Karakteristik Visual Ruang Pameran Seni Studi Kasus Empat Pameran Karya Eko Nugroho Tahun 2008-2013
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu mengambil satu obyek tertantu untuk di analisa secara mendalam dengan memfokuskan pada satu masalah, metode pengumpulan
Metode yang digunakan dalam penelitian Tugas Akhir ini adalah studi kasus, karena mengambil objek tertentu untuk dianalisa secara mendalam dengan memfokuskan pada suatu
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus yaitu: melihat secara keseluruhan budidaya dan pemasaran jamur tiram putih turun ke
Untuk dapat melihat perbedaan penggunaan kedua metode tersebut, maka dalam penelitian ini data yang akan digunakan sebagai contoh kasus adalah data produksi kelapa sawit di
Dengan metode penelitian tersebut, maka penelitian dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif, diharapkan akan diperoleh data yang akurat tentang seberapa besar
Wawancara Wawancara adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dimana penelitian mendapatkan data secara lisan dari pasien atau keluarga pasien, pada studi kasus ini
Layanan bimbingan karier dalam bimbingan dan konseling (BK) merupakan layanan yang dapat membantu siswa dalam rangka merencanakan karier serta mengambil keputusan sesuai diri sendiri. Perencanaan karier siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berfungsi untuk pepetaan siswa ke dalam sekolah yang terkait dengan peluang masa depan individu. Penelitian ini menggunakan metode kausal komparatif,. Pengumpulan data menggunakan angket, digunakan dengan beberapa indikator yang berhubungan langsung dengan variable layanan bimbingan karier menggunakan angket dari Tohirin (2013)) dan variable perencanaan karier menggunakan teori dari Winkel dan Sri Hastuti (2005). Hasil menunjukkan adanya pengaruh dari layanan bimbingan karier terhadap perencanaan karier siswa kelas VIII SMP N 8 Sungai Lilin dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,496. Nilai ini berarti memiliki hubungan yang tinggi. Selanjutnya dilakukan analisis regresi untuk melihat pengaruh antara layanan bimbingan karier dengan perencanaan karier siswa dan di dapatkan koefisien regresi (x) sebesar 0,414. Nilai ini berarti bahwa setiap penambahan 1% nilai kemampuan menggunakan F-learn maka nilai motivasi belajar mahasiswa bertambah 0,414. Kemudian diperoleh nilai Sig. 0,006, karena sig. 0,006 < 0.050, maka variabel layanan bimbingan karier berpengaruh secara signifikan terhadao variabel perencanaan karier siswa. Nilai RSquare sebesar 0,587 yang artinya besaran sumbangan variabel Layanan BK terhadap variabel Perencanaan Karir Siswa sebesar 58,7%, sisanya (41,3%) berasal dari variabel lain.