• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Oleh J U N I A NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI. Oleh J U N I A NIM"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI AKTIVITAS MENULIS TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR INPRES PACCINONGANG KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN

GOWA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh J U N I A NIM 10540 9611 15

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

(2)
(3)
(4)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Junia

NIM : 10540 9611 15

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Judul Skripsi : Pengaruh Penerapan Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Menulis Deskripsi Peserta Didik kelas V SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa

Dengan ini menyatakan bahwa :

Skripsi yang saya ajukan didepan tim penguji adalah ASLI hasil karya saya sendiri, bukan hasil ciplakan dan tidak dibuatkan oleh siapapun.

Demikianlah pernyataan ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Agustus 2019 Yang membuat pernyataan

(5)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

SURAT PERJANJIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Junia

NIM : 10540 9611 15

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya yang menyusun sendiri skripsi ini (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi, saya melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi. 4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2, dan 3, maka saya

bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar ,Agustus 2019 Yang membuat perjanjian

(6)

MOTO DAN PERSEMBAHAN

Pergunakanlah ilmu yang anda miliki Kejalan yang diridhoi Allah,

karena sesungguhnya ilmu yang anda miliki hanyalah sebagian nikmat Allah yang

dititipkan kepadamu

Kupersembahkan karya ini: Kepada Alm.ayahhanda dan

ibunda tercinta, yang pengorbanannya membuatku

teduh

dalam menyusun skripsi ini. Dan saya berterimah kasih kepada

saudaraku, keluargaku, serta sahabat-sahabatku

yang senantiasa berdo’a Memberikan dorongan dan

(7)

ABSTRAK

Junia 2019. “Pengaruh Penerapan Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing terhadap Hasil Belajar Keterampilan Menulis Deskripsi Peaserta Didik Kelas V

SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa”.Skripsi.

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Munirah dan Tarman A. Arif.

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dan untuk mengetahui pengaruh strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi murid kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen jenis One Group Pretest Design. .Popoulasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V.A dan V.B SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dengan jumlah 59 orang. Sampel dalam penelitian siswa kelas V.A sebanyak 29 orang. Untuk mendapat data yang akurat dalam penelitian ini, digunakan soal sebagai instrumen penelitian.

Keberhasilan proses pembelajaran ditinjau dari aspek ketercapaian ketuntasan hasil belajar Bahasa Indonesia. Pembelajaran dikatakan berhasil jika aspek diatas terpenuhi. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan, yaitu : tes hasil belajar sebelum diberi perlakuan (pretest) dan tes hasil belajar setelah diberi perlakuan (postest).

Hasil analisis statistic deskriptif yang diperoleh bahwa ada pengaruh dalam penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasi belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik fositif. Kemampuan menulis siswa dengan menggunakan strategi aktivitas menulis terbimbing menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dari pada sebelum menggunakan strategi aktivitas menulis terbimbing. Hasil analisis statistic inferensial dengan menggunakan rumus uji t, dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 8,32. Dengan frekuensi (dk) sebesar 29 - 1 = 28, pada taraf signifikansi 5% diperolehttabel = 2,04. Oleh karena thitung>ttabel pada taraf signifikansi 0,05, maka (H0) ditolak dan (H1) diterima yang berarti bahwa ada pengaruh dalam menerapkan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasi belajar keterampilan menulis deskripsi. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh dalam penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V.A SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

(8)

KATA PENGANTAR

Allah Maha Penyayang dan pengasih, demikian kata unuk mewakili atas segala karunia dan nikmat-Nya sehingga skripsi dengan judul “ Pengarur Penerapan Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Mneulis Deskripsi Peserta Didik Kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa” dapat diselasaikan. Jiwa ini takkan henti bertahmid atas anugerah pada detik waktu, denyut jantung, gerak langkah, serta rasa dan rasio pada-Mu, Sang Khalik. Skripsi ini adalah setitik dari sederetan berkah-Mu.

Setiap orang dalam berkarya selalu mencari kesempurnaan, tetapi terkadang kesempurnaan itu terasa jauh dari kehidupan seseorang. Kesempurnaan bagaikan fatamorgana yang semakin dikejar semakin menghilang dari pandangan, bagai pelangi yang terlihat indah dari kejauhan, tetapi menhilang jika didekati. Demikian juga dengan tulisan ini, kehendak hati ingin mencapai kesempurnaan, tetapi kapasitas penulis dalam keterbatasan. Segala daya dan upaya telah penulis kerahkan untuk membuat tulisan ini selesai dengan baik dan bermanfaat dalam dunia pendidikan, khususnya dalam ruang lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar.

Motivasi dari berbagai pihak sangat membantu dalam perampungan tuliasan ini. Segala rasa hormat, penulis mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah berjuang, berdoa, mengasuh, membesarkan, mendidik, dan membiayai penulis dalam proses pencarian ilmu. Demikian pula, penulis mengucapkan

(9)

kepada para keluarga yang tak hentinya memberikan motivasi dan selalu menemaniku dengan candanya, Terima kasih Dr. Munirah, M.Pd Pembimbing I dan Dr. Tarman A. Arif, S.Pd., M.Pd Pembimbing II atas kesediaannya meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan penulis hingga skripsi ini dapat diselesaikan.

Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Prof Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., MM., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar. Erwin Akib, S.Pd, M.Pd., Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Alim Bahri, S.Pd, M.Pd., Ketua Prodi Program Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Makassar, Bapak/ibu Dosen pada Jurusan PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah mengajar dan mendidik penulis dari semester awal hingga dapat menyelesaikan studi di perguruan tinggi ini. Hj. Hariah, S.Pd,. M.Si., Kepala Sekolah SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa atas izinnya untuk melaksanakan penelitian di sekolah yang dipimpinnya. Demikian pula Sitti Hamsiah, M.Pd., wali kelas V, terima kasih atas arahan dan bimbingan yang diberikan kepada penulis dalam melaksanakan penelitian. Teristimewa kepada Ibunda tercinta Sanawia dengan Almarhum Ayahhanda Samaruddin yang telah memberiku cinta kasih, mendidik, membesarkan, dan mengajariku tentang arti kehidupan. Demikian pula kakak-kakakku, serta keluarga besarku atas dukungan dan semangatnya selama ini. Kepada rekan-rekan, Suhardin, Juliana, Nur Lidia, dan seluruh teman-teman pondok inayah, terima kasih atas semangatnya, canda tawa, dan nasehat-nasehat

(10)

kalian yang tak henti-hentinya diberikan kepada penulis. Seluruh teman-teman PGSD khususnya kelas B 2015 yang tidak sempat saya sebutkan namanya, terima kasih semua atas canda tawa kalian selama masa perkuliahan kurang lebih 4 tahun di Universitas Muhammadiyah Makassar. Teman-teman angkatan 2015 jurusan PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar, terima kasih atas kerja samanya dan kebersamaannya selama mengikuti perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Dan semua pihak yang tidak sempat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

Akhirnya, dengan kerendahan hati, penulis senantiasa mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak, selama saran dan kritikan tersebut sifatnya membangun karena penulis yakin bahwa suatu persoalaan tidak akan berarti sama sekali tanpa adanya kritikan. Mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi pembaca, terutama diri pribadi penulis. Amin.

Makassar, Septembar 2019

(11)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAM PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

SURAT PERJANJIAN ... v

MOTO DAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1 B. Rumusan Masalah ... 5 C. Tujuan Penelitian... 5 D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori ... 8

1. Hasil Penelitian yang Relevan... 8

2. Pengertian Strategi Pembelajaran... 10

3. Macam-Macam strategi Pembelajaran ... 12

4. Hakikat Menulis ... 14

5. Pengertian Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing ... 18

6. Langkah-Langkah Pembelajaran SAMT ... 20

7. Penilaian Menulis Deskriptif ... 21

(12)

B. Kerangka Pikir... 23

C. Hipotesis Tindakan ... 26

BAB III. METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian... 27

1. Jenis Penelitian ... 27

2. Desain Penelitian ... 27

B. Populasi dan Sampel ... 30

C. Defenisi Operasional Variabel ... 31

D. Instrumen Penelitian ... 32

E. Teknik Pengumpulan Data ... 32

F. Teknik Analisis Data ... 33

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 37 B. Pembahasan ... 47 BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ... 51 B. Saran ... 51 DAFTAR PUSTAKA ... 53 LAMPIRAN-LAMPIRAN. RIWAYAT HIDUP

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman 2.1 Penilaian Menulis Deskripsi ... 21 3.1 One Group Pretest Posttest Design ... 28 3.2 Jumlah Seluruh Murid Kelas V SD Inpres Paccinongang

Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa ... 30 3.3 Sampel Penelitian SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba

Opu Kabupaten Gowa ... 31 3.4 Skor Kemampuan Menulis Deskripsi ... 34 4.1 Deskripsi Skor Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Deskripsi

Kelas V.A SD Inpres Paccinongan Sebelum Diberikan

Perlakuan Atau Pretes ... 37 4.2 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Penilaian Keterampilan

Menulis Deskripsi Kelas V.A SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Sebelum Diberi Perlakuan atau

Pretes ... 38 4.3 Deskripsi Penilaian Kemampuan Menulis Deskripsi Kelas V.A

SD Inpres Paccinongan Sebelum Perlakuan (Pretest) ... 39 4.4 Deskripsi Skor Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Deskripsi

Siswa Kelas V.A Inpres Paccinongan Setelah Diberikan

Perlakuan Atau Posttest ... 40 4.5 Distribusi Dan Persentase Skor Hasil Penilaian Kemampuan

Menulis Deskripsi Siswa Kelas V.A SD Inpres Paccinongan

Sesudah Perlakuan atau Posttets ... 41 4.6 Deskripsi Penilaian Kemampuan Menulis Deskripsi Kelas V.A

SD Inpres Paccinongan Sesudah Perlakuan (Posttets) ... 41 4.7 Distribusi Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Siswa ... 42 4.8 Distribusi dan Persentase Perbedaan Skor Hasil Penilaian

Kemampuan Menulis ... 43 4.9 Perbandingan persentase ketuntasan belajar kemampuan

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman 2.1 Bagan Kerangka Pikir ... 21

(15)

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran

1. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran

2. Daftar Hadir Siswa Kelas V.A SD Inpres Paccinongang 3. Daftar Nilai Pretest Siswa

4. Daftar Nilai Posttest Siswa

5. Daftar Nilai Pretest dan Posttest Siswa Kelas V.A SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa

6. Tabel Uji t 7. Persuratan 8. Dokumentasi

(16)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar. Pengembangan potensi pada diri manusia melalui pendidikan dapat memberikan sumbangsi atau gebrakan bagi kemajuan suatu bangsa dalam hal keterampilan, kemampuan, kecerdasan, maupun kepribadian yang mantap.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi murid agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya kualitas intelektual dan moral sosial anak bangsa, guru memiliki kedudukan yang tetap strategis, meskipun akhir-akhir ini terjadi perkembangan media yang luar biasa cepatnya.Untuk itu guru harus memiliki ketajaman di dalam merancang prosespembelajaran, agar hasilnya benar-benar dapat menyiapkan peserta didik untuk berfikir aktif, kreatif, kritis dan analitis dalam menyikapi setiap permasalahan yang berkaitan dengan pembangunan bangsa.

(17)

2

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa menunjukkan bahwa sangat kurang memahami langkah-langkah menulis deskripsi dengan baik, serta motivasi siswa dalam menulis juga rendah. Hal ini tampak pada saat pembelajaran menulis deskripsi beberapa siswa tidak menulis kerena mengalami kesukaran menemukan kosa kata dan membuat kalimat.Dalam pembelajaran menulis siswa tampak malas. Siswa juga cenderung pasif dalam pembelajaran menulis, beberapa siswa mengatakan pembelajaran menulis itu jenuh karena siswa mengalami kesukaran menuangkan ideatau gagasan.

Upaya menentukan kuantitas dan kualitas guru mempunyai peranan yang sangat penting, untuk itu guru harus memikirkan perencanaan secara seksama dalam memperbaiki kualitas mengajarnya dan meningkatkan hasil belajar siswanya. Hal ini menuntut perbahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, stategi mengajar, maupun sikap dan perilaku guru dalam proses belajar mengajar. Guru sekolah dasar dituntut untuk memiliki lima kompetensi dasar diantaranya (1) penguasaan kurikulum, (2) penguasaan materi setiap mata pelajaran, (3) penguasaan metode dan teknik evaluasi (4) komitmen guru terhadap tugas, (5) disiplin dalam arti luas (dalam Hambali, 2017: 11).

Selain memainkan peranannya seorang guru harus mempunyai strategi dalam proses pembelajaran. Menurut Joni (dalam Samad dan Mariyati Z, 2012:4) menyatakan stategi adalah ilmu atau kiat di dalam memanfaatkan segala sumber yang dimiilki atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan yang telah

(18)

3

ditetapkan. Jadi seorang guru yang professional harus menggunakan strategi yang tepat untuk menunjang proses belajar mengajar.

Salah satu matapelajaran yang harus menggunakan strategi yang tepat agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif adalah matapelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan umum belajar bahasa bagi anak sekolah dasar adalah: (1) Dapat mengembangkan keterampilan berkomunikasi verbal (2) Dapat mengembangkan perbendaharaan bentuk-bentuk ujaran (3) Dapat mengembangkan pengetahuan, kemampuan, mempengaruhi orang lain melalui bahasa, (4) Dapat mengembangkan kepuasaan personal dan estetis dalam mengapresiasi bahasa. (Hambali, 2017: 1)

Untuk mencapai tujun yang telah dikemukakan di atas penulis mencoba melakukan penelitian dengan menggunakan strategi aktivitas menulis terbimbing.

Menurut Abbas (dalam Wahyu Sukartiningsih, 2016: 241) menyatakan bahwa strategi menulis terbimbing merupakan strategi yang berdasar pada pendekatan proses menulis dan dapat meningkatkan keterampilan menulis serta pencapaian hasil pembelajaran.

Penelitian tentang penerapan strategi menulis terbimbing untuk peningkatan keterampilanmenulis deskripsi Siswa Kelas IV SDN PARE 1 menunjukkan bahwa penerapan strategi menulis deskripsi dalam pembelajaran mempunyai pengaruh terhadap keterampilan menulis deskripsi (dalam Wahyu Sukartiningsih, 2016: 239). “Keefektifan Strategi Catatan terbimbing Terhadap Hasil Belajar Materi Unsur Cerita pada Siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Pasaraen 01 Kabupaten Tegal. Skripsi, pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Semarang.

(19)

4

Populasi V.A siswa sebanyak 54 dan kelas V.B sebanyak 27 siswa. Hasil penelitian ini membuktikan adanya perbedaan segnifikan antara pembelajarran yang menerapkan strategi catatan terbimbing dengan pelajaran yang tidak menerapkan strategi catatan terbimbing. Ini dibuktikan dengan perhitungan uji independent sample t.tes menggunakan SPSS, nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔>𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 2,251>2,013 serta signifikan< 0.05 yaitu 0,29. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa kelas V yang signifikan antara, pembelajaran dengan menerapkan strategi catatan terbimbing dan pembelajaran yang tidak menerapkan strategi catatan terbimbing.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang peningkatan kemampuan menulis karangan narasi yang menunjukkan pengaruh positifterhadap peningkatan hasil belajar siswa. Sehubungan dengan hal tersebut, timbul dorongan penulis untuk meneliti pengaruh penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing yang diharapkan juga dapat mencapai peningkatan hasil belajarmenulis deskripsi siswa. Untuk mengetahui secara pasti pengaruh penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing dalam pembelajaran bahasa indonesia dan sastra indonesia perlu dilakukan penelitian secara lebih mendalam.

Berdasarkan uraian masalah di atas, peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Penerapan Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Ketrampilan Menulis Deskripsi Peserta Didik Kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa”.

(20)

5

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa?

2. Bagaimanakah pengaruh strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah maka tujuan Penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadaphasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

2. Untuk mengetahui pengaruh strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan terhadap ilmu pengetahuan khususnya dibidang ilmu pendidikan jurusan pendidikan guru sekolah dasar dan perkembangan mengenai penerapan strategi aktivitas menulis

(21)

6

terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V SD Inpres Paccinongan Kabupaten Gowa

2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru

Bagi guru diharapkan penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing dapat diaplikasikan dalam proses belajar mengajar dikelas, agar dapat menciptakan iklim yang benar-benar menunjang proses belajar mengajar secara optimal melalui pengembangan kurikulum pengajaran yang sesuai dengan pembelajaran bahasah Indonesia khususnya dalam menulis karangan.

b. Bagi Siswa

Bagi siswa diharapkan penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasah Indonesia dan dapat menerima pelajaran disekolah supaya tidak merasa jenuh atau bosan dalam mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung. c. Bagi Sekolah

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan atau saran dalam penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V SD Inperes Paccinongan Kabupaten Gowa.

(22)

7

Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi sebagai sarana pemikiran dalam rangka memperkaya pengetahuan khususnya pada pembelajaran bahasa Indonesia.

e. Bagi Peneliti

Penelitian diharapkan mampu memberikan tambahan referensi mengenai penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Selain itu sebagai media latihan penulisan karya ilmiah selanjutnya bagi peneliti.

(23)

8

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori

1. Hasil Penelitian yang Relevan

a. Penelitian yang dilakukan oleh Binta Risqia Estafasari (2011) yang berjudul

“Implementasi Pendekatan Whole Language dengan Menulis Terbimbing

Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengarang Deskripsi Siswa Kelas V

SDN 05Tambakaji Kota Semarang” hasilnya diketahui bahwa adanya

peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa dari nilai 62,88 (prasiklus) menjadi 71,83 (siklus I) dan 80,17 (siklus II)

b. Penelitian yang dilakukan oleh Nurmila Moidady (2015) yang berjudul

“Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Karangan

Sederhana Siswa Kelas IV SDN Pembina Liang Melalui Strategi AKtivitas Menulis Terbimbing” hasilnya diketahui bahwa pada siklus I berada pada kategori kurang. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes setiap proses pembelajaran menunjukkan pada siklus I nilai rat-rata kelas mencapai 65,05 dengan ketuntasan belajar mencapai 50%.

c. Penelitian yang dilakukan oleh Nurhayani, E (2013) yang berjudul

“Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas II Sekolah Dasar” hasilnya diketahui bahwa dengan

memanfaatkan media gambar dapat meningkatkan keterlaksanaan pembelajaran yaitu dari siklus I rata-rata persentase keterlaksanaan 93,75%

(24)

9

dengan nilai ketercapaian 82,65 menejadi rata-rata persentase keterlaksanaan 100% dengan nilai ketercapaian 9,65 pada siklus II.

d. Penelitian yang dilakukan oleh Eny Purwantiningsih (2009) yang berjudul

“Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Siswa SD Negeri 2 Dlingo Tahun 2009” hasilnya

diketahui bahwa ada peningkatan keterampilan menulis deskripsi setelah dilaksanakan tindakan kelas melalui pendekatan kontekstual. Hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya keterampilan menulis deskripsi dari sebelum dan sesudah dilaksanakannya tindakan.

e. Penelitian yang dilakukan oleh Umriyatul Azizah (2016) yang berjudul

“Pengaruh Penerapan Strategi Proses Menulis Terbimbing Terhadap Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas IV SD” hasilnya diketahui

bahwa penerapan strategi proses belajar terbimbing berjalan sesuai dengan RPP yang sudah dibuat. Nilai skor rata-rata yang diperoleh dari kedua pengamat adalah 3,8. Sedangkan rata-rata hasil tes yang diperoleh siswa sebelum diberi perlakuan (pre-test) adalah 68,15 dan sesudah diberi perlakuan (pos-tes) adalah 83,46.

f. Penelitian yang dilakukan oleh Munirah (2017) yang berjudul “Keefektivan Strategi Brainstorming Dalam Pembelajaran Menulis Paragraf Argumentasi Siswa Kelas Kelas XI SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten

Gowa “ hasilnya diketahui bahwa hasil kemampuan menulis paragraf

argumentasi dengan menerapkan strataegi brainstorming pada kelas eksperimen menunjukkan nilai rata-rata siswa setelah diadakan perlakuan

(25)

10

mencapai 78,87, sedangkan pada kelas kontrol setelah diadakan perlakuan atau tindakan dengan menerapakan pembelajaran konvensional dalam menulis paragraf hanya mencapai 73,80.

2. Pengertian Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi berbeda.Reigeluth& Degeng (dalam Syafruddin 2014: 5). Variabel strategi pembelajaran diklasivikasikan menjadi tiga yaitu:

a. Strategi pengorganisasian (organizanional strertegy), merupakan cara untuk menata isi suatu bidang studi dan kegiatan ini berhubungan dengan tindakan pemilihan isi/materi penataan isi pembuatan diagram format dan sejenisnya. b. Strategi strategi penyampaian, (delivery strategi), merupakan cara untuk

menyampaikan pembelajaran pada siswa dan untuk menerima serta merespons masukan dari siswa.

c. Strategi pengelolaan (management srategi), merupakan cara untuk menata interaksi antara siswa dan variabel strategi pembelajaran lainnya (variabel strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian).

Menurut Joni (dalam Samad dan Maryati Z 2012: 4) strategi adalah ilmu atau kiat di dalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

(26)

dari komponen pembentukan system pembelajaran. Dalam hal ini guru menggunakan siasat tertentu.Strategi pembelajaran pada dimensi perencanaan mengacu pada upaya strategis secara strategis dalam memilih, menetapkan, dan merumuskan komponen-komponen pembelajaran.

Joni (dalam Samad 2012: 4) mengemukakan bahwa yang menjadi acuan utama dalam penentuan strategi pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran.Oleh karena itu, segala kegiatan pembelajaran yang dilakukan yang tidak berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran tidak dapat dikategorikan sebagai strategi pembelajaran. Untuk dapat merancang dan melaksanakan strategi pembelajaran yang efektif, guru harus memilih khasanah metode pembelajaran yang kaya.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan digunakan.

a. Tujuan Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran guru harus menetapkan terlebih dahulu tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Menurut Taksonomi Bloom (dalam Syafruddin, 2014: 18) secara teoritis tujuan pembelajaran dibagi atas tiga kategori: (1) tujuan pembelajaran ranah kognitif, (2) tujuan pembelajaran ranah afektif, dan (3) tujuan pembelajaran ranah psikomotorik.

b. Karakteristik Siswa

Karakteristik siswa berhubungan dengan aspek-aspek yang melekat pada diri siswa seperti motivasi minat bakat kemampuan awal gayah belajar kepribadian dan sebagainya. Karakteristik siswa yang amat kompleks

(27)

tersebut harus juga dijadikan pijakan dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan di gunakan. Tanpa mempertimbangkan karakteristik siswa tersebut maka penerapan strategi pembelajaran. Tertentu tidak bisa mencapai hasil belajar secara maksimal.

c. Kendala Sumber/Media Pembelajaran

Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketersediaan sumber belajar sangat memengaruhi hasil belajar siswa. Terkait dengan penerapan strategi pembelajaran bahwa setiap strategi pembelajaran digunakan untuk materi atau isi pembelajaran tertentu dan juga membutuhkan media atau sumber belajar tertentu.

d. Karakteristik/Bidang Studi

Struktur bidang studi terkait dengan hubungan-hubungan di antara bagian-bagian dalam bidang studi. Struktur bidang studi mata pelajaran matematika tentu berbeda dengan struktur bidang studi sejarah. Perbedaan struktur bidang studi tersebut membutuhkan strategi pembelajaran yang berbeda pula.

3. Macam-Macam Strategi Pembelajaran Berbagai jenis strategi pembelajaran : a. Ditinjau dari proses pengolahan pesan

1. Strategi Deduktif. Dengan strategi deduktif materi atau bahan pelajaran diolah dari mulai yang umum, generalisasi atau rumusan ke yang bersifat khusus atau bagian-bagian. Bagian itu dapat berupa sifat, atribut, atau ciri-ciri. Strategi

(28)

deduktif dapat digunakan dalam mengajarkan konsep, baik konsep konkret maupun konsep terdefenisi.

2. Strategi induktif. Dengan stratetegi induktif materi atau bahan pelajaran diolah mulai dari yang khusus (sifat, ciri, dan atribut) ke yang umum, generalisasi atau rumusan. Strategi induktif dapat digunakan dalam mengajarkan konsep, baik konsep konkret maupun konsep konsep terdefenisi.

b. Ditinjau dari pihak pengolahan pesan

1. Strategi pembelajaran Ekspositiri. Dengan strategi pembelajaran ekspositori

bahan atau materi pelajarn diolah oleh guru. Siswa tinggal “terima jadi” dari

guru. Dengan strategi ekspositori guru yang mencari dan mengolah bahan pelajaran, yang kemudian menyampaikan kepada siswa. Strategi ini dapat digunakan di dalam mengajarkan berbagai materi pelajaran, kecuali yang sifatnya pemecahan masalah.

2. Strategi pembelajaran Heuristik. Dengan strategi pembelajaran heuristik bahan atau materi pembelajaran diolah oleh siswa. Siswa yang aktif mencari dan mengolah bahan pelajaran. Guru sebagai fasilitator memberikan dorongan, arahan, dan bimbingan. Strategi pembelajaran heuristik dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai materi pelajaran termasuk pemecahan masalah terhadapa masalah ini diharapkan siswa bukan hanya paham dan mampu melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, tetapi juga akan terbentuk sikap-sikap positif, seperti; kritis, kreatif, inovatif, mandiri, dan terbuka. Strategi pembelajaran heuristic terbagi atas diskoveri dan inkuiri.

(29)

4. Hakikat Menulis

Menulis merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh murid Sekolah Dasar. Dengan memiliki kemampuan menulis, murid dapat mengomunikasikan ide, penghayatan, dan pengalamannya ke berbagai pihak. Di samping itu, murid pun dapat meningkatkan dan memperluas pengetahuannya melalui tulisan-tulisan, tujuan menulis adalah: (1) menyampaikan pokok pikiran atau gagasan kepada para pembaca, (2) memberi informasi tentang suatu naskah kepada pembaca, (3) memberi hiburan kepada pembaca, (4) mempengaruhi pembaca atas argumentasi atau pendapat yang diungkapkannya melalui tulisan. Menurut Tim Prima Pena, 2007 (dalam Nurma, 2010: 14)

Manfaat menulis antara lain: (a) meningkatkan kecerdasan; (b) pengembangan daya inisiatif; (c) penumbuhan keberanian; (d) pendorong kemauan; (e) kemauan mengumpulkan informasi dalam Wahyu Sukartiningsih, 2016: 239).

Anak-anak sudah terdorong untuk menulis jauh sebelum anak masuk TK. Mereka sering kelihatan memegang alat tulis dan sibuk menulis. Hasil tulisannya walaupun masih berupa coret-coret atau gambar, jika mereka ditanya menulis apa, mereka akan menjawab sesuai dengan apa yang akan mereka maksudkan. Mereka menulis dengan cara mereka sendiri. Hal ini sebagai suatu bukti bahwa anak belajar bahasa, berkembangnya pengetahuan, membaca-menulis secara alamiah di rumah dan di masyarakat berkembang secara bersamaan, Burn dkk, 1996 (dalam Amier, 2012: 40).

(30)

Proses perkembangan kesiapan belajar baca-tertulis berkaitan erat dengan perkembangan kognitif dan penguasaan bahasa anak. Aminuddin, (dalam Amier 2012: 40) yang megutip pendapat jean pieget (dalam Amier 2012: 40) mengatakan bahwa perkembangan kognitif melalui empat periode, yaitu: periode sensori motor (sensorimotor), praoperasional (praoperational), operasional konkret (concrete-operational), dan operasional formal (formal operational). Periode ini dibagi menjadi 2 tahap. Pertama, tahap prakonsepsional, anak-anak belajar dari usia kurang lebih 2-4 tahuan. Pada tahap prakonsepsional, anak-anak belajar berpikir secara simbolis dengan merepsentasikan gagasan dan peristiwa dengan kata-kata, kalimat, gambar-gambar, dan permainan-permainan dramatik. Begitu mereka mulai menggunakan simbol-simbol untuk kata-kata, mereka menyadari bahwa tulisan itu memepresentasikan makna. Kesadaran ini merupakan dasar bagi proses belajar membaca dan menulis. Pengalaman ini diperoleh di Taman Kanak-Kanak (TK). Kedua, tahap intuitif (intuitive stage). Pada tahap intuitif, anak-anak mengembangkan konsep-konsep dengan tepat namun terbatas pada kemampuannya berpikir secara logis. Dalam hal pemakaian bahasa, anak-anak sudah dapat menggunakan bahasanya sesuai dengan kaidah gramatikal walaupun tidak bisa menjelaskan kaidah-kaidah gramatikal tersebut. Anak-anak pada masa ini sangat memerlukan kondisi lingkungan yang memungkinkan untuk perkembangan kognitifnya agar dapat berlangsung secara optimal.

Perkembangan kesiapan baca-tulis-hitung dan membaca menulis permulaan (MMP) juga berkaitan dengan perkembangan penguasaan bahasa mereka. Proses belajar atau penguasaan bahasa anak-anak berlangsung secara terus menerus,

(31)

interaktif dan bermakna. Dalam kesiapan membaca dan menulis mereka memperoleh penguasaan bahasa dari lingkungannya.

Salah satu konsep yang disepakati oleh para ahli pembelajaran MMP adalah konsep kesiapan belajar membaca menulis (emergent literacy). Para ahli mengemukakan bahwa ada masa periode yang di dalamnya anak-anak perlu menguasai sejumlah pengetahuan dan keterampilan berkaitan dengan baca-tulis-hitung sebelum mereka belajar membaca menulis konvensional. Belajar membaca secara konvensional biasanya diartikan sebagai anak-anak belajar menyembunyikan kata-kata yang tertulis dan memahami artinya. Sedangkan belajar menulis secara konvensional diartikan sebagai anak-anak belajar menuliskan sesuatu dalam sistem tulisan tertentu yang dapat dibaca oleh orang yang telah menguasai sistem itu.

Sedangkan belajar menulis secara konvensional diartikan sebagai anak-anak belajar menuliskan sesuatu dalam sistem tulisan tertentu yang dapat dibaca oleh orang telah menguasai sistem itu.

Dalam periode kesiapan belajar membaca dan menulis ini anak belajar untuk memahami bahwa:

1) Tulisan dalam buku disusun dari kiri ke kanan (dalam sistem tulisan latin) 2) Bahasa itu terdiri dari kata-kata

3) Kata-kata itu terdiri dari bunyi-bunyi 4) Bunyi-bunyi itu digambar dengan huruf 5) Setiap huruf ada namanya

(32)

7) Menulis itu adalah kegiatan mewujudkan kata-kata dalam rangkaian huruf-huruf pada halaman buku/papan tulis.

Bagi siswa yang sudah melek-huruf, hakikat menulis itu akan dimaknai lebih luas, sebagaimana dikatakan oleh Murray (dalam Amier 2012 : 41) bahwa menulis adaalah proses berpikir yang berkesinambungan, mulai dari mencoba, dan sampai dengan mengulas kembali. Menulis sebagai proses berpikir berarti bahwa sebelum dan atau saat setelah menuangkan gagasan dan perasaan secara ertulis diperlukan keterlibatan proses berpikir. Proses berpikir menurut Pappas, 1994 (dalam Amier, 2012: 42) merupakan aktivitas yang bersifat aktif, konstruktif, dan menuangkan gagasan berdasarkan skemata, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki secara tertulis. Dalama proses tersebut diperlukan kesungguhan mengolah, menata, mempertimbangkan secara kritis dan menata ulang gagasan yang dicurahkan. Hal tersebut diperlukan aagar tulisan yang dihasilkan dapat terpahami pembaca dengan baik.

Jika menulis dikaitkan dengan membaca, maka menulis sebagai proses berpikir yang terdiri atas serangkaian aktivitas yang fleksibel berkaitan erat dengan membaca. Hal ini dilihat dari: (1) segi sebelum menulis, diperlukan berbagai pengetahuan awal dan informasi yang berkaitan dengan topik yang digaraf. Untuk memperoleh berbgai informasi yang dibutuhkan tersebut membaca merupakan sarana yang tepat. (2) segi saat setelah menulis, pada tahap revisi, penyuntingan, dan publikasi. Penulis pada dasarnya adalah pembaca yang melakukan kegiatan berulang-ulang terhadap tulisannya. Burn dkk, 1996 (dalam

(33)

Amier, 2012: 42) mengemukakan bahwa membaca dan menulis saling mendukung satu dengan lainnya.

5. Pengertian Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing dan Menulis Deskripsi Sebagai proses berpikir yang menghasilkan kreativitas berupa karangan, baik karangan ilmiah maupun karangan yang berbau sastra. Karangan sebagai bukti kreativitas diproleh melalui serangkaian aktivitas menulis. Rangkaian aktivitas menulis sebagaimana di kemukakan oleh Ellis dkk, 1989 dan Tompkis, 1994 (dalam Amier, 2012: 54) yakni; pramenulis, penderafan, perbaikan, penyuntingan, dan publikasi. Kelima tahapan siswa hendaknya menjadi partisipan aktif dalam setiap tahap proses menulis, mulai pramenulis sampai publikasi. Siswa memerlukan lingkungan kelas yang memungkinkan mereka untuk memahami hakikat yang interaktif dan rekruti. Dengan mengalami kelima tahap tersebut, bersama guru yang secara aktif mkemberi bimbingan secara tak langsung, kemampuan menulis siswa diharapkan dapat meningkat secara bertahap. Menurut Rofi, 1997 (dalam Amier, 2012: 55) menulis dapat dipandang sebagai rangkaian aktivitas yang bersifat fleksibel. Sedangkan menurut Graves rangkaian (dalam Ameir dan Tarman, 2012: 55) rangkaian aktivitas tersebut tidak dilaksanakan secara linear tetapi secara rekursif-simultan. Menurut Cor dan Zarrillo, 1993 (dalam Ameir, 2012: 55). Artinya pada saat satu tahapan telah dilakukan dan tahap selanjutnya kan dikerjakan, siswa dapat kembali pada tahap sebelumnya.

Startegi menulis terbimbing yang dimaksud adalah menulis terbimbing yang memberi kesempatan seluas-luasnyaa kepada siswa untuk memilih dan

(34)

mengembangkan topik yang mereka senangi sehngga ia merasa memiliki dan bertanggung jawab atas tulisannya, Tompkins dan Hoskinso, 1991 (dalam Ameir, 2012: 55).

Deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya, sehingga pembaca dan mencitrai (melihat, mendengar, mencium, dan merasakan) apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya. Deskripsi mempunyai ciri-ciri khas, yaitu: (a) Deskripsi lebih memperlihatkan detail atau perincian tentang objek; (b) Deskripsi bersifat memberi pengaruh sensitivitas dan membentuk imajinasi pembaca; (c) Deskripsi disampaikan dengan gayah yang memikat dan dengan pilihan kata yang menggugah; (d) Deskripsi memaparkan tentang sesuatu yang dapat didengar, dilihat, dan dirasakan. Misalnya: benda, alam, warna, dan manusia. Macam-macam deskripsi ada dua macam yaitu deskripsi tempat dan deskripsi orang. Langkah-langkah menulis deskripsiadalah: (a) Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan; (b) tentukan tujuan; (c) Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan; (d) Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (sistematis) atau membuat kerangka karangan; dan (e) Menguraikan atau mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan deskripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan (dalam Wahyu Sukartiningsih, 2016: 240).

6. Langkah-Langkah Pembelajaran Menulis dengan Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing (SAMT)

Sebelum mulai melaksanakan pembelajaran menulis ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diingat guru.

(35)

(b) Bentuk karangan yang dibuat adalah karangan deskriptif. Deskriptif adalah bentuk karangan yang memberikan gambaran secara utuh tentang benda atau sesuatu (yang ada di hadapan anak).

(c) Intervensi guru terhadap karya siswa hanya sebatas memberikan saran. (d) Guru mencermati kreativitas siswa dalam berkomunikasi.

(e) Peran guru sebagai bembimbing, motivator, dan fasilitator agar siswa aktif dalam kelompoknya.

(f) Guru tetap menjaga interaksi belajar di kelas tahap kondusif dalam pembelajaran menulis sebagaimana yang telah direncanakan.

(g) Guru juga melakukan penilaian proses yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan belajar siswa, kesulitan yang dialami, dan pola strategi belajar yang tepat. Dengan demikian diperoleh balikan baik bagi guru maupun siswa untuk mengatasi kesulitan, merencanakan cara mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa. Bentuk penilaian proses yang diarahkan untuk mengetahui siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis, digunakan wawancara klinis. 7. Penilaian Menulis Deskriptif

Penilaian menulis deskripsi ini mengacu pada pendapat Burhan Nurgiyantoro (2010 : 442), menggunakan penilaian peraspek disesuaikan dengan indikator yang ingin dicapai dalam pembelajaran kelas VA. Penilaian keterampilan menulis karangan deskripsi adalah sebagai berikut.

(36)

Tabel 2.1 Rubrik penilaian hasil belajar menulis deskripsi yaitu: Kemanpuan

menulis deskripsi

Unsur yang dinilai Skor Kriteria

Kessesuaian Objek

Objek dideskripsikan sesuai pengamatan dan digambarkan dengan jelas

4 Sangat baik Objek dideskripsikan sesuai pengamatan

namun penggambarannya kurang jelas

3 Baik

Objek dideskripsikan sesuai pengamatan namun penggambarannya tidak jelas

2 Kurang Objek dideskripsikan tidak sesuai

pengamatan namun penggambarannya tidak jelas 1 Sangat kurang Pilihan dan struktur dan kosa kata

Pilihan struktur dan kosa kata yang tepat 4 Sangat baik Pilihan struktur dan kosa kata yang cukup

tepat

3 Baik

Pilihan struktur dan kosa kata yang kurang tepat

2 Kurang Pilihan struktur dan kosa kata yang tidak tepat 1 Sangat kurang Keterpaduan

antara kalimat

Keterpaduan antara kalimat satu dan lainnya tepat

4 Sangat baik Keterpaduan antara kalimat satu dan lainnya

cukup tepat

3 Baik

Keterpaduan antara kalimat satu dan lainnya kurang tepat

2 Kurang Keterpaduan antara kalimat satu dan lainnya

tidak tepat

1 Sangat kurang

EYD Penggunaan Eyd yang tepat/sesuai 4 Sangat

baik Penggunaan Eyd yang cukup tepat/sesuai 3 Baik Penggunaan Eyd yang kurang tepat/sesuai 2 Kurang

Penggunaan Eyd yang tidak tepat/sesuai 1 Sangat kurang

(37)

8. Hasil Belajar Bahasa Indonesia

Syamsiah (dalam Hasriani, 2008: 28) memberikan batasan bahwa hasil belajar adalah proses berpikir menyususn hubungan-hubungan antara bagian-bagian interaksi yang telah diperoleh sebagai pengertian, karena itu orang jadi memahami dan menguasai hubungan tersebut sehingga orang itu dapat menampilkan pemahaman dan penguasaan bahan pelajaran yang dipelajari.

Berakhirnya suatu proses belajar, maka siswa memperoleh suatu hasil belajar. Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar atau tindak mengajar. Dari segi guru, tindak mengajar diakhiri dengan evaluasihasil belajar. Dari segii siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar.

Untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai diadakan penilaian. Penilaian juga diadakan setelah siswa menyelesaikan suatu program pembelajaran dalam waktu tertentu. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan-bahan pengajaran sesuai dengan pendidikan dan pengajaran.

Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki sebagai hasil pembelajaran yang diamati melalui penampilan siswa

(Korner’s Performance) di mana untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai

diadakan penilain, dan salah satu alat ukur yang digunakan adalah tes. Jadi hasil belajar bahasa Indonesia siswa adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa sebagai hasil pembelajaran bahasa Indonesia yang dapat diamati melalui

(38)

(Korner’s Performance) dengan menggunakan tes sebagai alat buku hasil belajar

siswa.

B. Kerangka Pikir

Uma Sekaran dalam (Sugiyono 2016:91), Mengatakan bahwa kerangka pikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.

Seorang guru yang profesional harus mampu memilih dan menerapkan metode dan strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat di terapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar adalah strategi aktivitas menulis terbimbing.

Penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing diharapkan dapat mencapai peningkatan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui secara pasti pengaruh penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa, perlu dilakukan penelitian secara mendalam.

Hasil belajar siswa merupakan tolak ukur yang nmenggambarkan mutu proses belajar pada lembaga pendidikan termasuk sekolah. Makin tinggi hasil yang diperoleh siswa menunjukkan makin tinggi keberhasilan siswa dalam belajar dan guru dalam mengajar. Jika sebaliknya, hasil belajar siswa rendah menunjukkan rendah juga proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dilihat dari hasil belajar siswa tersebut, yaitu menilai yang diperoleh siswa setelah mengikuti evaluasi. Faktor yang menyebabkan hasil yang diperoleh siswa tinggi atau rendah tersebut dapat berupa faktor dari dalam diri dan dari luar diri siswa. Tujuan dari pembelajaran adalah siswa mendapat hasil belajar yang maksimal,

(39)

sehingga meteri yang disampaikan dapat dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar: 2.1 Kerangka Pikir Stategi Pembelajaran

Bahasa Indonesia

Pembelajaran Konvensional

Kegiatan Belajar Mengajar

Menerapkan Strategi Aktivitas Menulis Terbimbing

Temuan Analisis

K13

Menyimak Membaca Menulis Berbicara

(40)

C. Hipotesis Penelitian

Hipotesis jika dilihat dari arti katanya, hipotesis berasal dari dua kata yaitu

“hypo” artinya “dibawah” dan “thesa” artinya “kebenaran”. “Hipotesis adalah

jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan-permasalahan peneliti, sampai terbukti data yang terkumpul” ada pengaruh positif penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

(41)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen atau (Pre Eksperimen). Menurut Sugiyono, metode penelitian

eksperimen dapat diartikan sebagai “metode penelitian untuk mencari pengaruh

perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan” Sugiyono (2016: 107). Dengan demikian, tujuan penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti yaitu untuk mencari pengaruh penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

2. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain One Group Pretest Design. Penelitian eksperimen atau percobaan adalah penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan sebab akibat. Pada desain ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian, hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadan sebelum. Desain penelitian One Group Pretest Posttest Design digambarkan sebagai berikut :

(42)

Tabel 3.1 One Group Pretest Posttest Design

Pretest Treatment Posttest

O1 X O2

Keterangan:

O1 ═ Nilai pretest (sebelum perlakuan)

X ═ Perlakuan

O2 ═ Nilai posttest (setelah diberi perlakuan)

Pengaruh penerapan strategi aktifitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar

keterampilan menulis deskripsi ═ O1 – O2 (Sugiyono 2013 : 111)

Model eksperimen ini melalui tiga langkah yaitu: 1. Pretes

Pretest yang dimaksud disini adalah tes keterampilan membaca murid sebelum diterapkan perlakuan, atau proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi . Pretes diberikan dengan maksud untuk mengetahui apakah ada diantara murid yang sudah mampu menulis dengan baik dan bena. Pretes bisa juga diartikan sebagai kegiatan menguji tingkat pengetahuan murid terhadap materi yang akan disampaikan, adapun manfaat dari diakannya pretes adalah untuk mengetahui kemanpuan awal murid mengenai pelajaran yang disampaikan. Dengan mengetahui kemanpuan awal murid ini guru akan dapat menentukan cara penyampain pelajaran yang akan ditempuhnya nanti.

(43)

Perlakuan dapat diartikan sebagai kondisi yang pengaruhnya diamati dalam penelitian. Perlakuan selalu terkait dengan pertanyaan atau hipotesisi yang akan dijawab atau dibuktikan dalam percobaan. Dalam hal ini perlakuan yang dimaksud adalah penerapan strategi aktifitas menulis terbimbing terhadap hasil keterampilan menulis deskripsi

3. Posttes

Posttes yang dimaksud disini adalah tes keterammpilan menulis deskripsi murid. Sinkatanya. Posttes adalah evaluasi akhir saat materi yang diajarkan pada hari itu telah diberikan yang mana seorang guru memberikan posttes dengan maksud apakah murid sudah ampu mengerti dan memahami mengenai materi yang baru saja diberikan pada hari itu. Manfaat dari dilakukannya posttes ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang keterampilan menulis deskripsi yang tealah dicapai setelah diberi perlakuan menggunakan strategi aktivitas menulis terbimbing dalam proses belajar mengajar. Hasil postes ini dibandingkan dengan hasil pretes yang telah dilakukan sehingga diketahuiseberapa jauh efek atau pengaruh dari penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing terhadap hasil keterampilam menulis deskripsi murid.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiir atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpualnnya (Sugiyono, 2016:117). Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi objek dan benda-benda alam yang lain.

(44)

Populasi juga bukan hanya orang, tetapi juga objek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu. Populasi ini adalah seluruh murid kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dengan jumlah murid 59 dari dua kelas yaitu kelas V.A dan kelas V.B.

Tabel 3.2 Jumlah seluruh murid kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diteliti oleh peneliti. Sedangkan menurut Arikunto, (2010: 145) “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang

diteliti”.

Berdasarkan populasi yang terdiri dari dua kelas maka dalam penelitian ini, sampel yang diambil adalah kelas V.A yang berjumlah 29 orang dengan perincian sebagai berikut :

Tabel 3.3 Sampel Penelitian SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa

No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

1 V.A 16 13 29

No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

1 V.A 16 13 29

(45)

C. Definisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diamati, yaitu variabel X dan variabel Y. Variabel X dalam penelitian ini adalah penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing sebagai variabel bebas (dependen), sedangkan variabel Y adalah hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (independen).Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau mempengaruhi variabel terikat.Variabel terikat adalah variabel yang muncul akibat adanya variabel bebas.

Untuk menghindari terjadinya salah penafsiran mengenai variabel dalam penelitian ini, maka peneliti memperjelas defenisi operasional variabel yang dimaksud, yaitu:

1. Strategi aktivitas menulis terbimbing adalah menulis terbimbing yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk memilih dan mengembangkan topik yang mereka senangi sehingga ia merasa memiliki dan bertanggung jawab atas tulisannya.

2. Hasil belajar bahasa Indonesia siswa adalah kemampuan yang dimiliki siswa sebagai hasil pembelajaran bahasa Indonesia yang dapat diamati melalui

(Korner’s Performance) dengan menggunakan tes sebagai alat buku hasil belajar

siswa.

D. Instrument Penelitian

Melakukan susatu penelitian hendaknya menggubakan alat ukur yang baik. Alat ukur yang dipakai dalam penelitian dinamakan sebagai instrumen penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Instrumen tes dilakukan dengan memberikan tugas kepada siswa untuk mendeskripsikan dan menuliskannya

(46)

berdasarkan pengalamannya dan gambar yang mereka lihat. Berdasarkan teori-teori yang mendasari variabel penelitian. Instrumen penelitian dapat diartikan sebagai alat bantu yang dapat diwujudkan dalam kegiatan penelitian.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang akan digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah observasi dan instrumen berupa tes berbentuk soal (Sugiyono 2016 : 194). Adapun langkah-langkah (prosedur) pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :

a. Tes awal (pretest)

Tes awal dilakukan sebelum treatment, pretest dilakukan untuk mengetahui kemanpuan yang dimiliki oleh murid sebelum diterapkannya strategi aktivitas menulis terbimbing.

b. Pemberian perlakuan (Treatment)

Dalam hal ini peneliti menerapkan strategi aktifitas menulis terbimbing pada pembelajaran Bahasa Indonesia.

c. Tes akhir (posttest)

Setelah Treatment, tindakan selanjutnya adalah posttest untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi aktivitas menulis terbimbing.

Saat siswa telah selesai mengerjakan tes maka akan dilakukan penilaian dengan aspek yang telah ditentukan, kemudian hasil tersebut akan dikelola dengan perhitungan akhir dengan cara berikut

(47)

Nilai perolehan : Jumlah skor diperolehJumlah total skor x 100 = Nilai akhir F. Teknik Analisis Data

Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian akan digunakan analisis statistik deskriptif dan inperensial. Data yang terkumpul berupa nilai pretest dan nilai posttest kemudian dibandingkan. Membandingkan kedua nilai

tersebut dengan mengajukan pertanyaan, “apakah ada perbedaan nilai yang

didapatkan antara nilai pretest dengan nilai posttest?” Pengujian perbedaan nilai hanya dilakukan terhadap rerata kedua nilai saja, dan untuk keperluan itu digunakan teknik yang disebut dengan uji-t (t-test). Dengan demikian langkah-langkah One Group Pretest Posttest Disegn adalah sebagai berikut:

1. Analisis Data Deskriptif

Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan kemampuan menyimak yang diperoleh siswa dari kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menentukan kategori hasil belajar menulis deskripsi bahasa Indonesia siswa kelas V.A SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa sebagai berikut.

Tabel 3.4 Skor kemampuan menulis deskripsi

No Tingkat Keberhasilan (%) Keterangan

1 90 – 100 Sangat Baik

2 80 – 89 Baik

3 70 – 79 Sedang

4 50 – 69 Kurang

5 0 – 49 Sangat Kurang

(48)

2. Statistik Inferensial

Teknik analisis inferensial digunakan dan ditujukan untuk menguji hipotesis penelitian yang telah ditetapkan. Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk menjawab hipotesis yahng telah diajukan. Apabila sampel berpasangan dengan membandingkan sebelum dan sesudah perlakuan maka digunakan uji-t (t-test)

dengan taraf signifikansi α = 0,05 bertaraf 5% . Berikut rumusnya menurut

Sugiyono (2016:273).

Dalam penggunaan statistik inferensial ini peneliti menggunakan teknik statistik t (uji t). Dengan tahapan sebagai berikut :

t =

𝑀𝑑

𝑁(𝑁−1)∑ 𝑋2𝑑

Keterangan: t = Uji t

Md = Mean dari perbedaan pretest dan posttest

∑ 𝑋2𝑑 = Jumlah kuadrat deviasi

N = subjek pada sampel

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: a. Mencari harga “Md” dengan menggunakan rumus:

Md = ∑ 𝑑

𝑁

Keterangan:

Md = Mean dari perbedaan pretest dengan posttest = Jumlah dari gain (posttest – pretest)

N = Subjek pada sampel.

b. Mencari harga “ ∑𝑋2𝑑” dengan menggunakan rumus:

∑ 𝑋2𝑑 = ∑ 𝑑2(∑ 𝑑)2 𝑁

(49)

Keterangan:

∑ 𝑋2𝑑 = Jumlah kuadrat deviasi

= Jumlah dari gain (posttest – pretest) N = Subjek pada sampel.

c. Menentukan harga t Hitung dengan menggunakan rumus: t = 𝑀𝑑

𝑁(𝑁−1)∑ 𝑋2𝑑

Keterangan :

Md = Mean dari perbedaan pretest dan posttest

∑ 𝑋2𝑑 = Jumlah kuadrat deviasi

N = Subjek pada sampel

d. Menentukan aturan pengambilan keputusan atau kriteria yang signifikan kaidah pengujian signifikan :

1) Jika t Hitung> t Tabel maka Ho ditolak dan H1 diterima, berarti strategi aktivitas menulis terbimbing berpengaruh terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik Kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

2) Jika t Hitung< t Tabel maka Hoditerima dan H1ditolak, berarti strategi aktivitas menulis terbimbing tidak berpengaruh terhadap hasil belajar keterampilan menulis deskripsi peserta didik Kelas V SD Inpres Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

e. Menentukan harga t Tabel

Mencari t Tabel dengan menggunakan table distribusi t dengan taraf signifikan

(50)

Untuk keperluan pengujian hipotesis di atas maka digunakan uji pihak kanan. Kriteria pengujian adalah Ho diterima jika thitung ≤ ttabel dan Ho ditolak jika thitung ˃ ttabel dan H1 diterima.

(51)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Hasil dan analisis data penelitian dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari kegiatan belajar siswa yang diajar menggunakan strategi aktivitas menulis terbimbing kelas V.A SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Hasil yang diperoleh disajikan dengan menggunakan analisis statistic deskriptif. Adapun uraian lengkap tentang hasil penelitian dan pembahasan adalah sebagai berikut.

1. Hasil Analisis Statistika Deskriptif

a. Hasil Penilaian Kemampuan Menyimak Siswa Sebelum Perlakuan atau

Pretest

Berikut disajikan skor hasil penilaian kemampuan menulis deskripsi peserta didik kelas V.A SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Tabel 4.1 Deskripsi Skor Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Deskripsi kelas V.A SD Inpres Paccinongan Sebelum diberikan perlakuan atau Pretest

Statistik Nilai Statistik

Ukuran Sampel 29 Skor Tertinggi 88 Skor Terendah 50 Skor Ideal 100 Rentang Skor 38 Skor Rata-rata 63

(52)

Median 69

Standar Variansi 11,66

Sumber: Data diolah dari Lampiran 5 Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil penilaian kemampuan menulis deskripsi siswa kelas V.A SD Inpres Paccinongang sebelum diberi perlakuan (Pretest) adalah 63 dari skor ideal 100. Skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 88 dan skor terendah 50, dengan standard deviasi sebesar 11,66 yang berarti bahwa skor hasil penilaian kemampuan menyimak siswa kelas III pada Pretest di SD Negeri 17 Parang Luara tersebar dari skor terendah 50 sampai skor tertinggi 88.

Jika skor tes hasil penilaian keterampilan menulis deskripsi siswa kelas V.A SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa sebelum penerapan strategi ativitas menulis terbimbing (Pretest) dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi skor frekuensi dan persentase yang ditunjukan pada Tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Penilaian Keterampilan Menulis Deskripsi Kelas V.A SD Inpres Paccinongan Sebelum Diberi Perlakuan atau Pretest

No Interval Frekuensi Presentase (%) Kategori

1 90 – 100 0 0% Sangat Baik 2 80 – 89 5 17,24% Baik 3 70 – 79 5 17,24% Cukup 4 60 – 69 9 31,03% Kurang 5 0 – 59 10 34,49% Sangat Kurang Jumlah 29 100%

Sumber: Data diolah dari Lampiran 5 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 dapat digambarkan bahwa dari 29 siswa kelas V.A SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa

(53)

yang hasil Pretest, pada umumnya memiliki tingkat hasil penilaian keterampilan menulis deskripsi dalam kategori rendah dengan skor rata-rata 63 dari skor ideal 100.

Kemudian untuk melihat persentase kemampuan menulis deskripsi siswa sebelum perlakuan (Pretest) dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3 Deskripsi Penilaian Kemampuan menulis deskripsi Kelas V.A SD Inpres Paccinongan sebelum perlakuan (Pretest)

Sumber dikelola dari lampiran 5 Berdasarkan Tabel 4.3 sebelum penerapan strategi aktivitas menulis terbimbing (Pretest) dapat digambarkan bahwa siswa yang telah mencapai tingkat keberhasilan dengan kategori baik sebanyak 5 orang dari jumlah keseluruhan 29 orang dengan presentase 17,24%, cukup sebanyak 5 orang dari jumlah keseluruhan 29 orang dengan persentase 17,24%, sedangkan yang tidak mencapai tingkat keberhasilan dengan kategori kurang dan sangat kurang sebanyak 19 orang dari jumlah keseluruhan 29 siswa dengan persentase 65,52%.

b. Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Deskripsi Siswa Kelas V.A SD Inpres Setelah Perlakuan atau Postest

Berikut disajikan skor hasil penilaian kemampuan menulis Deskripsi siswa kelas V. A SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.setelah diberikan perlakuan.

Skor Kategorisasi Frekuensi %

0 – 69 Tidak tuntas 10 65,52%

70 – 100 Tuntas 19 34,48%

(54)

Tabel 4.4 Deskripsi Skor Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Deskripsi Siswa Kelas V.A SD Inpres Paccinongan Setelah diberikan perlakuan atau Posttest

Statistik Nilai Statistik

Ukuran Sampel 29 Skor Tertinggi 100 Skor Terendah 63 Skor Ideal 100 Rentang Skor 37 Skor Rata-rata 81 Median 81 Standar Variansi 16,09

Sumber: Data diolah dari Lampiran 5 Berdasarkan Tabel 4.4 menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil penilaian kemampuan berbicara siswa kelas V.A SD Inpres Paccinongan setelah diberi perlakuan (Posttest) adalah 81 dari skor ideal 100. Skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 100 dan skorterendah 63, dengan standard deviasi sebesar 16,09 yang berarti bahwa skor hasil penilaian kemampuan menulis deskripsi siswa kelas V.A pada Posttest SD Inpres Paccinongan tersebar dari skor terendah 63 sampai skor tertinggi 100.

Jika skor tes hasil penilaian kemampuan menulis deskripsi siswa kelas V.A SD Inpres Paccinongan setelah penerapan stretegi aktivitas menulis terbimbing (Pretest) dikelompokkan kedalam lima kategori, maka diperoleh distribusi skor frekuensi dan persentase yang ditunjukan pada Tabel 4.5 berikut:

(55)

Tabel 4.5 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Deskripsi Siswa Kelas V.A SD Inpres Paccinongan Sesudah Perlakuan atau Posttets

Sumber: Data diolah dari Lampiran 5

Berdasarkan tabel 4.4 dan 4.5 di atas, dapat digambarkan bahwa dari 29 siswa kelas V.A SD Inpres Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yang dijadikan sampel penelitian Posttest, pada umumnya memiliki tingkat keberhasilan dengan kategori sangat baik sebanyak 6 orang dari jumlah keseluruhan 29 orang dengan presentase 20,69%, baik sebanyak 11 orang dari jumlah keseluruhan 29 orang dengan persentase 37,93%, dan cukup sebanyak 8 orang dari jumlah keseluruhan 29 orang dengan persentase 27,59% sedangkan yang tidak mencapai tingkat keberhasilan dengan kategori kurang sebanyak 4 orang dari jumlah keseluruhan 29 siswa dengan persentase 13,79% dengan skor rata-rata 81 dari skor ideal 100.

Kemudian untuk melihat persentase kemampuan menulis deskripsi siswa setelah perlakuan (posttest) dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut.

No Interval Frekuensi Presentase (%) Kategori

1 90 – 100 6 20,69% Sangat Baik 2 80 – 89 11 37,93% Baik 3 70 – 79 8 27,59% Cukup 4 51 – 64 4 13,79% Kurang 5 0 – 50 0 0% Sangat Kurang Jumlah 29 100%

Gambar

Tabel                                                                                                   Halaman  2.1 Penilaian Menulis Deskripsi ...................................................................
Gambar                                                                                                   Halaman     2.1 Bagan Kerangka Pikir .......................................................................
Tabel 2.1 Rubrik penilaian hasil belajar menulis deskripsi yaitu:
Tabel 3.1 One Group Pretest Posttest Design
+7

Referensi

Dokumen terkait

Katalog perpustakaan merupakan suatu daftar atau wakil ringkas dari suatu bahan pustaka yang memuat informasi deskripsi bahan pustaka disusun secara sistematis

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa tidak tuntas secara klasikal, aktivitas siswa belum mencapai

Tugas akhir ini disusun sebagai persyaratan akhir kelulusan di Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana.. Dalam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kacang tanah di lahan kering Desa

Pada contoh perangkat lunak ini, penulis telah memasukkan sebanyak 3416 istilah ekonomi dalam database SQLite yang digunakan oleh perangkat lunak. Karena jumlah istilah

Sedemikian, dengan melihat kondisi Jawa sebagaimana di muka, masihkah ada penjelasan yang lebih jernih mengenai perusakan alam yang tengah menjalar di sekujur tubuh negeri ini

Merancang suatu aplikasi mobile android praktis dan mudah digunakan yang berisi tentang informasi rute angkutan kota dan objek wisata yang tersebar di Kota

Data nilai absorbansi dari ekstrak etanolik herba alfalfa serta baku pembanding, dihitung dengan rumus: % aktivitas antioksidan = Absorbansi blanko (Absorbansi