KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas berkah, nikmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan referat atas berkah, nikmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul “
yang berjudul “DextrocardiaDextrocardia” yang disusun dalam rangka” yang disusun dalam rangka memenuhi persyaratanmemenuhi persyaratan kepaniteraan di bagian Radiologi Rumah Sakit Dr. Slamet, Garut.
kepaniteraan di bagian Radiologi Rumah Sakit Dr. Slamet, Garut.
Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
besarnya kepada: 1.
1. Dr. H Usep Saiful, Sp. Rad selaku konsulen pembimbing yang telah banyak Dr. H Usep Saiful, Sp. Rad selaku konsulen pembimbing yang telah banyak membimbing dan memberikan ilmu kepada penulis.
membimbing dan memberikan ilmu kepada penulis. 2.
2. Orang tua, keluarga dan orang-orang terdekat yang tidak pernah berhentiOrang tua, keluarga dan orang-orang terdekat yang tidak pernah berhenti memberi kasih sayang, mendoakan, dan memberi dukungan baik moril dan memberi kasih sayang, mendoakan, dan memberi dukungan baik moril dan materil kepada penulis.
materil kepada penulis. 3.
3. Bapak Rahmat Mulyadi dan Bapak Andri.Bapak Rahmat Mulyadi dan Bapak Andri. 4.
4. Dhita Larasati, Suhaimi, dan M Rifki Adli sebgai rekan kepaniteraan yangDhita Larasati, Suhaimi, dan M Rifki Adli sebgai rekan kepaniteraan yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik.
telah memberikan dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik.
Penulis menyadari bahwa referat ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu Penulis menyadari bahwa referat ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik serta saran. Semoga dengan adanya referat ini dapat penulis mengharapkan kritik serta saran. Semoga dengan adanya referat ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi semua pihak.
memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi semua pihak. Wassalamu’alaikum Wassalamu’alaikum Wr. Wb.Wr. Wb. Garut, Mei 2011 Garut, Mei 2011 Penulis Penulis
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
KATA
KATA PENGANTAR PENGANTAR 11
DAFTAR
DAFTAR ISI ISI 22
BAB
BAB I I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 33
BAB
BAB II II DEXTROCARDIA DEXTROCARDIA 55
BAB
BAB III III PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI RADIOLOGI PADA PADA DEXTROCARDIA DEXTROCARDIA 99 BAB
BAB KESIMPULAN KESIMPULAN 1515
DAFTAR
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Dekstrokardia merupakan anomali posisi jantung, yaitu jantung berada di Dekstrokardia merupakan anomali posisi jantung, yaitu jantung berada di hemithoraks kanan dengan basis-apeks jantung mengarah ke kanan dan kaudal. hemithoraks kanan dengan basis-apeks jantung mengarah ke kanan dan kaudal. Malposisi ini disebabkan oleh jantung itu sendiri dan bukan karena kelainan Malposisi ini disebabkan oleh jantung itu sendiri dan bukan karena kelainan ekstrakardiak. Kelainan dekstrokardia harus dibedakan dengan dekstroposisi.
ekstrakardiak. Kelainan dekstrokardia harus dibedakan dengan dekstroposisi.
Dekstroposisi merupakan perubahan letak jantung ke kanan secara sekunder Dekstroposisi merupakan perubahan letak jantung ke kanan secara sekunder karena penyebab ekstrakardiak seperti hipoplasia paru kanan, pasca pneumonektomi karena penyebab ekstrakardiak seperti hipoplasia paru kanan, pasca pneumonektomi kanan atau hernia diafragmatika. Dekstrokardia pada anak-anak dapat disebabkan kanan atau hernia diafragmatika. Dekstrokardia pada anak-anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi jika didapat pada orang dewasa maka penyebabnya sangat oleh berbagai hal, tetapi jika didapat pada orang dewasa maka penyebabnya sangat terbatas seperti situs inversus totalis. Dengan adanya teknologi pencitraan yang makin terbatas seperti situs inversus totalis. Dengan adanya teknologi pencitraan yang makin berkembang maka kelainan ini dapat dengan mudah dikenali oleh petugas medis. berkembang maka kelainan ini dapat dengan mudah dikenali oleh petugas medis.
Analisis dekstrokardia memerlukan pendekatan secara sistematik. Pendekatan Analisis dekstrokardia memerlukan pendekatan secara sistematik. Pendekatan yang mudah dapat dilakukan menurut Van Praagh. Hal ini dilakukan dengan yang mudah dapat dilakukan menurut Van Praagh. Hal ini dilakukan dengan mengevaluasi situs dimulai dari atrium ke ventrikel kemudian ke arteri besar. Analisis mengevaluasi situs dimulai dari atrium ke ventrikel kemudian ke arteri besar. Analisis meliputi situs viseroatrial, hubungan atrioventri-kular, morfologi ventrikel, situs meliputi situs viseroatrial, hubungan atrioventri-kular, morfologi ventrikel, situs ventrikel, posisi ruang jantung, hubungan antara ventrikel dengan pembuluh darah ventrikel, posisi ruang jantung, hubungan antara ventrikel dengan pembuluh darah besar serta ada tidaknya defek septum dan stenosis pulmonal. Analisa dekstrokardia besar serta ada tidaknya defek septum dan stenosis pulmonal. Analisa dekstrokardia juga
juga memerlumemerlukan kan analisis analisis putaran putaran jantung jantung sewaktu sewaktu masa masa pembentupembentukan kan jantungjantung.. Perputaran bisa ke kanan (D looping) dan ke kiri (L looping). Perpaduan antara Perputaran bisa ke kanan (D looping) dan ke kiri (L looping). Perpaduan antara ruang-ruang jantung dan perputaran jantung diperlukan untuk mengetahui jenis ruang-ruang jantung dan perputaran jantung diperlukan untuk mengetahui jenis dekstrokardia.
dekstrokardia.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis dextrocardia meliputi:mendiagnosis dextrocardia meliputi:
Computed tomography (CT) scanComputed tomography (CT) scan
EKG - tes untuk memeriksa sistem listrik jantungEKG - tes untuk memeriksa sistem listrik jantung
USG jantung (ekokardiogram)USG jantung (ekokardiogram)
BAB II BAB II DEXTROCARDIA DEXTROCARDIA EMBRIOLOGI JANTUNG EMBRIOLOGI JANTUNG
Jantung terbentuk pada masa embrio usia tiga minggu sampai tujuh minggu Jantung terbentuk pada masa embrio usia tiga minggu sampai tujuh minggu intrauterin. Sistem kardiovaskuler berasal dari mesoderm yang berkembang dari intrauterin. Sistem kardiovaskuler berasal dari mesoderm yang berkembang dari ectoderm. Pada hari ke 18, terbentuk bulan sabit kardiovaskuler dan terbentuk celom ectoderm. Pada hari ke 18, terbentuk bulan sabit kardiovaskuler dan terbentuk celom intra embrionik yang akan menjadi rongga berupa pericardium, pleura, dan peritoneu. intra embrionik yang akan menjadi rongga berupa pericardium, pleura, dan peritoneu. Pada hari ke-20 bulan sabit berkembang menjadi pipa jantung lurus. Hari berikutnya Pada hari ke-20 bulan sabit berkembang menjadi pipa jantung lurus. Hari berikutnya terjadi perputaran (
terjadi perputaran (looping)looping) jantung jantung ke ke kanan. kanan. Pada Pada minggminggu u ketiga ketiga terjaditerjadi pembentukan putaran D
(D-pembentukan putaran D (D-looping)looping)disempurnakan, pembentukan ventrikel,disempurnakan, pembentukan ventrikel, sirkulasi mulai, dan penyekatan evolusi arkus aorta. Minggu kelima ventrikel terus sirkulasi mulai, dan penyekatan evolusi arkus aorta. Minggu kelima ventrikel terus tumbuh dan ostium primum ditutupi jaringan dari bantalan endocardium. Pada tumbuh dan ostium primum ditutupi jaringan dari bantalan endocardium. Pada minggu keenam dan ketujuh terjadi penutupan konus (infundibuli). Hari ke-38-45 minggu keenam dan ketujuh terjadi penutupan konus (infundibuli). Hari ke-38-45 terjadi penutupan bagian sekat ventrikel, bisa juga pasca lahir melalui penutupan terjadi penutupan bagian sekat ventrikel, bisa juga pasca lahir melalui penutupan spontan (Praagh, 1996).
spontan (Praagh, 1996).
DEXTROCARDIA DEXTROCARDIA
Dekstrokardia merupakan anomali posisi jantung, yaitu jantung berada di Dekstrokardia merupakan anomali posisi jantung, yaitu jantung berada di hemithoraks kanan dengan basis-apeks jantung mengarah ke kanan dan kaudal. hemithoraks kanan dengan basis-apeks jantung mengarah ke kanan dan kaudal. Malposisi ini disebabkan oleh jantung itu sendiri dan bukan karena kelainan Malposisi ini disebabkan oleh jantung itu sendiri dan bukan karena kelainan ekstrakardiak. Kelainan dekstrokardia harus dibedakan dengan dekstroposisi.
ekstrakardiak. Kelainan dekstrokardia harus dibedakan dengan dekstroposisi.
Dekstroposisi merupakan perubahan letak jantung ke kanan secara sekunder Dekstroposisi merupakan perubahan letak jantung ke kanan secara sekunder karena penyebab ekstrakardiak seperti hipoplasia paru kanan, pasca pneumonektomi karena penyebab ekstrakardiak seperti hipoplasia paru kanan, pasca pneumonektomi kanan atau hernia diafragmatika. Dekstrokardia pada anak-anak dapat disebabkan kanan atau hernia diafragmatika. Dekstrokardia pada anak-anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi jika didapat pada orang dewasa maka penyebabnya sangat oleh berbagai hal, tetapi jika didapat pada orang dewasa maka penyebabnya sangat terbatas seperti situs inversus totalis. Dengan adanya teknologi pencitraan yang makin terbatas seperti situs inversus totalis. Dengan adanya teknologi pencitraan yang makin berkembang maka kelainan ini dapat dengan mudah dikenali oleh petugas medis. berkembang maka kelainan ini dapat dengan mudah dikenali oleh petugas medis.
Analisis dekstrokardia memerlukan pendekatan secara sistematik. Pendekatan Analisis dekstrokardia memerlukan pendekatan secara sistematik. Pendekatan yang mudah dapat dilakukan menurut Van Praagh. Hal ini dilakukan dengan yang mudah dapat dilakukan menurut Van Praagh. Hal ini dilakukan dengan
mengevaluasi situs dimulai dari atrium ke ventrikel kemudian ke arteri besar. Analisis mengevaluasi situs dimulai dari atrium ke ventrikel kemudian ke arteri besar. Analisis meliputi situs viseroatrial, hubungan atrioventri-kular, morfologi ventrikel, situs meliputi situs viseroatrial, hubungan atrioventri-kular, morfologi ventrikel, situs ventrikel, posisi ruang jantung, hubungan antara ventrikel dengan pembuluh darah ventrikel, posisi ruang jantung, hubungan antara ventrikel dengan pembuluh darah besar serta ada tidaknya defek septum dan stenosis pulmonal. Analisa dekstrokardia besar serta ada tidaknya defek septum dan stenosis pulmonal. Analisa dekstrokardia juga
juga memerlumemerlukan kan analisis analisis putaran putaran jantung jantung sewaktu sewaktu masa masa pembentpembentukan ukan jantungjantung.. Perputaran bisa ke kanan (D looping)
Perputaran bisa ke kanan (D looping) dan ke kiri (L looping). Perpaduan dan ke kiri (L looping). Perpaduan antara ruang-ruang jantung dan antara ruang-ruang jantung dan perputaran jantung diperlukan untuk perputaran jantung diperlukan untuk mengetahui jenis dekstrokardia.
mengetahui jenis dekstrokardia. Dextrocardia tergolong Dextrocardia tergolong kelainan
kelainan congenital congenital atau atau bawaan.bawaan. Penyebabnya, alami dari dalam organ Penyebabnya, alami dari dalam organ vital tubuh atau faktor dari luar jantung. vital tubuh atau faktor dari luar jantung. Misalnya, desakan tumor ke rongga Misalnya, desakan tumor ke rongga dada yang membuat letak jantung dada yang membuat letak jantung akhirnya miring ke kanan.
akhirnya miring ke kanan. Ada tiga jenis Ada tiga jenis dextrocadia. Pertdextrocadia. Pertama, posisi jantama, posisi jantung diung di kanan, tapi tak disertai perubahan letak bilik atau serambi (posisi serambi dan bilik kanan, tapi tak disertai perubahan letak bilik atau serambi (posisi serambi dan bilik seperti jantung normal). Pengidap dextrocardia tipe ini tanpa keluhan. Mereka bisa seperti jantung normal). Pengidap dextrocardia tipe ini tanpa keluhan. Mereka bisa hidup normal. Namun, ada yang patut diwaspadai untuk pasien dextrocardia tipe satu. hidup normal. Namun, ada yang patut diwaspadai untuk pasien dextrocardia tipe satu. Yakni, sindrom kartagener. Pada kondisi tersebut, pasien akan sering mengalami Yakni, sindrom kartagener. Pada kondisi tersebut, pasien akan sering mengalami gangguan pernapasan. Mahrus menjelaskan, fungsi silia (bulu-bulu di saluran gangguan pernapasan. Mahrus menjelaskan, fungsi silia (bulu-bulu di saluran pernapasan yang berperan membersihkan benda asing) tidak optimal. Akibatnya, silia pernapasan yang berperan membersihkan benda asing) tidak optimal. Akibatnya, silia tak bisa mengeluarkan benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Hal itulah tak bisa mengeluarkan benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Hal itulah yang menjadi penyebab infeksi.
yang menjadi penyebab infeksi. Pada tipe
Pada tipe kedua kedua dextrocardia, dextrocardia, letak serletak serambi dan ambi dan bilik bilik jantung tjantung terbalik.erbalik. Maksudnya, letak bilik kanan di kiri jantung. Begitu juga posisi bilik kiri, di bagian Maksudnya, letak bilik kanan di kiri jantung. Begitu juga posisi bilik kiri, di bagian kanan jantung. Tipe kedua ini disebut situs inversus totalis. Disebut total karena yang kanan jantung. Tipe kedua ini disebut situs inversus totalis. Disebut total karena yang terbalik tak hanya jantung, namun liver, limpa, dan paru juga pindah ke sisi kanan terbalik tak hanya jantung, namun liver, limpa, dan paru juga pindah ke sisi kanan tubuh. Situs inversus totalis karena rotasi janin tak berlangsung normal pada trimester tubuh. Situs inversus totalis karena rotasi janin tak berlangsung normal pada trimester
pertama kehamilan. Ketidaknormalan tersebut diduga disebabkan perubahan sifat pertama kehamilan. Ketidaknormalan tersebut diduga disebabkan perubahan sifat materi genetik (mutasi) telur ibu. Mutasi tersebut mungkin berkaitan dengan infeksi materi genetik (mutasi) telur ibu. Mutasi tersebut mungkin berkaitan dengan infeksi virus, bakteri, atau parasit. dextrocardia tipe kedua kerap diiringi oleh defect lain. virus, bakteri, atau parasit. dextrocardia tipe kedua kerap diiringi oleh defect lain. Misalnya, lubang pada sekat serambi jantung atau ASD (artrial septal defect), VSD Misalnya, lubang pada sekat serambi jantung atau ASD (artrial septal defect), VSD atau lubang pada sekat bilik jantung (ventrikel septal defect), ataupun tetralogy of atau lubang pada sekat bilik jantung (ventrikel septal defect), ataupun tetralogy of fallot.
fallot.
Pada tipe
Pada tipe ketiga ketiga dextrocardia, dextrocardia, tak semua tak semua letak letak bilik bilik atau seratau serambi terambi terbalik.balik. Misalnya, hanya bilik yang terbalik, sedangkan letak serambi tetap normal. Begitu Misalnya, hanya bilik yang terbalik, sedangkan letak serambi tetap normal. Begitu juga
juga sebaliknysebaliknya. a. Mahrus Mahrus mengatmengatakan, akan, tipe tipe ketiga ketiga lebih lebih komplekkompleks. s. UmumnyUmumnya, a, tipetipe ketiga diikuti oleh gejala tubuh membiru. Sebab, darah dari serambi kanan masuk ke ketiga diikuti oleh gejala tubuh membiru. Sebab, darah dari serambi kanan masuk ke bilik kiri, lantas dipompa ke seluruh tubuh.
bilik kiri, lantas dipompa ke seluruh tubuh.
Gejala Gejala
Tidak ada gejala dextrocardia jika jantung normal. Kondisi yang mungkin termasuk Tidak ada gejala dextrocardia jika jantung normal. Kondisi yang mungkin termasuk dextrocardia dapat menyebabkan gejala berikut:
dextrocardia dapat menyebabkan gejala berikut:
Kulit kebiruanKulit kebiruan
Kesulitan bernapasKesulitan bernapas
Kegagalan untuk tumbuh dan bertambah berat badanKegagalan untuk tumbuh dan bertambah berat badan
KelelahanKelelahan
Penyakit kuning (kulit dan mata kuning)Penyakit kuning (kulit dan mata kuning)
Kulit pucatKulit pucat
Infeksi paru-paruInfeksi paru-paru
Pengobatan Pengobatan
Dextrocardia lengkap tanpa cacat jantung tidak memerlukan pengobatan. Hal ini Dextrocardia lengkap tanpa cacat jantung tidak memerlukan pengobatan. Hal ini penting, Namun, untuk membiarkan anak dengan penyedia layanan kesehatan tahu penting, Namun, untuk membiarkan anak dengan penyedia layanan kesehatan tahu
hati adalah di sisi kanan dada. Pengobatan untuk kondisi yang mencakup dextrocardia hati adalah di sisi kanan dada. Pengobatan untuk kondisi yang mencakup dextrocardia tergantung pada apakah bayi memiliki jantung lainnya atau masalah fisik selain tergantung pada apakah bayi memiliki jantung lainnya atau masalah fisik selain dextrocardia.
dextrocardia.
Jika terjadi cacat jantung berupa dextrocardia, bayi kemungkinan besar akan Jika terjadi cacat jantung berupa dextrocardia, bayi kemungkinan besar akan dioperasi. Sedangkan sakit kritis bayi memerlukan pengobatan dengan obat-obatan dioperasi. Sedangkan sakit kritis bayi memerlukan pengobatan dengan obat-obatan sebelum operasi. Obat-obat ini membantu bayi tumbuh lebih kuat sehingga sebelum operasi. Obat-obat ini membantu bayi tumbuh lebih kuat sehingga memungkinkan untuk dioperasi.
BAB III BAB III
PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA DEXTROCARDIA PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA DEXTROCARDIA
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis dextrocardia meliputi: Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis dextrocardia meliputi:
Computed tomography (CT) scanComputed tomography (CT) scan
EKG - tes untuk memeriksa sistem listrik jantungEKG - tes untuk memeriksa sistem listrik jantung
USG jantungUSG jantung
X-rayX-ray
Magnetic resonance imaging (MRI)Magnetic resonance imaging (MRI)
1.
1. CT Scan (CT Scan (Computerized Tomografi ScaningComputerized Tomografi Scaning))
CT-Scan adalah pemeriksaan dengan alat
CT-Scan adalah pemeriksaan dengan alat X-Ray X-Ray yang dikombinasikan denganyang dikombinasikan dengan komputer sehingga dapat melihat potongan organ dengan jelas.
komputer sehingga dapat melihat potongan organ dengan jelas.
CT Scan menunjukkan dextrocardia dan situs inversus dari limpa, hati dan lambung CT Scan menunjukkan dextrocardia dan situs inversus dari limpa, hati dan lambung
2.
2. MRI (MRI ( Magnetic Resonance Imaging Magnetic Resonance Imaging))
MRI adalah suatu alat canggih yang merupakan kombinasi dari magnet yang MRI adalah suatu alat canggih yang merupakan kombinasi dari magnet yang dikendalikan oleh komputer sehingga dapat membuat pemeriksaan dengan arah dikendalikan oleh komputer sehingga dapat membuat pemeriksaan dengan arah irisan atau potongan
irisan atau potongan axialaxial (melintang), sagital (memotong kanan kiri),(melintang), sagital (memotong kanan kiri), coronalcoronal (memotong depan belakang).
(memotong depan belakang).
MRI merupakan pemeriksaan radiologi tanpa Sinar-X. MRI merupakan pemeriksaan radiologi tanpa Sinar-X.
Coronal Cardiac MRI image of the patient showing the presence of the right Coronal Cardiac MRI image of the patient showing the presence of the right persistent superior vena, left superior vena cava and bridging inominate vein persistent superior vena, left superior vena cava and bridging inominate vein
3.
3. USG (Ultra Sonografi)USG (Ultra Sonografi)
USG merupakan suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi kelainan-kelainan USG merupakan suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang ada didalam rongga abdomen / perut / organ-organ tertentu dengan yang ada didalam rongga abdomen / perut / organ-organ tertentu dengan menggunakan gelombang
menggunakan gelombang ultrasound ultrasound ..
Gelombang
Gelombang ultrasound ultrasound terdiri dari suatu pengubah mekanik dari suatu mediumterdiri dari suatu pengubah mekanik dari suatu medium seperti udara. Pengubah mekanik itu melewati medium pada suatu kecepatan seperti udara. Pengubah mekanik itu melewati medium pada suatu kecepatan tertentu menyebabkan getaran. Kecepatan partikel-pertikel tersebut bergetar tertentu menyebabkan getaran. Kecepatan partikel-pertikel tersebut bergetar disebut frekuensi, diukur dalam putaran per menit atau hertz (Hz). Suara menjadi disebut frekuensi, diukur dalam putaran per menit atau hertz (Hz). Suara menjadi tidak kedengaran oleh telinga manusia kira-kira di atas 20 kHz, atau 20 ribu tidak kedengaran oleh telinga manusia kira-kira di atas 20 kHz, atau 20 ribu Hertz, dan itulah yang dikenal dengan
Hertz, dan itulah yang dikenal dengan ultrasound ultrasound . Diagnostik . Diagnostik imagingimaging menggunakan frekuensi yang jauh lebih tinggi, yaitu megahertz (MHz), atau menggunakan frekuensi yang jauh lebih tinggi, yaitu megahertz (MHz), atau jutaan He
jutaan Hertz.rtz.
Frekuensi yang semakin tinggi menggunakan resolusi yang lebih baik. Yang Frekuensi yang semakin tinggi menggunakan resolusi yang lebih baik. Yang terakhir adalah kemampuan untuk membedakan dua objek yang berdekatan. terakhir adalah kemampuan untuk membedakan dua objek yang berdekatan. Meskipun demikian, dengan peningkatan frekuensi, lebih banyak sorotan Meskipun demikian, dengan peningkatan frekuensi, lebih banyak sorotan ultrasound
ultrasound yang terikat oleh target dan sorotan tersebut tidak dapat dipenetrasiyang terikat oleh target dan sorotan tersebut tidak dapat dipenetrasi lebih jauh. Untuk alasan ini, frekuensi yang lebih tinggi (7,5 MHz) digunakan lebih jauh. Untuk alasan ini, frekuensi yang lebih tinggi (7,5 MHz) digunakan untuk memberikan gambaran yang baik dan terperinci dari organ-organ untuk memberikan gambaran yang baik dan terperinci dari organ-organ superfisial seperti prostat, testis, tiroid dan dada., dan frekuensi yang lebih rendah superfisial seperti prostat, testis, tiroid dan dada., dan frekuensi yang lebih rendah (3,5 MHz) untuk pemeriksaan abdomen.
(3,5 MHz) untuk pemeriksaan abdomen.
Ultrasonografi atau sonografi adalah penggunaan gelombang suara untuk Ultrasonografi atau sonografi adalah penggunaan gelombang suara untuk kepentingan radiologik, tidak menggunakan sinar-X atau radiasi yang lain, aman, kepentingan radiologik, tidak menggunakan sinar-X atau radiasi yang lain, aman, dan digunakan tanpa anestesi. Pada urologi pria, prostat dan testis dekat dengan dan digunakan tanpa anestesi. Pada urologi pria, prostat dan testis dekat dengan permukaan tubuh dan dapat dicitrakan dengan ultrasonografi untuk membantu permukaan tubuh dan dapat dicitrakan dengan ultrasonografi untuk membantu diagnosis dan untuk melakukan biopsi terhadap temuan abnormal.
USG dapat digunakan untuk mendeteksi dextrocardia sejak bayi di dalam USG dapat digunakan untuk mendeteksi dextrocardia sejak bayi di dalam kandungan.
kandungan.
Dextrocardia with malposition of the stomach on the right side. The apex o
Dextrocardia with malposition of the stomach on the right side. The apex of the heart f the heart (arrow) is on the same side as the stomach.
(arrow) is on the same side as the stomach.
4.
4. Chest X-RayChest X-Ray
Chest x-ray merupakan pemeriksaan x-ray yang digunakan untuk melihat dinding Chest x-ray merupakan pemeriksaan x-ray yang digunakan untuk melihat dinding dada, struktur tulang iga dan diafragma serta organ-organ dalam seperti jalan dada, struktur tulang iga dan diafragma serta organ-organ dalam seperti jalan napas, paru, jantung dan arteri besar/aorta. Chest x-ray juga merupakan modalitas napas, paru, jantung dan arteri besar/aorta. Chest x-ray juga merupakan modalitas untuk melihat/mendiagnosa keadaan patologis seperti pneumonia dan gagal untuk melihat/mendiagnosa keadaan patologis seperti pneumonia dan gagal jantung
jantung kongestif. kongestif. PemeriksaPemeriksaan an x-ray x-ray sendiri sendiri merupamerupakan kan pemerikspemeriksaan aan dengandengan menggunakan tabung pemancar gelombang x-ray menembus objek (pasien) dan menggunakan tabung pemancar gelombang x-ray menembus objek (pasien) dan ditangkap oleh detektor/film di sisi lain. Jaringan padat seperti tulang akan ditangkap oleh detektor/film di sisi lain. Jaringan padat seperti tulang akan memberikan warna putih (karena menyerap gelombang x-ray) sedangkan jaringan memberikan warna putih (karena menyerap gelombang x-ray) sedangkan jaringan lunak memberikan warna lebih gelap/hitam (karena melewatkan gelombang). lunak memberikan warna lebih gelap/hitam (karena melewatkan gelombang). Untuk memaksimalkan hasil (distorsi minimal dll) maka jarak antara tabung Untuk memaksimalkan hasil (distorsi minimal dll) maka jarak antara tabung pemancar dan detektor/film dibuat sejauh 6 kaki. Pemeriksaan pada orang dewasa pemancar dan detektor/film dibuat sejauh 6 kaki. Pemeriksaan pada orang dewasa digunakan gelombang dengan dosis 0,06 mSv (Sv=Sievert).
Pemeriksaan ini merupakan teknik non invasif, di mana pasien cukup disuruh Pemeriksaan ini merupakan teknik non invasif, di mana pasien cukup disuruh berdiri di depan mesin sambil menahan napas (inspirasi maksimal). Gambar berdiri di depan mesin sambil menahan napas (inspirasi maksimal). Gambar diambil pada dua proyeksi, yaitu PA (posteroanterior) atau AP (anteroposterior) diambil pada dua proyeksi, yaitu PA (posteroanterior) atau AP (anteroposterior) dan lateral (LAT). Selain itu dapat juga digunakan proyeksi lain, seperti obliq dan lateral (LAT). Selain itu dapat juga digunakan proyeksi lain, seperti obliq atau dekubitus. Umumnya yang digunakan adalah proyeksi PA dan LAT, atau dekubitus. Umumnya yang digunakan adalah proyeksi PA dan LAT, sedangkan proyeksi AP digunakan pada keadaan khusus seperti pasien yang tidak sedangkan proyeksi AP digunakan pada keadaan khusus seperti pasien yang tidak bisa bangun dari tempat tidur.
bisa bangun dari tempat tidur.
Keuntungan dari pemeriksaan ini adalah tidak ada residu radiasi di tubuh, tidak Keuntungan dari pemeriksaan ini adalah tidak ada residu radiasi di tubuh, tidak ada efek samping, serta cepat dan murah (cocok digunakan untuk situasi darurat). ada efek samping, serta cepat dan murah (cocok digunakan untuk situasi darurat). Pemeriksaan ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dengan usia kandungan di Pemeriksaan ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dengan usia kandungan di bawah enam bulan.
bawah enam bulan.
Gambaran x-ray foto thorax PA memperlihatkan jantung berada di sebelah kiri, pada Gambaran x-ray foto thorax PA memperlihatkan jantung berada di sebelah kiri, pada gambar berikut juga diperlihatkan keadaan situs inversus.
Dextrocardia dengan situs solitus (orientasi isi perut normal), merupakan penyakit Dextrocardia dengan situs solitus (orientasi isi perut normal), merupakan penyakit jantung
jantung bawaanbawaan. . Lesi Lesi sering sering lebih lebih komplekkompleks s dan dan seringkaseringkali li memerlukmemerlukan an koreksikoreksi bedah.
(A) Electrocardiogram showing dextrocardia with tall R waves in lead V1 and absent R in
(A) Electrocardiogram showing dextrocardia with tall R waves in lead V1 and absent R in
V6. (B) Chest radiograph showing dextrocardia (white arrow) with gastric bubble under
V6. (B) Chest radiograph showing dextrocardia (white arrow) with gastric bubble under
right diaphragm (green arrow). (C) High-resolution CT of chest showing bronchiectasis. (D)
right diaphragm (green arrow). (C) High-resolution CT of chest showing bronchiectasis. (D)
High-resolution CT of the abdomen showing situs inversus with spleen on right side (red
High-resolution CT of the abdomen showing situs inversus with spleen on right side (red
arrow) and liver on the left (orange arrow).
BAB IV BAB IV
KESIMPULAN KESIMPULAN
Dextrocardia terkadang tidak menimbulkan gejala apabila kondisi jantung penderita Dextrocardia terkadang tidak menimbulkan gejala apabila kondisi jantung penderita baik sehingga sering ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan rutin. baik sehingga sering ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan rutin. Namun apabila menimbulkan gejala biasanya berupa :
Namun apabila menimbulkan gejala biasanya berupa :
Kulit kebiruanKulit kebiruan
Kesulitan bernapasKesulitan bernapas
Kegagalan untuk tumbuh dan bertambah berat badanKegagalan untuk tumbuh dan bertambah berat badan
KelelahanKelelahan
Penyakit kuning (kulit dan mata kuning)Penyakit kuning (kulit dan mata kuning)
Kulit pucatKulit pucat
Infeksi paru-paruInfeksi paru-paru
Diagnosis dapat dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan Diagnosis dapat dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk penunjang berupa pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis dextrocardia meliputi:
mendiagnosis dextrocardia meliputi:
Computed tomography (CT) scanComputed tomography (CT) scan
EKG - tes untuk memeriksa sistem listrik jantungEKG - tes untuk memeriksa sistem listrik jantung
USG jantungUSG jantung
X-rayX-ray
Magnetic resonance imaging (MRI)Magnetic resonance imaging (MRI)
Pemeriksaan X ray sudah cukup untuk menegakkan diagnosis dextrocardia dengan Pemeriksaan X ray sudah cukup untuk menegakkan diagnosis dextrocardia dengan atau tanpa situs inversus. Namununtuk melihat lebih jelas mengenai posisi atrium dan atau tanpa situs inversus. Namununtuk melihat lebih jelas mengenai posisi atrium dan ventrikel dapat dilakukan ct scan dan usg jantung.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
http://radiopaedia.org/articles/dextrocardia
http://radiopaedia.org/articles/dextrocardia diunduh tanggal 01 Oktober 2012diunduh tanggal 01 Oktober 2012
http://www.ajronline.org/content/193/4/1107.full
http://www.ajronline.org/content/193/4/1107.full diunduh tanggal 29 September 2012diunduh tanggal 29 September 2012
http://www.ijav.org/2011/ijav_2011_086-089.pdf
http://www.ijav.org/2011/ijav_2011_086-089.pdf diunduh tanggal 01 Oktober 2012diunduh tanggal 01 Oktober 2012
http://www.scribd.com/doc/89843523/dextrocardia
http://www.scribd.com/doc/89843523/dextrocardia diunduh tanggal 29 Oktober 2012diunduh tanggal 29 Oktober 2012
Rasad, Sjahriar. 2005. Radiologi Diagnostik Ed. Kedua. Jakarta : Balai Penerbit Rasad, Sjahriar. 2005. Radiologi Diagnostik Ed. Kedua. Jakarta : Balai Penerbit FKUI
FKUI
Tiong, Diana dan Yudistira Panji Santosa.
Tiong, Diana dan Yudistira Panji Santosa. Laporan Laporan Kasus Kasus : : Asimptomatik Asimptomatik SitusSitus Inversus
Inversus dengan dengan DekstrokardiaDekstrokardia. Majalah Kedokteran Indonesia, Volum: 61, Nomor:. Majalah Kedokteran Indonesia, Volum: 61, Nomor: 1, Januari 2011
1, Januari 2011
http://www.ipej.org/1001/doshi.htm
http://www.ipej.org/1001/doshi.htm diunduh tanggal 01 Oktober 2012diunduh tanggal 01 Oktober 2012
https://www.sonoworld.com/Fetus/page.aspx?id=61
https://www.sonoworld.com/Fetus/page.aspx?id=61 diunduh tanggal 01 Oktoberdiunduh tanggal 01 Oktober 2012