• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN NORMATIF TERHADAP TINDAK PIDANA ILLEGAL FISHING OLEH WARGA NEGARA ASING (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No.131.K/Pid.Sus/2014)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TINJAUAN NORMATIF TERHADAP TINDAK PIDANA ILLEGAL FISHING OLEH WARGA NEGARA ASING (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No.131.K/Pid.Sus/2014)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Undang-undang tersebut, pelaku tindak pidana korupsi yang dimaksud adalah setiap orang yang melakukan tindak pidana korupsi yang dapat merugikan keuangan atau

Implikasi Teoritis penulisan hukum ini adalah sebagai sarana untuk dapat memberikan ide atau pemikiran dalam perkembangan Ilmu Hukum Pidana pada umumnya dan Hukum Pidana

3.1 Kesesuaian Tindak Pidana yang di Dakwakan Terhadap Terdakwa dengan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan

Korporasi asing sebagai pelaku tindak pidana illegal fishing belum diatur dalam Undang-Undang perikanan di Indonesia, dalam hal kapal asing melakukan pencurian ikan di

Pengaturan tindak pidana narkotika diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang merupakan ketentuan khusus, walaupun tidak disebutkan

Pengaturan hukum pidana terhadap tindak pidana korupsi oleh penyelenggara Negara, yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang

Reseidivis sendiri hanya merupakan istilah bagi seseorang yang telah melakukan pengulangan tindak pidana baik itu tindak Pidana yang sama dengan kejahatan sebelumnya

Dari putusan Mahkamah Agung tersebut yang menjadi permasalahan yang pertama yaitu mengenai ketidaksesuaian tindak pidana yang di dakwakan terhadap terdakwa dengan Pasal