Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

10 

Teks penuh

(1)

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional

(Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum

OLEH: IQBAL FAUZAN

NIM: 120200286

DEPARTEMEN HUKUM INTERNASIONAL

FAKULTAS HUKUM

(2)

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional

(Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum

OLEH: IQBAL FAUZAN

NIM: 120200286

DEPARTEMEN HUKUM INTERNASIONAL

Disetujui/Diketehui Oleh:

KETUA DEPARTEMEN HUKUM INTERNASIONAL

Dr. Chairul Bariah, S.H., M.Hum NIP. 195612101986012001

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Prof. Syamsul Arifin, S.h., MH Arif, S.H., MH

NIP : 1952091011980031001 NIP: 196403301993031002

FAKULTAS HUKUM

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat

dan hidayahnya Penulis mampu menyelesaikan skripsi ini serta teriring Shalawat

dan Salam Penulis haturkan kepada Rasulullah SAW yang telah membawa umat

manusia keluar dari zaman kebodohan ke zaman yang penuh dengan ilmu dan

islam. Penulisan skripsi ini berjudul “Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi tugas dan memenuhi persyaratan mencapai

gelar Sarjana Hukum (SH) di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Secara khusus saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada kedua orangtua saya alm. Ismawarzi dan Halimah Ritonga, yang telah

mendoakan serta memberikan cinta, kesabaran, perhatian, bantuan dan

pengorbanan yang tak ternilai sehingga saya dapat melanjutkan dan

menyelesaikan pendidikan formal hingga Strata Satu (S1). Semoga Allah SWT

memberikan umur yang panjang dan rezeky yang berkah kepada beliau untuk

dapat melihat apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini, Amin ya Robbal

Al-Amin.

Dalam proses penyusunan skripsi ini saya juga mendapat banyak

dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sebagai penghargaan

dan ucapan terima kasih terhadap semua dukungan dan bantuan yang telah

(4)

1. Bapak Prof. Dr. Runtung S.H,M.Hum selaku Rektor Universitas Sumatera

Utara;

2. Bapak Prof. Dr. Budiman Ginting S.H.,M.Hum. selaku Dekan Fakultas

Hukum Universitas Sumatera Utara;

3. Bapak OK Saidin S.H.,M.Hum. selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara;

4. Bapak Puspa Melati Hasibuan S.H., M.Hum. selaku Wakil Dekan II Fakultas

Hukum Universitas Sumatera Utara;

5. Bapak Dr. Jelly Leviza S.H., M.Hum. selaku Wakil Dekan III Fakultas

Hukum Universitas Sumatera Utara;

6. Ibu Dr. Utary Maharany Barus S.H., M.Hum.selaku Dosen Pembimbing

Akademik;

7. Ibu Dr. Chairul Bariah S.H., M.Hum selaku Ketua Departemen Hukum

Internasional;

8. Bapak Prof. Syamsul Arifin, S.H., MH. selaku Dosen Pembimbing I.

Terimakasih atas waktu, saran dan bimbingan yang Bapak berikan selama ini

hingga saya menyelesaikan skripsi ini;

9. Bapak Arif, S.H., MH. selaku Dosen Pembimbing II sekaligus Dosen Mata

Kuliah Hukum lingkungan yang memberikan materi dalam perkuliahan yang

kemudian menjadi acuan saya untuk menyelesaikan skripsi ini;

10. Seluruh dosen dan pegawai di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara;

(5)

12. Drg. Ifrad, Irma Nova Riza, Irwamansyah, Hamzah Ritonga yang membantu

saya sejak memasuki dunia perkuliahan dan seluruh sanak keluarga yang

senantiasa memperhatikan serta mendukung jalur pendidikan yang saya

tempuh.

13. Putri Ramadhani, S.H. yang selalu mengingatkan dan membantu saya dalam

menyelesaikan skripsi ini.

14. Teman – teman saya di Grup G FH USU ‟12 terkhusus kepada Anggie R. K,

Rafikha Fazal, Dimas, Morando Simbolon, Michael Simbolon, Yusrin,

Alvian, Putri Ramadhani, dan lain-lain.

15. Teman – teman saya di International Law Student Association (ILSA) ‟12

terkhusus kepada senioren kami Bang Saka, Bang Vito dan Bang Bakti yang

senantiasa memberikan materi–materi serta arahan mengenai bagaimana

menghadapi perkuliahan di Departemen Hukum Internasional.

16. Rekan – rekan seperjuangan Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat

Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara baik anggota biasa, anggota

muda, senioren dan alumni terkhusus kepada Pengurus HMI Komisariat FH

USU periode 2013 – 2014; Kakanda Hary Azhar Ananda, Kakanda Izma

Suci, Kakanda Nurul Atika, Kakanda Ihsan, Kakanda Yuanda Winaldi,

Kakanda Tengku Azlansyah (Fito), Kakanda Ibnu Hidayah, Kakanda Hadyan

Yunhas, Kakanda Pupimbiddi (MVP), Kakanda Sandhitya Sultan, Kakanda

Putri Zulfita, Kakanda Rizky Chr (Kiki), Kakanda Tengku Devi, Kakanda

Nida Syafwani Nst., Ray bachtian, Auzy Arifin Hutabarat, Faisal Anshari

(6)

17. Rekan – Rekan di Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara 2015-2016; Heru Sinaga, Amalia Wiliani, Febri

Ramadhan, Faisal Anshari Dwana, Herman Tangkas, Bang Patuan, Bang

Agung, Bang Fahri, Bang Rifai, Adinda Ichsan, Alex, Amanda, Bill Clinton,

yang senantiasa bahu–membahu dan mengingatkan saya dalam melaksanakan

tanggungjawab selama 1 periode.

18. Rekan–rekan Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas

Sumatera Utara periode 2013 – 2014 terkhusus kepada Abangda Muhammad

Akbar Siregar selaku mantan Gubernur PEMA FH USU serta teman–teman

di Bidang Kewirausahaan PEMA FH USU Periode 2013 - 2014.

19. Sahabat lama Anggie Rizky Kurniawan, Susilo Raharjo, Rafikha Fazal,

Dandy Rizha Fona, Auzy Arifin, Faisal, Nazhifi, Ray, Rocky, yang bersedia

memberikan masukan dalam menyelesaikan skripsi saya.

20. Sahabat saya di SMA Negeri 2 Binjai M. Fauzan, Hanggra, Arif, Popy, Lily,

Devi, Bimo.

21. Teman-teman Big Brother ‟12 yang sama-sama berjuang untuk

menyelesaikan perkuliahan

22. Seluruh Civitas Akademik Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

terkhusus FH USU stambuk 2012.

Penulis sadar bahwa hasil penulisan skripsi ini tidaklah sempurna. Penulis

berharap pada semua pihak agar dapat memberikan kritik dan saran yang

(7)

kebaikan dan jasa semua pihak yang telah membantu penulis secara tulus dan

ikhlas. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya.

Medan, Juli 2016

(8)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... vii

ABSTRAKSI ... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Perumusan Masalah ... 5

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan ... 6

D. Keaslian Penulisan ... 7

E. Tinjauan Kepustakaan ... 8

F. Metode Penelitian... 11

G. Sistematika Penulisan... 13

BAB II A. Ruang Lingkup Cagar Budaya Menurut Hukum Internasional ... 16

B. Organisasi Internasional yang Melindungi Cagar Budaya... 18

C. Perlindungan Cagar Budaya Menurut Hukum Internasional ... 25

BAB III PROSEDUR DAN TATACARA PENGAKUAN INTERNASIONAL TERHADAP CAGAR BUDAYA A. Pengakuan Internasional... 32

B. Prosedur dan Tata Cara Pengakuan Internasional Terhadap Cagar Budaya ... 42 PERLINDUNGAN CAGAR BUDAYAYANG MENURUT

(9)

C. Perlindungan Cagar Budaya yang Telah Menjadi Warisan Dunia (Wolrd

Heritage) Menurut Hukum Internasional... 54

BAB IV PENYELESAIAAN CAGAR BUDAYA YANG

DIPERSENGKETAKAN OLEH NEGARA-NEGARA

A. Bentuk-Bentuk Penyelesaian Sengketa Menurut Hukum

Internasional ... 84

B. Sejarah Dan Penyelesaian Sengketa Angkor Wat ... 96

C. Analisa Sengketa Angkor Wat ... 119

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ... 125

B. Saran ... 128

(10)

ABSTRAKSI Iqbal Fauzan*

Prof. Syamsul Arifin, S.H., MH ** Arif, S.H., M.Hum.***

Cagar Budaya saat ini merupakan salah satu perhatian khusus masyarakat internasional, hal ini terjadi karena sangat banyak cagar budaya yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak agar tetap terjaga dan dapat menjadi warisan bagi generasi selanjutnya baik untuk negara tersebut maupun negara lain. Pada dasarnya sudah ada peraturan hukum internasional terkait dengan perlindungan cagar budaya baik yang berada di wilayah konfli maupun tidak. Akan tetapi, dewasa ini terdapat sangat banyak cagar budaya yang berada dalam daftar cagar budaya yang mengalami kerusakan parah akibat kurangnya perawatan oleh para pihak terkait. Berdasarkan hal ini, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana perlindungan cagar budaya menurut hukum internasional? Bagaimanakah prosedur dan tata cara pengakuan Internasional terhadap cagar budaya? Bagaimanakah penyelesaiaan cagar budaya yang dipersengketakan oleh negara-negara?

Adapun metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, yakni penelitian yang dilakukan atas norma-norma hukum yang berlaku, baik norma hukum yang berasal dari hukum nasional maupun norma hukum yang berasal dari hukum internasional. Metode penelitian yuridis normatif merupakan prosedur ilmiah untuk menemukan kebenaran berdasarkan logika keilmuan hukum dari sisi normatifnya dan sifat penelitian adalah deskriptif analitis, yakni menggambarkan dan menguraikan norma-norma hukum nasional dan norma-norma hukum internasional, terkait dengan perlindungan hukum terhadap pekerja anak.

Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pengaturan perlindungan cagar budaya telah diatur dalam konvensi DenHaag 1954, Konvensi mengenai Bangunan Kebudayaan yang menjadi Warisan Dunia tahun 1972. Selanjutnya, kedudukan UNESCO sebagai organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayan internasional adalah sebagai pembuat kriteria cagar budaya yang dapat dikatakan warisan dunia juga sebagai organisasi yang melindungi cagar budaya tersebut. UNESCO juga sudah mengeluarkan peraturan-peraturan hukum yang mengatur perlindungan cagar budaya. Adapun yang menjadi saran yaitu, hendaknya pemerintah suatu negara membentuk suatu undang-undang atau peraturan-peraturan khusus yang mengatur mengenai perlindungan cagar budaya, karena sesungguhnya, perlindungan hukum terhadap cagar budaya, merupakan tanggung jawab pemerintah suatu negara.

Kata Kunci: Cagar Budaya, Perlindungan Hukum, UNESCO

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...