• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemrograman Web 55 BAB 4 ARRAY/LARIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemrograman Web 55 BAB 4 ARRAY/LARIK"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 4 ARRAY/LARIK

Pada bab sebelumnya Anda telah mengenal variabel dan sering menggunakannya. Suatu variabel digunakan untuk menyimpan sebuah nilai/data. Namun, coba Anda bayangkan ketika kita ingin menyimpan nilai dari suatu kelas yang terdapat 40 mahasiswa, maka kita memerlukan 40 variabel untuk masing-masing nama. Hal ini tentu sangat tidak efesien dan membuat kode kita menjadi sangat panjang hanya untuk pendeklarasian varibel, jika ditambah dengan variabel yang lain seperti alamat mahasiswa, nim mahasiswa dan seterusnya tentu menjadi sangat tidak efesien lagi. Untuk mengatasi situasi seperti ini maka kita dapat menggunakan variabel Array.

Variabel array dapat dikatakan variabel yang dapat menyimpan banyak nilai, dimana hal ini berbeda dengan variabel sebelumnya yang hanya satu nilai. Suatu array dapat dikatakan sebagai sebuah loker tempat menyimpan data, dimana setiap loker ditandai oleh sebuah “penomoran” atau disebut dengan kunci/index. Kunci/index dari suatu array digunakan untuk menunjukan suatu nilai dalam variabel array. Berikut ialah ilustrasinya:

0 1 2 3 4

A B C D E

Gambar 4.1 Ilustrasi Array dengan Kunci dan Nilai

Berdasarkan gambar diatas, untuk mengakses nilai “B” maka kita harus menyebutkan kuncinya yakni “1”. Bab ini akan membahas array yang meliputi pendefinisian/penciptaan array, operasi, index/kunci, multidimensi array, perulangan dan fungsi-fungsi yang disediakan oleh PHP.

Kunci/Index Nilai

(2)

4. Direktori modul-2 tempat meletakan file-file program pada modul ini

4.2

Pendefinisian Array

Suatu varibel array dapat didefinisikan pada PHP melalui dua jenis sintaks yakni : 1. $array = array();

2. $array = [];

Cara pertama ialah merupakan standar pendefinisian array, sedangkan cara kedua ialah versi terbaru mengikuti bahasa modern seperti Java, JavaScript ataupun C++. Variabel array seperti yang disebutkan ialah pendefinisian array kosong, untuk mendefinisikan suatu array dengan nilainya ialah sebagai berikut:

1. $nama = array("SBY", "Soeharto"); 2. $nama = ["SBY", "Soeharto"];

Untuk lebih mengerti mengenai pendefinisian array ikuti langkah-langkah berikut.

1. Buat file dengan nama latihan-1.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan pada prosedur.

(3)

Kode 4.1 Pendefinisian array

Pada kode diatas, baris 3 dan 6 ialah pendefinisian array kosong, sedangkan baris ke-9 dan baris ke-13 mendefinisian variabel array beserta nilainya. Baris ke-16 dan baris ke-1ke-9 digunakan untuk menampilkan nilai array menggunakan kunci/index nilai (akan dijelaskan pada sub bab selanjutnya).

3. Buka web browser dan arahkan pada file yang telah dibuat pada langkah 1. Berikut luaran dari kode diatas

(4)

4.3

Operator pada Array

Pada array juga terdapat operator samahalnya dengan variabel pada umumnya. Adapun variabel yang terdapat pada array disajikan pada Tabel 4 .1.

Tabel 4.1 Operator pada Array

Nama Contoh Hasil

Union $a + $b Gabungan $a dan $b

Equality $a == $b True, jika $a dan $b memiliki pasangan kunci/nilai yang sama

Identity $a === $b True, jika $a dan $b memiliki pasangan kunci/nilai yang sama pada urutan yang sama dan tipe data yang sama

Inequality $a != $b True, jika $a tidak sama dengan $b $a <> $b

Non-Identity $a !== $b True, jika $a tidak identik dengan $b

4.4

Operasi pada Array

Suatu variabel array ialah variabel yang memiliki banyak nilai dimana suatu nilai/data memiliki suatu kunci sebagai petunjuknya. Data/nilai pada variabel array dimungkinkan untuk ditambah, dihapus atau diubah nilainya yang tentunya untuk melakukan operasi terhadap data kita harus mengetahui kunci dari nilainya. Berikut ialah contoh kode operasi pada suatu array:

(5)

Berikut ialah penjelasan dari kode diatas:

1) baris ke-4 merupakan pendefinisian awal variabel array dengan jumlah elemennya ialah 3 dan kuncinya ialah 0, 1, dan 2.

2) Baris ke-8 digunakan untuk menambahkan elemen array. Tanda kurung siku “[]” setelah variabel $array[], digunakan untuk menambahkan array dimana kuncinya akan diberikan oleh PHP mengikuti data sebelumnya. Sehingga pada sebelumnya kunci terakhir ialah 2, maka penambahan baru dengan kunci 3 dan datanya ialah “Sirsak”.

(6)

6) Baris ke-6, ke-7, ke-12, ke-15 dan ke-18 digunakan untuk menampilkan data array beserta kuncinya secara keseluruhan.

Untuk lebih mengerti kode diatas ikuti langkah-langkah berikut:

1. Buatlah suatu file dengan nama latihan-2.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan.

2. Ketikan kode diatas.

3. Buka web browser dan arahkan pada latihan-2.php. Jika berhasil maka luarannya sebagai berikut:

(7)
(8)

dikeluarkan. Suatu nilai pada variabel array ditandai oleh suatu kunci (disebut juga dengan key atau index). Sehingga, untuk mengeluarkan suatu nilai pada variabel array juga harus disertakan kuncinya tersebut dengan format:

$variabel_array[kunci]

Pada PHP terdapat dua jenis kunci pada array, yakni kunci dalam bentuk angka atau disebut juga dengan numeric dan kunci yang berupa string. Suatu variabel array yang memiliki kunci berupa angkat/numerik disebut juga dengan array numeric. Sedangkan variabel array yang memiliki kunci berupa string/teks disebut juga dengan array associative. Kedua istilah ini (array numeric dan array associative) sering digunakan pada fungsi-fungsi PHP.

a.

Array Numeric

Array numeric ialah suatu array dimana kunci/index/key dari nilainya ialah berupa angka misalkan 0, 1, 2, … , n. Secara default, suatu nilai pada array ialah array numeric, dimana kuncinya dimulai dari 0.

Berikut ialah contoh kode PHP

Pada contoh kode diatas, baris ke-3 merupakan pendefinisian array yang memiliki 2 elemen. Setiap elemen tidak disebutkan kuncinya sehingga array1 merupakan array numerik. Sedangkah array2

(9)

(baris ke-4) secara gamblang menyebutkan kunci dari setiap elemennya yakni berupa angka/numeric.

1. Buatlah file dengan nama latihan-3.php 2. Ketikan kode diatas

3. Setelah disimpan, buka web browser (contoh google chrome) dan jalankan file tersebut 4. Jika tidak terdapat kesalahan maka, akan tampil seperti berikut:

b.

Array Associative

(10)

1. Buatlah file dengan nama latihan-4.php 2. Ketikan kode diatas

3. Setelah disimpan, buka web browser (contoh google chrome) dan jalankan file tersebut 4. Jika tidak terdapat kesalahan maka, akan tampil seperti berikut:

c.

Array dengan Kunci Gabungan

Selain array numeric dan associatice, array pada PHP juga memungkinkan untuk menggunakan keduanya, yakni array yang didalamnya terdapat data/nilai dengan kunci numeric dan terdapat data/nilai lain yang menggunakan kunci associative, misalkan:

(11)

Untuk lebih memahami mengenai jenis array ini, ikuti latihan berikut:

1. Buatlah file dengan nama latihan-5.php 2. Ketikan kode berikut

3. Setelah disimpan, buka web browser (contoh google chrome) dan jalankan file tersebut 4. Jika tidak terdapat kesalahan maka, akan tampil seperti berikut:

4.6

Multidimensi Array

Array multidimensi dapat didefinisikan suatu array yang memiliki elemen array didalamnya.

Contoh array multidimensi (pendefinisian)

(12)

2. Buka web browser dan jalankan kode tersebut.

3. Jika tidak ada kesalahan maka akan menghasilkan luaran sebagai berikut:

4. Ubahlah parameter kedua dari fungsi str_repead pada kode langkah-1 baris ke-2 dan baris ke-4 dengan sebarang bilangan, kemudian simpan program dan jalankan kembali.

(13)

Contoh multidimensi

1. Buatlah file dengan nama latihan-7.php, dengan kode program sebagai berikut:

2. Buka web browser dan jalankan kode tersebut.

(14)

4. Ubahlah parameter kedua dari fungsi str_repead pada kode langkah-1 baris ke-2 dan baris ke-4 dengan sebarang bilangan, kemudian simpan program dan jalankan kembali.

4.7

Perulangan Array

Untuk mengakses array ialah dengan menyebutkan nama variabel dan kuncinya. Untuk menelusuri array secara keseluruhan ialah dengan memanfaatkan fitur perulangan yakni for dan while yang telah dijelaskan pada bab 3. Namun, pada PHP terdapat perulangan khusus untuk variabel array yakni foreach.

(15)

Detil penggunaan foreach untuk menelusi data pada variabel array ialah sebagai berikut:

1. Buatlah file dengan nama latihan-8.php, dengan kode program sebagai berikut:

2. Buka web browser dan jalankan kode tersebut.

(16)

1. Buatlah file dengan nama latihan-9.php, dengan kode program sebagai berikut:

2. Buka web browser dan jalankan kode tersebut.

(17)

4. Ubahlah parameter kedua dari fungsi str_repeat pada kode langkah-1 baris 2 dan baris ke-4 dengan sebarang bilangan, kemudian simpan program dan jalankan kembali.

4.8

Fungsi Array

a.

Pengecekan pada Array

1. Mengecek variabel array.

Sebelum melakukan pengoperasian/manipulasi data pada variabel array, kita kadang harus mengecek apakah suatu variabel bertipe data array . Untuk pengecekan apakah suatu variabel bertipe data array dengan menggunakan fungsi is_array($variabel). Fungsi ini akan mengembalikan true jika variabel ialah array, false untuk sebaliknya. Format penulisan fungsi ini ialah

is_array($variabel) 2. Mengecek nilai pada array

Kadang kita ingin mengecek apakah suatu nilai terdapat dalam suatu variabel array. Untuk mengecek apakah suatu nilai terdapat didalam variabel array menggunakan fungsi in_array(NILAI, $VARIABEL_ARRAY) dengan penulisan format:

in_array(NILAI, $VARIABEL_ARRAY)

3. Mengecek kunci array.

Untuk mengakses suatu elemen array ialah dengan menyebutkan kunci nilai dari variabel array tersebut dengan format $variabel_array[KUNCI]. Namun, kadang elemen array tersebut tidak ada, baik elemen tersebut tidak ada atau kita ingin mengecek suatu kunci apakah terdapat nilainya. Untuk keperluan ini dapat menggunakan fungsi isset dengan

(18)

2. Ketikan kode berikut:

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran sebagai berikut:

b.

Mengambil Jumlah Elemen Array

Untuk mengambil jumlah element array menggunakan fungsi sizeof(ARRAY) dan count(ARRAY). Informasi jumlah elemen umumnya digunakan pada perulangan untuk mengakses array dan juga digunakan untuk mengecek apakah suatu variabel array ialah array kosong.

(19)

1. Buatlah file dengan nama latihan-11.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan. 2. Ketikan kode berikut:

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran sebagai berikut:

c.

Mengambil kunci dan nilai dari Array

Fungsi array_keys($arr) mengembalikan/mengambil array baru yang merupakan kunci-kunci (index) dari suatu variable array. Misalkan terdapat array $array = array("Mangga", "hobi" => "Nonton", 2 => "Indonesia"), luaran dari array_keys($array) ialah array(0, "hobi", 2), yang merupakan array yang dibentuk dari variabel array.

(20)

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran sebagai berikut:

(21)

d.

Operasi Array

Operasi array melibatkan penambahan, pengurangan (penghapusan) elemen array.

1. array_pop($arr). Fungsi ini digunakan untuk menghapus elemen array yang terletak paling akhir (elemen terakhir).

2. array_push(ARRAY, VALUE). Fungsi ini digunakan untuk menambahkan sebuah elemen array pada akhir array.

3. array_shift(ARRAY). fungsi ini menghapus elemen array yang terletak pada awal array. 4. array_unshift(ARRAY, VALUE). fungsi ini menambah elemen array yang terletak pada awal

array.

Untuk lebih mengerti mengenai fungsi ini ikuti langkah-langkah berikut:

1. Buatlah file dengan nama latihan-13.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan. 2. Ketikan kode berikut:

(22)

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran sebagai berikut:

e.

Mengurutkan Array

Suatu elemen array dapat diurutkan, baik berdasarkan kuncinya maupun nilainya dan baik ascending maupun descending. Terdapat beberapa fungsi untuk mengurutkan array yakni asort(), arsort(), ksort(), krsort() and rsort().

(23)

Untuk lebih mengerti mengenai fungsi-fungsi ini ikuti langkah-langkah berikut:

1. Buatlah file dengan nama latihan-14.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan. 2. Ketikan kode berikut:

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran seperti ditunjukan pada Lampiran 3

f.

Modifikasi Array

1. array_flip($arr). Fungsi ini menukar kunci dan nilai dari suatu array associative.

2. array_reverse($arr). Fungsi ini digunakan untuk membalik urutan dari elemen pada array.

(24)

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran sebagai berikut:

(25)

g.

Menggabungkan Array

Dua atau lebih array dapat digabungkan dan membentuk array baru dengan menggunakan fungsi array_merge($arr1, $arr2[, $arr3]). Implementasi dari fungsi ini ialah penggabungan data misalkan dari sumber data yang berbeda. Sedangkan dua buah array dengan ukuran/panjang yang sama dapat dikombinasikan membentuk array baru menggunakan fungsi array_combine($array_key, $array_value), dimana array pertama menjadi index/kunci dan array kedua menjadi nilai dari array baru tersebut. Adapun fungsi array_merge dan array_combine ialah sebagai berikut

Untuk lebih mengerti mengenai fungsi-fungsi pengecekan pada array ikuti langkah-langkah berikut: 1. Buatlah file dengan nama latihan-16.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan. 2. Ketikan kode berikut:

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran sebagai berikut:

(26)

h.

Random pada Array

Suatu array berisi banyak nilai, kadang kita ingin mengambil suatu elemen nilai secara acak ataupun kita ingin mengacak susunan array tersebut. Untuk mengambil nilai dari suatu array secara acak dapat menggunakan fungsi array_rand(), sedangkan untuk mengacak suatu array dapat menggunakan perintah shuffle. Detil penggunaan fungsi ini ikuti langkah-langkah latihan berikut:

1. Buatlah file dengan nama latihan-17.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan. 2. Ketikan kode berikut:

(27)

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran sebagai berikut:

i.

Mencari nilai pada Array

Fungsi sebelumnya terdapat fungsi in_array() yang digunakan untuk mengecek apakah suatu nilai terdapat pada suatu variabel array. Namun, kadang kita ingin mengetahui kunci dari nilai tersebut, mungkin untuk keperluan modifikasi atau operasi array. Untuk mengetahui index/kunci dari suatu nilai pada variabel array menggunakan fungsi array_search($nilai, $array) dengan format:

Array_search($NILAI, $ARRAY)

Untuk lebih mengerti mengenai fungsi-fungsi pengecekan pada array ikuti langkah-langkah berikut: 1. Buatlah file dengan nama latihan-18.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan.

(28)

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran sebagai berikut:

j.

Membuat array dari string dan Sebaliknya

Suatu string dengan pola/format tertentu dapat dibentuk dalam array dengan perintah implode, contoh implementasinya ialah data dari suatu file CVS (coma value seperated). Sebaliknya, suatu array dapat membentuk string dengan separator (pemisah) dengan menggunakan explode().

1. Buatlah file PHP dengan nama latihan-19.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan

(29)

3. Buka web browser dan jalankan kode diatas. Jika tidak ada error maka akan menampilkan seperti gambar berikut:

k.

Memecah array

Kadang kita ingin memecah array dengan panjang tertentu. Untuk hal ini dapat menggunakan array_chunk dengan format berikut

(30)

Untuk lebih detil dari fungsi ini, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Buatlah file dengan nama latihan-20.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan. 2. Ketikan kode berikut:

3. Buka web browser dan jalankan kode tersebut. Jika tidak ada error akan menghasilkan luaran seperti pada Lamiran 4.

4. Lakukan percobaan dengan menambahkan elemen pada array $hadiah pada baris ke-3, kemudian coba jalankan kembali kode program diatas dan perhatikan hasilnya.

l.

Mengambil bagian dari Array

1. array_slice($array, $offset, $length, $preserve_keys). Fungsi ini digunakan untuk mengambil potongan array berdasarkan parameter posisi dan jumlah elemen yang diinginkan

2. array_diff. Fungsi ini digunakan untuk mengambil array yang bersisi perbedaan elemen antar array.

3. array_unique. Fungsi ini digunakan untuk mengambil array yang berisi nilai unik dari array. 4. array_intersec. Fungsi ini kebalikam dari fungsi array_diff, dimana fungsi ini digunakan

untuk mengambil persamaan elemen (intersection) antar array.

Detil penggunaan fungsi-fungsi tersebut dapat dilihat dari latihan berikut:

1. Buatlah file baru dan simpan dengan nama latihan-21.php pada direktori yang telah ditentukan.

(31)

2. Ketikah kode berikut:

(32)

Suatu array dengan kunci string atau dikenal dengan array associative dapat diakses secara langsung dengan mengekstraknya menjadi variabel. Hal ini tentu lebih menghemat waktu dalam pengetikan kode, karena kita hanya perlu menyebutkan kunci array tersebut dalam bentuk variabel. Sebeliknya, variabel-variabel dapat dikumpulkan untuk membentuk array associative, sehingga dapat dilakukan operasi array terhadapnya. Fungsi yang digunakan untuk mengekstrak elemen array kedalam bentuk variabel ialah fungsi extract(), sedangkan fungsi yang digunakan untuk sebaliknya ialah compact. Berikut ialah format dari fungsi extract tersebut:

Sedangkan untuk format penulisan fungsi implode ialah sebagia berikut

Seperti pada format diatas, parameter fungsi extract ialah sebuah variabel array associative, sedangkan parameter dari fungsi compact ialah variabel-variabel yang akan membentuk array associative.

Detil penggunaan fungsi extract dan explode dapat dilihat pada latihan berikut:

1. Buat file baru dan simpan dengan nama latihan-22.php dan simpan pada direktori yang telah ditentukan

2. Ketikan kode berikut

extract($array)

(33)

3. Buka web browser dan jalankan kode diatas. Jika tidak ada error maka akan memberikan luaran sebagai berikut

4.9

Latihan-Latihan

4.10 Tugas

Gambar

Gambar  4.1 Ilustrasi Array dengan Kunci dan Nilai
Tabel 4.1 Operator pada Array

Referensi

Dokumen terkait

Static array adalah suatu array yang diinisilisasikan didalam suatu fungsi dan bersifat seperti variable local, artinya array ini hanya dike nal oleh fungsi yang bersangkutan,

 Elemen yang disimpan pada array dapat berupa tipe primitif (int, float, etc) atau objek (instan dari class)  Langkah menciptakan array:.  Mendeklarasikan variabel array

Dari keempat penyebab tingkat kerusakan bangunan tersebut, ada dua hal yang bisa diupayakan untuk mengurangi jumlah korban akiba t gempa bumi yaitu meningkatkan

Sehingga tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk multimedia interaktif pembelajaran musik karawitan khususnya instrumen bonang barung untuk siswa SMK bidang

Terbang Bancahan di Desa Sukorejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban. merupakan kesenian tradisional yang hidup dan berkembang di lingkungan masyarakat mayoritas

Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kualitas produk, harga, lokasi, promosi dan kualitas pelayanan serta faktor lainnya yang mempengaruhi konsumen

pemeriksaan. Pada tahun ini pencapaian sasaran dianggap sudah berhasil karena sasaran ini sudah sesuai dengan target yang ditetapkan sehingga proses pemeriksaan dan

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh slogan iklan, pesan iklan, cerita iklan Kuku Bima Ener-g terhadap sikap dan minat beli konsumen. Metode yang