BAB III
STRATEGI KOMUNIKASI
3.1 Analisis
3.1.1 Hasil Kuesioner
3.1.2.1 Hasil Kuesioner tahap 1 :
a. Rata-rata memiliki umur 19-23 sebanyak 64.3%, 15-18 tahun sebanyak 21.4%, dan 24-29 tahun sebanyak 14.3%.
b. Sebanyak 82.1% setuju jika postur tubuh itu penting, 3.6% menganggap tidak penting, 14.3% tidak peduli dan tidak pernah memikirkan postur tubuh.
c. Responden ditanya apakah mereka memiliki kebiasaan seperti pada gambar :
Gambar 3.1 Gambar tiduran Sumber : Dokumen Pribadi
53.6% mengaku sering melakukan itu, 35.7% mengaku kadang-kadang, dan 10.7% menyatakan tidak pernah melakukan hal serupa.
d. Responden diberi gambar contoh ketika menghabiskan waktu di depan komputer/laptop seperti berikut :
Gambar 3.2 Gambar bungkuk saat di depan laptop
orang 1 orang 2 Gambar 3.3 Gambar pilihan orang
Sumber : Dokumen Pribadi 92.9% menjawab orang 2, 7.1% memilih orang 1 f. Responden diberi sample gambar berikut :
Gambar 3.4 Gambar membungkuk Sumber : Dokumen Pribadi
Dan ditanya apakah mereka juga begitu atau banyak melihat orang sekitar mereka banyak yang begitu atau hanya beberapa saja.
35.7% menjawab mereka salah satu yang begitu, 32.1% menjawab banyak melihat orang yang seperti itu, 32.1% menjawab melihat beberapa saja.
g. Responden ditanya tentang pengetahuan mereka tentang postur tubuh(bagian punggung khususnya), apakah mereka tahu bahwa
postur yang buruk dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan serta bisa menyebabkan naiknya stress dan depresi. 78.6% pernah membaca di internet sebelumnya, 21.4% menjawab tidak pernah terpikirkan jadi tidak pernah mencari tahu.
h. Responden ditanya apakah mereka tertarik jika ada komik tentang postur dan anjuran memperbaiki postur, 92.3% menjawah tertarik(ya), 7.7% menjawab tidak.
i. Responden diberi perbandingan antara bentuk komik dan artikel, manakah yang mereka lebih pilih baca. 92.9% memilih komik, 7.1% memilih artikel.
Gambar 3.5 Gambar komik atau artikel Sumber : Dokumen Pribadi
j. Terakhir, responden ditanya mana yang lebih mereka pilih untuk baca, webcomic atau komik cetak. 92.9% memilih webcomic, 7.1% memilih komik cetak
3.1.2.2 Hasil Kuesioner tahap 2 :
Kuesioner ini difokuskan untuk mengetahui preferensi pemuda pemudi yang menjadi target.
Bagan 3.2
Bagan 3.3
Bagan 3.5
Bagan 3.6
Bagan 3.8
Bagan 3.9
Bagan 3.11
Bagan 3.12
Bagan 3.14
Bagan 3.15
Bagan 3.17
3.1.2 Analisa Menggunakan analisa S.W.O.T.
Strenght
Belum ada komik yang membahas tentang hal ini. Cukup interaktif, mudah dipahami, berwarna, akan lebih mudah diingat karena menggunakan gambar yang bercerita daripada dengan bentuk artikel dan juga memiliki bumbu humor dengan alur cerita yang sederhana. Memiliki desain website privat khusus sehingga terlihat unik dan memiliki suasana yang berbeda dan lebih spesifik dari webcomic biasa lain yang diunggah dalam situs webcomic yang biasa.
Weakness
Website masih termasuk sederhana, target harus memiliki akses internet dan komik ini hanya tersedia dalam bentuk digital sehingga setidaknya pembaca harus membaca dalam smartphone, hal ini bisa menyebabkan radiasi dan mengancam kesehatan mata sehingga diperlukan adanya sebuah peringatan khusus.
Opportunity
Fleksibel untuk dibaca kapanpun melalui smartphone dan bisa saja dibaca dimanapun. Belum ada yang membahas tentang permasalahan ini dalam bentuk komik. Komik digital ini memiliki kesan yang berbeda
website komik digital lain, sehingga website untuk komik digital ini masih benar-benar baru dan tidak terkenal sehingga diperlukan publikasi yang lebih dan menarik.
3.2 Sasaran Khalayak
3.2.1 Target Primer
Segi Geografis : Tinggal di kota-kota besar di Indonesia. Studi kasus dilakukan di kota Semarang untuk mempermudah pengumpulan data karena Semarang merupakan domisili penulis. Untuk kuesioner, disebar melalui media online ke orang-orang yang tinggal di kota besar dan responden-responden yang didapat tinggal di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang.
Segi Demografis :
- Usia : 18-25, usia ini dipilih karena mereka yang berusia seperti disebut sudah bisa memahami dan memiliki kesadaran akan kepedulian pentingnya menjaga kesehatan tubuh baik untuk diri sendiri maupun keluarga untuk mencegah penyakit yang lebih serius di kemudian hari akibat sering membungkuk. Dan dari observasi dan bukti dokumen pribadi yang didapat oleh penulis, ternyata walaupun
mereka sadar akan kesehatan tetapi masih terlihat kebiasaan membungkuk.
-Jenis Kelamin : Pria/Wanita, karena permasalahan ini menimpa baik pria maupun wanita.
-Ekonomi : SES B dengan penghasilan sekitar Rp.2.000.000 hingga Rp. 4.000.000, status ekonomi dan range pendapatan ini dipilih karena dengan penghasilan yang tidak terlalu besar tersebut, maka target akan lebih berpikir bahwa mencegah cedera serius akibat postur yang tidak baik akan lebih baik daripada pergi ke rumah sakit di kemudian hari dan akan menghabiskan biaya yang lebih besar. Dibuktikan dengan hasil survey kuesioner yang sudah dilakukan, mayoritas menganggap bahwa menjaga postur itu sangat penting, itu membuktikan bahwa mereka sebenarnya sangat peduli akan hal ini. Selain itu rata-rata orang yang sudah bekerja di kota besar yang berada dalam SES B, bekerja di usaha orang lain dan tidak memiliki usaha sendiri, sehingga menjaga postur penting ketika interview kerja atau memberi kesan baik dalam lingkungan bisnis.
-Profesi : Mahasiswa dan Pekerja Kantoran, profesi ini dipilih karena mayoritas mahasiswa sering duduk baik di kelas maupun di rumah atau area kampus untuk mengerjakan tugas dengan laptop/komputer masing-masing selama berjam-jam. Begitu pula dengan pekerja kantor yang harus duduk dan menghadap komputer untuk bekerja dari pagi hingga sore dan hanya memiliki waktu istirahat pada jam makan siang yang tidak banyak, atau untuk kemungkinan yang lebih buruk adalah bekerja lembur.
Segi Psikografi :
- Mempunyai pola pikir bahwa menjaga kesehatan dan postur itu penting, mencegah untuk kemudian hari lebih baik daripada harus ke
- Suka mengoleksi dan membeli ilustrasi maupun merchandise
3.3 Strategi Komunikasi
Strategi komunikasi ini dibutuhkan agar website komik diketahui orang dan gar target tahu akan keberadaan komik ini, digunakan metode AISAS.
Attention : Mempublikasikan website comic melalui media sosial Facebook dan Instagram agar target tahu keberadaan komik dengan bentuk mempublikasikan cuplikan komik dan poster.
Interest : Setelah melihat publikasi cuplikan dan poster di media sosial target menjadi tahu dengan keberadaan komik dan tertarik.
Search : Target akan mencari tahu tentang komik ini dan atau menyentuh alamat website yang tertera pada salah satu publikasi di media sosial.
Action : Target membuka atau menuju ke alamat website dan membaca komik-komik yang ada di dalamnya.
Sharing : Target berbagi dan menyebarkan web komik ini dengan membagi link website ke Facebook dan Instagram, ketika mereka berbagi link di media sosial mereka atau men-tag beberapa teman mereka, mereka memiliki kesempatan untuk mendapat merchandise khas dari webkomik ini. Dari hasil share target, orang lain akan melihat dan ini bisa menjadi attention. Merchandise yang dibagi untuk pembagi link yang beruntung bisa menjadi alternatif attention untuk orang lain yang melihat objek tersebut.
3.3 Strategi Media
Media utama yang digunakan yaitu berupa komik digital pendek berjumlah 4 chapter. Media ini lebih efektif jika dibanding dengan media lain yang sudah ada yang berupa artikel saja Dikarenakan dari hasil survey yang dilakukan oleh penulis, responden terbanyak memilih mendapat informasi dengan cara yang lebih menyenangkan seperti komik. Komik dibuat digital karena seiring majunya teknologi, mayoritas responden lebih memilih digital untuk efisiensi karena bisa dibaca dengan smartphone mereka dimana saja.
Komik digital yang akan dibuat berbentuk memanjang dengan ukuran 700 x 20000 pixel. Hal ini dikarenakan untuk menghemat penggunaan data audience dan memudahkan audience dalam membaca, mereka tidak harus me-load per halaman sehingga akan menghemat waktu dan data.
3.4 Estimasi Pendanaan
Kebutuhan Harga
Pembuatan Komik dan Desain Web Rp. 500.000
Iklan sosial media Rp. 600.000
Pembuatan Merchandise Rp. 500.000
Total Biaya Rp. 1.600.000