• Tidak ada hasil yang ditemukan

Operasional Stasiun Penyiaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Operasional Stasiun Penyiaran"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL PERKULIAHAN

Operasional

Stasiun Penyiaran

Modul Standar untuk

digunakan dalam Perkuliahan

di Universitas Mercu Buana

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Disini diisi Fakultas penerbit Modul

Program

Studi

14

MK10230 ANDI FACHRUDIN, MSI.

Abstract Kompetensi

Petunjuk Penggunaan Template Modul Standar untuk digunakan dalam modul perkuliahan Universitas Mercu Buana

Dosen Penyusun dapat menerapkan dan menggunakan template modul standar untuk modul-modul yang akan dipergunakannya

(2)

Divisi Audit Internal

Organisasi modern dan perusahaan berstandar kompleks semakin menyadari pentingnya fungsi kontrol sebagai fungsi management untuk menjamin bahwa apa yang ditetapkan sebagai tujuan organisasi dapat dicapai dengan semestinya. Pengawasan atau kontrol adalah salah satu fungsi management yang membantu memastikan apakah aktivitas administrasi, keuangan dan operasional perusahaan yang dilakukan para karyawan setiap unit kerja sesuai dengan hasil yang diinginkan manajemen puncak untuk mencapai tujuan.

Pengaturan personil organisasi itulah pada hakekatnya adalah management, dimana salah satu fungsinya yaitu pengawasan yang berupaya mencegah, mengobati dan menghentikan penyimpangan-penyimpangan sebelum terjadi, sedang ataupun yang akan terjadi. Sehingga perusahaan/institusi terhindar dari kerugian yang cukup besar dan menganggu kelancaran operasional. Pengawasan adalah sebagai suatu proses untuk mengetahui pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana sehingga dapat terwujud daya guna, hasil guna, dan tepat guna, untuk mencegah secara dini kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan. Berdasarkan dari sudut subyek yang mengawasi dan bentuknya, pengawasan dapat dibedakan sebagai pengawasan internal dan pengawasan eksternal.

Pengawasan internal yaitu pengawasan yang dilakukan oleh suatu badan atau organ yang secara organisatoris/struktural termasuk dalam lingkungan pemerintahan itu sendiri. Adapun lembaga atau satuan unit kerja yang menjalankan fungsi pengawasan internal seperti :

1. Pengawasan Internal.

- Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Kementerian, dan Badan Pengawasan Daerah.

- Pengawas Internal BUMN atau perusahaan swasta.

2. Pengawasan eksternal dilakukan oleh organ atau lembaga-lembaga yang secara organisatoris/struktural berada di luar pemerintah dalam arti eksekutif. Sedangkan perusahaan swasta membutuhkan pengawas independen untuk melakukan fungsi pengauditan agar transparan.

Mengawasi bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan, akan tetapi suatu pekerjaan yang memerlukan kecakapan, ketelitian, kepandaian, pengalaman bahkan harus disertai dengan kewibawaan. Pengawasan dalam hukum administrasi negara berkaitan erat dengan peranan aparatur pemerintah sebagai penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintah dan pembangunan.

(3)

Tugas umum aparatur pemerintah dan tugas pembangunan hanya dapat dipisahkan, akan tetapi tidak dapat dibedakan satu sama lain. Aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas pemerintahan juga sekaligus melaksanakan tugas pembangunan, demikian juga halnya aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas pembangunan bersamaan juga melaksanakan tugas pemerintahan. Pada hukum administrasi negara, fungsi pengawasan menjadi bagian dari struktur organisasi, dimana penyelenggaraan pengawasan sesuai jenjang struktural yang dapat dilakukan berdasarkan dari segi waktunya:

1. Pengawasan a-priori atau pengawasan preventif yaitu pengawasan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah yang lebih tinggi terhadap keputusan-keputusan dari aparatur yang lebih rendah. Pengawasan dilakukan sebelum dikeluarkannya suatu keputusan atau ketetapan administrasi negara atau peraturan lainnya dengan cara pengesahan terhadap ketetapan atau peraturan tersebut. Apabila ketetapan atau peraturan tersebut belum disahkan maka ketetapan atau peraturan tersebut belum mempunyai kekuatan hukum.

2. Pengawasan a-posteriori atau pengawasan represif yaitu pengawasan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah yang lebih tinggi terhadap keputusan aparatur pemerintah yang lebih rendah. Pengawasan dilakukan setelah dikeluarkannya keputusan atau ketetapan pemerintah atau sudah terjadinya tindakan pemerintah. Tindakan dalam pengawasan represif dapat berakibat pencabutan apabila ketetapan pemerintah tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Dalam keadaan yang mendesak tindakan dapat dilakukan dengan cara menangguhkan ketetapan yang telah dikeluarkan sebelum dilakukan pencabutan.

Pengawasan Internal

Sesungguhnya mencermati pentingnya pengawasan internal dapat dimulai dari setiap individu. Lingkungan kerja membutuhkan pengelolaan management rohaniah yang memiliki unsur pengawasan pada masing-masing diri manusia. Keyakinan agama akan mendorong jiwa manusia untuk memahami keberkahan hidup dalam pengawasan Allah SWT.

Agama mengajarkan bekerja adalah ibadah yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Sedangkan wujud pekerjaan dilakukan sebagai amanah dengan penuh tanggung jawab secara jasmani dan rohaniah. Islam memerintahkan setiap individu untuk menyampaikan amanah yang di embannya, jabatan, pekerjaan merupakan bentuk amanah yang harus dijalankan. Allah SWT berfirman:

(4)

Tidaklah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.1

Ini adalah kontrol yang paling efektif, yang berasal dari dalam diri. Agar manusia menghindari penyimpangan-penyimpangan dan menyadari keyakinan adanya pengawasan yang hakiki dari Allah SWT.

“Dan tiap-tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka”.“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada saat ini sebagai penghisab terhadapmu.” 2

Menunaikan amanah merupakan kewajiban setiap individu, ia harus berhati-hati dan bertaqwa dalam pekerjaannya, selalu mengevaluasi diri sebelum dievaluasi orang lain, dan merasa bahwa Allah SWT selalu mengawasi aktivitasnya. Nabi Muhammad SAW bersabda sesuai Hadits yang diriwayatkan Bukhari Muslim :

Beribadahlah kamu kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya, jika kamu tidak mampu melihatnya, maka sesungguhnya Allah melihat engkau”.

Pengawasan internal dari setiap individu merupakan dasar implementasi pelaksanaan pengawasan sesuai dengan ilmu pengetahuan dan kejiwaannya pada kehidupan sehari-hari. Manusia yang beriman harus menyakini, bahwa seluruh kehidupannya dibawah pengawasan Allah SWT. Jika pengendalian dirinya selalu dihayati secara konsisten, maka akan menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan sebagai karyawan yang mencari keberkahan. Demikian pentingnya peran pengawasan dalam kehidupan manusia sesuai tuntunan hidup pada Al Quran, sehingga penulis sajikan pada bab yang terakhir ini.

1]

Departemen Agama Republik Indonesia. 1990. Kitab SuciAl Qur’an dan Terjemahannya. Q.s. Al-Mujadalah

Ayat 7. Semarang: Toha Putra.

(5)

Proses berlangsungnya kegiatan manajemen perusahaan, membutuhkan pengawasan sebagai pembinaan. Pembinaan ditujukan untuk menjamin kepastian hukum dan kepastian bisnis bukan tidakpastian. Pada pembahasan tentang pengawasan internal dan selanjutnya akan digunakan istilah audit, auditor dan auditee.

Audit adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang yang mampu dan independen/bebas untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti dari keterangan-keterangan yang terukur dari suatu kesatuan ekonomi, dengan tujuan mempertimbangkan dan melaporkan tingkat kesesuaian dari keterangan-keterangan terukur tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Auditor adalah seseorang yang menyatakan pendapat atas kewajaran dalam semua hal yang material, posisi keuangan hasil usaha dan arus kas yang sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia. Auditee adalah organisasi yang sedang diaudit. Dalam hal ini organisasi dikaitkan dengan sekelompok orang dan fasilitas. Karena itu semua orang yang berinteraksi dengan auditor disebut sebagai auditees.

Ditinjau dari sudut profesi akuntan publik, auditor adalah pemeriksaan (examination)

secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi lain dengan tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut.

Penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa langkah awal pelaksanaan pengawasan internal adalah adanya susunan organisasi atau pembentukan Struktur Organisasi yang memenuhi ketentuan fungsi management. Pengawasan internal akan dapat dilaksanakan dengan efektif jika telah disusun struktur organisasi yang jelas mengenai fungsi dan tanggung jawab masing-masing bagian pada susunan organisasi. Struktur organisasi juga menggambarkan hirarki dalam organisasi dan garis pertanggung jawaban serta rentang kendali yang jelas.

Profesi auditor eksternal disewa oleh otoritas pemerintah untuk mengunjungi sebuah perusahaan atau badan usaha untuk mengkaji dan melaporkan hasil kajian tersebut secara independen. Di Amerika Serikat auditor internal dikenal sebagai certified public accountants

(CPA) dimana mereka memiliki lisensi dari pemerintah dan berpedoman pada American institute of certified public accountants (AICPA). Sedangkan auditor internal yang lain seperti di bidang perlengkapan peralatan medis, rating pemirsa televisi, dan berbagai macam bidang pemerintah. Audit internal memiliki cakupan yang lebih menarik dan juga luas. Sebagai karyawan sebuah perusahaan seorang auditor internal secara independen mengkaji dan menilai kinera di berbagai bidang, seperti prosedur akuntansi perusahaan atau kualitas proses manufaktur. Kebanyakan auditor internal berpedoman pada standar tinggi yang ditetapkan oleh firma professional mereka yaitu institute of internal audit (IIA).

(6)

Satuan Pengawas Internal

Struktur organisasi stasiun televisi sangat berkaitan dengan kepentingan stakeholder dalam merealisasikan rencana dan strategi untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Bentuk organisasinya akan berbeda-beda menyesuaikan pada karakter kepemilikan perusahaan, kebijakan pemerintah, kompetitor, dan skala kegiatannya. Konsekuensinya stasiun televisi harus merancang struktur organisasi yang mampu mengoptimalkan kekuatan core bisnisnya. Sehingga dibutuhkan konsep manajemen modern untuk mengendalikan organisasi stasiun televisi yang dinamis dan perkembangannya sangat cepat.

Pengawasan adalah tanggung jawab pimpinan, tapi karena tidak mungkin pimpinan melakukan semuanya maka pengawasan dilimpahkan pada unit pengawasan atau dikenal dengan Satuan Pengawas Internal (SPI). Tetapi dalam melakukan pengawasan pimpinan akan dibantu oleh beberapa manajer yang bertugas pada bidangnya masing-masing

sehingga proses pengawasan dapat lebih efektif dan lebih efisien. Untuk meningkatkan

efektifitas pengawasan internal di perusahaan, maka setiap bagian/unit harus mensupport melakukan pengawasan internal di bagiannya masing-masing yang disebut Pengawasan Melekat.

Pengawasan melekat (Waskat) yaitu pengawasan yang dilakukan oleh setiap pimpinan terhadap bawahan dan satuan kerja yang dipimpinnya. Ditambahkan Nawawi, Waskat adalah suatu proses pemantauan, pemeriksaan dan evaluasi yang dilakukan secara berdaya dan berhasil guna oleh pimpinan unit/organisasi kerja terhadap fungsi semua komponen untuk mewujudkan kerja di lingkungan masing-masing agar secara terus menerus berfungsi secara maksimal dalam melaksanakan tugas pokok yang terarah pada pencapaian tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

Pengawasan melekat sebagai salah satu kegiatan pengawasan, merupakan tugas dan tanggung jawab setiap pimpinan untuk menyelenggarakan management atau administrasi yang efektif dan efisien di lingkungan organisasi atau unit kerja masing-masing, baik di bidang pemerintahan maupun swasta. Peningkatan fungsi pengawasan melekat di lingkungan aparatur pemerintah bertolak dari motivasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan, dengan cara sedini mungkin mencegah terjadinya kekurangan dan kesalahan dalam merencanakan dan melaksanakan tugas-tugas di lingkungan organisasi atau unit kerja masing-masing. Pelaksanaan pengawasan melekat yang demikian tersebut dapat mengurangi dan mencegah secara dini terjadinya berbagai kelemahan dan kekurangan aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas pokok masing-masing.

Internal Auditor atau Satuan Pengawasan Internal (SPI) merupakan personil/unit yang dibentuk dalam organisasi, yang akan bekerja menggunakan jenis dan ruang lingkup

(7)

audit operasional, audit ketaatan, audit laporan keuangan untuk menilai efektivitas dan efisiensi operasi organisasi, ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, keandalan dari laporan keuangan sebagai komponen sistem pengendalian internal organisasi.

SATUAN PENGAWAS INTERNAL (SPI)

JENIS DAN RUANG LINGKUP AUDIT SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL

Alat Manajemen

Untuk menilai Untuk membangun dan memastikan 1. Audit Operasional/Manajemen Efektivitas dan efisiensi operasi

organisasi

2. Audit Ketaatan/Kepatuhan Ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku

3. Audit atas Kewajaran Laporan Keuangan

Keandalan dari laporan keuangan

Satuan pengawas internal akan mengidentifikasi dan mengukur secara objektif dan independen mengenai keselarasan antara pelaksanaan aktivitas dengan rencana, kebijakan, berbagai peraturan dan ketentuan, serta sistem pencatatan dan pelaporan. Proses internal audit bertujuan memastikan kehandalan sistem pengendalian internal organisasi. Melalui fungsi penilaian dan pengawasannya, Internal Auditor atau SPI memegang peranan yang sangat penting dalam organisasi. Mereka diharapkan mampu memberikan umpan balik dan menjaga arah organisasi dalam upaya mencapai visi, misi dan tujuan strategisnya.

Internal audit (pemeriksaan intern) adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan, maupun ketaatan terhadap kebijakan manajemen puncak yang telah ditentukan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah dan ketentuan-ketentuan dari ikatan profesi yang berlaku. Ketentuan dari ikatan profesi misalnya standar akuntansi keuangan dan ikatan profesi khusus berkaitan operasional perusahaan.

Pengawasan internal dan audit internal SPI memainkan peran penting dalam bagan umpan-balik manajemen risiko, di mana informasi yang dihasilkan dalam proses pengawasan internal dilaporkan kembali kepada direksi dan manajemen. Mekanisme pengawasan internal berfungsi untuk meningkatkan proses pembuatan keputusan dengan menjamin bahwa informasi itu akurat, lengkap dan tepat waktu sehingga direksi dan manajemen dapat memberikan respon terhadap isu-isu kontrol segera setelah informasi tersebut muncul.

(8)

Satuan pengawas internal yang modern tidak lagi terbatas fungsinya dalam bidang pemeriksaan financial tetapi sudah meluas ke bidang lainnya seperti manajemen audit, audit lingkungan hidup, sosial audit dan lain-lain. Internal audit kegiatannya juga sudah mencakup konsultasi yang didesain untuk menambah nilai dan meningkatkan kegiatan operasi suatu organisasi.

Milton Stevens Fonorow dalam bukunya “Internal Audit Manual and Guide (1989) mengatakan; “internal auditing is an appraisal, by trained company employees of the accuracy, reliability, eficiency and usefulness of company records and internal controls”.3 Artinya; internal auditing adalah suatu penilaian, yang dilakukan oleh pegawai perusahaan yang terlatih, mengenai ketelitian, dapat dipercayainya, efisiensi dan kegunaan dari catatan-catatan (akuntansi) perusahaan dan pengendalian intern yang terdapat dalam perusahaan.

Daftar Pustaka

Fachruddin, Andi. 2010. Dasar-dasar Penyiaran, Jakarta: Kencana Prenada Media. Fachruddin, Andi. 2012. Dasar-dasar Produksi, Jakarta: Kencana Prenada Media. Fachruddin, Andi. 2016. Manajemen Pertelevisian Modern, Yogyakarta: Andi Offset.

3]

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi telah mempelajari dengan seksama Berita Acara Persidangan Pengadilan Tingkat Pertama, bukti - bukti berupa surat- surat, serta putusan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan interaksi saudara kandung pada dimensi kehangatan antara remaja perempuan yang terlahir sebagai anak kedua dengan

Dengan mengetahui apa dan bagaimana faktor-faktor yang paling mempengaruhi struktur modal perusahaan farmasi di Bursa Efek Indonesia, dapat membantu khususnya pihak

Luaran yang diharapkan dalam program ini adalah kebutuhan gizi seseorang dapat terpenuhi dengan dibuatnya paket makan siang yang praktis, sehat, lezat

Sedangkan pada bulan bulan basah ditandai dengan jumlah curah hujan bulanannya lebih besar daripada bulan bulan kering ( Mei, Juni, dan Juli) akan tetapi jumlah

Dalam upaya pengembangan kapasitas diklat dilakukan peningkatan kualitas.. modernisasi dan optimalisasi sarana dan prasarana diklat. Perbaikan dan/atau pembangunan prasarana

Hal ini berarti variasi dari model regresi berhasil menerangkan pengaruh variasi variabel Suku Bunga (X1) dan Dana Pihak III (X2) secara keseluruhan terhadap variabel

Tugas ini merupakan upaya utama keluarga untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan di antara anggota keluarga yang mempunyai kemampuan