• Tidak ada hasil yang ditemukan

karya Tulis ( merkuri )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "karya Tulis ( merkuri )"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB

BAB I I PENDAHULUANPENDAHULUAN

A.

A.Latar BelakangLatar Belakang Sungai merupakan jalan

Sungai merupakan jalan air air alami. Laluan melalui sungai merupakan cara biasa air alami. Laluan melalui sungai merupakan cara biasa air hujanhujan yang turun di

yang turun di daratandaratan untuk mengalir keuntuk mengalir ke lautlaut atau takungan air yang besar sepertiatau takungan air yang besar seperti danaudanau.. manfaa

manfaatan tan terbeterbesar sar sebuah sungai sebuah sungai adalah untuk adalah untuk draindrainase, ase, irigirigasi, asi, transtransportasportasi, i, wisatwisata,a, seni, air ,

seni, air , iptekiptek, , dan ekologis.dan ekologis.Tetapi saat ini Tetapi saat ini sungai pawan mengalami pencemasungai pawan mengalami pencemaran yangran yang sangat pesat. Salah

sangat pesat. Salah satunya peningkatan satunya peningkatan merkuri yang diakimerkuri yang diakibatkan penambangan emas.batkan penambangan emas. .

. Raksa (Latin: HydrarRaksa (Latin: Hydrargyrumgyrum, , air/air/cairan perak) adalah unsur cairan perak) adalah unsur kimikimia a pada tabel pada tabel periodperiodik ik  dengan simbol Hg dan nomor atom 80. Unsur logam transisi ini berwarna keperakan dan dengan simbol Hg dan nomor atom 80. Unsur logam transisi ini berwarna keperakan dan mer

merupaupakan kan satsatu u dardari i limlima a unsunsur ur (be(bersarsama ma cescesiumium, , frafransinsium, um, galgaliumium, , dan dan brobrom)ym)yangang berbentuk cair dalam suhu kamar.

berbentuk cair dalam suhu kamar.

Merkuri yang terdapat dalam limbah atau

Merkuri yang terdapat dalam limbah atau wastewaste di perairan umum diubah olehdi perairan umum diubah oleh

aktifitas mikro organisme menjadi komponen methyl merkuri (CH3-Hg) yang memiliki aktifitas mikro organisme menjadi komponen methyl merkuri (CH3-Hg) yang memiliki sifat racun dan daya ikat yang kuat disamping kelarutannya yang tinggi terutama dalam sifat racun dan daya ikat yang kuat disamping kelarutannya yang tinggi terutama dalam tub

tubuh uh hewahewan n airair. . Hal Hal tertersebsebut ut menmengakgakibatibatkan kan mermerkurkuri i terterakuakumulmulasi asi melmelalualui i proprosesses bioakumulasi

bioakumulasi dandan biomagnifikasibiomagnifikasi dalam jaringan tubuh hewan-hewan air, sehingga kadar dalam jaringan tubuh hewan-hewan air, sehingga kadar  merkuri dapat mencapai level yang berbahaya baik bagi kehidupan hewan air maupun merkuri dapat mencapai level yang berbahaya baik bagi kehidupan hewan air maupun kes

kesehatehatan an manmanusiusia, a, yanyang g makmakan an hashasil il tantangkagkap p hewahewan-hn-hewaewan n air air tertersebsebut. ut. keckecepatepatanan pengambilan merkuri (up take r

pengambilan merkuri (up take rate) oleh organisme aiate) oleh organisme air lebih cepat r lebih cepat dibandingkan dengandibandingkan dengan proses ekresi.

(2)

Dengan semakin meningkatnya merkuri di sungai pawan yang disebabkan oleh penambangan emas, Maka pemerintah harus memperhatikan dampak dari pencemaran sungai Pawan. Karya tulis in mencoba mengulas dampak yang akan terjadi akibat meningktnya limbah merkuri.

B. Rumusan Masalah

Masalah yang dapat dirumuskan dalam karya tulis ini adalah

1. Bagaimana menanggulangi peingkatan limba merkuri di sungai pawan 2. Apakah dampak limbah merkuri bagi ekosistem di sekitar sungai

C. Tujuan Penelitian

1 Upaya penaggulangan limbah merkuri di sungai pawan

2. Mengetahui dampak limbah merkuri bagi ekosistem di sekitar sungai

D. Manfaat Penelitian

1. Sebagai penambah wawasan penulis mengenai bagaimana menanggulangi peningkatan limbah merkuri dan dampaknya

2. Sebagai informasi bagi masyarakat umum

3. Sebagai bahan rekomendasi kepada pemerintah mengenai penanggulangan limbah merkuri.

E. Pembatasan masalah

Dalam karya tulis ini penulis akan membahas upaya penanggulangan limbah merkuri dan dampak merkuri bagi ekosistem di sekitar sungai.

(3)

BAB II TELAAH PUSTAKA

1 MERKURI

Logam merkuri (Hg) adalah salah satu trace element  yang mempunyai sifat cair pada temperatur ruang dengan spesifik gravity dan daya hantar listrik yang tinggi. Karena sifat-sifat tersebut, merkuri banyak digunakan baik dalam kegiatan perindustrian maupun laboratorium. Merkuri yang terdapat dalam limbah atau waste di perairan umum diubah oleh aktifitas mikro organisme menjadi komponen methyl merkuri (CH3-Hg) yang memiliki sifat racun dan daya ikat yang kuat disamping kelarutannya yang tinggi terutama dalam tubuh hewan air. Hal tersebut mengakibatkan merkuri terakumulasi melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dalam jaringan tubuh hewan-hewan air, sehingga kadar merkuri dapat mencapai level yang berbahaya baik bagi kehidupan hewan air maupun kesehatan manusia, yang makan hasil tangkap hewan-hewan air tersebut. SANUSI (1980) mengemukakan bahwa terjadinya proses akumulasi merkuri di dalam tubuh hewan air, karena kecepatan pengambilan merkuri (up take rate) oleh organisme air  lebih cepat dibandingkan dengan proses ekresi.

Diantara berbagai macam logam berat, merkuri digolongkan sebagai pencemar paling berbahaya. Sedang unsur-unsur logam berat lainnya juga memiliki potensi yang membahayakan lingkungan perairan. Disamping itu, ternyata produksinya cukup besar  dan penggunaannya di berbagai bidang cukup luas. DJOJOSOEBAGIO (1978) di dalam WIDODO (1980) mengatakan bahwa pencemaran yang disebabkan oleh logam-logam

(4)

berat yang juga merupakan unsur-unsur langka (seng, timah, kadnium, merkuri, arsen, nikel, vanadium dan berilium) merupakan masalah yang serius dewasa ini.

Tabel 1 :

Logam-logam hasil pertambangan man induced rates dibandingkan dengan geological rates di dalam sungai yang dibuang ke laut.

E l e m e n t Geological Rate Man Induced Rate (in rivers) (mining)

Thousand metric tons per year 

Iron ……… 25000 319000 Nitrogen ………. 8500 9800 Manganase ………. 440 1600 Copper ……… 375 4460 Zinc ……… 370 3430 Nickel ………. 300 358 Lead ……… 180 2330 Phosphorous ……… 180 6500 Molybbenum ……… 13 57 Silver ……… 5 7 Merkuri ……… 3 7 Tin ……… 1,5 166 Antimony ……… 1,3 40

(5)

Sumber : FAO (1971).

http://pdf-search-engine.com/PENGARUH%20PENCEMARAN%20MERKURI

%20TERHADAP%20BIOTA%20AIR-html-rudyct.com/PPS702-ipb/05123/a_budiono.html

1.2 sejarah merkuri

merkuri sudah ada sejak zaman dahulu. Hal itu diketahui setelah ditemukannya tambang di pegunungan Andes, Peru. Tambang tersebut diperkirakan dibangun 1400 sebelum masehi.

Pertambangan itu dibuat untuk menambang emas dan perak. Zaman dahulu emas dan perak digunakan untuk keperluan upacara pemakaman Raja-raja di Amerika utara. Penambangan emas dan perak tersebut diperkirakan sudah berjalan selama 2000 tahun.

Selama pertambangan berjalan, dihasilkan asap polusi yang sangat besar. "Polusi merkuri yang dihasilkan oleh pertambangan emas dan perak saat itu adalah bukti dari bahwa pencemaran sudah terjadi sejak zaman dulu," kata Colin Cooke, salah satu tim peneliti dari Universitas Kanada.

Merkuri adalah racun yang bisa timbul dari penambangan emas dan perak. Merkuri timbul dari proses yang dinamakan amalgamasi. Polusi merkuri di p ertambangan emas dan perak tersebut diketahui setelah tim peneliti mengambil tanah sedimen dari 40.000 lokasi yang berbeda bagian tenggara ibukota Peru, Lima

(6)

http://kidz.vivanews.com/news/read/59211-polusi_merkuri_sudah_ada_sejak_dulu

1.3 ciri-ciri merkuri

Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat dapat dibagi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya. Sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun, di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr dan lain-lain. Logam berat ini dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi, logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.

Berdasarkan daya hantar panas dan listriknya merkuri (Hg) dimasukkan dalam golongan logam. Sedangkan berdasarkan densitasnya, dimasukkan ke dalam golongan logam berat. Merkuri memiliki sifat-sifat :

1. Kelarutan rendah;

2. Sifat kimia yang stabil terutama di lingkungan sedimen;

3. Mempunyai sifat yang mengikat protein, sehingga mudah terjadi biokonsentrasi pada tubuh organisme air melalui rantai makanan;

(7)

4. Menguap dan mudah mengemisi atau melepaskan uap merkuri beracun walaupun pada suhu ruang;

5. Logam merkuri merupakan satu-satunya unsur logam berbentuk cair pada suhu ruang 25oC;

6. Pada fase padat berwarna abu-abu dan pada fase cair berwarna putih perak; 7. Uap merkuri di atmosfir dapat bertahan selama 3 (tiga) bulan sampai 3 (tiga)

tahun sedangkan bentuk yang melarut dalam air hanya bertahan beberapa minggu.

http://smk3ae.wordpress.com/2008/06/24/merkuri-hg-logam-cair-toksik-mematikan/

1.4 manfaat merkuri

Manfaat dari merkuri atau raksa adalah untuk penambangan emas, yaitu pada saat

pengolahan bijih emas. Pengolahan biji emas primer dilakukan dengan cara pemecahan, penggilingan, konsentrasi dan ekstraksi. Pemecahan dilakukan dengan alat jaw crusher  sedangkan penggilingan dengan rod mill. Hasil penggilingan kemudian dipisah untuk  mendapatkan konsentrat emas dengan alat konsentrasi seperti jig, meja goyang, sluice box dan dulang. Untuk mengambil emas (Au) dari konsentrat dilakukan dengan metoda flovasi yaitu pemisahan berdasarkan perbedaan affinitas, bergabungnya biji dengan air  dan udara dengan penambahan unsur-unsur pembantu.

(8)

1.5 proses akumulasi merkuri

Merkuri yang terdapat dalam limbah atau waste di perairan umum diubah oleh aktifitas mikro-organisme menjadi komponen metil-merkuri (Me-Hg) yang memiliki sifat racun (toksik ) dan daya ikat yang kuat disamping kelarutannya yang tinggi terutama dalam tubuh hewan air. Hal tersebut mengakibatkan merkuri terakumulasi baik melalui proses bioakumulasi maupun biomagnifikasi yaitu melalui rantai makanan (food chain) dalam jaringan tubuh hewan-hewan air, sehingga kadar merkuri dapat mencapai level yang berbahaya baik bagi kehidupan hewan air maupun kesehatan manusia yang makan hasil tangkap hewan-hewan air tersebut. Terjadinya proses akumulasi merkuri di dalam tubuh hewan air, karena kecepatan pengambilan merkuri (up take rate) oleh organisme air lebih cepat dibandingkan dengan proses ekresi, yaitu karena metil-merkuri memiliki paruh waktu sampai beberapa ratus hari di tubuh hewan air, sehingga zat ini menjadi terakumulasi dan konsentrasinya beribu kali lipat lebih besar dibanding air disekitarnya.

Bioakumulasi adalah peningkatan konsentrasi suatu zat sepanjang rantai makanan. Berikut ini adalah gambaran bagaimana perjalanan metil-merkuri dari air  hingga masuk ke dalam tubuh manusia dan binatang :

1. Metil-merkuri di dalam air dan sedimen dimakan oleh bakteri, binatang kecil dan tumbuhan kecil yang dikenal sebagai plankton;

2. Ikan kecil dan sedang kemudian memakan bakteri dan plankton tersebut dalam jumlah yang sangat besar sepanjang waktu;

3. Ikan besar kemudian memakan ikan kecil tersebut, dan terjadilah akumulasi metil-merkuri di dalam jaringan. Ikan yang lebih tua dan besar mempunyai

(9)

potensi yang lebih besar untuk terjadinya akumulasi kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuhnya;

4. Ikan tersebut kemudian ditangkap dan dimakan oleh manusia dan binatang, menyebabkan metil-merkuri berakumulasi di dalam jaringannya.

Ikan dapat mengabsorbsi metil-merkuri melalui makanannya dan langsung dari air dengan melewati insang. Oleh karena merkuri terikat dengan protein di seluruh jaringan ikan, termasuk otot, maka tidak ada metoda pemasakan atau pencucian ikan untuk mengurangi kadar merkuri di dalamnya.

http://smk3ae.wordpress.com/2008/06/24/merkuri-hg-logam-cair-toksik-mematikan/

1.6 dampak merkuri

Pengaruh dari toksisitas merkuri terhadap tubuh antara lain : kerusakan syaraf, termasuk menjadi pemarah, paralisys, kebutaan atau ganguan jiwa, kerusakan kromosom dan cacat bayi dalam kandungan. gejala-gejala ringan akibat keracuna merkuri adalah depresi dan suka marah-marah yang merupakan sifat dari penyakit kejiwaan, sakit kepala, sukar menelan, penglihatan menjadi kabur, daya dengan menurun, merasa tebal di bagian kaki dan tangannya, mulut terasa tersumbat oleh logam, gusi membengkak dan disertai diare, lemah badan, dan cacat pada janin manusia.

Merkuri dengan konsentrasi tinggi kadang kala di dapatkan di perairan dan jaringan ikan yang berasal dari pembentukan ion monoetil merkuri yang larut, CH3Hg+

dan (CH3)2 Hg, oleh bakteri anaerobik di dalam sedimen, merkuri dari senyawa-senyawa

(10)

Sebagai hasil dari kuatnya interaksi antara merkuri dan komponen tanah lainnya, penggantian bentuk merkuri dari satu bentuk ke bentuk lainnya selain gas biasanya sangat lambat. Proses methylisasi merkuri biasanya terjadi di alam di bawah kondisi terbatas, membentuk satu dari sekian banyak elemen berbahaya, karena dalam bentuk ini merkuri sangat mudah terakumulasi pada rantai makanan. Karena berbahaya, penggunaan fungisida alkylmerkuri dalam pembenihan tidak diizinkan di banyak negara.

http://smk3ae.wordpress.com/2008/06/24/merkuri-hg-logam-cair-toksik-mematikan/

Manifestasi klinis awal intoksikasi mercuri didapatkan gangguan tidur, perubahan mood (perasaan) yang dikenal sebagai "erethism", kesemutan mulai dari daerah sekitar  mulut hingga jari dan tangan, pengurangan pendengaran atau penglihatan dan

pengurangan daya ingat.

Pada intoksikasi berat penderita menunjukkan gejala klinis tremor, gangguan koordinasi, gangguan keseimbangan, jalan sempoyongan (Ataxia ) yang menyebabkan orang takut berjalan. Hal ini diakibatkan terjadi kerusakan pada jaringan otak keci Pemaparan dalam waktu singkat pada kadar merkuri yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru, muntah-muntah, peningkatan tekanan darah atau denyut jantung,

kerusakan kulit, dan iritasi mata.

Kadar yang berbahaya dalam darah adalah melebihi 200 nmol/ L, dalam urine melebihi 500 nmol/L, umumnya inorganik mercuri ini merupakan limbah dari perusahaan/pabrik  produksi misalnya: kertas, kloralkali yang terbuang kesungai/danau/ laut yang bereaksi dengan methylat menjadi organicmercuri (metil merkuri).

(11)

Sumber : Kompas Cyber Media - 29 Juli 2004http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1091588411,67718,

1.7 prosedur penanggulangan merkuri

Prosedur penanggulangan pencemaran merkuri di Sungai Pawan yang dilakukan adalah:

 Pembangunan tanggul sementara,

 Penempatan tanggul permanent,

 Penggalian dasar laut, Setelah tanggul terpasang,.

 Pembangunan IPAL pengolahan lumpur lapisan atas. Air laut di dalam bendungan lumpur 

 pengisian bendungan dengan Lumpur 

 penutupan Lumpur dengan tanah urug yang bersih

 penyelesaian pekerjaan

(12)

METODE PENULISAN

Penelitian ini bersifat deskriftif, data-data ini diperoleh dari sumber data berupa buku-buku, sumberdata dari internet,dan juga literature-literatur yang relevan yang berhubungan dengan masalah penelitian tersebut.

(13)

BAB IV PEMBAHASAN

Dari telaah pustaka mengenai pencemaran air sungai. Yang di sebabkan limbah merkuri akan berakibat buruk bagi ekosistem yang ada di sekitar sungai.Hal ini terbukti dikarenakan adanya penambangan emas yang tidak 

mengikui aturan yang berlaku sehingga di perlukan adanya upaya untuk mencegah nya antara lain :

1. prosedur penanggulangan merkuri

• Prosedur penanggulangan pencemaran merkuri di Sungai Pawan yang

dilakukan adalah:

• Pembangunan tanggul sementara, Pekerjaan pembangunan diawali dengan

membuat tanggul pembatas sementara yang dibangun di batas pasang surut terjauh dari daratan untuk membantu proses sedimentasi lumpur agar dapat mengendap di dasar bendungan dan tidak teraduk oleh ombak di laut lepas

• Persiapan substrat dasar laut, Kemudian dilakukan penguatan dasar laut

dengan meletakkan pasir untuk mencegah bercampurnya air laut dengan lumpur di dasar laut hingga ketebalan pasir 0,5 – 1,5 meter 

• Penempatan tanggul permanent, Selanjutnya pipa baja lapis ganda

ditanamkan di dasar laut sebagai tanggul permanen sebagai pembatas lokasi landfill. Digunakan pipa baja berdiameter 29,5 meter dan 22,9 meter yang berisi batu dan kerikil ke dalam pipa sebagai material pengisi.

(14)

• Penggalian dasar laut, Setelah tanggul terpasang, maka lokasi landfill dapat

menampung lumpur hingga ketinggian 10-20 meter. Ketinggian maksimal lumpur yang dibuang ke perairan di dalam tanggul harus berada pada kedalaman 50 cm di bawah permukaan air laut, karena merkuri anorganik  dalam lumpur dapat membentuk metil merkuri jika terpapar dengan udara dan matahari.

• Pembangunan IPAL pengolahan lumpur lapisan atas. Air laut di dalam

bendungan lumpur kemudian dialirkan ke unit pengolah air limbah dimana dilakukan pemisahan air dengan lumpur melalui proses sedimentasi dan penyaringan. Kualitas air setelah pengolahan diperiksa, jika kualitasnya sudah memenuhi baku mutu di alirkan kembali ke oprasi

• Pengolahan air permukaan, Sebagian besar merkuri di Teluk Minamata adalah

merkuri sulfat yang menempel pada partikel lumpur, sehingga merkuri dapat dihilangkan dengan memisahkan partikel lumpur. Kriteria pemantauan fasilitas IPAL untuk air yang sudah diolah adalah 40 mg/L untuk kekeruhan dan 0,005 mg/l untuk kandungan merkuri total

• pengisian bendungan dengan Lumpur 

• penutupan Lumpur dengan tanah urug yang bersih • penyelesaian pekerjaan

Tanggul SUNGAI yang dibangun harus memenuhi persyaratan lingkungan yaitu : 1. Dapat mencegah kebocoran atau rembesan merkuri ke laut bebas 2. mengurangi gangguan yang menyebabkan teraduknya sediman dasar laut

(15)

4. mempertahankan stabilisasi tanggul untuk menahan gangguan tekanan air dari daratan, ombak, dan gempa bumi

5. masa pembangunan yang cukup singkat

(16)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A.KESIMPULAN

Dari karya tulis ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Merkuri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ekosistem yang ada di sekitar sungai. Serta dapat kita simpulkan bahwa perlunya upaya untuk mencegah meningkatnya pencemaran merkuri di Sungai Pawan.

B. SARAN

Melihat dari karya tulis ini, tim Penulis menyarankan agar masyarakat dan pemerintah memandang serius masalah meningkatnya Pencemaran merkuri dan berupaya untuk mencegah atau meminimalkan peningkatan pencemaran merkuri di Sungai Pawan. Dengan cara pembuatan tanggul untuk mengatasi pencemaran tersebut agar masyarakat yang memanfaatkan Air Sungai Pawan tidak 

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah sebagai informasi bagi para pelaku budidaya perikanan mengenai bahaya toksisitas merkuri dalam perairan bagi organisme

Pada penelitian ini, organisme yang digunakan sebagai agen penye- rap merkuri pada limbah pengolahan emas adalah cacing tanah (Lumbricus sp.) dengan pertimbangan

Berdasarkan hasil analisis sedimen di perairan Teluk Kao yang didapat berupa lumpur berpasir mendapatkan nilai kandungan merkuri (Hg) sungai Kobok dan Taolas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioakumulasi dari logam berat merkuri (Hg) pada kerang hijau, sedimen, dan air pada budidaya kerang hijau di perairan

Keberadaan logam berat Timbal (Pb), Merkuri (Hg) dan Arsen (As) yang menumpuk pada air dan sedimen akan masuk ke dalam kehidupan organisme di dalamnya, logam berat

Limbah sehingga sisa dari kegiatan penambangan emas yang mengandung merkuri. (Hg) dibuang ke sungai tanpa mengalami

Kadar ini akan meningkat bila limbah yang banyak mengandung unsur logam berat masuk ke dalam lingkungan perairan, sehingga akan terjadi racun bagi organisme perairan (Hutagalung

Keberadaan logam berat Timbal (Pb), Merkuri (Hg) dan Arsen (As) yang menumpuk pada air dan sedimen akan masuk ke dalam kehidupan organisme di dalamnya, logam berat