• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENGABDIAN Oleh: Ahmad Darwis, S.Ag, MA [et.all]

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENGABDIAN Oleh: Ahmad Darwis, S.Ag, MA [et.all]"

Copied!
403
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

SEMINAR NASIONAL HASIL PENGABDIAN 2018

Oleh:

Ahmad Darwis, S.Ag, MA [et.all]

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN

KEPADA MASYARAKAT (LP2M)

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA

AL WASHLIYAH

MEDAN

2018

(3)

Editor:

Prof. Dr. Dian Armanto, M.Pd., M.A., M.Sc. (UNIMED) Dr. H. Yusnar Yusuf, M.S. (PB.Al Washliyah)

Hardi Mulyono. S.E. M.AP. (UMN)

Asst. Prof. Dr. Waropat Paireekreng (Universitas Thailand) Prof. Dato’ Dr. Abdul Rahman B Abdul Aziz (UUM) Prof. Dr. Ku Ruhana Ku-Mahamud (UUM)

Senior Asst Prof. Dr. Hjh. Fatimah Binti Haji Awang Chuchu (Univ. Brunai) Prof. Hj. Sri Sulistyawati, S.H. M.Sc, P.hD. (UMN)

Prof. Dr. Ahmad Laut Hasibuan, M.Pd. (UMN) Dr. H. Firmansyah, M.Si. (UMN)

Prof. Syamsul Arifin, S.H, M.H. (USU) Prof. Edi Warman, S.H, M.Hum. (USU) Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd. (UNIMED) Dr. Mutsyohito Solin, M.Pd.

Dr. Dahlia Lubis, MA. (UIN-SU) Dr. Agus Sudibyo, S.I.P., M.Hum.

Petrus Setyo Prabowo, S.T., M.T. (UNIV. SANATA DHARMA) Dr. Risnawaty, M.Hum. (UMN)

Dr. Susi Deliani, M.Hum. (UMN)

Penyunting:

Dr. Yulia Arfanti, M.Hum.

Nelvitia Purba, S.H., M.Hum., P.hD. Dra. Rosmawati Harahap, M.Pd., P.hD. Dr. Ridwanto, M.Si.

Dr. Anwar Sadat, S.H., M.Hum. Dr. Bambang Hermanto, M.Si. Drs. Samsul Bahri, M.Si. Drs. Hidayat, M.Ed. Dr. Anggi Tyas Pratama.

Alkausar Saragih. S.Pd.I., M.Pd.I

Disain Sampul dan Tata Letak: Mariatul Suhaibah, S.E., S.Pd. Enny Fitriany, S.Pd., M.Psi. Dimas Garda Rimbawan, S.P.

Penerbit: LP2M UMNAW

Redaksi:

Kampus Abdulrahman Shihab

Jl. Garu II No. 52 Medan Telp. (061) 7867044 Email:[email protected]

Website:http://lp2m-umnaw.ac.id/ Distributor:

PT.Abdi Utama Perkasa

Jl. Sisingamangaraja No. 124 Simp. Limun Medan Cetakan Pertama, Maret 2018

Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pengutipan atau penggunaan software komputer untuk pembuatan naskah atau hal lain yang terkait dengan HaKI yang dilakukan penulis artikel, berikut kensekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya, menjadi tanggung jawab penuh penulis artikel.

(4)

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang terus menerus mencurahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga Seminar Nasional Hasil Pengabdian yang dirangkai dengan Internasional Symposium dengan tema “Cyber crime: Viewed from various perpectiver of science seminar result of research community services”, dapat terlaksana dengan baik sehingga Prosiding ini dapat diterbitkan. Tema tersebut dipilih dengan alasan untuk memberikan perhatian dunia akademik dalam berbagai perspektif keilmuan tentang pentingnya kejahatan dunia maya yang masih belum menjadi perhatian banyak kalangan termasuk dunia perguruan tinggi.

Para pengabdi perguruan tinggi telah banyak melakukan pengabdian baik hasil pengabdian berskala nasional maupun pengabdian berskala internasional terkait dengan isu-isu pendidikan, ekonomi, bahasa, komunikasi, dan politik dalam menghadapi era globalisasi, namun masih banyak yang belum diseminasikan dan dipublikasikan secara luas, sehingga tidak dapat di akses oleh masyarakat yang membutuhkan. Atas dasar tersebut, Seminar Nasional Hasil Pengabdian ini menjadi salah satu ajang bagi para akademisi nasional untuk mempresentasikan pengabdiannya, sekaligus bertukar informasi dan memperdalam masalah, serta mengembangkan kerjasama yang berkelanjutan.

Seminar ini diikuti oleh pengabdi-pengabdi dari berbagai bidang ilmu dari berbagai perguruan tinggi baik sumatera utara maupun wilayah lainnya di luar sumatera utara, yang telah membahas berbagai bidang kajian, dalam rangka memberikan pemikiran dan solusi untuk memperkuat peran Indonesia dalam persaingan global maupun memperkuat jati diri bangsa.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, Narasumber, Pemakalah, Peserta, Panitia dan Sponsor yang telah berupaya mensukseskan Seminar Nasional Hasil Pengabdian ini. Semoga Allah SWT memberikan ridhoNya kepada kita semua.

Medan, Maret 2018 Ketua Panitia

(5)

Halaman Ahmad Darwis, Muhammad Rapono

Konsep Dan Aplikasi Pendidikan Karakter Di Lembaga Pendidikan Desa Candirejo

Kecamatan Biru-Biru ... 1-9 Amanda Syahri Nasution, Nurdalilah

Membangkitkan Minat Belajar Siswa Melalui Lomba Cerdas Cermat ... 10-13 Anggia Sari Lubis, Debbi Chyntia Ovami, Ratna Sari Dewi

Pembentukan Jiwa Entrepreneurship Bagi Para Istri Nelayan Melalui Pelatihan Pembuatan Green Vegetable Chips “Greeble Chips” (Keripik Sayuran Hijau) Di

Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Serdang Bedagai ... 14-18 Arief Hadian, Tukimin

Pemanfaatan Batok Kelapa Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Nelayan

Di Desa Kuala Lama ... 19-23 Dalmi Iskandar Sultani, Eryanti Lisma

Memotivasi Siswa SMA Negeri 1 Pantai Cermin Untuk Melanjutkan

Pendididikan Ke Perguruan Tinggi... 24-27 Dara Fitrah Dwi, Horia Siregar

Pelatihan Pembuatan Lks Berbasis Model Pembelajaran Problem Based Learning ... 28-33 Debi Meilani, Melati Yulia Kusumastuti, Gabena Indrayani

Improving Students’awareness About National Hazards Of Drugs Through

Training Activities And Knowledge Contest Effect Of Drugs To Health... 34-37

Dedy Juliandri Panjaitan, Firmansyah

Pelatihan Pengolahan Data Statistik Dengan Menggunakan SPSS ... 38-45 Dewi Nurmala, Juli Yanti Harahap

Pelatihan Bahasa Inggris Dengan Menggunakan Media Ular Tangga Dengan

Tema Go Green... 46-50 Diana Sopha

The Upgrading Of Students’ Interest And Bilingual Writing Skill

(English-Indonesian) Using Wall Magazine Entitled “Science And

Environment”... 51-57 Madyunus Salayan, Saiful Bahri

Model Talking Stick Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Peserta Didik... 58-63 Nurjannah, Dara Fitrah Dwi

Sosialisasi Penggunaan Lesson Study Menuju Guru Profesional ... 64-70 Rosmawati Harahap, Ahmad Laut Hasibuan

Sosialisasi Poster Pantun Bertema Pemeliharaan Sungai Ular ... 71-84 Fita Fatria, Lisa Septia Dewi Br. Ginting

Sosialisasi Lagu Nusantara Sebagai Upaya Menumbuhkan Karakter

(6)

Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa ... 94-98 Harison Surbakti, Putri Juwita

Penerapan Metode Pembelajaran 4 M Dan Media Animasi Film Kartun Dalam Pembelajaran Dongeng SD Negeri101958 Desa Kuala Lama

Kec.Pantai Cermin Kab.Serdang Bedagai ... 99-103 Hizmi Wardani, Novita Friska

Sosialisasi Pendekatan Pembelajaran Kontekstual (CTL) Dalam Meningkatkan

Dan Pembentukan Karakter Siswa... 104-110 Ernita, Nomi Noviani

Teknik Pembuatan Pupuk Bioaktivator Bokashi Di Desa Sidomulyo Kecamatan

Biru-Biru Deli Serdang ... 111-117 Leni Handayani

Pemanfaatan Lahan Sempit Dengan Sistem Budidaya Aquaponik ... 118-126 Irpan Apandi Batubara

Pelatihan Bahasa Inggris Untuk Memperoleh Beasiswa di SD Negeri 101808

Candirejo ... 127-130 Iwan Setyawan, Sri Sulistyawati

Penerapan Konsep Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Berbasis

Kearifan Lokal Masyarakat Desa Bercirikan Islami ... 131-139 Julianto Hutasuhut, Ardansyah Putra Harahap

PKM Industri Rumah Tangga Makanan Tradisional Sipirok “Panggelong” di Kelurahan Hutasuhut dan Desa Pangurabaan Kecamatan Sipirok

Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara ... 140-148 Khairani Sakdiah, Cita Ayni Putri Silalahi

Sosialiasi Pendampingan Pembelajaran Guru IPS Untuk Memotivasi Belajar

Siswa Melalui Lesson Study ... 149-155 Khairiah, Samran

PKM Sosisalisasi Dan Implementasi Peran Pemanfaatan Limbah Kulit Durian Sebagai Biobaterai Guna Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui

Eksperimen Di Yayasan Al- Razi Sinar Harapan ... 156-159

Lia Afriyanti Nasution, Bonanda Japatani Siregar

Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Pada Materi IPA Di SD Al Washliyah 2 Proyek Univa

Medan ... 160-164 Lukman Nasution, M. Hilman Fikri, Muhammad Rapono

Penyuluhan Moderenisasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di SDN 101808 Desa Candirejo Kecamatan Biru-Biru

(7)

Matematika Siswa... 176-179 Marina Sari Rambe, Abdul Marif

Pemodelan Tematik Dalam Penguatan English Chemistry ... 180-183 Mimi Rosadi, Sujarwo

Penerapan Model Pembelajaran Puppet Show Dan Discovery Learning Dalam

Pembelajaran Drama Desa Kuala Lama Kec.Pantai Cermin Kab.Serdang Bedagai ... 184-188 Mohammad Nurdin Amin

Pencegahan Penggunaan Narkoba Pada Siswa Melalui Pendidikan Agama ... 189-195 Murni Dahlena, Horia Siregar

Pengolahan Limbah Kulit Pisang Kecamatan Biru-Biru Kabupaten

Deli Serdang... 196-199 Nazriani Lubis, Asnarni Lubis

Eksplorasi Bahasa Inggris sebagai Media Instruksi dalam Konsep dan

Pembelajaran Kimia... 200-204 Rahmadi Ali, Muhammad Hilman Fikri

Bimbingan Kepada Orang Tua Untuk Mencegah Tindakan Pornografi Pada Anak ... 205-209 Ramadhani, Siti Khoiriyah

Sosialisasi Pembelajaran Penemuan Terbimbing Dalam Meningkatkan

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa... 210-215 Ratna Sari Dewi, Rezky Khoirina Tarihoran

Peningkatan Kesadaran Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Melalui

Kegiatan”Fun Writing On Postcard” ... 216-218 Rini Fadhillah Putri, Asnawi

Contextual Redefinition Strategy Dalam Pengajaran Bahasa Inggris Farmasi ... 219-224

Rini Hayati, Muhammad Iqbal Syarif

Pembelajaran Karakter Cerdas... 225-227 Rizky Andana Pohan, Dika Sahputra

Sistem Pelayanan Konseling Bagi Siswa Berkesulitan Belajar ... 228-232 Rizqy Fadhlina Putri, Alistraja Dison Silalahi

Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai

Estetika dan Ekonomi ... 233-236 Rosmita Ambarita

Meningkatkan Percaya Diri Siswa Melalui Lomba Cerdas Cermat ... 237-240 Safrida Napitupulu, Sukmawarti

Behavior Matematika Dalam Kaca Mata Islam ... 241-248 Sari Wulandari, Reza Hanafi Lubis

Olahan Kerupuk Ikan Di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin

(8)

Siti Fatimah Hanum, Sofia Rahmi

Pelatihan Dan Edukasi Farmasi Cilik Siswa Sekolah Dasar... 256-259 Sofia Rahmi

Cara Memilih Makanan Jajanan Sehat Dan Efek Negatif Yang Ditimbulkan Apabila Mengkonsumsi Makanan Jajanan Yang Tidak Sehat Bagi Anak-Anak

Sekolah Dasar ... 260-265 Supriani Sidabalok, Isnan Nisa Nasution, Khairunnisa

Sosialisasi Konsep Pembelajaran ESQ Mewujudkan Pendidikan Guru

Berkarakter ... 266-270 Sutikno, Alkausar Saragih

Penerapan Media Audio Visual Sinematisasi Sastra Dalam Pembelajaran Sastra ... 271-275 Sutri Novika, Rofiqoh Hasan Harahap

Pengembangan Bakat Dan Percaya Diri Siswa SD Melalui Lomba Cerdas

Cermat IPA Di SD YPI Dharma Budi Kecamatan Sidamanik ... 276-279 Syahrul Bakti Harahap, Muhammad Hizbulah

Poligami Menurut Hukum Islam Dan Bandingkan Dengan Undang-Undang

No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan... 280-283 Tanti Jumaisyaroh Siregar, Haryati Ahda Nasution

Sosialisasi Cara Menciptakan Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

Di Kelas ... 284-290 Tiflatul Husna, Azrai Harahap

Penerapan Media Gambar Dalam Menulis Cerita Anak Untuk Menumbuhkan

Nilai-Nilai Karakter Pada Peserta Didik... 291-296 Vera Kristiana, Ayu Melati Ningsih

Training of English Speaking Skill “Formal And Informal Expressions”

Using Green School-Based Collaborative Strategy... 297-302

Yayuk Yuliana, Mardi Giwa Putra

Peningkatan Pendapatan Keluarga Melalui Usaha Cilok Di Desa Sidomulyo

Kecamatan Biru-Biru ... 303-305 Yugi Diraga Prawiyata

Penerapan Guessing Game Untuk Meningkatkan Kosa Kata Bahasa Inggris

Siswa SDN 101808 Candirejo Kecamtan Biru Biru ... 306-311 Zulfitri, Yuliasari Harahap

Model Aplikasi Role Playing Dalam Pembelajaran Inovatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Peserta Didik Di Sekolah Desa Kuala Lama

Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai ... 312-315 Anwar Sadat Harahap

Jenis Sengketa Perkawinan Yang Diselesaikan Melalui Pranata Tutur Pada

(9)

(Metode Langsung) ... 323-327 Baznar Ali

Pelatihan Penggunaan Bahasa Inggris Islami“English Language Training For

Islamic Schools” (ELTIS) Pada Siswa Sd Negeri No.101958 Kualalama... 328-335

Cut Fatimah , Rani Ardiani

Pembuatan Hand Sanitizer (Pembersih Tangan Tanpa Air) Menggunakan Antiseptik

Bahan Alami ... 336-343 Samran, Cut Fatimah

Pembuatan Sediaan Temu Lawak Dan Minuman Sehat Bentuk Serbuk Instan Kering 344-350 Beta Rapita Silalahi, Umar Darwis

PKM Lomba Cerdas Cermat (LCC) IPS di SD YPI Dharma Budi Desa Sarimatondang

Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara... 351-355 Susy Deliani, Sri Sulistyawati

Pembentukan Karakter Melalui Literasi dari Aspek Sastra dan Budaya di

Desa Sidamanik ... 356-360 Muhammad Munir An-Nabawi

Pelatihan Keterampilan Penyelenggaraan Jenazah Di Gampong Paya Beurandang

Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara ... 361-371 Nomi Noviani siregar, Leni Handayani

Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Sumber Pangan... 372-374 Sri Wahyuni, DebyMeilani

Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Di SMP Yayasan Swasta Al-Razi Sinar Harapan .... 375-379 Dahlan Tampubolon

Pelatihan Dan Pendampingan Penyusunan Revisi Rpjm Desa Kepenghuluan Bantaian

Dan Bantaian Hilir Kecamatan Batu Hampar Kabupaten Rokan Hilir... 380-385 Zulkarnain Lubis

Pengendalian Hama Terpadu (Pht) Sebagai Solusi Petani Dalam Pengendalian

(10)

KONSEP DAN APLIKASI PENDIDIKAN KARAKTER

DI LEMBAGA PENDIDIKAN DESA CANDIREJO

KECAMATAN BIRU-BIRU

Ahmad Darwis, SAg, MA1) Muhammad Rapono S.Pdi, M,Pdi2) UMN Al Washliyah, Fakultas Ekonomi1) 2)

[email protected] [email protected]

Abstrak

Pendidikan karakter adalah suatu hal yang saat ini ditekankan dalam pendidikan di Indonesia. Penguatan pendidikan karakter dalam konteks saat ini sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat.Krisis itu antara lain berupa meningkatnya pergaulan seks bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian, kebiasaan menyontek, dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pornografi, perkosaan, perampasan, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas.Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas SDM karena kualitas karakter bangsa menentukan kemajuan suatu bangsa. Tujuan Pengabdian yang dilakukan di Lembaga Pendidikan di Desa Candirejo yaitu menanamkan motivasi yang kuat agar dapat menumbuhkan nilai karakter bagi siswa dalam kegiatan belajar dan mengajar. Memaksimalkan keterlibatan para orang tua dalam memberikan pendidikan yang berkarakter bagi para anak-anaknya. Serta perlunya para guru menjalin hubungan dengan berbagai pihak dalam menambah wawasan tentang model pendidikan karakter siswa dalam Kegiatan Belajar dan Mengajar,serta dapat memberikan pengetahuan baru bagi Kepala Sekolah, para guru dalam rangka berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. Metode dan Kegiatan Pengabdian dilaksanakan dengan menggunakanmetode ceramah dan diskusi. Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan adalah : 1. Mempersiapkan bahan materi tentang Pendidikan Karakter Konsep dan Aplikasinya di Lembaga Pendidikan yang ada di Desa Candirejo, yang senantiasa dapat dijadikan referensi oleh para guru nantinya. 2. Melakukan presentasi kepada para guru tentang Pendidikan Karakter Konsep dan Aplikasinya. 3. Berdiskusi secara mendalam dengan para guru tentang strategi menerapkan Pendidikan Karakter Khususnya di lembaga Pendidikan yang ada di Desa Candirjo Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang..Hasil Pengabdian Masyarakat yang diperoleh adalah: 1), Adanya pengetahuan dan kesadaran para Guru tentang konsep dan Aplikasi Pendidikan Karakter di Lembaga Pendidikan, 2) Adanya antusias kepala sekolah dan Guru dalam mengikuti acara serta memberikan pertanyaan terkait dengan materi yang di sampaikan pemateri dalam pengabdian.

Kata Kunci : Konsep, Aplikasi, Pendidikan Karakter. Abstract

Character education is something that is currently emphasized in education in Indonesia. Strengthening character education in the current context is very relevant to overcome the moral crisis that is happening in the midst of society. The crisis, among others, in the form of increasing free sex association, rampant violence of children and adolescents, crime against friends, theft, and the misuse of illegal drugs, pornography, rape, robbery, and the destruction of other people's property has become a social problem that until now has not been solved completely. The character of the nation is an important aspect of the quality of human resources because the quality of national character determines the progress of a nation. The purpose of devotion done in Educational Institutions in Candirejo Village is to instill a strong motivation in order to foster the value of character for students in learning and teaching activities. Maximize the involvement of parents in providing character education for their children. As well as the need for teachers to build relationships with various parties in adding insight into the model of character education of students in Learning and Teaching Activities, and can provide new knowledge for the Principal,

(11)

teachers in order to contribute in advancing the world of education. Methods and Activities Devotion is carried out using lecture and discussion methods. The steps of the activities undertaken are: 1. Preparing materials on Character Education Concepts and Applications at Education Institutions in Candirejo Village, which can always be used as a reference by teachers later. 2. Present to teachers about Character Education Concepts and Their Applications. 3. In-depth discussions with teachers about strategies to apply Character Education Particularly in educational institutions in Candirjo Village District Blue-Biru Deli Serdang Regency .. Community Service Provided results are: 1), The existence of knowledge and awareness of the teachers about the concept and Application of Character Education in Educational Institutions, 2) The enthusiastic principals and teachers in participating in the event and provide questions related to the material presented by the presenters in dedication.

Keywords: Concepts, Applications, Character Education. 1. PENDAHULUAN

Pendidikan karakter adalah suatu hal yang saat ini ditekankan dalam pendidikan di Indonesia. . Pendidikan pada hakikatnya memiliki dua tujuan yaitu membantu manusia untuk menjadi cerdas dan pintar (smart), dan membantu mereka menjadi manusia yang baik (good).

Menjadikan manusia cerdas dan pintar, boleh jadi mudah melakukannya, tetapi menjadikan manusia agar menjadi orang yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih sulit atau bahkan sangat sulit.Dengan demikian, sangat wajar apabila dikatakan bahwa problem moral merupakan persoalan akut atau penyakit kronis yang mengiringi kehidupan manusia kapan dan di manapun.

Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas SDM karena kualitas karakter bangsa menentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Usia dini merupakan masa krisis bagi pembentukan karakter seseorang. Menurut Freud kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini ini akan membentuk pribadi yang dewasa dimasa dewasanya kelak. Kesuksesan orang tua membimbing anaknya dalam mengatasi konflik kepribadian di usia dini

sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan sosial dimasa dewasanya kelak.1

Diakui, persoalan karakter memang tidak sepenuhnya terabaikan oleh lembaga pendidikan. Namun, dengan fakta-fakta seputar kemerosotan akhlakpada sekitar kita menunjukkan bahwa ada kegagalan pada institusi pendidikan kita dalam hal menumbuhkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia. Hal ini karena apa yang diajarkan disekolah tentang pengetahuan agama dan pendidikan moral belum berhasil membentuk manusia yang berakhlak. Padahal apabila ditilik isi dari pelajaran agama dan moral, semuanya bagus, dan bahkan dapat dipahami dan dihafal apa maksudnya. Untuk itu, kondisi dan fakta kemerosotan akhlak yang terjadi menegaskan bahwa para guru yang mengajar mata pelajaran apa pun harus memiliki perhatian dan menekankan pentingnya pendidikan akhlak atau karakter pada para siswa2.

Oleh karena itu sebagai seorang pendidik dalam mengajarkan mata

1Masnur Muslich, Pendidikan Karakter :

Menjawab tantangan Krisis Multidimensional

(Jakarta : Bumi Aksara, 2011), h. 35

2Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter

konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidkan, (Jakarta Kencana, 2011), h..5.

(12)

pelajaran kepada siswa tidak hanya di tuntut sekedar menyampaikan ilmu pengetahuan saja, tetapi bagaimana agar materi pelajaran yang disampaikan dapat menyentuh sehingga terjadi perubahan pada sikap dan tingkah laku siswa yang mencakup ketiga aspek pada diri siswa yaitu asfek kognitif, psikomotorik dan afektif.

2. METODE DAN PELAKSANAAN PENGABDIAN.

Pengabdian dilaksanakan dengan menggunakanmetode ceramah dan diskusi. Langkah-langkahnya adalah : 1. Mempersiapkan bahan materi tentang Pendidikan Karakter Konsep dan Aplikasinya di Lembaga Pendidikan yang ada di Desa Candirejo, yang senantiasa dapat dijadikan referensi oleh para guru nantinya.

2. Melakukan presentasi kepada para guru tentang Pendidikan Karakter Konsep dan Aplikasinya. 3. Berdiskusi secara mendalam dengan para guru tentang strategi menerapkan Pendidikan Karakter Khususnya di lembaga Pendidikan yang ada di Desa Candirjo Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang

3. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Konsep Pendidikan Karakter. 1. Pengertian Pendidikan Karakter

Karakter secara kebahasaan ialah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain, tabiat atau watak.Kata karakter dipungut dari bahasa Inggris character, artinya watak, sifat, peran, huruf, sedangkan characteristic artinya sifat yang khas. Karakter telah menjadi bahasa Indonesia, yang semula dari Bahasa Inggris (Character) dan lebih jauh lagi dari bahasa Yunani charassein yang artinya “mengukir corak yang tetap tidak terhapuskan “sehingga dalam

makna terminologi, karakter atau watak “merupakan perpaduan dari segala tabiat manusia yang bersifat tetap sehingga menjadi tanda khusus untuk membedakan orang yang satu dengan yang lain”.3

Menurut Kementerian Pendidikan Nasional bahwa “karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak…4

Dalam terminologi agama, khususnya agama Islam, karakter dapat dipadankan dengan akhlak (akhlak), terutama dalam kosa kata “akhlak” yang mulia” (al-akhlak al-karimah) sebagai lawan dari “akhlak yang buruk” (al-akhlak al-Syuu), yang dalam ikon pendidikan di Indonesia dulu semakna dengan istilah “budi pekerti”. Akhlak (al-akhlak) menurut Ahmad Muhammad Al-Hufi dalam “Min Akhlak Al-Nabiy”, ialah “Azimah (Kemauan) yang kuat tentang sesuatu yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi adat (membudaya) yang mengarah pada kebaikan atau keburukan.5

2. Tujuan Pendidikan Karakter

Pendidikan bertujuan untuk menjadikan manusia tetap tumbuh sebagi

makhluk berakal-budi utama

3Haedar Nashir, Pendidikan Karakter

Berbasis Agama dan Budaya, (Yogyakarta: Multi

Presindo,2013),h.10.

4Kementrian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Pengembangan Pusat Kurikulum,

Badan Pelatihan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, (Jakarta: Kemendiknas, 2010), h. 3.

5Ahmad Muhammad Al Hufy Akhlak

Nabi Muhammad saw (Keluhuran dan Kemuliaannya), Alih bahasa Masdar Helmy dan

Abd Khalik Anwar, (Jakarta: Bulan Bintang, 1978), h.13.

(13)

sebagaimana jati dirinya. Dalam pasal 3 UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dinyatakan: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuann untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi amnusi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Dari tujuan nasional tersebut tergambar sosok manusia yang utuh yang hendak dibangun, baik utuh kecerdasan spiritual dan moral, kecerdasan emosional dan estetika, kecerdasan entelektual dan professional, maupun kecerdasan sosial dan fungsional.6

3. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Nilai-nilai pendidikan karakter yang harus ditanamkan dan dimiliki oleh siswa adalah :

1. Jujur.

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri sendiri dan orang lain.

2. Bertanggung Jawab.

Sikap dan perilaku seseorang untuk

melaksanakan tugas dan

kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), Negara dan Tuhan YME.

6Haedar, Pendidikan ,h.14.

3. Bergaya Hidup sehat.

Sebagai upaya untuk menerapkan

kebiasaan yang baik dalam

menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.

4. Disiplin.

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras.

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi

berbagai hambatanguna

menyelesaikan tugas

(belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.

6. Percaya Diri.

Sikap yakin akan kemampuan diri sendidri untuk mencapai setiap keinginan dan harapannya.

7. Berjiwa Wirausaha.

Sikap dan perilaku yang mandiri, pandai dan berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru. Memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

8. Berpikir Logis, Kritis, Kreatif, dan Inovatif.

Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki.

9. Mandiri.

Sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan permasalahan

10. Ingin Tahu.

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih

(14)

mendalam dan meluas dari apa yang dipelajari, dilihat, dan didengarnya. 11. Cinta Ilmu.

Cara berpikir, bersikapdan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.

12. Sadar Hak dan Kewajiban Diri dan Orang lain.

Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiriserta orang lain.

13. Patuh pada aturan-aturan Sosial. Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan Umum. 14. Menghargai Karya dan Prestasi orang

Lain.

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat,

mengakui dan menghormati

keberhasilan orang lain. 15. Santun.

Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupuntata perilakunya ke semua orang.

16. Demokratis.

Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

17. Peduli Sosial dan Lingkungan.

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi juga selalu ingin member bantuan bagi orang laindan masyarakat yang membutuhkan.

18. Nasionalis.

Cara berpikir, bersikap dan berbuat menunjukkan kesetiaan,kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa,lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.

19. Menghargai Keberagaman.

Sikap memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku, maupun agama.7

B Aplikasi Pendidikan Karakter Di Sekolah

1. Kurikulum Pendidikan Karakter Untuk pencapai tujuan karakter yang utuh perlu ditunjang oleh kurikulum yang mendukungnya, yaitu “Kurikulum Holistik”. “Kurikulum Holistik” atau “Kurikulum Berbasis Karakter” (Character-based integrated Curriculum) merupakan kurikulum terpadu yang “menyentuh” semua aspek kebutuhan anak. Sebuah kurikulum yang terkait, tidak terkotak-kotak dan dapat merefleksikan dimensi, keterampilan, dengan menampilkan tema-tema yang menarik dan konstektual. Bidang-bidang pengembangan yang ada di setiap satuan pendidikan di kembangkan dalam konsep pendidikan kecakapan hidup yang terkait dengan pendidikan personal dan sosial, pengembangan berpikir/kognitif,

pengembangan karakter, dan

pengembangan persepsi motorik dapat teranyam dengan baik apabila materi ajarnya dirancang melalui pembelajaran yang terpadu dan menyeluruh (Holistik).8

7Ibid, h. 42-44.

8Masnur Muslih, Pendidikan Karakter

Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional

(15)

2. Pendekatan Pendidikan Karakter Efektifitas proses pendidikan karakter dipengaruhi oleh ketepatan pendekatan yang dipilih guru dalam mengajarkan materi tersebut. Secara teoritis, setidak-tidaknya ada delapan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengajarkan pendidikan karakter/budi pekerti yaitu evocation, inculcation, moral reasoning, value clarification, value analysis, moral awareness, commitment approach, dan union approach.9

Pendidikan karakter akan berjalan dengan efektif apabila dalam pelaksanaannya di sekolah atau madrasah dilakukan oleh guru dengan sebuah pendekatan yang dipilih dalam kegiatan proses pembelajaran, tanpa ketepatan pendekatan yang dilakukan guru maka pendidikan karakter tidak akan berlajan dengan efektif.

Berikut ini dijelaskan gambar tentang Lima Tipologi Perdekatan Pendidikan Karakter :

Gambar 1 :Lima Tipologi Pendekatan Pendidikan Karakter

Sumber : Buku Pendidikan karakter menjawab tantangan Krisis

9Zubaedi, Desain , h.207.

Multidimensional Mansur Muslich, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2011

Secara lebih rinci, pembelajaran karakter di sekolah harus menampakkan kegiatan sebagai berikut10:

a. Pembenahan lingkungan belajar. b. Pembuatan perencanaan bersama. c. Pembuatan kelompok belajar.

d. Pengidentifikasian kebutuhan belajar. e. Pengidentifikasian karakter peserta

didik.

f. Perumusan tujuan, standar

kompetensi, dan kompetensi dasar. g. Pengintegrasian karakter ke dalam

tujuan standar kompetensi dan kompetensi dasar.

h. Pengelolaan dan pelaksanaan pembelajaran.

i. Penilaian proses dan hasil belajar serta upaya menndiagnosis kembali kebutuhan belajar.

3.Perencanaan Pendidikan karakter. Banyak terjadi kesalahan persepsi dan anggapan yan keliru yang

berkembang, atau bahkan

membingungkan di kalangan para pelaksana lapangan, berkaitan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pendidikan karakter. Anggapan ini berkembang terutama karena penafsiran yang salah atau berbeda terhadap implementasi pendidikan karakter, bukan hanya di kalangan para pelaksana, melainkan juga di kalangan konseptor. Mereka menganggap bahwa dalam implementasi pendidikan karakter guru tidak perlu membuat RPP karena sudah terintegrasi dalam pembelajaran lain. Justru dengan masuknya pendidikan karakter, guru dituntut untuk membuat RPP berkarakter, dengan cara yang

10Ibid Lima tipologi pendekatan pendidikan karakter Pendekatan penerimaan Nilai Pendekatan klasifikasi Nilai Pendekatan Analisis Nilai Pendekatan perkembangan Moral Kognitif Pendekatan Pembelajaran Berbuat

(16)

Ciri-ciri Berkarakter Tidak pernah berhenti belajar Mencintai anak Bersahabat dengan anak dan menjadi teladan bagi anak Luwes dan mudah

beradaptasi dengan perubahan

Mencintai pekerjaan guru sederhana, tetapi mampu menghasilkan

proses yang optimal dan hasil yang maksimal.

RPP berkarakter pada hakikatnya merupakan rencana jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan karakter yang akan ditanamkan kepada peserta didik dalam pembelajaran. Dengan demikian RPP berkarakter merupakan upaya memperkirakan tindakan tindakan yang akan di lakukan dalam kegiatan pembelajaran untuk

membentuk, membina, dan

mengembangkan karakter peserta didik, sesuai dengan standar kompetensi dasar ( SK-KD). Dalam implementasi pendidikan karakter, perencanaan pembelajaran perlu dikembangkan untuk mengkoordinasikan karakter yang akan di bentuk dengan komponen pembelajaran lainnya, yakni standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian. Kompetensi dasar berfungsi mengembangkan karakter peserta didik, materi standar berfungsi memaknai dan memadukan kompetensi dasar dengan karakter, indikator hasil belajar berfungsi menunjukkan keberhasilan pembentukan karakter peserta didik, sedangkan penilaian berfungsi mengukur pembentukan karakter dalam setiap kompetensi dasar, dan menentukan tindakan yang harus dilakukan apabila karakter yang telah ditentukan belum terbentuk atau belum tercapai.11

4. Peran Pendidik dalam Pendidikan Karakter

Berangkat dari konsep

operasional, pendidikan Islam adalah proses reformasi dan internalisasi nilai-nilai Islam dan ilmu pengetahuan dalam

11Ibid, h. 78

rangka mengembangkan fitrah dan kemampuan dasar yang dimiliki peserta didik guna mencapai keseimbangan dan kesetaraan dalam berbagai aspek kehidupan, maka pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan Islam.12

Berikut ini dijelaskan beberapa ciri menjadi guru berkarakter di jelaskan pada gambar sebagai berikut :

Gambar 2: Gambar Ciri Guru Berkarakter Sumber : Buku Masnur muslich, Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis multidimensional, Jakarta: Bumi Aksara, 2011

5. Penilaian Pendidikan karakter Pendidikan merupakan sebuah investasi yang hasilnya baru akan bisa dirasakan dalam jangka panjang. Apabila dijalankan dengan tepat, pendidikan karakter di sekolah dan di masyarakat diharapkan akan memberikan beberapa hasil. Dalam jangka panjang, bentuk dari hasil ini adalah perubahan dan penguatan “jiwa” bangsa. Perubahan jiwa ini mencakup antara lain perubahan kesadaran, keyakinan, sikap, dan perubahan kepekaan. Pada gilirannya, perubahan jiwa ini dimanifestasikan

12Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), h. 95.

(17)

dalam perubahan perilaku masyarakat Indonesia13.

6. Tahapan Pengembangan Pendidikan Karakter

Pengembangan karakter sebagai proses yang tiada henti terbagi menjadi empat tahapan pertama, pada usia dini, disebut sebagai tahap tahap pembentukan karakter, kedua, pada usia remaja, disebut sebagai tahap pengembangan, ketiga pada usia dewasa, disebut sebagai tahap pemantapan; dan keempat, pada usia tua, disebut sebagai tahap pembijaksanaan14. 7. Strategi dan Model Pembelajaran

Pendidikan Karakter.

Istilah strategi mula-mula dikenal dalam dunia militer yang berarti sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang serangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Ada dua hal yang perlu kita cermati dari pengertian di atas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Itu berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.Dengan demikian,

penyusunan langkah-langkah

pembelajaran, pemanfaatan berbagai

13 Gede Raka, Tim Pakar yayasan Jati Diri Bangsa, Pendidikan Karakter di Sekolah, (Jakarta : PT Kompas Gramedia, 2002), h. 172-173.

14Zubaedi, Desain, h.110.

fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi

Ada beberapa strategi

pembelajaran yang dapat digunakan. Rowntree mengelompokan strategi pembelajaran menjadi tiga: (1) exposition-discovery learning (strategi pembelajaran penemuan), (2) cooperative learning (strategi pembelajaran kelompok), (3) groups-individual learning (strategi pembelajaran individual).15

4. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan :

1. Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang.

2. Tujuan Pendidikan Karakter untuk menjadikan manusia tetap tumbuh sebagai makhluk berakal-budi, berakhlakul karimah memiliki jati diri seperti dirinya sendiri.

3. Nilai-nilai pendidikan karakter siswa adalah :jujur, bertanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, berjiwa wirausaha, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, ingin tahu, cinta ilmu, sadar hak da kewajiban diri dan orang lain, patuh pada aturan-aturan sosial, menghargai karya dan prestasi orang lain, santun, demokratis, peduli sosial dan lingkungan, nasionalis, menghargai keberagaman.

4. Aplikasi Pendidikan Karakter Di Sekolah melaluiKurikulum Pendidikan Karakter, pendekatan, perencanaan RPP,

15Wina Wijaya, Strategi Pembelajaran.

Berorientasi Standard Proses Pendidikan,

(Jakarta : Kencana Preda Media Group, 2008),h.128-129.

(18)

peran pendidik, strategi dan model pembelajaran.

Saran :

1. Hendaknya Pimpinan dan para Guru memahami Konsep dan Aplikasi Pendidikan karakter di Sekolah.

2. Hendaknya Guru menerapkan pendidikan karakter kepada siswa dalam kegiatan proses Belajar Mengajar.

3.Hendaknya semua pihak, baik Kepala Sekolah, Guru, Pegawai, Orang tua, dan Siswa memiliki komitmen dan kerjasama dalam menerapkan pendidikan karakter di sekolah.

REFERENSI

Ahmad Muhammad Al Hufy Akhlak Nabi Muhammad saw (Keluhuran dan Kemuliaannya), Jakarta: Bulan Bintang, 1978

Gede Raka, Tim Pakar yayasan Jati Diri Bangsa, Pendidikan Karakter di Sekolah, Jakarta : PT Kompas Gramedia, 2002

Gede Raka, Tim Pakar yayasan Jati Diri Bangsa, Pendidikan Karakter di Sekolah, Jakarta : PT Kompas Gramedia, 2002

Haedar Nashir, Pendidikan Karakter Berbasis Agama dan Budaya, Yogyakarta : Multi Presindo, 2013 Jejen Mustafa (Ed), Pendidikan Holistik; Pendekatan Lintas Persfektif Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2012

Masnur Muslich, Pendidikan Karakter : Menjawab tantangan Krisis Multidimensional, Jakarta : Bumi Aksara, 2011

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2002 Wina Wijaya, Strategi Pembelajaran.

Berorientasi Standard Proses Pendidikan, Jakarta : Kencana Preda Media Group, 2008

Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidkan, Jakarta Kencana, 2011

(19)

MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI LOMBA

CERDAS CERMAT

Amanda Syahri Nasution1) Nurdalilah2)

Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah1,2) Abstrak

Pendidikan sangat penting untuk setiap kalangan di berbagai daerah terutama untuk anak kisaran usia 6 – 12 tahun. Begitu halnya dengan di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun terlihat dari tersedianya beberapa sekolah dasar baik negeri maupun swasta. Namun, minat belajar untuk bersekolah di SD YPI Dharma Budi kurang begitu besar dibandingkan dengan SD Negeri. Kurangnya minat siswa untuk belajar di sini menimbulkan keprihatinan yang cukup besar sehingga diadakanlah sebuah kegiatan sebagai upaya untuk mempromosikan sekolah melalui program kemitraan masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini dilaksanakan bertujuan untuk menarik minat belajar siswa dengan cara mengadakan lomba cerdas cermat sebagai bentuk promosi. Cerdas cermat merupakan teknik pembelajaran yang digunakan untuk dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui perlombaan. Peserta kegiatan ini diikuti oleh 9 sekolah dengan satu tim terdiri dari 3 siswa. Cerdas cermat terdiri dari 3 babak yaitu babak penyisihan, babak semifinal dan babak final. Pada babak penyisihan diperoleh 5 grup yang kemudian ditandingkan menuju babak semifinal. Selanjutnya dalam babak semifinal diperoleh 4 grup yang bertanding pada babak final untuk memperebutkan kandidat juara. Hasilnya SD YPI Dharma Budi lolos babak penyisihan lanjut ke babak semi final hingga babak final dan memperoleh juara ke II dari 4 grup yang ada di babak final. Hasil kegiatan PKM ini diharapkan dapat menarik minat siswa untuk belajar di SD YPI Dharma Budi.

Kata Kunci: Minat Belajar, Lomba Cerdas Cermat, PKM Abstract

The Education is very important for every circle in various regions especially for children ranging in age from 6-12 years old. So it is with the Sidamanik District Simalungun regency visible from the availability of several elementary schools both public and private. However, the interest learning to go to elementary school YPI Dharma Budi less so big compared to SD Negeri. The lack of interest of students to study here raises considerable concerns so that an activity is held to promote the school through a community partnership program (PKM). PKM activity is implemented aims to attract student learning by way of conducting a quiz contest as a form of promotion. The quiz is a learning technique that is used to improve students' activity and learning outcomes through the contest. Participants of this event followed by 9 schools with one team consisting of 3 students. The quiz consists of 3 rounds namely preliminary round, semifinal round and final round. In the preliminary round obtained 5 groups which then matched to the semifinals. Furthermore, in the semifinal round obtained 4 groups who competed in the final round to win the champion candidate. The result of SD YPI Dharma Budi escaped the preliminary round to the semi-finals until the final round and won 2nd place from the 4 groups in the final round. The results of PKM activities are expected to attract students to study at SD YPI Dharma Budi.

(20)

1. PENDAHULUAN

Desa Sarimatondang Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun memiliki beberapa sekolah dasar yang menjadi pilar pendidikan untuk menuntut ilmu. Sekolah dasar di sana berupa SD Negeri maupun SD Swasta. Masalah yang menjadi perhatian di daerah tersebut adalah SD Negeri lebih banyak diminati daripada SD Swasta seperti SD YPI Dharma Budi.

Kurangnya minat belajar siswa di sekolah tersebut dikarenakan biaya ataupun sarana prasarana yang masih minim untuk menunjang proses pembelajaran. Melihat situasi ini salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat siswa adalah dengan mengadakan kegiatan lomba cerdas cermat.

Cerdas cermat merupakan teknik pembelajaran melalui perlombaan untuk dapat meningkatkan minat belajar siswa. Dengan teknik ini, siswa dapat mengukur kemampuan yang dimilikinya dengan menjawab pertanyaan secara cepat dan tepat. Hal ini sejalan dengan pendapat Budiana (2013:6) yang mengemukakan bahwa teknik cerdas cermat dapat

memberikan kontribusi dalam

meningkatkan kemampuan berpendapat siswa dikarenakan teknik ini dapat menggali kemampuan berpikir siswa melalui pertanyaan yang dilontarkan guru dengan memberikan jawaban secara cepat dan tepat.

Teknik ini dapat membuat suasana belajar tidak monoton dan menjadi menyenangkan yang berdampak pada tingginya minat belajar siswa. Membangkitkan minat belajar siswa melalui pendekatan permainan lebih efektif dalam

menumbuhkan keingintahuan dan

pengalaman dalam bermain cerdas cermat

pada lingkungan belajar yang efektif dan memotivasi siswa daripada bukan dalam bentuk permainan (Fauza et al, 2017:22).

Tingginya minat belajar yang dirasakan siswa melalui kegiatan ini akan berdampak pada besarnya perhatian siswa pada SD YPI Dharma Budi. Hal ini sejalan dengan pendapat Alexander (Nurhasanah & Sobandi, 2016:137) menyatakan bahwa minat timbul secara spontan dengan adanya rasa ingin tahu yang dipengaruhi oleh lingkungan. dengan kata lain, kegiatan lomba yang diadakan memiliki dampak positif terhadap sekolah.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah membangkitkan minat belajar siswa melalui lomba cerdas cermat. 2. METODE PELAKSANAAN

PKM dilaksanakan di SD YPI Dharma Budi Desa Sarimatondang Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun dengan melibatkan sembilan sekolah sebagai peserta kegiatan lomba cerdas cermat.

Metode pelaksanaan PKM pada lomba cerdas cermat terdapat tiga babak, yaitu:

1. Babak penyisihan, dimana sembilan sekolah ditandingkan pada tahap ini untuk lanjut ke babak semifinal. 2. Babak semifinal, dimana lima

sekolah yang memperoleh skor tertinggi pada babak penyisihan ditandingkan untuk lanjut ke babak terakhir yaitu babak final.

3. Babak final, dimana empat sekolah yang memperoleh nilai tertinggi dari babak semifinal ditandingkan untuk memperebutkan posisi juara.

Lomba cerdas cermat berupa pertanyaan yang di jawab secara lisan dengan tepat dan akurat. Pertanyaan terdiri dari tiga jenis, yaitu:

(21)

1. Pertanyaan wajib, diberikan pada tiap regu.

2. Pertanyaan lemparan, diberikan pada tiap regu namun jika regu tersebut tidak dapat menjawab dalam kurun waktu 5 detik maka akan langsung dilemparkan pada regu yang dapat menjawab.

3. Pertanyaan rebutan, dimana tiap regu memiliki hak yang sama untuk menjawab berdasarkan kecepatan masing-masing regu melambaikkan bendera.

Tiap akhir babak jika ada beberapa regu yang mempunyai skor sama maka akan diberikan tambahan pertanyaan rebutan sebagai alternatif ketentuan penilaian.

3.HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil

Kegiatan lomba cerdas cermat yang diadakan di SD YPI Dharma Budi sukses terlihat dari antusiasnya guru dan siswa mengikuti kegiatan. Lomba diikuti oleh sembilan sekolah.

Pada babak penyisihan diperoleh lima sekolah untuk lanjut pada babak semifinal. Sekolah yang lanjut pada babak semifinal adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Nama Sekolah yang Lanjut pada Babak Semifinal

No Nama Sekolah

1 SD YPI Dharma Budi

2 SDN 095181

3 SDN 091409

4 SDN 091408

5 SDN 091425

Minat belajar siswa dari lima sekolah yang bertanding sangat tinggi terlihat dari antusias siswa dalam menjawab pertanyaan rebutan. Tiap regu berlomba-lomba untuk memberikan jawaban dengan cepat.

Pada babak final hanya empat sekolah yang bertanding untuk memperebutkan kandidat juara. Pada babak ini minat belajar siswa makin terlihat sangat jelas dengan tiap

masing-masing regu berlomba-lomba

memperebutkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan.

Akhir dari babak ini diperoleh kandidat juara yang menentukan peringkat masing-masing sekolah sebagai pemenang. Adapun peringkat juara pada babak final dapat dilihat pada tabel di bawah ini, yaitu:

Tabel 2. Nama Sekolah, Skor Hasil Babak Final dan Peringkat Juara

No Nama Sekolah Skor Babak Final Peringkat Juara 1 SDN 091408 200 Harapan 2 SD YPI Dharma Budi 700 II 3 SDN 095181 800 I 4 SDN 091409 600 III

Berdasarkan tabel di atas diketahui

bahwa SD YPI Dharma Budi

memperoleh skor tertinggi kedua dari empat sekolah yang mengikuti babak final. Dengan hasil ini diharapkan minat belajar siswa untuk bersekolah di SD YPI Dharma juga meningkat.

2. Pembahasan

Kegiatan PKM yang dilakukan di Desa Sarimatondang Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun tepatnya di SD YPI Dharma Budi terlaksana dengan lancar. Lomba cerdas cermat diikuti 27 peserta dari sembilan sekolah yang mendaftar ulang.

(22)

Pada babak penyisihan dibagi menjadi dua kelompok dengan kelompok pertama terdiri dari lima grup dan kelompok kedua terdiri dari empat grup. Kelompok pertama diperoleh tiga grup dengan skor tertinggi dan kelompok kedua dipeoleh dua grup dengan skor tertinggi yang kemudian ditandingkan pada babak semi final.

Siswa sangat antusias pada babak semifinal dan final terlihat dari terpacunya motivasi siswa yang berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan pada saat regu yang diberikan pertanyaan tidak dapat menjawab dengan tepat. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa meningkat melalui kegiatan permainan. Dengan demikian, teknik cerdas cermat dapat dijadikan alternatif untuk membangkitkan minat belajar siswa.

4.KESIMPULAN

Kegiatan PKM telah berhasil dilaksanakan dengan baik terlihat dari antusias guru dan siswa selama mengikuti lomba cerdas cermat. SD YPI Dharma Budi memperoleh juara II dari empat sekolah yang bertanding pada babak final. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa di sekolah ini sangat tinggi.

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar di SD YPI Dharma Budi.

REFERENSI

Budiana, W. 2013. Penggunaan Teknik

Cerdas Cermat Untuk

Meningkatkan Kemampuan

Menyampaikan Pendapat Siswa Kelas VIII 3 SMP Laboraturium Undiksha Singaraja. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 1(5): 1-16.

Fauzan et al. 2017. Aplikasi Cerdas Cermat Online Realtime Untuk Sekolah Dasar. Jurnal Informatika, 14(1):22-27.

Nurhasanah & Sobandi. 2016. Minat Belajar Sebagai Determinan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 1(1):135-142.

(23)

PEMBENTUKAN JIWA ENTREPRENEURSHIP BAGI PARA ISTRI NELAYAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN

GREEN VEGETABLE CHIPS “GREEBLE CHIPS

(KERIPIK SAYURAN HIJAU) DI DESA KUALA LAMA KECAMATAN PANTAI CERMIN

SERDANG BEDAGAI Anggia Sari Lubis,SE,M.Si1) Debbi Chyntia Ovami,S.Pd, M.Si2)

Ratna Sari Dewi,SE,S.Pd, M.Si3) Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah1,2,3)

Abstrak

Konsep kewirausahaan hadir untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Desa Kuala Lama Kec. Pantai Cermin Serdang Bedagai berjarak 60 Km dari Kota Medan atau 8 Km dari Sei Rampah (ibukota Kabupaten Serdang Bedagai). Mata pencaharian utama penduduk adalah sebagai petani dan nelayan. Materi pelatihan meliputi: ceramah singkat untuk memotivasi istri nelayan, Sifat dan karakteristik jenis sayuran hijau yang masih segar; mengolah sayuran hijau menjadi produk pangan kemasan yaitu Greeble Chips.Target yang diharapkan dari kegiatan Pengabdian ini adalah pengabdi dapat membantu meningkatkan keterampilan istri nelayan di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin dalam mengo lah sayuran hijau menjadi pangan kemasan yang awet dan mempunyai nilai jual tinggi. Luaran dari kegiatan ini adalah produk olahan sayuran hijau yaitu Greeble Chips. Hasil nyata dalam kegiatan ini adalah menghasilkan produk olahan syauran hijau yaitu keripik sayuran hijau (greeble chips), pendampingan usaha, timbulnya motivasi dan meningkatnya keterampilan dan pemahaman strategi pemasaran dan laporan keuangan sederhana.

Kata kunci : Pembentukan Jiwa Entrepreneurship, Greeble Chips Abstract

The concept of entrepreneurship is present to increase economic growth in Indonesia. Kuala Lama Village Serdang Bedagai is 60 Km from Medan City or 8 Km from Sei Rampah (the capital of Serdang Bedagai Regency). The main livelihoods of the population are as farmers and fishermen. Training materials include: brief lectures to motivate fisherman's wives, nature and characteristics of fresh green vegetables; processed green vegetables into packaged food products namely Greeble Chips. The expected target of this activity is to help improving the skills of fisherman wife in Kuala Lama Village, Pantai Cermin Subdistrict, in processing the green vegetables into a durable food packaging and have high selling value. The output of this activity is green vegetable processed products named Greeble Chips. The real result in this activity is to produce green processed products named green vegetable chips (greeble chips), business assistance, motivation and increasing skills and understanding of marketing strategy and simple financial report.

Keyword : Creation of Entrepreneurship Spirit, Greeble Chips

1. PENDAHULUAN

Indonesia masih masuk ke dalam kategori negara berkembang karena belum mempunyai kondisi ekonomi dan sosial yang makmur, kebanyakan penduduknya miskin, pemikiran-pemikiran modern belum menyusup sampai ke desa-desa, dan kemajuan

teknologi masih sangat jarang mampir sampai ke desa-desa, serta banyaknya pengangguran. Pendapatan masyarakat yang rendah dan tingkat populasi penduduk yang tinggi menjadi suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pemerintah negara berkembang dalam upaya mensejahterakan rakyatnya.

(24)

Pendapatan masyarakat yang rendah menyebabkan tidak mampunya mereka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia seperti tidak mampu untuk memberikan pendidikan atau menyekolahkan anak-anak mereka.

Hal tersebut menyebabkan

kecerdasan generasi penerus bangsa tidak berkembang dan pada akhirnya akan menimbulkan kesenjangan ekonomi yang tajam antara orang yang berpenghasilan tinggi dan orang yang berpenghasilan

rendah. Hal ini menyebabkan

kemerosotan perekonomian di Negara Indonesia. Jika di biarkan keadaan perekonomian Negara Indonesia seperti itu terus maka semakin lama Negara akan semakin miskin dan terbelakang, serta berdampak pada keamanan nasional akan terganggu.

Konsep kewirausahaan hadir untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Para entrepreneur (wirausahawan) merupakan agen perubahan ekonomi yang strategis

yang dapat mengubah keadaan

perekonomian Indonesia. Desa Kuala Lama Kec.Pantai Cermin Serdang Bedagai berjarak 60 Km dari Kota Medan atau 8 Km dari Sei Rampah (ibukota Kabupaten Serdang Bedagai). Mata pencarian dari penduduk Desa ini pada umumnya adalah Petani , dengan hasil pertanian yang sudah sangat memuaskan. Selain sebagai petani, penduduk di desa ini juga sebagian besar adalah menjadi nelayan, mengingat desa ini berada di dekat laut dan pantai.

Para nelayan di desa ini tentunya tidak memiliki pendapatan yang pasti setiap harinya mengingat profesi sebagai nelayan sangat bergantung pada

keramahan alam dan unsur

keberuntungan. Selain itu faktor penting

lain yang mempengaruhi pendapatan nelayan adalah harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan adanya kenaikan harga BBM akhir-akhir ini akan memberatkan para nelayan, sehingga sebagian dari mereka tidak melaut.

Karena hasil yang diperoleh (jumlah tangkapan ikan) tidak sesuai dengan biaya (jumlah harga solar) yang dikeluarkan. Hasil tangkapan tersebut dijual dalam keadaan segar/langsung dari laut dengan harga yang sering tidak menentu/fluktuasi harga.

Selain itu, ketika nelayan tidak melaut maka mereka tidak mendapatkan penghasilan, sementara kebutuhan keluarga terus berjalan. Dalam kondisi seperti ini peran seorang wanita (istri) sangat diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, dan diperlukan alternatif-alternatif untuk mengatasi kesulitan ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup. Wanita secara umum memiliki multi

peran yang menghendaki adanya

keselarasan dalam melaksanakan tugasnya.

Di negara yang sedang

berkembang peran wanita biasanya berkaitan dengan mengasuh dan membesarkan anak serta memelihara kesehatan dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga. Peran selanjtunya berkaitan dengan kegiatan di luar rumah bagi wanita dan pria untuk tujuan mendapat penghasilan (uang). Wanita juga harus mampu menangani masalah sosial dan ekonomi terutama dari sisi peningkatan pendapatan keluarga. Fungsi atau peranan wanita ini perlu diperhatikan dengan berbagai perhatian, pembinaan dan pengembangan.

Berdasarkan kondisi di atas maka perlu diadakan upaya pembentukan

(25)

mindset jiwa entrepreneurship bagi para istri nelayan, agar muncul kesadaran akan pentingnya mengungkap potensi yang ada di dalam diri untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai dan dapat menambah pendapatan keluara di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan hasil pertanian Desa setempat yang dala hal ini adalah sayuran hijau yang dapat diolah menjadi penganan yang bernilai

jual. Konsep dasarnya adalah

memanfaatkan sayuran- sayuran hijau yang cenderung sangat mudah untuk ditemukan di sekitar desa seperti sawi hijau, daun singkong, daun kemangi, kangkung dan bayam yang diolah menjadi keripik renyah (Chips) yang akan menjadi ciri khas Desa Kuala Lama Pantai Cermin untuk dapat dijual kepada wisatawan yang datang, ataupun dipasarkan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai. Produk yang akan dihasilkan adalah Greeble Chips (Green Vegetable Chips) ataupun keripik sayuran hijau . Dengan demikian selain memberikan keuntungan dari segi peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia, juga sekaligus memberikan keuntungan secara ekonomi, dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dengan adanya program

pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan konsep ekonomi kerakyatan dapat berjalan dengan efektif, dan

masyarakat dapat meningkatkan

kemampuan dan kemandirian untuk mengelola sumber daya alam agar taraf hidup masyrakat dapat meningkat ke arah yang lebih baik lagi.

2. METODE PELAKSANAAN

Kegiatan ini akan dilakukan di balai Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam kegiatan ini akan melibatkan 30 istri nelayan yang tidak mempunyai pekerjaan/menganggur.

Diharapkan peserta mempunyai

kemauan dan kemampuan dalam

mengikuti pelatihan serta meiliki motivasi dalam berwirausaha untuk memasarkan penganan kemasan nantinya.

Kegiatan ini akan dilaksanakan

dengan metode pelatihan yang

menerapkan konsep pendekatan orang dewasa. Pelatihan yang dikembangkan telah diatur sedemikian rupa sesuai dengan prinsip-prinsip pendekatan orang dewasa serta disesuaikan dengan kondisi, potensi dan karakteristik para istri nelayan yang akan menjadi sasaran.

Secara lebih rinci metode kegiatan ini adalah sebagai berikut : a) Menghimpun peserta pelatihan (istri nelayan), yang menjadi sasaran kegiatan.

b) Merancang materi ceramah

singkat untuk memotivasi para istri nelayan, serta ceramah singkat untuk pemahaman jenis-jenis sayuran hijau dan pemanfaatan peralatan dan perlengkapan sederhana.

c) Membuat modul-modul pelatihan sesuai dengan materi yang akan diberikan, meliputi: mengolah sayuran hijau menjadi produk pangan kemasan yaitu Greeble Chips (Green Vegetable Chips) ataupun keripik sayuran hijau, cara mengemas produk pangan kemasan, serta teknik pemasaran pangan kemasan. Modul dirancang sedemikian rupa, dan disesuaikan dengan tingkat pendidikan, pemahaman dan karakteristik peserta pelatihan, dengan bahasa yang mudah

(26)

dipahami oleh peserta didik, serta menarik.

d) Melakukan pelatihan yang

dipusatkan di balai Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut : a) Ceramah singkat, digunakan untuk menyampaikan sejumlah informasi, dibantu dengan modul dan media belajar keterampilan.

b) Tanya jawab, digunakan selama proses pelatihan, atau bahkan setelah proses tersebut.

c) Demontrasi dan latihan, digunakan untuk memperlihatkan langkah kerja setiap materi yang diberikan.

d) Peserta melakukan praktek sendiri cara mengolah dan mengemas produk hasil olahan sayuran hijau, dengan dipandu dan dibimbing oleh tim pengabdian masyarakat.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan rencana yang telah dilaksanakan maka kegiatan Pengabdian sejauh ini sudah mencapai 100%, dimulai dari persiapan : pengadaan sekaligus penggandaan modul, pengadaan alat dan bahan, sosialisasi program, penentuan lokasi, waktu dan tempat

kegiatan, kegiatan inti yakni

pemberdayaan istri-istri nelayan dalam hal pembuatan keripik sayuran hijau (greeble chips) diikuti secara antusias oleh ibu-ibu nelayan yang ada di lokasi pengabdian hal ini dibuktikan dengan diedarkan undangan yang berjumlah 25 buah dan ternyata yang menghadiri undangan tersebut lebih dari jumlah undangan yang diedarkan.

Dalam pelaksanaan program kegiatan pengabdian yakni pembuatan keripik sayuran hijau (greeble chips)

ternyata 3 orang diantara ibu-ibu yang datang itu sudah pernah mengikuti pelatihan serupa sehingga hal ini memudahkan kami dalam pelaksanaan pembuatan abon. Adapun yang menjadi hasil nyata dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:

A. Menghasilkan Produk Olahan Syauran Hiaju yaitu keripik sayuran hijau (greeble chips). Produk yang sudah dihasilkan adalah keripik sayuran hijau (greeble chips) dimana Pelatihan ini dibimbing oleh ketua dan anggota dalam pengabdian masyarakat ini. Dimulai dari pemaparan bahan baku yang digunakan, proses pembuatan, serta tips dan trik agar hasil olahan memiliki hasil yang terbaik dari segi rasa, kualitas serta bergizi dan tahan lama.

B. Pendampingan usaha

Pendampingan pengolahan

sayuran hijau menjadi olahan keripik sayuran hijau (greeble chips) dilakukan di Balai Desa Kuala Lama, Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Bahkan juga dilakukan komunikasi melalui telepon, sehingga permasalahan usaha produk keripik sayuran hijau (greeble chips) dapat berjalan lancar. Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan sampai tuntas sehingga bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya para istri nelayan di Desa Kuala Lama. Komunikasi antara tim pelaksana dengan peserta pengabdian masyarakat ini juga dapat dilakukan melalui media telepon genggam, (telepon, sms dan whatsapp) jika para peserta merasa perlu adanya bimbingan lebih lanjut mengenai produk keripik sayuran hijau (greeble chips) ini. C. Timbulnya Motivasi dan

Meningkatnya Keterampilan

Pada saat kegiatan pengabdian masyarakat ini, sudah mulai terlihat

(27)

adanya motivasi dari peserta dalam hal

ini para istri nelayan untuk

mengungkapkan kreativitas yang ada pada diri masing-masing peserta untuk berkontribusi atas peningkatan pendapatan keluarga. Salah satunya adalah keterampilan memasak yang tentunya sudah dimiliki para ibu-ibu pada umumnya. Dan dengan kegiatan ini para peserta memiliki pengetahuan bahwa sayuran hijau yang ditanam di sekitar rumah juga bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi apabila diolah dengan baik dan kreatif.

D. Pemahaman Strategi Pemasaran dan Laporan Keuangan Sederhana

Para peserta kegiatan memiliki pemahaman mengenai strategi pemasaran hasil produk secara sederhana, pengelolaan usaha kecil, pengembangan pangsa pasar dan strategi untuk meningkatkan pendapatan juga menjadi prioritas. Materi ini diharapkan dapat menciptakan efektivitas kinerja untuk mencapai keuntungan kompetitif dengan biaya lebih rendah dan pelayanan. Peserta juga diberikan materi untuk menyusun laporan keuangan sederhana serta pemahaman untuk memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha agar pencapaian keuntungan lebih optimal. 4. KESIMPULAN

Dengan adanya program kegiatan pengabdian masyarakat dalam hal ini pembuatan keripik sayuran hijau (greeble chips),masyarakat dalam hal ini ibu-ibu nelayan mendapatkan pengalaman , pengetahuan serta keterampilan, dan seluruh kegiatan berhasil dengan baik

tanpa ada hambatan. Kegiatan-kegiatan peningkatan keterampilan seperti yang dilakukan dalam program pengabdian masyarakat ini perlu lebih sering untuk diadakan. Sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta inisiatif ibu-ibu nelayan untuk lebih terampil dengan tujuan membantu menopang ekonomi mereka.

REFERENSI

AYuyun, (2010). 38 Inspirasi Usaha Makanan Minuman Untuk Home Industry. Tangerang : PT. Agro Media Pustaka

Alma, Buchari. 2010. Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum. Bandung: Alfabeta.

El-Bantanie, Muhammad Syafei. (2003).Berani Hidup Sukses. Jakarta: Penerbit Republika Jum'atil dkk, Informasi Kapuas (Jilid 12):

1 Januari 2015 - 31 Desember 2015

Meredith, Geoffrey. G. et al. 2002. Kewirausahaan; Teori dan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Novia, Astri dan Natar Adri. 80 Bisnis Sampingan Modal < 5Juta. Jakarta : Penebar Plus

Pertiwi dan Ginting, Yuk Makan Bayam, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Zimmerer dan Scarborough. (2009). Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil.

(28)

PEMANFAATAN BATOK KELAPA UNTUK PENINGKATAN

EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI DESA KUALA LAMA

Arief Hadian1) Tukimin2)

Fakultas Ekonomi , Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan1,2) [email protected]

[email protected] Abstrak

Pada pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan eknomi masyarakat yang berada di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai yang merupakan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pantai. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan adalah dengan menggunakan metode ceramah dan peraktek pelatihan dasar tentang cara membuat kerajinan dari batok kelapa yang memberikan ekonomi yang cukup tinggi. Hasil pengabdian yang didapat adalah masyarakat yang mengikuti pengabdian ini dapat membuat kerajinan yang berbahan dari batok kelapa yaitu membuat asbak rokok dari batok kelapa dan membuat bingkai foto dari batok kelapa serta dapat menjual produk tersebut pada daerah-daerah objek wisata di daerah pantai cermin.

Kata kunci: kerajinan batok kelapa

Abstract

The aims of society devotion activity are to increase the economic ability of community in Kuala Lama village, Pantai Cermin District, Serdang Bedagai Regency, the community og Kuala Lama village are reside in seashore. The method of this society devotion activity are by lecturing method and basic training on making a crafts from coconut shells that provide to increase the economic ability of Kuala Lama Villagae society. The result of this activity are the participant are able to make a craft that made from coconut shells such as ashtray that made from coconut shells and made a frame of photographs from coconut shells and the participants willbe able to sell these products on tourist areas in the seashore area of Pantai Cermin.

Keyword: craft of coconut shells

1. PENDAHULUAN 1.1. Analisis Situasi

Desa Kuala Lama adalah sebuah desa yang secara administratif terdapat pada Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Desa Kuala lama ini yang secara geografis terletak di wilayah pesisir pantai. Dari data demografi yang didapat bahwa Desa Kuala Lama memiliki jumlah keluarga sebesar 1260 Kelompok Keluarga, yang secara total jumlah penduduk sebesar 5504 jiwa dengan perincian 2572 berjenis kelamin laki-laki dan 2932 berjenis

kelamin perempuan. (Sumber Data Kantor Kepala Desa Kuala Lama).

Berdasarkan letak georafis desa Kuala Lama terletak di daerah pesisir pantai yang secara umum mata pencarian masyarakatnya adalah nelayan. Menurut Satria (2002: 25) bahwa nelayan merupakan karakteritik masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, dimana nelayan didefinisikan sebagai orang yang melakukan penangkapan ikan di laut. Masyarakat di Desa Kuala Lama yang juga terletak di daerah pesisir, sebagaimana derah-daerah lain yang berada di pesisir pantai sebagian besar

Gambar

Tabel 1. Nama Sekolah yang Lanjut pada Babak Semifinal
Gambar 2. tempat pensil.
Gambar 1: Poster pantun
Gambar 3: Lokasi &amp; Ketua PKM
+7

Referensi

Dokumen terkait

development Thus, the writer wished to suggest both Stella Maris Junior High School English teachers and students to use mapping and acronyms as their

Didalam penulisan laporan akhir ini, penulis ingin mengetahui bagaimana perencanaan yang baik dalam merencanakan desain geometrik, tebal perkerasan, dan bangunan pelengkap

Kabupaten Siak merupakan daerah yang memiliki mangrove cukup luas, salah satunya yang terdapat di Desa Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Pada

Secara yuridis anak diizinkan untuk bekerja, tetapi pengawasan terhadap keterlibatan anak dalam suatu proses pelaksanaan kegiatan kerja masih sangat kurang

PENERAPAN PENDEKATAN BASKETBALL LIKE GAMES UNTUK MENINGKATKAN WAKTU AKTIF BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Dengan mempertegas akses dan juga konektivitas pada koridor Prawirotaman dan sekitarnya dapat mengangkat potensi-potensi lokal yang ada dan menciptakan koridor jalan

Correlation between Neutrophil-Lymphocyte Ratio and Cardiac Autonomic Neuropathy in Diabetes Mellitus Type 2 Patients.. Cahyandari Nurlaelatiningsih, 1,2 Sunaryo Barki Sastradimaja,

mempengaruhi perilaku masyarakat. “ Graphic design is therefore one of the ways in which creativity takes on a visual reality ,” menurut Profesor Alan Robbins. Desain grafis