• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSTRAKSI SENYAWA BRAZILIN DARI KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN LINN) SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF UNTUK ZAT WARNA ALAMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EKSTRAKSI SENYAWA BRAZILIN DARI KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN LINN) SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF UNTUK ZAT WARNA ALAMI"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Hubungan konsentrasi zat warna jenuh dalam  cairan  terhadap  konsentrasi  zat  warna  dalam  padatan  dalam  penentuan  konstanta  kesetimbangan
Gambar  4.  Grafik  Hubungan  antara  Konsentrasi  (C A )  dengan  t  (menit)  pada  Variasi    Kecepatan  Putar Pengadukan

Referensi

Dokumen terkait

Uji stabilitas zat warna brazilein kayu secang yang dilakukan yaitu pada pengaruh pH masih stabil sampai pH 7, dipengaruhi oksidator masih stabil sampai jam ke 6, dipengaruhi

Pada Gambar 6 dapat terlihat pula bahwa semakin lama waktu kontak antara fotokatalis dengan metilen biru diperoleh persen degradasi yang semakin besar meskipun

Proses ekstraksi konvensional yang umum digunakan dari penelitian terdahulu untuk ekstraksi daun jati muda dan kayu secang adalah ekstraksi dengan menggunakan metode

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kondisi optimum untuk ekstraksi kayu secang menggunakan pelarut air yaitu dengan

Pada Gambar 2 dapat diketahui bahwa pewarnaan kayu secang dengan suhu ekstraksi 75 o C dan 100 o C pada kain sutera mampu memberikan warna merah yang kuat,

Hal ini dikarenakan waktu yang digunakan dalam mengekstraksi akar mengkudu lebih lama dibandingkan dengan sampel lain, karena semakin lama waktu yang digunakan

Dari hasil analisa yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu ekstraksi dan semakin banyak volume pelarut yang digunakan, maka semakin kecil nilai

Disebabkan semakin lama waktu ekstraksi dan semakin banyak jumlah pelarut, maka kadar metoksil yang diperoleh juga semakin meningkat, Hal ini menunjukkan adanya hidrolisis oleh asam