INTERACTION PATTERNS IN THE PROCESS OF LEARNING HISTORY TEACHER IN SMAN 1 KOTO NEW DHARMASRAYA
Oleh Yeyeng Deprima1 Ahmad Nurhuda2
Meldawati3
Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat Email: [email protected]
ABSTRAK
Pola interaksi dapat dilakukan untuk memenuhi empat tujuan pembelajaran, yakni aksebilitas yang membuat siswa mudah menjangkau alat atau sumber belajar yang tersedia, mobilitas yang membuat siswa dan guru mudah bergerak dari satu bagian ke bagian lain dalam kelas, interaksi yang memudahkan terjadinya komunikasi antar guru, siswa, maupun antar siswa, dan variasi kerja siswa yang memungkinkan siswa bekerja sama secara perorangan, berpasangan, atau berkelompok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Karena penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau memberikan gambaran mengenai pola interaksi guru dalam proses pembelajaran Sejarah di SMA N 1 Koto Baru. Melalui teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan dilapangan tentang kecenderungan pola interaksi dalam pembelajaran sejarah adalah pola interaksi dua-arah dan pola interaksi multi-arah. Dalam penelitian yang terjadi dilapangan pola interaksi dua-arah (guru-siswa) menggunakan metode tanya-jawab. Pola interaksi multi-arah (guru-siswa, siswa-guru, siswa-siswa) yaitu dengan metode diskusi sehingga siswa lebih termotivasi dalam mengikuti proses belajar-mengajar dan siswa lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kecenderungan guru dalam memberikan interaksi kepada siswa akan memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar.
Keyword: education, interaction
1Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat 2
Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat 3
POLA INTERAKSI GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN
SEJARAH DI SMAN 1 KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA
Oleh Yeyeng Deprima1 Ahmad Nurhuda2
Meldawati3
Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat Email: [email protected]
ABSTRACT
The pattern of interaction can be done to meet the four learning objectives, namely accessibility that makes students easily reach tools or resources available learning, mobility makes students and teachers easily move from one section to another classroom, interactions that facilitate communication between teachers, students , as well as among the students, and the variation of student work that allows students to work together as individuals, in pairs, or in groups. This type of research used in this study is a qualitative method. Because this study seeks to describe or provide insight into the interaction patterns of teachers in the learning process of History in SMA N 1 Koto Baru. Through data collection techniques, namely observation, interviews and documentation. Based on the findings on trends in the patterns of interaction in the field of teaching history is a pattern of interaction two-way and multi-directional interaction patterns. In the field of research going on two-way interaction patterns (teacher-student) using a question and answer method. Multi-directional interaction patterns (teacher-student, student-teacher, student-student) is by the method of discussion so that students are more motivated to follow the teaching-learning process and students are more confident in presenting their opinions. Based on these results it can be concluded that the tendency of teachers to provide interaction to the student will have a positive impact on motivation to learn
Keyword: pendidikan, Interaksi
1Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat 2
Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat 3
PENDAHULUAN
Abdul Aziz Wahab (2012:59) mengatakan bahwa model yang berorientasi pada interaksi sosial adalah sebagai upaya memperbaiki masyarakat dengan memperbaiki hubungan-hubungan interpersonal melalui prosedur demokratis, yaitu demokrasi pancasila yang menekankan pada musyawarah untuk mencapai mufakat. Secara filosofis bahwa pendidikan dapat mengembangkan individu secara individual dengan merefleksikan cara-cara menangani berbagai informasi dalam konsep dan nilai-nilai.
Proses belajar mengajar terjadilah proses interaksi antara pihak pengajar dengan pihak yang sedang belajar, sehingga terjadilah hubungan kondusif antara guru dan siswa tersebut dalam peristiwa pembelajaran. Bagi seorang guru perlu mengembangkan pola interaksi yang efektif dalam proses belajar mengajar, karena interaksi belajar mengajar adalah interaksi yang dinamis antara guru dengan siswa. Berdasarkan observasi semester ganjil 2016/2017 yang berkaitkan dengan proses pembelajaran sejarah, lebih dominan menggunakan interaksi dua arah dan Multi Arah.
Kemampuan siswa tidak sama, ada yang cepat untuk menangkap materi dan ada yang agak lambat, bahkan ada yang sangat lambat. Oleh karena itu perlu ada strategi jitu untuk menyeimbangi masalah diatas, diantaranya adalah mengatur kapan siswa bekerja secara perorangan, kelompok, berpasangan atau klasikal. Penerapan pola interaksi dapat dilakukan untuk memenuhi empat tujuan pembelajaran, yakni aksebilitas yang membuat siswa mudah menjangkau alat atau sumber belajar yang tersedia, mobilitas yang membuat siswa dan guru mudah bergerak dari satu bagian ke bagian lain dalam kelas, interaksi yang memudahkan terjadinya komunikasi antar guru, siswa, maupun antar siswa, dan variasi kerja siswa yang memungkinkan siswa bekerja sama secara perorangan, berpasangan, atau berkelompok. Sehingga siswa lebih semangat dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola interaksi guru dengan
siswa dalam proses pembelajaran Sejarah kelas XI IPS di SMA N 1 Koto Baru.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang pola interaksi guru dalam proses pembelajaran Sejarah kelas XI IPS di SMA N 1 Koto Baru.
Menurut Sardiman (2009:1) “Interaksi edukatif adalah komunikasi timbal-balik antara pihak yang satu dengan pihak yang lain, sudah mengandung maksud-maksud tertentu yaitu untuk mencapai pengertian bersama yang kemudian untuk mencapai tujuan (dalam kegiatan belajar berarti untuk mencapai tujuan
belajar)”.
KAJIAN TEORI 1. Interaksi
Pengertian Interaksi
Menurut Sardiman (2009:1) “Interaksi
edukatif adalah komunikasi timbal-balik antara pihak yang satu dengan pihak yang lain, sudah mengandung maksud-maksud tertentu yaitu untuk mencapai pengertian bersama yang kemudian untuk mencapai tujuan (dalam kegiatan belajar berarti untuk mencapai tujuan
belajar)”.
2. Pembelajaran Sejarah
Pada mata pembelajaran sejarah memilik peranan strategis dalam pembentukan watak dan peradaban bangsa yang bermatabat serta dalam pembentukan manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Pembentukan kepribadian nasional serta identitas dan jati diri tidak akan terwujud tanpa adanya pengembangan kesadaran sejarah sebagai sumber inspirasi dan aspirasi (Permendiknas nomor 22 tahun 2006).
3. Pengertian Interaksi Belajar Mengajar Menurut Bahri Djamarah (2010:10) bahwa sebagai makhluk sosial, manusia dalam kehidupannya membutuhkan hubungan dengan manusia lain. Kecenderungan manusia untuk berhubungan melahirkan komunikasi dua arah melalui bahasa yang mengandung tindakan dan perbuatan. Karena ada aksi maka interaksi terjadi. Karena itu, interaksi akan berlangsung
bila ada hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih.
4. Pola Interaksi Dalam Belajar Mengajar Menurut Sunhaji (2009:31) dalam proses belajar mengajar terjadi proses antara pihak pengajar dengan pihak yang sedang belajar, sehingga terjadilah hubungan yang kondusif antara guru dan siswa dalam pembelajaran. Untuk itu bagi seorang guru perlu mengembangkan pola interaksi yang efektif dalam proses belajar mengajar, karena interaksi belajar mengajar adalah interaksi yang dinamis antara guru dengan siswa. 5. Guru
Menurut Bahri (2010:31) guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru adalah figur seorang pemimpin, sosok arsitektur yang dapat membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Sedangkan menurut purwanto (2007:138) mengemukakan bahwa guru adalah seorang yang tugas dan pekerjaannya selain mengajar.
6. Peserta Didik
Menurut Bahri Djamarah (2010:51) peserta didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidik. Peserta didik sebagai manusia yang berpotensi perlu dibina dan dibimbing dengan perantara
guru. Peserta didik adalah “kunci” yang
menentukan untuk terjadinya interaksi edukatif.
STUDI RELEVAN
Beberapa skripsi yang membahas tentang interaksi tulisan pernah penulis baca seperti : Fitrianik Mahturohmah (2014) Mahasiswa Pendidikan Sejarah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP): tentang “Pola Interaksi Guru Dalam Proses Pembelajaran SMP N 1 Sungai Rumbai: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kecenderungan pola interaksi guru dalam pembelajaran IPS adalah pola interaksi dua arah dan multi-arah. Pola interaksi dua arah yaitu dengan
menggunakan metode tanya jawab, dalam pola interaksi dua arah antara guru dan siswa sama-sama aktif dalam proses pembelajaran. Pola interaksi multi-arah yaitu dengan menggunakan metode diskusi sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, siswa lebih percaya diri dalam mengeluarkan pendapat.
Skripsi Wika (2015) Mahasiswa Pendidikan Sejarah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) : yang berjudul
“Pola Interaksi Guru Dalam Pembelajaran
Sejarah Siswa Kelas X1 IPS di SMA Negeri 1 Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir
Selatan”. Berdasarkan hasil penelitian
menunjukkan bahwa kecenderungan pola interaksi guru dalam memotivasi siswa dalam pembelajaran sejarah adalah pola interaksi dua-arah dan pola interaksi multi-arah. Dalam penelitian yang terjadi dilapangan pola interaksi dua-arah (guru-siswa) menggunakan metode tanya-jawab, dalam pola interaksi dua-arah ini guru berperan penting dalam memotivasi siswa pada saat proses belajar-mengajar, antara guru dan siswa sama-sama aktif dalam proses belajar-mengajar
METODOLOGI
Berdasarkan masalah yang diteliti, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Karena penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau memberikan gambaran mengenai pola interaksi guru dalam proses pembelajaran Sejarah di SMA N 1 Koto Baru. Hal ini sejalan dengan pendapat Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2010:4) yang menyatakan bahwa metode kualitatif sebagai prosedur penelitian proses yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Untuk mendapatkan keterampilan dan data yang relevan dengan permasalahan yang diteliti, informan penelitiannya adalah guru Sejarah berjumlah 2 orang dan siswa 5 orang, yang terdiri dari kelas XI IPS1, XI IPS2, XI IPS3, XI IPS4, XI IPS5 SMA N 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.
Sesuai dengan sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder, teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian dan pembahasan
A. Temuan Umum
Sejarah Sekolah SMAN 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya berdiri pada tahun 1986 dan berdiri di atas tanah seluas 15.110 m. Sesuai dengan SK Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia No.0887/o/1986 tentang pembukaan dan penegerian Sekolah Menengah Umum tingkat atas.
B. Temuan Khusus
Penelitian mengenai pola interaksi guru dalam proses pembelajaran sejarah kelas XI IPS di SMAN 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya di mulai tangga 10 Oktober 2016. untuk memperoleh data dari informan penelitian salah satu cara yang dilakukan adalah dengan cara melaksanakan observasi dalam kelas. Kelas yang di observasi adalah kelas XI IPS1, XI IPS2, XI IPS3, XI IPS4, XI IPS5 di SMAN 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.
C. Pola Interaksi Guru Dalam Proses Pembelajaran Sejarah kelas XI IPS Di SMAN 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya
Menurut Sunhaji (2009:31) dalam proses belajar mengajar terjadi proses antara pihak pengajar dengan pihak yang sedang belajar, sehingga terjadilah hubungan yang kondusif antara guru dan siswa dalam pembelajaran. Untuk itu bagi seorang guru perlu mengembangkan pola interaksi belajar mengajar adalah interaksi uang dinamis antara guru dengan siswa.
1. Pola Interaksi Satu Arah (Guru-Siswa) Adapun pola interaksi yang dapat digunakan untuk mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa adalah interaksi satu arah, interaksi dua arah, dan interaksi multi-arah
2. Pola Interaksi Dua Arah (Guru- Siswa, Siswa-Guru)
Pada pola ini ada balikan atau umpan balik (feedback) bagi guru dan siswa tapi tidak ada interaksi antar siswa. Pada pola guru-siswa, siswa-guru ini, guru dan siswa sama-sama aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat pada saat guru menerangkan materi pelajaran dan membimbing siswa memahami materi pelajaran, lalu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan respon sebagai umpan balik dari materi pembelajaran.
3. Pola Interaksi Multi Arah (Guru-Siswa, Siswa-Guru, Siswa-siswa)
Pola interaksi multi arah ini tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antar guru dengan siswa, tetapi juga bisa melibatkan interaksi dinamis antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Pembelajaran dengan pola interaksi multiarah ini lebih mengembangkan kegiatan siswa secara optimal sehingga menimbulkan siswa belajaran aktif. Metode yang paling tepat untuk interaksi multi arah ini adalah metode diskusi dan simulasi, sebab metode tersebut adalah metode yang lebih mementingkan partisipasi aktif dari para siswa.
D. Pembahasan
Keberhasilan suatu pembelajaran dapat dilihat dari segi pemahaman siswa terhadap materi tersebut, asumsi dasarnya adalah dimana proses pengajaran yang optimal akan lebih memungkinkan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran tersebut. Dimana akan terdapat kolerasi antara proses pembelajaran dengan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang hendak dicapai tersebut.
Berdasarkan hasil temuan dilapangan tentang kecenderungan pola interaksi dalam pembelajaran sejarah adalah pola interaksi dua-arah dan pola interaksi multi-arah. Dalam penelitian yang terjadi dilapangan pola interaksi dua-arah (guru-siswa, siswa-guru) menggunakan metode tanya-jawab. Dalam pola interaksi dua-arah ini guru berperan penting dalam memotivasi siswa pada saat proses belajar-mengajar dan siswa pun termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Pola interaksi multi-arah (guru-siswa,
siswa-guru, siswa-siswa) yaitu dengan metode diskusi sehingga siswa lebih termotivasi dalam mengikuti proses belajar-mengajar dan siswa lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat.
Membahas mengenai pola interaksi peneliti menggunakan Teori Konstruktivisme. Menurut pandangan teori Konstruktivisme belajar adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata dari lapangan, artinya siswa akan cepat memilki pengetahuan jika pengetahuan itu dibangun atas dasar realitas yang ada didalam masyarakat sehingga model pembelajarannya dilakukan secara natural, penekanan teori konstruktivisme bukan pada membangun kualitas kognitif, tetapi lebih pada proses untuk menemukan teori yang dibangun dari realitas lapangan (saekhan muchith, 2008:71)
Jadi berdasarkan teori diatas dapat di simpulkan bahwa dalam belajar siswa akan cepat memiliki pengetahuan. Jika pengetahuan itu berdasarkan realitas yang ada di masyarakat sehingga pembelajarannya dilakukan secara natural.
Manusia sebagai makhluk sosial selalu berhubungan dengan orang lain baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Dari berbagai interaksi yang di sengaja, dikenal istilah interaksi edukatif. Interaksi edukatif adalah interaksi yang berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuan pembelajaran. Interaksi ini disebut juga interaksi pembelajaran. Interaksi pembelajaran mengandung suatu arti adanya kegiatan interaksi antara pendidik (guru) yang melaksanakan tugas mengajar di satu pihak dengan peserta didik (siswa) yang sedang belajar.
Pada proses belajar mengajar terjadilah proses interaksi antara pihak pendidik dengan peserta didik sedang belajar, sehingga terjadilah hubungan kondusif antara pendidik dengan peserta didik tersebut dalam peristiwa pembelajaran untuk itulah bagi seorang pendidik perlu mengembangkan pola interaksi yang efektif dalam proses belajar mengajar, karena pola interaksi belajar mengajar adalah pola interaksi yang dinamis antara pendidik dengan peserta didik. (Sunhaji, 2009:28:31)
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan yaitu hasil temuan dilapangan tentang kecenderungan pola interaksi guru dalam pembelajaran sejarah adalah :
Pola interaksi dua arah dengan menggunakan metode tanya jawab, pola interaksi dua arah ini yang digunakan atau diterapkan dalam pembelajaran sejarah yaitu antara guru dan siswa sama-sama aktif yaitu pemberi aksi dan penerima aksi. Dalam pola interaksi dua arah diperoleh hubungan timbal balik dari siswa seperti bertanya dan menjawab pertanyaan guru, sehingga guru dan siswa sama-sama aktif dalam proses pembelajaran.
Pola interaksi multi arah dengan metode diskusi terlihat bahwa membiarkan siswa untuk mendiskusikan tentang materi yang akan dipelajari memberikan suasana belajar yang berbeda dari pada siswa harus mendengarkan penjelasan guru didepan kelas. Serta mengajarkan kepada siswa untuk mampu bekerja sama dalam kelompok belajar dan siswa menjadi tekun dan ulet untuk belajar.
Penelitian yang terjadi dilapangan pola interaksi dua-arah (guru-siswa) menggunakan metode tanya-jawab, dalam pola interaksi dua-arah ini guru berperan penting dalam pembelajaran. Pada saat proses belajar-mengajar dan pola interaksi multi-arah (guru-siswa, siswa-guru, siswa-siswa) yaitu dengan metode diskusi sehingga siswa lebih termotivasi dalam mengikuti proses belajar-mengajar dan siswa lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat.
DAFTAR PUSTAKA BUKU
Abdul Aziz Wahab. 2012. Metode dan
Model-model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bandung : Alfabeta
.
Sardiman. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta : Rajawali
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Guru dan Anak
Didik Dalam Interaksi Edukatif.
Jakarta : PT Rineka Cipta.
Sunhaji. 2009. Strategi Pembelajaran.
Yogyakarta, Grafindo.
Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian
Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ngalim Purwanto. 2007. Ilmu Pendidikan
Teoretis Dan Praktis. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya
.
SKRIPSI
Fitri, Anik Muhturohmah. 2014. Pola Interaksi
Guru dalam Proses Pembelajaran IPS di SMP N 1 Sungai Rumbai. Skripsi. Pendidikan Sejarah STKIP PGRI SUMBAR : Padang
Wika. 2015. Pola Interaksi Guru Dalam
Pembelajaran Sejarah Siswa XI IPS di SMA Negeri 1 basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Skripsi. Pendidikan Sejarah STKIP PGRI SUMBAR : Padang