Bab 1 Makalah Stabilitas Kapal

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Bab 1. Pendahuluan Bab 1. Pendahuluan

Indonesia memiliki catatan yang kurang baik mengenai kecelakaan kapal. Indonesia memiliki catatan yang kurang baik mengenai kecelakaan kapal. Menurut laporan KNKT (2011), dari tahun 2007 hingga akhir tahun 2011 telah Menurut laporan KNKT (2011), dari tahun 2007 hingga akhir tahun 2011 telah terjadi 27 kecelakaan kapal yang menyebabkan hilangnya ratusan nyawa terjadi 27 kecelakaan kapal yang menyebabkan hilangnya ratusan nyawa manusia serta korban luka-luka dan kerugian materil. Ini disebabkan bahwa manusia serta korban luka-luka dan kerugian materil. Ini disebabkan bahwa kecelakaan pada kapal khusus terutama kapal ikan, merupakan salah satu kecelakaan pada kapal khusus terutama kapal ikan, merupakan salah satu  penyumbang

 penyumbang angka angka kecelakaan kecelakaan kapal kapal yang yang paling paling banyak. banyak. Dickey Dickey (2008)(2008) melaporkan

melaporkan bahwa bahwa persentase persentase kecelakaan kecelakaan kapal kapal ikan ikan menempati menempati urutanurutan  pertama

 pertama di di Amerika Amerika selama selama hampir hampir dua dua dekade dekade (tahun (tahun 1992 1992 sampai sampai 2007).2007). KNKT meny

KNKT menyimpulkan bahwa impulkan bahwa penyebab utama penyebab utama kecelakaan kapal kecelakaan kapal yang yang terjaditerjadi di Indonesia adalah tenggelam, terbakar/meledak dan tubrukan. Kesimpulan di Indonesia adalah tenggelam, terbakar/meledak dan tubrukan. Kesimpulan tersebut hampir sama dengan yang terjadi pada kapal perikanan. Dickey (2008) tersebut hampir sama dengan yang terjadi pada kapal perikanan. Dickey (2008) menyimpulkan bahwa penyebab utama kecelakaan kapal ikan ini adalah menyimpulkan bahwa penyebab utama kecelakaan kapal ikan ini adalah tenggelam dan kebocoran. Peristiwa kapal tenggelam salah satunya diakibatkan tenggelam dan kebocoran. Peristiwa kapal tenggelam salah satunya diakibatkan oleh kapal terbalik karena memiliki sta

oleh kapal terbalik karena memiliki stabilitas yang buruk. [1]bilitas yang buruk. [1]

Tabel 1.1. data kecelakaan kapal laut yang diinvestigasi oleh KNKT tahun Tabel 1.1. data kecelakaan kapal laut yang diinvestigasi oleh KNKT tahun

2007-2011 [2] 2007-2011 [2]

Stabilitas adalah keseimbangan dari kapal, merupakan sifat atau Stabilitas adalah keseimbangan dari kapal, merupakan sifat atau kecenderungan dari sebuah kapal untuk kembali kepada kedudukan semula kecenderungan dari sebuah kapal untuk kembali kepada kedudukan semula setelah mendapat senget (kemiringan) yang disebabkan oleh gaya-gaya dari luar setelah mendapat senget (kemiringan) yang disebabkan oleh gaya-gaya dari luar (Rubianto, 1996). Sama dengan pendapat Wakidjo (1972), bahwa stabilitas (Rubianto, 1996). Sama dengan pendapat Wakidjo (1972), bahwa stabilitas merupakan kemampuan sebuah kapal untuk menegak kembali sewaktu kapal merupakan kemampuan sebuah kapal untuk menegak kembali sewaktu kapal menyenget oleh karena kapal mendapatkan pengaruh luar, misalnya angin, menyenget oleh karena kapal mendapatkan pengaruh luar, misalnya angin, ombak dan sebagainya[3]. Kapal ikan akan dikatakan stabil apabila memiliki ombak dan sebagainya[3]. Kapal ikan akan dikatakan stabil apabila memiliki stabilitas yang cukup untuk melawan gaya-gaya eksternal yang dihasilkan oleh stabilitas yang cukup untuk melawan gaya-gaya eksternal yang dihasilkan oleh cuaca dan kondisi saat memancing, dan kapal mampu untuk kembali keposisi cuaca dan kondisi saat memancing, dan kapal mampu untuk kembali keposisi semula.

(2)

gambar 1.1. stabilitas kapal ikan [4] Dalam menentukan stabilitas kapal, ada beberapa hal yang harus diketahui agar mampu bertahan dalam keadaan yang ekstrim saat melakukan pelayaran dan operasi penangkapan, diantaranya :  Deadweight, Draught

 – 

  Freeboard,  Displacement, Displacement mass, List and Loll, Gravity and center of gravity,  Bouyancy, Tranverse stability, Equilibrium, Watertight and watertight integrity,  Righting lever, dan Dynamic Stability. Untuk itu tujuan dari makalah ini adalah untuk memperkenalkan dan menganalisa apa saja yang mempengaruhi stabilitas sebuah kapal penangkap ikan.

(3)

Bab 2. Isi 2.1.  Deadweight 

 Deadweight Tonnage (deadweight biasa disingkat DWT atau dwt) atau tons deadweight adalah ukuran dari berapa banyak berat yang bisa dibawa oleh kapal tersebut, bukan hanya berat kosong namun juga berat dari apa yang dimuat. DWT adalah jumlah dari berat kargo, bahan bakar, air tawar, air  ballast, penumpang, dan awak kapal.

2.2.  Draught

 – 

 Freeboard 

 Draught  adalah jarak vertikal antara garis air dan bagian bawah lunas (lunas), dengan ketebalan lunas yang disertakan; dalam hal tidak disertakan rancangan garis besar akan diperoleh. Draft menentukan kedalaman minimum air kapal atau perahu dapat dengan aman menavigasi. Freeboard  sebuah kapal adalah jarak dari permukaan air ke tingkat dek atas, diukur pada titik terendah di mana air dapat masuk ke kapal atau kapal

2.3.  Light ship weight

Lightship adalah ukuran berat kapal yang sebenarnya tanpa bahan bakar,  penumpang, kargo, air, dan sejenisnya di atas kapal.

2.4.  Displacement

 Displacement   adalah jumlah ton air yang dipindahkan oleh bagian kapal yang tenggelam dalam air. Biasanya dinyatakan dalam long ton atau metrik ton. Berat benanam tergantung kepada berat jenis air yang dipengaruhi suhu air dan perairan yang dilewati laut atau air tawar. Pengertian displasemen bisa juga digambarkan sbb. bila sebuah kapal lengkap dengan apa yang ada di dalamnya diangkat dari perairan kemudian ditimbang maka hasilnya adalah displasemen kapal tersebut.

2.5.  Displacement mass

Massa displacement adalah total berat kapal:

LIGHT SHIP WEIGHT + DEADWEIGHT = MASUKAN MASSA 2.6.  List and Loll 

 List   adalah sejauh mana tumit kapal (miring atau miring) ke port atau kanan kapal. Istilah "loll " menggambarkan keadaan kapal yang tidak stabil ketika tegak dan yang mengapung pada sudut dari tegak ke satu sisi atau sisi lainnya. Jika ada kekuatan eksternal, mis. gelombang atau angin, mengubah keadaan ini, kapal akan mengapung pada sudut yang sama ke sisi lain. Loll sangat berbeda dari daftar atau tumit, karena itu memerlukan tindakan balasan

(4)

yang berbeda untuk memperbaiki karena disebabkan oleh keadaan yang  berbeda.

2.7. Gravity and center of gravity

Gravitasi adalah kekuatan di mana sebuah planet atau benda lain menarik objek ke pusatnya. Gaya gravitasi membuat semua planet di orbit mengelilingi matahari. center of gravity adalah titik (G) di mana seluruh berat badan dapat dikatakan bertindak vertikal ke bawah. Pusat gravitasi kapal ditemukan dengan melakukan uji kemiringan. Posisi pusat gravitasi (G) diukur dalam meter secara vertikal dari titik referensi khusus (K) yang merupakan lunas kapal. 2.8.  Buoyancy

Buoyancy, adalah gaya ke atas yang dikerjakan oleh fluida yang melawan  berat dari benda yang direndam. Pada sebuah kolom fluida, tekanan meningkat seiring dengan bertambahnya kedalaman sebagai hasil dari akumulasi berat air di atasnya. Sehingga benda yang tenggelam ke dalam fluida akan mengalami tekanan yang besar di dasar kolom fluida dibandingkan dengan ketika berada di dekat permukaan. Perbedaan tekanan ini merupakan gaya resultan yang cenderung mempercepat pergerakan benda ke atas atau menjadikan percepatan ke bawah dari suatu benda berkurang hingga nol dan mencapai kelajuan terminal. Besarnya gaya apung sebanding dengan besarnya  beda tekanan antara permukaan dan dasar kolom, dan setara dengan berat fluida yang terpindahkan (displacement ) yang seharusnya mengisi ruang yang ditempati oleh benda. Sehingga benda yang memiliki massa jenis lebih besar dari fluida akan tenggelam, dan benda yang memiliki massa jenis lebih rendah dari fluida akan mengapung.

2.9. Tranverse stability

Tranverse stability Ketika sebuah kapal mengambang tegak di air yang tenang, pusat daya apung (upthrust) dan pusat gravitasi (downthrust) akan  berada di jalur yang sama, secara vertikal di atas lunas (K).

2.10.  Equilibrium

Sebuah kapal berada dalam kesetimbangan stabil jika kembali ke tegak setelah miring. Ini hanya terjadi jika pusat gravitasi (G) berada di bawah metacentre (M). ( Neutral Equilibrium) Adalah suatu keadaan stabilitas dimana titik G-nya berhimpit dengan titik M. Maka momen penegak kapal yang memiliki stabilitas netral sama dengan nol, atau bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menegak kembali sewaktu menyenget. (Unstable  Equilibrium) adalah Suatu keadaan stabilitas dimana titik G-nya berada di atas

(5)

titik M, sehingga sebuah kapal yang memiliki stabilitas negatif sewaktu menyenget tidak memiliki kemampuan untuk menegak kembali, bahkan sudut sengetnya akan bertambah besar, yang menyebabkan kapal akan bertambah miring lagi bahkan bisa menjadi terbalik.

2.11. Watertight and weatertight integrity

Kedap air ”berarti bahwa air (atau cairan lainnya) tidak dapat melewati struktur ke dalam atau keluar dari salah satu kompartemen kedap air. Dengan kata lain, "kedap air" berarti pencegahan dari berlalunya air ke segala arah. Lambung kapal, dek utama, dan sekat antara kompartemen kedap air harus kedap air. Kedap air yang kedap air harus kedap air setidaknya hingga dek utama. Setiap bukaan pada bulkheads tersebut harus dilengkapi dengan  perangkat penutup kedap air.

"Weathertight" artinya air tidak bisa masuk ke dalam kapal. Atau dengan kata lain, weathertight berarti pencegahan dari berlalunya air ke satu arah saja. Palka, jendela dan lubang intip harus dilengkapi dengan perangkat  penutup kedap air. Hal yang sama berlaku untuk pintu dan bukaan lain pada

suprastruktur tertutup. 2.12.  Righting lever 

Ketika diserang oleh kekuatan eksternal, pusat gravitasi kapal (G) tidak  berubah. Gaya gravitasi bertindak secara vertikal ke bawah melalui pusat gravitasi (G). Pusat daya apung (B), menjadi pusat geometrik bagian bawah laut, telah pindah ke posisi baru B1. Kekuatan daya apung, yang sama dengan gaya gravitasi, bertindak secara vertikal melalui pusat buoyancy baru (B1).Jarak horizontal dari pusat gravitasi (G) ke garis vertikal dari B1 diukur dalam meter dan disebut sebagai tuas pengatur (GZ).Oleh karena itu, gaya yang terlibat dalam mengembalikan bejana ke posisi tegak adalah berat bejana yang turun melalui pusat gravitasi (G) dikalikan dengan tuas pengatur (GZ). Ini disebut sebagai themoment stabilitas statis.Pusat gravitasi kapal (G) memiliki efek yang berbeda pada tuas pengatur (GZ) dan akibatnya kemampuan kapal untuk kembali ke posisi tegak.Semakin rendah pusat gravitasi (G), semakin  besar tuas meluruskan (GZ).

2.13.  Dynamic Stability

Energi yang diperlukan untuk mencondongkan kapal ke sudut tumit tertentu dan dengan demikian melawan MOMEN STABILITAS STATIS disebut stabilitas dinamis.Stabilitas dinamis dapat ditentukan dengan mengukur area di bawah kurva tuas meluruskan (kurva GZ) hingga sudut tertentu dari tumit. Semakin besar area, semakin baik stabilitas dinamis.Gelombang adalah

(6)

kekuatan eksternal yang paling umum yang menyebabkan bejana menjadi tumit. Gelombang curam dengan panjang gelombang pendek adalah yang  paling berbahaya bagi kapal kecil.Hubungan antara stabilitas dinamis dan

energi gelombang kapal adalah kompleks dan, misalnya, tergantung pada kecepatan dan arah kapal dalam kaitannya dengan kecepatan dan arah gelombang. Namun, secara umum, semakin kecil kapal, semakin kecil gelombang yang bisa mereka atasi.

(7)

Bab 3. Analisis

3.1. Pengaruh deadweight untuk stabilitas kapal ikan

Penyebab utama kecelakaan karena kelebihan muatan yang diangkut melebihi DWT Kapal, dan tidak mematuhi aturan layak laut, seperti muatan tidak diikat (di-lashing ) dengan alasan jarak pelabuhan tujuan dekat, hanya memerlukan waktu kurang dari satu hari (contoh dari Sampit ke Semarang).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :