan Rantau Selatan ... 35
4.4 Distribusi Sarana Kesehatan di Kecamatan Rantau Selatan Tahun 2013 ... 35
4.5 Distribusi Tenaga Kesehatan di Kecamatan Rantau Selatan Tahun 2013 ... 36
4.6 Karakteristik Informan di Kecamatan Rantau Selatan Tahun 2015 ... 36
DAFTAR LAMPIRAN
1. Pedoman Wawancara Informan 2. Transkrip Wawancara Informan
3. Surat Izin Survey Pendahuluan dari USU 4. Surat Izin Penelitian dari USU
5. Surat Keterangan Survey dari RSUD Rantau Prapat Labuhanbatu 6. Surat Izin Penelitian dari RSUD Rantau Prapat Labuhanbatu