45 5. 1. Kesimpulan
Penelitian ini memiliki tujuan awal untuk menguji, menganalisis, dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh risiko kredit dan risiko likuiditas terhadap probabilitas default bank. Berdasarkan hasil analisis regresi dari pengaruh risiko kredit yang diproksikan dengan Non Performing Loan (NPL) dan pengaruh Risiko likuiditas yang diproksikan dengan LR, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
5.1.1. Risiko Kredit (NPL) berpengaruh signifikan negatif terhadap Probabilitas Deafult Bank (ZCORE). Dapat dilihat dari uji hipotesis yang telah diterangkan pada bab empat. Semakin tinggi nilai NPL akan membuat bank lebih rentan menghadapi kebangkrutan. Hal tersebut dikarenakan bank dengan risiko kredit yang tinggi memiliki tingkat kredit macet atau kredit bermasalah yang tinggi pula. Bank yang memiliki tingkat npl yang tinggi dapat membuat suatu bank mendekati tingkat kebangkrutan (probability of default).
5.1.2. Rasio Likuiditas (LR) berpengaruh secara signifikan positif terhadap Probabilitas Default Bank (ZSCORE). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi LR maka aset bank lebih likuid, sehingga bank lebih mampu menghadapi kondisi penarikan dana nasabah secara tiba-tiba dan memenuhi pembayaran hutang dari pihak-pihak lainnya. Sehingga kemungkinan bank untuk bangkrut menjadi lebih kecil dibandingkan yang mempunyai asset tidak likuid.
5. 2. Keterbatasan
Penilian ini memiliki keterbatasan yang tidak dapat dihindari dan tidak diharapkan terjadi oleh peneliti, yaitu:
5.2.1. Pada penelitian ini hanya menggunakan variabel risiko kredit dan risiko likuiditas.
5.2.2. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling atau dengan kriteria tertentu, sehingga terpilihlah 27 bank dari 35 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian ini terbatas hanya pada bank-bank yang memenuhi persyaratan.
5.2.3. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling atau dengan kriteria tertentu, sehingga terpilih sampel pada tahun 2009-2013. Hal tersebut disebabkan pada tahun 2008 terjadi krisis sehingga peneliti memulai waktu penelitian setelah periode krisis dengan rentang waktu yang relatif pendek yaitu lima tahun.
5.2.4. Penelitian ini menggunakan proksi baru pada rasio likuiditas dan belum pernah digunakan sebelumnya. Pada proksi tersebut terdapat akun-akun yang belum tentu semua bank di Indonesia ada dan konsisten dalam mencantumkan dalam laporan keuangan.
5. 3. Saran
Penelitian ini memiliki keterbatasan sehingga perlu adanya saran agar penelitian selanjutnya dapat lebih baik lagi, seperti berikut ini:
5.3.1. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu memasukkan variabel lain ke dalam variabel bebasnya untuk memperkuat kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan gagalnya suatu bank. Contohnya seperti risiko pasar,
karena sampel dari penelitian ini adalah bank-bank yang terdaftar di bursa efek, sehingga pergerakan pasar juga akan mempengaruhi dari hasil penelitian.
5.3.2. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menyertakan semua sampel yang ada di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasil analisis yang dilakukan benar-benar menggambarkan situasi perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan lebih terkini sehingga dapat lebih membantu berbagai kalangan yang ingin menggali informasi.
5.3.3. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menyertakan sampel dengan rentang waktu penelitian yang lebih panjang sehingga hasil analisis yang dilakukan lebih terkini sehingga dapat lebih membantu berbagai kalangan yang ingin menggali informasi.
5.3.4. Peneliti harapkan proksi rasio likuiditas baru yang digunakan pada penelitian ini dapat menjadi referensi atau pilihan dalam mengetahui rasio likuiditas perbankan di Indonesia dan bank-bank di Indonesia dapat menerbitkan laporan keuangan dengan mencantumkan akun-akun keuangan yang lebih terperinci lagi guna pertimbangan penelitian.
5. 4. Implikasi
Penelitian ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan praktisi yang berperan di dunia perbankan, dalam menjaga likuiditas aset bank agar bank tersebut tetap dalam kondisi yang sehat dan tidak menggangu proses operasionalnya, serta pada kebijakan prosedur dan pertimbangan dalam pemberian kredit kepada nasabah untuk tidak melupakan adanya risiko kredit. Manajemen perbankan diharapkan lebih mampu menyeleksi utang yang
diberikan kepada para peminjamnya. Bank dapat menggunakan prinsip 5 C (Character, Capacity, Collateral, Capital, Condition) dalam menyalurkan kredit.
Bagi akademisi, diharapkan penelitian ini agar dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur manajemen keuangan di Indonesia khususnya literatur-literatur yang meneliti tentang risiko likuiditas, risiko kredit, dan default bank dan dapat digunakan sebagai acuan pada penelitian selanjutnya.
Bagi para investor penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan untuk memahami kondisi perbankan dan mengetahui informasi kondisi perbankan suatu Negara yang dapat berguna untuk acuan berinvestasi..
Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan mampu membuka wawasan terhadap masyarakat bahwa harus tetap berhati-hati dalam berhutang. Masyarakat pada saat ini cenderung lebih suka melakukan kredit untuk pemenuhan konsumsi bukan untuk produksi (usaha), namun terdapat kendala dalam pengembalian utang ke bank. Akibatnya bank yang bersangkutan atau yang memberikan pinjaman mengalami kredit macet dan hal tersebut sangat merugikan. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih di ubah pola pikirnya yang mana ke bank untuk tujuan menabung, bukan untuk berhutang, dan jika ingin meminjam gunakan untuk berwirausaha bukan untuk konsumsi semata.
DAFTAR PUSTAKA
Acharya, V.V., Viswanathan, S.V., 2011. Leverage, moral hazard, and liquidity. Journal of Finance 66, 99–138.
Altman, E.I., 1968. Financial ratios, discriminant analysis and the prediction of corporate bankruptcy. The journal of finance 23, 589–609.
Altman, E.I., Saunders, A., 1998. Credit risk measurement: development over the last 20 years. Journal of Banking & Finance 21, 1721–1742.
Berger, A.N., Bouwman, C.H.S., 2009. Bank liquidity creation. Review of Financial Studies 22, 3779–3837.
Boyd, J.H., Runkle, D.E., 1993. Size and performance of banking firms: Testing the predictions of theory. Journal of Monetary Economics 31, 47-67.
Bryant, J., 1980. A model of reserves, bank runs and deposit insurance. Journal of Banking & Finance 4, 335–344.
Budisantoso, Totok. Dan Sigit Triandaru. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan lain. Jakarta: Salemba Empat.
Cole, R.A., Fenn, G.W., 1995. The Role of Commercial Real Estate Investments in the Banking Crisis of 1985–92. Working Paper.
Cole, R.A., Gunther, J.W., 1995. Separating the timing and likelihood of bank failure. Journal of Banking & Finance 19, 1073–1089.
Diamond, D.W., Dybvig, P.H., 1983. Bank runs, deposit insurance, and liquidity. The Journal of Political Economy 91, 401–419.
Daswir, F.A., 2010. Analisis Prediksi Kebangkrutan Perusahaan-Perusahaan yang listing di Daftar Efek Syariah (DES) Menurut Model Z-Altman. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta
Goldstein, I., Pauzner, A., 2005. Demand deposits contracts and the probability of bank runs. Journal of Finance 60, 1293–1327.
Gorton, G., Metrick, A., 2011. Securitized banking and the run on repo. Journal of Financial Economics 104, 425–451
Hanafi, Mamduh M. 2009. Manajemen Risiko: Edisi kedua. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Hardanto, S.S., 2006. Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Elex Media Komputindo : Jakarta
Hillegeist, S., Stephen, B., Lo, K., 2002. Regulation FD and voluntary disclosures. Working paper
.
Hull, C.J., 2007. The Credit Crunch of 2007: What Went Wrong? Why? What Lessons Can Be Learned? Journal of Credit Risk, Pages: 3-18.
Imam Ghozali, 2005, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang
Imbierowicz, Björn., Rauch., Christian., 2014. The relationship between liquidity risk and credit risk in banks. Journal of Banking & Finance, Volume 40, March 2014, Pages 242-256.
Ivicic, L., Kunovac, D., Ljubaj, I., Measuring bank insolvency risk in CEE countries. Croatian National Bank. Working Paper.
Merton, R.C., 1977. An analytic derivation of the cost of deposit insurance and loan guarantees: an application of modern option pricing theory. Journal of Banking & Finance 1, 3–11.
Nikomaram, Hashem. Mehdi Taghavi and Somayeh Khalili Diman. (2013),“The relationship between liquidity risk and credit risk in Islamic banking industry of Iran”, Management Science Letters. Vol. 3, Hal. 1223–1232
Peraturan Bank Indoneisa (PBI) Nomor.12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010 Prisman, E.Z., Slovin, M.B., Sushka, M.E., 1986. A general model of the banking
firm under conditions of monopoly, uncertainty, and recourse. Journal of Monetary Economics 17, 293–304.
Riyadi, Slamet., 2006. Banking Assets and Liability Management. Edisi 3. Jakarta: FE UI.
Riyanto, Bambang. 1995. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta : Bpfe
Santoso A. L., Sukihanjani T., 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas Perbankan di Indonesia. Artikel Universitas Sebelas Maret, Surakarta
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, Perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan.