• Tidak ada hasil yang ditemukan

Religiusitas kaum transgender: Studi kasus pelaku transgender dalam komunitas LGBT di Bandung Raya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Religiusitas kaum transgender: Studi kasus pelaku transgender dalam komunitas LGBT di Bandung Raya"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 LatarBelakang

TelahdiketahuiAllahsebagaisangpenciptaduniadansegalaapa yangadadidalamnyasecarapastidanjelasdengantidakadakeraguan sedikitpununtukmenciptakansesuatu,termasukpuladalam penciptaan gender.Allahtelahmenciptakanmanusiakedalam duajeniskelaminyaitu laki-lakidanperempuandengansegalakelebihandanperbedaannyasatu sama lain.Namun faktanya dizaman yang serba modern iniada sekelompokkecilyangjustrumengalamikebingungandalam menentukan jeniskelaminnyasendiri.Individu-individuyangmengalamikebingungan inimerasakan adanya ketidakcocokkan antara jenis kelamin fisiknya dengankejiwaannya.Keadaantersebutterlihatpadaindividuyangtelah lahirdenganalatkelaminperempuanataupunlaki-lakiyangsempurna tanpakecacatan,namunsebaliknyajustrujiwaindividunyamerasabahwa dirinyabukanseorangperempuanmelainkanpriabegitupunsebaliknya. InilahyangkemudiandisebutdenganTransgender.1

Dalam ilmukedokteraanTransgenderdimasukkankedalam salah satubentukkelainanyangkemudiandisebutGID(GenderIdentification Disorder)yaitukelainanidentifikasigender.Secarabiologisperempuan dapatdisebutsebagaiseorangperempuanapabilasecarafisikindividuini

1

LouiseAndrianiRasan,“StatusKeperdataanKaum TransgenderYangMelakukan OperasiKelamin”(SkripsiS1yangdipublikasikanUniversitasAtmaJayaYogyakarta 2013),hlm.1.

(2)
(3)

apabilamemilikipenisdantidakterdapatbuahdada.Dandilihatdarisegi psikologis,perempuanseharusnyabersifatfeminisdanadadalam peran genderyangsudahditetapkanolehbudayadannormayangsudahberlaku. Sedangkan laki-lakiseharusnya bersifatmaskulin serta berada dalam peran genderyang telah ditetapkan oleh norma dan budaya dalam masyarakatnya.Jadi,seharusnyagenderdanjeniskelaminyangtelah terciptaharuslahmemilikikesesuaianmeskipunkenyataanyamemang saatiniterdapatindividuyangmengalamipenyimpanganTransgender.2

Keberadaantransgendersendirisebenarnyatelahadasejaklama, Huang berpendapat bahwa dalam sejarah ketika Islam memasuki Indonesia ditahun1600,padasaatituadanyakebiasaancrossdressing yaitu penggunaan pakaian darilawan jenis oleh pendeta diPulau Sulawesi.3DiIndonesiasendirikeberadaankaum transgenderjugadi toleransi,dibiarkanada.TerlebihsemenjakdideklarasikannyaHAM (Hak AsasiManusia)yangsudahmemperolehjaminanperlindungandengan disahkannyaUUNo39/1999tentangHAM (HakAsasiManusia).Pasal3 ayat(3),UUtersebutberbunyi:“Setiaporangberhakatasperlindunganhak asasimanusiadankebebasandasarmanusia,tanpadiskriminasi”dan pasal5ayat(3)menyatakan,“Setiaporangyangtermasukkelompok masyarakatyangrentanberhakmemperolehperlakuandanperlindungan

2GustiAyuRatihAsmarani,.AnalisisPsikologiTransgenderPadaTokoh RukaKishimotodalam SerialDramaJepangLastFriends,”(SkripsiS1yangtidak dipublikasikan,UniversitasBinaNusantaraJakarta,2009),hlm.91.

3DindadanEndang,.“MASIHKAH ADA SURGA UNTUKKU?SebuahStudi FenomenologiTentangReligiusitasPadaSantriPondokPesantrenWariaAl -FatahYogyakarta,(Jurnal,UniversitasDiponegoro,2017),Volume6(1)104-110,

(4)

lebihberkenaandengankekhusussannya”.4

Trend mengenaitransgenderdiIndonesiasemakin harisemakin semarak,dapatkitalihatactor/aktris,gruppenyanyibahkanfilm-film yang berorientasikanmengenaitransgenderbanyakbermunculan.Halinisudah dianggapsebagaisesuatuyangtakasinglagibahkandianggaplumrah dansesuatuyangwajar.

BandungmerupakansalahsataupropinsidiJawaBarat,kotaini memilikiberbagaimacam kebudayaan dan tradisisehingga banyak wisatawanasingyangtertarik untukdapatmenyambanginya.Sehingga takheranjikadikatakanbahwaBandungtermasukkedalam kotayang dapatberkembangpesatdenganberbagaikeanekaragamandidalamnya. Bandung yang juga dikatakan sebagaikota pariwisata tidak dapat terlepasdariadanyafenomenatransgender,halinidibuktikandarifakta yangada,bahwamasihterdapatnyalembaga-lembaga,perkumpulanatau komunitasLGBTdimanadidalamnyaterdapatpulakelompoktransgender. Walaupun begitu adanya trangendermasih tidak bisa diterima oleh masyarakat,sebabmayoritasmasyarakatBandungmerupakanpemeluk AgamaIslam dimanaterdapatnilai-nilaiagamasebagailandasanmoral dalam berperilaku di masyarakat yang telah diyakini selama ini. PandanganIslam mengatakanbahwaperilakutransgenderyaituperilaku yangkejidanterlaknat,merekatelahmelakukanperbuatandosabesar. Halinilahyang menjadikeyakinanyang tertanam dalam diritiap-tiap

4

PutriDellaYuswikaA.B,”PengaturanPerubahanJenisKelaminMenurutKetentuan HukumdiIndonesia(SkripsiS1UniversitasWijayaPutraSurabaya2016)hlm.29.

(5)

individu.

Transgendertidakmengenalbatasusia,jeniskelamin,statussosial maupunpekerjaanbahkanagama.Enam tahunlaluatautahun2011 adalahmasadipertemukannyapenulisdenganisuLGBT,dimanaadala salahseorangtemanpenulisyangberjeniskelaminperempuannamun beredarkabarbahwaiaadalahseorangLGBT.Apayangadadalam pikiran penulissaatitumengenaiLGBTyangterlihatmenakutkandananehsebab dipandangsebagaisesuatuyangabnormal.Berpakaianselayaknyalaki -lakidenganperawakanyangmaskulin.Bahkanselangbeberapawaktuia sempatmenyatakanperasaansukanyaterhadapperempuanyangjuga teman satu sekolah.Haltersebutcukup membuatterkejut,bahkan setelahnyaiamenjalinhubungandengansesamaperempuanlayaknya sepasang kekasih. Di kesempatan itulah penulis mendapatkan kesempatan mengenalseorang LGBT. Hingga beberapa waktu lalu penulis dipertemukannya kembalisetelah lama tak bertemu dengan perawakan yang terlihatkeseluruhannya sebagaiseorang pria.Dan ternyatasecaraterang-teranganiaberceritabahwamemangdirinya telah menjadiseorangtransgender.

Berikutsekelumitwawancaradenganpelakutransgenderyangtelah dipaparkandiatas:“mengapamasyarakatbegituperpandangansebelah matamengenaikami,padahalorangyangsoleh/solehahsekalipunbelum dipastikankebaikannyamelebihiorangsepertikami .Sayadanteman-teman sepertisaya juga masih tetap melaksanakan kewajiban kami

(6)

sebagai seorang muslim. Kami melaksanakan praktik agama sebagaimanamestinya,kamijugamemilikikeyakinan tentang agama yangkamiperoleh sejakkamikecil.Kamihanyamemilihhidupdariapa yang sebenarnya jiwa kamiinginkan,kamihidup sepertiinidan apa adanya..”.5

Darihasilwawancaradiatasmenguatkanbahwatransgenderjuga termasuk dari umat beragama dan memiliki kebutuhan untuk melaksanakanajaranagamannyayangjugamemilikikonsep-konsepyang mendasartentangkeagamaanyangdiyakininya.

Sejakseoranganakterlahirorangtuatelahmenanamkannilai-nilai keberagamaandalam dirianak.Misalkananaksejaklahirdilatihuntuk bisa melaksanaka kewajiban beribadah kemudian mempelajari pengetahuanakankeberagamaan,melakukanhal-halbaiksesameumat manusia.Olehsebabitusecaratidaklangsunganak-anaktelahmemiliki dasarkeberagamaandalam dirinya.Inilahyangnantinyaakanmenjadi dasarbagitimbulnyakeyakinandalam keberagamaandalam dirimanusia. Keyakinanataukepercayaaninibersifatimmaterialdalam bentukdan tahapapapunyangdisertaidenganajaranetikadantradisi.Keyakinanini mengandungnilai-nilaiyangabsolutedanberlakuseepanjangjalan.

Rasa keberagamaan tidak terlepas daritingkatperkembangan manusiaitusendiri.Kesadaranberagamapadamasaanak-anakakan berbedadenganmasaremajadanmenginj

akdewasapadamasaanak-5

RayaAmanda(PelakuTransgender,21tahun)WawancaraJatinangor11Februari 2018,pukul19.03WIB.

(7)

anakakanmenerimakonsepkeberagamaanberdasarkanotoritas.Sifat kritisterhadapajaranagamaakanmunculpadadiriremaja,sifatkritisini searahdenganperkembangankecerdasanyangdialamiremaja,bilapada tahap inimengalamikegagalan makaakan cenderung untukmemilih jalannyasendiri.6 Sedangkanpadamasadewasa,akanadanyaproses yangdisebutdenganpencariankepercayaandiridimanaindividuakan mengalami proses yakin atau pernyataan terhadap sesuatu yang diyakininyakemudiandikaitkansecarakognitifsehinggaapayangmenjadi keyakinannya menjadisesuatu yang tepatuntuk dipercaya.Seorang indivduyangtelahmenginjakmasadewasaakanmemilikipandangan hidup yang diperoleh dariagama yang memberikan kepuasan untuk dirinya,demikianmenurutHarlock..

Misalnya sebagaicontoh kasus Dorce yang telah melakukan transgenderdariseorang laki-lakiyang merubah dirinya secara total menjadiseorang perempuan untuh,kemudian Mita The Virgin yang merupakan seorang perempuan munculdan berpenampilan layaknya seorang priatetapimerekatetap melaksanakan praktik-praktikdalam agama,yaituberhaji,puasa,dll.Mitayangsaatitusebagaiseorangremaja yangkemudianmenjaditrenyangdiidolakanolehkalanganmudadan banyakmenjadicontohremajayangsedangmengalamitahappencarian jatidiri.Kemudian yang menjadikan pertanyaan ialah,ketika mereka

6RizkySetiawati,DinamikaReligiusitasSiswaMuslim diSekolahNonIslam (Studi KasusTigaSiswaMuslim diSMASantoThomasYogyakarta)”,(SkripsiS1yangtidak dipublikasikanFakultasTarbiahdanKeguruanUINSunanKalijagaYogyakarta,2014),hlm 3-4

(8)

melakukan praktik dalam beribadah serta melakukan keyaki nan-keyakinannyadimanakahposisiyangmerekaambil.Disatusisifitrah merekasebagaiseoranglaki-lakiatausebaliknyatetapidisisilainfisikdan hasratmereka sebagaiseorang perempuan atau sebaliknya.Halini menjadiketidakkonsistenanantaraajaranagamasertanilai-nilaiagama yangdiperolehsejakkecilyangsecaraumum mengatakanbahwaperilaku maupunorientasitransgendermerupakanperilakuyangburukyangakan menjadikonflikdalam keberagamaanseorangtransgenderyangmemeluk agama Islam.Halinilah yang kemudian nantinya akan menimbulkan konflikdankeraguandalamkeberagamaanpelakutransgender.7

Daribeberapa hasilpenelitian dan fenomena ini,penelitiakan mencobamendeskripsikanlebihdalam tentangReligiusitasTransgender, yangmanapemahamanagamasecaraumum dansosialmasyarakatyang menolak dan menganggap seorang transgendersebagaiorang yang abnormaldanburukdimatamasyarakat.

1.2RumusanMasalah

Darilatarbelakang masalah yang dipaparkan diatas,diperoleh beberapa hal sebagai berikut:pertama, individu yang merasakan kebingungandenganadanyaketidaksesuaiananatarajeniskelamindan pilihankejiwaanya,terjadipadaindividuyanglahirdengankondisifisik

7

Okdinata.,“ReligiusitasKaum Homoseks:StudiKasusDinamikaPsikologis Keberagamaan Gay Muslim di Yogjakarta” (Skripsi S1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta2009)hlm.5

(9)

sempurnatanpakecacatan.Keadaansepertiinilahyangkemudiandisebut dengan Transgender. Kedua, perkembangan rasa keberagamaan seseorangtakterlepasdariperkembanganusia,sehinggasejakanak-anak hinggadewasaakanmengalamitingkatreligiusitasyangberbedapula. Ketiga,seorangtransgendermerupakanbagianyang termasukdalam umat beragama sehingga mereka tetap memiliki keyakinan dan melakukanpraktik-praktikagamasesuaidenganapayangmerekayakini. Terakhir,adanyaketidakkonsistenanantaraapayangmenjadipilihanbagi seorangtransgenderdengannilai-nilaidanpraktik-praktikagamayang merekayakini.

Berdasarkan beberapa haldiatas maka dapatdiambilrumusan masalahataupertanyaanpenelitiandalam penelitianiniyaitu:

1.Bagaimana rasa keyakinan (aqidah) individu transgender dalam kehidupankeberagamaannya?

2.Bagaimanapenghayatan(akhlak)seorangpelakutransgender?

3.Bagaimanapengetahuankeagamaanseorangpelakutransgender?

4.Bagaimanapraktikperibadatan(syariah)seorangpelakutransgender?

5.Bagaimanapengalamankeberagamaanseorangpelakutransgender?

(10)

Tujuandiadakannyapenelitianiniadalah mengetahuibagaimana religiusitas diri pelaku transgender dalam keberagamaan dengan pilihannyamenjaditransgender.Sertamengetahuibagaimanaseorang transgendermengambilperandalam melaksanakanpraktik-praktikibadah setelahmemutuskanmenjadiseorangtransgender.

1.4 KegunaanPenelitian

Kegunaanpenelitianinidiantaranya:

1.SecaraTeoritis

Hasilpenelitianinidiharapkandapatmemberikankontribusipemikiran tentang wacana keilmuan terutama apabila dikaitkan dengan rasa keberagamaan (religiusitas) individu-individu yang melakukan transgender.

2.SecaraPraktis

a.Bagipenulis

Hasilpenelitian inidiharapkan dapatmengembangkan aktivitas pembelajaran menegenaireligiusitastransgenderyang nantinya dapatmemahamidanmengetahuibagaimanarasakeberagamaan yangdialamiolehpelakutransgender.

(11)

untukmemperolehgelarsarjanapadajurusanTasawufPsikoterapi, FakultasUshuluddinUINSunanGunungDjatiBandung.

b.BagiMasyarakat

Hasilpenelitianinidiharapkandapatmemberikaninformasidan pemahaman tentang keberagamaan transgender,yang nantinya diharapkan masyarakatdapatbersikap lebih bijaksana dalam menghadapikaum minoritasini.

c.BagiPemerintah

Dapatdigunakansebagaibahanpertimbangandaripenelitianyang telahdilakukandilapanganyangdijadikanacuandalam menyusun programpenyelesaianpermasalahantransgender.

d.BagiTokohAgama

Dapatdijadikan sebagaibahan pertimbangan dalam menyusun programpembinaanakhlakdanreligiusitaspadatransgender.

1.5KajianPustaka

(12)

yangmembahastransgenderdanreligiusitas,makadisinipenulisakan memaparkanbeberapapenelitianyangberkaitandengantransgenderdan religiusitassebagaiberikut:

1. PenelitiantentangTransgender

Penulisakanmemberikanpemaparanmengenaibeberapapenelitian yangadahubungannyadengantransgender,sebagaiberikut:

PenelitianyangdilakukanolehPutriWulanSari,WahyuRatnaPutra, danNurAstriMitayani(2013)denganjudul“TheEffectsOfAlFatah PondokPesantren(SpecialForTransgenderPeople)OnTheirReligious BehavioursInYogyakarta”.PenelitianinidipublikasikanPELITA,VolVIII, No2.8PenelitianlapanganinimenjelaskanadanyapondokpesantrenAl -Fatahyangdibangunkhususbagiparawariasehinggaparawariainidapat mempelajariilmuAgamaIslam untukmemperbaikikehidupan.Namun dampakpesantrenyangberlebelAl-Fatahinitidakterlalumemberikan dampak yang positif sebab masih banyaknya waria yang justru menjadikantempatuntukberleha-lehadenganberbagaifasilitasyangada danmasihtidakmelaksanakanpraktikagamasecararutindanikhlas berharaptobatkepadaAllahsebagaipenciptanya.

PenelitianlainyangdilakukanolehSaraRuhghea,Mirza,Risana Rachmatan(2014)dengan judul“StudiKualitatifKepuasan Hidup Pria 8PutriWulanSari,WahyuRatnaPutradanNurAstriMitayani,.“TheEffectsOfAl FatahPondokPesantren(SpecialForTransgenderPeople)OnTheirReligiousBehaviours InYogyakarta”,(Jurnal,UniversitasNegeriYogyakarta2013,PELITAVolVIII.No2),hlm. 145

(13)

Transgender(Waria)diBandaAceh”.Penelitian inidipublikasikan dik jurnalpsikologiUndipVol.13No.1.9hasildaripenelitianiniadalahbahwa rasakepuasanhidupdaripelakutransgenderialahdenganmenerimaapa yangtelahmenjadipilihannyabaiksecarafisikmaupunpsikologis.Namun disisilainyangmenjadipenghalangterbesarialahresponpenolakanyang diberikanmasyarakatterhadapperangenderdilingkungannyasehingga membutuhkan strategi coping salah satunya dengan mengingat penciptanyayaituAllahSWT.

Selanjutnya,penelitianyangdilakukanolehMusti’ah(2016)dengan judul“LesbianGayBisexualdanTransgender(LGBT):PandanganIslam, FaktorPenyebab dan Solusinya”.Penelitian inidipublikasikan SOSIAL HORIZON:JurnalPendidikanSosialVol3No2.10Didalamnyadibahas mengenaihokum Islam yangtelahsecarajelasdicantumkandalam Al -Quranbawapenyimpangangay,zina,lesby,danserupanyaitudiharamkan. Halinibukanlahtanpaalasanmelainkanagarterciptanarasataqwadalam dirisetiapindividudanmemeliharaketaqwaannya.

TerakhiradalahskripsiyangdilakukanolehA’maliah(2010)dengan judul“FashiondanIdentitasDiriWaria:StudiEtnografiSimbol-Simbol KomunikasiNonVerbaldalam FashionSebagaiPembentukIdentitasDiri

9

SaraRuhghea,MirzadanRisanaRachmatan,.”StudiKualitatifKepuasanHidup PriaTransgender(Waria)diBandaAceh”,(Jurnal,UniversitasSyiahKuala,Psikologi2014 UndipVol13No1),hlm.11

10

Musti’ah,“LesbianGayBisexualdanTransgender(LGBT):PandanganIslam, FaktorPenyebabdanSolusinya”,(Jurnal,IKIP-PGRIPontianak2016,SOSIALHORIZON: JurnalPendidikanSosialVol3No2.)hlm.258

(14)

diKalanganWariadiKotaYogyakarta”.11 Penelitianinimenunjukkan bahwafashiondapatmemberikansuatuidentitasterhadapdiriseseorang. Misalnya seorang wanita dengan menggunakan fashion yang terlihat casual maka akan menunjukkan identitas dirinya. Begitulah cara masyarakatmemandangseseorang.

PenelitiantentangReligiusitas

PenelitianyangdilakukanolehMiftahAuliaAndistidanRitandiyono (2008)denganjudul“ReligiusitasdanPerilakuSeksBebasPadaDewasa Awal”dipublikasikanolehJurnalPsikologiVol1No2.12Rentanusiayang dijadikansebagaisubjekdalam penelitianiniialah18hingga30tahun dimanamenghasilkanbahwaadanyahubunganantarareligiusitasdan seksbebas.Orang yang dijadikan subjekinimemilikipasangan atau berstatuspacaransekurang-kurangnyadalam satutahun.

Selanjutnya, penelitian Ayu Khairunnisa(2013) dengan judul “HubunganReligiusitasdanKontrolDiridenganPerilakuSeksualPranikah RemajadiMAN 1Samarinda”,dipublikasikanolehe-JournalPsikologi 1(2):220-229.13YangdihasilkandaripenelitianyangdilakukanolehAyu terhadap siswamaupun siswidiSMA MAN 1 Samarindaialah tidak

11 A’maliah,“Fashion dan Identitas DiriWaria:StudiEtnografiSimbol-Simbol KomunikasiNonVerbaldalam FashionSebagaiPembentukIdentitasDiridiKalangan WariadiKotaYogyakarta”(SkripsiS1yangtidakdipublikasikanFakultasIlmuSosialdan IlmuPolitikUniversitasSebelasMaretSurakarta,2010),hlm.117

12MiftahAuliaAndisti,danRitandiyono,“ReligiusitasdanPerilakuSeksBebasPada DewasaAwal”(Jurnal,UniversitasGunadarma2008,JurnalPsikologiVol1No2)hlm.173

13

AyuKhairunnisa.,”Hubungan ReligiusitasdanKontrolDiridenganPerilaku SeksualPranikahRemajadiMAN1Samarinda”(Jurnal,UniversitasMulawarman2013, ejournalPsikologi1(2):220-229)hlm.224-227

(15)

adanyahubunganantarareligiusitasdenganperilakuseksualsebelum menikahpadaremajadisekolahMAN1Samarinda.

Terakhir,penelitianolehZaenabPontoh danM.Fariddenganjudul “HubunganAntaraReligiusitasdanDukunganSosialdengaNKebahagiaan PelakuKonversiAgama”,dipublikasikanolehPersona,JurnalPsikologi Indonesia Vol4 No 01 hal100-110.14 Hasilnya antara lain terdapat keterkaitandarireligiusitasdandukungansosialdenganrasakebahagiaan pelakupindahagama.Semakintinggireligiusitasseorangpelakukonversi makaberbandinglurusdenganrasakebahagiaanyangdiperolehsemakin tinggipula.

1.6 KerangkaPemikiran

Setelahpenelitimelakukanwawancaradengansalahseorangpelaku transgenderdiantaranya masih melakukan beberapa praktik agama. Makadariitudapatdikatakanbahwaseorangtransgendermasihmemiliki religiusitas.Dimanamerekahanyatidakmengikutikepercayaanakanarti keberagaman atau memilikipandangan lain tentang cara melakukan praktikagamadannilai-nilaiyangdiyakini.

Telahdikatakansebelumnyabahwapelakutransgendermerupakan individuyangmerasadanmemilikipemikiranyangberbedadarisisijenis 14ZaenabPontoh danM. Farid,“HubunganAntaraReligiusitasdanDukungan SosialdenganKebahagiaanPelakuKonversiAgama”(Jurnal,Universitas17gustus1945 Surabaya dan Universitas DarulUlum Jombang 2015,Persona;JurnalPsikologi Indonesia)hlm.100

(16)

kelamin yang terlahir.Misalnya seorang perempuan yang mengubah dirinyamenjadiseoranglaki-lakiatausebaliknya,baiksecarafisikmaupun psikologisnya.Dimana terbagimenjadi4 macam15,yaitu:kelompok transeksual,kelompoktransvestite,homosekspenderitatransvestisme, danopportunies.

Kemudian,Imam Al-Nawawiberpendapatbahwa seorang pelaku transgender iniakan terbagimenjadi2 jenis yaitu individu yang sebenarnya Allah telah ciptakan sepertiitu adanya,dan seorang transgenderyangmengada-adaataukarnakeinginandarihawanafsunya sendiri.YangberartiAllahmemangtidakmenciptakannyasepertiitu.16

Individutransgenderyangjugatermasukbagiandarimasyarakat beragama sebab mayoritas pelakunya tetap memilikikeyakinan akan agama yang dianutnya,oleh sebab itu kemungkinan mereka pelaku transgender memilikipengalaman atau bahkan sempat merasakan religiusitas daripraktik-praktik agama yang dilakukannya selama ini. Apakah keputusannyauntukmenjadiseorang transgendermerupakan hasildaripengalaman spiritualitas dariamalan yang dilakukannya, mungkinsajadapatterjadi.MenurutDarajatyangterpentingdalam wujud religiusitas tersebut ialah individu tersebut bisa merasakan dan mengalamisecara batin terkait hubungannya dengan yang maha

15

A’malia,”Fashion dan Identitas DiriWaria:StudiEtnografiSimbol-simbol Komunikasi Non-Verbal dalam Fashion Sebagai Pembentuk Identitas Diri di KalanganWariadiKotaYogyakarta”,(SkripsiS1yangtidakdipublikasikanUniversitas SebelasMaretSurakarta2010)hlm.24

16

RestiHediJuwanti,”KepemimpinanTransgenderdalam PerspektifFiqhSiyasah danHukum Positif”,(SkripsiS1yangtidakdipublikasikanUinSyarifHidayatullahJakarta 2015)hlm.38-39

(17)

segalanya,termasukhariakhirataupunhallainnyayangterkaitdengan agama.Munculnyaistilahreligiousconsciousnessmerupakankesadaran beragamayangdapatdirasakandalam pikiranseseorangkemudiandapat dilakukanpengujianmelaluiinstrospeksi(aspekmentaldalam beragama), kemudianreligiousexperienceyaituperasaandalam kesadaranberagama, dimanaperasaanyangdimaksudkanialahrasakeyakinanyangkemudian dilihtdaritindakan.17

Munculnyakonseptentangdimensikeagamaanmenunjukkanbahwa dalam kehidupankeagamaanmemilikibeberapaaspek.BerikutGlockdan Rachmatmenjelaskan5dimensidalam religiusitas.18NamunbagiVerbit danAbdullahdarikelimadimensiyangdikemukakanolehGlockharus ditambahsatudimensiyaitudimensisosial.Makadariitukeenam dimensi yang dikemukakan oleh keduanya dapat dijadikan acuan terhadap berkembangnya rasa keberagamaan,keenam dimensitersebutialah: dimensikeyakinan atau rasa percaya (ideologicalinvolvement/doctrin commitment), dimensi peribadatan atau praktik agama (ritual involvement/ritualisticcommitment),dimensipenghayatanatauperasaan (experientalinvolvement/emotioncommitment),dimensiintelektualatau pengetahuan(intellectualinvolvement/intellectualcommitment,dimensi pengalamanatauetika(consequentialinvolvement/etniccommitment), dan terakhirdimensikesalehan sosial(communityinvolvement/social 17TataSeptayudhaPurnama,HubunganAspekReligiusitasdanAspekDukungan SosialTerhadapKonsepdiriSelebritidiKelompokPengajianOrbitJakarta”,(Tesisyang tidakdi18publikasikanUniversitasIndonesia2011)hlm.37

DadangKahmad,SosiologiAgama,(Bandung:PT RemajaRosdakarya2002), hlm.53

(18)

commitment).

BerdasarkanpendapatyangdikemukakanolehJalaludinRachmat, bahwa dalam religiusitas terdapattiga unsuryang kompleks yaitu pengetahuanagama,perasaandantindakandalam pribadiseseorang. Individubertingkahlakuyangdidorongolehstimulusberupapunishment berupasiksaan danrewardberupapahala.Darisinilahdapatdiketahui bahwa tingkatreligiusitas tidak hanya sekedarspiritualias melainkan dalamkegiatankeberagamaanyangditunjukkandalamkehidupan.19

1.7 MetodologiPenelitian

1.7.1JenisPenelitian

Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif,yang diartikansebagaiprosedurpenelitianyangmenghasilkandatadeskrptif berupauraiankatatertulisataulisandariorang-orangdanperilakunya yang dapatdiamati.20 Penelitian kualitatifmerupakan penelitian yang bertujuan memahamifenomena tentang apa yang dialamisubyek penelitian terkaitperilaku,persepsi,motivasi,tindakan dan nilai-nilai secara holistic dan konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkannberbagaimetodealamiah.21Penelitimelakukanpenelitian untukmengungkapfenomenayangterjadi,yaitufenomenakehidupan transgenderyangakandisajikandalambentukdeskripsi.

19JallaludinRachmat.PsikologiIslam,(Jakarta:RajaGrafindo1966),hlm.133 20

LexyJ.Moleong,MetodologiPenelitianKualitatif,(Bandung:PTRemajaRosda Karya,2006),hlm.4

(19)

Format deskriptif-kualitatif digunakan dengan tujuan menggambarkan,meringkaskanberbagaikondisi,situasisertaberbagai realitassosialyangadadimasyarakatyangmenjadiobjekpenelitian.22

1.7.2SubjekdanObjekPenelitian

Subjekdalam penelitianiniadalahduaorangTransgenderpadausia remaja akhir menuju dewasa awal.Penelitimenggunakan tekhnik purposive untuk memperoleh informan yang memiliki tujuan dan pertimbangantertentu.23

Pertimbangandalammenentukansubjekpenelitianadalah:

1.berdasarkan kesediaan informan untuk diwawancarai secara mendalammengenaipengalaman-pengalamankehidupannya

2.informanberagamaIslam,dimaksudkanagarpenelitidapatmenggali kehidupankeberagamaantransgender.

3.Telahmemasukiusiadewasa,sebabdenganusiatersebutindividu telahmemilikipemahamantentangapayangdiyakininyasendiri.

Sedangkanyangmenjadiobjekdalam penelitianadalahreligiusitas atau keberagamaan. Peneliti memfokuskan penggalian data lebih mendalam terhadap lima dimensireligiusitas dariteoriGlock untuk mengungkapkehidupankeberagamaannya.

22BurhanBungin,PenelitianKualitatif,Komunikasi,Ekonomi,KebijakanPublikdan IlmuSosi23alLainnya,(Jakarta:KencanaPrenadaMediaGroup2010),hlm.68

Sugiono,MetodePenelitianPendidikan:PendekatanKuantitatif,Kualitatifdan R&D,(Bandung:Alfabeta2010),hlm.299

(20)

1.8 MetodePengumpulanData

Metodepengumpulandatayangdigunakandalam penelitianini adalah:

1.Wawancara

Merupakan suatu metode pengumpulan data untuk menemukanpermasalahanyangharusditelitisertamengetahuihal -haltertentu darisubyekpenelitian secaralebih mendalam dan dalam jumlahyangterbatas.24Kemudianjeniswawancarayang digunakanadalahin-depthinterview(wawancaramendalam),yang padapelaksanaannyalebihbebasdibandingkandenganwawancara terstruktur.Tujuannyatidaklainagarmenemukanpermasalahan secaralebihterbuka,yaitusaatinformanmemberikanpendapat, maupunide-idenya.

Sebelum melakukan wawancara, peneliti melakukan pendekatansecarapersonalterhadapinformantransgenderagar memperolehhasilyangsebenar-benarnya.

2.Dokumentasi

Merupakan suatu carayang digunakan untukmenelusuri data-data historis.Disebabkan sebagian besardata dan fakta 24Ibidhlm.194

(21)

tersimpandalambahanyangberbentukdokumentasi.25

1.9 MetodeAnalisisData

Merupakan suatu usaha mencari, menyusun data-data yang diperolehdarihasilwawancara,dokumentasi,maupuncatatanlapangan secarasistematisdengancaramengelompokkandatadalam beberapa kategori,menjabarkan,melakukansintesa,memilihhal-halpentingyang nantinyaakandipelajari,danmembuatkesimpulansehinggadapatdengan mudahdipelajaridandipahamiolehdirisendirimaupunoranglain.26

Dalam prosesanalisisdata,penelitimenggunakanbeberapa langkah:

1.Analisissebelum dilapangan

Analisis pada penelitian kualitatifyang dilakukan peneliti sebelum penelitimemasukilapanganyangbertujuanmenentukan fokus penelitian.27 Sebelum penelitimelakukan penelitian ini, penelititelahmelakukanpendekatandenganinformansehingga saatmelakukan penelitian informan menjadilebih terbuka dan memberikaninformasiterkaitpengalaman,pendapat,danberbagai aktivitasdalamkesehariannya.

25BurhanBungin,PenelitianKualitatif,Komunikasi,Ekonomi,KebijakanPublikdan IlmuSosialLainnya,(Jakarta:KencanaPrenadaMediaGroup2010),hlm.121.

26

Sugiono,MetodePenelitianPendidikan:PendekatanKuantitatif,Kualitatifdan R&D, (Bandung:Alfabeta2010),hlm.335.

(22)

2.Analisisselamadilapangan

Langkah-langkahanalisisselamadilapanganadalahsebagai berikut:

a.Reduksidata,merupakansuatuprosesmerangkum,memilihhal pokok,memfokuskanhanyapadahal-halyangdianggappenting, atau secara ringkasnya melakukan penyederhanaan data berdasarkanyangdibutuhkandalampenelitian.28

Sepertiyangtelahdiungkapkansebelumnya,bahwapeneliti menggunakan tekhnik wawancara secara mendalam (in-depth) untukmengungkapreligiusitasindividutransgender.Olehsebabitu, penelititelah menyusun instrumen penelitian sebagaiacuan mengenaipertanyaan-pertanyaanyangakandiajukan.Instrument penelitianyangdimaksudkanialahberupapedomanwawancara yang berisipertanyaan-pertanyaan terkait beberapa indikator -indikatordalam dimensireligiusitas.Dalam pedomanwawancara, pertanyaan-pertanyaan memang dikategorikan sesuai dengan dimensi-dimensi religiusitas, tetapi dalam pelaksanaannya wawancaraberlangsunglebihterbuka.Pertanyaanyangdiajukan tidakurutnamundisesuaikandenganjawabaninformansehingga pertanyaanbersifatacakbahkanlintasdimensi.

(23)

b.Displaydata/penyajiandata,dalam penelitiankualitatifpenyajian dapatdilakukandenganuraiansecarasingkat, bagan,flowcart, atauhubunganantarkategori.Denganbegitu,makadatadapat terorganisasikansehinggalebihmudahuntukdipahami.29

Penelitimelakukananalisiserhadapdata-dataintiyangtelah dikategorikan dalam dimensi-dimensireligiusitas.Disini,peneliti menyajikan data dalam bentuk uraian (narasi).Uraian yang disampaikan tentu berdasarkan dan diurutkan sesuaidengan dimensi-dimensireligiusitasyangadadalam pedomanwawancara.

c.Mengambilkeputusandanverifikasi,penelitiberusahamenemukan maknadarisemuadatayangdiperolehuntukkemudianmenarik sebahkesimpulan.Kesimpulanyangdiambiltentusajaberasaldari dimensi-dimensiteoriGlock,yang dimanapadamasing-masing dimensitelahadaindikator-indikatortertentu.Olehkarenaitu,dapat mendapatkan kesimpulan apabila informan melakukan semua indikatordarisetiapdimensimakareligiusitasnyadikatakanbaik, namunbegitupulasebaliknya.

(24)

Referensi

Dokumen terkait

Derek Bell is Chief Executive of the Association for Science Education and has extensive experience not only of teaching and learning in science but also of the wider range

Dari bisnis feronikel, ANTM mencatatkan ASP sebesar USD12.170/TNi atau naik 10,2% yang sejalan dengan kenaikan harga nikel dunia yang saat ini telah mencapai posisi

Setiap murid di dalam kumpulan akan menentukan satu gaya yang perlu dilakukan berdasarkan nama kumpulan yang diberi dan melakukan aksi tersebut apabila nama kumpulan mereka

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor biopsikososial ibu balita terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak balita di Puskesmas Ngembal Kulon

Tabel 4.1 Tabel Kegiatan Pengelola Pondok Pesantren Modern Sumber : Analisa Pribadi. Kegiatan

Pollutants that enter the body Kijing Taiwan can affect the hae- mocyte profile, and thus by analyzing Total Hae- mocyte Count (THC) and Differential Haemocyte Count (DHC)

Leadership in group management in the study location also did not apply rotation or change of leader and leader (chairman or management) of the farmer groups to be replaced

Wisata Domestik Lombok Tengah..