• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah politik nasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "makalah politik nasional"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

1.

1. Latar BelakangLatar Belakang

Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti

Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics politics mempunyai makna kepentinganmempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaan, umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaan,  jalan,

 jalan, cara cara dan dan alat alat yang yang digunakan untuk digunakan untuk mencapai mencapai tujuan tujuan tertentu tertentu yang yang kita kita kehendaki.kehendaki. Politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan Politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum,  baik

 baik yang yang berada berada dibawah dibawah kekuasaan kekuasaan negara negara di di Pusat Pusat maupun maupun di di Daerah, Daerah, lazim lazim disebutdisebut Politik (Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip, keadaan serta jalan, Politik (Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.

mencapai keadaan yang kita inginkan.

2.

2. Tujuan PenulisanTujuan Penulisan a)

a) Mengetahui pengertian politik dan politik nasionalMengetahui pengertian politik dan politik nasional  b)

 b) Mengetahui apa dasar pemikiran dan bagaimana penyusunan politik nasionalMengetahui apa dasar pemikiran dan bagaimana penyusunan politik nasional c)

c) Mengetahui implementasi politik nasionalMengetahui implementasi politik nasional

3.

3. Rumusan MasalahRumusan Masalah a)

a) Apa pengertian politik dan politik nasional ?Apa pengertian politik dan politik nasional ?  b)

 b) Apa dasar pemikiran penyusunan politik nasionalApa dasar pemikiran penyusunan politik nasional c)

c) Bagaimana penyusunan politik nasional ?Bagaimana penyusunan politik nasional ? d)

d) Bagaimana stratifikasi politik nasional ?Bagaimana stratifikasi politik nasional ? e)

(2)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Politik dan Politik Nasional

Kata” politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani politeia, yang akar katanya adalah polis, berarti satuan kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu  Negara dan teia, berarti urusan. Dalam bahasa Indonesia, politik mempunyai arti kepentingan umum warga negara satuan bangsa.Politik merupakan suatu rangkaian asas,  prinsip, keadaan, jalan , cara , dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu

yang dikehendaki.

Dalam bahasa Inggris, politics adalah suatu rangkaian asas (prisip), keadaan, cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita atau tujuan tertentu. Sedangkan policy, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kebijaksanaan, adalah pertimbangan- pertimbangan yang dianggap dapat menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita atau tujuan yang dikehendaki. Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan (policy), dan distribusi atau alokasi sumber daya.

Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai tujuan suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian definisi  politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijakan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

B. Dasar Pemikiran dan Penyusunan Politik Nasional

Penyusunan politik nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional . Politik nasional yang telah  berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945 .

sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran  pemerintah dan lembaga-lembaga tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur  politik”. Lembaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA . Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur  politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai  politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group),

(3)

dan kelompok penekan (pressure group) . Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang . Mekanisme penyusunan  politik nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR .

Sedangkan proses penyusunan politik nasional di tingkat infrastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN . Salah satu wujud pengapilikasian politik nasional dalam pemerintahan adalah sebagai berikut :

a) Otonomi Daerah

Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan salah satu wujud politik dan strategi nasional secara teoritis telah memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah, yaitu otonomi terbatas bagi daerah propinsi dan otonomi luas  bagi daerah Kabupaten/Kota. Perbedaan Undang-undang yang lama dan yang baru ialah:

1. Undang-undang yang lama, titik pandang kewenangannya dimulai dari pusat (central government looking).

2. Undang-undang yang baru, titik pandang kewenangannya dimulai dari daerah (local government looking).

Kewenangan Daerah :

1. Dengan berlakunya UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, kewenangan daerah mencakup seluruh kewenangan bidang pemerintahan, kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan bidang lain.

2. Kewenangan bidang lain, meliputi kebijakan tentang perencanaan nasional dan  pengendalian pembangunan secara makro.

3. Bentuk dan susunan pemerintahan daerah,

a. DPRD sebagai badan legislatif daerah dan pemerintah daerah sebagai eksekutif daerah dibentuk di daerah.

 b. DPRD sebagai lwmbaga perwakilan rakyat di daerah merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi

- Memilih Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota.

(4)

- Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur/ Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota.

- Membentuk peraturan daerah bersama gubernur, Bupati atas Wali Kota.

- Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama gubernur, Bupati, Walikota.

- Mengawasi pelaksanaan keputusan Gubernur, Bupati, dan Walikota, pelaksanaan APBD, kebijakan daerah, pelaksanaan kerja sama internasional di daerah, dan menampung serta menindak-lanjuti aspirasi daerah dan masyarakat.

C. Stratifikasi Politik Nasional

Stratifikasi politik nasional di NKRI, yakni sebagai berikut: 1) Tingkat penentu kebijakan puncak

a. Meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup  penentuan undang-undang dasar. Menitikberatkan pada masalah makro politik  bangsa dan negara untuk merumuskan idaman nasional berdasarkan falsafah

Pancasila dan UUD 1945. Kebijakan tingkat puncak dilakukanb oleh MPR.

 b. Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum pada pasal 10 sampai 15 UUD 1945, tingkat penentu kebijakan puncak termasuk kewenangan Presiden sebagai kepala negara. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negata dapat berupa dekrit,  peraturan atau piagam kepala negara.

2) Tingkat kebijakan umum

Merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak, yang lingkupnya menyeluruh nasional dan berisi mengenai masalah-masalah makro strategi guna mencapai idaman nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.

3) Tingkat penentu kebijakan khusus

Merupakan kebijakan terhadap suatu bidang utama pemerintah. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan umum guna merumuskan strategi, administrasi, sistem dan prosedur dalam bidang tersebut. Wewenang kebijakan khusus ini berada ditangan menteri berdasarkan kebijakan tingkat diatasnya.

(5)

Kebijakan teknis meliputi kebijakan dalam satu sektor dari bidang utama dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana, program dan kegiatan.

5) Tingkat penentu kebijakan di Daerah

a. Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di Daerah terletak  pada Gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerahnya

masing-masing.

 b. Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan  persetujuan DPRD. Kebijakan tersebut berbentuk Peraturan Daerah (Perda)

tingkat I atau II.

Menurut kebijakan yang berlaku sekarang, jabatan gubernur dan bupati atau walikota dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/KepalaDaerah tingkat I, Bupati/Kepala Daerah tingkat II atau Walikota/Kepala Daerah tingkat II

D. Implementasi Politik Nasional

1.  Implementasi di bidang hukum

 Mengembangkan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya

kesadaran dan kepatuhan hukum.

 Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan

menghormati hukum agama dan hukum adat.

 Menegakkan hukum secara konsisten unyuk lebih menjamin kepastian hukum,

keadilan dan kebenaran, supremasi hukum, menghargai HAM.

 Melanjutkan ratifikasi konvensi internasional terutama yang berkaitan dengan HAM

sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan bangsa.

 Meningkatkan integritas moral dan keprofesionalan aparat penegak hukum, termasuk

 NKRI, untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan kesejahtera, dukungan sarana dan prasarana hukum, pendidikan, serta pengawasan yang efektif.

 Mewujudkan lembaga peradilan yang mandiri dan bebas dari pengaruh penguasa dan

(6)

2.  Implementasi di bidang ekonomi

 Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar

yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan memperhatikan pertumbuhan ekonomi.

 Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghindarkan terjadinya

struktur pasar monopolistik dan berbagai struktur pasar distortif yang merugikan masyarakat.

 Mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar.  Mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan atas kemanusiaan yang adil bagi

masyarakat.

 Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi

dengan membangun keunggulan disetiap daerah.

 Mengelola kebijakan makro dan mikro ekonomisecara terkoordinasi dan sinergis guna

menentukan tingkat suku bunga wajar.

3.  Implementasi di bidang politik

 Memperkuat keberadaan dan kelangsungan NKRI yang bertumpu pada

kebhinekatunggalikaan.

 Menyempurkan UUD 1945.  Meningkatkan peran MPR.

 Mengembangkan sistem politik nasional yang berkedudukan rakyat demokratis dan

terbuka.

 Meningkatkan kemandirian partai politik.

 Meningkatkan pendidikan politik secara intensif dan komprehensif kepada

masyarakat.

 Memasyarakatan dan menerapkan prinsip persamaan dan anti diskriminatif dalam

kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 Menyelenggarakan pemilihan umum secara lebih berkualitas dengan partisipasi rakyat

(7)

4.  Implementasi di bidang pertahanan dan keamanan

 Menata Tentara Negara Indonesia sesuai paradigma baru secara konsiste.  Mengembangkan kemampuan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.  Meningkatkan kualitas keprofesionalan TNI.

(8)

BAB III PENUTUP

Politik nasional merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Politik nasional memiliki hubungan yang erat dengan pembangunan nasional karena dapat menentukan prioritas dan  pemerataan pembangunan yang damai, aman, adil, dan demokrasi. Keseluruhan semangat, arah, dan gerak pembangunan nasional dilaksanakan sebagai pengamalan semua sila  pancasila secara serasi dan sebagai kesatuan yang utuh. Demikianlah politik nasional perlu

dilaksanakan di segala bidang, hal ini untuk memajukan seluruh aspek kehidupan khususnya di Indonesia.

(9)

Daftar Pustaka

Kosasih, Djahiri A.  Politik Kenegaraan Dan Hukum. Bandung: Lab PPkn UPI Bandung. 2003.

S. Sumarsono, H. Mansyur, dkk,  Pendidikan Kewarganegaraan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.

Sinamo, N. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta Pusat: PT. Bumi Intitama Sejahtera. 2010.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pada variabel lainnya, CAR, FDR, ROA, dan ROE tidak menunjukkan perbedaan kinerja antara satu tahun sebelum dan satu tahun sesudah spin-off, dengan nilai

 Sopor : yaitu kondisi seseorang yang mengantuk yang dalam, namun masih dapat dibangunkan dengan rangsang yang kuat, misalnya rangsang nyeri, tetapi

Sepuluh strategi tersebut semakin mengerucutkan ke langkah-langkah yang harus dilakukan dengan segera ( Quick Wins ) dalam membantu bidang kewirausahaan untuk berkembang

[r]

LKS eksperimen merupakan suatu media pembelajaran yang tersusun secara kronologis yang berisi prosedur kerja, hasil pengamatan, soal- soal yang berkaitan dengan kegiatan praktikum

Seperti yang dijelaskan Winanda (2007) melalui penentuan bobot kriteria yang mempengaruhi produktivitas, dapat diketahui mana faktor yang paling berpengaruh pada

bioetanol dengan bahan baku kulit durian disesuaikan dengan prosedur penelitian pembuatan bioetanol dalam skala laboratorium, terdiri dari proses hidrolisis dengan

Oleh karena itu, konsep pendidikan fikih dan kalam yang bernuansa multikultural lebih diarahkan pada pengembangan afektif yang mampu merasakan berbagai realitas yang