I. PENDAHULUAN I. PENDAHULUAN
1.1
1.1 Latar Latar BelakangBelakang Gu
Gulmlma a mmererupupakakan an ttumumbubuhahan n yyanang g ttumumbubuh h di di ssekekititar ar ttananamaman an yyanangg dibudidayakan dan kehadirannya tidak diinginkan karena dapat merugikan tanaman dibudidayakan dan kehadirannya tidak diinginkan karena dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan.
yang dibudidayakan. Istiliah laiIstiliah lain yang digunakan untuk gulma n yang digunakan untuk gulma adalah herba, tanamanadalah herba, tanaman liar atau tumbuhan pengganggu.
liar atau tumbuhan pengganggu.
Gulma merupakan salah satu kendala utama usahatani di lahan pasang surut. Gulma merupakan salah satu kendala utama usahatani di lahan pasang surut. Gulma yang merupakan pesaing tanaman dalam pemanfaatan unsur hara, air, dan Gulma yang merupakan pesaing tanaman dalam pemanfaatan unsur hara, air, dan ruang, ditaksir ada sekitar 120 jenis. Sebagian gulma juga menjadi tempat hidup dan ruang, ditaksir ada sekitar 120 jenis. Sebagian gulma juga menjadi tempat hidup dan tempat bernaung hama dan penyakit tanaman, serta menyumbat saluran air. Jenis tempat bernaung hama dan penyakit tanaman, serta menyumbat saluran air. Jenis gulma yang ditemukan di lahan pasang surut sangat dipengaruhi oleh tipe luapan. gulma yang ditemukan di lahan pasang surut sangat dipengaruhi oleh tipe luapan. Pada lahan yang terus menerus tergenang, gulma yang paling banyak dijumpai adalah Pada lahan yang terus menerus tergenang, gulma yang paling banyak dijumpai adalah gulma air e!eng, semanggi, jajagoan, jujuluk", sedangkan pada lahan yang tidak gulma air e!eng, semanggi, jajagoan, jujuluk", sedangkan pada lahan yang tidak tergenang, sebagian besar adalah gulma darat alang#alang, gerintingan, babadotan, tergenang, sebagian besar adalah gulma darat alang#alang, gerintingan, babadotan, dll.". Pada lahan yang tergenang saat pasang besar saja, ditemukan baik gulma air dll.". Pada lahan yang tergenang saat pasang besar saja, ditemukan baik gulma air maupun gulma darat. Se!ara umum, gulma dikelompokkan berdasarkan tipe daunnya, maupun gulma darat. Se!ara umum, gulma dikelompokkan berdasarkan tipe daunnya, yakni i" golongan berdaun pita,
yakni i" golongan berdaun pita, ii" golongan teki, dan iii" golongan berdaun ii" golongan teki, dan iii" golongan berdaun lebar.lebar. Se!ara umum kerugian yang ditimbulkan gulma dapat dibagi menjadi dua, yaitu Se!ara umum kerugian yang ditimbulkan gulma dapat dibagi menjadi dua, yaitu ker
kerugiugian an yanyang g lanlangsugsung ng dan dan titidak dak lanlangsugsung. ng. $er$erugiugian an lanlangsugsung ng terterjadi jadi akiakibatbat kompetisi yang dapat mengurangi panen. %ermasuk didalamnya adalah penurunan kompetisi yang dapat mengurangi panen. %ermasuk didalamnya adalah penurunan hasil panen, baik se!ara keseluruhan atau yang panennya saja dan penurunan kualitas hasil panen, baik se!ara keseluruhan atau yang panennya saja dan penurunan kualitas hasil panenan sebagai akibat pen!emaran oleh biji# biji gulma. Sedangkan kerugian hasil panenan sebagai akibat pen!emaran oleh biji# biji gulma. Sedangkan kerugian yang tidak langsung terjadi akibat kompetisi yang dapat menimbulkan kerugian tetapi yang tidak langsung terjadi akibat kompetisi yang dapat menimbulkan kerugian tetapi tidak se!ara langsung dari hasil panen, seperti gulma dapat menjadi inang bagi hama tidak se!ara langsung dari hasil panen, seperti gulma dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit tanaman.
dan penyakit tanaman.
1.2 Tujuan 1.2 Tujuan %
%uujujuan an dadarri i mamakakallah ah iini ni yyaiaitu tu ununttuk uk mmenengegetatahuhui i ssererta ta mememmahahamamii pengendalian gulma pada padi.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pentingnya Pengendalian ul!a "ada Tana!an Padi
Gulma merupakan pesaing tanaman padi sa&ah dalam memanfaatkan unsur hara, air, dan ruang 'ebster and (e)y 2001", jika tidak dikendalikan dapat menurunkan hasil padi *ald&in and Slaton 2001". Penurunan hasil akibat pertumbuhan gulma dapat men!apai ++#-, bergantung pada tipe budi daya padi yang digunakan. Pada sa&ah beririgasi, penanaman padi dengan !ara tanam pindah dapat menurunkan hasil +/, sedangkan pada tanam langsung sekitar . Penurunan hasil pada sa&ah tadah hujan di dataran rendah dengan !ara tanam langsung dan tanam pindah, masing#masing + dan -1, sedangkan pada sa&ah tadah hujan di dataran tinggi men!apai - mpong3yarko and de 4atta 11". $erugian akibat kompetisi gulma dengan tanaman padi dapat berdampak se!ara langsung dan tidak langsung. $ehilangan tidak langsung misalnya peningkatan biaya panen dan pengeringan, penurunan kualitas hasil 'ebster and (e)y 200+" serta
meningkatnya serangan hama dan penyakit *ald&in and Slaton, 2001".
5adrid 1" dan Gupta 1/+" dalam Pane dan Jatmiko 200" menyatakan bah&a dalam sistem produksi padi, gulma merugikan petani melalui6 1" perannya sebagai tumbuhan inang hama dan penyakit tanaman, misalnya untuk &ereng !oklat dan penyakit kerdil rumput, tumbuhan inangnya adalah Cyperus iria, Echinochloa crusgalli, Eulisine indica, Leersia hexandra7 2" penyumbatan saluran irigasi, sehingga pengelolaan air tidak efisien, misalnya 8i!hormia !rassipes7 9" mengurangi hasil panen7 +" bersaing dengan tanaman padi untuk mendapatkan !ahaya, air, hara, dan kebutuhan pertumbuhan lainnya7 " mengganggu kelan!aran pekerjaan petani, dan -" menurunkan kualitas dan kuantitas hasil.
2.2 Jeni# ul!a "ada Padi Sa$a%
5enurut Sastroutomo 10" bah&a, terdapat kurang lebih 99 jenis gulma yang dijumpai tumbuh pada pertanaman padi sa&ah dengan perin!ian 10 jenis dari golongan rerumputan, teki#tekian, serta 1- jenis golongan gulma berdaun lebar, dan
jenis gulma yang sering kali dijumpai serta termasuk yang dominan adalah Monochoria sp, Fimbristylis sp, Cyperus sp, Echinochloa sp, Commelina sp.
a. Gulma 4ari Golongan *erdaun (ebar.
• Commelia diffusa (." :ommelina!eae"
C. diffusa dikenal dengan nama tali said, kali kadang, ge&or Sunda", brambangan, jeboran, glegor, gragos Ja&a".C. diffusa merupakan tumbuhan setahun, tumbuh tegak atau pangkal tumbuh menjalar dengan panjang 10 ; 110 !m. *atangnya berbentuk bulat, pada bagian yang menjalar sering mengeluarkan akar#akar pada buku#bukunya. Pangkal daunnya mempunyai pelepah yang jelas kelihatan memeluk batang dan berbulu#bulu lembut. Panjang daun 1, ; - !m, dengan lebar 20 mm. 4aun yang ke!il berbentuk bulat memanjang, sedang yang besar berbentuk garis# garis lanset, bagian pangkal lebar, run!ing, tidak berbulu#bulu atau dapat berbulu#bulu lembut tipis. *unganya mempunyai daun mahkota ber&arna ungu, bentuk agak bulat atau lonjong, panjang +#- mm. *iasanya terdapat di tempat#tempat yang terlindung, tempat#tempat yang tidak terlalu kering, kebun#kebun Sundaru et al , 1-".
• Commelina nudiflora (."
C. nudiflora dikenal dengan naman tali said, kali kadang, ge&or Sunda", brambangan, jeboran, glegor, gragos Ja&a".C. nudiflora merupakan tumbuhan setahun, tumbuh tegak atau bagian pangkal tumbuh menjalar dengan panjang 10 ; 110 !m. *atangnya bentuk bulat, pada bagian yang menjalar sering mengeluarkan akar#akar pada buku#bukunya. Pangkal daun mempunyai pelepah yang jelas kelihatan memeluk batang dan berbulu#bulu lembut yang tipis. *unganya dengan daun mahkota ber&arna ungu, bentuk agak bulat atau lonjong , panjang + ; - mm. *enang sari 27 benang sari mandul +. *uahnya panjang + ; - mm. *iasanya terdapat di tempat#tempat terlindung, tempat#tempat yang tidak terlalu kering, juga di kebun ; kebun Soerjani et al., 1/"
• Rotala leptopetela *l." $oehne
R. leptopetela merupakan tumbuhan setahun atau tahunan, tumbuh tegak atau kadang#kadang menjalar, dengan tinggi 10 ; 0 !m. *atangnya agak lunak, bersegi, sering dengan &arna putih keungu#unguan. 4aunya berhadapan, bersilang, bentuk bulat memanjang lanset", membulat, panjang ; 90 mm, lebar 9 ; mm. *unganya berdaun mahkota ke!il, lebih pendek dari pada daun kelopak, tepi rata, panjang 0,2 ; 0, mm. 4aun kelopak run!ing atau agak merun!ing pendek. *uahnya pada bagian pangkal ber&arna hijau, sedangkan pada ujungnya ber&arna merah ungu, dengan diameter 2 mm, berdinding tipis, dengan biji#biji banyak yang sangat ke!il. %empat tumbuhnya biasanya di sa&ah#sa&ah yang berair<lembab, tepi#tepi sungai atau selokan Soerjani et al., 1/".
• Ludwingia hyssopifolia G. 4on" 8=ell
L. hyssopifolia dikenal dengan nama &ater primrose Inggris", juku anggereman, mainang, !a!abean Sunda". L. hyssopifolia merupakan tumbuhan setahun, tumbuh tegak, ada yang tanpa bulu#bulu dan ada agak berbulu#bulu dengan panjang 0 ; 10 !m. *atangnya bersegi, sering ber&arna hijau kemerah#merahan. *entuk daunnya bulat memanjang dan lanset, letak berselang seling, merun!ing kearah ujung, panjang 1 ; 10 !m lebar 0,2 ; 9, !m. %epi daun sering ber&arna ungu kemerah#merahan. *unganya terdapat di bagian pangkal daun bagian atas. 4aun mahkota +, &arna kuning, bentuk bulat telur#jorong, panjang 9 ; mm. *uahnya berupa kapsul, panjang 1 ; 2, !m, bentuk ramping hampir bulat, &arna
kemerah#merahan. %empat tumbuhnya biasanya di selokan dan kolam# kolam yang dangkal, tepi#tepi sungai, sa&ah Soerjani et al., 1/".
• Ludwingia parennis (L.
L. parennis sama dengan gulma L. hyssopifolia, tetapi !abangnya agak lurus kesamping, tingginya lebih rendah dari L. hyssopifolia yakni 10 ; !m. *atangnya bersegi ber&arna agak keungu#unguan, daunya bersebar
berselang#seling merun!ing ke ujung. *unganya berangkai rindang, dengan tabung kelopak bunga tidak menonjol. 4aun bunga berjumlah + ber&arna agak menguning, biasanya berbunga sepanjang tahun. L. parennis biasanya hidup di dataran rendah dan di tanah yang agak lembab, juga di sa&ah. 4i Indonesia gulma ini terdapat di Sumatra, Ja&a dan Sula&esi Soerjani et al., 1/"
• Monochoria !aginalis *urm.f." Presl
M. !aginalis dikenal dengan nama mono!horia, pi!kerel#&eed Inggris", en!eng lembut Sunda", &e&eyan, bengok Ja&a". M. !aginalis merupakan tumbuhan tahunan dengan tinggi 10 ; 0 !m, tumbuh tegak dengan rimpang yang pendek. 4aunnya pada &aktu muda berbentuk panjang dan sempit, kemudian berbentuk lanset, sedangkan yang sudah tua berbentuk bulat telur#bulat memanjang. *unganya biasanya sebanyak 9 ;
2, terbuka se!ara serentak. Perhiasan bunga panjang 11 ; 1 !m, tangkai bunga +# 2mm. *uah M. !aginalis mempunyai diameter kurang lebih 1 !m. %empat tumbuhnya di tanah bera&a terutama di sa&ah#sa&ah Sundaru et al., 1-".
• Monochoria hastata (." Solms
M. hastata dikenal dengan nama pontederia hastata Inggris"7 en!eng gendeh, en!eng kebo Sunda"7 &e&eyan Ja&a". M. hastata berbeda dengan M. !aginalis, lebih tinggi yakni 90 ; 12 !m, stolonnya lebih baik, dan dilindungi dengan pelindung bunga yang lebih bagus, kelopak bungan lebih pu!at dari M. !aginalis. berasal dari daerah tropis yakni sia juga terdapat di ustralia dengan tempat tumbuh sama dengan 5. )aginalis yakni di daerah yang bera&a#ra&a terutama di sa&ah Soerjani et al., 1/".
b. Gulma Golongan >erumputan
E. crusgalli dikenal dengan nama barnyard grass Inggris", jajagoan Sunda", ja&an Ja&a", orang !eh menyebutnya dengan ikue tupee dan bahasa setempat dikenal dengan nama naleung saddam huseen.
Gulma ini merupakan tumbuhan setahun, perakarannya dangkal, tumbuh berumpun, dengan tinggi batang 0 ; 10 !m. *atangnya kuat dan kokoh, tumbuh tegak serta daunnya rata<datar dengan panjang 10 ; 20 !m, lebar 0, ; 1 !m. *entuk garis merun!ing ke arah ujung, yang mula#mula tumbuh tegak kemudian merunduk, panjang ; 21 !m, terdiri dari ; +0 !m tandan. *iasanya terbentuk piramid sempit, &arna hijau sampai ungu tua. *ulirnya banyak, anak bulir panjang 2 ; 9, mm, berambut. $epala sarinya mempunyai diameter 0,- ; 0,/ mm. *uah E. crusgalli disebut !aryopsis, berbentuk lonjong, tebal, panjang 2 ; 9, mm. *iji yang tua ber&arna ke!oklat#!oklatan sampai kehitam#hitaman.
E. crusgalli terdapat di tempat#tempat basah, kadang#kadang terdapat juga di tempat setengah basah. 4i sa&ah tumbuh bersama padi, akan tetapi umumnya lebih tinggi dan berbunga lebih dulu dari pada padi Sundaru et al., 1-".
• Echinochloa colonum (." (ink
E. colonum dikenal dengan nama barnyard grass, jungle ri!e Inggeris", jajagoan letik Sunda", tuton Ja&a". E. colonum merupakan tumbuhan setahun, perakarannya dangkal<pendek, tumbuh berumpun, tinggi kira#kira 10 ; 100 !m. *atangnya ramping, tumbuh tegak dan menyebar. 4aun berbentuk garis, agak lebar di bagian pangkal dan merun!ing ke arah ujung. %idak mempunyai bulu#bulu atau kadang#kadang terdapat sedikit di bagian pangkal. *agian tepi daun sering kelihatan ber&arna ungu. tidak mempunyai lidah#lidah. $arangan bunganya terdapat di ujung malai tegak, yang panjangnya 9 ; 1 !m dengan 9 ; 1/ tandan. nak bulir lebih kurang berbentuk lonjong, dengan panjang 2 ; 9 mm, ber&arna hijau sampai ungu, mempuyai bulu#bulu, dan bertangkai pendek.
0, ; 0, mm. *uah 8. !olonum berbentuk ellips, datar !embung, panjang 1, mm. E. colonum terdapat di sa&ah tumbuh bersama#sama padi, serta di tempat#tempat basah sampai setengah basah lainnya Sundaru dan Syam, 1-".
• Euphorbia hypericifolia (."
E. hypericifolia merupakan rumput liar yang dikenal dengan nama milk&eed merupakan tumbuhan tahunan dengan tinggi kurang lebih 0 !m. *atangnya menjalar, berbulu halus agak samar#samar ber&arna putih pada saat &aktu muda dan pada &aktu tua tidak lagi berbulu. *unganya ber&arna merah muda di kepala putik. *uahnya berbulu agak samar#samar
seperti lapisan putih tipis yang rapat, pada &aktu akan matang berubah &arna menjadi agak !okelat dan selanjutnya baru buahnya pe!ah.
E. hypericifolia berasal dari daerah tropis di merika yang merupakan tumbuhan yang dapat hidup di tanah yang lembab juga tanah keras, dan juga di tanah yang banyak ditumbuhi rumput#rumput lainya tetapi
umumnya di lahan padi sa&ah Soerjani et al., 1/"
• Leptochloa chinensis (." 3ees
L. chinensis dikenal dengan nama red sprangletop Inggris" bebotengen Sunda" timunan, kartokot Ja&a". L. chinensis merupakan tumbuhan setahun<tahunan, dengan tinggi 0 ; 100 !m. *atangnya agak ramping, li!in, kokoh. 4aunnya tipis, rata<datar, berbangun garis, merun!ing panjang 10 ; 90 !m, lebar 0, ; 1, !m. $arangan bunga L. chinensis terdapat di ujung, tersusun pada suatu poros, biasanya dengan panjang lebih kurang separuh dari panjang keseluruhan batang, ber&arna kemerah#merahan atau keungu#unguan. %andan tebal, umumnya tunggal atau dapat 2 ; + bersama#sama, dengan panjang ; 1 !m. nak bulir mempunyai !iri tersusun 9 ; -. L. chinensis biasanya terdapat di tempat#
tempat berlumpur, serta di tempat#tempat basah Sundaru dan Syam, 1-".
• Elatine triandra S!hkuhr
E. triandra merupakan rumput liar tahunan yang tumbuhnya merambat, umumnya ber!abang banyak, bentuk tebal dengan panjang 1 ; 1 !m. bunganya ke!il berselang seling. *unganya mempunyai daun bunga yang biasanya berjumlah 2 ; 9, yang berselaput seperi bujur telur dengan &arna merah muda atau putih dengan ukuran 1 ; 1,2 mm. benang sari bunganya 9 dengan 2 kepala putik. *iasanya berbunga sepanjang tahun.
E. trianda berasal dari 8ropa, sekarang di jumpai di negara#negara seperti merika, India, ustralia, 3e& ?ealand, 5alaysia, juga di Indonesia yang tempat hidup biasanya di dekat#dekat danau atau daerah# daerah yang berair, juga di jumpai di lahan#lahan sa&ah Soerjani et al., 1/"
!. Gulma dari Golongan %eki.
• Frimbristylis miliaceae (." @ahl !ypera!eae"
F. miliaceae dikenal dengan nama lesser fimbristylis Inggris", panon munding, baba&angan Sunda", sunduk &elut, sri&it, tumburan Ja&a", naleung sengko !eh". F. miliaceae merupakan tumbuhan setahun, tumbuh berumpun, dengan tinggi 20 ; -0 !m. *atangnya ramping, tidak berbulu#bulu, bersegi empat, dan tumbuh tegak. 4aunnya terdapat di bagian pangkal, bentuk bergaris, menyebar lateral, tepi luar tipis, panjang sampai +0 !m. *unganya berkarang dan ber!abang banyak. nak bulir ke!il dan banyak sekali, &arna !okelat dengan punggung ber&arna hijau, bentuk bola sampai jorong, dengan ukuran 2 ; mm = 1, ; 2 mm. *uahnya ber&arna kuning pu!at atau hampir putih, bentuk bulat telur terbalik. *iasanya terdapat di tempat#tempat basah, berlumpur sampai semi basah, umumnya terdapat pada lahan sa&ah Sundaru, et al , 1-".
F. albo!iridis sama juga dengan F. miliaceae merupakan tumbuhan tahunan, dengan akar berserat, batangnya langsing, berumbai#umbai, tumbuh tegak. *unganya tersusun pada tangkai dengan daun ke!il pada bunga yang agak pendek. *uah ber&arna kuning agak pu!at atau hampir
keabu#abuan.
F. albo!iridis tumbuh di pinggir#pinggir jalan, pada daerah dataran rendah dan umumnya di sa&ah. F. albo!iridis berasal dari sia, dengan perkembangannya dari India ke 5alaysia selanjutnya ke Philipina dan
masuk ke Indonesia Soerjani et al., 1/".
• Cyperus difformis (."
C. difformis dikenal dengan naman umberella plant, smaller flo&er umbrella plant Inggris", jukut papayungan Sunda", sunduk &elut Ja&a".C. difformis merupakan tumbuhan tahunan, tumbuh berumpun, 10 ; 0 !m. *atangnya berbentuk segitiga li!in, agak lunak, menajam pada ujungnya, sering ber&arna agak hijau kekuning#kuningan. 4aunnya dalam jumlah yang sedikit terdapat pada bagian pangkal batang, umumnya lebih pendek dari pada batang dengan lebar 2 ; / mm. *unganya berkarangan terdapat di ujung, umumnya anak bulir banyak dan membentuk suatu masa yang berbentuk bulat pada ujung !abang. 5empunyai 2 atau 9 daun pelindung seperti daun yang disebut daun pembalut. nak bulir mempunyai ukuran panjang + ; / mm, dan lebar lebih kurang 1 mm. C. difformis biasanya terdapat di tempat# tempat basah dan berlumpur, terutama di
sa&ah Soerjani et al., 1/".
• Cyperus pilosus @ahl
C. pilosus dikenal dengan nama rumput jengking, rumput rajang Indonesia"7 hilut, ilat Sunda"7 lambungan sapi Ja&a".C. pilosus merupakan tanaman liar yang hampir sama dengan C. difformis tetapi berbeda pada danser susunan bunga di tangkai pada ujung !abang agak
Jepang, 5alaysia, dan Indonesia. *iasanya hidup di tanah yang basah, ra&a, terutama di sa&ah Soerjani et al., 1/"
2.& 'ara Pengendalian ul!a
2.&.1 Pengendalian ul!a Tidak Lang#ung ( Indirect Method )
:ara pengendalian ini disebut juga pengendalian se!ara ekologis, oleh karena menggunakan prinsip#prinsip ekologi, yaitu mengelola lingkungan sedemikian rupa, sehingga mendukung dan menguntungkan pertumbuhan tanaman yang diusahakan tetapi tidak menguntungkan untuk perkembangan infestasi gulma.
Pengendalian gulma tidak langsung merupakan bagian dari komponen teknologi budidaya<kultur teknis yang diterapkan pada tanaman padi. Pengendalian se!ara kultur teknis adalah !ara meningkatkan daya saing padi yang memungkinkan tanaman padi mampu mampu menekan pertumbuhan gulma dengan memodifikasi teknlogi tersebut, sehingga gulma tumbuh tertekan Pane dan Jatmiko, 2002".
A Pen*ega%an
Pen!egahan merupakan prinsip utama di dalam pengendalian gulma. 4i dalam prakteknya petani harus mengusahakan menanam padi dengan menggunakan bahan
tanaman yang berupa benih murni dan benih bersertifikat berlabel". *eberapa upaya pen!egahan dapat dilakukan melalui upaya 6
1 Sanitasi lingkungan 2 Pembuatan pintu air
9 Sanitasi alat#alat pertanian yang berpotensi memba&a organ perbanyakan gulma + 8radikasi gulma Pane dan Jatmiko, 2002"
B Peng+la%an Tana%
$edalaman olah tanah yang dangkal dan perataan tanah di dalam petak kurang sempurna menyebabkan sumber bibit" gulma tidak mati dan akan tumbuh kembali. Selain itu pengairan yang kurang merata juga berpengaruh terhadap hal tersebut, di karenakan biji#biji gulma yang tidak terendam air dapat berke!ambah kembali dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Aleh karena itu, pengolahan tanah sempurna
sangat diperlukan, terutama apabila mempraktekkan sistem tanam BtabelaC tanam benih langsung" Pane dan Jatmiko, 2002".
' Pengaturan Air Iriga#i
Pada padi tanam pindah, air irigasi harus tergenang terus#menerus sampai
kanopi tanaman menutup untuk
men!egah biji#biji gulma berke!ambah.
$alua ada pengairan berkala
intermittent irrigation", harus
menggunakan herbisida pratumbuh
yang efektif dan selektif, sehingga masalah gulma tidak perlu di kha&atirkan. Genangan air irigasi !ukup efektif untuk menekan persentase perke!ambahan beberapa spesies gulma F. littoralis, C. iria, M. !aginalis, dan C. difformis. Gulma
Cyperus difformis tak dapat berke!ambah di ba&ah kondisi tergenang. (aporan 3akkae& 11" dalam @ongsaroj 19" terbukti Echinochloa colona yang berumur
10 hari telah mati 100 pada kondisi genangan air 90, 0, dan 0 !m selama dua minggu.
%abel 1. Pengaruh $edalaman ir Irigasi terhadap Pertumbuhan Gulma
D Pengel+laan Pu"uk
Prinsip dalam pemberian pupuk adalah pupuk yang diaplikasikan harus lebih tersedia bagi tanaman padi daripada untuk tumbuhan gulma. plikasi pembenaman pupuk lebih efektif daripada ditabur di atas permukaan tanah. Drea yang ditabur di
permukaan petakan akan !epat menguap, hanyut terlarut di dalam air dan lebih mudah tersedia bagi gulma Pane dan Jatmiko, 2002".
E ,arieta#
Pergantian )arietas padi berbatang tinggi ke )arietas baru berbatang pendek men!iptakan masalah gulma semakin serius terutama terhadap gulma rumput setahun. Spesies gulma ini lebih kompetitif dibandingkan dengan gulma berdaun lebar dan teki. @arietas padi berbatang tinggi lebih kompetitif dengan gulma dari )arietas berbatang pendek. @arietas padi umur dalam, daun merunduk lebih kompetitif dari
)arietas padi umur genjah, dengan daun tegak Smith, 1/1".
Padi )arietas baru modern" yang pendek mengakibatkan penetrasi !ahaya ke permukaan tanah tinggi dan mema!u perke!ambahan biji#biji gulma dan tumbuh lebih !epat dari padi. palagi setelah pupuk diaplikasikan, maka pertumbuhan gulma semakin padat.
- P+"ula#i Tana!an dan Jarak Tana!
Populasi tanaman atau pengaturan jarak tanam yang lebih rapat bertujuan untuk memberi ruang yang lebih sempit bagi pertumbuhna gulma, sehingga daya saing tanaman padi lebih tinggi. 3amun kepadatan tersebut perlu di kontrol agar tidak terjadi persaingan spesifik di dalam populasi gulma inter specific weed competition" Pane dan Jatmiko, 2002".
'ara Tana!
Padi dapat ditanam dengan sistem tanam pindah tapin" dan tanam benih langsung tabela". Sistem tapin biasanya pada tanah yang sudah melumpur, bibit sudah berumur 1#21 hari, dan dapat langsung di airi. :ara tersebut akan menekan infestasi gulma apalagi kalua pengolahan baik dan air irigasi tergenang se!ara merata Pane dan Jatmiko, 2002".
%abel 2. Pengaruh :ara %anam terhadap Pertumbuhan Gulma
H Pengendalian #e*ara Bi+l+gi#
Pengendalian se!ara biologis didefinisikan sebagai upaya pengendalian gulma dengan menggunakan organisme hidup, seperti serangga, ikan pemakan tanaman dan he&an lainnya, organisme penyakit, dan tanaman pesaing untuk membatasi infestasi gulma Gupta, 1/+". da tiga pendekatan dalam pengendalian biologi gulma, yaitu 6
1 penggunaan organisme selektif, yaitu organisme yang menyerang satu atau hanya beberapa spesies gulma
2 penggunaan organisme non selektif, yaiut organisme yang menyerang semua spesies gulma
9 Penggunaan spesies tanaman pesaing, yaitu tanaman yang bersaing dengan gulma untuk satu faktor atau lebih, misalnya tanaman ubi jalar untuk mengurangi
pertumbuhan teki berumbi C. rotundus" atau alang#alang "mperata cylindrical " yang peka naungan >ijn, 2000".
2.2.2 Pengendalian ul!a Lang#ung A Penyiangan ul!a dengan Tangan
Dmumnya petani menyiang gulma dengan tangan manual weeding " dengan atau tanpa alat bantu seperti #ored , atau menginjak#injak gulma dengan kaki. :ara ini banyak membutuhkan &aktu, biaya, tenaga, dan !ukup membosankan Pane dan
Jatmiko, 2002".
B 'ara ekani#
Penyiangan gulma se!ara mekanis bisa menggunakan gasrok, landak, atau alat penyiang bermesin atau alat yang ditarik dengan ternak, dan diterapkan apabila areal padi ditanamn dalam barisan yang teratur dan lurus. :ara penyiangan mekanis membutuhkan &aktu pengerjaan yang relatif lebih !epat dibandingkan dengan !ara
penyiangan dengan tangan. Penggunaan alat penyiang mekanis berisiko merugikan pertumbuhan tanaman, karena alat tersebut sering menimbulkan kerusakan mekanis pada akar maupun batang tanaman padi, terutamakalau jarak tanam padi tidak teratur
Pane dan Jatmiko, 2002".
' Her/i#ida
Gulma rumput pada areal pertanaman padi merupakan spesies gulma yang paling sulit dikendalikan, karena terjadinya selekti)itas herbisida yang sangat sempit di antara tanaman padi dan gulma rumput dimana kedua#duanya sama#sama famili Gramineae $hodayati et al ., 1/ dan :arrey et al ., 12". Jenis herbisida yang efektif mengendalikan gulma rumput tanpa mera!uni tanaman padi di antaranya ialah butaklor, oksadiason, oksifluorfen, pendimetalin, tiobenkarb, siketrin, molinate, propanil, klometoksinil, pretilaktor, dan kuinklorak.
&. KESIPULAN
Gulma merupakan tanaman yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan atau tanaman lain yang tumbuh bersama dengan tanaman yang diusahakan. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil beras baik kualitas dan kuantitas adalah gangguan gulma.
Sepuluh jenis gulma yang dominannya adalah sebagai berikut6 5ono!horia )aginalis, Paspalum disti!hum, Erimbristylist millia!ea, :yperus difformis, S!irpus jun!oides, 5arsilea !renata, 8!hino!hloa !rus#galli, Jussiea repens, Speno!hlea
:ara#!ara pengendalian gulma6 Pengendalian gulma se!ara fisik, Pengendalian gulma dengan sistem budidaya, Pengendalian gulma se!ara biologis, Pengendalian gulma se!ara kimia&i dan Pengendalian gulma se!ara terpadu.
4engan mengetahui hal#hal yang prinsipil tersebut maka para petani diharapkan mampu memanagemen tanaman padi dalam ha budidaya sehingga produktifitas yang dharapkan mampu ter&ujud.
DA-TA0 PUSTAKA
:arrey III, @.E. et al. 12. >edu!ed and Standard erbiside >ates for Grass :ontrol in >i!e $ry%a sati!a". 'eed %e!hnology - 6 +0#+1+.
Gupta, A.P. 1/+. 5anagement 'eed S!ientifi!. 3e& 4elhi6 %oday and %ommoro&Hs Printers and Pub.
$hodayati, $.P. et al . 1/. Eeno=aprop for Grass :ontrol in 4ry Seeded >i!e $ry%a sati!a". 'eed %e!hnology 96 191#19.
5oody, $. 12. 'eed 5anagement in 'et#Seeded >i!e in %ropi!al sia. Ext. &ull. 3o. 9-+. %aipeh, %ai&an6 Eood EertiliFer %e!hnology :enter.
Pane, . dan S.. Jatmiko. 2002. Pengendalian Gulma pada %anaman Padi. *alai Penelitian (ingkungan Pertanian. *alai Penelitian %anaman Padi. Sukamandi.
>ijn, P.J. )an. 2000. 'eed 5anagement in thr
umid and Sub# humid %ropi!s.
msterdam, 3etherlands6 >oyal
%ropi!al Institute $I% Press.
Sastroutomo, S, S. 10. 8kologi Gulma. P% Gramedia Pustaka Dtama. Jakarta.
Smith, >.J. Jr. 1/1. 'eeds of 5ajor 8!onomi! Importan!e in >i!e and ield (osses due to 'eed :ompetition. In 'eed Control in Rice. (os *anos, Philippines6 I>>I.
Soerjani, 5., . J. G. . $ostermans, G. %jitrosoepomo. 1/. 'eeds of >i!e In Indonesia. *alai Pustaka. Jakarta.
Sundaru, 5. Syam, 5. *akar, J. 1-. *eberapa Jenis Gulma Padi Sa&ah. (embaga Pusat Penelitian Pertanian *ogor, *uletin %ehnik 3o. 1. *ogor.
@ongsaroj, P. 19. Integrated 5anagement of Paddy 'eeds in %hailand. SP:# Eood EertiliFer %e!hnology :enter. Ext. &ulletin 3o. 9-. %aipeh, %ai&an.
AKALAH
PENENDALIAN ULA PADA TANAAN PADI
4isusun untuk memenuhi tugas kuliah %eknologi Pengendalian Gulma
4osen Pengampu 6 Prof.4r.Ir. DS3I %5>I3 S8*3G, 5S. 4isusun oleh 6 @irna 8rsally 120+02011112- *a!hrul Dlum 190+02001110++ 8tta >ostina 5.S 190+02001110+ iskia %arigan 190+020011110
JU0USAN BUDIDAA PE0TANIAN P00A STUDI A0EKTEKNLI
-AKULTAS PE0TANIAN UNI,E0SITAS B0A3IJAA
ALAN 2415