Meninggalkan Segala Sesuatu untuk Mengikuti Yesus

Teks penuh

(1)

11 Oktober 2015 Tahun VI – No.41

Meninggalkan Segala Sesuatu

untuk Mengikuti Yesus

Siapa pun orang-nya pasti tidak menolak jika di-tawari menjadi o-rang kaya. Demi-kian pun saya. Realita sekarang ini, bahkan ada banyak pengajar-an ypengajar-ang diam-diam atau terang-te-rangan menyama-kan bahwa menja-di kaya sama dengan kehidup-annya diperkenan-kan Tuhan.

Mengapa? Tampak-nya Tuhan lebih berpihak kepada orang miskin daripada orang kaya. Meski, Abraham, Ishak, Boas, Daud, Salomo, Ayub, dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya adalah orang-orang kaya. Bahkan, Yesus pun memilih menjadi orang miskin, dari sekian banyak pilihan hidup di bumi, demi menyelamatkan umat manusia.

Kedatangan-Nya di dunia pun demi mengabarkan berita kesukaan kepada orang miskin (Lukas 4:18). Janda miskin lebih dipuji daripada orang kaya yang memberi persembahan (Markus 12:41-44). Bahkan orang miskin

JADWAL MISA

Misa Harian: Senin s/d Jumat 06.00 wib

Hari Sabtu : 17.00 wib Hari Minggu : 06.30 - 09.00 - 17.00 wib

Misa Jumat Pertama : 06.00 - 12.00 - 19.30 wib

Adorasi Ekaristi: Setiap hari Senin 15.00 s/d 22.00 di Kapel ditutup pukul 22.00 dengan ibadat penutup (completorium)

PENYELIDIKAN KANONIK (dengan perjanjian) Hari Senin, 17.00 – 18.30 wib

Romo A.S. Gunawan, Pr. Hari Kamis, 17.00 – 18.30 wib

Romo Anton Baur, Pr. PELAYANAN MISA REQUIEM

DI GEREJA

Dapat diselenggarakan pada hari Senin hingga Jumat. Hubungi Sekretariat Paroki.

Website: www.parokisanmare.or.id

Facebook Group: SanMaRe

Kontribusi artikel, pengumuman, iklan: komsos@parokisanmare.or.id

(2)

dianggap sebagai pewaris takhta Kerajaan Allah bersama-sama orang-orang yang mengasihi Dia (Yakobus 2:5).

Tampaknya ada rahasia di balik orang-orang miskin. Mengapa mereka disebut sebagai orang berbahagia (Lukas 6:20)? Tetapi, mengapa orang kaya tidak mendapat keistimewaan itu? Bahkan seorang kaya yang ingin mengikut Yesus pun diminta-Nya membagikan seluruh kekayaannya kepada orang miskin – yang berarti ia tidak berharta lagi, baru boleh menjadi pengikut-Nya – padahal kehidupan rohaninya nyata-nyata lebih bagus daripada kebanyakan kita (Markus 10:17-27)?

Ini tidak bermaksud sinis terhadap kekayaan dan kepada orang kaya. Kitab Amsal mengatakan, “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku” (Amsal 30:8). “Sebab si miskin pun ada kemungkinan mencuri dan mencemarkan nama Allah,” tuturnya kemudian.

Dalam injil Luk 10:25-37 juga Injil mengundang suatu pertanyaan yang sama : Apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup kekal? Lukas : mengasihi Allah dan sesama. Reaksi berikutnya: siapakah sesamaku? Yesus menekankan bukan objeknya tetapi subjeknya. Bagi Yesus yang tepat bertanya: bagaimanakah aku bisa menjadi sesama bagi yang lain.

Markus: bukan sekedar menuruti hukum taurat yang ada, melainkan pergi dan menjual apa yang dimiliki dan memberikan itu kepada orang-orang miskin. Reaksi sedih sekali karena banyaklah hartanya. Jika demikian, siapakah yang dapat masuk Kerajaan Allah? Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya. “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Itulah reaksi para murid Yesus saat itu dan pertanyaan kita saat ini. Yang dapat masuk Kerajaan Allah adalah orang yang memiliki sikap lepas bebas dari segala ikatan tanah milik, barang, uang, dan orang untuk dapat mengarahkan hidup pada Kristus.

Memang harus diakui, ikatan yang paling sulit dilepaskan manusia untuk mengikuti Yesus adalah harta benda. Karena memiliki uang maka orang dapat beli narkoba dan menghancurkan hidupnya. Karena memiliki banyak uang maka orang bisa main perempuan, berjudi, dan mabuk-mabukan. Bahkan karena harta warisan, orang tua dan saudara sekandung saja, rela dianiaya bahkan dibunuh. Akibatnya mereka sulit untuk menghayati perutusan kemuridan untuk mencintai Allah dan sesama.

Maka benarlah sabda Yesus “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”Orang yang memiliki sikap lepas bebas adalah orang yang memiliki kebijaksanaan berkata “cukup.” Artinya berani berkata “cukup” atas keperluan tanah milik, barang, uang, dan orang demi mengarahkan hidupnya kepada Kristus. Karena kita ini, tidak akan pernah puas akan harta milik.

Tulisan Romo Haryanto SCJ di http://renungan-haryantoscj.blogspot.co.id.

(3)

Stefanus, Martir Pertama (bagian 2)

Kita lanjutkan perme-nungan tentang St. Ste-fanus. Menurut tradisi, tempat kemartiran St. Stefanus di Yerusalem berada di luar pintu ger-bang Damaskus, sebelah utara. Sekarang, di tem-pat itu, ada sebuah Gereja St. Stefanus (Saint-Étienne) di sam-ping École Biblique yang terkenal dari para Dominikan.

Pembunuhan St. Stefanus, martir pertama Kristus(Kis 8: 1), menandai dimulainya penganiayaan terhadap para murid Kristus, penganiayaan pertama dalam sejarah Gereja. melepaskan penganiayaan lokal murid Kristus, yang pertama dalam sejarah Gereja. Inilah yang menyebabkan mengapa kelompok orang-ornag Yahudi Kristen yang berbahasa Yunani lari dari Yerusalem dan tersebar. "Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil" (Kis 8:4). Kemudian, tersebarlah Injil di Samaria, Fenesia, dan Siria, hingga kota Antiokhia, di mana menurut Lukas untuk pertama kalinya Injil diwartakan kepada orang-orang Kafir (Kis 11:19-20) dan pertama kali para murid disebut Kristen (Kis 11:26).

Secara khusus, Lukas mencatat bahwa orang-orang yang melempari Stefanus "meletakkan pakaian mereka di kaki seorang pemuda bernama Saulus" (Kis 7:58). Dialah orang yang sama, seorang peniaya yang akan mnejadi seornag Rasul pewarta Injil yang tersohor. Artinya, Saulus muda telah mendengar kotbah St. Stefanus dan mengetahui isi pokoknya. Saulus menjadi salah satu dari orang-orang yang “sangat tertusuk hari mereka … menyambutnya dengan gertakan gigi” (Kis 7:54).

Di sini, kita dapat melihat penyelenggaran ilahi yang luar biasa. Setelah perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit dalam perjalanan di Damsyik, Saulus yang memusuhi St. Stefanus secara sengit dan keras, mengambil alih penafsiran kristologis atas Perjanjian Lama yang dibuat oleh Stefanus, dan memperdalam dan melengkapinya, serta menjadi “Rasul bagi bangsa-bangsa”.

Kolom ini diasuh oleh Romo Anton Baur Pr.

(4)

Pokok pengajaran Paulus adalah bahwa Hukum itu dipenuhi dalam Salib Kristus. Iman kepada Kristus dan persekutuan kasih Kristus adalah pemenuhan sejati dari seluruh hukum. Semua orang yang percaya pada Kristus, sebagai anak-anak Abraham, ikut ambil bagian dalam janji keselamatan.

Saudari-saudara, kisah hidup St. Stefanus memuat beberapa pesan yang begitu mendalam bagi kita semua. Pertama, komitmen untuk pelayanan kasih dan solidaritas tidak pernah boleh dipisahkan dari semangat pewartaan iman. Dalam pelayanan kasih itu, St. Stefanus mewartakan Kristus yang tersalib, hingga ia harus menanggung kemartiran. Kasih kepada sesama dan pewartaan senantiasa berjalan seiring dan bergandengan tangan.

Kedua. St. Stefanus berpesan bahwa Kristus yang tersalib dan bangkit, sebagai pusat sejarah dan pusat seluruh hidup kita. Kita dapat memahami, salib tetap selalu tinggal dalam hidup Gereja dan hidup kita pribadi. Dalam sejarah Gereja, nyatanya penderitaan dan penganiayaan tidak pernah kurang. Bahkan, St. Tertulianus pernah mengatakan bahwa penganiayaan justru menjadi sumber karya misi bagi orang-orang Kristen yang baru; “Setiap kali kami berlipat ganda, saat kami kalian bunuh: dasar orang Kristen adalah sebuah benih” (Apologetum 50,13). Salib menjadi pintu berkat berlimpah dari Allah. Kita belajar pada sukaita kristiani dalam saat-saat yang sulit. Nilai kesaksian tidak dapat diganti, sebab Injil menuntun kita kepada salib dan Gereja dihidupi darinya. Semoga St. Stefanus mengajar kita untuk menghayati dan mencintai salib, sebagai jalan di mana Kristus hadir berjumpa dengan kita semua.****

Rekoleksi Calon Penerima Sakramen Penguatan

Sebagai penutup masa pendampingan yang telah berlangsung selama 9 kali pertemuan di wilayah masing-masing, diundang seluruh calon Penerima Sakramen Penguatan beserta Pendamping Wilayah untuk mengikuti acara Rekoleksi yang akan diadakan pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 17 Oktober 2015 Jam : 09.00 – 12.30

Tempat : Dewasa : Aula Sanmare

Remaja : Ruang Kelas Lt. 3

Pembimbing : Dewasa : Rm. V. Adi Prasojo, Pr

Remaja : Rm. Anton Baur Asmoro, Pr.

Dimohon kehadirannya tepat waktu.

(5)

Pastor Agatho: Melayani Tuhan lewat Pertanian Organik

Pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2015, kita diajak untuk peduli terhadap ancaman kekurangan pangan di banyak tempat, sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan pangan. Gereja ikut terlibat dalam gerakan ini. Salah satu teladan yang bisa kita ambil adalah kisah Pastor Agatho Elsener, salah satu perintis pertanian organik.

Udara dingin menyergap kedatangan kami di desa Tugu Selatan, Cisarua, Puncak Bogor. Hari itu kami berjumpa salah satu tokoh pionir gerakan pertanian organis di Indonesia. Dialah

Pastor Agatho Elsener OFM Cap yang mengembangkan pertanian organik sejak tahun 1984 di Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor. Meski berlatar belakang pendidikan Teologi, Pastor Agatho, demikian beliau biasa dipanggil, secara otodidak menjadi ahli pemuliaan tanah dan dikenal luas mengembangkan ilmu pertanian.

Minatnya yang besar dalam upaya melayani masyarakat mendorongnya menjadi pastor Ordo Fransiskan yang ditahbiskan tahun 1958. Sejak tahun 1960, Pastor Agatho menjadikan Indonesia sebagai ladang gembalanya di daerah Sanggau, Kalimantan Barat, dan meninggalkan kemewahan mengingat Pastor Agatho adalah cucu penemu, pembuat dan pemilik pisau victorinox, Swiss. Pastor Agatho memperoleh kewarganegaraan Indonesia tahun 1983.

Pastor Agatho tertarik dalam pengembangan pertanian organik diawali ketika bertugas di Sanggau, Kalimantan Barat pada tahun 1960. Kala itu Pastor mendapati banyaknya petani yang mengeluh tidak mampu menghadapi serangan hama sehingga mengalami kegagalan panen. Selain itu juga adanya pencemaran pestisida kimia terhadap tanaman yangberdampak pada penurunan kesehatan petani.

Ketika pulang ke negerinya, Pastor Agatho mengamati dan mempelajari secara khusus sistem pertanian organik yang dikembangkan di sana. Namun dorongan untuk mengembangkan pertanian organik di Indonesia semakin kuat seusai membaca buku The One-Straw Revolution karya Masanobu Fukuoka, penggerak pertanian organik di Jepang. Fukuoka mengatakan, dalam pertanian yang utama bukan teknik, melainkan sikap. Sikap itu adalah sikap yang menghargai alam dan seisinya, yang kemudian mengejawantah dalam cara bercocok tanam. Dengan model ini, sistem pertanian dilakukan tanpa adanya campur tangan zat kimia, dan hasilnya sayuran, tumbuhan dan biji-bijian dapat berkembang baik dengan asupan alami dari tanah. Hal ini dapat terjadi karena ada keharmonisan antara alam dengan perlakuan manusia. Pastor Agatho kemudian mendirikan Pusat Pengembangan Organik bernama Yayasan Bina Sarana Bakti di desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor pada tahun 1984. Melalui Yayasan tersebut, Pastor Agatho memperkenalkan konsep pertanian organik. Menurutnya, ”Organik berasal dari

(6)

yang berarti pekerjaan. Jadi organik berarti alat kerja (organ) yang bekerja untuk organisme. Organ yang bekerja dengan baik, organisme pun akan sehat. Sikap hidup inilah yang perlu kita kembangkan untuk mencapai harmonis antara manusia dengan alam.” Konsep ini menggambarkan kesatuan unit yang mendasar dimana masing-masing teratur dan terarah pada satu kesatuan: harmoni antara organ dan organisme. Setiap anggota mendukung keseluruhan, dan keseluruhan menjaga anggotanya.

Melalui Yayasan Bina Sarana Bakti di lahan 10 hektare, selain menyediakan lahan untuk ditanami, juga dibangun kantor, asrama, dan perpustakaan yang menjadi sarana belajar bagi siapa saja yang berminat mengembangkan pola hidup organik. Di pusat pengembangan organik ini terdapat beberapa program kegiatan: penelitian, produksi tanaman dan benih organik pengembangan pasar tanaman organik, dan pelatihan atau kursus pertanian.

Sumber: https://jejakkelana.wordpress.com

Pelantikan Pengurus Lingkungan Baru, Santo Felix Wil. IV

Pada tanggal 27 September 2015, Pengurus dari Lingkungan St. Felix telah dilantik oleh Romo Alphonsus Setya Gunawan, Pr di kediaman pak Felix Gonantoro sang Ketua Lingkungan, cluster Kebayoran Garden Residence. Lingkungan ini merupakan hasil pemekaran dari Lingkungan St. Regina Wilayah 2. Setelah pemekaran ini, Lingk. St Felix akan menjadi bagian dari Wilayah 4. Di samping kepengurusan yang lengkap (lebih dari 20 warga), yang menarik adalah lebih dari 50% dari Pengurus merupakan Pasangan Suami Istri (Pasutri). Menjadi menarik karena dengan komposisi seperti ini diharapkan akan mendorong tingkat partisipasi lebih lanjut dari anggota keluarga lainnya (anak-anak), demikian pak Felix menambahkan. Selamat bertugas dan melayani. Proficiat !! AMDG

KB-TK-SD-SMP-SMA RICCI II

Membuka Pendaftaran Siswa Baru Tahun Ajaran 2016/ 2017 mulai tanggal

01 Oktober 2015. Hubungi segera: 7355891 / 7361674

Dibutuhkan:

Pelaksana Sipil, STM/D3/S1

SIPIL/ARSITEK untuk Rumah Tinggal Mewah, Pengalaman Min 10 Thn, SIM A/C, Mempunyai kendaraan sendiri. Kirim lamaran PO BOX 1134 JKP

10011 atau email: antonia.isriyanti@yahoo.co.id IKLAN BARIS – Wahana bagi umat yang ingin mengiklankan informasi lowongan pekerjaan atau mencari pekerjaan.

Materi iklan diserahkan ke sekretariat paroki setiap hari kerja atau email ke: sekretariat@parokisanmare.or.id 6

(7)

 JADWAL LITURGI 

MINGGU BIASA XXIX, 18 Oktober

Bacaan: Yes. 53:10-11; Mzm.

33:4-5,18-19,20,22;Ul:22; Ibr. 4:14-16; Mrk. 10:42-45

Saran Lagu: PS 377, 381, 483, 536, 541, 657, 682,

690, 693, 815, 962

MINGGU BIASA XXX, 25 Oktober

Bacaan: Yer. 31:7-9; Mzm.

126:1-2ab,2cd-3,4-5,6;Ul:3; Ibr. 5:1-6; Mrk. 10:46-52

Saran Lagu: PS 539, 544, 546, 549, 562, 653, 674,

830, 954

Sabtu, 17 Oktober, pukul 17.00

Koor dan Tatib: Sta. Regina

Lektor: Carin Faradina / Yasinta Dhyaning

Putra/i Altar: Catherine Inez Maharani P., Caroline

Susan Mahadewi Gadis Amara, Agata Anjani Cita Permata Kusuma, M. F. Chelsea Novelia Prodigma Gunawan, Seraphine Archangela Girlani Oktafandi, Kevin Bagas K., Irenne Yudia Hagaina Tarigan, Shannon Wijaya, Y. Purba Sangga Becik, Th. Avilla Revabelle Maharani

Prodiakon: George Pangemanan, Ferry Kodrat,

Gunawan Gunarso, Didik Wiryawan AP, Fl. Rismantoro, Gregorius Suyanto Utomo, Yoseph Martahan Sitorus, Lucas Hanifa Natahusada

Sabtu, 24 Oktober, pukul 17.00

Koor dan Tatib: St. Petrus

Lektor: Theresia Wahyunita/Y. Apsari Tantiana

Putra/i Altar: Felicia Safira Rahardjo, Fransciscus

Xaverio Anggara nugroho, Ignathius Rahardianto Patiung, Fransiskus Arya Kusuma Aji, Margareta Sheren Angela Asroyo, Vincentius Adrian Laurens Nestya Pradhana, Elisabeth Lovisia Eva Karensa, Vincentius Kevin Anggoro Redak Muda, Catarina Jennifer Juwana, Thomas Aldi Adi Saputro

Prodiakon: Lily Irene Tantra, Hartawan Makmur,

Heru Santosa, Georgino Godong, Temmy Royani, Paul August Liqui, Soetojo Dharmadi, Tjhong Vincentius

Minggu, 18 Oktober, pukul 06.30

Koor dan Tatib: St. Yohanes de Brito

Lektor: Mariska Vergina / Benedicta Gita Adinda

Putra/i Altar: Patricia Dias Riandari, Jonathan

Mark, Maria Kiara Anindita, Josephine Marie Yohana, Andreas Widiatmoko Prabowo, Ignatius Prayogo, Gabriela Liviana, Catarina Jennfier Juwana, Gabriel Randall W

Prodiakon Yadi Djuhandi, Ping Julianto Widjaja,

Willem Dagi, Yuliana Yelly, Agnes A. Sayan Rampisela, Albertus Sugianto Supriadi

Minggu, 25 Oktober, pukul 06.30

Koor dan Tatib: St. Thomas Rasul

Lektor: Minche / L. Wiyono

Putra/i Altar: Fr. Wahyuni Novita Kristiyani Br.M,

Estherania N, Gabriela Alexander Putri, G. M. Prita Pradita, Peter Bradley, I. Xestospongiamura, M. C. Ome Leba, M. Carolina Itu Leba, B. Matthew Sukieche, H. Keren Imanuela

Prodiakon Yohannes Pudjiastoto, Gatot Kusumo

Atmojo, Bayu Rajasa, Arden Andreas Barus, Fifi Amaliawaty, Florentina Ratna Supeni H.

Minggu, 18 Oktober, pukul 09.00

Koor dan Tatib: St. Theodorus

Lektor: Boyke Indrasakti Aveanti / Christiana E.N.

Hendarjudani

Putra/i Altar: Sekolah Mentari

Prodiakon: Wahid Gunawan, Saras Damai

Susetyo, Irwan Wijaya, Agustono Widjaja, Helfina M. Tisnakusuma, Marcus B. Samosir, Maryono Suwargo, Romualdus Ponidjan, Hesti Purbaningsih, Yasinta Fatmawati, Yustinus F. Irjayanto, Agnes Bertha Tabarani, Alfonsus Haryanto, Anna Retno Hapsari, Yustinus T. Mudjihardjo, Agustinus Darmawan, Metty

Minggu, 25 Oktober, pukul 09.00

Koor dan Tatib: PSA WILAYAH V

Lektor: Lidya K. Marlyan / Ellya Siswoko

Putra/i Altar: Claudia Michelle Ivane, S. N.

Sanchia, E. Puspa Pitaloka, C. Satrio Binatoro, P. Jason Bhaskara, Patricia Quina Gita Naviri, Maria Tania Pangastuti, Albertus Alexander Goenawan

Prodiakon: Grace Theresia Supit, I. Y. Supriyanto,

Saly Listiyadhi, Ingewati Kusuma, Heru Yuniriyanto, Didi Hartanto, Veronika Kani, Yosep Yendi, Rudyanto Gunawan, Dwi Respati, Bambang Sulistyo P., F. A. Soedjarno, Donanta Octaviardi, Noegroho Tjiptorahardjo, J. Sulistyo,

(8)

Suprapti, Antonius E. Nelwan, Agung Wahyu Wibowo, Felicianus Purnawan Solihin, Fransiskus P. Narendra, Heribertus Darno

Kamilus Arifin, M. Yoke Edna, P. L. Mardjono, Hadi Susanto, Hendrawan Thiodorus, Y. Martahan Sitorus, G. Pangemanan

Minggu, 18 Oktober, pukul 17.00

Koor dan Tatib: Sta. Agatha

Lektor: B. Diana Proditasari / Ag. Supratikno

Putra/i Altar: YM Jonathan Glenn Paskalis,

Theodorus Albert Winata, Christopher Satrio Binatoro, Petrus Jason Bhaskara, Patricia Quina Gita Naviri, Maria Tania Pangastuti, Benigno Areli Siswoko, Benedicto Siswoko, Albertus Alexander Goenawan, Eugenia Puspa Pitaloka

Prodiakon: Agus Munandar, Esther Meinelsa

Manurung, Rinto Setiono, Royandi Ernestus DP, Gunawan Wibowo, Yohanes Soeryanto Santoso, Agustinus Fadjar AS, Bambang Tedjo Nugroho, Haryono Widarta, Daniel Bala Batti

Minggu, 25 Oktober, pukul 17.00

Koor dan Tatib: Sta. Khatarina

Lektor: Vinsensia Arindita / Maria Stella K

Putra/i Altar: Catherine Inez Maharani P., C.

Susan Mahadewi Gadis Amara, A. Anjani Cita Permata Kusuma, M. F. Chelsea Novelia, S. A. Girlani Oktafandi, Kevin Bagas K., Irenne Yudia Hagaina Tarigan, Shannon Wijaya, Y. Purba Sangga Becik, T. Avilla Revabelle Maharani

Prodiakon: Ferry Kodrat, Gunawan Gunarso,

Didik Wiryawan AP, Floribertus Rismantoro, Gregorius Suyanto Utomo, Joannes Suharno, Lucas Hanifa Natahusada, Yadi Djuhandi, Ping Julianto Widjaja, Willem Dagi

 PENGUMUMAN 

1. Legio Maria Yunior “Ratu Para Malaikat” mengajak partisipasi umat untuk bergabung pada setiap Kamis pukul 16:30 – 18:00 bertempat di Kapel PA. Abhimata, Jl. Mertilang IV Blok. KA II No. 31 -37 Bintaro Jaya Sektor 9 Tangerang Selatan.

2. Sehubungan dengan acara penerimaan Krisma, maka ada perubahan jadwal untuk penyuluhan baptis bayi diundur pada tanggal 29 November dan baptis bayi diadakan pada tanggal 6 Desember 2015

3. PDKK Paroki Sanmare mengundang bapak/ibu untuk mendengarkan Firman Tuhan pada hari Kamis, tanggal 15 Oktober 2015 pk. 19.30 di Aula Sanmare, renungan dibawakan oleh Bpk. Andreas Endie Rahardja. Diharapkan kehadirannya.

4. Warga Senior akan mengadakan Misa pada hari Jum’at tanggal 23 Oktober 2015 pukul 10.00 di Aula Sanmare yang akan dibawakan oleh Romo Gunawan, Pr

5. Kegiatan Donor Darah akan diadakan pada hari Minggu, 25 Oktober, pkl 08.00 - 12.00 di Aula SanMare

6. Akan saling menerimakan Sakramen Pernikahan Pengumuman ke II:

- Emil Syah Putra Barita Pasaribu dari Lingk. St. Bartolomeus dengan Serevina Siahaan dari Paroki Sta. Monika – Serpong.

Pengumuman ke III:

- Vincentius Wendy Gunawan Lingk. St. Fransiskus Xaverius dengan Gabriella Phil Bertha Handoyo dari Paroki St. Kristoforus – Grogo – Jakarta Barat.

Akan dilaksanakan Pemberkatan Pernikahan Pengumuman ke II:

- Natalie Mariana Kaunang dari Lingk. St. Theodorus dengan Achmad Tanaka Satriawardhana dari Sukarasa – Bandung.

Barangsiapa mengetahui adanya halangan untuk perkawinan tersebut, wajib memberitahu Pastor Kepala Paroki.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...