• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal WMP 2016..

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Proposal WMP 2016.."

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur tak terhingga kepada Allah S.w.t, atas keberkahan rahmat-Nya sehingga kita dapat senantiasa melakukan aktivitas kita sehari-hari dengan baik dan lancar. Salawat dan salam kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad S.a.w, Rasulullah yang diutus oleh Allah untuk membawa manusia dari kegelapan jahiliyah kearah cahaya hidayah islam.

Proposal ini merupakan road map tentang kegiatan usaha yang sudah dan akan

dilaksanakan, disusun secara detail setiap bagian sehingga terdapat gambaran secara utuh tentang kegiatan yang akan direncanakan. Pemuda Wirausaha adalah sebuah gagasan yang dapat menjadi solusi terbaik dalam pemberdayaan masyarakat khususnya pemuda, dimana terdapat sebuah usaha bisnis yang dibentuk untuk tujuan bersama, bangkit bersama, dan dikerjakan secara bersama-sama untuk mensejaterahkan para anggotanya.

Tanaman buah dalam pot atau lebih dikenal dengan istilah Tabulampot salah satu ide dalam mewujudkan suatu usaha yang berbasis lingkungan. Selain untuk tujuan penghijauan, Tabulampot juga dapat menghasilkan buah. Sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui, sekali jalan, beberapa tujuan tercapai. Salah satu jenis tanaman yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai tanaman buah dalam pot adalah Jambu Madu. Jambu madu adalah spesies dari jambu air, namun sangat beda dari jambu air pada umumnya, karena jambu ini rasanya sangat manis, semanis madu.

Akhir kata, mudah-mudahan proposal sederhana ini bisa menjadi bahan pertimbangan bapak/ibu dalam penilaian pemilihan wirausaha muda pemuda tahun 2016.

Wassalam

(3)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI SURAT REKOMENDASI FORMULIR PENDAFTARAN I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

B. Maksud dan Tujuan

C. Manfaat Usaha

D. Luaran yang diharapkan

II. ASPEK PEMASARAN

A. Wilayah Pemasaran

B. Sasaran Konsumen

C. Strategi Pemasaran

D. Persaingan Usaha

III. ASPEK TEKNIS

A. Kapasitas Produk

B. Ketersediaan Sarana Produksi

C. Ketersediaan Bahan Baku

D. SDM yang Terlibat

IV. ASPEK KEUANGAN

A. Estimasi Awal

B. Daftar Harga

C. Rencana Proyeksi Pendapatan

D. Pendapatan dan Pembiayaan

E. Arus Kas

F. Analisis Kelayakan bisnis

V. PENUTUP LAMPIRAN

(4)
(5)

FORMULIR PENDAFTARAN

PEMILIHAN WIRAUSAHA MUDA PEMULA BERPRESTASI

TAHUN 2016

DATA PRIBADI

Nama Lengkap : KASLAM

Umur : 27 Tahun

Tempat / Tanggal Lahir : Pinrang, 8 Juli 1989 Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Alamat : Dusun Cappakala, Desa Samaenre

Kecamatan Mattirosompe – Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan 91261

Nomor Telp./HP : 085255484451

Email : [email protected] Jenis Usaha : Budidaya Jambu Madu Lama Usaha (Tahun) : 2 Tahun

Sumber Informasi

Beri tanda silang (X) pada kolom dibawah ini, pada sumber-sumber dimana anda mengetahui informasi mengenai kegiatan ini (boleh lebih dari satu jawaban) :

X A. Website Kemenpora (http://kemenpora.go.id) D. Informasi dari mulut ke mulut B. Pengumuman di Kemenpora E. Publikasi Fisik (poster,

selebaran, dll)

(6)

Pendidikan Formal

Institusi Pendidikan Tahun

SDN RAGUNAN 07 PAGI JAKARTA 1996-2001

SLTPN 1 MATTIROSOMPE KAB. PINRANG SULSEL 2001-2004

SMAN 1 MATTIROSOMPE KAB. PINRANG SULSEL 2004-2007

S1 TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

2007-2012

S2 PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH UNIVERSITAS HASANUDDIN

2015-SEKARANG

Pengalaman Kerja

Nama Perusahaan

dan Bidang Usaha Kota

Jabatan dan Deskripsi Tugas Periode/Tahun (urutkan dari yang terbaru) PT. PILLAR REALTY/PROPERTY

MAKASSAR ADMIN LEGAL/

mengatur administrasi dan kelengkapan badan hukum perusahaan 2012 - 2013 PSP3 KEMENPORA RI KABUPATEN LANGKAT (SUMATERA UTARA) PESERTA/ Pendampingan, penggerak dan usaha kemandirian pada pemuda di desa penempatan. 2013-2015 Pengalaman Kewirausahaan

Jenis Usaha Lokasi Deskripsi Usaha

Periode/Tahun (urutkan dari yang terbaru) Keripik Emping Jagung KABUPATEN LANGKAT (SUMATERA UTARA) Memproduksi emping jagung dalam bentuk keripik

yang merupakan

(7)

potensi desa Budidaya Ikan Lele

KABUPATEN LANGKAT (SUMATERA

UTARA)

Membudidayakan hingga besar ikan

lele dengan menggunakan kolam terpal 2014-2015 Ternak ayam potong KABUPATEN LANGKAT (SUMATERA UTARA) Membuat peternakan ayam potong di desa

binaan PSP3

2014-2015

Pelatihan/Workshop/Kompetisi Kewirausahaan yang Pernah Diikuti

Nama

Pelatihan/Workshop Deskripsi Penyelenggara

Tahun (urutkan dari yang terbaru) Pelatihan pemuda wirausaha baru Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari, kemudian ada pendampingan usaha Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar 2016 Youth Technology Expo 2016 Acara berupa pameran teknologi, talkshow dll Kementerian Pemuda dan Olahraga kerjasama dengan Fakultas Teknologi Industri UMI 2016 Pendampingan Wirausaha Baru Pendampingan berupa bagaimana memilih usaha, strategi pemasaran, produksi dan menyusun keuangan sederhana Pusat Layanan Usaha Terpadu Sulawesi Selatan 2016 Seminar dan talkshow Entreprenuer 2016 Seminar tentang peluang usaha di

era digital dan strategi pemasaran online Komunitas Makassarpreuner 2016 Pelatihan dan Workshop Pelatihan manajemen kewirausahaan pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar 2016

(8)

PROFIL USAHA

Nama Lembaga : AL BANNA AGRITECH

Bidang Usaha : BUDIDAYA JAMBU MADU SISTEM TABULAMPOT Alamat : Dusun Cappakala, Desa Samaenre, Kecamatan Mattirosompe, Kab. Pinrang Sulawesi Selatan 91261 Jumlah Karyawan :

Tetap : 5 orang Tidak Tetap : 0 orang

Telepon/Faksimili : 085255484451

Email : [email protected] Berdiri Tahun : 2014

ISIAN SINGKAT

A. Uraikan jelaskan mengenai proses berdirinya usaha hingga berkembang seperti saat ini dengan singkat.

Pada awalnya saya mengenal Jambu Madu sewaktu mengikuti program PSP3 di Sumatera Utara. Jambu madu adalah sejenis jambu air, namun sangat beda dengan jambu air pada umumnya. Jambu madu memiliki rasa yang sangat manis dan sangat praktis dikembangkan karena pertumbuhannya harus di pot (bukan ditanam langsung). Kemudian timbul ide untuk mengembangkan di Sulawesi Selatan, karena jambu madu sama sekali belum ada disana. Kemudian setelah selesai kontrak PSP3 saya kemudian membawa pulang bibitnya, hingga kini telah bekembangbiak dengan baik dan sudah menghasilkan buah. Saya juga sudah berhasil membibitkan dengan cara stek dan cangkok batang, cara memperbanyaknya demikian karena jambu madu madu tidak memiliki biji. Hingga saat ini permintaan bibit sangat banyak, sementara produksi bibit masih sangat terbatas karena indukan yang saya punya hanya 15 pohon, sementara sekali sebulan hanya bisa membibit sekitar 500 – 700 buah.

(9)

B. Proses Produksi/Business Process Usaha Anda mulai dari input hingga produk jadi dan pemasarannya secara singkat.

Ringkasan Keuangan Usaha (posisi tahun terakhir)

Total asset : Rp. 50.000.000 Omzet/bulan : Rp. 6.000.000 Kredit : Rp. 0

Tabungan/Deposito : Rp.0

C. Tuliskan pendapat Anda mengenai kewirausahaan,

D. Uraikan pengalaman kewirausahaan Anda yang paling berkesan,

Produk yang dijual berupa buah dan bibit. Buah diperoleh dari perkembangan indukan yang terus dirawat hingga menghasilkan buah. Sementara itu, setiap sebulan sekali dilakukan pemangkasan cabang untuk merangsang pembungaan. Cabang yang dipangkas inilah yang dikembangbiakkan dengan cara stek batang. Caranya batang-batang tersebut dipotong-potong, kemudian ditancapkan satu persatu ke polibag yang berisi tanah, kemudian disungkup selama 1 bulan, kemudian di buka dan dipindahkan ke polibag yang lebih besar, lalu kemudian dipasarkan. Sekali membibit sebanyak 500 - 700 buah. 1 buah bibit dihargai Rp.50.000

Kewirausahaan adalah salah satu jalan menuju kemandirian. Dengan belajar berwirausaha sedari kecil maka peluang untuk mencapai kesuksesan semakin terbuka lebar. Indonesia adalah Negara dengan sumber daya alam yang cukup melimpah, sebuah anugerah yang patut kita syukuri, karena dibalik itu semua sangat memberikan peluang besar kepada kita untuk membuka lapangan usaha.

Waktu itu saya sedang menjalani program PSP3 di Sumatera Utara, dimana salah satu potensi desa binaan saya adalah jagung. Jagung menjadi tidak menarik bagi warga desa untuk dikonsumsi, karena jenis jagung mereka adalah jagung yang biasa, keras, dan jagung yang diperuntukkan untuk industri pakan ternak ayam. Saya kemudian ada ide untuk mengembangkan usaha emping jagung. Pada awalnya mereka banyak tertawa, ketika ide itu saya sampaikan kepada mereka, karena sangat mustahil jagung kering dan keras dijadikan makanan manusia. Tapi saya tetap melanjutkan usaha tersebut. Setelah hasil produksi pertama, Alhamdulillah ternyata sangat enak. Warga desa pun berebutan mencoba lagi dan lagi. Saya pun memproduksinya secara massal, dan ternyata belum cukup juga, dan sampai akhirnya saya mengajak beberapa orang yang membantu dan sampai akhirnya warga pun banyak yang saya latih untuk membuat emping jagung untuk dikembangkan sendiri oleh mereka.

(10)

E. Motivasi mengikuti Pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi (apa yang ingin diperoleh dan dicapai, apa yang akan dilakukan jika terpilih menjadi pemenang)

Pernyataan

Saya, KASLAM, yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa keterangan di atas diisi dengan sebenar-benarnya dan saya bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pemilihan Wirausaha Muda Pemula 2016.

Makassar,28 Juli 2016

KASLAM, S.TP

1. Ingin terus mengembangkan diri dan belajar dari pengalaman dalam mengembangkan usaha

2. Jika terpilih nanti, saya akan berbagi pengalaman wirausaha dengan pemuda – pemuda yang ada di desa

(11)

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Jambu Madu merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan petani baik berskala kecil, menengah maupun besar, karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi yaitu berkisaran antara Rp.40.000, - Rp.50.000,-/kg. Sehingga sangat layak untuk dikembangkan sebagai kebun usaha, karena jambu madu rasanya manis, keras, renyah, dan tingkat produksi buahnya tinggi.

Pengembangan jambu madu hanya menggunakan polybag dan pot sebagai sarana

media yang dikenal dengan istilah Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot), hal ini

sangat menarik sehingga banyak masyarakat/petani yang berminat untuk

mengembangkan baik skala intensif maupun tradisional dan sebagai tanaman pengisi pekarangan yang mempunyai nilai ekonomis, karena mampu memproduksi 10 – 15 kg/pohon setiap musim buah.

Permintaan buah meningkat yang semakin hari, semakin tinggi menjadikan usaha ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Buah menjadi menu yang harus ada dalam sebuah hidangan, sehingga pemasarannya pun sangat mudah karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat, terutama masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, kami menyusun suatu perencanaan dalam rangka mengembangkan tanaman buah jambu madu dalam pot dengan skala yang lebih besar lagi, sehingga dapat memberdayakan pemuda lebih banyak lagi.

B. Visi dan Misi Visi

“Menjadi Perusahaan Agribisnis yang kuat dan besar di Indonesia Timur dalam menyediakan produk tanaman buah dalam pot”

Misi

 Memberikan solusi terbaik dan mempunyai added value untuk peningkatan

produktivitas tanaman buah dalam pot

 Menyediakan buah dengan kualitas terbaik , harga yang competitif, supply

(12)

 Menjadi Mitra usaha yang mempunyai reputasi baik dan terpercaya serta membangun kerjasama kemitraan dengan para rekanan pengusaha pertanian dan perkebunan dalam menyediakan produk buah untuk masyarakat.

 Ikut berperan aktif membantu Pemerintah menanggulangi masalah lingkungan

hidup, program GO GREEN & produk produk ramah lingkungan.

C. Tujuan usaha

Tujuan dilaksanakannya program ini yang kedepannya :

a. Memproduksi bibit dan buah tanaman jambu madu yang sangat khas, karena belum

pernah ada yang mengembangkannya dalam bentuk tanaman buah dalam pot.

b. Memperkenalkan dan memasarkan produk berupa bibit dan buah jambu madu kepada

masyarakat

c. Meningkatkan daya kreativitas pemuda dalam berwirausaha dengan menjadikan

budidaya jambu madu sebagai salah satu alternatif usaha yang menguntungkan.

D. Manfaat Usaha

Manfaat yang akan diperoleh dengan adanya usaha ini dilihat dari sisi ekonomi adalah dapat mendatangkan profit dari penjualan bibit dan buah jambu madu. Selain itu, dari bidang agraris, manfaat yang dapat diperoleh dari usaha ini adalah terbukanya lapangan pekerjaan baru yang berkaitan dengan pertanian, karena para petani bisa membuka usaha serupa dengan bermitra kepada kelompok kami dalam memproduksi bibit dan buah jambu madu. Peluang usaha tani ini cukup menguntungkan dan bisa dijadikan usaha sampingan untuk para petani. Juga sebagai alternatif makanan buah yang harganya lebih ekonomis dan bernilai gizi tinggi. Melalui usaha ini pemuda juga dapat belajar dan berkreasi dalam hal pembudidayaan jambu madu untuk mendapatkan varietas jambu madu yang baru.

(13)

II. PEMASARAN A. Wilayah Pemasaran

Buah jambu madu sangat diminati di masyarakat, ini dikarenakan rasanya yang sangat manis dan dapat dinikmati oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Sebagai upaya dalam pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap ketersediaan buah, maka dilakukan proses pemasaran secara luas. Bentuk pemasaran produk di patok pada wilayah Kota Makassar terlebih dahulu yang nantinya akan diminati masyarakat. Sacara bertahap, dapat dilakukan pemasaran diluar Kota Makassar hingga mencapai ke daerah lain seperti Jawa, Kalimantan dan Papua. Bahkan jika berhasil akan dilakukan pangsa ekspor ke luar negeri.

Sedangkan pemasaran bibit jambu madu juga demikian, kami akan memasarkan bersamaan dengan saat memasarkan buahnya. Wilayah Kota Makassar sangat potensial karena bibit jambu ini dapat tumbuh dipekarangan rumah warga dan tidak terlalu membutuhkan lahan yang luas.

Permintaan buah dan bibit jambu madu diyakini juga berpeluang berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Australia, sehingga produk ini dapat diekspor. Besarnya permintaan terhadap buah jambu yang datang dari luar negeri dapat dilihat dari kecendrungan meningkatnya ekspor buah. Besarnya jumlah penawaran buah jambu madu sangat dipengaruhi oleh faktor sebagai berikut:

1. Kurangnya produksi buah yang terdapat dari Negara tujuan

2. Pengganti buah lokal di Negara tujuan

3. Sebagai hidangan buah yang variatif

4. Harga faktor produksi.

Dari beberapa aspek pemenuhan tersebut menggambarkan aspek wilayah pemasaran cukup menjanjikan.

B. Sasaran Konsumen

Konsumen adalah harga mati dalam proses wirausaha karena menjadi sasaran utama dalam hal pemenuhan kebutuhan sehingga minat terhadap produk yang ditawarkan harus sesuai dengan kemampuan dan daya tarik produk sehingga konsumen memiliki rasa penasaran terhadap produk.

Target utama dalam pemasaran buah jambu madu adalah semua kalangan sehingga dipatok dengan harga yang relatif dan dapat dijangkau oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja, maupun orang tua sehingga tidak ada batasan dalam

(14)

mengkonsumsi buah. Sedangkan untuk bibit jambu madu adalah masyarakat umum dan terkhusus kepada para pecinta tanaman buah yang ingin membudidayakan jambu madu dalam skala kecil, menengah maupun besar.

C. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran buah, biasanya kami menjalin kerjasama dengan jaringan pedagang buah di pasar tradisional, pelaku bisnis sentra buah-buahan (toko dan kios buah) sampai supermarket dan swalayan besar di kota-kota sekitarnya. Untuk memuaskan

kebutuhan para konsumen, kami memisahkan grade atau kualitas buah sesuai dengan

pangsa pasar dibidik. Misalnya kualitas super untuk memenuhi permintaan supermarket dan swalayan, kelas nomor 2 untuk toko dan kios buah, sedangkan kelas nomor tiga untuk memenuhi kebutuhan kelas bawah yang biasanya lebih mengutamakan harga murah.

Sedangkan strategi pemasaran untuk bibit, selain membuka toko bibit sendiri, biasanya kami menjalin kerjasama juga dengan jaringan pedagang bibit buah, kami menyuplai kepada pedagang pengecer baik dalam skala kecil maupun besar. Untuk jenis dan ukuran bibit, kami pisahkan berdasarkan besarnya polibag dan tinggi tanaman. Sedangkan untuk permintaan dalam jumlah besar dengan maksud membuka lahan perkebunan jambu, kami mengantar langsung ketujuan.

D. Persaingan Usaha

Pesaing usaha dengan varietas tanaman yang sama, belum ada sama sekali di Pulau Sulawesi, karena jambu madu berasal dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sehingga ada rasa optimis yang besar untuk mengembangkan varietas jambu ini di Kota Makassar. Namun yang menjadi saingan adalah bibit tanaman dari buah lain seperti mangga, durian, lengkeng dan alpukad, yang merupakan tanaman buah yang sampai saat ini sangat digemari oleh masyarakat.

(15)

II. ASPEK TEKNIS A. Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi dapat diartikan sebagai jumlah maksimum output yang dapat diproduksi atau dihasilkan dalam satuan waktu tertentu. Kapasitas produksi tersebut ditentukan berdasarkan sumber daya yang dimiliki antara lain : kapasitas mesin, kapasitas tenaga kerja, kapasitas bahan baku dan kapasitas modal

Produksi buah kami targetkan memiliki kebun buah dengan jumlah 100 pohon. Kapasitas Produksi yang kami rencanakan dalam 5 tahun pertama untuk menghasilkan buah sebagai berikut :

Tahun Jumlah Pohon Kg/Pohon Produksi/Tahun Jumlah/Tahun (Kg)

1 100 10 1 kali 1.000 2 100 15 3 kali 4.500 3 100 20 3 kali 6.000 4 100 30 3 kali 9.000 5 100 50 3 kali 15.000 Jumlah 35.500

Pada tahun pertama produksi perpohon hanya 10 kg karena merupakan buah pertama, sehingga ditargetkan 1000 kg, namun terjadi peningkatan pada tahun kedua, ketiga dan seterusnya karena kondisi pohon juga semakin besar sehingga memiliki kapasitas produksi yang besar.

Sedangkan untuk produksi bibit kami targetkan memiliki 20 pohon indukan, yang nantinya dilakukan metode stek dalam pengembangbiakannya. Kapasitas produksi bibit jambu madu dalam 5 tahun pertama sebagai berikut :

Tahun Jumlah indukan Batang/Pohon Produksi/Tahun Jumlah/Tahun (pohon)

1 20 1000 1 kali 20.000 2 20 2000 3 kali 120.000 3 20 3000 3 kali 180.000 4 20 4000 3 kali 240.000 5 20 5000 3 kali 300.000 Jumlah 860.000

(16)

Demikian juga terjadi pada produksi bibit, pada tahun pertama hanya ditargetkan 20.000 pohon, dikarenakan pohon indukan belum memiliki cabang yang banyak. Namun akan meningkat seiring dengan membesarnya pohon indukan dan menghasilkan cabang yang banyak.

B. Ketersediaan Sarana Produksi

Sarana produksi adalah bahan yang dibutuhkan dalam menghasilkan produk. Adapun sarana produksi yang dibutuhkan antara lain kebun buah, kebun bibit, alat-alat pertanian, polibag, pupuk, dan pestisida.

C. Ketersediaan Bahan Baku

Bahan baku yang dibutuhkan dalam menghasilkan produk antara lain pohon Indukan. Pohon induk yang dimaksud memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1) berasal dari induk yang telah bersertifikat, karena untuk mendapatkan sertifikat

bukan hal yang mudah

2) Indukan bebas dari penyakit

3) Indukan sudah pernah berbuah

4) Pohon Indukan sehat dan memiliki perawakan yang besar dan memiliki cabang

yang banyak

5) Untuk memiliki cabang dan tunas yang banyak, indukan biasanya ditanam

langsung ditanah, namun adapula yang di tanam di pot.

6) Indukan telah berumur minimal 1 tahun

D. SDM yang Terlibat

SDM yang terlibat dalam mengelolah usaha ini adalah anggota kelompok yang memiliki latar belakang bidang pertanian. SDM yang dibutuhkan sebanyak 10 orang, yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

(17)

III. ASPEK KEUANGAN

A. Estimasi Awal

`

No Unit Harga Jumlah

1 Aktiva Tetap Lahan 40x40 m 1 Rp 100,000,000 Rp 100,000,000 Pagar 1 Rp 2,000,000 Rp 2,000,000 2 Peralatan Pot Tanaman 120 Rp 50,000 Rp 6,000,000 Plastik Sungkup 1 Rp 150,000 Rp 150,000 Green House 1 Rp 500,000 Rp 500,000 Gunting Tanaman 2 Rp 50,000 Rp 100,000 Tangki penyemprot 1 Rp 1,150,000 Rp 1,150,000 Alat Penyiraman 1 Rp 2,000,000 Rp 2,000,000 Bibit Tanaman Jambu Madu 120 Rp 50,000 Rp 6,000,000 Kereta Dorong 2 Rp 500,000 Rp 1,000,000 3 Perlengkapan Tanah Gembur 1 Rp 1,000,000 Rp 1,000,000 Pupuk Kompos 1 Rp 5,000,000 Rp 5,000,000 Sekam 1 Rp 500,000 Rp 500,000 Pupuk Kimia 5 Rp 250,000 Rp 1,250,000 Pestisida 5 Rp 100,000 Rp 500,000 Polibag 100 Rp 25,000 Rp 2,500,000 4

Akta notaris (pendirian PT) 1 Rp 500,000 Rp 500,000 SIU, SITU, TDP 1 Rp 2,000,000 Rp 2,000,000 NPWP 1 Rp - Rp -Pembukaan rekening lembaga 1 Rp 500,000 Rp 500,000 Biaya operasional lain 1 Rp 100,000 Rp 100,000

5 Biaya Promosi

Pemasangan spanduk reklame 1 Rp 100,000 Rp 100,000 Pembuatan brousur 100 Rp 5,000 Rp 500,000 Pemasaran via online 1 Rp 200,000 Rp 200,000

6 Biaya Operasional Bulan Pertama

Gaji manajemen 5 Rp 2,500,000 Rp 12,500,000 Biaya listrik dan air 1 Rp 100,000 Rp 100,000 Biaya telepon 1 Rp 150,000 Rp 150,000 Biaya transportasi 1 Rp 200,000 Rp 200,000 Biaya konsumsi 5 Rp 500,000 Rp 2,500,000

7 Biaya lain-lain

Biaya tak terduga Rp 1,000,000

150,000,000 Rp

Total Estimasi Investasi Awal

ESTIMASI INVESTASI AWAL

Keterangan

(18)

B. Daftar Harga

C. Rencana Proyeksi Pendapatan

1 Rp 50,000 2 Rp 100,000 3 Rp 150,000 4 Rp 200,000 5 Rp 250,000 6 Rp 300,000 7 Rp 350,000 8 Rp 400,000 9 Rp 450,000 10 Rp 500,000 11 Rp 550,000 12 Rp 600,000 A Rp 50,000 B Rp 45,000 C Rp 40,000 BIBIT NAMA PRODUK BUAH

DAFTAR HARGA PRODUK

Grade Harga

PROYEKSI TARGET PENJUALAN TAHUN 2016-2017

VII VIII IX X XI XII I II III IV V VI

1 22 5 7 10 12 16 20 25 25 27 34 35 48 2 18 5 7 10 12 15 17 20 22 25 25 26 32 3 20 2 7 9 11 16 18 22 26 30 31 32 36 4 16 0 1 4 9 14 15 16 18 22 23 31 39 5 11 0 0 0 1 8 10 13 16 18 20 22 24 6 8 0 0 0 0 2 7 9 15 16 16 16 15 7 7 0 0 0 0 1 3 7 10 12 15 16 20 8 5 0 0 0 0 2 3 5 7 8 11 12 12 9 3 0 0 0 0 0 0 0 1 9 9 8 9 10 2 0 0 0 0 0 0 0 0 3 7 7 7 11 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 3 6 12 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2 4 5 A 10 0 0 0 0 0 0 8 15 20 25 26 26 B 19 0 0 0 10 16 20 22 26 30 33 35 36 C 32 10 15 18 25 27 32 35 40 42 45 46 49 Bibit 1 2 Buah

Nama Produk Target Penjualan Produk Tahun 2017 No Rata - rata Target Penjualan Produk Tahun 2016

penjualan

PROYEKSI PENDAPATAN Tahun 2016-2017

VII VIII IX X XI XII

1 Rp 50,000 Rp 250,000 Rp 350,000 Rp 500,000 Rp 600,000 Rp 800,000 Rp 1,000,000 2 Rp 100,000 Rp 500,000 Rp 700,000 Rp 1,000,000 Rp 1,200,000 Rp 1,500,000 Rp 1,700,000 3 Rp 150,000 Rp 300,000 Rp 1,050,000 Rp 1,350,000 Rp 1,650,000 Rp 2,400,000 Rp 2,700,000 4 Rp 200,000 Rp - Rp 200,000 Rp 800,000 Rp 1,800,000 Rp 2,800,000 Rp 3,000,000 5 Rp 250,000 Rp - Rp - Rp - Rp 250,000 Rp 2,000,000 Rp 2,500,000 6 Rp 300,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp 600,000 Rp 2,100,000 7 Rp 350,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp 350,000 Rp 1,050,000 8 Rp 400,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp 800,000 Rp 1,200,000 9 Rp 450,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - 10 Rp 500,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - 11 Rp 550,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - 12 Rp 600,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - A Rp 50,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - B Rp 45,000 Rp - Rp - Rp - Rp 450,000 Rp 720,000 Rp 900,000 C Rp 40,000 Rp 400,000 Rp 600,000 Rp 720,000 Rp 1,000,000 Rp 1,080,000 Rp 1,280,000 1,450,000 Rp Rp 2,900,000 Rp 4,370,000 Rp 6,950,000 Rp 13,050,000 Rp 17,430,000 I II III IV V VI 1 Rp 50,000 Rp 1,250,000 Rp 1,250,000 Rp 1,350,000 Rp 1,700,000 Rp 1,750,000 Rp 2,400,000 2 Rp 100,000 Rp 2,000,000 Rp 2,200,000 Rp 2,500,000 Rp 2,500,000 Rp 2,600,000 Rp 3,200,000 3 Rp 150,000 Rp 3,300,000 Rp 3,900,000 Rp 4,500,000 Rp 4,650,000 Rp 4,800,000 Rp 5,400,000 4 Rp 200,000 Rp 3,200,000 Rp 3,600,000 Rp 4,400,000 Rp 4,600,000 Rp 6,200,000 Rp 7,800,000 5 Rp 250,000 Rp 3,250,000 Rp 4,000,000 Rp 4,500,000 Rp 5,000,000 Rp 5,500,000 Rp 6,000,000 6 Rp 300,000 Rp 2,700,000 Rp 4,500,000 Rp 4,800,000 Rp 4,800,000 Rp 4,800,000 Rp 4,500,000 7 Rp 350,000 Rp 2,450,000 Rp 3,500,000 Rp 4,200,000 Rp 5,250,000 Rp 5,600,000 Rp 7,000,000 8 Rp 400,000 Rp 2,000,000 Rp 2,800,000 Rp 3,200,000 Rp 4,400,000 Rp 4,800,000 Rp 4,800,000 9 Rp 450,000 Rp - Rp 450,000 Rp 4,050,000 Rp 4,050,000 Rp 3,600,000 Rp 4,050,000 10 Rp 500,000 Rp - Rp - Rp 1,500,000 Rp 3,500,000 Rp 3,500,000 Rp 3,500,000 11 Rp 550,000 Rp - Rp 550,000 Rp 550,000 Rp 550,000 Rp 1,650,000 Rp 3,300,000 12 Rp 600,000 Rp - Rp - Rp 600,000 Rp 1,200,000 Rp 2,400,000 Rp 3,000,000 A Rp 50,000 Rp 400,000 Rp 750,000 Rp 1,000,000 Rp 1,250,000 Rp 1,300,000 Rp 1,300,000 B Rp 45,000 Rp 990,000 Rp 1,170,000 Rp 1,350,000 Rp 1,485,000 Rp 1,575,000 Rp 1,620,000 C Rp 40,000 Rp 1,400,000 Rp 1,600,000 Rp 1,680,000 Rp 1,800,000 Rp 1,840,000 Rp 1,960,000 21,540,000 Rp Rp 28,670,000 Rp 38,500,000 Rp 44,935,000 Rp 50,075,000 Rp 57,870,000

* Asumsi bahwa pada tahun kedua telah mencapai kestabilan dalam pencapaian target siswa didik dan pendapatan kas lembaga Total Pemasukan Tahun 2016/2017 =

Rata-rata pemasukan tiap bulan tahun 2016 =

Proyeksi pendapatan Tahun 2017 s/d seterusnya = Rata-rata pendapatan tiap bulan di Tahun 2017 s/d seterusnya = 1 Bibit

2 Buah 1 Bibit

2 Buah

No Nama Produk Harga

Harga Target Jumlah Siswa Didik Tahun 2016

Target Jumlah Siswa Didik Tahun 2017 No Nama Produk 287,740,000 Rp 23,978,333 Rp 694,440,000 Rp 57,870,000 Rp

(19)

D. Pendapatan dan Pembiayaan

PROYEKSI PENDAPATAN Tahun 2016-2017

VII VIII IX X XI XII

1 Rp 50,000 Rp 250,000 Rp 350,000 Rp 500,000 Rp 600,000 Rp 800,000 Rp 1,000,000 2 Rp 100,000 Rp 500,000 Rp 700,000 Rp 1,000,000 Rp 1,200,000 Rp 1,500,000 Rp 1,700,000 3 Rp 150,000 Rp 300,000 Rp 1,050,000 Rp 1,350,000 Rp 1,650,000 Rp 2,400,000 Rp 2,700,000 4 Rp 200,000 Rp - Rp 200,000 Rp 800,000 Rp 1,800,000 Rp 2,800,000 Rp 3,000,000 5 Rp 250,000 Rp - Rp - Rp - Rp 250,000 Rp 2,000,000 Rp 2,500,000 6 Rp 300,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp 600,000 Rp 2,100,000 7 Rp 350,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp 350,000 Rp 1,050,000 8 Rp 400,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp 800,000 Rp 1,200,000 9 Rp 450,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - 10 Rp 500,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - 11 Rp 550,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - 12 Rp 600,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - A Rp 50,000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - B Rp 45,000 Rp - Rp - Rp - Rp 450,000 Rp 720,000 Rp 900,000 C Rp 40,000 Rp 400,000 Rp 600,000 Rp 720,000 Rp 1,000,000 Rp 1,080,000 Rp 1,280,000 1,450,000 Rp Rp 2,900,000 Rp 4,370,000 Rp 6,950,000 Rp 13,050,000 Rp 17,430,000 I II III IV V VI 1 Rp 50,000 Rp 1,250,000 Rp 1,250,000 Rp 1,350,000 Rp 1,700,000 Rp 1,750,000 Rp 2,400,000 2 Rp 100,000 Rp 2,000,000 Rp 2,200,000 Rp 2,500,000 Rp 2,500,000 Rp 2,600,000 Rp 3,200,000 3 Rp 150,000 Rp 3,300,000 Rp 3,900,000 Rp 4,500,000 Rp 4,650,000 Rp 4,800,000 Rp 5,400,000 4 Rp 200,000 Rp 3,200,000 Rp 3,600,000 Rp 4,400,000 Rp 4,600,000 Rp 6,200,000 Rp 7,800,000 5 Rp 250,000 Rp 3,250,000 Rp 4,000,000 Rp 4,500,000 Rp 5,000,000 Rp 5,500,000 Rp 6,000,000 6 Rp 300,000 Rp 2,700,000 Rp 4,500,000 Rp 4,800,000 Rp 4,800,000 Rp 4,800,000 Rp 4,500,000 7 Rp 350,000 Rp 2,450,000 Rp 3,500,000 Rp 4,200,000 Rp 5,250,000 Rp 5,600,000 Rp 7,000,000 8 Rp 400,000 Rp 2,000,000 Rp 2,800,000 Rp 3,200,000 Rp 4,400,000 Rp 4,800,000 Rp 4,800,000 9 Rp 450,000 Rp - Rp 450,000 Rp 4,050,000 Rp 4,050,000 Rp 3,600,000 Rp 4,050,000 10 Rp 500,000 Rp - Rp - Rp 1,500,000 Rp 3,500,000 Rp 3,500,000 Rp 3,500,000 11 Rp 550,000 Rp - Rp 550,000 Rp 550,000 Rp 550,000 Rp 1,650,000 Rp 3,300,000 12 Rp 600,000 Rp - Rp - Rp 600,000 Rp 1,200,000 Rp 2,400,000 Rp 3,000,000 A Rp 50,000 Rp 400,000 Rp 750,000 Rp 1,000,000 Rp 1,250,000 Rp 1,300,000 Rp 1,300,000 B Rp 45,000 Rp 990,000 Rp 1,170,000 Rp 1,350,000 Rp 1,485,000 Rp 1,575,000 Rp 1,620,000 C Rp 40,000 Rp 1,400,000 Rp 1,600,000 Rp 1,680,000 Rp 1,800,000 Rp 1,840,000 Rp 1,960,000 21,540,000 Rp Rp 28,670,000 Rp 38,500,000 Rp 44,935,000 Rp 50,075,000 Rp 57,870,000

* Asumsi bahwa pada tahun kedua telah mencapai kestabilan dalam pencapaian target siswa didik dan pendapatan kas lembaga Total Pemasukan Tahun 2016/2017 =

Rata-rata pemasukan tiap bulan tahun 2016 =

Proyeksi pendapatan Tahun 2017 s/d seterusnya = Rata-rata pendapatan tiap bulan di Tahun 2017 s/d seterusnya = 1 Bibit

2 Buah 1 Bibit

2 Buah

No Nama Produk Harga

Harga Target Jumlah Siswa Didik Tahun 2016

Target Jumlah Siswa Didik Tahun 2017 No Nama Produk 287,740,000 Rp 23,978,333 Rp 694,440,000 Rp 57,870,000 Rp Jumlah/Bulan Jumlah/Tahun Total pemasukan Rp 23,978,333 23,978,333 Rp Rp 287,740,000 Gaji manajemen Rp 12,500,000 Biaya listrik dan air Rp 100,000 Biaya telepon Rp 150,000 Biaya transportasi Rp 200,000 Biaya konsumsi Rp 2,500,000 Biaya pemasaran Rp 550,000 Biaya Pernglengkapan Rp 235,000 Biaya Penyusutan Peralatan Rp 937,500

Jumlah Rp 17,172,500 Rp 206,070,000 Laba Usaha Rp 6,805,833 Rp 81,670,000 Laba (rugi) bersih sebelum cicilan Rp 6,805,833 Rp 81,670,000

Pokok (1,5 tahun) Rp 8,333,333 Rp 100,000,000

Laba (rugi) bersih setelah cicilan Rp (1,527,500) Rp (18,330,000) 2. BIAYA OPERASIONAL

3. PENGEMBALIAN PINJAMAN

PENDAPATAN DAN PEMBIAYAAN TAHUN I

1. PENDAPATAN

(20)

E. Arus Kas

Jumlah/Bulan Jumlah/Tahun Total pemasukan bimbel privat Rp 57,870,000.00

57,870,000.00

Rp Rp 694,440,000.00

Gaji manajemen Rp 12,500,000 Biaya listrik dan air Rp 100,000 Biaya telepon Rp 150,000 Biaya transportasi Rp 200,000 Biaya konsumsi Rp 2,500,000 Biaya pemasaran Rp 550,000 Biaya Pernglengkapan Rp 235,000 Biaya Penyusutan Peralatan Rp 937,500

Jumlah Rp 17,172,500.00 Rp 206,070,000.00 Laba Usaha Rp 40,697,500.00 Rp 488,370,000.00 Laba (rugi) bersih sebelum cicilan Rp 40,697,500.00 Rp 488,370,000.00

Pokok (1,5 tahun) Rp 8,333,333.33 Rp 50,000,000.00

Laba (rugi) bersih setelah cicilan Rp 32,364,166.67 Rp 438,370,000.00

PENDAPATAN DAN PEMBIAYAAN TAHUN II

Uraian

2. OPERASIONAL

3. PENGEMBALIAN PINJAMAN 1. PENDAPATAN

Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

PENERIMAAN DANA Pinjaman investasi 150,000,000 - - - - -Pendapatan operasional 287,740,000 694,440,000 763,884,000 840,272,400 924,299,640 Jumlah penerimaan 150,000,000 287,740,000 694,440,000 763,884,000 840,272,400 924,299,640 PENGGUNAAN DANA INVESTASI Investasi awal 150,000,000 BIAYA OPERASIONAL

Biaya administrasi dan umum 206,070,000 206,070,000 216,373,500 227,192,175 238,551,784 PENGEMBALIAN PINJAMAN

Pengembalian pokok 100,000,000 50,000,000

Jumlah penggunaan 150,000,000 306,070,000 256,070,000 216,373,500 227,192,175 238,551,784

Kas bertambah (berkurang) - (18,330,000) 438,370,000 547,510,500 613,080,225 685,747,856 Saldo awal kas - - (18,330,000) 420,040,000 967,550,500 1,580,630,725 Saldo akhir kas - (18,330,000) 420,040,000 967,550,500 1,580,630,725 2,266,378,581

Catatan.

Asumsi kenaikan biaya operasional 5%

Asumsi proyeksi pendapatan per tahun sebesar 10%

ARUS KAS / CASH FLOW

(21)

F. Analisis Kelayakan bisnis 0 150,000,000 I (18,330,000) 0.8475 (15,533,899) 2 438,370,000 0.7182 314,830,508 Jumlah 299,296,610 Jumlah investasi 150,000,000 NPV 149,296,610

IRR = NPV menjadi nol 42%

Profitability index 2.00

Payback period 1 tahun 6 bulan

STUDI KELAYAKAN BISNIS

Present Value Tahun Investasi Net Cash Flow Discount rate

(22)

IV. PENUTUP

Demikian Proposal ini kami sampaikan, semoga dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah direncanakan, atas penilaian dan pertimbangannya kami ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Makassar, Juli 2016

(23)

Lampiran : Dokumentasi

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengatasi hal tersebut telah diambil langkah kebijakan dengan mengoptimalkan fungsi tenaga yang ada dan dibantu penyelidik, penyidik, dan penuntut umum pada bidang lain

Untuk mengetahui berapa harga Salvinia molesta yang mampu ditolerir sehingga layak dijadikan salah satu bahan pakan dapat dilihat hasil analisis sensitifitas yang disajikan

Dari uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh pemberian herbisida paraquat diklorida per−oral terhadap pembengkakan hepatosit

Hasil dari kombinasi metode tersebut menunjukkan performa yang lebih baik daripada menggunakan kombinasi algoritma C4.5 dan PCA, serta algoritma C4.5 saja untuk kasus

Rata-rata niat berwirausaha kelas kewirausahaan praktik adalah sebesar 11,97 sedangkan kelas kewirausahaan tanpa praktik adalah 11,45; sehingga hipotesis pertama

Tahap terakhir dari proses line creation adalah menggabungkan blob yang tumpang tindih pada setidahknya setengah dari garis horizontal, meletakkan tanda baca bersama-sama

Saya tidak membutuhkan telaah dari klien seprofesi (sesama auditor) dalam tim untuk menilai prosedur audit yang telah saya lakukan.. Saya bersikap jujur untuk menghindari

Teknik mikroabrasi email digunakan untuk mengatasi adanya pewarnaan gigi akibat fluorosis sebagai terapi awal yang diikuti oleh bleaching pada kasus pewarnaan yang berat