• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruth Irene Mahardhika Theofani 1. Prodi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ruth Irene Mahardhika Theofani 1. Prodi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 Ruth Irene Mahardhika Theofani, Institut Agama Kristen Negeri, Tapanuli Utara (22411), Indonesia

Email: [email protected]

43 |

Pengaruh Pembelajaran Daring Dengan Metode Problem Solving

Terhadap Minat Belajar Pendidikan Agama Kristen

Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara

Tahun Pembelajaran 2020/2021

Ruth Irene Mahardhika Theofani1

1Prodi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui besarnya pengaruh pembelajaran daring dengan metode problem solving terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2020/2021. Hipotesis penelitian adalah terdapat pengaruh yang positif dan signifikanantara pembelajaran daring dengan metode problem solving terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikanantara pembelajaran daring dengan metode problem solving terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2020/2021 sebesar 40,83%. Sehubungan dengan hasil penelitian ini, penulis memberi bahan masukan bagi guru PAK untuk meningkatkan penerapan metode problem solvingdalam pembelajaran daring supaya minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa meningkat.

Kata Kunci: metode problem solving, minat belajar

Abstract

This study aims to determine the magnitude of the influence of online learning with problem solving methods on the interest in learning Christian Religious Education in class X SMA Negeri 1 Pagaran in the 2020/2021 learning year. The research hypothesis is that there is a positive and significant influence between online learning with problem solving methods on the interest in learning Christian Religious Education in class X SMA Negeri 1 Pagaran in the 2020/2021 learning year. This research is a correlational study using descriptive and inferential statistical techniques.This study concludes that there is a positive and significant influence between online learning with problem solving methods on the interest in learning Christian Religious Education in class X SMA Negeri 1 Pagaran for the 2020/2021 academic year of 40.83%. In connection with the results of this study, the authors provide input for PAK teachers to improve the application of problem solving methods in online learning so that students' interest in learning Christian Religious Education increases.

(2)

44 |

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan usaha manusia secara sengaja, teratur, dan terencana dalam rangka merubah tingkah laku manusia ke arah kedewasaan. Seperti yang telah tertuang dalam UU RI tentang sistem pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 yang berbunyi: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Dalam proses pembelajaran dibutuhkan minat yang kuat oleh siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Minat adalah sebuah ketertarikan, keinginan, dan kemauan yang kuat pada diri anak. Menurut Slameto (2015:180): “Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat”.

Minat merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan belajar siswa.Daryanto (2010:38) mengatakan minat besar pengaruhnya terhadap belajar karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya.Maka dapatlah dikatakan bahwa minat belajar tidak hanya memberikan kekuatan pada daya upaya belajar, tetapi juga memberikan arah yang jelas dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Slameto dalam Priansa (2017:39) menyatakan beberapa faktor yang memengaruhi minat belajar peserta didik, yaitu:

1. Faktor internal

a. Faktor jasmaniah, seperti faktor kesehatan dan cacat tubuh

b. Faktor psikologi, seperti inteligensi, perhatian, bakat, kematangan, dan kesiapan.

(3)

45 | 2. Faktor eksternal

a. Faktor keluarga, seperti cara orang tua mendidik, relasi antaranggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orangtua, dan latar belakang kebudayaan.

b. Faktor sekolah, seperti metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan peserta didik, relasi peserta didik dengan peserta didik, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar penilaian di atas ukuran, keadaan gedung, metode mengajar, dan tugas rumah.

Dari penjelasan di atas dikatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa adalah metode, melalui pemilihan metode yang tepat yang sesuai dengan pembahasan materi, keadaan sekolah, dan kemampuan siswa, dapat membangkitkan minat belajar siswa.Salah satu metode yang dapat membangkitkan minat adalah metode

problem solving. Hery Setyoko (2017:182) berpendapat bahwa problem solving dianggap

lebih menyenangkan dan lebih disukai peserta didik, selain itu juga dapat mengembangkan minat peserta didik secara berkelanjutan, karena problem solving merupakan metode yang dalam proses pembelajaran yang melatih peserta didik untuk menghadapi masalah, dimana peserta didik dapat memecahkan masalahnya sendiri maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama, problem

solving juga dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan komponen

lain peserta didik.

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pagaran metode pembelajaran yang selama ini dilaksanakan cenderung membosankan sebab masih sering menggunakan metode ceramah dan penugasan. Metode ini menyebabkan siswa hanya menjadi penerima saja atau dengan kata lain siswa tidak aktif dan tidak memberikan perhatiannya dalam kegiatan pembelajaran.Siswa menganggap pelajaran agama Kristen itu tidak terlalu penting dan membosankan sehingga nilai-nilai kristiani tidak dapat diterapkan dengan baik. Melihat kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat belajar siswa tergolong rendah.Sehingga untuk mengatasi kurangnya minat belajar siswa dalam mata

(4)

46 | pelajaran Pendidikan Agama Kristen, guru harus mampu menggunakan metode yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa dalam kegiatan belajar mengajar, agar siswa lebih aktif dan berminat dalam kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan pembelajaran, salah satunya adalah metode Problem Solving. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Pembelajaran Daring dengan Metode Problem Solving terhadap Minat Belajar

Pendidikan Agama Kristen siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2020/2021”.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pagaran. Populasi adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaranyang beragama Kristen Protestan Tahun Pembelajaran 2020/2021 sebanyak 216 orang Pengambilan sampel secara acak (random sampling) yaitu 20% yaitu 42 orang. Instrumen penelitian ini adalah berupa angket tertutup. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial.

Langkah- langkah yang digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data adalah sebagai berikut :

1. Peneliti memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan peneliti serta memberikan pengarahan tentang cara pengisian angket.

2. Menyebarkan angket kepada responden.

3. Mengarahkan dan memandu responden dan menjawab pertanyaan dengan menjelaskan soal-soal yang kurang dimengerti.

4. Mengumpulkan angket pada saat itu juga.

5. Mencatat semua hasil pengisian angket ke dalam suatu tabel.

Dalam menganalisa data penulis mengorganisasikan pengolahan data sebagai berikut :

1. Membuat tabel distribusi jawaban responden berdasarkan alternative

jawaban.

(5)

47 |

3. Mencari korelasi (rxy) antara variabel X dengan variabel Y dengan menggunakan

rumus korelasi Product Moment Pearson yang dikemukakan oleh Arikunto (2010:213).

4. Untuk melihat signifikan pengaruh digunakan rumus product Moment yang dikemukakan Sugiyono (2017:184).

5. Untuk mengetahui derajat pengaruh variabel x terhadap y dilakukan perhitungan regresi sederhana dengan rumus y sebagaimana dikemukakan Sudjana (2002:315). Uji Koefisien determinasi. Uji hipotesa. Menurut Sudjana (2002:328): “Hasil bagi F =

S2

reg / S2resternyata berdistribusi F dengan dk pembilang satu dan dk penyebut (n-2).

Berdasarkan ini, hipotesis H0: ditolak jika Fhitung ≥ Ftabel(k,n-2).”

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2020/2021, maka pembahasan hasil penelitian adalah sebagai berikut: Dari pendistribusian hasil jawaban siswa tentang pembelajaran daring dengan metode

problem solving diperoleh item dengan skor tertinggi adalah nomor 1 dengan skor 156 dan

nilai rata-rata 3,71 yaitu guru PAK selalu memberikan topik pembahasan yang jelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sementara nilai terendah dari item yang lain adalah nomor 7 dengan skor 125 dan nilai rata-rata 2,98 yaitu masih ada beberapa siswa menjawab bahwa guru PAK kadang-kadang saja memperbolehkan siswa mencari keterangan dari internet pada saat masalah dibahas bersama oleh siswa. Pencapaian rata-rata keseluruhan pembelajaran daring dengan metode problem solving adalah 3,47 dan nilai ini termasuk pada kategori baik, artinya guru PAK telah menerapkan metode Problem Solving dalam Pembelajaran daring dengan baik untuk meningkatkan minat belajar siswa.

Dari pendistribusian hasil jawaban siswa tentang minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa diperoleh item dengan skor tertinggi adalah nomor 32 dengan skor 157 dan nilai rata-rata 3,74 yaitu banyak siswa menjawab bahwa siswa selalu tertarik untuk mendengarkan penjelasan dari guru PAK. Sementara nilai bobot terendah dari item yang lain adalah nomor 29 dengan skor 145 dan nilai rata-rata 3,45 yaitu masih ada beberapa siswa yang

(6)

48 | menjawab bahwa mereka kadang-kadang saja mau menggali data dari penugasan yang diberikan oleh guru PAK. Pencapaian rata-rata keseluruhan untuk minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa adalah 3,58 dan nilai ini termasuk pada kategori baik, artinya minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa meningkat dengan diterapkannya metode problem

solving oleh guru PAK dalam pembelajaran.

Dari uji persyaratan analisis yaitu menguji apakah ada hubungan yang positif diperoleh

nilai rxy=0,639. Nilai rhitung dibandingkan dengan nilai rtabel( =0,05,IK=95%,n=42) yaitu 0,304.

Diperoleh nilai rhitung=0,639 > rtabel=0,344 dengan demikian terdapat hubungan yang

positif antara variabel X dengan variabel Y yaitu hubungan yang positif antara pembelajaran daring dengan metode problem solving dengan minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2020/2021.

Dari uji persyaratan analisis yaitu menguji apakah ada hubungan yang signifikan antara

variabel X dengan variabel Y, diperoleh dari nilai thitung=5,254 dibandingkan dengan nilai

ttabel untuk uji dua pihak dengan dk pembilang =0,05 dan dk penyebut n-2=40 yaitu

2,021. Diperoleh perbandingan thitung=5,254> ttabel=2,021. Dengan demikian diketahui

bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran daring dengan metode

problem solving dengan minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas X SMA

Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2020/2021.

Dari uji regresi diperoleh: a) Persamaan regresi adalah Yˆ 20,330,56Xpersamaan

regresi ini menunjukkan bahwa dalam keadaan konstanta=20,33 maka untuk setiap penambahan pembelajaran daring dengan metode problem solving akan meningkat minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2020/2021 sebesar 0,56 dari nilai satuan pembelajaran daring dengan

metode problem solving. b) Dari uji koefisien determinasi diperoleh nilai r2=0,4083 dari

nilai determinasi (r2) dapat diketahui persentase pengaruh antara pembelajaran daring

dengan metode problem solving terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2020/2021 adalah 40,83%

(7)

49 | sementara 59,17% dipengaruhi oleh faktor lain sebagaimana yang diuraikan pada kajian pustaka yaitu: 1) Faktor internal meliputi: a) faktor jasmaniah, b) faktor psikologi, 2) Faktor eksternal, meliputi: a) faktor keluarga, b) faktor sekolah.

Dari uji hipotesa diperoleh nilai Dari daftar analisis varians di atas diperoleh nilai Fhitung=27,598 dan nilai ini lebih besar dari Ftabel dengan dk pembilang=k=21 dan dk

penyebut=n-2=42-2=40 yaitu 1,51. Dengan demikian Fhitung=27,598>Ftabel=1,51 maka H0

ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat diketahui bahwa hipotesa penelitian

yang diajukan oleh penulis diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pembelajaran daring dengan metode problem solving terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagaran Tahun Pembelajaran 2020/2021.

Hasil penelitian ini membuktikan kebenaran teori yang dikemukakan oleh Sanjaya (2008:219) bahwa metode pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan minat siswa untuk terus-menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. Dengan menggunakan metode problem solving dapat menjadikan siswa mampu menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, merangsang pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak siswa secara kreatif dan menyeluruh.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan teoritis dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan semakin sungguh-sungguh guru PAK menerapkan metode problem solving pada pembelajaran daring maka minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa akan semakin meningkat.

Sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis memberi saran kepada: 1. Guru PAK supaya mempertahankan pencapaian yang sudah baik dalam upaya menerapkan metode problem solving pada pembelajaran daring yaitu guru PAK selalu memberikan topik pembahasan yang jelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa guru PAK berusaha memberikan penjelasan kepada siswa tentang topik pembelajaran sebelum diterapkan metode

(8)

50 |

problem solving supaya siswa tidak mengalami kesulitan memahami pembelajaran

dan dapat mengikuti pembelajaran dengan metode problem solving.

2. Guru PAK juga disarankan untuk meningkatkan pencapaian yang masih rendah dalam menerapkan metode problem solving pada pembelajaran daring yaitu kadang-kadang saja memperbolehkan siswa mencari keterangan dari internet pada saat masalah dibahas bersama oleh siswa. Untuk selanjutnya diharapkan kepada guru PAK untuk memberikan arahan kepada siswa supaya aktif mencari informasi tentang pembelajaran tidak hanya dari internet tapi juga dari berbagai sumber belajar pendukung yang relevan dan memuat informasi yang benar.

3. Di dalam proses belajar mengajar guru Pendidikan Agama Kristen hendaknya mampu menerapkan metode problem Solving dengan baik yang dianggap mampu meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen

4. Siswa disarankan untuk mempertahankan minat belajar Pendidikan Agama Kristen yang sudah tercapai dengan baik, yaitu selalu tertarik untuk mendengarkan penjelasan dari guru PAK. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah memiliki minat belahar dengan memiliki ketertarikan untuk mendengarkan penjelasan dari guru PAK pada saat pembelajaran.

5. Siswa disarankan untuk meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Kristen yang belum tercapai dengan baik, yaitu kadang-kadang saja mau menggali data dari penugasan yang diberikan oleh guru PAK. Untuk selanjutnya diharapkan siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam menyelesaikaan tugas-tugas yang diberikan oleh guru PAK dengan menggunakan berbagai metode yang dapat mempermudah siswa untuk menyelesaikanya.

6. Siswa disarankan mampu menerima dengan baik usaha yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan minat belajar mereka dengan menggunakan metode problem solving.

7. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan agar melakukan penelitian mengenai metode

problem solving dan minat belajar dengan lebih baik lagi dari sebelumnya

(9)

51 | DAFTAR PUSTAKA

Ali Sadikin,2020, Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19. Jurnal Ilmiah

Pendidikan Biologi. BIODIK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi.ISSN 2580-0922

(online), ISSN 2460-2612 (print) Volume 6, Nomor 02

Arikunto, Suharsimi.2010.Prosedur Penelitian Suatu Penekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Darmadi. 2017. Pengembangan Model Metode Pembelajaran dalam Dinamika Belajar

Siswa.Yogyakarta:Deepublish

Djamarah, Syaiful Bahri.2011. Psikologi Belajar.Jakarta: RinekaCipta

Djamarah, Syaiful Bahri.2006. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta: RinekaCipta

Enklaar, I. H. & E.G Homrighausen.2009 . Pendidikan Agama Kristen.Jakarta. BPK Gunung Mulia

Harianto.2012. Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab dan Dunia Pendidikan Masa

Kini.Yogyakarta: Andi

Khairani, Makmun.2017. PsikologiBelajar. Yogyakarta: AswajaPressindo

Kristianto, Paulus Lilik. 2008. Prinsip dan Praktik Pendidikan Agama

Kristen.Yogyakarta:Andi

Ni Ketut Putri. Pengaruh Metode Problem Solving Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa

Kelas VIII SMP.Jurnal IKA Vol.17, No.1 Maret 2019, ISSN 1829-5282

Parwati, Ni Nyoman. I Putu Pasek Suryawan,Ratih Ayu Apsari 2018. Belajar dan Pembelajaran.Depok: Rajawali Pers

Pohan, Albert Afendi. 2020. Konsep Pembelajaran Daring Berbasis Pendekatan

Ilmiah.Purwodadi-Grobogan: CV Sarnu Untung

Priansa, Juni Donni. 2017. Pengembangan Strategi & Model Pembelajaran.Bandung:Cv

Pustaka Setia

Price.J.M.2011 Yesus Guru Agung.Bandung: Lembaga Literatur Baptis

Putria, Hilna.Luthfi Hamdani Maula, & Din Azwar Uswatun 2020.Analisis Proses

Pembelajaran Dalam Jaringan (DARING) Masa Pandemi COVID-19 pada Guru Sekolah Dasar: Jurnal BasiceduVol 4 No 4 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735

(10)

52 | Sabri, Ahmad.2010. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. Ciputat: Quantum

Teaching

Sanjaya, Wina. 2008. Strategi pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana

Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta:Rajawali Pers

Shoimin, Aris. 2016. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum

2013.Yogyakarta:Ar-Ruzz Media

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sudjana, Nana.2002. Metode Statistik. Bandung:Tarsito.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RD. Bandung:Alfabeta Syaputra, Edy. 2020. Snowball Throwing Tingkatkan Minat dan Hasil Belajar.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan menurut ahli media ( expert media ), modul yang dikembangkan masuk pada kategori baik dengan rentang nilai rata-rata 3,26- 4,0.. Hal ini diperoleh berdasarkan

yang telah memberikan rahmat, taufik dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul UPAYA GURU DALAM MEMPERKENALKAN NILAI-NILAI

1) Bagi Guru, dengan adanya penelitian ini maka guru dapat mengetahui pentingnya menerapkan nilai-nilai Qur’ani, khususnya terhadap akhlak atau karakter. Selain itu, khususnya

Kedua, Dalam pengajaran tentang topik eskatologi kepada siswa di sekolah, hendaknya guru PAK benar-benar menekankan: nasihat untuk berjaga-jaga; bekerja dengan setia;

Gambar 3 Diagram batang nilai rata-rata warna sosis vegan Hasil uji anava tunggal pada Tabel 6 dapat dilihat F hitung dari kriteria warna adalah 2.912 dengan taraf tidak

MP-16014 MI/SD (PGMI/SD) Pendidikan Guru Pengelolaan Kegiatan Kepanduan Hizbul Wathan dalam Membentuk Sikap Toleransi Siswa di MI Muhammadiyah 1 Kudus Tahun 2017/2018 2 Ahmad

Dari pembahasan di atas, ada nilai yang sangat penting bahwa betapa seriusnya peranan guru Pendidikan Agama Kristen bagi para peserta didik se- cara khusus dalam era

Strategi Guru Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III Di SD Negeri 89 Kota Bengkulu Berdasarkan temuan peneliti di lapangan