Pengembalian Aset Negara Melalui Gugatan Perdata Dalam Tindak Pidana Korupsi
Teks penuh
Dokumen terkait
20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Dan Konvensi PBB Mengenai Korupsi, 2003 Terhadap Pengembalian Aset Negara”.. Tujuan penulisan hukum ini adalah untuk
Problematika hukum yang terjadi adalah pengaturan di undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi khususnya untuk perampasan aset sebagai sanksi pidana tambahan
pemberantasan korupsi khususnya mengetahui tentang pengembalian uang Negara akibat dari tindak pidana korupsi serta mengetahui kendala yang dihadapi dalam pengembalian kerugian
Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran kejaksaan dalam dalam pengembalian keuangan negara pada tindak pidana korupsi. Pendekatan yang digunakan yaitu normatif yang
Menjadikan instumen perdata yang secara khusus mendukung gugatan pengembalian keuangan negara dapat dilakukan dengan mengharmonisasikan berbagai konvensi internasioanal
20 Tahun 2001 mengenai pemberantasan tindak pidana korupsi tidak dapat alasan untuk diberhentikannya penanganan perkara tindak pidana korupsi oleh penegak hukum
Gugatan perdata untuk tindak pidana korupsi dapat diajukan juga sehubungan dengan adanya putusan bebas, sebagaimana diatur di dalam ketentuan Pasal 32 ayat (2) UU TIPIKOR, yang
Yang menjadi perumusan masalah yaitu bagaimana perspektif hukum positif tentang pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi dengan studi putusan nomor: 01/