• Tidak ada hasil yang ditemukan

ENDOKRINOLOGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ENDOKRINOLOGI"

Copied!
149
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

KELENJAR

:

Berdasarkan

ada/tidaknya saluran keluar

:

1. Kelenjar eksokrin: (+) saluran

2.

Kelenjar endokrin

: (-) saluran

Kelenjar buntu

Hormon

REGULASI FUNGSI-FUNGSI TUBUH

:

1. Sistem saraf

2. Sistem hormonal

ENDOKRINOLOGI

:

Ilmu yang mempelajari fungsi kelenjar buntu

 

 

 

 

 

 

(5)

Dilihat dari fungsinya, produksi kelenjar ada 2

macam, berupa :

sekreta

     

: dimanfaatkan tubuh, contoh :

enzim, hormon.

ekskreta : dibuang oleh tubuh, contoh :

   

 

(6)

Sistem endokrin adalah sistem kontrol

 

(7)
[image:7.720.57.700.18.515.2]

Fig. 45-10

Major endocrine glands:

(8)

HORMON  adalah  suatu bahan kimia

yang disekresi oleh  satu  atau

sekelompok sel ke dalam cairan tubuh

yang menyebabkan   timbulnya efek

fisiologis pada sel lain dari tubuh yang

mempunyai  reseptor untuk bahan tsb.

Sekelompok sel  Suatu Bahan  Sekelompok sel lain

(9)

Homeostasis

• Growth and

Development

• Reproduction

(10)

FUNGSI HORMON:

Mengontrol tingkat aktivitas dari jar. target dengan

jalan:

* Mengubah reaksi kimia dalam sel.

* Mengubah permeabilitas membran sel terhadap

 

bahan yang spesifk.

 

(11)
(12)

SUSUNAN KIMIA HORMON:

1. Hormon steroid

(Rumus bangun mirip cholesterol)

* Cortex adrenal : Cortisol, Aldosteron, Hormon seks.

* Ovarium

: Estrogen, Progesteron

* Testis

: Testosteron

2. Derivat a.a. Tyrosine

:

* Hormon tiroid : Thyroxine, Triiodothyronine

* Medulla adrenal

: Epinephrine,

Nor-epinephrine.

(13)

MEKANISME KERJA HORMON:

1. Melalui reseptor pada membran sel : Hormon

pada umumnya (Peptida/protein)

(14)

MEKANISME I ( Reseptor pd membran sel) :

1

st

Messenger

Hormon

2

nd

Messenger

(15)

P.Liben - Faal - Unair

ATP (Adenosin trifosfat)

Adenylcyclase

Cyclic-AMP (Aktif)

Fosfodiesterase

5-AMP (Non-Aktif)

( - ) Caffeine

Second messenger lain:

* Calmodulin

(16)
(17)
(18)

PENGUKURAN KONSENTRASI HORMON:

Karena konsentrasinya yang kecil, dipakai metode

khusus.

1. Bioassay

   

Bandingkan hasilnya:

   

* Hormon murni yang diketahui konsentrasinya

   

* Plasma/ekstrak yang akan dicari konsentrasinya

2. Radio immuno assay (RIA)

(19)

REGULASI HORMON

Hipofsis

(20)

Faktor regulasi adalah senyawa kimia yang mengontrol

produksi sejumlah hormon yang memiliki fungsi penting bagi tubuh.

Senyawa tersebut dikirim ke lobus anterior kelenjar pituitari

oleh hipotalamus.

Terdapat 2 faktor regulasi,

faktor pelepas (releasing factor ) yang menyebabkan kelenjar pituitari  

mensekresikan hormon tertentu

faktor penghambat (inhibiting factor ) yang dapat menghentikan  

sekresi hormon tersebut.

(21)

Hormon Antagonistik

Hormon antagonistik merupakan hormon

yang menyebabkan efek yang berlawanan.

Contoh, glukagon dan insulin. Saat kadar gula

darah sangat turun, pancreas akan memproduksi

glukagon untuk meningkatkannya lagi. Kadar

glukosa yang tinggi menyebabkan pankreas

memproduksi insulin untuk menurunkan kadar

glukosa tersebut.

(22)

pineal gland

hypothalamus

(23)

HIPOFISIS

(24)

Hormon bertindak sebagai “pembawa pesan”

dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel

dalam tubuh, yang selanjutnya akan

menerjemahkan “pesan” tersebut menjadi

suatu tindakan.

(25)

Dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar

endokrin yang penting, yaitu hipofsis, tiroid,

 

(26)
(27)

Kel. Pituitaria = Hipofsis

(28)

Hipofsis Posterior Hipofsis Anterior

(29)

Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan

menghasilkan bermacam- macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar hipofsis disebut master gland ( kelenjar induk / kelenjar ibu).  

Kelenjar hipofsis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : • Hipofsis bagian anterior

Hipofsis bagian tengah , Menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating Hormon MSH).

Apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam.

Hipofsis bagian posterior

(30)

Kelenjar hipofsis dibagi menjadi tiga bagian :

Hipofsis bagian anterior

Hipofsis bagian tengah , Menghasilkan

hormon perangsang melanosit atau Melanosit

Stimulating Hormon MSH). Apabila hormon ini

banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit

menjadi hitam.

Hipofsis bagian posterior

(31)

Hipotalamus

Hipofisis

Hipofisis PosteriorPars Intermedia

(32)

P.Liben - Faal - Unair

HIPOTALAMUS

Sekresi Hormon Sekresi :

•Releasing Hormone (RH) •Inhibitory Hrmone (IH)

Melalui Saraf :

Tr. Hypothalamico-HypophysealisMelalui pembuluh darah :Hypothalamic-Hypophyseal Portal vessels

HIPOFISIS POSTERIOR HIPOFISIS ANTERIOR

Simpan Hormon •ADH

•Oxytocin

Produksi Hormon •GH

•ACTH •TSH

•Prolactin

(33)

Hipotalamus menghasilkan:

* Releasing hormone (RH) Rangsang HA

* Inhibitory hormone (IH) Hambat HA

Jadi ada RH dan IH yang spesifk untuk

 

 

 

masing-masing hormon, misalnya:

 

 

(34)

SEKRESI HORMON

 

a. Hipofisis Posterior

1.    Antidiuretic Hormone (ADH) 2.    Oxcytocin

b. Hipofisis Anterior

1.    Growth Hormone (GH)

2.    Adrenocorticotropic Hormone (ACTH, Adrenocorticotropin) 3.    Tyroid Stimulating Hormone (TSH, Thyrotropin)

4.    Prolactin (LTH = Luteotropic Hormone) 5.    Follicle Stimulating Hormone (FSH)

(35)

c.   Pars Intermedia

        Melanocyte Stimulating Hormone (MSH)  Pada Ikan, Reptil dan Amfibi

(36)

P.Liben - Faal - Unair

•Umumnya: Negative feedback

mechanism.

Ada  positive

feedback mechanism.

•Bila target gland hormone

↑ 

tropic

hormone

•Pada orang tua fungsi target gland

sudah

tropic hormone biasanya

Pada hipotalamus:

* Suproptic nuclei

ADH

* Paraventricular nulei

(37)

Contoh :

Hipotalamus Hipotalamus

Hipofisis Anterior Hipofisis Anterior

Gonad (testis & Ovarium) Kelenjar Tiroid

Hormon Seks Hormon Tiroid

FSH-RH/LH-RH = GnRH

FSH/LH = Gn

TSH-RH = TRH

(38)

MEKANISME UMPAN BALIK

(FEEDBACK MECHANISM)

Hipotalamus

Hipofisis Anterior

Target Gland

Target Gland Hormone

Tropic hormone

Releasing hormone Inhibitory hormone

(39)

HIPOFISIS POSTERIOR

Pada

hipotalamus:

* Suproptic nuclei

ADH

* Paraventricular

nulei

Oxytocin

(40)

ANTIDIURETIC HORMONE (ADH, VASOPRESIN)

a.     Sekresi : Hipotalamus

Hipofisis Posterior  Tempat Penyimpanan

b.    Efek :

    Menurunkan Volume Urine

    ADH Menghemat Air dan Mengatur Tekanan Osmotik Cairan Tubuh

(41)

Cairan Ekstrasel Hipertonik

Air Keluar dari Supraoptic Nuclei (OSMORECEPTOR)

Menkerut & Terangsang

Merangsang Hipofisis Posterior

Sekresi ADH

Meningkatkan Permiabilitas Distal Tubule, Collecting Tubule dan Collecting Ductus terhadap Air

Reabsorbsi Air 

(42)

Tekanan Darah Rendah (Perdarahan)

Tekanan Atrium Rendah Baroreceptor - Sinus Caroticus Stretch Receptor - Aorta

Di Atrium Relaksasi - Sekitar Pulmonal

Sekresi ADH 

Vasokontriksi

(43)

Faktor Perangsang Dan Penghambat Sekresi ADH :

        Trauma

        Rasa Sakit

        Cemas ADH 

        Obat ( Morphin, Nicotine, Tranquilizer)         Alkohol  ADH 

Alkohol

Sekresi ADH  Dilatasi Afferen Arteriol

GFR (glomerulo filtration rate)

Diuresis

(44)

OXYTOCIN

FUNGSI : 1. Pengeluaran ASI (Milk Ejection = Milk Letdown) 2. Kontraksi Uterus * Partus

* Fertilisasi Ovum

Alveoli Kelenjar Mamae  Myoepithelial 

Kontraksi

(45)

RANGSANGAN/HISAPAN BAYI PADA PAPILA/AEROLA MAMAE

Medula Spinalis

HIPOTHALAMUS Emosi

Hipofisis Posterior Hipofisis Anterior

Oxytocin  Prolaktin  Produksi ASI 

Myooepithelial Cells GnRH 

Kontraksi

MILK EJECTION FSH & LH 

0,5-1 menit setelah rangsangan OVULASI

 1,5 l/hari

(46)

GRAVIDITAS

        Uterus : Receptor Oxytocin   Lebih Peka

        Akhir Gravit : Sekresi Oxytocin 

     Rangsangan/Iritasi/Stretching pada Cervic Uteri, Uterus dan Vagina  Oxytocin   PARTUS LANCAR

(47)

RANGSANGAN/IRITASI/STRETCHING (CERVIC UTERI, UTERUS, VAGINA)

Medula Spinalis

Hipotalamus Emosi

Hipofisis Posterior

Oxytosin 

PARTUS POMPA HISAP 1.    Bayi

2.     Placenta SPERMATOZOA LEBIH

3.   Stop Bleeding CEPAT SAMPAI DI TUBAFALLOPII

(48)

GROWTH HORMONE (GH)

NAMA LAIN = Somatotropic Hormone = Somatotropin

DISEKRESI :

Anterior pituitary sel somatotropes/sel acidophil 30-40 %

STRUKTUR :

GH : Polypeptida, 191 asam amino IGF-I : Polypeptida, 70 asam amino

FUNGSI : Merangsang pertumbuhan seluruh jaringan tubuh Jumlah Sel = Hiperplasia

(49)

Pada awal pertumbuhan : Seluruh organ tubuh Dewasa : * Setelah epiphise menutup

Tulang berhenti tumbuh * Soft tissues terus tumbuh

HORMON YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN : 1.    Growth hormone/Hormon pertumbuhan

2.   Hormon tiroid Thyroxin

3.    Hormon sex Androgen : Testosteron Estrogen 4.    Insulin

(50)

PERIODE PERTUMBUHAN CEPAT :

Bayi : Growth hormone Thyroxin

Remaja : Androgen 1. Testis 2. Ovarium

(51)

Perangsang Sekresi GH : Hipoglikemia

Asam Amino (Arginine, Lecithen) Exercise

Puasa Tidur

Penghambat Sekresi GH : Glukosa darah meningkat Somatostatin

Kortisol Sekresi GH : Anak-anak s/d Dewasa

(52)

PENGATURAN SEKRESI GH :

Perangsang Penghambat

* Glukosa menurun * Somatostatin

* Asam lemak bebas menurun * Glukosa meningkat

* Asam amino meningkat * Asam lemak bebas meningkat

(arginin)

* Puasa * Somatomedin

* Kehilangan kalori dalam * GH

waktu lama

* Tidur * -Adrenergic agonists

* Exercise * Kortisol

* Puberty * Senescence

* Estrogen

* Androgen * Kegemukan

* Dopamine

* Acetylcholin * Pregnancy

* Serotonin

* -Adrenergic agonists * -Amino butyric acid

(53)

JALUR PENGATURAN SEKRESI GH :

Stimulus/Inhibisi

HYPOTHALAMUS

GHRH Somatostatin

+

ANTERIOR PITUITARY GH 

_

Hepar dan Jaringan Lain

IGF-I/Somatomedin

* Pertumbuhan * Sintesis Protein * Glukoneogenesis

(54)

SOMATOMEDIN C /Insulin-Like Growth Factor I (IGF-I)

GH  Pertumbuhan tulang dan tulang rawan

Tidak Langsung

GH

Hepar/Ginjal

IGF-I/Somatomedin C

Pertumbuhan Tulang dan Cartilago

Epiphyse menutup (Pubertas) : - Tulang berhenti memanjang

(55)

EFEK METABOLIK GH :

1. Sintesis protein meningkat

2. Penggunaan karbohidrat sebagai sumber energi menurun 3. Mobilisasi lemak meningkat

Metabolisme Protein :

Transport a.a melalui membran sel ke dalam sel 

        Ribosom di dalam sel lebih aktif

Pembentukan RNA dalam nukleus  Sintesis protein meningkat

(56)

Metabolisme Lemak

Mobilisasi lemak meningkat (sumber energi)

Jaringan Lemak--- Pelepasan asam lemak meningkat Acetyl Co A meningkat

Energi Mobilisasi Lemak

(57)

Metabolisme Karbohidrat

1.    Penggunaan glukosa untuk energi menurun Mekanisme tidak jelas, mungkin :

Mobilisasi asam lemak meningkat

Asam lemak meningkat Sumber energi

Feedback

(58)

2.    Deposisi glikogen meningkat

Glukosa dan glikogen kurang dipakai sebagai sumber energi

Glukosa Glikogen Masuk sel

3. Uptake glukosa oleh sel menurun, glukosa darah

Awalnya glukosa masuk sel meningkat Glikogen  Lama-lama glikogen jenuh dalam sel

Uptake glukosa menurun

(59)

GH menyebabkan menurunnya penggunaan glukosa sebagai energi sehingga GH mempunyai efek DIABETOGENIK

GH

Glukosa masuk sel Glikogen

Sel jenuh oleh glikogen

Uptake glukosa oleh sel menurun

Kadar glukosa darah meningkat

Memacu sel beta pilau Langerhans/pancreas

Sekresi insulin meningkat

(60)

Akibatnya sel beta rusak

Kemampuan membuat insulin menurun Diabetes mellitus

EFEK PERTUMBUHAN GH :

Perlu : - Karbohidrat

Insulin

Insulin --- Transport a.a & kh ke dalam sel Karbohidrat

Diperlukan untuk Energy of growt

Bila pancreas diambil

(61)

HORMON HYPOPHYSE ANTERIOR

Meningkatkan kadar glukosa darah :

-         GH

-         ACTH

-         TSH Punya Diabetogenic Effect

-         Prolactin PITUITARY DIABETES

KONSENTRASI GH

Dulu dikira GH hilang setelah pubertas---- salah Fakta : Sekresi GH anak-dewasa hampir sama

Sekresi GH bersifat pulsatil

Anak : 5 milimikrogram/milimeter Dewasa : 3 milimikrogram/milimeter

Konsentrasi GH dapat naik menjadi 50 mmcg/ml pada kekurangan : - Protein

(62)

Pada keadaan akut : hipoglikemia

Pada keadan kronis : defesiensi protein

Perangsang kuat sekresi GH

ABNORMALITAS SEKRESI GH I. Panhypopituitarsm

Berkurangnya sekresi semua hormon dari hypophise anterior Dapat terjadi : - Conginental

- Mendadak/pelan-pelan 1.    DWARFISM/KRETINISM

       * masa anak-anak

     * pertumbuhan proposional, tapi derajatnya * anak usia 10 th seperti anak 4-5 th

* anak usia 20 th seperti anak 7-10 th

(63)

* Teoritis akan didapatkan juga : - Thyroid deficiency

- Adrenocortical deficiency

Tapi tubuh kecil---- kebutuhan kecil Jadi gejala deficiency tidak tampak

         * Setelah dewasa perkembangan sex terhambat         Hanya 1/3 nya ---- ada sexual function

2.   PANHYPOPITUITARISM PADA DEWASA

Sebab : - Tumor --- tekan hypo. Anterior--- fungsi

- Thrombosis pada hypophise (sering pada shock post partus)

Efek :

- Hypothyoidism

       - Sekresi cortex adrenal

-  Sekresi gonadotropic hormone --- fungsi sex

- Terapi : memuaskan dengan substitusi hormon Misalnya : H. kelenjar tiroid

(64)

II.  Sekresi GH meningkat

1.    GIANTISM/GIGANTISME pada anak

Sebab : aktivitas sel acidophil  atau karena tumor Efek : Hiperglikemia

Sel  pulau Langerhans Stimulasi GH  degenerasi

Diabetes Mellitus Tinggi ok Epiphyse belum menutup

(65)

2.    ACROMEGALI pada dewasa

Sebab : tumor sel acidophil timbul setelah dewasa (epiphyse sudah menutup)

Efek : Tidak tinggi tetapi tulang menebal : * Tulang kecil pada tangan dan kaki * Tulang membranous

* soft tissue tumbuh terus

organ tubuh menjadi besar :

(66)

PROLAKTIN

 

1. Efek Terhadap Kelenjar Susu

Proses Laktasi

        Pertumbuhan dan Deferensiasi Kelenjar Susu

        Laktogenesis : Pembentukan ASI

         Galaktopoisis : Mempertahankan Laktasi

Saat Hamil :

Progesteron Laktogenesis

Progesteron Prolaktin Laktogenesis

Tidak ada

Estrogen  Produksi ASI

(67)

Akhir Kehamilan :

Progesteron   Estrogen  ASI Tetap Tidak Keluar  

Sekresi Prolaktin :

Partus  Prolaktin   Dan   TERGANTUNG :

1.    Frekuensi menyusui

2.    Sentuhan papillae mamae 3.    Visual

4.    Auditif

Hiperprolaktinemia  Laktasi   Amenorrhoea

(68)

2. Efek Terhadap Testis

Memperbaiki Spermatogenesis

Kepekaan Receptor ICSH   Androgen 

(69)

thyroid

(70)
(71)

Thyroxine

(T

4

)

Triiodothyronine

(T

3

)

Both control metabolic rate and

cellular oxidation

Calcitonin

(from parafolicular

cells)- lowers blood CA

++

levels and

causes CA

++

reabsorption in bone

Thyroid gland selectively

uptakes iodine to produce T

3
(72)
(73)

Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan

di antara keduanya dapat daerah yang menggenting. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang

mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.

Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium

dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan

pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin.

(74)

Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga

pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fsik dan mental yang    

menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.

Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik

tiroid (Morbus Basedowi) dengan gejala : kecepatan metabolisme    

meningkat, denyut nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam. Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.

(75)

- Hyperthyroidism (Grave’s,

Goiter)

- Hypothyroidism (Cretinism,

Myxedima)

(76)

Goiter

Lack of iodine in diet

(77)

hyposecretion of

T3 & T4

Cretinism

(78)

Myxedema

hyposecretion

of T3 & T4

(79)

Exophthalmos-

(80)
(81)

PTH release:

1) stimulates osteoclasts

2) enhances reabsorption of Ca

++

by kidneys

3) increases absorption of Ca

++

by intestinal

mucosal cells

Hyperparathyroidism

- too much Ca

++

drawn out of bone; could be due to tumor

Hypoparathyroidism

- most often follow

parathyroid gland trauma or after removal

of thyroid--- tetany, muscle twitches,

convulsions; if untreated

respiratory

(82)
(83)

Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid.

Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang

berfungsi mengatur kandungan fosfor dan

kalsium dalam darah.

Kekurangan hormon ini

menyebabkan tetani dengan gejala: kadar

 

 

kapur dalam darah menurun, kejang di tangan

dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah

pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.

(84)

Tumor paratiroid menyebabkan kadar

parathormon terlalu banyak di dalam darah.

Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan

kalsium dalam tulang, sehingga urin banyak

mengandung kapur dan fosfor. Pada orang

yang terserang penyakit ini tulang mudah

sekali patah. Penyakit ini disebut

 

von

Recklinghousen.

(85)

TYROID STIMULATING HORMONE/TSH

Hipothalamus

TSH-RH

HipofisisAnterior

(suhu dingin)

TSH Kebutuhan Energi 

Kelenjar Tyroid Energi Terpenuhi

(86)

ADRENOCORTICOTROPIC HORMONE/ACTH

Hipotalamus

ACTH-RH Hipofisis Anteror

ACTH

Cortex Adrenal Stressor (individual)

(87)

FOLLICLE STIMULATING HORMONE/FSH LUTEINIZING HORMONE/LH

Hipotalamus

FSH-RH, LH-RH

Hipofisis Anterior

FSH, LH

Testis Spermatogenesis

(88)
(89)

Berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan

hormon insulin utk mengatur konsentrasi glukosa dalam

darah.

Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya

 

akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan.

Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit

diabetes.

Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan

(90)

• Regulates glucose uptake by

cells

• Controlled via negative

feedback:

insulin

&

glucagon

(91)
(92)

• Produced by the

cells of the Islets

of Langerhan

• Catalyze oxidation of glucose for ATP

production

• Lowers blood glucose levels by

promoting transport of glucose into

cells.

• Stimulates glucose uptake by the

liver and muscle cells.

• Stimulates glycogen synthesis in the

liver and muscle cells.

• Also stimulates amino acid uptake

and protein synthesis of muscle

(93)

• Produced by the

cells of the Islets

of Langerhans

• Stimulates change of glycogen to

glucose in the liver.

• Synthesis of glucose from lactic acid

and non carbohydrate molecules

such as fatty acids and amino acids

• Causes

in blood glucose

concentration

(94)
(95)
(96)

Type I Diabetes

hyposecretion of insulin

insulin dependant

juvenile onset

Type II Diabetes

late onset (adult)

(97)

Adrenal Glands

adrenal cortex

(98)

Kelenjar Adrenal ( Suprarenal /

Anak Ginjal )

Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal.

Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).

Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan

penyakit Addisondengan gejala sebagai berikut: timbul kelelahan,  

nafsu makan berkurang, mual, muntah – muntah, terasa sakit di dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa darah lebih banyak. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

(99)

Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan

penyakit Addison dengan gejala : timbul kelelahan,

 

nafsu makan berkurang, mual, muntah – muntah,

terasa sakit di dalam tubuh.

Dalam keadaan ketakutan atau keadaan bahaya,

produksi adrenalin meningkat sehingga denyut

jantung meningkat dan memompa darah lebih

banyak. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran

bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak mata

terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

(100)
(101)

Hormones of the Adrenal

Medulla

• Adrenalin (epinephrine): converts

glycogen to glucose in liver

• Noradrenalin (norepinephrine):

increases blood pressure

(sympathetic nervous system)

(102)

Hormones of the Adrenal

Cortex

Glucocorticoids- cortisol

1. Decrease protein synthesis

2. Increase release and use of fatty acids

3. Stimulates the liver to produce glucose from non

carb’s

Mineralcorticoids- aldosterone

1. Stimulates cells in kidney to reabsorb Na+ from

filtrate

2. Increases water reabsorption in kidneys

3. Increases blood pressure

Sex Steroids- small amts

(androgens)

(103)

Cushing’s

Syndrome

Hypersecretion

of

cortisone; may be

caused by an ACTH

releasing tumor in

pituitary

Symptoms:

trunkal

obesity and moon face,

emotional instability

Treatment:

removal of

adrenal gland and

(104)

Addison’s

Disease

Hyposecretion of glucocorticoids and mineral corticoids;

Symptoms- wt loss, fatigue, dizziness, changes in mood and personality, low levels of plasma glucose and Na+

(105)

ADRENOCORTICAL

(ADRENAL/SUPRARENAL

)

1.    Medula Adrenal

Rangsangan simpatis  Epinephrin

Nor Epinephrin

2.    Cortex Adrenal

  Zona Glomerulosa  Mineralocorticoid

 Zona Fasiculata Glucocorticoid dan

Androgen

 Zona Reticulosa

Musculinizing Effect

(106)

MINERALOCORTICOID (ALDOSTERON)

EFEK :

1.    Di Ginjal : Ion Exchange

Aldosteron

Reabsorbsi Na

Reabsobsi Hipernatremia Reabsorbsi Sekresi Sekresi Air  Anion (Cl-) H+  K+ 

Polidipsia Alkalosis Hipokalemia

Vol. Ekstraseluler 

Paralis Vol. Darah

Tekanan Darah  DIURESIS

(107)

2.    Di Kelenjar Keringat, Kelenjar Ludah, Intestin

Aldosteron   Absorbsi Na  (menahan air)  Diare

Aldosteron

        Ion K ekstraseluler          Ion Na 

        Angiotensinogen II 

Aldosteron

(108)

GLUCOCORTICOID

(CORTISOL, CORTICOSTERONE,

DESOXYCORTICOSTERONE)

= Anti Stres

EFEK :

1.    Metabolisme Karbohidrat

  Mobilisasi asam amino dari jaringan

ekstrahepatik (otot)

 Asam amino di dalam plasma 

  Transpor aa ke sel hati   Glukoneogenesis    Penggunaan glukosa oleh sel   Glukosa

darah 

(109)

2. Metabolisme Protein

    Sintesis protein 

    Katabolisme protein   Asam amino dalam darah 

    Transpor asam amino ke sel hati   penyimpanan

protein dalam sel KECUALI dalam sel hati

3. Metabolisme Lemak

         Mobilisasi lemak   Asam lemak dalam plasma    Energi

(110)

4.Lain-Lain

* Stres  ACTH   Cortisol * Anti Inflamasi

* Anti Alergi

CIRCADIAN RHYTHM ACTH-RH, ACTH, CORTISOL 1.    Pagi hari  Tinggi

(111)

ABNORMAL

1.    Hypoadrenalism (ADDISON’S DISEASE)

    Kegagalan pada Adrenal Cortex

    Aldosteron   Reabsorbsi Na   Na Ekstraseluler   Volume darah  

SHOCK

    Cortisol   Gluconeogenesis   Energi        Stres Kematian

2.   Hyper Adrenalism (CUSHING DISEASE)

       Hiper sekresi adrenal        Cortisol 

       Androgen   Musculinizing effect  dan Acne        Mobilisasi lemak   BUFFALO TORSO

       Steroid   Muka Oedema  MOON FACE

(112)

Transport Glukosa :

Tanpa insulin  ¼ dari normal

Dengan insulin  5 kali dari normal

Insulin efektif di OTOT SKELET dan JARINGAN ADIPOSA

Insulin tidak mempercepat transport glukosa di :

1. Sel otak

2. Sel darah merah

(113)

Pentingnya Pengaturan Konsentrasi Glukosa 1. Energi diperoleh dari glukosa, lemak dan protein 2. Glukosa merupakan satu satunya nutrien untuk :

* Otak

* Retina konsentrsi glukosa tdk boleh rendah

* Germinal epithelium

3. Bila konsentrasi glukosa tinggi :

* Tekanan osmotik ekstraseluler   Air keluar sel  DEHIDRASI

* Glukosa pada tubuli ginjal   1. Glukosa terbuang di urin

2. Osmotic diuretic  cairan banyak yg

hilang

Konsentrasi Glukosa Darah Normal :

Puasa : 80-90 mg%

(114)

KELNJAR PANCREAS

Terdiri atas :

1. ACCINI : sekresi enzim pencernaan

2. PULAU LANGERHANS

* SEL ALFA : sekresi glukagon

* SEL BETA : sekresi insulin

* SEL DELTA : sekresi somatostatin

(115)

TRANSPORT GLUKOSA : Fasilitated diffusion

G + C C G

GC GC

(116)

Transport Glukosa :

Tanpa insulin  ¼ dari normal

Dengan insulin  5 kali dari normal

Insulin efektif di OTOT SKELET dan JARINGAN ADIPOSA

Insulin tidak mempercepat transport glukosa di :

1. Sel otak

2. Sel darah merah

(117)

Pentingnya Pengaturan Konsentrasi Glukosa 1. Energi diperoleh dari glukosa, lemak dan protein 2. Glukosa merupakan satu satunya nutrien untuk :

* Otak

* Retina konsentrsi glukosa tdk boleh rendah

* Germinal epithelium

3. Bila konsentrasi glukosa tinggi :

* Tekanan osmotik ekstraseluler   Air keluar sel  DEHIDRASI

* Glukosa pada tubuli ginjal   1. Glukosa terbuang di urin

2. Osmotic diuretic  cairan banyak yg

hilang

Konsentrasi Glukosa Darah Normal :

Puasa : 80-90 mg%

(118)

EFEK METABOLIK INSULIN

1. Metabolisme Karbohidrat * Transport glukosa 

* Glikogen 

* Metabolisme glukosa 

Dibakar

Glukosa Glukosa

Glikogen

(119)

2. Metabolisme Lemak

Glukosa

Insulin

Glukosa * Sintesis

* Lipoprotein Glikolisis

Alfa Glycerophosphat Asam Lemak

Triglyceride

(120)

SINTESIS TRIGLYCERIDE DALAM JARINGAN ADIPOSA

Glukosa Glukosa-6-phosphate

Pyruvic acid Lipoprotein

-glicerol Acetyl CoA Liporotein

phosphate lipase

Fatty acids Fatty Acids

Triglyceride Glycerol

(121)

Insulin 

SEL LEMAK

Asam Lemak 

disintesis oksidasi oleh hepar

Cholesterol Acetyl Co A Triglyceride

Phospholipid Energi Aceto-acetic acid

Atheroscerosis -(OH)-butyric acid

Aceton

(122)

3. Metabolisme Protein

Insulin cukup

Tansport aktif asam amino ke dalam sel 

Sintesis protein 

Pertumbuhan 

(123)

KELENJAR PARATIROID

2 buah disekeliling kelenjar tiroid

Fungsi : Mengatur kadar Ca darah

(124)

HIPOCALCEMIA

Ca ekstrasel

Sel saraf lebih excitable (Permiabilitas )

Potensial aksi spontan

(125)

HIPERCALCEMIA

Reflex

Konstipasi

Nafsu makan

Sistem saraf ditekan

ABNORMAL

1. HIPOPARATIROID

Kadar parathormon 

EFEK :

(126)

Otot larynx paling peka  Spasme/Obstruksi saluran

nafas

FATAL

b. Fosfat  (normal 4 mg%) 12 mg%

2. HIPERPARATIROID

Kadar parathormon   Kalsium 

Fosfat 

Causa : 1. Tumor

2. Wanita lebih banyak ok Laktasi dan Hamil

Ca plasma 

Merangsang kelenjar paratiroid

(127)

3. RIKETSIA

Pada anak

Defesiensi Ca dan Fosfat pada cairan ekstrasel

Causa : defesiensi vitamin D

7-dehydrocholesterol (pro-vitamin D)

Ultra violet  Vitamin D

Tractus digestivus

(128)

Efek Fisiologis Reketsia :

1. Hiperplasia kelenjar paratiroid 2. Kekuatan tulang 

3. Tetani

Pengobatan :

Vitamin D dan Kalsium fosfat

Bila Vitamin D saja :

1. Absorbsi  di tractus digestivus tetapi absorbsi

Ca tidak ada

2. Reabsorbsi tulang  tetapi tulang habis

(129)

Bila Ca dan Fosfat saja

Ca Fosfat

tanpa vit. D

Absorbsi Ca Absorbsi fosfat

Ca Plasma

(130)

KELENJAR TIROID

Sekresi : 1. Thyroxin {tetraiodothyronin (T4) } 2. Triiodothyronin (T3)

Kebutuhan yodium : 50 mg/tahun 1 mg/minggu

Defesiensi yodium MENTAL RETARDATION

(131)

SINTESIS HORMON TIROID

Yodium dlm makanan  masuk plasma dlam bentuk

yodide (J’)

J’ I’ I’ Peroxydase I2

Thyreoglobulin Thyreoglobulin

Thyroxine Thyreoglobulin –Thyroxine

Lysosomal Protease (Coupling MIT, DIT)

(132)

EFEK METABOLIK

1. Merangsang metabolisme pada umumnya kecuali di otak, retina, limfa, testis dan paru

2. Metabolisme karbohidrat, protein dan lemak meningkat

3. Pertumbuhan tulang meningkat

ABNORMAL 1. Hipertiroid

Causa : 1. LATS (long acting thyroid stimulation) Antibodi (mirip TSH)Tiroid Thyroxin 

2. Adenoma kelenjar tiroid

(133)

2. Hipotiroid

Goitrogenesis : Proses terbentuknya pembesaran

kelenjar tiroid ok retensi koloid dan

air dalam folikel atau tumor

Causa :

a. Defesiensi Yodium

(134)

Hipotalamus

TSH-RH

Hipofisi Anterior

TSH

Kelenjar Tiroid

Thyreoglobulin   Sel kelenjar membesar

Thyroxin (T2, T4)   ok Yodium tdk ada

Feed Back Negative

TSH   Kel. Tiroid membesar ok folikel banyak Thyreoglobulin dan sel

kel.

(135)

b. Goiterkoloid Non Toksik Idiopatik

Jumlah sekresi hormon tiroid normal tetapi sekresi tertahan ok tiroditis ringan

c. Tiosianat (Antitiroid)

Menghambat yodium pump

(136)

HORMON ANDROGEN

LH (Luteinizing Hormone) ACTH

ICSH ( Interstitial Cell Stimulating Hormone)

Sel Interstitial Leydig Cortex Adrenal

(Pars Reticularis)

Hormon Androgen

(137)

FUNGSI :

1. Ciri ciri kelamin pria :

a. Primer Perkembangan organ sex

b. Sekunder : * Rambut - Kasar

- Distribusi khas * Kulit - lebih kasar

- Peluh

- Lemak

- Warna lebih gelap * Suara

(138)

Usia 45 tahun ke atas ANDROPOUSE (laki-laki)

 MENOPAUSE

(PEREMPUAN)

Gejala :

rasa tertekanHipertensi

(139)

ESTROGEN

Sekresi :

1. Ovarium

2. Cortex Adrenal

Fungsi :

1. Ciri sex primer :

a. Uterus : - Peka rangsangan mekanis dan oxitocin - Proliferasi endometrium

b. Tuba Fallopii : - Peka rangsangan mekanis dan oxitocin

- Proliferasi endometrium

(140)

2. Ciri sex sekunder * Mamae

* Pinggul * Suara * Lemak

(141)

PROGESTERON

Sekresi :

1. Placenta

2. Corpus Luteum

Fungsi :

1. Uterus : - Kelenjar dan pembuluh darah meningkat

- Fase sekresi

- Kurang peka terhadap rangsangan mekanis

dan oxitocin ANTI ABORTUS

2. Tuba Fallopii : efeknya sama dengan yg di uterus

(142)

Located anterior to the heart

Produces- thymopoetin and

thymosin

helps direct maturation

and specialization of T-lymphocytes

(immunity)

Thymus

(143)

Ovaries

- produce estrogen and

progesterone

responsible for maturation of

the reproductive organs and 2ndary sex

characteristics in girls at puberty

Gonads

(144)

Female

(145)

Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel

telur, ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium :

1. Estrogen , Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang    

oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan pria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya,

perkembangan pinggul dan payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah halus. 2. Progesteron , Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang    

oleh LH dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.

Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna

(146)

Testes

- produce sperm and testosterone

(initiates maturation of male repro organs and

2ndary sex characteristics in boys at puberty)

Gonads

(147)
(148)

Testis adalah organ reproduksi khusus pada

pria. Selain menghasilkan sperma, testis

berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang

menghasilkan hormon androgen, yaitu

testosteron.

Testosteron berfungsi menimbulkan dan

memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin

sekunder. Misalnya suaranya membesar,

(149)

P.Liben - Faal - Unair

Gambar

Fig. 45-10

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

AMT yang tidak memiliki kesediaan untuk membantu, tidak memiliki kepercayaan pada rekan kerja, kurang mampu mempertahankan kelompoknya dari ancaman pihak luar,

Sesuai dengan kebutuhan sebelumnya untuk mendapatkan data secara real time status karyawan, pada sistem absensi yang baru, terdapat tampilan tabel yang berisikan

Harga kemudian bergerak kembali menuju F, pindahkan stop order Buy ke titik E dengan SL buy pada 50% swing yang baru. Saat harga menyentuh level E maka order ang sudah aktif

Secara keseluruhannya, kandungan artikel ini penting sebagai pengetahuan dan dan boleh memberi kesedaran kepada pembaca betapa besarnya kesan hujan asid kepada alam sekitar san

IDRIS HARAHAP PEMATANG SIANTAR 27-11-1945 Laki-laki Nikah Kepala

Dalam hal dipandang perlu, fasilitator dapat melakukan pertemuan terpisah (kaukus) dengan para pihak. Dalam hal Kesepakatan Diversi tanpa memerlukan persetujuan

bantuan ke masyarakat miskin yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang mengalami bencana alam dan dalam hal ini terdakwa dalam melakukan perbuatan tersebut