• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Penggunaan Komposit Kitosan CuO Sebagai Adsorben Untuk Menyerap Logam Besi (Fe) Mangan (Mn) Dan Zink (Zn) Pada Air Sungai Belawan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Penggunaan Komposit Kitosan CuO Sebagai Adsorben Untuk Menyerap Logam Besi (Fe) Mangan (Mn) Dan Zink (Zn) Pada Air Sungai Belawan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sungai Belawan yang berada di kecamatan Medan Sunggal yang memiliki luas

wilayah Kecamatan ± 13,90 Km2 dengan jumlah penduduk 113.446 jiwa (BPS,

2013). Sungai belawan ini juga digunakan PDAM sebagai sumber air. Oleh karena

itu banyak penduduk sekitar yang menggunakan air sungai maupun PDAM untuk

keperluan sehari-hari, seperti mandi, cuci dan kakus, pembuangan limbah domestik

atau limbah perkotaan yang secara langsung dibuang ke sungai. Di daerah aliran

sungai ini juga terdapat aktivitas pemandian, dan adanya industri kuningan di sekitar

sungai tersebut (Yeanny , 2005). Bapedalda Provinsi Sumatera Utara (2007) yang

diacu oleh Panjaitan (2009) dalam Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah

Provinsi Sumatera Utara Tahun 2003, terdapat 22 industri di sepanjang sungai

Belawan. Jenis– jenis industri tersebut antara lain pengolahan minyak goreng,

pengolahan metal, pabrik plastik, pengeleman kayu lapis, tekstil, cat, baterai kering,

pupuk dolomit, pelapis logam dan lain-lain. Maka dari itu sungai juga kemungkinan

besar dicemari oleh logam-logam berat baik itu dari limbah rumah tangga maupun

limbah industri.

Berdasarkan hasil uji pendahuluan air sungai belawan pada logam Fe

diperoleh 0,05051 mg/l, logam Mn 0,3251 mg/l, logam Pb 0,00946, logam Al

0,01364 dan Zn 0,06402 Hasil tersebut menunjukkan pada logam Mn dan Zn

melebihi ambang batas. Dan hasil uji pendahuluan pada air yang diolah oleh PDAM

dengan metode chlorinasi diperoleh Fe 0,3032, Pb 0,0074, Zn 1,1136, Mn 0,0026

pada analisa logam Zn dan Fe memiliki hasil di atas ambang batas Berdasarkan PP

no.82 tahun 2014.

Pada penelitian sebelumnya bahwa telah banyak metode yang digunakan

untuk menghilangkan logam berat dalam perairan di antaranya presipitasi, filtrasi,

penukar ion, elektrodeposisi, adsorpsi dan sistem membran (Schmul et al. 2001).

1

(2)

Salah satu metode pengolahan limbah yang mudah dan ramah lingkungan adalah

metode adsorbsi dengan adsorben alami seperti kitosan. Adsorpsi dalam pengolahan

limbah cair berperan penting untuk menurunkan kadar logam berat.

Kitosan pertama kali ditemukan oleh C. Rouget pada tahun 1859 dan

merupakan produk dari proses deasetilasi kitin yang berasal dari ekstrak kulit hewan

laut yang keras seperti udang, rajungan, kepiting dan ditemukan juga pada dinding sel

jamur jenis Zygomycetes serta kulit serangga. Kitosan blangkas merupakan hasil

proses deasetilasi kitin yang diperoleh dari cangkang udang blangkas. Berdasarkan

penelitian Trimurni et al., 2006, kitosan blangkas memiliki derajat deasetilisasi dan

Berat Molekul (BM) yang tinggi yakni 84,20% dan 893.000. Kitosan merupakan

suatu polimer yang bersifat polikationik. Keberadaan gugus hidroksil dan amino

sepanjang rantai polimer mengakibatkan kitosan sangat efektif mengadsorpsi kation

ion logam berat maupun kation dari zat-zat organik (protein dan lemak) (Tao Lee,

dkk., 2001 dalam Sanjaya dan Yuanita, 2007). Kitosan mempunyai bentuk fisik dan

kimia yang menarik, sehingga kitosan dapat digunakan sebagai agen pengkelat logam

serta mempunyai kemampuan mengikat lebih dari 1 mmol/g untuk beberapa logam

berat dan beracun. Penyerapan ion Cu2+, Hg2+ , Ni2+ dan Zn2+ oleh kitosan. kitosan

dapat berinteraksi membentuk kompleks dengan tembaga(II) (Varma,2004).

Berdasarkan penelitian sebelumnya telah banyak diteliti tentang kitosan yang

digunakan sebagai absorben seperti penelitian yang dilakukan oleh Khalid (2015)

yaitu penyerapan logam Arsen (V) menggunakan komposit kitosan Cu(OH)2 dan

CuO dengan daya serap 95%. Risfidian (2011) preparasi karakterisasi kompleks

kitosan hydrogel-tembaga(II) menunjukkan karakterisasi kompleks kitosan hydrogel

dengan tembaga(II). Endoraza (2012) Kitosan limbah kulit kepiting dalam

Pemanfaatan sebagai penjernih air pada rawa dan air sungai memiliki daya adsoren

yang tinggi dalam menjernihkan air. Pada penelitian ini menggunakan kitosan CuO

namun dengan logam yang berbeda. Modifikasi kitosan sebagai adsorben ini

diharapkan dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi. Logam yang dianalisa adalah

besi, mangan dan seng yang telah dilakukan uji pendahuluan sebelumnya pada air

(3)

sungai maupun air yang sudah diolah oleh PDAM yang berada di atas ambang batas

adalah logam-logam tersebut. Maka dari itu peneliti ingin melakukan penelitian

mengenai studi Penggunaan Kitosan komposit CuO Sebagai Adsorben Untuk

Menyerap Logam Besi (Fe) , Mangan (Mn) Dan zink (Zn) Air Sungai Belawan.

1.2. Permasalahan

Permasalahan pada penelitian ini adalah :

1. Berapakah kadar logam Fe (besi), Mn (Mangan), dan Zn (zink) pada air

sungai belawan sebelum dan setelah diberikan kitosan CuO?

2. Bagaimana pengaruh waktu pada penggunaan kitosan terhadap penurunan

logam Fe (besi), Mn (Mangan), dan Zn (zink) pada air sungai belawan?

1.3. Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada:

1. penentuan kadar logam Fe (besi), Mn (Mangan), dan Zn (zink) sebelum dan

sesudah penggunaan kitosan CuO pada air sungai belawan dengan

menggunakan ICP-OES

2. sampel air sungai belawan yang di ambil yaitu yang berada di kawasan

PDAM Tirtanadi

3. Variasi waktu kontak pada 15, 30, 45, 60 dan 75 menit.

1.4. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1 kadar logam Fe (besi), Mn (Mangan), dan Zn (zink) pada air sungai belawan

sebelum dan sesudah diberikan kitosan CuO

2 pengaruh variasi waktu penggunakan kitosan terhadap penurunan logam Fe

(besi), Mn (Mangan), dan Zn (Seng) pada air sungai belawan

(4)

1.5. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan manfaat kepada

masyarakat mengenai efektivitas penggunaan kitosan dalam menurunkan kadar Mn

(Mangan), Fe (besi) dan Zn (zink) pada air Sungai

1.6. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik FMIPA USU dengan

mengambil sampel dari sungai Belawan di sekitar PDAM Tirtanadi dan Analisis

Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES) dilakukan

di Balai Teknik Kesehatan Dan Pengendalian Penyakit (BTKLP).

1.7. Metodelogi Penelitian

Metodelogi pada penelitian ini adalah :

1. sampel air sungai belawan yang di ambil yaitu yang berada di kawasan

PDAM Tirtanadi

1. Sampel yang dianalisis adalah air sungai belawan sebelum dan sesudah

penggunaan kitosan

2. Sampel terlebih dahulu di destruksi dengan asam nitrat pekat

3. Pembuatan larutan Cu(NO3)2 0,5 M dibuat dari Kristal Cu(NO3)2.5H2O

diperoleh, kemudian dilarutkan 10 g kitosan kedalam larutan asetat 1%

4. kitosan CuO dibuat dari Larutan kitosan, kemudian ditambahkan dengan

larutan Cu(NO3)2 0,5 M diteteskan kedalam larutan NaOH

5. Air Sungai belawan setelah didestruksi dimasukkan kedalam kolom yang

telah berisi 15 g kitosan CuO, didiamkan selama 15, 30, 45, 60, dan 75

6. penentuan kadar logam Mn (Mangan), Fe (besi) dan Zn (zink) sebelum dan

sesudah penggunaan kitosan/CuO pada air sungai belawan dengan

menggunakan ICP-OES

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian yang dilakukan secara destruksi kering terhadap kangkung air panas ( Ipomoea aquatica Forssk.) dan penetapan kadar besi, seng, tembaga dan

Metode penelitian yang dilakukan secara destruksi kering terhadap kangkung air panas ( Ipomoea aquatica Forssk.) dan penetapan kadar besi, seng, tembaga dan

spesifik karena pada daerah ini terdapat uluran O- H yang tumpang tindih dengan ulur N-H yang memiliki daerah pergeseran yang lebih lebar karena pada N-H telah terikat tembaga.

Judul : Pembuatan Kitosan CuO Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Kadar Logam Besi (Fe), Zink (Zn) Dan Kromium (Cr) Dengan Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom.. Kategori

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kadar unsur Timbal ( Pb) Mangan (Mn), Zink (Zn), Besi (Fe), dan Magnesium (Mg) pada debu dan tanah erupsi gunung Sinabung di

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kadar unsur Timbal ( Pb) Mangan (Mn), Zink (Zn), Besi (Fe), dan Magnesium (Mg) pada debu dan tanah erupsi gunung Sinabung di

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan logam Besi (Fe) Timbal (Pb) Mangan (Mn) dan Seng (Zn) pada air bersih yang terdapat di Laboratorium Kesehatan Daerah

pengaruh massa adsorben, waktu kontak dan kecepatan pengadukan terhadap efisiensi penurunan kadar mangan dan besi oleh bentonit dan zeolit yang telah diregenerasi, serta mengetahui