25 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 OBJEK PENELITIAN
Dalam Sebuah penelitian ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu objek Penelitian, karena objek penelitian merupakan sebuah sumber informasi dalam sebuah penelitian. Objek peneltian merupakan suatu kondisi dari objek yang akan diteliti untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai suatu penelitian. Objek penelitian juga merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data.
Adapun Sugiyono (2017:41) menjelaskan pengertian objek penelitian adalah “sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal objektif, valid dan reliable tentang suatu hal (variabel tertentu)”. Objek penelitian yang penulis teliti adalah Review Kertas Kerja Audit (X1), Pengalaman Auditor (X2), Motivasi Kerja (X3) dan Kinerja Auditor Pemerintah (Y).
Menurut Husein Umar (2013:18) yang di maksud objek penelitian adalah tentang apa dan atau siapa yang menjadi objek penelitian, juga dimana dan kapan penlitian dilakukan, dapat juga ditambahkan hal-hal lain jika dianggap perlu.
Sehingga adapun objek dalam penelitian ini adalah situasi lingkungan usaha secara eksternal maupun internal yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan penelitian dan penyusunan perencaraan bisnis dengan meninjau kelayakan usaha berdasarkan aspek pasar, keunggalan bersaing, dan ekonomi pada sektor olahan makanan berbahan dasar ikan saat ini dengan menggunakan pendekatan “Timmons model” untuk menciptakan bisnis baru Yaitu ikan cakalang fufu.
3.2 METODE ANALISIS 5 PORTER
Hal yang paling penting untuk dianalisa dalam lingkungan bisnis adalah
immediate environment yang merupakan fundamental penting dalam kesehatan bisnis. Lingkungan ini akan mengisolasi bisnis dari peluang dan ancaman. Dalam
immediate environment akan dianalisa mengenai analisis industri dan five forces competitive advantage dari Porter.
Porter (2017) menyebutkan bahwa industri memiliki lima kekuatan yang saling berinteraksi sehingga membentuk kompetisi, yaitu:
1. Ancaman Masuk Pendatang baru
Potensi masuknya pendatang baru ke dalam suatu industri adalah cukup besar. Daya tarik pada suatu industri dilihat dari berapa banyak organisasi yang ada di dalam suatu industri. Semakin sedikit jumlah organisasi yang ada maka, bisa berarti hambatan pendatang baru untuk masuk ke industri tersebut banyak. Perusahaan perlu memperhatikan seberapa besar potensi pendatang baru masuk ke industri. Semakin besar hambatan masuk maka semakin sedikit juga potensi atau ancaman dari pendatang baru. Begitu juga sebaliknya, semakin sedikit hambatan masuk ke suatu industri maka akan mengakibatkan semakin banyak ancaman pendatang baru masuk. Hal tersebut berarti akan semakin tinggi persaingan yang akan dialami oleh perusahaan. Ancaman tersebut tergantung dari faktor-faktor hambatan yang ada sebagai reaksi kompetitornya. Ada 6 sumber utama penghalang untuk masuk didalam industri, yaitu:
• Skala ekonomi. Menunjukkan turunnya skala ekonomi per unit, karena secara
absolut pemain baru harus memproduksi skala besar atau biaya rendah. Ini berarti harus melakukan skala ekonomi pada produksi, penelitian, pemasaran maupun jasa.
• Diferensiasi produk. Merek menciptakan penghalang bagi pemain baru untuk
mengarah pada sifat keunikan produk atau jasa dan loyalitas konsumen. Diferensiasi tersebut dapat berupa iklan, customer service, produk unggulan. Untuk menambah tinggi pagar hambatan ini maka dapat digabungkan dengan faktor skala ekonomis.
• Kebutuhan modal. Modal diperlukan untuk melakukan kegiatan usaha, usaha
yang membutuhkan modal besar lebih sulit untuk dimasuki, namun perusahaan besar mampu untuk menginvestasi industri lainnya.
• Akses ke saluran distribusi. Pemain baru harus mengamankan saluran distribusinya. Semakin terbatasnya jalur distribusi ataupun penjual eceran terhadap produk tertentu maka semakin menghambat pemain baru untuk ikut bersaing.
• Kebijakan pemerintah. Pemerintah dapat membatasi jumlah pemain atau malah
membuka peluang untuk pemain baru, dan bisa menutup peluang bisnis baru.
• Cost disadvantage independent of scale. Akses terhadap bahan baku, lokasi yang strategis, subsidi pemerintah, lokasi yang menguntungkan tidak dimiliki oleh pemain baru walaupun mereka mampu untuk melakukan produksi besar karena adanya kurva belajar (learning curve).
2. Persaingan Antar Perusahaan
Dalam Industri yang Sama Dalam satu industri perusahaan pastinya memiliki pesaing, pesaing tersebut bisa menjadi ancaman juga bagi peusahaan untuk tetap bertahan di industri tersebut. Masing-masing perusahaan pasti ingin lebih unggul dalam industrinya persaingan yang akan terjadi seperti saling merebut pelanggan mendapatkan pangsa pasar, serta hal lainnya. Banyak cara yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk unggul dalam persaingan antar perusahaan yaitu dengan menggunakan harga, produk, kualitas, design produk, promosi, iklan, cara penjualan dan lainnya.
3. Kekuatan pemasok.
Keunggulan akan dimiliki pemasok apabila jumlahnya relatif sedikit dan pemasok cukup besar. Kadang industri tidak mempunyai kekuatan terhadap pemasoknya sehingga dimungkinkan terjadi. Tetapi ada kalanya pelanggan memiliki kekuatan terhadap pemasok. Keadaan ini terjadi karena pengguna terbesar produk tersebut dan atau produk tersebut memiliki banyak pesaing. Keuntungan menjadi pelanggan yaitu dapat melakukan kerjasama dengan pemasok sehingga mereka akan dapat mendukung pemasaran produk atau jasa yang dihasilkan.
4. Daya Tawar Pembeli
Pembeli atau konsumen memiliki posisi yang penting di perusahaan, karena permintaan akan produk yang dihasilkan oleh perusahaan bergantung kepada pembeli atau konsumen. Semakin tinggi daya tawar pembeli maka akan semakin tinggi pula pendapatan (laba) yang didapatkan oleh perusahaan. Maka dari itu perusahaan harus dapat mempertahankan konsumen yang telah dimiliki oleh perusahaan.
5. Ancaman dari Produk Penganti
Menurut Porter, produk penganti (produk subtitusi) merupakan ancaman bagi perusahaan. Produk penganti adalah produk yang dapat memberikan manfaat yang sama bagi konsumen yang membutuhkannya. Biasanya produk penganti memiliki kesamaan fungsi sehingga terkadang konsumen akan lebih memilih produk penganti jika produk yang diinginkan tidak ada di pasaran. Semakin banyak produk penganti maka bisa berakibat pada menurunnya permintaan, hal ini dapat mengancam stabilitas perusahaan di industri tersebut. Sehingga perusahaan perlu memperhatikan produk penganti agar produk yang dihasilkan oleh perusahaan tidak benar-benar diganti oleh produk penganti.
3.3 OPERASIONALISASI VARIABEL
Menurut Sugiyono (2016:38) variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Sakaran dan Bougie dan Cooper dan Schindler (dalam Zulganef, 2018: 54) mengungkapkan bahwa pengertian variabel sebagai segala sesuatu yang dapat dibedakan atau mempunyai variasi nilai. Contoh variabel adalah kepuasan, tinggi badan, indeks prestasi kumulati (IPK), dan berat badan.
Variabel yang ditetapkan untuk dilakukan penelitian adalah sebagai berikut (Timmons; 2011)
Tabel 3. 1 Penelitian Kriteria
VARIABEL KRITERIA INDIKATOR
Potensi Tinggi Potensi Rendah
1.Pasar dan isu-isu terkait
Kebutuhan dan keinginan konsumen
Teridentifikasi Tidak teridentifikasi Konsumen Terjangkau dan
menerima produk/jasa
Sulit dijangkau
Waktu kembali modal < 1 tahun > 3 tahun Nilai tambah IRR 40%+ IRR <20% Tingkat pertumbuhan pasar 20% <20%
Tingkat laba kotor >40% <20% 2.Keunggulan
kompetitif
Biaya tetap dan tidak tetap Tiggi Rendah
Tingkat pengendalian harga dan biaya
Tinggi Rendah
Jaringan Luas dan kuat Sempit 3. Kreasi nilai
dan
isu-isu realisasi
Laba setelah pajak 10-15% atau lebih <5% Waktu arus kas positif < 2 tahun > 3 tahun Tingkat pengembalian
investasi
3.4 JENIS SUMBER DATA
Menurut Suharsimi Arikunto (2017) yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data diperoleh. Berdasarkan sumbernya, data dibedakan menjadi dua seperti pada table berikut:
Tabel 3. 2 Jenis dan Sumber Data
3.5 TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3. 3 Teknik Pengumpulan Data
JENIS DATA SUMBER DATA
1. Primer ➢ Penggemar olahan daging ikan
➢ Pedagang olahan daging ikan konvensional
2. Sekunder ➢ Text book, artikel, jurnal, dll
➢ Internet
➢ Dokumen, jurnal, dsb.
Instrumen Pengumpulan Data Proses Pengumpulan Data
a. Data Primer
Wawancara kepada penggemar olahan daging ikan dan pedagang olahan daging ikan konvensional
Tanya jawab dilakukan untuk mendapatkan data primer mengenai latar belakang masalah dan hal-hal lain terkait dengan masalah penelitian serta data-data yang dibutuhkan terkait dengan penelitian ini.
Observasi Observasi dilakukan melalui pengamatan
langsung terhadap masalah yang diteliti. Selain itu, observasi juga dilakukan pada usaha-usaha sejenis.
b. Data Sekunder
Studi literatur Studi literatur dilakukan melalui
pengambilan data dari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan perencanaan bisnis perusahaan barang khususnya dekorasi ruangan.
3.6 RANCANGAN ANALISIS
Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif yaitu dengan menggunakan teori atau konsep perencanaan bisnis untuk mengetahui situasi yang dapat diteliti agar kemudian dapat dibuat menjadi perencanaan usaha yang meliputi pembuatan analisis lingkungan usaha, tujuan dan strategi bisnis, rencana pemasaran, rencana produksi, rencana SDM dan rencanaan Keuangan.