• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Polri Dalam Mengimplementasikan Restorative Justice Pada Penanganan Perkara Pidana (Studi Di Kepolisian Resort Binjai)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peran Polri Dalam Mengimplementasikan Restorative Justice Pada Penanganan Perkara Pidana (Studi Di Kepolisian Resort Binjai)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

JUDUL TESIS : PERAN POLRI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENANGANAN PERKARA (STUDI DI KEPOLISIAN RESORT BINJAI)

N A M A : Ronni Bonic N I M : 117005101

PROGRAM STUDI : Magister Ilmu Hukum

Menyetujui : Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Alvi Syahrin, S.H., M.S. K e t u a

)

(Dr. Marlina, S.H., M.Hum) (Dr. Jelly Leviza, S.H., M.Hum A n g g o t a A n g g o t a

)

Ketua Program Studi, Dekan,

(Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H.) (Prof. Dr. Runtung, S.H., M.Hum)

(2)

Telah diuji

Pada Tanggal : 15 Desember 2015

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua : Prof. Dr. Alvi Syahrin, S.H., M.S. Anggota : 1. Dr. Marlina, S.H., M.Hum

(3)

PERAN POLRI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN RESTORATIVE JUSTICE PADA PENANGANAN PERKARA PIDANA

(STUDI DI KEPOLISIAN RESORT BINJAI)

ABSTRAK

Proses restorative justice pada dasarnya dilakukan melalui diskresi (kebijaksanaan) dan diversi yang dilakukan oleh aparat penegaran hukum pada sistem peradilan pidana (criminal justice system) dalam kerangka memfungsionalisasikan hukum pidana, hal ini mengandung arti sebagai upaya untuk pengalihan dari proses peradilan pidana ke luar proses formal untuk diselesaikan secara musyawarah. Penanganan perkara pidana yang dilakukan oleh aparat penegak hukum khususnya Polri dalam kerangka menegakkan hukum pidana dengan pendekatan keadilan restorative menawarkan pandangan dan pendekatan berbeda dalam memahami dan menangani suatu tindak pidana sebagai syarat adanya suatu kondisi tertentu yang menempatkan keadilan

restorative sebagai nilai dasar yang dipakai dalam merespon suatu perkara pidana. Restorative mensyaratkan adanya keseimbangan fokus perhatian antara kepentingan

pelaku dan korban serta memperhitungkan pula dampak penyelesaian perkara pidana tersebut dalam masyarakat. Untuk itu diperlukan pembahasan menyangkut beberapa permasalahan yang dikemukakan pada penelitian tesis, antara lain: Pertama, pengaturan terkait restorative justice di dalam peraturan perundang-undangan. Kedua, penerapan

restorative justice yang dilakukan Polri di Polres Binjai dalam proses penanganan perkara

pidana. Ketiga, hambatan dan upaya yang dilakukan oleh Polri khususnya Polres Binjai dalam penerapan restorative justice pada proses penanganan perkara pidana.

(4)

PERAN POLRI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN

RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENANGANAN PERKARA

(STUDI DI KEPOLISIAN RESORT BINJAI)

TESIS

RONNI BONIC

117005101 / HK

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

M E D A N

(5)

PERAN POLRI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN

RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENANGANAN PERKARA

(STUDI DI KEPOLISIAN RESORT BINJAI)

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Hukum

dalam Program Studi Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

OLEH

RONNI BONIC

117005101/HK

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

M E D A N

(6)

Peran Polri untuk mengimplementasikan restorative justice tidak dapat dipisahkan dari aturan-aturan hukum yang menjadi dasar bagi Polri baik peraturan perundang-undangan maupun kebijakan internal Polri yang dirumuskan pada Surat Telegram Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Pengimplementasian restorative justice yang dilakukan oleh Polri yang mengemban fungsi Reserse pada dasarnya ditujukan untuk penanganan perkara anak, kepentingan umum dan pemeliharaan Kamtibmas.

(7)

THE ROLE OF THE POLICE FORCE IN IMPLEMENTING RESTORATIVE JUSTICE IN HANDLING CRIMINAL CASES

(A CASE STUDY AT BINJAI REGIONAL POLICE)

ABSTRACT

The process of restorative justice is basically done through discretion and diversion by law enforcers in the criminal justice system in order to functionalize criminal law and to diverse from the process of criminal justice to the outside of formal process through negotiation. The handling of criminal cases by the police to uphold criminal justice through restorative approach offers different idea and method in understanding and handling criminal acts as the requirement for a specific condition which places restorative justice as the basic value in responding to criminal acts. Restorative justice requires balance between the interests of perpetrators and victims and considers the effect of the handling of the criminal acts on society. The problems of the research were as follows: first, regulation on restorative justice in legal provisions; secondly, the implementation of restorative justice by the police at Binjai Regional Police in handling criminal acts; and thirdly, obstacles and efforts made by the police at Binjai Regional Police in implementing restorative justice in the process of handling criminal cases.

The research used descriptive analysis and judicial normative method. The data were gathered by conducting literature study by collecting references related to the subject matter of the analysis through library research. The gathered data were analyzed qualitatively.

The role of the police in implementing restorative justice cannot be separated from legal provisions which become the basis for the police, either legal provisions or discretion of the Internal Police Force formulated in the Telegram from the Chief of the Police Criminal Investigation Department of the Police Headquarters. The implementation of restorative justice by the police requires the function of the Police Criminal Investigation Department in order to handle child cases, public interest, and Kamtibmas (Community Safety and Law and Order).

(8)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas kesehatan dan

kesempatan yang diberikan kepada saya sehingga dapat menyelesaikan tesis ini.

Adapun judul tesis yang saya teliti yakni: “PERAN POLRI DALAM

MENGIMPLEMENTASIKAN RESTORATIVE JUSTICE PADA PENANGANAN

PERKARA PIDANA (STUDI DI KEPOLISIAN RESORT BINJAI)”.

Tesis ini disusun sebagai tugas akhir dan syarat untuk menempuh ujian Strata

Sarjana (Strata-2) guna memperoleh gelar Magister Hukum pada Sekolah Pasca Sarjana

Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari, bahwa dalam penulisan Tesis ini masih

sangat jauh dari kesempurnaan. Hal ini kiranya dapat dimaklumi karena keterbatasan

pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki.

Kami sangat menyadari penyelesaian tesis ini tidak akan rampung tanpa

dorongan, bimbingan maupun curahan ilmu yang penuh ketelitian dan kesabaran yang

diberikan kepada penulis oleh pembimbing maupun penguji baik pada saat pengajuan

judul sampai penyusunan tesis ini. Olah karena itu, dalam kesempatan ini penulis

menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prof. Dr. Alvi

Syahrin, S.H., M.S. selaku Ketua Komisi Pembimbing, Ibu Dr. Marlina S.H., M.Hum

dan Bapak Dr. Jelly Leviza, S.H., M.Hum selaku Anggota Komisi Pembimbing serta

Bapak Prof. Dr. Madiasa Ablisar, S.H., M.S. dan Bapak Dr. M. Ekaputra, S.H., M.Hum

(9)

Selanjutnya penulis juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang

setulus-tulusnya kepada :

1. Rektor Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. Subhilhar, Ph.d dan para Pembantu

Rektor, para Kepala Biro dan Lembaga atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan

kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program

Pascasarjana (S.2).

2. Bapak Prof. Dr. Runtung, S.H., M.Hum selaku Dekan Fakultas Hukum Pascasarjana

Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H. selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu

Hukum Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

4. Para Dosen dan Staf Pascasarjana Program Studi Ilmu Hukum Universitas Sumatera

Utara yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengembangkan

wawasan ilmu pengetahuan di bidang ilmu hukum.

5. Bapak AKBP Mulya Hakim Solichin, SIK, Kepala Kepolisian Resort Binjai beserta

Staf yang telah banyak membantu dan memberikan data untuk melengkapi

penulisan Tesis ini.

6. Secara khusus dengan penuh kasih sayang penulis sampaikan terima kasih kepada

isteri tercinta Yayuk Sri Rahayu, SE atas cinta dan doanya yang tulus serta

kesediannya mendampingi penulis baik dalam keadaan suka maupun duka,

(10)

Ramadhaniya yang selama ini waktu mereka tersita untuk mendapatkan perhatian

dan kasih sayang dari ayahnya.

Penulis telah berusaha untuk menyelesaikan Tesis ini dengan sebaik-baiknya

namun sebagai manusia penulis menyadari adanya kekurangan dan ketidak sempurnaan

Tesis ini. Oleh karena itu penulis mengharap adanya kritik dan saran yang produktif dari

semua pihak.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian kuliah

dan tesis ini penulis mengucapkan terima kasih dengan harapan tesis ini dapat

bermamfaat bagi peneliti dan masyarakat.

Medan, Desember 2015

Penulis

(11)

RIWAYAT HIDUP

I. DATA PRIBADI

Nama : Ronni Bonic

Tempat / Tanggal Lahir : Padang, 5 Januari 1982

Alamat : Komp. Griya Setia Budi II Blok A.3, Jl. Perjuangan Setia Budi – Ringroad Medan – Sumatera Utara

Pekerjaan : POLRI

Sekolah Dasar (SD) Negeri 10

Matrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)

Matrasah Aliyah Negeri (MAN) 2

Akademi Kepolisian (Akpol)

Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK)

(12)

III. RIWAYAT JABATAN

1. KA. SPK C Polresta Makassar Barat 2. KA. SPK B Polwiltabes Makassar

3. Kasubnit I Idik IV Reskrim Polwiltabes Makassar 4. Kanit Reskrim Polsekta Bonto Ala – Makassar 5. Kanit Reskrim Polsekta Wajo – Makassar 6. Penyidik Dit. Reskrim Polda Sumut 7. Kasat Reskrim Polres Binjai

8. Panit 2 Unit 2 Subdit III Ditreskrimsus Polda Sumut 9. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan

(13)

DAFTAR ISI

BAB II : PENGATURAN TERKAIT RESTORATIVE JUSTICE DI DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ... 33

A.Pengaturan Restorative Justice terkait Peradilan Anak ... 33

B.Pengaturan Restorative Justice di dalam Hukum Pidana ... 44

C.Pengaturan Restorative Justice di dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia ... 52

D.Pengaturan Restorative Justice di dalam Kebijakan Internal Polri .... 56

E.Pengaturan Restorative Justice di dalam Peraturan Mahkmah Agung Nomor 2 Tahun 2012 ... 59

BAB III : PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE YANG DILAKUKAN POLRI DI POLRES BINJAI DALAM PROSES PENANGANAN PERKARA PIDANA ... 65

A.Kewenangan Polri dalam Proses Penanganan Perkara Pidana ... 65

(14)

C.Penerapan Restorative Justice oleh Polri ... 92

1. Restorative Justice demi Kepentingan Umum dan Harkamtibmas berdasarkan Penilaian Sendiri ... 95

2. Restorative Justice pada Proses Penanganan Perkara Pidana .. 105

BAB IV: HAMBATAN DAN UPAYA POLRI KHUSUSNYA POLRES BINJAI DALAM PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE PADA PENANGANAN PERKARA ... 114

A.Hambatan Polri di Polres Binjai dalam Penerapan Restorative Justice pada Penanganan Perkara ... 114

B. Upaya yang dilakukan Polres Binjai untuk mengatasi hambatan penerapan Restorative Justice pada Penanganan Perkara Pidana .... 120

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN ... 125

A.Kesimpulan ... 125

B.Saran ... 128

(15)

DAFTAR TABEL

(16)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Mekanisme pelaksanaan penyelesaian kasus secara restorative justice

tanpa bersentuhan dengan Sistem Peradilan Pidana ... 92

Gambar 2 : Mekanisme pelaksanaan penyelesaian kasus secara restorative justice

(17)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1 : Implementasi restorative justice pada proses penanganan perkara ... 108

Referensi

Dokumen terkait

Uji aktivitas antioksidan penangkap radikal dilakukan terhadap isolat yang telah diperoleh dan dilakukan dengan metode Kwon and Kim (2003) yaitu

Berdasarkan dari latar belakang masalah di atas maka yang menjadi fokus penelitian dalam skripsi ini adalah Strategi Guru pendidikan Agama Islam mengatasi Perilaku

12.01.03.02.026 HERLINA HARAHAP Sibolga, 29 November 1983 √ DIII √ KANTOR SDA SDA PANDAN PANDAN JL.RIDWAN HUTAGALUNG.NO 11 A ANGGOTA.. RUMAH SDA SDA PANDAN LUBUK TUKKO

Metode belajar yang digunakan oleh guru menyampaikan suatu mata pelajaran tertentu kepada siswa agar tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya dalam proses

(1) Kesimpulan dari pengujian-pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian tersebut untuk pengujian pertama bahwa pada periode 2001-2003, fenomena day of the week

Karena itu sikap disiplin menjadi terbangun dengan sendirinya dikalangan masyarakat Iboih akibat proses interaksi dengan para wisatawan asing yang menggunakan

Untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori sastra lisan Albert B. Lord sebagai kerangka landasan teori penelitian. Pada dasarnya, teori sastra

Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) Pendidikan dalam perspektif PUI: memandang pentingnya pendidikan bagi semua manusia, menerapkan pendidikan integrasi