• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelainan Kongenital Dalam Kehamilan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kelainan Kongenital Dalam Kehamilan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KELAINAN KONGENITAL DALAM KEHAMILAN

KELAINAN KONGENITAL DALAM KEHAMILAN

Laporan kasus modul poliklinik

Laporan kasus modul poliklinik obstetriobstetri

OLEH: OLEH:

IMELDA FITRIA BOER

IMELDA FITRIA BOER

Peserta PPDS Obstetri dan Ginekologi

Peserta PPDS Obstetri dan Ginekologi

PEMBIMBING PEMBIMBING::

Dr. Dovy Djanas, Sp.OG (K)

Dr. Dovy Djanas, Sp.OG (K)

BAGIAN / SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

BAGIAN / SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

RS. Dr. M. DJAMIL PADANG

RS. Dr. M. DJAMIL PADANG

2012

2012

(2)

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS LABORATORIUM OBSTETRI & GINEKOLOGI

FK. UNAND/RS M.DJAMIL PADANG

LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Imelda Fitria Boer 

Semester : III patologi II PPDS OBGYN

Telah menyelesaikan laporan kasus kehamilan dengan kelainan kongenital

Pembimbing Peserta PPDS

(3)

LAPORAN KASUS Identitas

Nama : Ny. L ( 33 tahun ) MR : 80 33 11

 Alamat : Jl. Bakti II Alai Padang Tanggal : 2/12/2012

Keluhan Utama

Seorang pasien wanita umur 33 tahun masuk KB IGD RSUP dr. M. Djamil Padang tanggal 1-12/2012 jam 14.00WIB dengan keluhan utama nyeri pinggang menjalar ke ari-ari sejak 4 jam yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang

• Nyeri pinggang menjalar ke ari-ari sejak 4 jam yang lalu

• Keluar lendir campur darah dari kemaluan sejak 4 jam yang lalu • Keluar air-air yang banyak dari kemaluan (-)

• Keluar darah yang banyak dari kemaluan (-) • Tidak haid sejak 9 bulan yang lalu

• HPHT : lupa TP : sulit ditentukan

• Gerak anak dirasakan sejak ± 5 bulan yang lalu. • RHM : Mual (-), muntah (-), perdarahan (-).

• ANC : kontrol kehamilan 2 kali ( 8,9 bulan ) ke poliklinik kebidanan RSUP.

Dr. M. Djamil serta ke bidan usia kehamilan 2,4, 5 bulan

• RHT : Mual (-), muntah (-), perdarahan (-).

• Riw. menstruasi : Menarche umur 13 tahun, siklus haid tidak teratur 1x28-35

hari, lamanya 5-7 hari, banyaknya 2-3 kali ganti duk/hari, nyeri haid (-).

• Perut dirasakan lebih besar dari kehamilan sebelumnya • Riwayat penggunaan obat-obatan (-)

Riwayat Penyakit Dahulu

Tidak pernah menderita penyakit jantung, paru, hati, ginjal, DM dan riwayat alergi obat.

(4)

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada keluarga yang menderita penyakit keturunan, menular, kejiwaan dan kelainan kongenital.

Riwayat Perkawinan : 1 x tahun 2010

Riwayat Kehamilan/Abortus/Persalinan : 2/ 0 / 1

1. 2010, perempuan,4500 gr, cukup bulan, SC ai PRM,SpOG, di RS swasta, hidup,luka operasi sembuh dalam 7 hari

2. Sekarang

Riwayat Kontrasepsi : (-) Riwayat Imunisasi : (-)

Riwayat Pendidikan : Tamat Sarjana Riwayat Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Riwayat Kebiasaan : Merokok (-), alkohol (-), narkoba (-)

Pemeriksaan fisik PF/ KU Kes TD Nd Nf T Sdg CmC 120/70 80 22 37˚C • Status gizi Tinggi badan : 146 cm Lila : 32 cm BB sblm hamil : 74 kg BB saat hamil : 85 kg BMI : 34,68

• Mata : Konjungtiva tdk anemis, sklera tidak ikterik

• Leher : Inspeksi : JVP 5 - 2 cmH2O

Kelenjar tiroid tidak tampak membesar  • Toraks : Cor dan Pulmo dalam batas normal • Abdomen : Status Obstetrikus

• Genitalia : Status Obstetrikus

• Ekstremitas : Edema -/-, Reflek fisiologis +/+, Reflek Patologis

(5)

Status Obstetrikus Abdomen

Inspeksi : - Tampak membuncit sesuai usia kehamilan aterm - Sikatrik (+) bekas SC pfanensteil

Pa: L I : Teraba FUT 1 jari dibawah prosesus xypodeus Sulit dinilai

L II : Sulit dinilai L III : Sulit dinilai L IV : Tidak dilakukan

TFU : 49 cm His : (-)

Perkusi : Tymphani

 Auskultasi : BU (+)/N BJA (+) 110-120 kali/menit , reguler  Genitalia : Inspeksi : V/U tenang

 VT : pembukaan 2-3 cm

ketuban + menonjol teraba kepala floating

UPD : promontorium tidak tercapai linea inominata teraba 1/3-1/3 dinding samping panggul lurus os sacrum mudah digerakkan spina ischiadica tidak menonjol os coccygeus mudah digerakkan arcus pubis > 90

UPL : dapat dilalui 1 tinju dewasa (>10,5 cm) Kesan : panggul luas

Laboratorium  Darah Hb : 11,4 gr/dl N : 12-14 Ht : 34% N: 37-43 Leukosit : 9.100 /mm3 N: 5000-10000 Trombosit : 234.000 /mm3 N: 150-400 rb Eritrosit : 4,3 jt N: 4-5 jt

(6)

MCH : 26,5 pg N : 27-32 MCV : 78 N: : 80-100 MCHC : 34 N: 32-36 GDS : 98 mg/dl USG Fetomaternal Hasil USG

 Janin hidup tunggal intra uterin letak kepala  Aktivitas gerak janin baik

 Biometri BPD : 90 HC : 324 AC: 296

FL : 72 HL : 61 TBA : 2506 gr 

 Plasenta tertanam di korpus depan grade II-Iii  AFI (single pocket) : 12,5 cm SDAU : 4,58

 Tampak sebagian gaster dan usus terdorong ke rongga thorak shg jantung

terdesak ke kanan, sesuai gambaran hernia diafragmatik

 Pd jantung : four chamber view ditemukan VSD  Kesan : gravid aterm + polihidramnion berat  Janin hidup + hernia diafragmatika + VSD

(7)

Diagnosa

• G2P1A0H1 parturien aterm kalaI fs laten + Polihidramnion + bekas SC

1x+obesitas

• Janin hidup tunggal intra uterine prekep + kelainan kongenital multiple ( VSD

+ hernia diafragmatika + Susp atresia duedenum ) Sikap

• Kontrol KU,VS, his, DJJ • Lapor konsulen advis :

• Ikuti persalinan • Informed consen

• Konsul perinatologi utk intubasi segera setelah lahir 

• Awasi kemajuan persalinan (pecahkan ketuban Ø 4-5 cm)

Rencana

• Partus pervaginam (trial of scar)

Follow up jam 18.00

 A/ : Nyeri pinggang menjalar ke ari2 (+) Gerak anak (+)

PF/ KU Kes TD Nd Nf T

Sdg CmC 120/70 80 20 37˚C  Abdomen : His : 2x/40”/K

BJA 158x/’ Genitalia : I v/u tenang

VT : pembukaan 3-4 cm ketuban (+) menonjol

teraba kepala UUK ki mel HI

D/ : G2P1A0H1 parturien aterm kala I fs aktif + Polihidramnion + bekas SC+obesitas Janin hidup tunggal intra uterin letak kepala + kelainan kongenital multiple

( VSD + Hernia diafragmatika + Susp atresia duodeni ) S/ : Kontrol KU, VS, His , DJJ

Nilai 2 jam lagi (20.00)

(8)

Follow up jam 20.00

 A/ : Nyeri pinggang menjalar ke ari2 (+) Gerak anak (+)

PF/ KU Kes TD Nd Nf T

Sdg CmC 110/70 80 20 37˚C  Abdomen : His : 2x/45”/K

BJA 154x/’ Genitalia : I v/u tenang

VT : pembukaan4-5 cm

ketuban+ dipecahkan sisa jernih teraba kepala UUK kimell HI

D/ : G2P1A0H1 parturien aterm kala I fs aktif + Polihidramnion + bekas SC+obesitas Janin hidup tunggal intra uterin letak kepala uuk ki mel HI + kelainan kongenital multiple ( VSD + Hernia diafragmatika + Susp atresia duodeni )

S/ : Kontrol KU, VS, His , DJJ Nilai 2 jam lagi (22.00) Inj AB skin test

R/ : Partus pervaginam ( trial of scar ) Follow up jam 22.00

 A/ : Nyeri pinggang menjalar ke ari2 (+) Gerak anak (+)

PF/ KU Kes TD Nd Nf T

Sdg CmC 110/70 80 20 37˚C  Abdomen : His : 3x/45”/K

BJA 157x/’ Genitalia : I v/u tenang

VT : pembukaan5-6 cm ketuban - sisa jernih

teraba kepala UUK kimell HI -II

D/ : G2P1A0H0 parturien aterm kala I fs aktif + Polihidramnion berat + bekas SC+obesitas

Janin hidup tunggal intra uterin letak kepala UUK kimell HI-II + kelainan kongenital multiple ( VSD + Hernia diafragmatika + Susp atresia duodeni

(9)

S/ : Kontrol KU, VS, His , DJJ Nilai 2 jam lagi (00.00)

 Follow up jam 00.00

• A/ : Nyeri pinggang menjalar ke ari2 (+) Gerak anak (+)

PF/ KU Kes TD Nd Nf T

Sdg CmC 110/70 80 20 37˚C  Abdomen : His : 2x/40”/S

BJA 159x/’ Genitalia : I v/u tenang

VT : pembukaan5-6 cm ketuban - sisa jernih

teraba kepala UUK kimell HI -II

D/ : G2P1A0H1 parturien aterm kala I fs aktif + Polihidramnion + bekas SC+obesitas + inertia uteri sekunder 

Janin hidup tunggal intra uterin letak kepala UUK kimell HI-II + kelainan kongenital multiple ( VSD + Hernia diafragmatika + Susp atresia duodeni S/ : Kontrol KU, VS, His , DJJ

lapor konsulen →advice drip akselerasi R/ : partus pervaginam (trial of scar)

00.05 Dimulai drip akselerasi dg 5 IU oksitosin dalam RL 500 cc, dimulai dg 10 tetes/menit dinaikkan 5 tetes/ menit tiap 30 menit hingga his adekuat atau maksimal 60 tetes / menit

Follow up jam 06.00

06.00 Selesai dilakukan drip akselerasi  A/ : Nyeri pinggang menjalar ke ari2 (+)

Gerak anak (+)

PF/ KU Kes TD Nd Nf T

Sdg CmC 120/70 90 20 37˚C  Abdomen : His : 3x/45”/K

(10)

Genitalia : I v/u tenang

VT : pembukaan 8-9 cm, caput + ukuran 9x9x0,5cm ketuban - sisa jernih

teraba kepala UUK kimell HI -II

D/ : G2P1A0H1 parturien aterm kala I fs aktif + Polihidramnion + bekas SC+obesitas selesai drip kolf I

Janin hidup tunggal intra uterin letak kepala UUK kimell HI-II + kelainan kongenital multiple ( VSD + Hernia diafragmatika + Susp atresia duodeni S/ : Kontrol KU, VS, His , DJJ

lanjut drip kolf ke II R/ : Drip akselerasi kolf II

06.00 Dimulai drip akselerasi kolf ke II dg 10 IU oksitosin dalm 500 cc RL dengan tetesan 20 tetes/ menit

Follow up jam 07.00

 A/ : Pasien kesakitan dan ingin mengedan Gerak anak (+)

PF/ KU Kes TD Nd Nf T

Sdg CmC 110/80 92 20 37˚C  Abdomen : His : 3x/45”/K

BJA 155x/’ Genitalia : I v/u tenang

VT : pembukaan lengkap, caput + ukuran 9x10x1cm ketuban - sisa jernih

teraba kepala UUK kimell HI –II

D/ : G2P1A0H1 parturien aterm kala II+ bekas SC+polihidramnion + obesitas Janin hidup tunggal intra uterin letak kepala UUK kimell HI-II + kelainan kongenital multiple ( VSD + Hernia diafragmatika + Susp atresia duodeni S/ : Kontrol KU, VS, His , DJJ

Pimpin mengedan sambil miring kiri Nilai 1 jam lagi

(11)

R/ partus pervaginam (trial of scar) Follow up jam 08.00

 A/ : Pasien kesakitan dan ingin mengedan Gerak anak (+)

PF/ KU Kes TD Nd Nf T

Sdg CmC 110/70 92 20 37˚C  Abdomen : His : 3x/45”/K

BJA 159x/’ Genitalia : I : v/u tenang

VT : pembukaan lengkap, caput + ukuran 9x10x1,5 cm ketuban( -), sisa jernih

teraba kepala UUK kimell HI –II

D/ : G2P1A0H1 parturien aterm kala II+ bekas SC +polihidramnion +obesitas+ failure of descent ec susp CPD

Janin hidup tunggal intra uterin letak kepala UUK kimell HI-II + kelainan kongenital multiple ( VSD + Hernia diafragmatika + Susp atresia duodeni S/ : Kontrol KU, VS, His , DJJ

informed consent

Konsul anestesi, Bedah anak, lapor OK Siapkan crossmatch

R/ SC CITO

Pukul 10.15 : Dilakukan SCTPP Pukul 10.20

Lahir seorang bayi perempuan dengan BB : 2860 gr 

PB : 48 cm  A/S : 3/1

Plasenta lahir dengan sedikit tarikan ringan pada tali pusat, lengkap 1 buah berat ±500 gram, ukuran 18x 22 x 4 cm. Panjang tali pusat ± 70 cm,

insersi paracentralis. Dilakukan insersi IUD Perdarahan selama tindakan ± 250 cc

(12)

Diagnosa

P2A0H2 Post SCTPP ai failure of descent + bekas SC + akseptor IUD Ibu-anak dlm perawatan

Sikap

(13)

Gambar rontgen bayi

Hasil rontgen

 Pulmo : tampak gambaran udara usus di rongga thorak sisi kiri dan kanan

bawah yang menyambung dengan udara usus intraabdomen disertai kaustra-kaustra yang mendorong jantung ke arah kanan atas. Tampak pula area hiperlusen avaskuler di hemithorax kanan atas sampai tengah serta gambaran paru kanan kolaps. Tampak pula gambaran udara bebas di intraperitoneal sisi kanan yang mendorong hepar ke medial.

 Jantung : sulit dinilai karena terdorong dan tertarik

(14)

Gambar

Gambar rontgen bayi

Referensi

Dokumen terkait

anak dengan kelainan kongenital gastrointestinal sebelum dilakukan

disebabkan oleh janin dengan ukuran yang besar, janin dengan ukuran normal namun dengan kelainan pada presentasi intra uterin tidak jarang menyebabkan gangguan proses persalinan....

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Xiong yang menemukan bahwa preeklamsia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan janin intra uterin, sehingga

Berdasarkan data-data yang didapat dan adanya keterbatasan penelitian, faktor-faktor yang diperkirakan berpengaruh dengan kelainan kongenital sistem urogenital adalah

48 Beberapa contoh kelainan kongenital yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan non invasive (ultrasonografi) pada midtrimester kehamilan adalah hidrosefalus dengan atau tanpa

Beberapa infeksi lain pada trimester pertama yang dapat menimbulkan kelainan kongenital antara lain ialah infeksi virus sitomegalovirus, infeksi

4 Universitas Muhammadiyah Palembang garis besar kelainan kongenital di RSUP Dr Moehammad Hoesin Palembang periode Januari-November 2015 sebanyak 54 bayi atau 50% dari 108 kasus yang

Faktor Hormonal • Faktor hormonal mempunyai hubungan dengan kejadian kelainan kongenital seperti bayi yang dilahirkan oleh ibu hipotiroidisme dan ibu penderita diabetes mellitus •