• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT GOWA MAKASSAR TOURISM DEVELOPMENT Tbk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT GOWA MAKASSAR TOURISM DEVELOPMENT Tbk"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

PT GOWA MAKASSAR TOURISM DEVELOPMENT Tbk

Laporan Keuangan

Untuk Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir pada

30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) serta

Laporan Posisi Keuangan pada tanggal 30 Juni 2012 (Tidak

Diaudit)

(2)

SURAT

PERIIYATMII

DIREKSI

TEI{TANG

TANGGUNG

JAWAB

ATAS

LAPORAII

KEUANGA

TEIIGAH

TATIUNAN

2012

PTGOWA

AKASSAR

TOURISTI

DEVELOPiIEiIT

TbK,

Kami

yang

benanda

langan

d baMh in :

Aktut Domhilirsesuai

lCfP

alau

Alami DomhiUsua XTP

abu

Kanu

idenlilas

hin

Jl.M6Lo

Tantung

Bunga

kav.ls lvakasr

Jl sMP Neged

222

RT.00Z1IW002

Jakad,

Iimur-(smnLE bemda

di Matasai

0411.0113.456

Jl. Msto Taniung

Bunga

tav 3-5 Mata$ar

Jl. Meto Ta

ijung Bunla

k v 3'5 Maka$ar

2

Bedansquns

iamb al,s penyuslnan

dai FiFjiai hpo6i keuangan

perusahaan

;

Lapo6n

keuangan

perushaan

lelah

dissn dan

disjikan

s6uaidengan

pinslp

atunrrnsiyafg

bedalu

unun;

a semua

inlbmasi

dalam

lapoGn

petosahaan

rela

h dimuat

sEra lsnqkap

dan

benai

j

b. Lapom p8nehen fdak m€qaidung inlomd htb materat

Fng tridak

beia dan titak

menohi

ang

kan

inloms ala! iekb mai$ al

d B"na'99un9

i&ab alas

s sen penge'dolk-

_€- dd'|m peasc @n

o€mitiai pemyrLan

ni diblal dengai

*benamya.

H, Andi Athar c'td W-iaya

P T G o r y ! M ! k a s s a r

T o u r i s m D e r e l o D m e n t

T b k .

(3)

Halaman Laporan Keuangan

Laporan Posisi Keuangan 1 – 2

Laporan Laba Rugi Komprehensif 3

Laporan Perubahan Ekuitas 4

Laporan Arus Kas 5

(4)

Laporan Posisi Keuangan

Per 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan ini

A S E T

Catatan 30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rp Rp

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 3c,3q,5,24 206.738.660.870 87.936.662.595

Piutang

Usaha – setelah dikurangi penyisihan piutang

ragu-ragu sebesar Rp. 648.110.202 pada 30 Juni 2012

dan 31 Desember 2011 3d,3q,6,24 18.239.255.226 19.478.358.030

Lain-lain 3.218.169.541 3.923.815.528

Persediaan 3f,3i,7 211.607.530.430 171.406.403.686

Beban dibayar dimuka 3g 14.742.524.538 7.224.360.947

Jumlah Aset Lancar 454.546.140.605 289.969.600.786

ASET TIDAK LANCAR

Tanah untuk pengembangan 3f,3i,8 180.533.559.144 169.496.202.116

Aset pajak tangguhan – bersih 3n 214.264.192 214.264.192

Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi

penyusutan sebesar Rp. 7.446.317.808 pada 30 Juni

2012 dan Rp. 7.177.893.969 pada 31 Desember 2011 3h,3j,3m,9 2.501.000.887 2.716.929.726

Aset tak berwujud - setelah dikurangi

akumulasi amortisasi sebesar Rp. 105.723.875 pada 30 Juni 2012 dan Rp. 99.017.357 pada

31 Desember 2011 3k 1.341.293 8.047.811

Aset tidak lancar lainnya 10,24 56.352.914.615 24.788.800.865

Jumlah Aset Tidak Lancar 239.603.080.131 197.224.244.710

(5)

Laporan Posisi Keuangan (Lanjutan)

Per 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian LIABILITAS DAN EKUITAS

Catatan 30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rp Rp

LIABILITAS

Liabilitas Jangka Pendek Hutang

Usaha 12a,24 2.426.619.039 462.660.261

Lain-lain 12b,24 6.891.182.383 4.348.952.536

Hutang pajak 3n,13 6.277.438.504 6.992.284.868

Beban masih harus dibayar 3l,14 92.439.619.296 103.541.983.881

Uang muka pelanggan 3l,15,24 229.172.687.466 147.097.697.538

Pendapatan diterima dimuka 3.359.372.230 3.048.762.415

Hutang Dividen 3.858.444.000 −

Jumlah liabilitas jangka pendek 344.425.362.918 265.492.341.499

Liabilitas Jangka Panjang

Uang muka pelanggan 3l,15,24 144.654.499.399 44.022.654.497

Liabilitas imbalan pascakerja 3o,16 4.037.650.101 4.238.015.632

Jumlah liabilitas jangka panjang 148.692.149.500 48.260.670.129

Jumlah Liabilitas 493.117.512.418 313.753.011.628

EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada

Pemilik entitas induk

Modal saham – nilai nominal Rp. 500 per saham

Modal dasar – 240.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh -

101.538.000 saham 1b,17 50.769.000.000 50.769.000.000

Saldo laba 150.262.708.318 122.671.833.868

Jumlah Ekuitas 201.031.708.318 173.440.833.868

(6)

Laporan Laba Rugi Komprehensif

Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan ini

Catatan 30 Juni 2012 30 Juni 2011

Rp Rp

Penjualan dan Pendapatan 3l,18 108.775.390.905 73.820.852.706

Beban pokok penjualan 3l,19 (49.576.754.933) (41.774.715.753)

Laba kotor 59.198.635.972 32.046.136.953

Beban penjualan 3l,20 (17.003.908.713) (9.396.596.728)

Beban umum dan administrasi 3l,20 (9.059.707.262) (8.475.871.143)

Penerimaan kembali piutang ragu-ragu 3d,6 − 20.072.501 Pendapatan bunga - bersih 2.991.414.118 1.257.260.893 Lain-lain – bersih 994.757.447 1.479.283.312

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 37.121.191.562 16.930.285.788

Beban pajak 3n (5.671.873.112) (3.300.728.381)

LABA PERIODE BERJALAN 31.449.318.450 13.629.557.407

(7)

Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Modal Saham Saldo Laba Ekuitas

Rp Rp Rp

Saldo per 31 Desember 2010 50.769.000.000 77.445.592.495 128.214.592.495 Laba periode berjalan 13.629.557.407 13.629.557.407

Dividen (3.858.444.000) (3.858.444.000)

Saldo per 30 Juni 2011 50.769.000.000 87.216.705.902 137.985.705.902

Saldo per 31 Desember 2011 50.769.000.000 122.671.833.868 173.440.833.868 Laba periode berjalan 31.449.318.450 31.449.318.450

Dividen (3.858.444.000) (3.858.444.000)

(8)

Laporan Arus Kas

Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini

30 Juni 2012 30 Juni 2011

Rp Rp

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan dari pelanggan 318.068.969.212 138.130.955.331 Pembayaran kas untuk :

Gaji dan tunjangan karyawan (5.284.398.156 ) (4.616.844.864) Beban usaha (tidak termasuk gaji dan tunjangan karyawan) (14.455.241.731 ) (10.839.033.800) Perolehan tanah, kontraktor, pemasok dan lain-lain (122.586.033.626 ) (64.574.293.695) Kas yang dihasilkan dari operasi 175.743.295.699 58.100.782.972 Pendapatan bunga 2.991.414.118 1.257.260.893

Beban bunga − (741.576.388)

Beban pajak (35.334.420.692) (14.869.302.372) Pendapatan lainnya – bersih 7.018.317.900 5.012.172.191

Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 150.418.607.025 48.759.337.296

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Perolehan aset tetap (52.495.000) (103.759.000) Penempatan dana yang dibatasi penggunaannya (31.564.113.750) −

Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (31.616.608.750) (103.759.000)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Pembayaran pinjaman − (11.450.000.000)

Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan − (11.450.000.000)

KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 118.801.998.275 37.205.578.296

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 87.936.662.595 40.540.288.769

(9)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyataan dalam Rupiah, kecuali dinyataan lain)

1. GAMBARAN UMUM a. Pendirian Perusahaan

PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (Perusahaan) didirikan pada tanggal 14 Mei 1991 berdasarkan akta notaris Haji Abdullah Ashal, S.H. No. 34 yang kemudian diubah dengan akta notaris Dorcas Latanna, S.H. No. 5 tanggal 7 Agustus 1998. Akta pendirian dan perubahannya tersebut disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam suratnya No. C-2288 HT.01.01.Th 99 tanggal 3 Februari 1999 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 44 tanggal 1 Juni 1999, Tambahan No. 3221. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris Maria Josefina Grace Kawi Tandiari, S.H. No. 43 tanggal 22 Juni 2001, mengenai perubahan penunjukan komisaris dan direksi Perusahaan dari setiap lima tahun menjadi setiap tahun. Akta pendirian dan perubahannya tersebut telah diterima oleh Menteri Kehakiman dalam suratnya No.C-14317.HT.01.04.Th.2001 tanggal 27 November 2001.

Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak dalam bidang investasi dan pengembangan real estat dan properti.

Perusahaan berkedudukan di Makassar, Sulawesi Selatan dengan kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Metro Tanjung Bunga Kav. 3-5.

Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tanggal 21 Juni 1997.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal 16 Juni 2000, yang dinyatakan dalam akta notaris Maria Josefina Grace Kawi Tandiari, S.H. No. 14 tanggal 16 Juni 2000, para pemegang saham menyetujui dan / atau mengesahkan, antara lain pencatatan saham pendiri sebanyak 66.000.000 saham dan penawaran saham maksimum sebanyak 35.538.000 saham baru Perusahaan kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta). Perubahan ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan dalam surat keputusannya No. C-18090 HT.01.04-TH. 2000 tanggal 16 Agustus 2000. Penerbitan saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia disetujui oleh PT Bursa Efek Indonesia dalam suratnya No. S-3523/BEJ.EEM/12-2000 tanggal 7 Desember 2000.

(10)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. GAMBARAN UMUM (Lanjutan) c. Komisaris, Direksi dan Karyawan

Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 05 April 2012 dan 25 Februari 2011 adalah sebagai berikut :

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Presiden Komisaris : H. Achmad Amiruddin H. Achmad Amiruddin

Komisaris Independen : Poerwanto Pratiknjo Poerwanto Pratiknjo

Komisaris Independen : H. Masagoes Ismail Ning Erman Munzir

Komisaris Independen : Musyafir Kelana Arifin Numang H. Masagoes Ismail Ning

Komisaris Independen : H.A.Muh. Anis Zakaria Kama Adhyaksa Dault

Komisaris : H. Muh. Yusuf Sommeng H.A.Muh. Anis Zakaria Kama

Komisaris : Tanri Abeng Imam Mujahidin Fahmid

Komisaris : Theo L. Sambuaga H. Muh. Yusuf Sommeng

Komisaris : Ivan Setiawan Budiono Tanri Abeng

Komisaris : Ketut Budi Wijaya Ketut Budi Wijaya

Presiden Direktur : H. Andi Anzhar Cakra Wijaya H. Andi Anzhar Cakra Wijaya

Direktur : Soeparmadi Soeparmadi

Direktur : Wahyu Tri Laksono Wahyu Tri Laksono

Direktur : Siek Citra Yohandra Siek Citra Yohandra

Direktur : Ninik Prajitno Arthur Felix Kalesaran

Direktur : David Iman Santosa

Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebagai berikut :

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Ketua : H. Masagoes Ismail Ning Erman Munzir

Anggota : R.B. Hadibuwono Isnandar Rachmat Ali

Anggota : Tanjung Kartawitjaya R. Hikmat Kartadjoemena

Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 dijabat oleh Wahyu Tri Laksono.

Jumlah renumerasi yang dibayarkan kepada dewan komisaris dan direktur perusahaan masing-masing sebesar Rp. 1.024.691.357 untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 dan Rp. 2.167.417.635 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011.

Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 Perusahaan mempekerjakan 48 dan 51 karyawan tetap (tidak diaudit).

(11)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU

a. Standar Akuntansi Keuangan Berlaku Efektif untuk Tahun Buku Laporan Keuangan yang Dimulai Pada atau Setelah 1 Januari 2012.

Berikut ini adalah PSAK, ISAK dan PPSAK yang telah diterbitkan oleh DSAK-IAI untuk diterapkan pada tahun buku laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012, yaitu :

• PSAK No. 10 (Revisi 2010) : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing • PSAK No. 13 (Revisi 2011) : Properti Investasi

• PSAK No. 16 (Revisi 2011) : Aset Tetap

• PSAK No. 18 (Revisi 2010) : Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya • PSAK No. 24 (Revisi 2010) : Imbalan Kerja

• PSAK No. 26 (Revisi 2011) : Biaya Pinjaman

• PSAK No. 28 (Revisi 2010) : Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian • PSAK No. 30 (Revisi 2011) : Sewa

• PSAK No. 33 (Revisi 2010) : Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah Dan Pengelolaan Lingkungan

Hidup Pada Pertambangan Umum

• PSAK No. 34 (Revisi 2010) : Kontrak Konstruksi

• PSAK No. 36 (Revisi 2010) : Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa • PSAK No. 45 (Revisi 2010) : Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba • PSAK No. 46 (Revisi 2010) : Pajak Penghasilan

• PSAK No. 50 (Revisi 2010) : Instrumen Keuangan : Penyajian • PSAK No. 53 (Revisi 2010) : Pembayaran Berbasis Saham

• PSAK No. 55 (Revisi 2011) : Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuhan • PSAK No. 56 (Revisi 2010) : Laba per Saham

• PSAK No. 60 : Instrumen Keuangan : Pengungkapan

• PSAK No. 61 : Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan

Pemerintah

• PSAK No. 62 : Kontrak Asuransi

• PSAK No. 63 : Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi

• PSAK No. 64 : Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi Pada Pertambangan Sumber

Daya Mineral

• ISAK No. 13 : Lindung Nilai Investasi Neto Dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri • ISAK No. 15 : PSAK No.24-Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan

Minimum dan Interaksinya

• ISAK No. 16 : Perjanjian Konsesi Jasa

• ISAK No. 18 : Bantuan Pemerintah – Tidak Berelasi Spesifik Dengan Aktivitas

Operasi

• ISAK No. 19 : Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63 : Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi

• ISAK No. 20 : Pajak Penghasilan – Perubahan Status Pajak Entitas atau Pemegang Saham Entitas

• ISAK No. 22 : Perjanjian Konsesi Jasa : Pengungkapan • ISAK No. 23 : Sewa Operasi – Insentif

• ISAK No. 24 : Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu

Bentuk Legal Sewa.

• ISAK No. 25 : Hak Atas Tanah

(12)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU (Lanjutan)

a. Standar Akuntansi Keuangan Berlaku Efektif untuk Tahun Buku Laporan Keuangan yang Dimulai Pada atau Setelah 1 Januari 2012 (Lanjutan)

• PPSAK No. 7 : Pencabutan PSAK No. 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat Paragraf 47 – 48 dan 56 – 61

• PPSAK No. 8 : Pencabutan PSAK No. 27 : Akuntansi Perkoperasian

• PPSAK No. 9 : Pencabutan ISAK 5: Interpretasi atas Paragraf 14 PSAK 50 (1998)

tentang Pelaporan Perubahan Nilai Wajar Investasi Efek dalam Kelompok Tersedia Untuk Dijual

• PPSAK No. 11 : Pencabutan PSAK 39: Akuntansi Kerja Sama Operasi

Berikut adalah standar akuntasi keuangan di atas yang berdampak material terhadap laporan keuangan ini :

• PPSAK No. 7, “Pencabutan PSAK No. 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat Paragraf 47–48 dan 56–61”

Pencabutan standar ini mengubah penyajian Laporan Posisi Keuangan Perusahaan dengan mengelompokkan aset menjadi aset lancar dan aset tidak lancar, serta liabilitas menjadi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang sesuai dengan PSAK No.1 (Revisi 2009) mengenai Penyajian Laporan Keuangan.

b. Standar Akuntansi Keuangan Berlaku Efektif untuk Tahun Buku Laporan Keuangan yang Dimulai Pada atau Setelah 1 Januari 2013

• ISAK No. 21 : Perjanjian Konstruksi Real Estat

• PPSAK No. 7 : Pencabutan PSAK No. 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat paragraf 1–47, 49–55 dan 62–65.

Manajemen tidak melakukan penerapan dini PSAK, ISAK dan PPSAK tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan.

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).

Laporan keuangan disusun berdasarkan metode akrual menggunakan konsep beban perolehan (historical

cost), kecuali untuk persediaan dan tanah dalam pengembangan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih

rendah antara beban perolehan dan nilai realisasi bersih.

Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas disajikan dengan menggunakan metode langsung.

(13)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) c. Setara Kas

Setara Kas meliputi deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

d. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas kolektibilitas piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode.

e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”. Pihak Berelasi didefinisikan sebagai berikut :

Dalam transaksi bisnis normal, Perusahaan dan entitas anak melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan (sebagai entitas pelapor), yang meliputi :

a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut : (i) Memiliki pengendalian pengendalian bersama atas entitas pelapor;

(ii) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau

(iii) Personil manajemen kunci entitas pelapor atas entitas induk entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi hal sebagai berikut :

(i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);

(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);

(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;

(iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;

(v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;

(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a);

(vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruh a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

(14)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) f. Persediaan dan Tanah untuk Pengembangan

Persediaan terdiri dari lahan siap bangun, rumah hunian dan tanah yang siap untuk dijual atau dalam penyelesaian dan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara beban perolehan dan nilai realisasi bersih. Beban perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata (average method). Beban yang dikeluarkan sehubungan dengan pengerjaan, pengembangan, dan pematangan tanah, termasuk beban pendanaan atas pinjaman bank dan fasilitas kredit lainnya yang diperoleh untuk mendanai pembangunan proyek real estat, serta perolehan dan pengembangan tanah sampai dengan tahap penyelesaian dikapitalisasi sebagai bagian dari persediaan.

Tanah yang dimiliki Perusahaan untuk pengembangan di masa yang akan datang disajikan sebagai “Tanah untuk Pengembangan”. Nilai tercatat tanah tersebut akan direklasifikasi menjadi persediaan atau akun aset lainnya mana yang lebih tepat, pada saat dimulainya pengembangan.

g. Beban Dibayar di Muka

Beban dibayar di muka diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).

h. Aset Tetap

Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar beban perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

1. Penurunan nilai, jika ada, sesuai dengan PSAK No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap” beban perolehan termasuk beban penggantian bagian aset tetap saat beban tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan, sebaliknya, pada saat inspeksi utama dilakukan, beban itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap.

2. Komponen aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut :

Tahun

Bangunan 10-20 Peralatan, perlengkapan dan perabot kantor 3-5

Kendaraan 5 Tanah dinyatakan sebesar beban perolehan dan tidak diamortisasi.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar beban perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi beban perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.

(15)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) i. Kapitalisasi atas Biaya Pinjaman

Sesuai dengan PSAK No. 26 (Revisi 2008), “Biaya Pinjaman” yang mengharuskan bahwa biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian dari beban perolehan aset tersebut. Opsi untuk membebankan biaya pinjaman atas aset kualifikasian secara langsung telah dihilangkan. Adopsi PSAK No. 26 (Revisi 2008) tidak memiliki dampak signifikan pada laporan keuangan karena kebijakan akuntansi perusahaan adalah untuk mengkapitalisasi seluruh biaya pinjaman ke aset kualifikasian yang bersangkutan.

j. Sewa

Suatu sewa dikelompokkan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara subtansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa dikelompokkan sebagai sewa operasi jika sewa tersebut tidak mengalihkan secara subtansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

Pada awal masa sewa, lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan liabilitas dalam neraca sebagai nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Penilaian ditentukan pada awal kontrak. Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan nilai kini dari pembayaran sewa minimum adalah tingkat suku bunga implisit dalam sewa, jika dapat ditentukan dengan praktis, jika tidak, digunakan tingkat suku bunga pinjaman inkremental lessee. Beban langsung awal yang dikeluarkan lessee ditambahkan kedalam jumlah yang diakui sebagai aset. Kebijakan penyusutan aset sewaan adalah konsisten dengan aset tetap yang dimiliki sendiri.

k. Aset Tak Berwujud

Sesuai dengan PSAK No. 19 (Revisi 2010), “Aset Tak Berwujud”, beban perolehan perangkat lunak akuntansi (accounting software) yang diperoleh Perusahaan ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama lima (5) tahun. l. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Sesuai dengan PSAK No. 44, “Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat”, pendapatan dari penjualan lahan siap bangun, dan rumah hunian dan tanah diakui dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method), apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi :

1. Rumah hunian dan tanah

a. Pengikatan jual beli telah berlaku dan telah ditandatangani;

b. Harga jual akan tertagih, yang terlihat dari jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati;

c. Tagihan penjual terhadap pembeli di masa yang akan datang bebas dari subordinasi;

d. Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat pemilikan yang umum terdapat pada suatu transaksi penjualan kepada pembeli dan penjual tidak lagi terlibat secara signifikan atas properti tersebut. Dalam hal ini, pembangunan properti telah selesai dan siap untuk digunakan.

(16)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) l. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)

2. Lahan siap bangun (bila bangunan akan didirikan oleh pembeli) a. Masa pengembalian uang muka telah lewat;

b. Pembeli telah membayar uang muka sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati;

c. Harga jual akan tertagih, yang terlihat dari jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati;

d. Tagihan penjual terhadap pembeli di masa yang akan datang bebas dari subordinasi;

e. Penjual tidak mempunyai liabilitas yang signifikan lagi untuk menyelesaikan pematangan lahan yang dijual, pembangunan fasilitas yang dijanjikan ataupun yang menjadi liabilitas dan beban penjual sesuai dengan perjanjian antara penjual dan pembeli.

Seluruh pembayaran yang diterima dari pelanggan disajikan sebagai “Uang Muka Pelanggan” sampai transaksi-transaksi tersebut memenuhi kriteria pengakuan pendapatan.

Beban pokok penjualan lahan siap bangun ditentukan berdasarkan beban perolehan tanah ditambah taksiran pengeluaran-pengeluaran lainnya untuk pengembangan dan pematangannya. Beban pokok penjualan rumah hunian mencakup beban aktual pengerjaan yang terjadi dan taksiran beban untuk menyelesaikan pekerjaan. Taksiran beban untuk menyelesaikan pekerjaan disajikan dalam “Beban Masih harus Dibayar”. Selisih antara jumlah taksiran beban dengan beban aktual pengerjaan atau pengemba-ngan dibebankan pada “Beban Pokok Penjualan” periode berjalan.

Beban usaha diakui pada saat terjadinya (accrual basis). m. Penurunan Nilai Aset

Sesuai dengan PSAK No. 48 (Revisi 2009), “Penurunan Nilai Aset”, nilai aset ditelaah untuk penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset apabila adanya suatu kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tidak dapat seluruhnya terealisasi. Penurunan nilai aset diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi.

n. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan Pajak penghasilan final

Pajak penghasilan final diakui secara proporsional dengan pendapatan komersil yang diakui selama periode berjalan.

Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak penghasilan final pada perhitungan laba rugi diakui sebagai pajak dibayar di muka atau hutang pajak.

Atas pendapatan yang terkena pajak final, seperti pendapatan sewa ruangan tidak terdapat beda waktu antara pelaporan komersial dan fiskal. Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final untuk laporan komersil berbeda dengan nilai pelaporan fiskal, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.

(17)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) n. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)

Pajak penghasilan tidak final

Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode liabilitas (liability method). Pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang berlaku saat ini.

Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan dan banding, pada saat keputusan atas keberatan dan banding tersebut telah ditetapkan.

Pajak penghasilan kini dihitung dari laba kena pajak, yaitu laba yang telah disesuaikan dengan peraturan pajak yang berlaku.

o. Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Kerja

Sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja”, Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah tak terdiskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi.

Imbalan pasca kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit.

Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika, dan hanya jika, perusahaan berkomitmen untuk : (a) memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau

(b) menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela p. Laba Bersih per Saham

Sesuai dengan PSAK No. 56, “Laba per Saham”, laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode pelaporan, yang perhitungannya berdasarkan atas 101.538.000 saham untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 dan 2011.

(18)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) q. Aset dan Liabilitas Keuangan

Aset Keuangan

Aset keuangan dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo serta (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.

(i) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai aset diperdagangkan kecuali telah ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

(ii) Pinjaman yang diberikan dan piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah beban transaksi dan selanjutnya diukur pada beban perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(iii) Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo

Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, dimana manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, selain :

a. Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;

b. Investasi yang ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan c. Investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah beban transaksi dan selanjutnya diukur pada beban perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(19)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) q. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)

(iv) Aset keuangan tersedia untuk dijual

Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan untuk dimiliki selama periode tertentu, dimana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan atau piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah beban transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana laba atau rugi diakui pada laporan perubahan ekuitas kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi dari selisih kurs hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi laba rugi yang sebelumnya diakui pada bagian ekuitas akan diakui pada laporan laba rugi. Sedangkan pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi.

Liabilitas Keuangan

Liabilitas keuangan dikelompokkan ke dalam kategori, yaitu (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan beban perolehan diamortisasi.

(i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

(ii) Liabilitas keuangan yang diukur dengan beban perolehan diamortisasi

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan diukur dengan beban perolehan diamortisasi.

Estimasi Nilai Wajar

Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada tanggal neraca.

Investasi pada efek ekuitas yang nilai wajarnya tidak tesedia dicatat sebagai harga perolehan.

Nilai wajar untuk instrumen keuangan lain yang tidak diperdagangkan di pasar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian tertentu. Perusahaan menggunakan metode discounted cashflow dengan menggunakan asumsi-asumsi berdasarkan kondisi pasar yang ada pada saat tanggal neraca untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan lainnya.

(20)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) r. Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode laporan.

Karena terdapat ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, nilai aset, liabilitas, pendapatan dan beban aktual yang akan dilaporkan di masa mendatang kemungkinan berbeda dari estimasi tersebut. s. Informasi Segmen

Efektif 1 Januari 2011, perusahaan menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009) “Segemen Operasi”. PSAK No. 5 (Revisi 2009) mengatur pengungkapan yang akan memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Penerapan PSAK No. 5 (Revisi 2009) tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan.

Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional. Pengambil keputusan operasional bertanggungjawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen operasi, dan membuat keputusan strategis.

4. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

Perusahaan, dalam kegiatan normal, melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi terutama terdiri dari uang muka dan penggantian beban yang dilakukan atas dasar yang sama dengan pihak ketiga (arm’s length

basis). Dalam periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 dan tanggal 31 Desember 2011, tidak

(21)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. KAS DAN SETARA KAS

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2012 31 Desember 2011 Rp Rp Kas 19.500.000 19.500.000 Bank

Mata Uang Rupiah :

PT Bank Panin Tbk 12.644.728.366 14.872.730.014

PT Bank Permata Tbk 6.148.324.809 106.016.837

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.969.671.196 11.305.200.689

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.187.858.151 5.285.501.802

PT Bank Central Asia Tbk 775.197.960 1.115.157.913

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 406.157.749 2.328.435.926

PT Bank CIMB Niaga Tbk 44.622.387 5.258.228

PT Bank Internasional Indonesia Tbk 38.514.867 291.834.109

PT Bank Danamon Indonesia Tbk 28.988.574 4.570.880.785

Sub Jumlah 28.244.064.059 39.881.016.303

Deposito Mata Uang Rupiah :

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 58.187.849.499 16.784.260.572

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 47.500.000.000 −

PT Bank Permata Tbk 29.284.426.000 14.284.426.000

PT Bank Central Asia Tbk 10.936.580.000 936.580.000

PT Bank CIMB Niaga Tbk 14.105.060.000 12.987.060.000

PT Bank Internasional Indonesia Tbk 9.062.019.985 2.660.319.720

PT Bank Danamon Indonesia Tbk 9.015.661.327 −

PT Bank Panin Tbk 383.500.000 383.500.000

Sub Jumlah 178.475.096.811 48.036.146.292

Jumlah 206.738.660.870 87.936.662.595

Tingkat suku bunga dan jangka waktu yang berlaku untuk deposito berjangka adalah sebagai berikut : Rupiah

Tingkat Bunga : 4,5% - 6%

(22)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6. PIUTANG USAHA

Akun ini merupakan piutang dari penjualan kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut :

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rp Rp

Lahan siap bangun 15.131.026.899 14.272.430.964

Rumah hunian dan tanah 3.756.338.529 5.854.037.268

Jumlah 18.887.365.428 20.126.468.232

Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu (648.110.202 ) (648.110.202)

Bersih 18.239.255.226 19.478.358.030

Analisa umur piutang usaha dihitung berdasarkan tanggal faktur adalah sebagai berikut :

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Jumlah Persentase (%) Jumlah Persentase (%)

Belum jatuh tempo 13.199.637.930 69,89 14.991.682.569 74,49 > 1 bulan – 3 bulan 2.888.867.956 15,29 1.460.674.997 7,26 > 3 bulan – 6 bulan 515.206.123 2,73 779.654.753 3,87 > 6 bulan – 1 tahun 1.635.543.217 8,66 2.246.345.711 11,16 > 1 tahun 648.110.202 3,43 648.110.202 3,22 Jumlah 18.887.365.428 100,00 20.126.468.232 100,00

Berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp. 648.110.202 pada 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 cukup untuk menutup kemungkinan kerugian tidak tertagihnya piutang usaha.

Perubahan penyisihan piutang ragu-ragu pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut : 30 Juni 2012 31 Desember 2011 Rp Rp Saldo awal 648.110.202 668.182.703 Penambahan − − Pemulihan − (20.072.501) Saldo akhir 648.110.202 648.110.202

(23)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. PERSEDIAAN

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rp Rp Persediaan terdiri dari :

Rumah hunian dan tanah 139.538.890.229 90.340.949.956

Lahan siap bangun 72.068.640.201 81.065.453.730

Jumlah 211.607.530.430 171.406.403.686

Rincian persediaan berdasarkan lokasi proyek di Makassar adalah sebagai berikut :

30 Juni 2012 31 Desember 2011 Ha Ha

Kelurahan Tanjung Merdeka 30,02 31,20

Kelurahan Barombong 32,38 32,38

Kelurahan Maccini Sombala 23,44 23,44

Desa Tamanyeleng 13,67 13,87

Kecamatan Mariso 13,59 13,59

113,10 114,48

Beban bunga dan beban pendanaan lainnya yang dikapitalisasi sebagai bagian dari persediaan sebesar Rp. nil untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 dan Rp. 325.165.299 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011.

Sertipikat kepemilikan untuk semua persediaan adalah atas nama Perusahaan.

8. TANAH UNTUK PENGEMBANGAN

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Ha Ha

Kelurahan Tanjung Merdeka 58,1 58,1

Kelurahan Barombong 72,0 72,0

Kelurahan Maccini Sombala 33,3 33,3

Desa Tamanyeleng 21,5 21,5

Kecamatan Mariso 14,4 14,4

Desa Benteng Somba Opu 10,3 10,3

209,6 209,6

Beban bunga dan beban pendanaan lainnya dikapitalisasi pada tanah untuk pengembangan sebesar Rp. nil untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 dan Rp. 291.877.317 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011.

(24)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. ASET TETAP

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut :

30 Juni 2012 Saldo awal 1 Jan 2012 Rp Penambahan Rp Pengurangan Rp Saldo akhir 30 Jun 2012 Rp Biaya perolehan Pemilikan langsung : Tanah 948.663.064 ─ ─ 948.663.064 Bangunan 4.612.608.001 ─ ─ 4.612.608.001 Peralatan dan perabot kantor 3.413.651.983 25.145.000 ─ 3.438.796.983 Kendaraan 919.900.647 27.350.000 ─ 947.250.647

Jumlah biaya perolehan 9.894.823.695 52.495.000 ─ 9.947.318.695

Akumulasi penyusutan

Pemilikan langsung

Bangunan 3.327.923.191 128.274.272 ─ 3.456.197.463 Peralatan dan perabot kantor 2.947.926.365 129.802.901 ─ 3.077.729.266 Kendaraan 902.044.413 10.346.666 ─ 912.391.079

Jumlah akumulasi penyusutan 7.177.893.969 268.423.839 ─ 7.446.317.808

Nilai buku 2.716.929.726 ─ 2.501.000.887 31 Desember 2011 Saldo awal 1 Jan 2011 Rp Penambahan Rp Pengurangan Rp Saldo akhir 31 Des 2011 Rp Biaya perolehan Pemilikan langsung : Tanah 948.663.064 ─ ─ 948.663.064 Bangunan 4.612.608.001 ─ ─ 4.612.608.001 Peralatan dan perabot kantor 3.255.134.783 158.517.200 ─ 3.413.651.983 Kendaraan 728.070.647 191.830.000 ─ 919.900.647 Jumlah 9.544.476.495 350.347.200 ─ 9.894.823.695 Aset sewa pembiayaan 191.830.000 ─ 191.830.000 ─

Jumlah biaya perolehan 9.736.306.495 350.347.200 191.830.000 9.894.823.695

Akumulasi penyusutan

Pemilikan langsung

Bangunan 3.054.233.935 273.689.256 ─ 3.327.923.191 Peralatan dan perabot kantor 2.738.845.923 209.080.442 ─ 2.947.926.365 Kendaraan 699.346.913 202.697.500 ─ 902.044.413 Jumlah 6.492.426.771 685.467.198 ─ 7.177.893.969 Aset sewa pembiayaan 191.830.000 ─ 191.830.000 ─

Jumlah akumulasi penyusutan 6.684.256.771 685.467.198 191.830.000 7.177.893.969

(25)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9. ASET TETAP (Lanjutan)

Beban penyusutan masing-masing sebesar Rp. 268.423.839 dan Rp. 493.637.198 dibebankan pada beban umum dan administrasi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011.

Aset tetap diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis

dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 3,7 miliar pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31

Desember 2012. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko tersebut.

Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat semua aset Perusahaan dapat terealisasi seluruhnya, oleh karena itu tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai aset.

10. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Akun ini terdiri:

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rp Rp

Deposito berjangka yang dibatasi penggunaanya dan berjangka waktu lebih dari 1 (satu) tahun :

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 36.202.582.942 19.084.377.142 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 7.518.670.000 −

PT Bank Permata Tbk 4.105.775.850 466.754.500 PT Bank Central Asia Tbk 1.017.848.423 725.511.623 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 778.300.000 641.200.000 PT Bank Internasional Indonesia Tbk 381.835.000 255.335.000 PT Bank CIMB Niaga Tbk 287.400.000 287.400.000

50.292.412.215 21.460.578.265

Rekening bank yang dibatasi penggunaannya dan berjangka waktu lebih dari 1 (satu) tahun :

PT Bank Panin Tbk 4.060.350.000 −

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.000.152.400 3.328.222.600

6.060.502.400 3.328.222.600

(26)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. PINJAMAN

Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 3 dan No. 4 tanggal 24 Mei 2011, Perusahaan mendapatkan fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan plafond sebesar Rp. 50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah) berupa:

- KMK Non Revolving – Rp. 10.000.000.000,- dengan jangka waktu 24 bulan dan dikenakan suku bunga 11% pa.

- KMK Revolving – Rp. 40.000.000.000,- dengan jangka waktu 12 bulan dan dikenakan suku bunga 11% pa.

Fasilitas Pinjaman KMK Revolving jatuh tempo pada tanggal 23 Mei 2012, dan tidak diperpanjang. Fasilitas Pinjaman ini dijamin dengan jaminan sebagai berikut:

- 13 (tiga belas) bidang tanah seluas 183.480 m2 masing-masing dengan Hak Guna Bangunan (HGB)

No. 20001, No. 20002, No. 20003, No. 20004, No. 20005, No. 20006, No. 20007, No. 20008, No. 20009, No. 20010, No. 20011, No. 20012 dan No. 20013 yang terletak di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan atas nama Perusahaan.

- Sebidang tanah seluas 31.713,3 m2 sesuai Hak Guna Bangunan (HGB) No. 22878 yang terletak di

Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan atas nama Perusahaan.

Per 30 Juni 2012 Perusahaan tidak memiliki pinjaman pada PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.

12. HUTANG

a. Hutang Usaha

Akun ini terdiri dari saldo hutang kepada berbagai kontraktor. b. Hutang Lain-lain

Akun ini terdiri dari saldo hutang kepada / untuk :

30 Juni 2012 31 Desember 2011 Rp Rp Sertifikasi 5.709.116.101 3.225.867.588 Penyewa 102.187.640 268.764.861 Lain-lain 1.079.878.642 854.320.087 Jumlah 6.891.182.383 4.348.952.536

(27)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. HUTANG PAJAK

Hutang pajak terdiri dari :

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rp Rp Taksiran hutang pajak penghasilan

Pasal 25/29 473.897.707 678.030.644

Final 364.351.049 1.297.415.633

Pajak penghasilan

Pajak 21 79.851.785 43.372.057

Pajak 23 645.515.132 273.904.448

Pajak pertambahan nilai – bersih 4.651.965.721 4.671.744.976

Pajak pembangunan 1 (PB1) 61.857.110 27.817.110

Jumlah 6.277.438.504 6.992.284.868

14. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR

Akun ini terdiri dari beban masih harus dibayar untuk :

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rp Rp

Taksiran beban untuk menyelesaikan pekerjaan 82.195.493.751 100.725.670.782

Honorarium manajemen dan pemasaran 10.239.185.603 2.661.956.656

Lain-lain 4.939.942 154.356.443

Jumlah 92.439.619.296 103.541.983.881

15. UANG MUKA PELANGGAN

Akun ini merupakan uang muka yang diterima dari pelanggan sehubungan dengan penjualan :

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rp Rp

Rumah hunian dan tanah 370.625.008.066 188.024.759.600

Lahan siap bangun 3.202.178.799 3.095.592.435

Jumlah 373.827.186.865 191.120.352.035

Dikurangi bagian jangka pendek (229.172.687.466 ) (147.097.697.538)

(28)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

Perusahaan menunjuk aktuaris independen untuk menentukan liabilitas imbalan pascakerja sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Liabilitas imbalan pascakerja Perusahaan pada 31 Desember 2011 dihitung oleh PT Jasa Aktuaria Japa yang laporannya bertanggal 15 Pebruari 2012. Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi atas imbalan pascakerja tersebut telah memadai untuk menutup kewajiban yang dimaksud.

Pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 jumlah karyawan yang berhak 48 karyawan.

17. MODAL SAHAM

30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011

Persentase Ditempatkan dan

Pemilikan disetor penuh

Pemegang Saham Jumlah Saham (%) Rp

PT Makassar Permata Sulawesi 33.000.000 32,50 16.500.000.000

Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan 13.200.000 13,00 6.600.000.000

Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya

Makassar 6.600.000 6,50 3.300.000.000

Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Gowa 6.600.000 6,50 3.300.000.000

Yayasan Partisipasi Pembangunan Sulawesi Selatan 6.600.000 6,50 3.300.000.000

Lain-lain (masing-masing dibawah 5%) 35.538.000 35,00 17.769.000.000

101.538.000 100,00 50.769.000.000

Pada tanggal 30 Juni 2012, seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (lihat juga Catatan 1b).

18. PENJUALAN DAN PENDAPATAN BERSIH

Akun ini merupakan penjualan dan pendapatan bersih dari :

30 Juni 2012 30 Juni 2011

Rp Rp

Rumah hunian dan tanah 71.570.475.295 62.305.805.820

Lahan siap bangun 32.847.545.360 8.019.489.086

Rekreasi, Restoran dan lainnya 4.357.370.250 3.495.557.800

(29)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. BEBAN POKOK PENJUALAN

Rincian akun ini adalah sebagai berikut :

30 Juni 2012 30 Juni 2011

Rp Rp

Rumah hunian dan tanah 39.283.508.814 37.455.785.330

Lahan siap bangun 8.377.306.523 2.484.138.398

Rekreasi, Restoran dan lainnya 1.915.939.596 1.834.792.025

Jumlah 49.576.754.933 41.774.715.753

20. BEBAN USAHA

Rincian akun ini adalah sebagai berikut :

30 Juni 2012 30 Juni 2011

Rp Rp

Beban penjualan

Pemasaran dan promosi 11.506.818.886 6.012.005.981

Komisi 5.009.722.058 2.918.277.899

Lain-lain 487.367.769 466.312.848

Jumlah Beban Penjualan 17.003.908.713 9.396.596.728

Beban umum dan administrasi

Gaji dan kesejahteraan karyawan 5.361.340.815 4.814.682.816

Perjalanan 787.586.069 783.096.993

Prasarana kantor 652.248.026 716.477.093

Sewa 553.052.442 412.422.445

Honorarium tenaga ahli 393.153.060 409.276.742

Penyusutan dan amortisasi 268.423.839 247.999.147

Sumbangan dan kontribusi 181.913.190 201.440.153

Telepon dan faksimili 106.055.900 146.562.264

Perbaikan dan pemeliharaan 56.731.300 73.805.296

Lain-lain 699.202.621 670.108.194

Jumlah Beban Umum dan Administrasi 9.059.707.262 8.475.871.143

(30)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN KONTIJENSI

Perjanjian, Ikatan dan Kontijensi penting Perusahaan adalah sebagai berikut : a. Perjanjian

Pada tanggal 30 Desember 2010, Perusahaan mengadakan Perjanjian Jasa Manajemen dan Pemasaran dengan PT Lintas Lautan Cemerlang, dimana PT Lintas Lautan Cemerlang setuju untuk memberikan jasa-jasa tersebut kepada Perusahaan dengan honorarium sama dengan persentase tertentu dari penjualan bersih atas lahan siap bangun, dan rumah hunian dan tanah, seperti yang ditetapkan dalam perjanjian. Perjanjian ini berlaku efektif untuk jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2011 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan dapat diperpanjang oleh para pihak dengan perubahan-perubahan yang diperlukan jika ada.

Besar imbalan jasa manajemen sebesar 2,5% (dua setengah persen) dari harga jual (belum termasuk PPN) yang tercantum dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara pihak pertama dengan pihak ketiga (“PPJB”), dihitung berdasarkan jumlah PPJB yang ditandatangani sejak tanggal penadatanganan perjanjian.

b. Kontijensi

1. Perusahaan merupakan tergugat dalam perkara No.104, No.61 dan No.219 mengenai tanah

seluas 46.386 m2 yang terletak di Tanjung Merdeka. Sampai dengan tanggal penyelesaian

laporan ini, perkara tersebut masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia.

2. Berdasarkan surat perkara No.234 dan No.48, Perusahaan merupakan pelawan/terbanding

mengenai tanah seluas 46.482 m2 yang terletak di Maccini Sombala. Sampai dengan tanggal

penyelesaian laporan ini, perkara tersebut masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia.

3. Perusahaan merupakan tergugat II dalam perkara No.129 mengenai tanah seluas 4.335 m2 yang

terletak di Tanjung Merdeka. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan ini, perkara tersebut masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia.

4. Berdasarkan surat perkara No.104, No.215 dan No.243, Perusahaan merupakan tergugat I

mengenai tanah seluas 510.610 m2 yang terletak di Tanjung Merdeka dan seluas 90.700 m2

terletak di Maccini Sombala. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan ini, perkara tersebut masih dalam proses persidangan.

22. DIVIDEN

Berdasarkan Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 04 tanggal 05 April 2012 yang dibuat dihadapan Maria Josefina Grace Tandiari SH Notaris di Makassar, pemegang saham

Perseroan menyetujui antara lain pembayaran dividen tunai untuk tahun buku 2011 sebesar Rp. 3.858.444.000 atau Rp. 38 per saham.

(31)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. DIVIDEN (Lanjutan)

Berdasarkan Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 05 tanggal 25 Februari 2011 yang dibuat dihadapan Maria Josefina Grace Tandiari SH Notaris di Makassar, pemegang saham

Perseroan menyetujui antara lain pembayaran dividen tunai untuk tahun buku 2010 sebesar Rp. 3.858.444.000 atau Rp. 38 per saham.

23. INFORMASI SEGMEN

Perusahaan membagi produknya menjadi dua segmen yaitu : Real Estat dan Rekreasi, Restoran dan Lainnya.

30 Juni 2012

Rekreasi,

Restoran

Informasi Segmen Usaha Real Estat dan Lainnya Jumlah

Penjualan dan pendapatan 104.418.020.655 4.357.370.250 108.775.390.905

Laba kotor 56.757.205.318 2.441.430.654 59.198.635.972

Laba periode berjalan 30.077.891.107 1.371.427.343 31.449.318.450

Jumlah aset 692.853.578.358 1.295.642.378 694.149.220.736

Persediaan 211.607.530.430 − 211.607.530.430

Aset tetap – Bersih 1.376.875.516 1.124.125.371 2.501.000.887

Liabilitas 492.435.192.264 682.320.154 493.117.512.418

30 Juni 2011

Rekreasi,

Restoran

Informasi Segmen Usaha Real Estat dan Lainnya Jumlah

Penjualan dan pendapatan 70.325.294.906 3.495.557.800 73.820.852.706

Laba kotor 30.385.371.178 1.660.765.775 32.046.136.953

Laba periode berjalan 12.618.930.253 1.010.627.154 13.629.557.407

Jumlah aset 403.613.458.006 1.922.405.980 405.535.863.986

Persediaan 152.290.624.529 − 152.290.624.529

Aset tetap – Bersih 1.679.275.785 1.228.353.792 2.907.629.577

(32)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan adalah risiko kredit, risiko suku bunga dan risiko likuiditas. Perhatian dan pengelolaan risiko ini telah meningkat dengan mempertimbangkan perubahan dan volatilitas pasar keuangan di Indonesia dan internasional.

(i) Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko dimana Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal memenuhi liabilitas kontraktual mereka.

Instrumen keuangan Perusahaan yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut.

Perusahaan mengelola risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk masing-masing pelanggan dan lebih selektif dalam pemilihan bank dan institusi keuangan, yaitu hanya bank-bank dan institusi keuangan ternama dan yang berpredikat baik yang dipilih.

(ii) Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar.

(iii) Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko dimana posisi arus kas Perusahaan menunjukkan pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.

Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas, dan arus kas aktual, serta jadwal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. 25. MANAJEMEN PERMODALAN 30 Juni 2012 31 Desember 2011 Rp Rp Liabilitas Bersih : Jumlah liabilitas 493.117.512.418 313.753.011.628

Dikurangi kas dan setara kas (206.738.660.870) (87.936.662.595)

Jumlah liabilitas bersih 286.378.851.548 225.816.349.033

Jumlah ekuitas 201.031.708.318 173.440.833.868

(33)

Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit), serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. MANAJEMEN PERMODALAN (Lanjutan)

Tujuan manajemen permodalan adalah untuk menjaga kelangsungan usaha Perusahaan (going concern), memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.

Perusahaan secara rutin menelaah dan mengelola struktur permodalan untuk memastikan struktur modal dan hasil pengembalian ke pemegang saham yang optimal, dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan dan efisiensi modal Perusahaan, profitabilitas masa sekarang dan yang akan datang, proyeksi arus kas operasi, proyeksi belanja modal dan proyeksi peluang investasi yang strategis.

Referensi

Dokumen terkait

Proses pembuatannya adalah: (1) tahap penyiapan bahan baku, (2) tahap produksi meliputi: proses pemotongan dan pembelahan bahan baku, proses pembentukan, proses pembuatan

Low pass filter (Filter lolos Rendah) adalah filter yang hanya melewatkan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off (f c )a. Diatas frekuensi tersebut,

Status Gagak Banggai Corvus unicolor di Pulau Peleng, Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah.. Palu:

realitas, atau dari logos ke praksis. 11 Metodologi hermeneutika yang diintrodusir oleh Hassan Hanafi merupakan upaya rekonsruksi pemahaman yang bersifat manusiawi dalam

Beberapa kaidah yang ada pada mushaf standar Indonesia menerapkan hazf alif dalam surat Yasin, ar-Rahman, dan al-Waqiah adalah kaidah pada lafadz yang berbentuk jama’ taksir,

Koefisien (indeks) determinasi tersebut menunjukkan informasi bahwa 65,4% penerimaan budidaya mawar dapat dijelaskan oleh variabel jumlah polybag, biaya produksi,

Untuk dapat meningkatkan kualitas produk dan pelayanan yang diinginkan konsumen, maka Apotek Rama perlu memberikan perhatian terhadap kelengkapan produk, harga yang

Selain itu, menurut Sayuti Sahara dalam Sujiono (2002: 3.27- 3.28) gerak lokomotor merupakan gerak dasar yang menjadi fondasi untuk dipelajari dan diperkenalkan pada anak usia