BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI
KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU
SAMPAI DENGAN AGUSTUS 2011
TINGKAT PENGANGGURAN KEPRI = 7,80 PERSEN
Jumlah angkatan kerja pada bulan Agustus 2011 mencapai 847.997 orang, meningkat sebanyak 21.462 orang dibandingkan dengan keadaan Agustus 2010, yaitu sebesar 826.535 orang; atau bertambah sebanyak 11.388 orang jika dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2011, yaitu sebesar 836.609 orang.
Jumlah penduduk yang bekerja pada bulan Agustus 2011 sebesar 781.824 orang, meningkat sebanyak 12.338 orang jika dibandingkan dengan keadaan pada bulan Agustus 2010; atau meningkat sebanyak 4.098 orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011.
Pada bulan Agustus 2010, struktur penduduk yang bekerja di sektor industri kembali naik dari 19,2 persen pada bulan Februari 2011 menjadi 25,0 persen.
Tidak terserapnya sejumlah angkatan kerja dalam lapangan kerja pada beberapa sektor menyebabkan meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 6,90 persen (Agustus 2010) atau 7,04 persen (Februari 2011) menjadi 7,80 persen. Dengan kata lain, TPT Kepri naik 0,90 persen dalam kurun waktu 1 tahun, atau turun sebesar 0,76 persen selama kurun waktu 6 bulan terakhir.
Pada Agustus 2011, penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai masih mendominasi struktur ketenagakerjaan Kepri menurut status pekerjaan utamanya, yaitu dengan jumlah sebanyak 527.770 orang, atau sebesar 67,5 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.
Untuk tingkat kabupaten/kota, tingkat pengangguran tertinggi terjadi di Kota Batam (8,57 persen) dan terendah terdapat di Kabupaten Lingga (3,55 persen). Adapun kabupaten/kota yang TPT-nya meningkat yaitu Kabupaten Bintan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kota Batam.
1. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja, dan Pengangguran
Pada Agustus 2011, keadaan ketenagakerjaan di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan beberapa perubahan. Jumlah angkatan kerja pada bulan Agustus 2011 mencapai 847.997 orang, bertambah sebanyak 21.462 orang dibandingkan keadaan bulan Agustus 2010, atau bertambah sebanyak 11.388 orang jika dibandingkan dengan keadaan bulan Februari 2011. Peningkatan jumlah angkatan kerja tersebut tidak diiringi dengan peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), atau TPAK mengalami penurunan dari 68,85 persen (Agustus 2010) atau 68,14 persen (Februari 2011) menjadi 67,48 persen (Agustus 2011). Penurunan TPAK ini terjadi karena laju pertumbuhan angkatan kerja (penduduk bekerja dan pengangguran) tidak lebih cepat daripada laju pertumbuhan penduduk bukan angkatan kerja, seperti mereka yang sedang bersekolah dan mengurus rumah tangga.
Tabel 1. Angkatan Kerja Menurut Kegiatan Seminggu yang Lalu, Kepulauan Riau: Februari 2010 – Agustus 2011
URAIAN FEB 2010 AGT 2010 FEB 2011 AGT 2011
(1) (2) (3) (4) (5)
Angkatan Kerja Bekerja 653.012 769.486 777.726 781.824
Pengangguran 50.729 57.049 58.883 66.173
Jumlah AK 703.741 826.535 836.609 847.997
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 64,95 68,85 68,14 67,48
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 7,21 6,90 7,04 7,80
Sumber : BPS, Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2010 dan 2011
Meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja dan jumlah penduduk yang menganggur telah mengakibatkan jumlah angkatan kerja meningkat. Pada bulan Agustus 2011, jumlah penduduk yang bekerja mengalami perubahan dari 769.486 orang pada Agustus 2010 menjadi 781.824 orang pada bulan Agustus 2011, atau meningkat sebanyak 12.338 orang (1,60 persen). Demikian pula dengan jumlah pengangguran, mengalami peningkatan dari 57.049 orang (Agustus 2010) atau 58.883 orang (Februari 2011) menjadi 66.173 orang (Agustus 2011). Perubahan jumlah angkatan kerja dan jumlah pengangguran tersebut berakibat pada berubahnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepulauan Riau, yang semula sebesar 6,90 persen pada Agustus 2010, kemudian naik menjadi 7,04 persen pada Februari 2011, dan naik
2. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama
Komposisi penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama memperlihatkan pola yang relatif sama antara periode Agustus 2010 dan Agustus 2010, meskipun sempat ada perubahan pada Februari 2011. Sektor industri masih tetap sebagai lapangan pekerjaan yang banyak menyerap tenaga kerja di Kepulauan Riau, yaitu sebanyak 24,99 persen. Namun, penyerapan tenaga kerja pada sektor industri hanya memiliki selisih tidak sampai 2.000 orang dibandingkan dengan sektor perdagangan, di mana pada Februari 2011 yang lalu, sektor perdagangan ini mampu menyerap tenaga kerja paling banyak di Kepulauan Riau. Sektor lainnya yang dominan dalam penyerapan tenaga kerja antara lain perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi (24,8 persen), jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan (17,8 persen), dan pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan (12,5 persen). Keempat lapangan pekerjaan tersebut selalu mendominasi antara periode Agustus 2010 – Agustus 2011.
Tabel 2. Penduduk Usia Kerja yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, Kepulauan Riau: Februari 2010 – Agustus 2011
LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA FEB 2011 AGT 2010 FEB 2011 AGT 2011
(1) (2) (3) (4) (5)
Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, dan Perikanan 88.439 98.091 128.433 97.757
(13,5) (12,8) (16,5) (12,5)
Industri 208.080 252.753 149.311 195.368
(31,9) (32,9) (19,2) (25,0)
Perdagangan, Rumah Makan, dan Jasa Akomodasi 122.627 153.505 188.628 193.860
(18,8) (20,0) (24,3) (24,8)
Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan 135.023 126.543 148.740 139.273
(20,7) (16,5) (19,1) (17,8)
Lainnya 98.843 138.594 162.614 155.566
(15,1) (18,0) (20,9) (19,9)
Penduduk Usia Kerja yang Bekerja 653.012 769.486 777.726 781.824
(100,0) (100,0) (100,0) (100,0)
3. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama
Beralihnya penduduk dari pengangguran menjadi bekerja atau sebaliknya, dari lapangan pekerjaan yang satu ke lapangan pekerjaan lainnya, atau dari bukan angkatan kerja menjadi angkatan kerja, mengakibatkan berubahnya struktur penduduk yang bekerja menurut status pekerjaannya. Persentase penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai tetap dominan di Kepulauan Riau. Pada periode Agustus 2010, pekerja dengan status buruh/karyawan/pegawai secara absolut meningkat dari 488.533 orang (Februari 2011) menjadi 527.770 orang sehingga pekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai menjadi sangat dominan, dengan persentase sebesar 67,50 persen dari seluruh penduduk usia kerja yang bekerja. Perlu diketahui bahwa dalam konsep ketenagakerjaan makro, pekerja dengan status buruh/karyawan/pegawai menggambarkan tenaga kerja sektor formal, di samping pekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap. Dengan persentase yang dominan pada status tersebut, dapat dikatakan bahwa perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau telah didominasi oleh sektor formal (72,3 persen), meskipun secara spasial lebih terkonsentrasi pada daerah tertentu yang memang berpenduduk banyak.
Tabel 3. Penduduk Usia Kerja yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama, Kepulauan Riau: Februari 2010 – Agustus 2011
STATUS PEKERJAAN UTAMA FEB 2010 AGT 2010 FEB 2011 AGT 2011
(1) (2) (3) (4) (5)
Berusaha Sendiri 147.006 177.147 161.969 139.407
(22,5) (23,0) (20,8) (17,8)
Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap/ Buruh Tidak Dibayar
23.274 49.865 37.616 29.844
(3,6) (6,5) (4,8) (3,8)
Berusaha Dibantu Buruh Tetap 15.623 23.611 28.523 37.742
(2,4) (3,0) (3,7) (4,8)
Buruh/Karyawan/Pegawai 407.592 475.718 488.533 527.770
(62,4) (61,8) (62,8) (67,5)
Pekerja Bebas di Pertanian 8.304 7.237 3.969 6.498
(1,3) (0,9) (0,5) (0,8)
Pekerja Bebas di non Pertanian 13.238 14.591 11.594 15.202
(2,1) (1,9) (1,5) (1,9)
Pekerja Keluarga/Pekerja Tidak Dibayar
37.238 21.317 45.522 25.361
(5,7) (2,8) (5,9) (3,2)
4. TPAK dan TPT Kabupaten/Kota
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menggambarkan seberapa besar penduduk usia kerja yang aktif dalam perekonomian, baik yang terserap maupun yang tidak terserap dalam lapangan kerja. TPAK untuk setiap kabupaten/kota di Kepulauan Riau bervariasi nilainya. Namun demikian, nilai TPAK tersebut bekisar antara 64-69 persen, yang berarti bahwa dalam setiap 100 penduduk usia kerja terdapat 64-69 orang tercatat sebagai angkatan kerja. Pada umumnya, TPAK kabupaten/kota mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya untuk setiap kabupaten/kota, kecuali Kota Batam. Namun, TPAK tertinggi tetap di Kota Batam (68,95 persen) dan terendah di Kabupaten Lingga (64,00 persen), sebagaimana tersaji dalam Gambar 1.
Gambar 1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Menurut Kabupaten/Kota, Kepulauan Riau: 2010-2011 58,26 62,79 62,95 59,22 57,51 75,33 60,67 66,08 67,20 66,52 64,00 65,91 68,95 64,28 0 10 20 30 40 50 60 70 80
Karimun Bintan Natuna Lingga Anambas Batam T.pinang
2010 2011
Sumber : BPS, Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2010 dan 2011
Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), menggambarkan seberapa besar angkatan kerja yang tidak terserap dalam lapangan pekerjaan. TPT Kepulauan Riau sebesar 7,80 persen menunjukkan bahwa dalam setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat pengangguran sebanyak 7-8 orang. Jika dilihat per kabupaten/kota, Kota Batam merupakan daerah yang TPT-nya paling tinggi (8,57 persen), sedangkan Kabupaten Lingga adalah daerah yang TPT-nya terendah (3,55 persen).
Jika diamati perkembangannya, TPT yang meningkat terjadi di Kabupaten Bintan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kota Batam. Adapun kabupaten/kota yang memiliki TPT berada di atas TPT Provinsi hanya Kota Batam. Oleh karena jumlah penduduk Kota Batam yang mendominasi sebagian besar penduduk Kepulauan Riau, perubahan sedikit TPT di Kota Batam akan mengakibatkan secara signifikan atas berubahnya TPT Provinsi.
Gambar 2. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Kabupaten/Kota, Kepulauan Riau: 2010 –2011 8,86 6,81 7,05 7,94 5,75 6,33 8,19 6,88 7,62 6,36 3,55 6,07 8,57 7,76 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Karimun Bintan Natuna Lingga Anambas Batam T.pinang
2010 2011