• Variabel Kualitatif Variabel yang bisa
ditempatkan pada kategori yang berbeda berdasarkan karakteristik atau atribut
tertentu.
• Variabel Kuantitatif Variabel numerik
yang dapat disusun berdasarkan peringkat/dirangking.
• Variabel kontinyu variabel berupa bilangan yang berada di antara dua
bilangan tertentu, bisa berupa pecahan atau desimal dan harus melalui pengukuran
untuk mendapatkannya, misalnya
• Skala pengukuran merupakan alat untuk mengkategorikan, mengukur dan
mengurutkan data.
• Skala Nominal merupakan skala pengukuran tingkat pertama.
• Skala Nominal skala di mana data
• Contoh 1, jenis kelamin (jika subjek berjenis kelamin laki-laki, maka tidak dapat masuk dalam kategori perempuan);
• Skala Ordinal merupakan skala pengukuran tingkat ke-dua.
• Skala Ordinal skala di mana data dapat dimasukkan dalam kategori-kategori dan dapat diurutkan/dirangking.
• Contoh 1, tingkat pendapatan (dapat
dikategorikan menjadi: tingkat pendapatan
tinggi, sedang dan rendah ), namun jarak antara tinggi dan sedang tidak harus sama dengan jarak sedang dan rendah.
• Contoh 2, kualitas layanan (dapat
• Skala Interval merupakan skala pengukuran tingkat ke-tiga.
• Contoh 1, tingkat kecerdasan (IQ), dapat
diurutkan/dirangking. Jarak antara nilai 109 dengan 110 sama dengan jarak antara nilai 90 dengan 91.
• Contoh 2, hasil Ujian Nasional, dapat
• Skala Interval tidak memiliki nilai nol yang mutlak.
– Nilai IQ nol tidak berarti seseorang tidak memiliki kecerdasan sama sekali.
• Skala Rasio merupakan skala pengukuran tingkat terakhir.
• Contoh 1, penghasilan, jumlah anak, jumlah siswa dalam kelas dll.
• Skala Rasio memiliki nilai nol mutlak.
– Jumlah anak nol berarti tidak memiliki anak sama sekali.
– Jumlah penghasilan nol berarti tidak memiliki penghasilan sama sekali.