• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemetaan Daerah Irigasi ArcGIS ArcMap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemetaan Daerah Irigasi ArcGIS ArcMap"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

PEMETAAN DAERAH IRIGASI KRUENG-JREU

PEMETAAN DAERAH IRIGASI KRUENG-JREU

DI KECAMATAN INDRAPURI MENGGUNAKAN ArcGIS 9.3

DI KECAMATAN INDRAPURI MENGGUNAKAN ArcGIS 9.3

PADA PU PENGAIRAN RANTING DINAS INDRAPURI

PADA PU PENGAIRAN RANTING DINAS INDRAPURI

STUDI KASUS PADA DAERAH ALIRAN BJKR 1-5

STUDI KASUS PADA DAERAH ALIRAN BJKR 1-5

SKRIPSI SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat-syaratdan memenuhi syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana

guna memperoleh gelar Sarjana KomputerKomputer STMIK U’budiyah Indonesia

STMIK U’budiyah Indonesia

Oleh Oleh

Nama : RIANSYAH PUTRA Nama : RIANSYAH PUTRA

NIM

NIM : : 0811102008111020

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTERKOMPUTER STMIK U’BUDIYAH INDONESIA

STMIK U’BUDIYAH INDONESIA BANDA ACEH

BANDA ACEH 2013

(2)
(3)

“Allah meninggikan derajat orang

“Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat -orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat dandan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” QS. Al-Mujadilah: 11)

QS. Al-Mujadilah: 11)

“ Pelajarilah ilmu pengetahuan, sesungguhnya ilmu adalah tanda takut kepada Allah, “ Pelajarilah ilmu pengetahuan, sesungguhnya ilmu adalah tanda takut kepada Allah, menuntut ilmu adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih, mengajarkannya kepada orang menuntut ilmu adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih, mengajarkannya kepada orang

yang tidak mengetahui adalah sadaqah dan menyebarkannya adalah pengorbanan” yang tidak mengetahui adalah sadaqah dan menyebarkannya adalah pengorbanan”

HR. Tarmizi). HR. Tarmizi).

Kucoba merangkai kata-kata sebagai rasa syukurku atas apa yang talah kulewati dalam Kucoba merangkai kata-kata sebagai rasa syukurku atas apa yang talah kulewati dalam menempuh sebuah perjalanan dalam menyelesaikan studi ini, dengan hidayahnyalah serta menempuh sebuah perjalanan dalam menyelesaikan studi ini, dengan hidayahnyalah serta dukungan orang-orang yang ananda sayangi yang telah membuat ananda terus maju berjuang dukungan orang-orang yang ananda sayangi yang telah membuat ananda terus maju berjuang demi masa depan…

demi masa depan…

Ayahanda dan ibunda tercinta… Ayahanda dan ibunda tercinta…

Lautan kasihmu hantarkan aku kegerbang kesuksesan, Lautan kasihmu hantarkan aku kegerbang kesuksesan, Tiada kasih seindah kasihmu, Tida cinta semurni cintamu. Tiada kasih seindah kasihmu, Tida cinta semurni cintamu. Dalam setiap langkahku ada tetesan keringaymu.

Dalam setiap langkahku ada tetesan keringaymu. Smoga Allah membalas budi dan jasamu.

Smoga Allah membalas budi dan jasamu. Ya Allah…

Ya Allah…

Tiada kebahagian yang dapat melebihi selain melihat senyum yang terpancar dari wajah Tiada kebahagian yang dapat melebihi selain melihat senyum yang terpancar dari wajah orang-orang yang paling ananda sayangi dan tak akan ananda sia-siakan setitik keluh dari orang-orang yang paling ananda sayangi dan tak akan ananda sia-siakan setitik keluh dari pengorbanan yang menyertai langkah ananda dengan do’a dan air mata.

pengorbanan yang menyertai langkah ananda dengan do’a dan air mata. Karya tulis ini ananda persembahkan kepada :

Karya tulis ini ananda persembahkan kepada : 1.

1. Ayahanda Alm. Fauzi Yusuf dan Ibunda Sumarni tercinta, yang telah mendidik anandaAyahanda Alm. Fauzi Yusuf dan Ibunda Sumarni tercinta, yang telah mendidik ananda dari kecil dengan penuh kasih sayang yang tak sanggup ananda balas dengan apapun yang dari kecil dengan penuh kasih sayang yang tak sanggup ananda balas dengan apapun yang ada didunia ini.

ada didunia ini. 2.

2. Kepada adikku, Kepada adikku, Eva Deviyanti, Eva Deviyanti, S.Pd S.Pd Bunda Devi), Bunda Devi), Novi Nanda Novi Nanda Resta Resta Cek PiCek Pie) dane) dan yang lainnya, terima kasih atas do

yang lainnya, terima kasih atas do a dan kasih sayangnya.a dan kasih sayangnya. 3.

3. Kepada keponaanku tersayang M. Faris Al-Mumtaz.Kepada keponaanku tersayang M. Faris Al-Mumtaz. 4.

4. Kepada Keluarga besar ananda yang selau memberikan semangat kepada ananda dalamKepada Keluarga besar ananda yang selau memberikan semangat kepada ananda dalam menempuh pendidikan ini.

menempuh pendidikan ini.

Sinar terang tiada muncul tanpa sejuta pengorbanan dan dorongan dari sahabat terdekatku, Sinar terang tiada muncul tanpa sejuta pengorbanan dan dorongan dari sahabat terdekatku, Wahyu

Wahyu Rajuna, Indra Saputra Rajuna, Indra Saputra E’en), serta Beni IE’en), serta Beni Indra Saputra, terima kasih ndra Saputra, terima kasih untuk kalianuntuk kalian semua.

(4)
(5)
(6)
(7)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan Mengucap puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Anugerah serta Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dan tidak lupa pula shalawat beriring salam kepada junjungan alam Nabi Besar Rasulullah Muhammat SAW. beserta ahlul  baitnya.

Alhamdulillah, berkat Taufiq dan Hidayah-Nya penulis telah mampu menyelesaikan penulisan skripsi dalam rangka syarat tugas akhir yang berjudul ”

Pemetaan Daerah I rigasi K rueng-Jreu Di Kecamatan I ndrapuri

 Menggunakan Ar cGis 9.3 Pada PU Pengair an Ranting Dinas I ndrapuri Studi

Kasus Pada Daerah Aliran BJ KR 1-5

”.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritikan dan saran yang bersifat konstruktif dan membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan penulisan skripsi ini.

Dalam penyelesaian penulisan skripsi ini, banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik moral ataupun spriritual. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis ucapkan :

1. Kepada Ketua Yayasan U’Budiyah Indonesia Banda Aceh, 2. Kepada Ketua STMIK U’Budiyah Indonesia Banda Aceh, 3. Kepada Ketua Program Studi S1 Teknik Informatika,

4. Kepada Bapak Jurnalis J. Hius, ST, MBA sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing  penulis hingga skripsi ini selesai,

5. Kepada Bapak Nazaruddin, S.Kel. sebagai dosen pembimbing kedua yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, ilmu serta masukan-masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini,

(8)

6. Kepada Dosen penguji di seminar proposal maupun sidang skripsi penulis yang telah memberikan begitu banyak masukan-masukan untuk  penyempurnaan penulisan tugas akhir ini,

7. Kepada seluruh Dosen serta Staff Akademik STMIK U’Budiyah Indonesia Banda Aceh,

8. Kepada PU Pengairan Ranting Dinas Indrapuri Kabupaten Aceh Besar  beserta seluruh pegawai/karyawan dan pihak yang telah memberikan data

serta informasi kepada penulis,

9. Teristimewa untuk Alm. Ayahanda dan Ibunda tercinta juga kepada saudara-saudaraku tersayang terima kasih atas perhatian, kasih sayang,  bantuan moral dan material yang diberikan hingga akhirnya penulis dapat

menyelesaikan pendidikan di jenjang perguruan tinggi ini,

10. Kepada semua sahabatku se-angkatan tahun 2008, Rizal Ayubi, T. Fauzan Aziman, T. Herman Saputra, Fahmi, Nawawi, Ibran Muliasi, Fauzul Husni, Dedek Irwasyah, Muhamad Iqbal, Imam, Agussalim, Munzar, Munzir, Muslim dan seluruh teman-teman mahasiswa STMIK U’budiyah Indonesian Banda Aceh yang namanya tidak dapat saya sebutkan satu- persatu, thank’s for all   atas dukungan dan semangat selama penyusunan

skripsi ini.

Lebih dan kurang akhirnya penulis berharap semoga hasil penulisan skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca sekalian.

Banda Aceh, 20 September 2013

(9)

ABSTRAK

Pengairan irigasi merupakan unsur penting pada sistem persawahan. Keterbatasan secara teknis baik sarana maupun prasarana dan sumber daya menimbulkan  banyak kendala dalam mengoptimalkan pendistribusian pengairan ke persawahan. Untuk mendukung penyempurnaan pengairan tersebut perlu adanya pembuatan sistem informasi geografis (SIG) yang memberikan informasi secara maksimal mengenai objek pemetaan suatu benda seperti menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis yang nantinya dapat memberikan kemudahan untuk mengidentifikasi data pengairan. Hasil yang dicapai dalam pengolahan data  pengairan irigasi dalam kecamatan indrapuri dengan menggunakan  software  ArcGIS  ini, Dinas PU dapat menampilkan dan memberikan informasi yang akurat dalam melakukan pengecekan data pengairan irigasi untuk kepentingan evaluasi,  pengendalian dan pemantauan kepada penggunanya seperti Pengolahan data menjadi data GIS digital, menampilkan image  lokasi aliran irigasi dan daerah  pintu air sehingga mempermudah manajemen informasi pengelolaan penyajian

data pengairan irigasi.

(10)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

KATA MUTIARA ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

LEMBAR PERSETUJUAN ... iv

LEMBAR PERNYATAAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Ruang Lingkup ... 2

1.4 Tujuan Penelitian ... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Geografi (SIG) ... 3

2.1.1 Format Data Spasial ... 3

2.1.1.1 Data Raster ... 4

2.1.1.2 Data Vektor ... 4

2.1.2 Peta Sebagai Sumber Data SIG ... 4

2.1.2.1 Pengertian Peta ... 4

2.1.2.2 Digitasi Peta ... 5

2.2 Perangkat Lunak ArcGIS ... 5

2.2.1 Item yang Terdapat pada ArcGIS ... 5

2.2.2 Kelebihan dan Kelemahan Software ArcGIS ... 5

(11)

2.3 Sistem Navigasi GPS ... 6

2.3.1 Aplikasi-aplikasi GPS ... 6

2.4 Sistem Pengairan Irigasi Krueng-Jreu ... 7

2.4.1 Jaringan Pengairan Irigasi Krueng-Jreu ... 8

2.4.2 Tujuan Pengairan Irigasi Krueng-Jreu ... 9

2.5 Tinjauan Umum PU Pengairan Ranting Dinas Indrapuri ... 9

2.5.1 Struktur Organisasi Tata Kerja pada PU Pengairan ... 10

2.5.2 Sumber Daya Manusia (SDM) ... 11

2.5.3 Tugas dan Tanggung Jawab ... 11

2.5.4 Wilayah Kerja PU Pengairan Ranting Dinas Indrapuri ... 12

2.5.5 Manual O&P tentang Pengairan ... 13

2.5.6 Peraturan dan Perundang-undangan tentang Pengairan ... 13

BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian ... 14

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 14

3.3 Jenis Penelitian ... 15

3.4 Rancangan Penelitian ... 15

3.5 Metode Pengumpulan Data ... 15

3.6 Hardware dan Software yang Digunakan ... 16

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA DATA 4.1 Pembahasan ... 17

4.2 Pembuatan Peta ... 17

4.2.1 Tahap Digitasi ... 17

4.2.1.1 Membuka Google Earth sebagai Area Kerja ... 17

4.2.1.2 Memulai Digitasi ... 18

4.2.1.3 Menambahkan Lokasi Pintu Air ... 19

4.2.2 Tahap Editing ... 20

4.2.2.1 Membuka ArcMap sebagai Area Kerja ArcGIS ... 20

(12)

4.2.2.3 Bagian Start Editing ... 23

4.2.2.4 Menyimpan Hasil Editing ... 26

4.2.2.5 Menambahkan Atribut Peta ... 26

4.2.2.6 Menampilkan Atribut Peta ... 27

4.2.2.7 Mengatur Proyeksi Peta ... 28

4.2.2.8 Mengatur Halaman Layout ... 29

4.2.3 Tahap Akhir Editing ... 30

4.2.3.1 Menambahkan Judul Peta ... 30

4.2.3.2 Menambahkan Koordinat Peta ... 30

4.2.3.3 Menambahkan Skala ... 32

4.2.3.4 Menambahkan Panah Petunjuk Arah ... 32

4.2.3.5 Menambahkan Legenda ... 33

4.2.4 Hasil Digitasi dan Editing ... 34

4.2.4.1 Mencetak Peta ... 34

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 36

5.2 Saran ... 36

DAFTAR PUSTAKA ... xv

DAFTAR ISTILAH ... xvi

DAFTAR TITIK KOORDINAT PINTU AIR ... xx

LAMPIRAN : Lampiran 1 : Surat Pengantar Izin Penelitian Lampiran 2 : Surat Balasan Izin Penelitian Lampiran 3 : Surat Selesai Penelitian Lampiran 4 : Foto Aliran Irigasi Lampiran 5 : Foto Pintu Air BIODATA PENULIS ... xxiv

(13)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Alat GPS tipe 60-CSX ... 7

Gambar 2.2 : Skema jaringan pengairan irigasi Krueng-Jreue ... 8

Gambar 2.3 : Saluran irigasi pembagi (saluran sekunder) ... 9

Gambar 2.4 : Logo dinas PU pengairan ... 9

Gambar 2.5 : Struktur organisasi tata kerja pada PU pengairan ... 10

Gambar 2.6 : Kegiatan perbaikan saluran irigasi ... 11

Gambar 2.7 : Kegiatan pembersihan dan pemeliharaan saluran irigasi ... 12

Gambar 4.1 : Tampilan awal google earth ... 18

Gambar 4.2 : Kotak dialog new line ... 19

Gambar 4.3 : Menu pilihan open ... 20

Gambar 4.4 : Icon arcmapp pada desktop dan di menu all programs ... 20

Gambar 4.5 : Membuka arcmap melalui menu all programs ... 20

Gambar 4.6 : Kotak dialog star-up ... 21

Gambar 4.7 : Project dokumen yang telah ditampilkan ... 21

Gambar 4.8 : Tool-tool yang terdapat pada toolbar menu ... 22

Gambar 4.9 : Jendela area start editing ... 23

Gambar 4.10 : Kotak starting tog edit in a different coordinat system ... 24

Gambar 4.11 : Jendela target ... 24

Gambar 4.12 : Jendela feature to polygon ... 25

Gambar 4.13 : Area polygon ... 25

Gambar 4.14 : Menu save edit ... 26

Gambar 4.15 : Kotak dialog add field ... 27

Gambar 4.16 : Kotak dialog layer propertis ... 28

Gambar 4.17 : Atribut yang telah berhasil ditampilkan ... 28

Gambar 4.18 : Kotak dialog data frame propertis ... 29

Gambar 4.19 : Kotak page and print setup ... 29

Gambar 4.20 : Kotak dialog propertis ... 30

Gambar 4.21 : Kotak dialog data frame propertis ... 31

(14)

Gambar 4.23 : Kotak dialog scale bar selection ... 32

Gambar 4.24 : Kotak dialog north arrow selector ... 32

Gambar 4.25 : Kotak dialog legend ... 33

Gambar 4.26 : Tampilan layout yang telah selesai ... 34

Gambar 4.27 : Kotak dialog print ... 34

(15)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 : Tabel jadwal penelitian ... 14 Tabel 3.2 : Tabel jenis pengumpulan data ... 16

(16)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara yang sumber pangannya berasal dari sektor pertanian. Kegiatan pertanian di negara Indonesia sangat tinggi sekaligus sebagai salah satu sumber pembangun perekonomian masyarakat. Karenanya kegiatan tersebut harus diperhatikan dengan baik oleh pemerintah, terutama dalam hal pendistribusikan kebutuhan pertanian seperti pengadaan  pupuk yang merata serta pemenuhan pengairan yang baik. Pengairan yang baik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hasil panen gabah yang bermutu dan berkualitas baik. Irigasi merupakan salah satu program perintah untuk memudahkan petani dalam pengadaan sumber air untuk pertanian. Oleh sebab itu diperlukan informasi yang baik terhadap kegiatan tersebut agar dapat dikaji tentang pemanfaatannya yang besar.

Kecamatan Indrapuri merupakan salah satu kecamatan yang sebahagian  besar wilayahnya merupakan persawahan masyarakat. Dalam pemenuhan  pengairan untuk persawahan mereka mengandalkan pengairan i rigasi Krueng-Jreu sebagai penyedia air utamanya. Dinas PU pengairan mengatur secara aktif sistem  pengairan tersebut ke areal persawahan di beberapa kecamatan dalam kabupaten

Aceh Besar khususnya kecamatan Indrapuri sendiri.

Penulis melakukan pemetaan mengenai pengairan irigasi Krueng-Jreu ini karena belum adanya media informasi komputasi berbasis sistem informasi geografis yang dapat kita manfaatkan untuk kegiatan penyampaian informasi mengenai pengairan irigasi untuk pertanian , maka penulis mencoba melakukan  penelitian untuk membuat sebuah pemetaan mengenai pengairan irigasi di kecamatan Indrapuri. Sehingga penulis dalam penelitian ini mengambil judul skripsi “

Pemetaan Pengairan I rigasi Krueng-J reue Di Kecamatan I ndrapuri

 Menggunakan Ar cGis 9.3 Pada PU Pengair an Ranting Dinas I ndrapuri Studi

(17)

Pengambilan judul ini didasarkan atas besarnya peranan pengairan irigasi terhadap keberhasilan sektor pertanian yang telah ada dan berjalan selama ini.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan yaitu :

1. Pendigitasian irigasi Krueng-Jreu pada daerah aliran BJKR 1-5 dengan menggunakan Google Earth,

2. Editing dalam pembuatan peta Pengairan irigasi Krueng-Jreu yang nantinya dapat dibaca oleh dinas PU pengairan serta pembaca umum yang membutuhkan informasi pengairan tersebut.

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup masalah dalam penelitian ini mencakup : 1. Aliran irigasi yang didigitasi hanya pada daerah BJ KR 1-5,

2. Objek yang didigitasi merupakan saluran irigasi utama (saluran primer), saluran irigasi pembagi (saluran sekunder) dan Saluran pembuang, letak/lokasi pintu air pada saluran utama, saluran pembagi dan saluran  pembuang serta areal persawahan yang dialiri irigasi Krueng-Jreu,

3. Penulis juga menambahkan batas permukiman serta batas hutan pada  pemetaan pengairan tersebut.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yaitu :

1. Memberikan informasi mengenai saluran irigasi Krueng-Jreu yang mengaliri persawahan di kecamatan Indrapuri,

2. Membantu Dinas PU Pengairan kecamatan Indrapuri dalam menganalisis kebutuhan dan penambahan saluran irigasi di persawahan yang dianggap masih kurang mencukupi.

(18)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS)  atau disebut juga dengan SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989).

Secara umum pengertian SIG sebagai berikut :

“Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis  dan sumberdaya manusia  yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukkan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa, dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.”

SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial.

2.1.1 Format Data Spasial

Salah satu syarat terwujudnya SIG adalah data spasial. Data ini memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian  penting yang berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi

deskriptif (atribut) :

1. Informasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat goegrafis (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi.

2. Informasi deskriptif (atribut) atau informasi nonspasial, suatu lokasi yang memlilki beberapa keterangan yang berkaitan dengannya, Contoh jenis vegetasi, populasi, luasan, dan kode pos.

(19)

2.1.1.1 Data Raster

Data raster adalah data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh. Pada data raster obyek geografis direpresentasikan sebagai permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel  pada citra.

Pada data raster resolusi tergantung pada ukuran pencitranya. Data raster sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembaban tanah, vegetasi dan suhu tanah.

2.1.1.2 Data Vektor

Data vektor merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam kumpulan garis, area (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir  pada titik yang sama), titik dan nodes (titik perpotongan antara dua buah garis).

Keuntungan utama dari format data vektor adalah ketetapan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus. Hal ini sangat berguna untuk analisa yang membutuhkan ketetapan posisi, misalnya pada basis data batas-batas raster.

2.1.2 Peta Sebagai Sumber Data SIG

Data spasial yang dibutuhkan pada SIG dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui  survey dan pengamatan lapangan yaitu penentuan  posisi/koordinat di lapangan dengan berapa hal yang berkaitan dengan  posisi/koordinat serta metode-metode untuk mendapatkan informasi tersebut di

lapangan.

2.1.2.1 Pengertian Peta

Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh muka bumi dan disajikan pada  bidang datar pada skala dan proyeksi tertentu. Karena dibatasi oleh skala dan  proyeksi maka peta tidak akan pernah selengkap dan sedetil gambaran aslinya

(Bumi).

Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar, tapi mendekati bulat. Maka untuk menggambarkan sebagian muka bumi untuk kepentingan pembuataan peta, perlu

(20)

dilakukan langkah-langkah agar bentuk yang mendekati bulat tersebut dapat didatarkan dan distorsinya dapat terkontrol. Caranya dengan melakukan proyeksi ke bidang datar.

2.1.2.2 Digitasi Peta

Digitasi secara umum dapat didefinisikan sebagai proses konfersi data analog kedalam format digital seperti jalan, rumah, sawah dan lain-lain yang sebelumnya dalam format raster pada sebuah citra satelit resolusi tertinggi dapat diubah kedalam format digital salah satunya melalui digitasi onscreen atau digitasi di layar monitor.

2.2 Perangkat Lunak ArcGIS

 ArcGIS  adalah salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk membuat Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis dekstop. Software  ini memiliki  beberapa fungsi ekstension yang telah tersedia didalamnya serta juga

mengimplementasikan konsep berbasis data spasial.

 ArcGIS   diciptakan khusus untuk kompabilitas sistem informasi berbasis geografis (SIG) yang membutuhkan  performance  besar seperti Server   GIS,  Database  GIS, Web GIS dan lain sebagainya. Didalam  software  ArcGIS   telah tersedia berbagai macam Tool-tool , Tutorial serta  Extension yang mudah dipahami dan digunakan.

2.2.1 Item Yang Terdapat Pada ArcGIS

1.  ArcEditor : Sebagai memanipulasi Shapefile serta Geodatabase,

2.  ArcInfo :Yang mencakup kemampuan untuk memenipulasi data, mengedit dan analisis.

2.2.2 Kelebihan dan Kelemahan Software ArcGIS Kelebihan Software ArcGIS antara lain :

1. Berbasis sistem informasi geografi (SIG), 2. Memiliki versi desktop,

(21)

3. Memiliki banyak fungsi, Tool-tool  serta tutorial  yang mudah dipahami dan digunakan,

4. Mengimplementasikan konsep berbasis data spasial,

5. kompabilitas dengan sistem informasi berbasis geografis (SIG) yang membutuhkan performance yang besar,

6. Membutuhkan spesifikasi komputer PC yang relatif standar.

Kelemahannya yaitu, Software ArcGIS   yang telah terinstalasi kedalam sistem komputer relatif memakan area memori bebas yang besar pada Harddisk .

2.2.3 Spesifikasi Hardware ArcGIS

Perangkat lunak  ArcGIS   akan bekerja dengan  performance  stabil apabila spesifikasi perangkat keras ( Hardware) komputer  PC   telah sesuai dengan yang direkomendasikan, yaitu :

1. Menggunakan Processor minimal generasi Pentium 4 atau sekelasnya, 2. Membutuhkan kapasitas RAM ( Random Acces Memory) minimal sebesar

256 Megabyte,

3. Terintegrasi oleh Video Grafik Adapter   (VGA) minimal sebesar 128  Megabyte.

2.3 Sistem Navigasi GPS

GPS (Global Position System) adalah sistem navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit yang dikembangkan dan dikelola oleh departemen  pertahanan Amerika Serikat. GPS dapat memberikan informasi tentang posisi, kecepatan, dan waktu dimana saja dimuka bumi setiap saat, dengan ketelitian  penentuan posisi dalam fraksi millimeter hingga meter. Keakuratan pengukuran

GPS semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi dan Kemampuan  jangkauannya mencakup seluruh dunia dan dapat digunakan banyak orang setiap

saat pada waktu yang sama. (Abidin, H.Z, 1995).

2.3.1 Aplikasi-aplikasi GPS

(22)

1. Survey dan pemetaaan,

2. Survey penegasan batas wilayah administrasi dan pertambangan, 3. Geodesi, Geodinamika dan Deformasi,

4.  Navigasi dan transportasi, 5. Telekomunikasi,

6. Studi traoporsif dan lonofsir,

7. GIS (Geographic Information System).

Gambar 2.1 Alat GPS tipe 60-CSX.

2.4 Sistem Pengairan Irigasi Krueng-Jreu

Kecamatan Indrapuri merupakan salah satu kecamatan yang berada di kaki Pegunungan Bukit Barisan dalam wilayah kabupaten Aceh Besar. Dengan kondisi daerah yang berada dikaki pegunungan tentunya memiliki begitu banyak sumber aliran air yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan kehidupan masyarakat serta  pertanian khususnya. Salah satunya yaitu pemanfaatan aliran sungai Krueng-Jreu sebagai penyedia kebutuhan pengairan untuk persawahan melalui pengairan irigasinya.

Pengairan irigasi Krueng-Jreu merupakan salah satu sistem irigasi untuk  persawahan yang mengairi hampir 90 persen kebutuhan air kepersawahan di desa -desa dalam kecamatan Indrapuri dan beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Aceh Besar. Sumber utama pengairannya berasal dari sungai Krueng-Jreu yaitu sebuah aliran sungai yang bersumber dari mata air pegunungan Bukit Barisan yang berada di sebelah selatan kecamatan tersebut (Daerah tersebut disebut juga

(23)

dengan kawasan hutang lindung Ulu-Masen) dan bermuara di sungai krueng-Aceh yang diteruskan kelaut.

2.4.1 Jaringan Pengairan Irigasi Krueng-Jreu

Pintu utama aliran primer irigasi terletak di bendungan besar Krueng-Jreu di desa Krueng Lam Kareung juga di kecamatan Indrapuri dan pintu pembagi akhir terletak di Lambaro, Aceh Besar ( Daerah BJKR 22). BJKR (Bendung Jaringan Krueng-Jreu) merupakan area setiap 3 titik pintu air primer pada saluran utama jaringan irigasi dari bendungan besar Krueng-Jreu.

Batasan irigasi Krueng-Jreu meliputi :

- Irigasi utama mengaliri dari kecamatan Indrapuri sampai Lambaro,

- Aliran sekunder Menara mengaliri dari BJKR 3 sampai dengan desa Groet, - Aliran irigasi Krueng-Aceh (Extention)  mengalir dari irigasi bendung

Seulimum menuju BJKR 6 pada bendung jaringan Krueng-Jreu.

Panjang keseluruhan aliran irigasi primer dari pintu utama sampai dengan  pintu akhir sepanjang kurang lebih 24 Km melewati ratusan hektar persawahan masyarakat dan puluhan desa serta beberapa kecamatan dalam kabupaten Aceh Besar. Untuk lebih jelasnya mengenai jaringan irigasi tersebut dapat dilihat pada gambar 2.2 berikut ini :

Gambar 2.2 Skema jaringan pengairan irigasi Krueng-Jreu. Sumber : Arsip PU pengairan ranting dinas Indrapuri kabupaten Aceh Besar.

(24)

2.4.2 Tujuan Pengairan Irigasi Krueng-Jreu

Pengairan irigasi Krueng-Jreu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan  pengairan persawahan yang ada di sebahagian kabupaten Aceh Besar khususnya kecamatan Indrapuri sendiri, sehingga dengan adanya pengairan irigasi tersebut kebutuhan akan air kepersawahan akan tercukupi serta para petani di wilayah tersebut dapat menanam padi hingga 2 sampai 3 kali dalam setahunnya tanpa tergantung pada air hujan. Para petani Aceh menyebutnya dengan istilah “Meugoe  Kalie” (Dalam bahasa Indonesia berarti “Menanam padi lebih dari sekali dalam

setahun).

Gambar 2.3 Saluran irigasi pembagi (Saluran sekunder).

2.5 Tinjauan Umum PU Pengairan

PU Pengairan Ranting Dinas Indrapuri merupakan salah satu unsur  pelayanan umum dalam bidang pengairan yang bertujuan untuk menyelenggarakan penyediaan pengairan untuk kebutuhan persawahan dan  pertanian. PU pengairan memiliki logo dinas seperti pada gambar 2.4 berikut :

(25)

Untuk pengairan irigasi yang ada di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Aceh Besar diatur pengairannya oleh dinas PU Pengairan kecamatan Indrapuri. PU pengairan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan pemenuhan pengairan irigasi untuk persawahan.

2.5.1 Struktur Organisasi Tata Kerja Pada PU Pengairan

Adapun struktur organisasi tata kerja pada PU pengairan ranting dinas Indrapuri dapat dilihat pada gambar 2.5 berikut ini :

Gambar 2.5 Struktur organisasi PU pengairan ranting dinas Indrapuri. Sumber : Arsip PU pengairan ranting dinas Indrapuri kabupaten Aceh Besar.

(26)

2.5.2 Sumber Daya Manusia (SDM)

Jumlah sumber daya manusia yang di miliki pada kantor PU pengairan ranting dinas Indrapuri adalah 17 orang pegawai negri sipil dengan jabatan sebagai berikut :

1. 1 (Satu) Orang sebagai Kepala Ranting,

2. 6 (Enam) Orang sebagai Bagian Juru Pengairan, 3. 1 (Satu) Orang sebagai Bagian Pemeliharaan, 4. 1 (Satu) Orang sebagai Bagian Pembinaan, 5. 2 (Dua) Orang sebagai Mandor,

6. 1 (Satu) Orang sebagai Petugas Irigasi Kecil, 7. 2 (Dua) Orang sebagai Penjaga Pintu Air (PPA), 8. 1 (Satu) Orang sebagai Bagian Operasi,

9. 1 (Satu) Orang sebagai Penjaga Pintu Bendung Utama, 10. 1 (Satu) Orang sebagai Pesuruh.

Jumlah pegawai harian yaitu sebanyak 38 orang dan semuanya memiliki tugas serta jabatan yang sama sebagai Penjaga Pintu Air (PPA).

2.5.3 Tugas dan Tanggung Jawab

Setiap pegawai tetap ataupun pegawai harian pada PU pengairan ranting dinas Indrapuri memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sesuai dengan jabatannya. Sebahagian tugas dan tanggung jawab tesebut dilaksanakan secara kerja sama atau gotong-royong dengan bagian/bidang kerja lain sehingga  pelaksanaan tugas tersebut menjadi lebih singkat dan mudah.

(27)

Gambar 2.7 Kegiatan pembersihan dan pemeliharaan saluran irigasi.

2.5.4 Wilayah Kerja PU Pengairan Ranting Dinas Indrapuri

Wilayah kerja PU pengairan ranting dinas Indrapuri mengontrol beberapa daerah aliran irigasi di beberapa kecamatan di dalam kabupaten Aceh Besar yang kesemua kecamatan tersebut memiliki luasan areal yang berbeda-beda dengan luas total area daerah irigasi Krueng-Jreu yaitu 3.175 Ha , diantaranya :

1. Kecamatan Indrapuri dengan luas daerah yang dialiri oleh irigasi Krueng-Jreu yaitu 780 Ha,

(28)

2. Kecamatan Kuta-Malaka dengan luas daerah yang dialiri oleh irigasi Krueng-Jreu yaitu 320 Ha,

3. Kecamatan Sukamakmur dengan luas daerah yang dialiri oleh irigasi Krueng-Jreu yaitu 850 Ha,

4. Kecamatan Simpang-Tiga dengan luas daerah yang dialiri oleh irigasi Krueng-Jreu yaitu 625 Ha,

5. Kecamatan Darul-Kamal dengan luas daerah yang dialiri oleh irigasi Krueng-Jreu yaitu 200 Ha,

6. Kecamatan Ingin-Jaya dengan luas daerah yang dialiri oleh irigasi Krueng-Jreu yaitu 400 Ha.

2.5.5 Manual O&P Tentang Pengairan

PU pengairan ranting dinas Indrapuri dalam pelaksanaan kegiatan O&P telah mengacu pada :

- Pedoman pengukuran debit pada bangunan pengambilan, - Pedoman pengambilan air pada bangunan pengambilan, - Pedoman pemeliharaan pada bangunan dan saluran.

2.5.6 Peraturan dan Perundang-undangan Tentang Pengairan

Demi terwujudnya pelaksanaan O&P, PU pengairan ranting dinas Indrapuri berpedoman pada peraturan dan perundangan di bidang pengairan antara lain :

- Undang-undang no.7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA), - PP no.20 tahun 2006 tentang Irigasi,

- Permen PU no.32 tahun 2007 tentang Pedoman O&P Jar ingan Irigasi, - Qanun no.4 tahun 2004 tentang Irigasi,

- SK Gubernur no.01 tahun 1992 tentang P3A Keujruen-Blang,

- SK Gubernur no.611 tahun 2010 tentang Komisi Irigasi Provinsi Ac eh, - SK Bupati no.101 tahun 1998 tentang Komisi Irigasi Kabupaten Aceh

(29)

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup masalah dalam penelitian ini mencakup : 4. Aliran irigasi yang didigitasi hanya pada daerah BJKR 1 -5,

5. Objek yang didigitasi merupakan saluran irigasi utama (saluran primer), saluran irigasi pembagi (saluran sekunder) dan saluran pembuang, letak/lokasi pintu air pada saluran utama, saluran pembagi dan saluran  pembuang serta areal persawahan yang dialiri oleh irigasi Krueng-Jreu, 6. Penulis juga menambahkan batas permukiman serta batas hutan pada

 pemetaan pengairan tersebut.

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian

Penulis melakukan penelitian selama 3 bulan pada PU Pengairan Ranting Dinas Indrapuri Kabupaten Aceh Besar dengan alamat Kantor operasional di Jl. Banda Aceh –  Medan Km 24, Sp. Krueng Jreu, Pasar Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar (Pos 23363). Penelitian dimulai dari awal Mei sampai dengan akhir Juli 2013, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.1 dibawah ini :

Tabel 3.1 Jadwal penelitian.

No. Kegiatan

Bulan dan Tahun April 2013 Mei 2013 Juni 2013 Juli 2013 Agustus 2013 September 2013 1. Studi Kepustakaan 2. Pengajuan Judul 3. Penulisan Proposal 4. Pengumpulan Data 5. Pengolahan Data 6. Pembuatan Peta

(30)

a. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang penulis lakukan antara lain :

1. Observasi langsung ke sumber objek penelitian, yaitu mengumpulkan data lapangan sesuai yang dibutuhkan seperti :

- Mengukur panjang saluran irigasi utama (Primer) saluran irigasi pembagi (Sekunder) serta saluran pembuang ,

- Mencatat titik kordinat serta menghitung jumlah pintu air,

- Mengumpulkan data luas persawahan yang dialiri oleh aliran irigasi Krueng-Jreu di kecamatan Indrapuri.

b. Rancangan Penelitian

Perancangan yang penulis lakukan antara lain pengumpulan data dari sumber arsip kantor dinas PU pengairan serta referensi lain dari buku-buku  perpustakaan yang berbasis pengairan dan geografis. Selanjutnya pengumpulan data pokok (primer) yang berasal dari hasil  surve  lapangan, kemudian data di saring ( Filtering ), diolah dan disusun sesuai dengan kebutuhan,

Dengan data yang telah terencana nantinya penulis akan membuat sebuah  peta pengairan irigasi Krueng-Jreu yang memiliki informasi mengenai panjang

saluran irigasi Krueng-Jreu, lokasi pintu air pada saluran utama, saluran pembagi dan saluran pembuang serta luas areal persawahan yang di aliri oleh aliran irigasi Krueng-Jreu di kecamatan Indrapuri.

c. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 (dua) macam metode  pengumpulan data, yaitu :

1. Data Primer yaitu data utama yang di peroleh dari hasil pengamatan dan  pengukuran langsung di lapangan, seperti :

- Mencatat posisi titik koordinat dan menghitung jumlah pintu air,

- Hasil digitasi Onscreen berdasarkan citra satelit, seperti mendigitasi areal  persawahan secara langsung dengan Google Earth.

(31)

2. Data Sekunder

Adapun data sekunder penulis peroleh dari beberapa sumber, antara lain : - Peta manual serta data pengairan irigasi dari arsip PU pengairan ranting

dinas Indrapuri kabupaten Aceh Besar,

- Studi kepustakaan terhadap berbagai referensi yang berkaitan dengan  penelitian yang dilakukan,

- Foto digital dari arsip pribadi.

Adapun untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut ini :

Tabel 3.2 Tabel jenis pengumpulan data.

d. Hardware dan software Yang Digunakan a. Hardware/Perangkat Keras.

- 1 (satu) unit perangkat komputer portable ( Laptop/Notebook ), - 1 (satu) unit printer  dan Scanner ,

- 1 (satu) unit perangkat/alat GPS (Global Positioning System)  Tipe 60 CSX,

- 1 (satu) unit kamera digital.  b. Software/Perangkat Lunak.

- Google Earth versi 7.0.3, - ArcGIS  versi 9.3,

 No. Jenis Pengumpulan Data

Data Primer Data Sekunder

1. Titik koordinat dan jumlah pintu air.

denah/peta manual dan data  pengairan dari dinas PU  pengairan.

2. Panjang saluran primer dan sekunder.

Studi kepustakaan mengenai  penelitian yang dilakukan

(32)

BAB IV

PEMBAHASAN DAN HASIL

4.1 Pembahasan

Pada awalnya proses pendigitasian dilakukan berdasarkan citra sateli t  pada Google Earth citra foto pada 01/11/2009. Pada penyalindra waktu tersebut

gambar yang diperlihatkan cukup jelas dan daerah persawahan dalam keadaan  belum tanam sehingga penulis mudah menandai mana daerah areal persawahan,  batas pemukiman serta batas hutan. Selanjutnya data yang berformat *.KML/KMZ 

hasil digitasi pada Google Earth tersebut dikonversi menggunakan software Global Mapper  menjadi format *.Shp agar dapat diedit  pada ArcGIS . Selanjutnya data yang sudah diedit  diberi atribut  dan dilayout. Layout merupakan area

tampilan peta yang akan diediting .

4.2 Pembuatan Peta

Untuk selanjutnya penulis akan menjelaskan setiap tahapan pembuatan  peta pengairan irigasi Krueng-Jreu mulai dari pendigitasian, editing  sampai

dengan proses layout  yang penulis lakukan dalam membuatan peta Pengairan Irigasi Krueng-Jreu di kecamatan Indrapuri dengan studi kasus pada daerah ali ran BJKR 1-5.

4.2.1 Tahap Digitasi

Proses awal pendigitasian daerah irigasi Krueng-Jreu dengan menggunakan Google Earth sebagai berikut :

4.2.1.1 Membuka Google Earth Sebagai Area Digitasi

Langkah awal memulai proses pendigitasisan yaitu membuka data spasial menggunakan Google Earth yang berfungsi sebagai area pendigitasian yang terdapat pada

 Start 

>

 All Programs

 > Pilih

Google Earth

atau dengan klik icon Google Earth pada desktop menu.

(33)

Gambar 4.1 Tampilah awal google earth.

Pastikan komputer terkoneksi dengan internet agar Google Earth dapat menampilkan gambaran bumi, Selanjutnya untuk memilih area/l okasi yang ingin kita digitasi tulislah nama tempat pada kotak penelusuran persil yang terdapat  pada kiri atas layar, disini penulis menuliskan daerah kecamatan Indrapuri,

kabupaten Aceh Besar, sebagai daerah penelitian, dilanjutkan dengan klik Telusuri.

4.2.1.2 Memulai Digitasi

Arahkan penyalindra/penyesuaiyan waktu pada 01/11/2009. Sesuaikan  posisi pandang, jarak pandang serta kemiringan dengan menggunakan Scale Move  pada samping kanan layar.

Untuk membuat garis/line pilih pada menu

 Add line

, maka akan muncul kotak dialog baru. Tulis keterangan/nama garis yang akan didigitasi. Sesuai dengan data, di sini penulis telah memberikan nama garis tersebut yaitu Aliran Irigasi Primer. Jangan mengklik Oke karena akan menghentikan proses yang akan kita lakukan, tetapi sisipkan kotak dialog tersebut kesamping atau kebawah agar tidak terganggu kegiatan proses digitasi berlangsung.

(34)

Gambar 4.2 Kotak dialog new line.

Selanjutnya arahkan kursor pada titik awal objek yang ingin didigitasi, disini penulis memulainya dari lokasi pintu utama aliran primer pada daerah aliran BJKR 1 pada titik koordinat N 05.39822 dan E 095.43736 dan berakhir sampai  pintu aliran primer 7 di daerah aliran BJKR 5 pada titik koordinat N 05.42361 dan

E 095.41183. Apabila telah selesai dipasang klik Oke pada kotak dialog yang telah disisipkan tadi. Untuk membuat garis yang baru ikuti langkah semula sampai dengan seterusnya hingga semua garis selesai dipasang.

4.2.1.3 Menambahkan Lokasi Pintu Air

Untuk menampilkan lokasi pintu air dari data koordinat GPS dilapangan yang telah kita simpan dapat dilakukan dengan cara klik pada menu File > pilih Open, setelah muncul kotak Open, Tentukan dimana lokasi data tadi disimpan. Sebagai contoh di sini penulis menyimpannya pada folder Pintu Air di I:\. bila sudah selesai klik Oke.

(35)

Gambar 4.3 Menu pilihan open.

4.2.2 Tahap Editing

Setelah proses pendigitasian selesai, tahap selanjutnya yaitu editing  menggunakan software ArcGIS .

4.2.2.1 Membuka ArcMap Sebagai Area Kerja ArcGIS

Langkah awal sebelum memulai proses editing  kita harus membuka data spasial menggunakan fitur ArcMap yang berfungsi sebagai area kerja editing  yang terdapat pada Aplikasi ArcGIS  dengan cara meng-klik

 Start 

> klik 

 All Programs

>Pilih

 ArcGI S

 >Pilih

 Ar cMap

atau dengan klik icon ArcMap pada desktop menu.

Gambar 4.4 Icon arcMapp pada desktop dan di menu all programs.

(36)

Selanjutnya, pada saat ArcMap berhasil dijalankan, maka akan terlihat kotak dialog Startup yang akan memberikan pilihan untuk memulai sebuah sesi  pekerjaan. Kita dapat memilih antara lain membuka Project  baru (

open new

map

), membuka format yang telah disediakan (

template

), atau membuka sebuah  Project document  yang telah ada atau Project  yang telah dibuat sebelumnya.

Gambar 4.6 Kotak dialog start-up.

Pilih

 An existing map

, kemudian klik di

Browse for Maps

untuk memilih  Project document   yang telah ada. lanjutkan dengan klik

OK 

  lalu pilih didalam directory  yang telah anda simpan sebelumnya dan pilih  file Project   tersebut dengan format ( 

.mxd).

Pilih file Sesuai dengan judul penelitian, disini penulis menggunakan  pengairan Irigasi.Shp, sesuai dengan judul penelitian, lalu klik Open.

(37)

Perhatikan bahwa layar ArcMap akan menampilkan dua bagian, yaitu : 1.

Window Table Of Contents (TOC)

 yang terletak di bagian kiri layar yang

 berisi informasi tentang layer,

2.

Window Data F rame

 yang terletak di bagian kanan layar yang menunjukkan Tampilan Peta yang akan kita digitasi.

Pada bagian layout toolbar  memuat tools yang dipakai untuk mengedit layout, antara lain :

Gambar 4.8 Tool-tool yang terdapat pada toolbar menu.

1.

 Zoom in/Zoom out

: Memperbesar atau memperkecil  peta pada layer yang aktif di

halaman layout,

2.

Pan

: Menggerakkan peta pada layer yang

aktif di halaman layout,

3.

F ixed zoom in/zoom out

: Memperbesar atau memperkecil  peta pada layer yang aktif dengan

skala yang diberikan oleh ArcMap, 4.

 Zoom Whole Page

: Menampilkan seluruh halaman

layout,

5.

 Zoom 100%

: Menampilkan peta yang aktif dengan skala 1:1,

6.

Go to next extent/previous extent

: Ke tampilan peta sebelum atau sesudah,

7.

 Zoom control

: Menampilkan peta dengan skala  perbesaran yang diinginkan  pengguna,

(38)

8.

Toggle Draft mode

: Digunakan untuk membuat layout tanpa tampilan peta, sehingga  pengguna tidak perlu menunggu

gambaran peta. Pada toggle draft mode, peta diwakili dengan judul layer,

9.

F ocus data frame

: Untuk fokus pada salah satu data  frame,

10.

Change layout

: Untuk mengubah layout. Pengguna dapat memilih template peta yang di inginkan.

4.2.2.2 Memulai Editing

Pada tahap ini penulis akan menjelaskan proses editing   peta dengan menggunakan Software ArcGIS.

4.2.2.3 Bagian Start Editing

Buka kembali ArcMap, kemudian tambahkan data yang akan digitasi seperti langkah awal yaitu dengan tombol

 Add Data

. Selanjutnya setelah data telah berhasil ditampilkan pada windows data frame kita telah dapat memulai digitasi, pilih menu

E ditor

>

 Start E diting

untuk memulai editing.

(39)

Kemudian akan muncul jendela seperti gambar 4.1 di bawah ini. Dalam  jendela tersebut akan muncul nama-nama layer  yang akan diedit yang berada

dalam satu folder  yang sama. Klik

 Star E diting.

Gambar 4.10 Kotak starting to edit in a different coordinat system.

Pada Menu utama pilih

View 

>

Toolbars

>

E ditor 

, kemudian pilihlah layer  yang akan didigitasi di dropdown list

Target 

. Misalnya layer  aliran irigasi, pada dropdown list

Task 

 pastikan memilih

Create New F eature

. Kemudian pilih tombol

 Sketch Tool

, seperti pada gambar berikut ini :

(40)

Untuk membuat area polygon pada peta tersebut klik pada

 Ar c Tool box

Window 

 > pindah ke jendela

I ndex 

> pada daftar pilih Feature to polygon lalu klik dua kali pada tulisan tersebut. Setelah itu akan muncul jendela dialog  Feature to polygon.

Gambar 4.12 Kotak feature to polygon.

Klik pada

 Add 

 data untuk memasukkan data yang akan dijadikan area  polygon dilanjutkan dengan klik Oke. Apabila berhasil akan seperti gambar 4.13  berikut ini.

(41)

Untuk meng-editing layer-layer  yang lain, ganti nama layer  pada menu

Target 

di toolbar  menu

E ditor 

. Untuk menghentikan digitasi, cukup double click   pada titik akhir editing.

4.2.2.4 Menyimpan Hasil Editing

Jangan lupa penyimpanan hasil pengolahan digitasi yang kita editing  atau lakukan setiap kali melakukan perubahan agar kita dapat mengediting kembali  pada waktu yg akan datang. penyimpanan hasil digitasi dapat dilakukan dengan

cara klik menu

E ditor

>

 Save E dits

. Untuk menghentikan editing pilih

 Stop

E diting

.

Gambar 4.14 Menu save edit.

4.2.2.4 Menambahkan Atribut Peta

Klik kanan pada layer  yang akan diberi atribut , kemudian pilih

open

atribut table

, maka akan muncul kotak data atribut default  dari layer  tersebut. Apabila kita ingin menambahkan beberapa atribut  maka yang perlu kita lakukan adalah klik menu

Option

 pada sudut kanan bawah kotak tersebut lalu akan muncul  beberapa pilihan. Pilihlah menu

 Add field 

untuk memasukkan keterangan

(42)

Tabel 4.15 Kotak dialog add field.

Tuliskan isian atribut  pada kolom yang telah dibuat sebagai contoh penulis menambahkan atribut Nama Saluran sebagai atribut  utamanya, pilih

Tipe

data serta tentukan ukuran

Precision

-nya. Setelah selesai klik

Oke.

Maka sebuah

kolom baru selesai dibuat. Untuk menambah dan menampilkan atribut  pada layer  yang lain lakukan hal yang sama sesuai dengan langkah awal sampai dengan

seterusnya hingga semua atribut  berhasil ditambahkan.

1. Pada layer  pintu air penulis menambahkan atribut Nama Pintu, Id Pintu dan Lokasi Pintu,

2. Pada layer   saluran irigasi penulis menambahkan atribut  Nama Saluran, Panjang (Km) dan Panjang (Meter),

3. Pada layer   areal persawahan penulis menambahkan atribut  Keterangan, Lokasi, Luas (Km2) dan Luas (Ha).

4.2.2.6 Menampilkan atribut Peta

Klik kanan pada layer  yang ingin ditampilkan atribut nya, kemudian pilih menu

Propertis

, maka akan muncul kotak dialog

Layer Propertis

> pilih

Labels

> tentukan nama/ field atribut  yang ingin ditampilkan pada pilihan

Label F ield 

 atur  juga jenis huruf sera ukurannya pada kolom

Text Simbol

. Jika telah selesai klik

(43)

Gambar 4.16 Kotak dialog layer propertis.

Maka atribut  pada peta akan ditampilakan seperti gambar 4.17 berikut ini :

Gambar 4.17 Atribut yang telah berhasil ditampilkan.

4.2.2.7 Mengatur Proyeksi Peta

Langkah-langkah untuk mengatur proyeksi pada peta yaitu, klik kanan  pada layer yang aktif, lalu klik menu

Properties

> pilih

Data F rame Properties

 >  pilih

Coordinate System

. Lalu akan muncul kotak Data Frame Properties.

 pada penelitian ini penulis menggunakan  Projected Coordinate System

untuk daerah Aceh Besar kita tentukan sistem koordinatnya adalah UTM (Universal Transverse Mercator)  Zone 46N    dengan datum WGS 1984lalu

(44)

Gambar 4.18 Kotak dialog data frame propertis.

4.2.2.8 Mengatur Halaman Layout

Untuk mengatur lebar halaman. Klik kanan pada halaman layout lalu pilih

Page and Print Setup

 maka Akan muncul kotak

Page and Print Setup.

Klik menu

view

>

Page and Print Setup

. Kemudian akan muncul kotak dialog

Page

and Print Setup

. Kotak dialog

Page and Print Setup

digunakan untuk mengubah orientasi portrait  menjadi landscape atau sebaliknya. Ukuran halaman dapat diubah dengan mengeditnya di kotak  properties.

(45)

4.2.3 Tahap Akhir Editing Peta

Setelah proses editing peta selesai maka tahap akhir dari proses editing  yaitu menambahkan elemen-elemen penting lain yang wajib dicantumkan pada sebuah peta, antara lain adalah judul peta ,koordinat peta, skala, panah penunjuk arah serta legenda.

4.2.3.1 Menambahkan Judul Peta

Langkah-langkah untuk menambahkan judul peta yaitu, klik menu pilihan

I nsert

> lalu pilih

Title

. Selanjutnya tulis judul yang mewakili peta pada kotak  judul. Untuk mengubah bentuk dan ukuran judul sesuai kebutuhan, klik kanan  pada kotak judul dan pilih

Properties

. Setelah itu akan muncul kotak

Properties

.

Ketiklah judul pada kolom text  yang telah disedia.

Gambar 4.20 Kotak propertis.

4.2.3.2 Menambahkan Koordinat Peta

Langkah-langkah untuk menambahkan koordinat peta yaitu, klik View  pada menu toolbar > Pilih

Data F rame Properties

 atau bisa juga klik kanan pada

data frame, pilih

Properties

. Setelah itu akan muncul kotak dialog

Data F rame

Properties

>

Grids

>

New Gri d 

.

(46)

Gambar 4.21 Kotak dialog data frame properties.

Selanjutnya akan muncul kotak dialog

Grids and Graticules Wizard 

. Kotak tersebut akan membimbing melewati 4 tahap untuk melengkapi peta dengan garis koordinat dan koordinatnya. Langkah-langkahnya yaitu :

1. Tahap pertama memilih jenis koordinat dan garis koordinat yang diinginkan, lalu klik

Next,

2. Tahap kedua membuat garis koordinat dan menentukan interval garis koordinat pada peta, lalu klik klik

Next 

 ,

3. Tahap ketiga mengedit label koordinat dan garis koordinat. lalu klik

Next 

 , 4. Membuat batas kotak koordinat pada peta. Bila telah selesai, klik

Finish

.

(47)

4.2.3.3 Menambahkan Skala

Langkah-langkah untuk menambahkan skala pada peta yaitu, klik menu  pilihan

I nsert

> klik

 Scale Bar

untuk menambahkan skala. Kotak dialog

 Scale

Bar Selector 

akan muncul. Skala dapat diedit dengan mengklik

Properties.

Gambar 4.23 Kotak dialog scale bar selection.

Selanjutnya pilih bentuk skala yang diinginkan lalu klik

OK 

. klik skala dan tarik ke halaman yang kosong pada halaman layout.

4.2.3.4 Menambahkan Panah Penunjuk Arah

Langkah-langkah untuk menambahkan panah penunjuk arah pada peta yaitu, klik

I nsert

>

North Arrow,

selanjutnya kotak dialog

North Arrow Selector 

akan muncul. Panah penunjuk arah dapat diedit dengan meng-klik tombol

 Properties. Pilih Panah penunjuk arah yang diinginkan, lalu klik

Ok 

. Klik panah  penunjuk arah, tarik ke halaman kosong di halaman layout.

(48)

4.2.3.5 Menambahkan Legenda

Langkah-langkah untuk menambahkan legenda pada peta yaitu, klik menu  pilihan

I nsert

> lalu pilih

legend 

. kemudian kotak dialog

Legend Wizard 

akan

muncul. Kotak ini akan membimbing pengguna melalui 5 tahap dalam membuat legenda sesuai dengan yang di inginkan. Langkah-langkahnya yaitu :

1. Memilih data-data yang ingin ditampilkan pada kotak legenda pilih data yang di inginkan untuk ditampilkan di kotak legenda. Lanjutkan dengan meng-klik

Next 

,

2. Membuat judul legenda sesuai dengan yang di inginkan.

3. Membuat kotak legenda sesuai yang di inginkan pengguna. Klik menu

drop down border 

  untuk menambah bingkai kotak legenda. Pilih border  garis hitam dengan ketebalan 3 lalu klik menu

Drop Down Background 

untuk memilik warna latar,

4. Mengedit ukuran dan bentuk lambang yang mewakili setiap data sesuai yang di inginkan pengguna. Misalnya, lambang untuk data persil dapat diubah ukurannya dan bentuknya menjadi oval, lingkaran atau kotak,

5. Menentukan jarak antara bagian-bagian yang disajikan pada legenda peta. Klik

Finish

setelah menyelesaikan

Legend Wizard.

(49)

4.2.4 Hasil Digitasi dan Editing

Setelah semua proses digitasi dan editting  selesai, maka kegiatan terakhir yaitu mencetak peta tersebut.

Berikut tampilan layout  peta yang telah selesai penulis buat.

Gambar 4.26 Tampilan layout peta yang telah selesai.

4.2.4.1 Mencetak Peta

Klik

File

>

Print

Kotak

Print

akan muncul. Setup cetak dapat disesuaikan dengan meng-klik

 Setup

> lalu

OK 

. Maka akan tampil kotak dialog

Print 

untuk memilih printer , ukuran kertas dan kualitas cetakan.

Gambar 4.27 Kotak dialog print. Berikut adalah hasil peta yang telah dicetak :

(50)
(51)

BAB V

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 5.1 Kesimpulan

Dari hasil pengamatan di lapangan dan pemetaan yang telah penulis lakukan, Dari hasil pengamatan di lapangan dan pemetaan yang telah penulis lakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :

maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu : 1.

1. Berdasarkan hasil pengambilan titik koordinat pintu air, maka dapat diketahuiBerdasarkan hasil pengambilan titik koordinat pintu air, maka dapat diketahui  pula

 pula jumlah jumlah pintu pintu air air utama utama maupun maupun pembagi pembagi maupun maupun pembuang pembuang yangyang terdapat pada daerah irigasi Krueng-Jreu yaitu sebanyak 35 titik,

terdapat pada daerah irigasi Krueng-Jreu yaitu sebanyak 35 titik, 2.

2. Berdasarkan pemetaan saluran irigasi dapat diketahui bahwa hasil tampilanBerdasarkan pemetaan saluran irigasi dapat diketahui bahwa hasil tampilan  project

 project data-data yang diolah menjadi data GIS digital adalah objek koordinatdata-data yang diolah menjadi data GIS digital adalah objek koordinat di lapangan

di lapangan , , 3.

3. Untuk pendigitasian yang berbentuk titik seperti pintu air dan lain-lain dapatUntuk pendigitasian yang berbentuk titik seperti pintu air dan lain-lain dapat dilakukan dengan menggunakan digitasi

dilakukan dengan menggunakan digitasi Waypoint,Waypoint, 4.

4. Untuk pendigitasian yang berbentuk area luasan seperti areal persawahan,Untuk pendigitasian yang berbentuk area luasan seperti areal persawahan,  batas

 batas permukiman permukiman dan dan batas batas hutan hutan dapat dapat dilakukan dilakukan dengan dengan menggunakanmenggunakan digitasi

digitasi  polygon. polygon.

5.2 Saran 5.2 Saran

Adapun saran-saran yang ingin penulis kemukakan adalah Adapun saran-saran yang ingin penulis kemukakan adalah :: 1.

1. Penulis mengharapkan penelitian dan pengembangan yang lebih lanjutPenulis mengharapkan penelitian dan pengembangan yang lebih lanjut mengenai pemetaan daerah irigasi Krueng-Jreu dengan cakupan daerah yang mengenai pemetaan daerah irigasi Krueng-Jreu dengan cakupan daerah yang lebih luas,

lebih luas, 2.

2. Penulis juga mengharapkan informasi mengenai pengairan daerah irigasiPenulis juga mengharapkan informasi mengenai pengairan daerah irigasi Krueng-Jreu ini dapat dipublikasikan kepada masyarakat umum melalui Web Krueng-Jreu ini dapat dipublikasikan kepada masyarakat umum melalui Web GIS.

(52)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, H.Z. 1995.

Abidin, H.Z. 1995. Global Position System.Global Position System. Jakarta. Media Publisher.Jakarta. Media Publisher.

GIS Consortium Aceh-Nias. 2007. Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar. GIS Consortium Aceh-Nias. 2007. Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar.

 NAD-Nias : Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias.  NAD-Nias : Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Gordon B, Dafis. Olson and Margarethe H. 1985.

Gordon B, Dafis. Olson and Margarethe H. 1985.  Management  Management InformationInformation Systems Conceptual Foundation : Structure and Development, Systems Conceptual Foundation : Structure and Development, 22ndnd Edition, McGraw-Hill.

Edition, McGraw-Hill. Gordon B, Dafis. 1999.

Gordon B, Dafis. 1999.  Kerangka Dasar  Kerangka Dasar Sistem Sistem Informasi Manajemen Informasi Manajemen Bagian 1.Bagian 1. Tangerang :

Tangerang : PT Ikrar Mandiri Abadi.PT Ikrar Mandiri Abadi. Hamdani. 2006.

Hamdani. 2006.  Profil  Profil Ranting Ranting Dinas Dinas Pengairan Pengairan Indrapuri.Indrapuri.  Indrapuri. PU  Indrapuri. PU Pengairan. Arsip tidak diterbitkan.

Pengairan. Arsip tidak diterbitkan. Stan, Aronoff. 1989.

Stan, Aronoff. 1989. Geographics Information Systems : A ManagementGeographics Information Systems : A Management  Perspective.

(53)

DAFTAR ISTILAH

DAFTAR ISTILAH

ArcGIS :

ArcGIS : Merupakan perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG) Merupakan perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG) yang berbasis sistem operasi

yang berbasis sistem operasi windowwindow  yang dikembangkan  yang dikembangkan oleh

oleh  ESRI. ESRI. Terdiri dariTerdiri dari  ArcMAp,  ArcMAp, ArcCatalog, ArcCatalog, ArcGlobe,ArcGlobe,  ArcReader, Arcscene.

 ArcReader, Arcscene.

ArcMap :

ArcMap :  Bagian dari perangkat lunak  Bagian dari perangkat lunak  ArcGIS  ArcGIS   yang dapat melakukan  yang dapat melakukan  pengelohan

 pengelohan data, data, menampilkan menampilkan data, data, pembuatan pembuatan peta peta dandan cetak peta.

cetak peta.

Atribut :

Atribut : Keterangan ataKeterangan atau inforu informasi masi tentang sebuah tentang sebuah bentuk/bentuk/ feature feature dalam SIG/GIS, biasanya berbentuk tabel yang masing dalam SIG/GIS, biasanya berbentuk tabel yang masing –  –  masing catatannya mempunyai kaitan dengan bentuk/

masing catatannya mempunyai kaitan dengan bentuk/ feature feature dari objek yang didigitasi mungkin memiliki

dari objek yang didigitasi mungkin memiliki atribut atribut   antara  antara lain nama, panjang, tingkat sedimentasi dan lain sebagainya. lain nama, panjang, tingkat sedimentasi dan lain sebagainya. Pada data

Pada data raster raster , atribut biasanya mengacu kepada nilai sel, atribut biasanya mengacu kepada nilai sel raster 

raster  tersebut. Pada umumnya hanya satua tersebut. Pada umumnya hanya satua atribut atribut  saja yang saja yang dapat disimpan. Terkadang pada tabel atribut ini juga dapat disimpan. Terkadang pada tabel atribut ini juga tersimpan keterangan bagaimana sebuah bentukan harus tersimpan keterangan bagaimana sebuah bentukan harus ditampilkan pada

ditampilkan pada  ArcMap ArcMap. Misalnya berapa ketebalan garis,. Misalnya berapa ketebalan garis, warna, jenis huruf (

warna, jenis huruf ( font) font) yang digunakan dan lain sebagainya. yang digunakan dan lain sebagainya.

Citra

Citra Satelit Satelit ::  Foto-foto permukaan bumi atau permukaan benda angkasa  Foto-foto permukaan bumi atau permukaan benda angkasa lain yang direkam oleh satelit buatan, bukan satelit alam lain yang direkam oleh satelit buatan, bukan satelit alam seperti bulan.

seperti bulan.

Data

Data Attribute Attribute :: Data tData tabular abular atau atau teks teks yang menjelaskan yang menjelaskan lebih lebih lengkaplengkap mengenai sebuah bentukan

mengenai sebuah bentukan /feature /feature. Penjelasan ini memiliki. Penjelasan ini memiliki kaitan, tetapi berbeda dengan bentukan/

(54)

Data Raster : Data yang terdiri dari sel-sel yang disusun menurut baris dan kolom. Pada masing-masing sel tersebut tersimpan sebuah nilai tunggal. Data raster  biasanya merupakan sebuah gambar (beragam warna). Nilai sel tersebut bisa juga melambangkan sesuatu yang berbeda-beda, seperti tata guna lahan atau melambangkan sesuatu yang berkesinambungan, seperti curah hujan dan ketinggian.

Data Spasial : Keterangan tentang lokasi dan bentuk dipermukaan bumi serta keterkaitan satu aspek dengan lainnya. Biasanya data  spasial   menyimpan koordinat dan topologi dari bentukan tersebut. Definisi lain data spasial adalah semua data yang dapat dipetakan.

Data Vektor : Data titik garis atau  polygon  (daerah/wilayah) yang masing-masingnya dibangun atas sebuah koordiant (titik) atau kumpulan koordinat (garis dan  polygon). Data tersebut mewakili benda/objek tertentu dimuka bumi. Misalnya yang merepresentasikan jaringan jalan.

Foto Udara : Foto permukaan bumi yang diambil dengan kamera yang  berada (jauh) diatas permukaan bumi Baik yang dipegang dengan dan atau dipasang pada dudukan khusus dari sebuah wahana (Pesawat, Helikopter, Balon udara, Roket, Layangan dan lainnya). Dalam kaitannya dengan pemetaan foto udara dilakukan dengan cara-cara tertentu dan hasilnya diproses mengikuti tata cara pengelohan yang baku.

GPS :  Adalah Sebuah sistem navigasi yang memanfaatkan satelit  NAVSTAR yang dapat dipergunakan secara global di seluruh

(55)

dunia. Alat penerima GPS (receiver) akan mengimformasikan koordinat tempat GPS  berada.

Polygon : Secara harfiah diterjemahkan sebagai bentuk bersudut  banyak. Dalam GIS istilah  polygon  adalah kumpulan  pasangan koordinat yang menghubungkan paling sedikit tiga titik (vertex) dan titik awal bertemu dengan titik yang paling akhir dan menutup. Misalnya Batas Administrasi.

Polyline : Secara harfiah diterjemahkan sebagai garis yang saling terhubung. Pada GIS, Polyline adalah garis yang terhubung satu dengan lainnya yang terpusat pada garis induk. Misalnya sungai besar yang memiliki anak sungai.

Proyeksi : Cara untuk menggambarkan bentuk permukaan (misalnya  bumi) yang melengkung menjadi sebuah bidang datar (peta) dengan proses tranformasi matematis. Perlu diketahui tidak ada satu proyeksi pun yang mampu secara sempurna memindahkan bidang lengkung menjadi bidang datar. Sehingga akan ada spekterdistorsi misalnya jarak, luas wilayah, bentuk, arah atau kombinasi dari beberapa atau semua aspek tadi.

SIG :  Sistem imformasi gografis berasal dari bahasa inggris yaitu GIS  –   Geografic Imformastion System adalah sekumpulan  perangkat keras, perangkat lunak dan data yang terintegrasi satu dengan lain. Sistem ini mampu menampilkan, mengelola data dan informasi secara geografis, menganalisa hubungannya secara keruangan serta memodelkan proses- proses keruangan. Sistem ini memberikan kerangka kerja untuk mengumpulkan dan mengorganisasi data keruangan

(56)

dan imformasi lain yang terkait sehingga bisa ditampilkan sekaligus dapat dianalisa. Beberapa definisi lain memasukkan unsur sumber daya manusia sebagai sebuah bagian yang tak dapat dipisahkan dari SIG.

Sistem Koordinat : Sebuah kerangka referensi yang mengacu kepada sumbu horizontal X dan Y (dua dimensi) dan ketinggian atau kedalaman Z (tiga dimensi) beserta seperangkat aturan-aturannya. Sistem koordinat digunakan untuk menentukan  posisi dalam konteks ruang.

Skala : Perbandingan antara ukuran sesungguhnya dengan ukuran model.

UTM : Disebut juga Universal Transversel Mercator adalah sistem koordinat yang sudah diproyeksikan (transverse Mercator) dengan membagi bumi menjadi 60 zona yang berbeda. Masing-masing selebar 60. Zona 1 berbeda pada 1800Bujur  barat hingga 1740 Bujur Barat Pertambahan zona kearah

(57)

DAFTAR TITIK KOORDINAT PINTU AIR

Berikut adalah daftar titik koordinat pintu air utama, primer, sekunder dan  pembuang :

Pintu Aliran Utama

1. Pintu Utama/awal Aliran Primer :  N 05.39822

E 095.43736

Pintu Aliran Primer 2. Pintu Aliran Primer 1 :

 N 05.39942 E 095.43897

3. Pintu Aliran Primer 2 :  N 05.40838

E 095.44744

4. Pintu Aliran Primer 3 :  N 05.40843

E 095.44747

5. Pintu Aliran Primer 4 :  N 05.41371

E 095.44181

6. Pintu Aliran Primer 5 :  N 05.42055

E 095.43113

7. Pintu Aliran Primer 6 :  N 05.42364

(58)

8. Pintu Aliran Primer 7 :  N 05.42361

E 095.41183

Pintu Aliran Sekunder (Pintu Pembagi) 9. Pintu Aliran Sekunder 1 :

 N 05.40034 E 095.44293

10. Pintu Aliran Sekunder 2 :  N 05.40352

E 095.44731

11. Pintu Aliran Sekunder 3 :  N 05.40839

E 095.44735

12. Pintu Aliran Sekunder 4 :  N 05.40850

E 095.44752

13. Pintu Aliran Sekunder 5 :  N 05.41264

E 095.44496

14. Pintu Aliran Sekunder 6 :  N 05.41368

E 095.44184

15. Pintu Aliran Sekunder 7 :  N 05.41380

E 095.44187

16. Pintu Aliran Sekunder 8 :  N 05.41348

(59)

17. Pintu Aliran Sekunder 9 :  N 05.42369

E 095.41181

18. Pintu Aliran Sekunder 10 :  N 05.42355

E 095.41182

19. Pintu Aliran Sekunder 11 :  N 5.42971

E 95.40845

20. Pintu Aliran Sekunder 12 :  N 5.43099

E 95.40880

Pintu Aliran Pembuangan 21. Pintu Pembuangan 1 :  N 05.41266 E 095.44561 22. Pintu Pembuangan 2 :  N 05.42603 E 095.42191 23. Pintu Pembuangan 3 :  N 05.42653 E 095.42107 24. Pintu Pembuangan 4 :  N 05.42767 E 095.41910 25. Pintu Pembuangan 5 :  N 05.42788 E 095.41873

(60)

26. Pintu Pembuangan 6 :  N 05.42835 E 095.41793 27. Pintu Pembuangan 7 :  N 05.42864 E 095.41748 28. Pintu Pembuangan 8 :  N 05.42899 E 095.41693 29. Pintu Pembuangan 9 :  N 05.43013 E 095.41519 30. Pintu Pembuangan 10 :  N 05.43037 E 095.41480 31. Pintu Pembuangan 11 :  N 05.43040 E 095.41476 32. Pintu Pembuangan 12 :  N 05.43062 E 095.41443 33. Pintu Pembuangan 13 :  N 05. 43262 E 095.41145 34. Pintu Pembuangan 14 :  N 05.43288 E 095.41109 35. Pintu Pembuangan 15 :  N 05.43342 E 095.41030

(61)
(62)
(63)
(64)

Foto Saluran Irigasi Krueng-Jreu

Saluran irigasi utama (Primer).

Saluran irigasi pembagi (sekunder).

(65)

Foto Pintu Air Pada Irigasi Krueng-Jreu

 Pintu air utama.

 Pintu air pembagi pada saluran primer dan ke saluran sekunder.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

judul ” Analisis Keseimbangan Air Pada Bendung Brangkal Guna Memenuhi Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Siwaluh Kabupaten Karanganyar” guna memenuhi salah satu

Kebutuhan air irigasi adalah jumah volume air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan evapotranspirasi, kehilangan air, kebutuhan air untuk tanaman dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi Kedungkandang Malang yang meliputi evaluasi pemberian air irigasi dengan pola tanam

Informasi yang ditampilkan pada peta webgis berupa informasi mengenai data kinerja irigasi Krueng Jreu tahun 2020 yang telah dianalisis sebelumnya dan dilengkapi dengan

Pengairan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman padi. Air yang digunakan untuk pengairan padi sawah ialah air yang berasal dari saluran irigasi. Pengairan dilakukan

DAS Krueng Aceh seluas 172.328,07 Ha, meliputi Kecamatan Kota Jantho, Lembah Seulawah, Seulimeum, Kuta Cotglie, Indrapuri, Montasik, Kuta Malaka, Sukamakmur, Blang Bintang,

47 ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK LAHAN PERSAWAHAN DUSUN TO’PONGO DESA AWO GADING KECAMATAN LAMASI Andi Kartini Sari1 1 Dosen Program Studi Teknik Sipil, Universitas Andi

Kebutuhan air irigasi akibat perubahan tata guna lahan mulai dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2022 mengalami penurunan yang diakibatkan oleh areal persawahan semakin berkurang yang