tat ~ kalster tat ~ kalster industri industri PRAGMATISASI PENGEMBANGAN/PENGUATAN PRAGMATISASI PENGEMBANGAN/PENGUATAN PRAGMATISASI PENGEMBANGAN/PENGUATAN PRAGMATISASI PENGEMBANGAN/PENGUATAN KLASTER INDUSTRI KLASTER INDUSTRI KLASTER INDUSTRI KLASTER INDUSTRI Tatang A. Taufik Tatang A. Taufik BPPT BPPT BPPT BPPT
Diskusi Klaster Industri Diskusi Klaster Industri Diskusi Klaster Industri
OUTLINE OUTLINE OUTLINE
OUTLINE
KERANGKA TAHAPAN PENGEMBANGAN
KERANGKA TAHAPAN PENGEMBANGAN
KLASTER INDUSTRI
KLASTER INDUSTRI
Contoh Kerangka Pentahapan Umum Pengembangan bagi Contoh Kerangka Pentahapan Umum Pengembangan bagi Contoh Kerangka Pentahapan Umum Pengembangan bagi Contoh Kerangka Pentahapan Umum Pengembangan bagi Daerah Daerah Daerah Daerah Bersaing Atas Bersaing Atas Dasar Dasar Murahnya Murahnya Tenaga Kerja Tenaga Kerja dan/atau SDA dan/atau SDA di Daerah di Daerah Pengembangan Posisi Pengembangan Posisi
Spesifik dalam “Relung”
Spesifik dalam “Relung”
Ekonomi tertentu: Pasar
Ekonomi tertentu: Pasar
Lokal/Setempat, Segmen
Lokal/Setempat, Segmen
“Antardaerah dan Nasional
“Antardaerah dan Nasional
dan/atau dan/atau Regional/Internasional” Regional/Internasional” Perluasan Produksi Perluasan Produksi
dalam Sektor Lain
dalam Sektor Lain
yang Memiliki Biaya
yang Memiliki Biaya
Rendah atau Rendah atau Melimpahnya SDA Melimpahnya SDA Daerah Daerah Perluasan Pelayanan Perluasan Pelayanan Pasar Lokal, Pasar Lokal, Nasional, Regional Nasional, Regional (Antarnegara) (Antarnegara) dan/atau dan/atau Internasional Internasional Menjadi “Pemain Menjadi “Pemain Utama” dalam Utama” dalam Pasar Global Pasar Global Menjadi “Pemain Menjadi “Pemain Khusus” dalam Khusus” dalam Pasar Nasional, Pasar Nasional, Regional dan/atau Regional dan/atau Internasional Internasional Membangun Membangun Klaster-klaster Klaster-klaster Industri Spesifik Industri Spesifik
dan SID yang
dan SID yang
Kuat Kuat P Poossiissi i SSaaaat t KKiinnii TTaahhaap p AAwwaall TTaahhaap p PPeennggeemmbbaannggaann TTaahhaap p EEkkssppaannssii Penghimpunan, Penghimpunan, Pemanfaatan, dan Pemanfaatan, dan Pengembangan Pengembangan Potensi Spesifik Potensi Spesifik Terbaik Setempat Terbaik Setempat (Sosial, Ekonomi (Sosial, Ekonomi Budaya) Budaya) Memprakarsai Memprakarsai Pengembangan Pengembangan Klaster-klaster Klaster-klaster Industri Spesifik Industri Spesifik dan SID dan SID Memperkuat Memperkuat Klaster-klaster Klaster-klaster Industri Spesifik Industri Spesifik
dan SID dalam
dan SID dalam
Konteks Global
Implementasi Implementasi Penggalian / Penggalian / Penentuan SDM, Penentuan SDM,
S Dana & SD lain
S Dana & SD lain
Peningkatan Peningkatan Kapasitas Kapasitas Pengelolaan Pengelolaan Tugas, SDM & Tugas, SDM & Hubungan Hubungan Pengamanan Pengamanan Kesepakatan / Kesepakatan / Persetujuan Persetujuan
Pemantauan, Evaluasi dan Perbaikan Pemantauan, Evaluasi dan Perbaikan Pemantauan, Evaluasi dan Perbaikan Pemantauan, Evaluasi dan Perbaikan
Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan Sinergi Sinergi Sinergi Sinergi Mobilisasi SD & Mobilisasi SD & Pelaksanaan Pelaksanaan Aktivitas Aktivitas Pencapaian Pencapaian Milestones Milestones Penyusunan Kerangka Penyusunan Kerangka dan Agenda Pengembangan dan Agenda Pengembangan
Pengelolaan Keterlibatan & Komunikasi Pengelolaan Keterlibatan & Komunikasi Pembelajaran & Kepemimpinan Pembelajaran & Kepemimpinan
Konsensus Konsensus Konsensus Konsensus Rencana Rencana Rencana Rencana Perencanaan Aksi Perencanaan Aksi
Perumusan Strategi &
Perumusan Strategi &
Implikasi Kebijakan Implikasi Kebijakan Kelembagaan Kelembagaan Kelembagaan Kelembagaan Kolaborasi Kolaborasi Kolaborasi Kolaborasi dan dan dan dan Struktur Struktur Struktur Struktur Operasional Operasional Operasional Operasional Aktivitas Awal Aktivitas Awal Inisiatif / Prakarsa Inisiatif / Prakarsa Pengembangan Pengembangan Konsensus Konsensus Konsensus Konsensus Prakarsa Prakarsa Prakarsa Prakarsa Eksplorasi / Eksplorasi / Analisis Analisis Pengembangan Pengembangan Tim Prakarsa Tim Prakarsa Inisiasi Inisiasi Inisiasi Inisiasi Pengelolaan Pengelolaan Keberterimaan, Keberterimaan, Komitmen & Komitmen & Sinergi Positif Sinergi Positif
1. KERANGKA TAHAPAN PENGEMBANGAN KLASTER 1. KERANGKA TAHAPAN PENGEMBANGAN KLASTER 1. KERANGKA TAHAPAN PENGEMBANGAN KLASTER
1. KERANGKA TAHAPAN PENGEMBANGAN KLASTER
INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI
A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA
A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
1.
1. InisiasiInisiasi Perlu adaPerlu ada concernconcern & kepeloporan (~ diskusi& kepeloporan (~ diskusi
wacana, presentasi, studi awal)
wacana, presentasi, studi awal) Membangun minat danMembangun minat dan
partisipasi di antara konstituen, yang diperlukan untuk
partisipasi di antara konstituen, yang diperlukan untuk
melaksanakan prakarsa.
melaksanakan prakarsa.
3.
3. Eksplorasi/AnalisisEksplorasi/Analisis (studi, pemetaan, diagnosis, diskusi)(studi, pemetaan, diagnosis, diskusi)
Mengkaji antara lain :
Mengkaji antara lain :
Kinerja dan perkembangan perekonomian daerah,Kinerja dan perkembangan perekonomian daerah,
Infrastruktur ekonomi,Infrastruktur ekonomi,
Isu urgenIsu urgen
Potensi tematik klaster industri, danPotensi tematik klaster industri, dan
Potensi spesifik lokal dan Potensi spesifik lokal dan lainnya yang mendukung kinerjalainnya yang mendukung kinerja
klaster.
TUJUAN: PROSES
TUJUAN: PROSES PARTISIPATIFPARTISIPATIF TUJUAN: PROSES PARTISIPATIF
TUJUAN: PROSES PARTISIPATIF
1.
1. mendorong prakarsa lokal,mendorong prakarsa lokal,
2.
2. mendiskusikan kerangka tahapan pengembangan,mendiskusikan kerangka tahapan pengembangan,
3.
3. merancang instrumen kebijakan dan program,merancang instrumen kebijakan dan program,
4.
4. menentukan prioritas program aksi,menentukan prioritas program aksi,
5.
5. membangun/memperkuat kelembagaan (organisasi, mekanisme,membangun/memperkuat kelembagaan (organisasi, mekanisme,
termasuk model
termasuk model resource sharing resource sharing untuk aktivitas yang disepakati),untuk aktivitas yang disepakati), dan
dan
6.
6. mendorong kesepakatan rencana tindak jangka pendek, mendorong kesepakatan rencana tindak jangka pendek, termasuktermasuk
jadwal pelaksanaannya, dan rencana tindak jangka menengah. jadwal pelaksanaannya, dan rencana tindak jangka menengah.
Adanya kesepakatan rencana tindak jangka pendek
Adanya kesepakatan rencana tindak jangka pendek dinilai pentingdinilai penting untuk melakukan operasionalisasi secara realistis dan
untuk melakukan operasionalisasi secara realistis dan memeliharamemelihara momentum kolaborasi.
momentum kolaborasi.
Proses ini dilakukan terutama untuk :
A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA
A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
•
•
Pengembangan Tim Prakarsa
Pengembangan Tim Prakarsa
Persiapan agenda,
Persiapan agenda,
meliputi:
meliputi:
Merekruit para pemimpin/pelopor dan pakar;
Merekruit para pemimpin/pelopor dan pakar;
Mengidentifi
Mengidentifi
kasi prioritas dan
kasi prioritas dan
bidang fokus;
bidang fokus;
Menganalisis prioritas;
Menganalisis prioritas;
Melibatkan partisipan untuk membangun konsensus;
Melibatkan partisipan untuk membangun konsensus;
Mengidentifi
Mengidentifi
kasi upaya
kasi upaya
(misalnya kebijakan/program)
(misalnya kebijakan/program)
khusus yang dibutuhkan; dan
khusus yang dibutuhkan; dan
A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA
A. AKTIVITAS AWAL INISIATIF / PRAKARSA
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
•
•
Konsensus Prakarsa
Konsensus Prakarsa
proses partisipatif untuk
proses partisipatif untuk
mencapai konsensus dan membangun komitmen
mencapai konsensus dan membangun komitmen
bersama, serta implementasi awal tentang prakarsa
bersama, serta implementasi awal tentang prakarsa
klaster sesuai dengan peran masing-masing.
klaster sesuai dengan peran masing-masing.
mendorong prakarsa lokal,mendorong prakarsa lokal,
mendiskusikan kerangka tahapan pengembangan,mendiskusikan kerangka tahapan pengembangan,
merancang instrumen kebijakan dan program,merancang instrumen kebijakan dan program,
menentukan prioritas program aksi,menentukan prioritas program aksi,
membangun/memperkuat kelembagaan (organisasi, mekanisme,membangun/memperkuat kelembagaan (organisasi, mekanisme, termasuk model
termasuk model resource sharing resource sharing untuk aktivitas yanguntuk aktivitas yang
disepakati), dan
disepakati), dan
mendorong kesepakatan rencana tindak jangka pendek,mendorong kesepakatan rencana tindak jangka pendek,
termasuk jadwal pelaksanaannya, dan rencana tindak jangka
termasuk jadwal pelaksanaannya, dan rencana tindak jangka
menengah. Adanya kesepakatan rencana tindak jangka pendek
menengah. Adanya kesepakatan rencana tindak jangka pendek
dinilai penting untuk melakukan operasionalisasi secara realistis
dinilai penting untuk melakukan operasionalisasi secara realistis
dan memelihara momentum kolaborasi.
B. PENYUSUNAN KERANGKA DAN
B. PENYUSUNAN KERANGKA DAN AGENDAAGENDA B. PENYUSUNAN KERANGKA DAN AGENDA
B. PENYUSUNAN KERANGKA DAN AGENDA
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
•
•
Kelembagaan
Kelembagaan
Kolaborasi
Kolaborasi
dan
dan
Struktur
Struktur
Operasional
Operasional
Pengembangan/p
Pengembangan/p
enguatan kelembagaan
enguatan kelembagaan
sebagai
sebagai
solusi persoalan kelembagaan yang ada
solusi persoalan kelembagaan yang ada
(diantisipasi
(diantisipasi
akan muncul) ~
akan muncul) ~
eksekutif, legislatif, pelaku bisnis,
eksekutif, legislatif, pelaku bisnis,
LPSM, lembaga donor, dan pihak non pemerintah lain.
LPSM, lembaga donor, dan pihak non pemerintah lain.
Menghimpun
Menghimpun
stakeholder
stakeholder “sisi permintaan” (misalnya
“sisi permintaan” (misalnya
seperti perusahaan dalam setiap klaster) dan
seperti perusahaan dalam setiap klaster) dan
stakeholder
stakeholder “sisi penawaran” (termasuk lembaga
“sisi penawaran” (termasuk lembaga
pendukung ekonomi, baik publik maupun swasta)
pendukung ekonomi, baik publik maupun swasta)
dalam kelompok kerja untuk
dalam kelompok kerja untuk
mengidentifikasi tantang
mengidentifikasi tantang
an
an
utama dan prakarsa aksi dalam mengatasi persoalan
utama dan prakarsa aksi dalam mengatasi persoalan
bersama.
B. PENYUSUNAN KERANGKA DAN
B. PENYUSUNAN KERANGKA DAN AGENDAAGENDA B. PENYUSUNAN KERANGKA DAN AGENDA
B. PENYUSUNAN KERANGKA DAN AGENDA
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
•
•
Perumusan Strategi dan Implikasi Kebijakan
Perumusan Strategi dan Implikasi Kebijakan
Grand
Grand
strategy
strategy
, kerangka dan instrumen kebijakan
, kerangka dan instrumen kebijakan
•
•
Perencanaan Aksi
Perencanaan Aksi
Isu urgen &
Isu urgen &
spesifik, alternatif
spesifik, alternatif
solusi ~ prioritas rencana langkah pragmatis
solusi ~ prioritas rencana langkah pragmatis
•
•
Konsensus Rencana
Konsensus Rencana
Proses partisipatif untuk
Proses partisipatif untuk
mencapai konsensus dan membangun komitmen
mencapai konsensus dan membangun komitmen
bersama, serta implementasi sesuai dengan prioritas dan
bersama, serta implementasi sesuai dengan prioritas dan
peran masing-masing.
ILUSTRASI ILUSTRASI ILUSTRASI
ILUSTRASI GRAND STRATEGY GRAND STRATEGY GRAND STRATEGY GRAND STRATEGY ~ STRATEGI GENERIK ~ STRATEGI GENERIK ~ STRATEGI GENERIK ~ STRATEGI GENERIK PENGUATAN KLASTER
PENGUATAN KLASTER PENGUATAN KLASTER
PENGUATAN KLASTER
SUMBER KEUNGGULAN DAYA SAING SUMBER KEUNGGULAN DAYA SAING
CAKUPAN CAKUPAN DALAM DALAM RANTAI NILAI RANTAI NILAI KLASTER KLASTER Kelompok Kelompok Simpul Simpul Keterkaitan Keterkaitan I Inntteerrnnaall EEkksstteerrnnaall 1A. Kompetensi 1A. Kompetensi
1B. Strategi dan operasi 1B. Strategi dan operasi internal sebagai unit bisnis internal sebagai unit bisnis 1C. Budaya perusahaan 1C. Budaya perusahaan (termasuk kewirausahaan) (termasuk kewirausahaan) 2. Kompetisi dan 2. Kompetisi dan Kerjasama/Kemitraan Kerjasama/Kemitraan
3. Jaringan aktivitas nilai 3. Jaringan aktivitas nilai tambah dalam kelompok tambah dalam kelompok industri dan dalam
industri dan dalam kelompok institusi kelompok institusi pendukung
pendukung
4. Jaringan dan kolaborasi 4. Jaringan dan kolaborasi aktivitas nilai tambah antar aktivitas nilai tambah antar kelompok industri dan
kelompok industri dan
dengan institusi pendukung dengan institusi pendukung
Lingkungan Lingkungan Bisnis/ Bisnis/ Ekonomi Ekonomi
5A. Penguatan faktor
5A. Penguatan faktor
keunggulan lokal keunggulan lokal 5B. Penguatan struktur 5B. Penguatan struktur industri industri 6. Penguatan jaringan 6. Penguatan jaringan
global yang mendukung
global yang mendukung
aktivitas nilai tambah
aktivitas nilai tambah
dalam klaster industri
Tempat Tetaplah Penting – Namun Untuk Alasan yang Tempat Tetaplah Penting – Namun Untuk Alasan yang Tempat Tetaplah Penting – Namun Untuk Alasan yang Tempat Tetaplah Penting – Namun Untuk Alasan yang
Berbeda (Place Still Matters — But for
Berbeda (Place Still Matters — But for Different Different Berbeda (Place Still Matters — But for
Berbeda (Place Still Matters — But for Different Different Reasons)
Reasons) Reasons) Reasons)
“keunggulan daya saing yang bertahan lama dalam
“keunggulan daya saing yang bertahan lama dalam
suatu ekonomi global akan semakin terletak pada
suatu ekonomi global akan semakin terletak pada
”hal-hal yang bersifat lokal”
”hal-hal yang bersifat lokal”
—
— pengetahuan
pengetahuan
(knowledge), hubungan, motivasi
(knowledge), hubungan, motivasi
— yang sulit
— yang sulit
disaingi oleh para pesaing jauh.”
disaingi oleh para pesaing jauh.”
“Peran lokasi telah demikian lama
“Peran lokasi telah demikian lama terabaikan,
terabaikan,
walaupun ada bukti yang sangat kuat bahwa
walaupun ada bukti yang sangat kuat bahwa
inovasi dan keberhasilan persaingan dalam banyak
inovasi dan keberhasilan persaingan dalam banyak
bidang ternyata terkonsentrasi secara geografis.
bidang ternyata terkonsentrasi secara geografis.
”
”
Michael Porter Michael Porter
Harvard Business School Harvard Business School
LOKALITAS : URGENSI LOKALITAS : URGENSI LOKALITAS : URGENSI LOKALITAS : URGENSI
•
• Memahami dan menyikapi secara Memahami dan menyikapi secara positif kecenderunganpositif kecenderungan penting (domestik – nasional &
penting (domestik – nasional & daerah, globalisasi,daerah, globalisasi, kemajuan iptek, arah menuju “Ekonomi Berbasis kemajuan iptek, arah menuju “Ekonomi Berbasis Pengetahuan
Pengetahuan”) dan implikasi ”) dan implikasi bagi daerah.bagi daerah. •
• Kekhususan (kekhasan) lokal Kekhususan (kekhasan) lokal merupakan karakteristikmerupakan karakteristik penting bagi keberhasilan pembangunan ekonomi.
penting bagi keberhasilan pembangunan ekonomi. •
• Kecenderungan bahwa ekonomi makin syarat denganKecenderungan bahwa ekonomi makin syarat dengan pengetahuan (dalam arti luas)
pengetahuan (dalam arti luas) faktor “lokal” menjadifaktor “lokal” menjadi sangat kritis.
sangat kritis. •
• Agenda pembangunAgenda pembangunan ekonomi daerah perlu an ekonomi daerah perlu memilikimemiliki fokus strategis yang sekaligus dapat menjadi agenda fokus strategis yang sekaligus dapat menjadi agenda kolektif multipihak untuk
kolektif multipihak untuk bersinergibersinergi pada potensipada potensi keunggulan.
keunggulan.
Daya saingDaya saing pertumbuhpertumbuhan, an, pemerataan, perbaikan,pemerataan, perbaikan, di mana faktor lokal
1 1996600 11998800 22000000 20202020 K K e e u u n n g g g g u u l l a a n n D D a a y y a a S S a a i i n n g g •
• Biaya rendahBiaya rendah
• • KuantitasKuantitas • • StabilitasStabilitas • • PerlengkapanPerlengkapan kapital kapital • • KontrolKontrol • • Inovasi /Inovasi / pengetahuan pengetahuan • • KualitasKualitas • • KecepatanKecepatan • • FleksibilitasFleksibilitas • • JaringanJaringan B Baaagaggagaaa mmmamaananna na a a PPeeererruruusussasaaa aaaaaaan an n n MMeeneennynyyy aap ap ap p ““KKeeceecceceenennn eereerruruununngnggagaan ann n” ” eeee Depan Depan Depan Depan
Penentu Keunggulan Daya Saing Penentu Keunggulan Daya Saing Penentu Keunggulan Daya Saing Penentu Keunggulan Daya Saing
Pengembangan Pengembangan Bisnis Baru Bisnis Baru Perbaikan Perbaikan Bisnis yang Ada Bisnis yang Ada
(Existing) (Existing) Investasi Investasi Dari Luar Dari Luar Faktor keunggulan Faktor keunggulan lokalitas lokalitas Keterkaitan Keterkaitan Investasi
Investasi (&(& perdagangan perdagangan ) ) Ke Luar Ke Luar INOVASI, INOVASI, INOVASI,
INOVASI, TECHNOPRENEURSHIPTECHNOPRENEURSHIPTECHNOPRENEURSHIPTECHNOPRENEURSHIP DAN MODERNISASIDAN MODERNISASIDAN MODERNISASIDAN MODERNISASI “SUMBER” PERKEMBANGAN EKONOMI
“SUMBER” PERKEMBANGAN EKONOMI “SUMBER” PERKEMBANGAN EKONOMI
“SUMBER” PERKEMBANGAN EKONOMI
Rantai Rantai Nilai Nilai Inovasi & Inovasi & Difusi Difusi Pengetahuan & Pengetahuan & Kompetensi Kompetensi Penyediaan Penyediaan pengetahuan/ pengetahuan/ teknologi teknologi Pembelajaran, Pembelajaran, termasuk termasuk Litbangyasa Litbangyasa
Daya Saing yang
Daya Saing yang
Lebih Tinggi
Lebih Tinggi Investasi untukInvestasi untuk
Inovasi
Inovasi
ROI yang Lebih
ROI yang Lebih
Tinggi Tinggi Rantai Rantai Nilai Nilai Produksi Produksi Interaksi & Interaksi & Keterkaitan Keterkaitan
Siklus yang Makin Menguat
Siklus yang Makin Menguat (Dari
(Dari vicious cyclevicious cyclemenjadimenjadi
virtuous cycle virtuous cycle))
STRATEGI BERSAING BISNIS ~ STRATEGI GENERIK STRATEGI BERSAING BISNIS ~ STRATEGI GENERIK STRATEGI BERSAING BISNIS ~ STRATEGI GENERIK STRATEGI BERSAING BISNIS ~ STRATEGI GENERIK
KEUNGGULAN BERSAING KEUNGGULAN BERSAING CAKUPAN CAKUPAN PERSAINGAN PERSAINGAN Sasaran Sasaran Luas Luas Sasaran Sasaran Sempit Sempit B Biiaayya a RReennddaahh DDiiffeerreennssiiaassii 1 1. . KKeeuunngggguullaan n BBiiaayyaa 22. . DDiiffeerreennssiiaassii 3 3AA. . FFookkuus s BBiiaayyaa 33BB. . FFookkuus s DDiiffeerreennssiiaassii
Sumber : Diadopsi dari Porter (beragam tahun).
Sumber : Diadopsi dari Porter (beragam tahun).
Inovasi dengan fokus
Inovasi dengan fokus
pada relung pasar
pada relung pasar
tertentu
tertentu
(niche market) (niche market)
ILUSTRASI STRATEGI BERSAING BISNIS ~ STRATEGI ILUSTRASI STRATEGI BERSAING BISNIS ~ STRATEGI ILUSTRASI STRATEGI BERSAING BISNIS ~
ILUSTRASI STRATEGI BERSAING BISNIS ~ STRATEGISTRATEGI
GENERIK GENERIK GENERIK GENERIK KEUNGGULAN BERSAING KEUNGGULAN BERSAING CAKUPAN CAKUPAN PERSAINGAN PERSAINGAN Sasaran Sasaran Luas Luas Sasaran Sasaran Sempit Sempit B Biiaayya a RReennddaahh DDiiffeerreennssiiaassii 1. Keunggulan Biaya: 1. Keunggulan Biaya: Pasar luas, efisiensi biaya
Pasar luas, efisiensi biaya
2. Diferensiasi:
2. Diferensiasi:
Pasar luas, inovasi produk
Pasar luas, inovasi produk
dan/atau proses
dan/atau proses
3A. Fokus Biaya:
3A. Fokus Biaya: Segmen pasar tertentu,
Segmen pasar tertentu,
efisiensi biaya
efisiensi biaya
3B. Fokus Diferensiasi:
3B. Fokus Diferensiasi: Segmen pasar tertentu,
Segmen pasar tertentu,
inovasi produk dan/atau
inovasi produk dan/atau
proses
proses
Segmentasi pasar tertentu
Segmentasi pasar tertentu
dan
dan positioning positioning , misalnya:, misalnya:
•
• Pasar tradisional tertentu Pasar tradisional tertentu
•
• Pasar induk tertentu Pasar induk tertentu
•
• Supermarket Supermarket
•
• Konsumen langsung tertentu Konsumen langsung tertentu
Ilustrasi untuk komoditas
Ilustrasi untuk komoditas
hortikultur daerah tertentu
C. IMPLEMENTASI C. IMPLEMENTASI C. IMPLEMENTASI
C. IMPLEMENTASI
•
•
Mobilisasi
Mobilisasi
Sumber
Sumber
Daya
Daya
dan
dan
Pelaksanaan
Pelaksanaan
Aktivitas
Aktivitas
Pendayaguna
Pendayaguna
an (dan pengembangan) sumber
an (dan pengembangan) sumber
daya
daya
(dana, SDM, jaringan, dan sumber daya
(dana, SDM, jaringan, dan sumber daya
lain).
lain).
Pelaksanaan rencana aktivitas operasional sesuai
Pelaksanaan rencana aktivitas operasional sesuai
konsensus dan perkembangan (termasuk penguatan
konsensus dan perkembangan (termasuk penguatan
kelembagaan).
kelembagaan).
pengembangan/p
pengembangan/p
enguatan kelembagaan
enguatan kelembagaan
sebagai
sebagai
solusi persoalan kelembagaan yang ada
solusi persoalan kelembagaan yang ada
(diantsipasi
(diantsipasi
akan muncul) ~
akan muncul) ~
eksekutif, legislatif, pelaku bisnis,
eksekutif, legislatif, pelaku bisnis,
LPSM, lembaga donor, pihak non pemerintah lain.
C. IMPLEMENTASI C. IMPLEMENTASI C. IMPLEMENTASI
C. IMPLEMENTASI
•
•
Pencapaian
Pencapaian
Milestone
Milestone
Menghasilkan
Menghasilkan
capaian-capa
capaian-capa
ian
ian
sangat penting seperti yang
sangat penting seperti yang
ditargetkan dan dijadwalkan.
ditargetkan dan dijadwalkan.
•
•
Pengelolaan Sinergi
Pengelolaan Sinergi
Proses mengelola dan
Proses mengelola dan
memperkuat komitmen, peran
memperkuat komitmen, peran
dan peningkatan kapasitas
dan peningkatan kapasitas
masing-masing pihak dan secara bersama, terutama:
masing-masing pihak dan secara bersama, terutama:
Penggalian / Penentuan SDM, sumber dana & sumber
Penggalian / Penentuan SDM, sumber dana & sumber
daya lain
daya lain
Pengelolaan Tugas, SDM & Hubungan
Pengelolaan Tugas, SDM & Hubungan
Pengelolaan Keberteri
Pengelolaan Keberteri
maan, Komitmen
maan, Komitmen
& Sinergi
& Sinergi
Positif
Positif
Pengamanan Kesepakatan / Persetujuan
Pengamanan Kesepakatan / Persetujuan
D. PEMANTAUAN, EVALUASI DAN
D. PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PERBAIKANPERBAIKAN D. PEMANTAUAN, EVALUASI DAN
D. PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PERBAIKANPERBAIKAN
•
• Pengelolaan sumber daya, proses, dan hasilPengelolaan sumber daya, proses, dan hasil sejalansejalan
dengan tahapan dan elemen kolaborasi, serta evaluasi
dengan tahapan dan elemen kolaborasi, serta evaluasi
pelaksanaan dan rencana (termasuk output dan
pelaksanaan dan rencana (termasuk output dan dampak),dampak),
serta penyesuaian yang dianggap penting sejalan dengan
serta penyesuaian yang dianggap penting sejalan dengan
perkembang
perkembangan yang an yang terjadi, untuk terjadi, untuk perbaikan.perbaikan. •
• Keseluruhan agenda sebagai proses iteratif :Keseluruhan agenda sebagai proses iteratif :
Dokumen rencana menjadi dokumen yang dipergunakanDokumen rencana menjadi dokumen yang dipergunakan bagi tindakan;
bagi tindakan;
Dokumen rencana merupakan dokumen yang “hidupDokumen rencana merupakan dokumen yang “hidup” ”
(living document)
(living document), bukan dokumen “sakral” (dan mati),, bukan dokumen “sakral” (dan mati),
dapat dan perlu
dapat dan perlu terus dimutakhirkan.terus dimutakhirkan. •
• Proses keseluruhan sebagai proses Proses keseluruhan sebagai proses pembelajaran,pembelajaran,
pengembang
pengembangan an kepemimpinan, peningkatan keterlibatan,kepemimpinan, peningkatan keterlibatan,
dan perbaikan komunikasi multi pihak.
Penentuan Fokus Penentuan Fokus Penentuan Fokus Penentuan Fokus Tematik Prakarsa KI Tematik Prakarsa KI Tematik Prakarsa KI Tematik Prakarsa KI Analisis isu Analisis isu Analisis isu Analisis isu Agenda Aksi Agenda Aksi Agenda Aksi Agenda Aksi Prioritas Prioritas Prioritas Prioritas DIAGRAM ALIR PROSES
DIAGRAM ALIR PROSES DIAGRAM ALIR PROSES
DIAGRAM ALIR PROSES
Matriks Kebijakan/Program/Kegiatan Kolaboratif Matriks Kebijakan/Program/Kegiatan Kolaboratif Matriks Kebijakan/Program/Kegiatan Kolaboratif
Matriks Kebijakan/Program/Kegiatan Kolaboratif
Implementasi Implementasi Implementasi
Implementasi MONEVMONEVMONEVMONEV UmpanbalikUmpanbalikUmpanbalikUmpanbalik
(Feedback) (Feedback) (Feedback) (Feedback) Tindakan Non-interventif Tindakan Non-interventif Tindakan Non-interventif Tindakan Non-interventif (Prakarsa Bisnis Murni) (Prakarsa Bisnis Murni) (Prakarsa Bisnis Murni) (Prakarsa Bisnis Murni) Intervensi Intervensi Intervensi Intervensi Pemetaan Pemetaan Pemetaan
Pemetaan Analisis SolusiAnalisis SolusiAnalisis SolusiAnalisis Solusi
•
• Pendefinisian ~ ISICPendefinisian ~ ISIC (KBLI)
(KBLI) •
• Analisis Awal (IO)Analisis Awal (IO) •
• Pohon IndustriPohon Industri
•
• Indikasi KehendakIndikasi Kehendak Stakeholders
Stakeholders
•
CATATAN : Keterkaitan Sistem Inovasi & Klaster CATATAN : Keterkaitan Sistem Inovasi & Klaster CATATAN : Keterkaitan Sistem Inovasi & Klaster
CATATAN : Keterkaitan Sistem Inovasi & Klaster
Industri Industri Industri
Industri
Klaster Industri 1-A Klaster Industri 1-A
Klaster Industri 2-C Klaster Industri 2-C Klaster Industri 3-B Klaster Industri 3-B Klaster Industri 1-Z Klaster Industri 1-Z Klaster Industri: Klaster Industri: K K l l a a s s t t e e r r I I n n d d u u s s t t r r i i 3 3 K K l l a a s s t t e e r r I I n n d d u u s s t t r r i i 1 1 Sektor I Sektor I Sektor II Sektor II Sektor III Sektor III Daerah Daerah C C Daerah Daerah A A SID
SID SIDSID
Sistem Inovasi Nasional
Sistem Inovasi Nasional
SID : Sistem Inovasi Daerah. SID : Sistem Inovasi Daerah.