• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anatomy and physiology of the skin. Suwarmi, M.Sc, Apt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Anatomy and physiology of the skin. Suwarmi, M.Sc, Apt"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Anatomy and physiology of

the skin

(2)

SKIN

The skin is the largest organ of the body, accounting for about 15% of the total adult body weight.

 It performs many vital functions, including

protection against external physical, chemical, and biologic assailants, as well as prevention of excess water loss from the body and a role in thermoregulation. The skin is continuous, with the mucous membranes lining the body’s

(3)

SKIN

 The skin is composed of three layers: the

epidermis, the dermis, and subcutaneous tissue (Kanitakis, 2002).

 The outermost level, the epidermis, consists of a

specific constellation of cells known as

keratinocytes, which function to synthesize keratin, a long, threadlike protein with a protective role.

 The epidermis provides a protective waterproof

barrier that also keeps pathogens at bay and regulates body temperature.

 The middle layer, the dermis, is fundamentally

made up of the fibrillar structural protein known as collagen.

(4)

The dermis lies on the subcutaneous tissue, or

panniculus, which contains small lobes of fat

cells known as lipocytes. The thickness of these layers varies considerably, depending on the

geographic location on the anatomy of the body.

(5)
(6)

EPIDERMIS

 The epidermis is a stratified, squamous

epithelium layer that is composed primarily of two types of cells:

-keratinocytes -dendritic cells.

The epidermis harbors a number of other cell populations, such as melanocytes, Langerhans cells, and Merkel cells, but the keratinocyte cell type comprises the majority of the cells by far.

(7)

EPIDERMIS

 The epidermis commonly is divided into four

layers according to keratinocyte morphology and position as they differentiate into horny cells, including:

 the basal cell layer (stratum germinativum),

the squamous cell layer (stratum spinosum), the granular cell layer (stratum granulosum), a the cornified or horny cell layer (stratum

(8)

Keratinocytes

 At least 80% of cells in the epidermis are the

ectodermally derived keratinocytes. The

differentiation process that occurs as the cells

migrate from the basal layer to the surface of the skin results in keratinization, a process in which the keratinocyte first passes through a synthetic and

then a degradative phase.

 The predominant cell type in the epidermis, the

outermost layer of the skin, constituting 95% of the cells found there. Those keratinocytes found in the basal layer (stratum germinativum) of the skin are sometimes referred to as basal cells or basal keratinocytes.

(9)

Basal Layer

 The basal layer (the stratum germinativum), contains column-shaped keratinocytes that attach to the

basement membrane zone with their long axis

perpendicular to the dermis. These basal cells form a single layer and adhere to one another as well as to more superficial squamous cells through desmosomal junctions (Murphy, 1997). Other distinguishing features of the basal cells are their dark-staining oval or

elongated nuclei and the presence of melanin pigment transferred from adjoining melanocytes

 The basal layer—sometimes referred to as stratum basale—is the deepest of the five layers of the

(10)

Squamous Cell Layer

 Overlying the basal cell layer is a layer of the

epidermis that is 5–10 cells thick and known as the squamous cell layer or stratum spinosum

 The layer contain lamellar granules Lamellar

granules are membrane-bound organelles containing glycoproteins, glycolipids,

phospholipids, free sterols, and a number of acid hydrolases, including lipases, proteases, acid phosphatases, and glycosidases.

(11)

Granular Layer

 The most superficial layer of the epidermis

containing living cells, the granular layer or stratum granulosum, is composed of flattened cells holding abundant keratohyaline granules in their cytoplasm. These cells are responsible for further synthesis and modification of

(12)

cornified layer

 Horny cells (corneocytes) of the cornified layer

provide mechanical protection to the

underlying epidermis and a barrier to prevent water loss and invasion by foreign substances

 The corneocytes, which are rich in protein and

low in lipid content, are surrounded by a continuous extracellular lipid matrix

(13)

The Regulation of Epidermal

(14)

Kulit tersusun dari tiga lapis, yaitu :

1.Lapisan epidermis

- terdiri dari lapisan sel yg telah mati

(lapisan tanduk/ keratinocyte).

- Ketebalannya 0,006 - 0,800 mm,

pH 4,2 – 6,5; kadar air 10-25%.

- Lapisan epidermis tidak ada pembuluh

darah dan merup.perintang utama

(15)

-

Epidermis sebagai sawar dasar dari kulit

terhadap kehilangan air, elektrolit dan

nutrisi dari badan dan sawar dasar terhadap

penetrasi air dan substansi asing dari luar

badan.

-

Epidermis juga mencegah atau menghambat

kehilangan air dari badan, hingga semua

jaringan yang lain menjaga keseimbangan

dinamis dengan lingkungan dalam.

(16)

Lapisan epidermis dari bagian terluar hingga ke

dalam yaitu :

Lapisan Tanduk (

stratum corneum

)

terdiri dari beberapa lapis sel gepeng yang

telah mati, tidak berinti, protoplasma telah

menjadi keratin. J

enis protein ini yang tidak

larut dalam air, dan sangat resisten

terhadap bahan-bahan kimia.

Lapisan “ barrier “ (

stratum lucidum

)

terdiri dari lapisan sel-sel gepeng tanpa inti,

protoplasma berubah menjadi oleidin

(17)

Lapisan berbutir-butir (stratum granulosum)

lapisan keratohialin yang terdiri dari dua atau tiga lapis sel-sel gepeng dengan sitoplasma

berbutir kasar, diantaranya terdapat inti

Lapisan Malphigi (stratum spinosum)

terdiri dari beberapa lapis sel yang bentuknya polygonal dan mengandung banyak glikogen,

diantara sel-selnya terdapat intercellular bridges dan terdapat sel Langerhans

(18)

Lapisan Basal (stratum germinativum)

Lapisan basal adalah lapisan terbawah

epidermis. Di dalam stratum germinativum juga terdapat sel-sel melanosit, yaitu sel-sel yang tidak mengalami keratinisasi dan fungsinya

hanya membentuk pigmen melanin dan

memberikannya kepada sel-sel keratinosit melalui dendrit-dendritnya .

Melanosit adalah sel dendritik yang membentuk melanin. Melanin berfungsi melindungi kulit

(19)
(20)

2.Lapisan dermis

merupakan lapisan di bawah epidermis, memiliki

ketebalan 3-5 mm. berupa anyaman serabut kolagen

dan elastin.

Dermis mengandung pembuluh darah, pembuluh

limfe, folikel rambut, kelenjar lemak (sebasea),

kelenjar keringat, serabut saraf dan korpus pacini.

Lapisan dermis dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Pars papilare, yaitu bagian yang menonjol ke

epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembuluh

darah.

2. Pars retikulare,

yaitu bagian bawah dermis yang

menonjol ke arah subkutan, dan terdiri serabut

(21)

3.Lapisan hipodermis/ sub kutis

merupakan kelanjutan dermis yang terdiri dari

jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya. Lapisan sel lemak disebut penikulus adiposus, berfungsi sebagai cadangan makanan.

Di lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi,

(22)

Fungsi kulit

 Kulit mempunyai fungsi bermacam-macam

untuk menyesuaikan dengan lingkungan. Adapun fungsi utama kulit adalah

(Djuanda,2007): 1. Fungsi proteksi

Kulit menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisik atau mekanik (tarikan, gesekan, dan tekanan), gangguan kimia ( zat-zat kimia yang iritan), dan gagguan bersifat panas (radiasi, sinar ultraviolet), dan gangguan infeksi luar.

(23)

2. Fungsi absorpsi

 Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air,

larutan dan benda padat tetapi cairan yang mudah menguap lebih mudah diserap, begitupun yang larut lemak. Permeabilitas kulit terhadap O2, CO2 dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme dan jenis vehikulum.

(24)

3.

Fungsi ekskresi

Kelenjar kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna lagi atau sisa metabolisme dalam tubuh berupa NaCl, urea, asam urat, dan amonia.

4. Fungsi persepsi

Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis sehingga kulit mampu mengenali rangsangan yang diberikan. Rangsangan panas diperankan oleh badan ruffini di dermis dan subkutis, rangsangan dingin diperankan oleh badan krause yang terletak di dermis, rangsangan rabaan diperankan oleh badan meissner yang terletak di papila dermis, dan rangsangan tekanan diperankan oleh badan paccini di epidermis.

(25)

5.Fungsi pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)

 Kulit melakukan fungsi ini dengan cara

mengekskresikan keringat dan mengerutkan (otot berkontraksi) pembuluh darah kulit. Di waktu suhu dingin, peredaran darah di kulit berkurang guna mempertahankan suhu badan. Pada waktu suhu panas, peredaran darah di kulit meningkat dan terjadi penguapan keringat dari kelenjar keringat sehingga suhu tubuh dapat dijaga tidak terlalu panas.

(26)

6.Fungsi pembentukan pigmen

Sel pembentuk pigmen (melanosit) terletak di lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf. Jumlah melanosit dan besarnya butiran pigmen (melanosomes) menentukan warna kulit ras

maupun individu. 7. Fungsi kreatinisasi

Fungsi ini memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis fisiologik.

Referensi

Dokumen terkait

Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk

Merek terkenal adalah merek dagang yang secara umum telah dikenal dan dipakai pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau badan, baik di wilayah Indonesia

Merek terkenal adalah merek dagang yang secara umum telah dikenal dan dipakai pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau badan, baik di wilayah Indonesia

Penelitian lain yang dilakukan oleh Ridho dan Syahrizal (2012:1), pada pembangunan gedung Badan Pusat Statistik kota Medan yang terletak di jalan Gaperta Medan

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,