• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS MAHASISWA CALON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS MAHASISWA CALON"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

431

Kurniati, L., I. Aida, N. Gunawan, S. dan widjaja, T. 2012. Pembuatan Mocaf (Modified Cassava Flour) Dengan

Proses Fermentasi Menggunakan

Lactobacillus plantarum, Saccharomyces sereviseae, dan Rhizopus oryzae. JURNAL TEKNIK POMITS1(1): 1-6

Kusmiati. 2002. Aktifitas Bakteriosin dari Leuconostoc mesenteroides Pbacl pada Berbagai Media. Universitas Indonesia. Jawa Barat : Depok.

Meyer, L.H. 1982. Food Chemistry. The AVI Publ. Co. Inc., Westport, Connecticut. Sasongko, P. (2009). Detoksifikasi Umbi

Gadung (dioscorea hispida dennst)

melalui Proses Fermentasi

Menggunakan Kapang Mucor sp. 205-215.

Subagio, A. 2007. industrialisasi Modified Cassava Flour (mocaf) sebagai Bahan Baku Industri Pangan untuk menunjang Diversivikasi Pangan Pokok Nasional. Jember : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember.

Sudarmadji, S., Bambang H., dan Suhardi. (2007). Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta: Liberty.

Suliantari dan Rahayu P.W. 1990. Teknologi Fermentasi Biji dan Umbi-Umbian. PAU Pangan dan Gizi IPB. Bogor Svasty, M.R. 1999. Characterization of a

Novel Ratenoidβ-glukosidaseEnzyme and its Natural Substrat. Chulabhorn Research Institute. Bangkok. Thailand

pembuatan Mocaf (Modified Cassava

Flour) Dengan Menggunakan

Lactobacillus plantarum, terhadap Kandungan Protein.JURNAL TEKNIK POMITS3(2),ISSN : 2337-3539. Tarigan, Jeneng. 1988. Pengantar

Mikrobiologi. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi. Winarno, F.G. 2000. Kimia Pangan dan Gizi,

Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Winarno, F. G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi

Edisi Terbaru. Embrio Biotekindo. Bogor.

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS MAHASISWA CALON

Yubali Ani1)

1Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan (penulis 1)

email: [email protected] Meri Fuji Siahaan2)

2Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan (penulis 2)

email: [email protected] Musa Sinar Tarigan3)

3Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan (penulis3)

email: [email protected] Abstract

The purpose of this study is to describe the strategy of improving the quality of prospective teachers. The population of this study are third semester students of Faculty of Education - Universitas Pelita Harapan. A purposive sampling was taken from six study programs in Universitas Pelita Harapan. The techniques used were questionnaires and written interviews. The qualitative data analyzed descriptively using a descriptive statistical technique. The results of this study illustrate the quality of prospective teachers from the five study programs for the KKG had a good score or 4.23, the KKSG had a good score or 4.11, and the KKMG had a good score or 3.97. Achievement of the quality of prospective teachers is obtained through the strategy used by students during the teaching and learning, such as spiritual activities that support the achievement of the KKG category; lecture activities and campus organization activities that support the achievement of KKSG category; and activities conducted on campus or off campus such as teaching that support the achievement of KKMG category. Achievement of the results of this study is expected to be applied by educational the institutions that educate prospective teachers during this study period, so that it can provide a better impact for the quality of education in Indonesia.

Keywords: Teacher educational strategy, quality of prospective teachers, teacher, competences.

1. PENDAHULUAN

“Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.” Kalimat tersebut tidak mengatakan bahwa murid, ketika ia sudah dididik sepenuhnya, akan menjadi seperti kurikulumnya. Tidak. Tetapi murid bila dididik sepenuhnya, akan menjadi serupa seperti gurunya. Guru adalah teladan dan mentor bagi murid-murid, karena guru tidak hanya mengajarkan dan mempelajari keahlian berhitung atau sastra. Namun, pendidikan adalah tentang membentuk kehidupan sesuai tentang citra guru tersebut. Pemberian teladan adalah sarana pendidikan yang digunakan oleh guru.

Guru memberikan teladan baik dari perkataan, sikap, perbuatan dan integritas hidupnya. Pemberian teladan baik berupa perilaku ataupun keahlian yang diharapkan dapat diikuti atau ditiru oleh para murid. Guru memberikan teladan perilaku, sikap dan gaya hidup tidak hanya di dalam kelas, tetapi di kehidupan sehari-hari mereka.

Membangun generasi yang unggul adalah salah satu tugas guru. Generasi yang unggul adalah generasi yang memiliki karakter yang benar dan sehat. Hal tersebut tidaklah lepas dari peran guru yang berinteraksi setiap hari di sekolah saat kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu seorang guru haruslah memiliki kualitas yang benar dan baik. Karena guru adalah sosok

(2)

432

yang menjadi panutan bagi para murid di dalam kelas, baik melalui perkataan, sikap/ tingkah laku dan perbuatan. Sesuai dengan UU Guru dan Dosen, guru tidak hanya memperhatikan peningkatan murid secara kognitif saja. Melainkan guru juga mendidik murid untuk menjadi manusia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradab. Oleh karena itu, mahasiswa calon guru perlu memperhatikan kualitas/kemampuan yang dimiliki sesuai dengan UU Guru dan Dosen.

Menurut Kemendikbud, didapati kenyataan kualitas guru yang belum meningkat tajam, antara lain kurangnya integritas dan karakter guru yang terintegrasi dan efektif (Unesa, 2016). Tidak hanya sampai disitu, peningkatan kualitas mahasiswa calon guru juga seharusnya dimulai dari perekrutan. Proses perekrutan yang menggunakan standar perekrutan calon mahasiswa pada umumnya, sedangkan untuk

mahasiswa calon guru seharusnya

menggunakan persyaratan khusus seperti kemampuan mengajar atau menghadapi murid dan seleksi dengan standar khusus (Kompas, 2016).

Berdasarkan fakta yang ditemui, Kemendikbud terus merancang strategi membenahi kualitas guru yang belum meningkat secara signifikan. Strategi yang dilakukan antara lain meningatkan kualitas dan profesionalitas sejak mahasiswa. Sugiaryo (Tempo, 2014), mengemukakan salah satu strategi peningkatan kualitas dan profesionalisme guru adalah komitmen dalam meningkatkan kualitas/kompetensi diri dari mahasiswa calon guru tersebut. Melalui penelitian ini, peneliti ingin melihat bagaimana strategi peningkatan kualitas mahasiswa Kristen calon guru dan kualitas yang seperti apa harus dicapai oleh mahasiswa Kristen calon guru.

2. KAJIAN LITERATUR

Pengembangan profesi guru adalah proses memperlengkapi secara terus menerus

dan reflektif yang dilakukan oleh para pendidik demi memampukan mereka menjadi lebih setia dan efektif dalam mengajar dan belajar. Hal ini termasuk menyadari landasan filosofi, keselarasan dengan visi institusi, kerja sama semua unsur, pemeliharaan serta pembaharuan pengetahuan dan kompetensi (Edlin, 2015).

Menurut Hill, guru yang mengajari, melatih dan membimbing murid harus berusaha mengerti anggapan dasar mereka, tugas dan fungsi perkembangan, pengetahuan, emosi atau perasaan, serta hak-hak mereka. Untuk dapat memperlengakpi murid menimba pengetahuan, guru harus terus menerus meningkatkan kemampuan relasi dan komunikasi dengan mereka. Guru harus bertumbuh dalam aspek-aspek profesinya, antara lain menguasai bidang studinya dan mengerti bagaimana mengelola aktivitas belajar efektif (Sidjabat, 2011).

Dalam hal ini guru dapat dikatakan sebagai jembatan serta agen yang membawa setiap murid berdialog dengan dunianya. Di mana guru membawa konsep (teori) pembelajaran ke dalam praktiknya. Sehubungan dengan faktor guru yang begitu menentukan di dalam kegiatan belajar dan mengajar, guru harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

2.1 Kualitas Guru

Keutamaan dan kebijaksanaan hidup itu harus dimiliki guru, bahkan dikembangkan apabila ingin sukses berperan sebagai pendidik. Berbagai aspek keutamaan, antara lain: ketepatan, stabilitas, kesopanan dalam menegur, mawas diri, kesabaran, kesederhanaan, penghargaan atas profesi, prasangka baik, kemampuan mengontrol komptensi, pemikiran ke depan, humor yang sehat, ketenangan, kemampuan melaksanakan tugas dan membuat persiapan yang baik, serta semangat iman (Sidjabat, 2011).

Guru dapat mengembangkan falsafahnya dengan belajar tentang keguruan, membaca, menulis dan berinteraksi dengan

(3)

433

orang lain, belajar dari pengalaman pribadi, diskusi, bereksperimen dan mengadakan inovasi. Kesuksesan itu terletak pada kemauan guru secara pribadi untuk berkembang.

Menurut Combs, guru yang berbobot adalah mereka yang memiliki konsep diri yang baik, tepat dan relevan bagi tugas keguruan. Oleh karena itu guru harus bertumbuh di dalam aspek kepribadiannya (Sidjabat, 2011). Guru adalah makhluk yang paling ideal karena memiliki kemampuan unggul dalam aspek pikiran dan memiliki keluhuran budi dalam aspek hati. Keduanya bersinergi menjadi kepribadian ideal seorang guru (Barnawi dan Arifin, 2012).

Berdasarkan ketetapan Undang – undang Guru dan Dosen, yang mengemukakan bahwa “Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional” (Bab IV, pasal 8).

Berkaitan dengan aspek kompetensi guru, ada beberapa dimensi yang harus berkembang. “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi” (Bab IV, pasal 10).

Jika melihat UU Guru dan Dosen sangat jelas dapat dilihat tugas guru begitu besar, “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah” (Bab 1, pasal 1, ayat 1) (Sidjabat, 2011). Perhatikan kata – kata yang digunakan dalam menjelaskan tugas guru, yaitu: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Seorang guru harus profesional, oleh karena itu ada syarat yang harus dipenuhi, antara lain: a) memiliki bakat sebagai guru, b) memiliki keahlian sebagai guru, c)

memiliki kepribadian yang baik dan terintegrasi, d) memiliki mental yang kuat, e) berbadan sehat, f) memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas, g) guru adalah manusia berjiwa Pancasila, dan i) sebagai seorang warga negara yang baik (Hamalik, O., 2016).

Indikator kualitas guru yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah:

1) kualitas kemampuan guru (KKG), kualitas

kepribadian guru dalam perspektif iman Kristen antara lain: a) bertumbuh di dalam Tuhan, b) dalam bimbingan Tuhan, c) konsep diri positif.

2) kualitas kemampuan sosial guru (KKSG):

sebagai guru Kristen harus memiliki konsep diri sehat dan positif antara lain: a) kemampuan memainkan peran dan fungsi sosial, b) menyerahkan anggota tubuh kepada Allah, c) membangun relasi yang baik dengan siapapun, d) terbuka dan membuka diri.

3) kualitas kemampuan mengajar guru

(KKMG): guru harus memiliki kemampuan mengajar atau yang disebut kemampuan pedagogis antara lain: a) pemahaman terhadap murid, b) kemampuan pedagogis, c) kemampuan memaksimalkan pengajaran, d) mengemukakan melalui kesanggupan, e) memotivasi murid.

(Sidjabat, 2011).

2.2 Strategi Peningkatan

Strategi peningkatan kualitas guru adalah usaha sistematis untuk mendatangkan perubahan pada praktik mengajar yang dilakukan para guru, dalam hal sikap dan kepercayaan mereka, dalam hasil pembelajaran mereka (Edlin, 2015).

Mengakui komitmen iman atau kepercayaan yang adalah bagian dari kegiatan pengajaran memberikan katalis yang dibutuhkan dalam membentuk program-program pengembangan yang akan dihargai oleh para guru dan yang akan membawa kepada perubahan praktik, prosedur dan hasil di kelas. Dengan kata lain kegiatan-kegiatan pengembangan profesi yang meningkatkan kualitas guru selalu dikaitkan dengan tujuan

(4)

434

inti sekolah, dan dengan kepercayaan paling dalam yang dipegang oleh guru.

3. METODE KEGIATAN 3.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi dalam sebuah kancah, lapangan atau wilayah tertentu (Sukardi, 2008). Data yang terkumpul diklasifikasikan atau dikelompok – kelompokkan menurut jenis, sifat atau kondisinya. Sesudah datanya lengkap, kemudian dibuat kesimpulan.

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan melakukan survey. Sebelum melakukan survey, terlebih dahulu akan dilakukan kajian teori atas metode baru yang akan dikembangkan.

Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah Observasi saat, dimana subjek penelitian tidaklah sama. Dengan waktu yang bersamaan, peneliti mengadakan pencatatan tentang strategi peningkatan kualitas mahasiswa calon guru.

3.2 Subjek dan Tempat Penelitian

Subjek penelitian ini adalah mahasiswa calon guru dari beberapa program studi di

Univeritas Pelita Harapan. Waktu

pelaksanaan tahun ajaran 2017-2018 semester Ganjil.

3.3 Pengumpulan Data dan Instrumen

Sumber data atau yang disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan – pertanyaan peneliti, baik secara tertulis maupun lisan. Data yang dikumpulkan berasal dari 103 mahasiswa program studi yang ada di Universitas Pelita Harapan atau juga disebut sebagai populasi. Data diteliti, hasilnya dianalisis, disimpulkan dan kesimpulan itu berlaku untuk seluruh populasi.

Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner dan wawancara yang sesuai dengan indikator kualitas guru dan strategi peningkatan kualitas mahasiswa calon guru.

3.4 Analisis Data

Data yang dikumpulkan baik melalui observasi dengan kuisioner, dan wawancara akan dianalisis secara deskriptif dan menggunakan teknik statistik sederhana. Kesimpulan yang dibuat menjawab setiap indikator untuk mengetahui strategi peningkatan kualitas mahasiswa calon guru pada Universitas Pelita Harapan.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil yang diperoleh dari data yang dianalisis terdapat kualitas mahasiswa calon guru dan strategi yang digunakan dalam peningkatan kualitas mahasiswa calon guru di Universitas Pelita Harapan.

4.1 Kualitas guru

Tabel 4.1.1 Rekap data KKG mahasiswa 2016 UPH

Prodi I-1 KKG I-2 I-3

PGSD 4.28 (B) 3.91 (B) (SB) 4.36 Pend. Biologi (SB) 4.31 4.12 (B) 4.24 (B) Pend. Matematika 4.16 (B) (SB) 4.92 4.25 (B) Pend. Ekonomi 4.13 (B) 3.92 (B) 4.14 (B) Pend. Agama Kristen 4.24 (B) 4.24 (B) 4.31(B) Skor total perindikator 4.22(B) 4.22(B) 4.26(B) Skor total kompetensi 4.23 (Baik)

Berdasarkan tabel 4.1.1 menunjukkan untuk kualitas kepribadian guru (KKG) mencapai skor 4.23 kategori baik dari kelima program studi yang ada di Universitas Pelita Harapan. Adapun indikator dari KKG antara lain: 1) indikator bertumbuh di dalam Kristus mencapai skor total 4.22 kategori baik, mahasiswa bertumbuh di dalam keyakinan akan iman kepada Kristus; 2) indikator hidup dalam bimbingan Roh Tuhan mencapai skor total 4.22 kategori baik, mahasiswa bergantung dalam segala hal kepada Tuhan yang diyakini oleh imannya yaitu Kristus; 3) indikator konsep diri positif mencapai skor total 4.26 kategori baik, mahasiswa mengenal

(5)

435

diri sendiri, membangun relasi dan komunikasi dengan baik, mampu mengerjakan tugas tepat waktu, dan berusaha mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Tabel 4.1.2 Rekap data KKSG mahasiswa 2016 UPH

Prodi I-1 I-2 KKSG I-3 I- 4 PGSD 3.98 (B) 3.94 (B) (SB) 4.39 4.14 (B) Pend. Biologi (SB) 4.35 (B) 3.9 4.26 (B) 4.08 (B) Pend. Matematika (SB) 4.63 (B) 3.8 4.12 (B) 3.95 (B) Pend. Ekonomi 4.62 (SB) 3.78 (B) 4 (B) 3.98 (B) Pend. Agama Kristen 4.08 (B) 3.87 (B) (SB) 4.38 4.06 (B) Skor total perindikator (SB) 4.33 3.85 (B) 4.23 (B) 4.02 (B) Skor total kompetensi 4.11 (Baik)

Berdasarkan tabel 4.1.2 kualitas kemampuan sosial guru (KKSG) mencapai skor 4.11 kategori baik untuk kelima program studi dari Universitas Pelita Harapan. Adapun indikator dari KKSG antara lain: 1) indikator kemampuan memainkan peran dan fungsi sosial mencapai skor total 4.33 kategori sangat baik. Latar belakang keluarga mempengaruhi cara mahasiswa beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan baru, dan cara mereka mengambil keputusan selama menempuh pendidikan di Universitas Pelita Harapan; 2) indikator menyerahkan anggota tubuh kepada Allah mencapai skor total 3.85 kategori baik, di dalam pertumbuhan kehidupan sosial mahasiswa terus belajar untuk hidup benar. Hal ini ditunjukkan melalui setiap perkataan, perbuatan dan sikap hidup yang terus berubah dari manusia lama menjadi manusia baru, salah satu contoh konsistensi antara perkataan dan sikap; 3) indikator membangun relasi yang baik dengan siapapun mencapai skor total 4.23 kategori baik. Mahasiswa mampu memandang orang lain sebagai ciptaan Tuhan yang berharga dan istimewa, menerima orang lain dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, dan menggunakan kata-kata membangun saat

berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari; 4) indikator terbuka dan membuka diri mencapai skor total 4.04 kategori baik, mahasiswa terbuka terhadap hal baru yang membangun sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, membagikan ide kepada orang lain, menganalisis ide baru sebelum menerimanya, dan terbuka akan saran dan kritik.

Tabel 4.1.3 Rekap data KKMG mahasiswa 2016 UPH

Prodi I-1 I-2 KKMG I-3 I-4 I-5 PGSD 4.06 (B) (B) 4.2 4.12 (B) 3.97 (B) (B) 4.2 Pend. Biologi 3.98 (B) 4.03 (B) 3.99 (B) 3.98 (B) 3.98 (B) Pend. Matematika 3.96 (B) 3.97 (B) 4.05 (B) (B) 4 4.19 (B) Pend. Ekonomi 3.85 (B) 3.86 (B) 3.82 (B) 3.8 (B) 3.94 (B) Pend. Agama Kristen 3.95 (B) (B) 4 3.83 (B) 3.77 (B) 3.78 (B) Skor total perindikator 3.96 (B) 4.01 (B) 3.96 (B) 3.90 (B) 4.01 (B) Skor total kompetensi 3.97 (Baik)

Berdasarkan tabel 4.1.3 kualitas kemampuan mengajar guru (KKMG) mencapai skor 3.97 kategori baik untuk kelima program studi dari Universitas Pelita Harapan. Adapun indikator dari KKMG antara lain: 1) indikator pemahaman terhadap murid secara mendalam mencapai skor total 3.96 kategori baik. Mahasiswa mengetahui tahapan perkembangan murid (kognitif, sosial, emosi, dan motorik) sesuai dengan perkembangannya, mengetahui pengetahuan awal murid sehingga dapat mengelola kegiatan belajar dengan efektif; 2) indikator kemampuan pedagogis mencapai skor total 4.01 kategori baik. Kemampuan pedagogis mahasiswa dikembangkan selama menempuh pendidikan di kampus. Mahasiswa mampu memahami landasan/hakikat dan tujuan pendidikan, memahami teori belajar dan

pembelajaran, mengetahui kemampuan

majemuk dan gaya belajar murid, merancang pembelajaran yang efektif dan benar sesuai dengan karakteristik dan perilaku siswa di lapangan, serta melaksanakan dan

(6)

436

menilainya; 3) indikator kemampuan melaksanakan pengajaran mencapai skor total 3.96 kategori baik. Mahasiswa mampu menyelenggarakan pembelajaran yang menciptakan suasana nyaman dan kondusif bagi murid, menggunakan media pembelajaran yang membantu murid mengerti akan materi yang diajarkan, membimbing murid berpikir kritis dan kreatif; 4) indikator mengemukakan melalui kesanggupan mencapai skor total 3.90 kategori baik. Mahasiswa mampu merancang penilaian sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, merancang dan melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar, menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk memperbaiki kualitas pembelajaran selanjutnya; 5) indikator memotivasi murid mencapai skor total 4.01 kategori baik. Mahasiswa mampu mendukung murid dalam meningkatkan potensi akademik, mampu memfasilitasi murid dalam meningkatkan potensi non akademiknya, dan mampu memberi semangat kepada murid dalam belajar.

4.2 Strategi peningkatan

Tabel 4.2.1 Rekap data strategi peningkatan KKG mahasiswa calon guru 2016 UPH

I-1 a. Devosi b. Chapel c. Care group d. Mentoring I-2 a. Chapel b. Devosi c. Mentoring d. Care group e. Pelajaran di kelas f. Pelajaran Teologi I-3 a.b. Mentoring Care group

c. Seminar

Berdasarkan tabel 4.2.1 strategi peningkatan kualitas mahasiswa Kristen calon guru antara lain: 1) indikator bertumbuh di dalam Tuhan adalah kegiatan yang berhubungan dengan kerohanian yang dilakukan secara rutin (devosi, chapel, care group, dan mentoring). Kegiatan tersebut

membantu mahasiswa untuk bertumbuh di dalam iman yang dianut yaitu iman Kristen; 2) indikator hidup dalam bimbingan Tuhan, mahasiswa mengaplikasikan apa yang sudah diperoleh dengan mengijinkan dirinya bertumbuh dan hidup di dalam iman kepada Tuhan. Mahasiswa menghidupi keyakinannya dengan mempercayakan seluruh kehidupannya kepada Tuhannya; 3) indikator konsep diri positif, terlatih dengan kegiatan care group dan mentoring. Mahasiswa diperlengkapi untuk terus bertumbuh dan memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya.

Tabel 4.2.2 Rekap data strategi peningkatan KKSG mahasiswa calon guru 2016 UPH

I-1

a. Kepanitian dan kegiatan/organisasi b. Student on work (SoW)

c. Perkuliahan (debat dan seminar) d. Care group

e. Gathering I-2

a. Berdoa

b. Merenungkan Firman Tuhan c. Mentaati peraturan

d. Membaca, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan I-3

a. 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)

b. Bersosialisasi dengan sesama c. Kepanitiaan/organisasi I-4 -

Berdasarkan tabel 4.2.2 strategi peningkatan kualitas mahasiswa Kristen calon guru antara lain: 1) indikator kemampuan memainkan fungsi dan peran sosial diperoleh dengan aktif mengikuti kegiatan organisasi kampus, jam kerja wajib (SoW), care group dan gathering. Mahasiswa beradaptasi dengan mahasiswa lain yang beraneka ragam budaya; 2) indikator menyerahkan anggota tubuh kepada Allah dilakukan dengan mengaplikasikan apa yang diajarkan dalam kerohanian. Mahasiswa memiliki jam doa dan waktu untuk membaca Firman Tuhan atau yang biasa disebut saat teduh; 3) indikator membangun relasi yang baik dengan siapapun dilakukan dengan mempraktekkan 5S dalam keseharian hidup di kampus dengan setiap orang, mahasiswa

(7)

437

mengikuti kegiatan organisasi kampus, dan bersosialisasi dengan setiap orang yang ada di lingkungan sekitar mereka; 4) indikator terbuka dan membuka diri, untuk indikator ini tidak ada hal spesifik yang dilakukan oleh mahasiswa. Indikator ini secara tidak langsung teraplikasi dengan indikator yang lainnya.

Tabel 4.2.3 Rekap data strategi peningkatan KKMG mahasiswa calon guru 2016 UPH

I-1 a.b. Pelajaran perkuliahan Membaca buku c. Mikro teaching

I-2

a. Membuat alat peraga

b. Menggunakan metode pembelajaran c. Mikro teaching

d. Presentasi

e. Proses belajar mengajar f. Role model pengajar g. Video pembelajaran I-3 a. Mencari metode yang tepat

b. Mikro teaching

I-4 a.b. Belajar mandiri melalui buku Student on work (SoW) mengajar c. Mikro teaching

I-5 -

Berdasarkan tabel 4.2.3 strategi peningkatan kualitas mahasiswa Kristen calon guru antara lain: 1) indikator pemahaman terhadap murid secara mendalam diperoleh melalui setiap mata kuliah pendidikan (perkembangan anak, belajar dn pembelajaran, pedagogi, dsb). Mahasiswa juga belajar mengenal murid dengan mikro teaching, dan membaca buku yang berhubungan perkembangan murid; 2) indikator kemampuan pedagogi diperoleh melalui mikro teaching, praktek membuat alat peraga, role model pengajar, presentasi di depan kelas, penggunaan metode pembelajaran yang beraneka ragam; 3) indikator kemampuan melaksanakan pengajaran diperoleh melalui mikro teaching dengan berbagai macam metode yang digunakan di dalam pengajaran mereka; 4) indikator mengemukakan melalui kesanggupan diperoleh ketika mikro teaching di kelas, kegiatan bekerja mengajar, dan belajar juga melalui buku-buku yang digunakan saat kuliah; 5) indikator

memotivasi murid tidak terlalu spesifik dilakukan oleh mahasiswa, dikarenakan mahasiswa belum sepenuhnya memiliki murid sendiri. Mahasiswa belajar memotivasi ketika mereka praktek mengajar saat bekerja mengajar.

5. KESIMPULAN

Tabel 5.1 Rekap data kualitas mahasiswa calon guru 2016 UPH Prodi KKG KKSG KKMG PGSD 4.18 (B) 4.11 (B) 4.11 (B) Pend. Biologi 4.22 (B) 4.14 (B) 3.99 (B) Pend. Matematika (SB) 4.44 4.12 (B) 4.03 (B) Pend. Ekonomi 4.06 (B) 4.09 (B) 3.85 (B) Pend. Agama Kristen 4.26 (B) 4.09 (B) 3.86 (B) Skor total

kompetensi (Baik) 4.23 (Baik) 4.11 (Baik) 3.97

Berdasarkan tabel 5.1 kualitas

mahasiswa Kristen calon guru dari Universitas Pelita Harapan antara lain: 1) indikator KKG mencapai skor total 4.23 kategori baik. Strategi peningkatan untuk indikator ini diperoleh dengan kegiatan kerohanian yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Mahasiswa juga bertumbuh di dalam pengembangan konsep diri yang semakin baik; 2) indikator KKSG mencapai skor total 4,11 kategori baik. Strategi peningkatan untuk kemampuan sosial diperoleh dengan kegiatan perkuliahan,

organisasi kampus, care group, dan student

on work (SoW). Kegiatan ini menunjang kemampuan sosial mahasiswa untuk beradaptasi, membangun relasi dengan lingkungan sekitar, dan berinteraksi yang sesuai dengan norma budaya yang berlaku; 3) indikator KKMG mencapai skor total 3,97 kategori baik. Strategi peningkatan mahasiswa Kristen calon guru diperoleh dengan kegiatan perkuliahan, mikro teaching, kerja mengajar, membuat alat peraga dan merancang pembelajaran yang efektif.

Strategi peningkatan kualitas mahasiswa calon guru sangat membantu mahasiswa

(8)

438

calon guru dalam mengembangkan kompetensi yang harus mereka miliki. Strategi peningkatan ini dilakukan secara berkesinambungan dan terus menerus, sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal.

6. UCAPAN TERIMAKASIH

Terimakasih kepada pada para mahasiswa FIP Universitas Pelita Harapan semester tiga yang sudah bersedia untuk menjadi responden. Terimakasih untuk FIP Universitas yang sudah memberikan ijin untuk melakukan penelitian ini berdasarkan surat tugas no. 0857/TC-FIP-UPH/VII/2017. Terimakasih untuk Menristek Dikti Kopertis Tiga yang sudah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian dosen pemula dengan kontrak no. 203/LPPM-UPH/VI/2017.

7. REFERENSI

[1] Barnawi dan Arifin, Mohammad. 2012.

Etika dan Profesi Kependidikan. Ar-Ruzz Media. Jogjakarta.

[2] Dariyo, Agoes. 2013. Dasar – dasar

Pedagogi Modern. Indeks. Jakarta.

[3] Hamalik, O. 2016. Proses Belajar

Mengajar. Bumi Aksara. Jakarta.

[4] Koesoema, Doni. 2009. Pendidik

Karakter

di Zaman Keblinger: Mengembangkan Visi Guru sebagai Pelaku Perubahan dan Pendidik Karakter. Grasindo. Jakarta.

[5] Rusman. 2011. Model – model

Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Rajagrafindo Persada. Jakarta.

[6] Sidjabat. 2011. Mengajar secara

Profesional. Kalam Kudus. Bandung.

[7] Sugiyono. 2010. Metode Penelitian

Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.

[8] Suharsimi, Arikunto. 2010. Prosedur

Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.

Rineka Cipta. Jakarta.

[9] Sukardi. 2008. Metodologi Penelitian

Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya.

Bumi Aksara. Jakarta.

[10] Suyanto, Bagong dan Sutinah. 2011.

Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Kencana. Jakarta.

[11] Van Brummelen, Harro. 2011. Berjalan

bersama Tuhan di dalam Kelas: Pendekatan Belajar dan Mengajar secara Kristiani. ACSI. Surabaya.

[12]

http://m.tempo.co/read/news/2014/03/05

/079559747/seleksi-guru-diusulkan-sejak-calon-mahasiswa.

Diakses tanggal 9 Juni 2016.

[13]

http://pasca.unesa.ac.id/detail/berita- pendidikan/mahasiswa-calon-guru-diasramakan-dan-ikatan-dinas. Diakses tanggal 9 Juni 2016.

[14]

http://print.kompas.com/baca/2016/01/0

5/Perlu-Ada-Persyaratan-Khusus-untuk-Jadi-Guru.

Gambar

Tabel 4.1.1  Rekap  data KKG mahasiswa 2016  UPH
Tabel 4.1.2 Rekap data KKSG mahasiswa 2016 UPH
Tabel 4.2.1 Rekap data strategi peningkatan KKG  mahasiswa calon guru  2016 UPH  I-1  a
Tabel 5.1 Rekap data kualitas mahasiswa calon guru   2016 UPH  Prodi  KKG  KKSG  KKMG  PGSD  4.18 (B)  4.11 (B)  4.11 (B)  Pend

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasikan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dan

Mesoderm bakal jantung terdapat pada dua daerah terpisah, masing-masing terletak pada kedua sisi tubuh embrio yang merupakan bagian dari mesoderm akan menjadi usus depan

Untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai Rp 125.000.000, maka dapat dilakukan oleh ULP yang memenuhi. maka dapat dilakukan oleh ULP yang memenuhi ketentuan berikut

Dari beberapa studi yang telah dilakukan menyebabkan peneliti untuk berhipotesis bahwa beberapa pasien dengan gangguan kecemasan memiliki fungsi abnormal reseptor GABA

Analisis data pada kelompok intervensi didapatkan bahwa rata-rata tekanan diastolik pasien hipertensi sebelum dilakukan intervensi adalah 94,5 mmHg.. Tekanan darah diastolik

BAB IV HasilPenelitian Dan Pembahasan A. Proses Pembelajaran Di KelasEksperimen ... Proses Pembelajaran Di KelasKontrol... HasilKreativitas Di KelasEksperimen Dan KelasKontrol

Dari beberapa paparan tentang persamaan zakat dan pajak tersebut di atas, maka penulis mengambil hipotesa bahwa secara etimologis zakat adalah juga pajak, karena di

Hasil pemeriksaan histopatologi organ hati mencit jantan dan betina menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol herba selada air dosis 4000 mg/kg bb dapat menyebabkan ketoksikan