EKSTRAKSI SENYAWA BRAZILIN DARI KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN LINN) SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF UNTUK ZAT WARNA ALAMI
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Uji stabilitas zat warna brazilein kayu secang yang dilakukan yaitu pada pengaruh pH masih stabil sampai pH 7, dipengaruhi oksidator masih stabil sampai jam ke 6, dipengaruhi
Pada Gambar 6 dapat terlihat pula bahwa semakin lama waktu kontak antara fotokatalis dengan metilen biru diperoleh persen degradasi yang semakin besar meskipun
Proses ekstraksi konvensional yang umum digunakan dari penelitian terdahulu untuk ekstraksi daun jati muda dan kayu secang adalah ekstraksi dengan menggunakan metode
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kondisi optimum untuk ekstraksi kayu secang menggunakan pelarut air yaitu dengan
Pada Gambar 2 dapat diketahui bahwa pewarnaan kayu secang dengan suhu ekstraksi 75 o C dan 100 o C pada kain sutera mampu memberikan warna merah yang kuat,
Hal ini dikarenakan waktu yang digunakan dalam mengekstraksi akar mengkudu lebih lama dibandingkan dengan sampel lain, karena semakin lama waktu yang digunakan
Dari hasil analisa yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu ekstraksi dan semakin banyak volume pelarut yang digunakan, maka semakin kecil nilai
Disebabkan semakin lama waktu ekstraksi dan semakin banyak jumlah pelarut, maka kadar metoksil yang diperoleh juga semakin meningkat, Hal ini menunjukkan adanya hidrolisis oleh asam