Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 683
PENINGKATAN EFISIEN PRODUKSI ES PUTER
PADA KLASTER UKM DI KOTA BATU
Mas’ud Effendi1*), Rizky LR Silalahi1)
1) Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,
Universitas Brawijaya, Jl Veteran Malang *)Email: [email protected]
Abstrak
Salah satu pengembangan produk minuman yang saat ini makin banyak beredar di pasar dengan sistem pemasaran keliling adalah Es Puter atau Es Dung-Dung. Es puter adalah makanan semacam es krim namun lebih mendekati ke makanan tradisional, atau lebih tepatnya adalah es krim tradisional. UKM LANCAR JAYA dan BAROKAH JAYA merupakan UKM produksi Es Puter yang telah eksis di Kota Batu sejak tahun 2005. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Es Puter ini antara lain rendahnya kapasitas produksi akibat peralatan produksi yang belum memadai sehingga permintaan konsumen tidak bisa terpenuhi secara maksimal. Untuk itu perlu fasilitasi produksi berupa Mesin Mesin Produksi Es Puter dan Freezer. Tujuan kegiatan ini adalah membantu UMKM meningkatkan efisiensi proses produksi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara luas akibat multiplier efeknya. Hasil pelaksanan kegiatan IbM meliputi telah tersosialisasi dan diseminasi teknologi di UKM es puter berupa peralatan produksi (Mesin Pengaduk Es Puter dan Freezer) sehingga bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi. Diperkuat dengan mengembangkan pemahaman pelaku UKM tentang pentingnya cara produski yang baik (GMPs) dan manajemen pengelolaan usaha sehingga kinerja perkembangan UKM es puter bisa dievaluasi dengan baik dan kontinyu.
Kata Kunci : es puter, diseminasi teknologi 1. PENDAHULUAN
Es puter adalah salah satu makanan tradisional yang berbentuk seperti es krim. Es Puter merupakan salah satu jenis variasi es krim yang saat ini terus berkembang dengan menggunakan bahan baku santan kelapa kombinasi dengan tepung dan gula. Di Kota Batu, terdapat 7 UKM yang berkreasi memproduksi es puter keliling yang tersentra di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. UKM LANCAR JAYA dan BAROKAH JAYA merupakan UKM produksi Es Puter yang telah eksis di Kota Batu sejak tahun 2005.
Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Es Puter ini antara lain rendahnya kapasitas produksi akibat peralatan produksi yang belum memadai sehingga permintaan konsumen tidak bisa terpenuhi secara maksimal terutama dalam proses pengadukan adonan dengan tabung. Kegiatan produksi dibutuhkan tempat untuk produksi, peralatan produksi dan orang yang melakukan produksi [11]. Untuk ukuran suatu produk sendiri didasarkan oleh karakteristik dari konsumen, dimana selera setiap konsumen berbeda [3]. Apabila suatu produk tidak seuai apa yang diharapkan hal tersebut dikarenakan beberapa faktor oleh bahan baku, tenaga kerja, kinerja mesin dan kapasitas mesin. Akibat tidak sesuainya produk yang diinginkan konsumen ini menyebabkan tidak tercapainya target produksi. Target produksi yang tidak tercapai disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah ketersediaan mesin [1].
Proses pengadukan adonan es puter yang saat ini pada kedua UKM ini dilakukan secara manual oleh tenaga kerja dengan sekali proses per tabung selama 3-7 jam dan secara terus menerus tidak boleh berhenti karena akan berdampak pada tesktur es puter yang terbentuk. Tabung diputar searah jarum jam dengan dilapisi es batu bongkahan dan garam krosok secara bertahap selalu ditambahkan saat proses pengadukan adonan es puter. Jika proses ini tidak maksimal, maka es puter yang dihasilkan juga tidak bisa terbentuk sempurna dengan tekstur yang tidak homogen. Hal inilah yang menjadi kendala ketika permintaan produk bertambah, tenaga kerja memiliki keterbatasan
684 SENASPRO 2017 | Seminar Nasional dan Gelar Produk
kemampuan untuk mengaduk adonan es puter secara manual. Fungsi penambahan garam pada pembuatan es puter bertujuan untuk meningkatkan cita rasa dan mengikat air untuk mendapatkan tekstur es yang lembut [7]. Selanjutnya, es puter disimpan dalam tabung es putar yang diberi es batu di sekeliling tabung es puter agar saat pemasaran hari berikutnya kondisi tekstur es putar dalam kondisi beku. Pengadukan es krim yang dilakukan di dalam wadah stainless stell yang sekelilingnya diberi es batu bertujuan untuk menjaga suhu adonan agar tetap dingin [4]. Selain itu, ketersediaan es batu yang terbatas akibat fasilitas freezer yang dimiliki UKM terbatas sehingga ketika permintaan meningkat, tidak bisa memproduksi sehingga harus membeli di toko atau pasar dengan kualitas yang tidak maksimal. Untuk itu perlu adanya diseminasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kapabilitas proses produksi es puter pada kedua UKM ini berupa Mesin Produksi Es Puter dan
Freezer. Diseminasi merupakan suatu proses interaktif yang dampaknya tidak hanya mengubah pola
pikir kelompok, namun dapat mengubah tindakan seseorang. Pada proses diseminasi terdapat faktor penting yang menentukan keberhasilan yaitu inovasi yang dibawa, media yang digunakan, dan pihak yang terlibat dalam diseminasi [9].
Melalui bantuan pengadaan peralatan dan pembinaan antara lain Mesin Produksi Es Puter sehingga lebih ergonomis untuk peningkatan kualitas dan kapasitas produksi. Peralatan yang ergonomis berdampak pada lingkungan kerja yang sehat, nyaman, serta dapat meningkatkan produktivitas penggunanya [5]. Tujuan kegiatan ini adalah membantu UMKM meningkatkan efisiensi proses produksi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara luas akibat multiplier efeknya
2. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Koordinasi dengan UKM Es Puter “Langgeng Jaya dan Barokah Jaya” tentang kondisi teknologi produksi, permasalahan dan solusi yang diharapkan.
Proses bimbingan teknis, sosialisasi dan pendampingan kepada kelompok UKM tentang sistem produksi, manajemen pengelolaan usaha, standar jaminan mutu produk dan pemasaran sehingga bisa menghasilkan produk yang komersial dan berdaya saing. Tujuan bimbingan teknis untuk memberikan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan. Harapan kedepannya setelah dilakukan bimbingan secara teknis, kelompok UKM mampu menerapkan sistem produksi yang baik dan benar [8].
Pengadaan fasilitas alih teknologi berupa mesin dan peralatan skala Teknologi Tepat Guna untuk mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi di UKM Olahan Es Puter.
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan secara kontinyu tentang kemajuan dan
keberlanjutan kegiatan yang melibatkan Tim Pelaksana IbM, Jaringan Usaha se-Kota Batu “GRAS” dan tim reviewer internal dari LPPM Universitas Brawijaya.
Target luaran yang dihasilkan dalam kegiatan IbM meliputi transfer Teknologi Tepat Guna, jasa untuk pembinaan dan pendampingan manajemen usaha serta peningkatan produktivitas dan kapabilitas proses produksi Es Puter yang berdayasaing untuk perluasan pangsa pasar.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Brainstorming dengan UKM LANCAR JAYA dan BAROKAH JAYA untuk proses
pendampingan dan fasilitasi peralatan produksi sebagai solusi terbaik pada permasalahan produksinya. Tujuan dari brainstorming adalah untuk mengombinasikan pendapat banyak orang pendapat kemudian diambil suatu kesimpulan untuk menjawab suatu permasalahan yang diberikan [10]. Selain itu, Alat produksi yang berkualitas baik akan memberikan output yang baik. Memilih alat yang berkualitas baik didukung oleh upaya pemilihan dengan teliti alat produksi yang akan diggunakanTim Pelaksana IbM telah melakukan koordinasi dengan pemilik UK terkait dengan sistem produksi yang terjadi untuk bisa meningkatkan kinerja produktivitas es puter. Permasalahan yang dihadapi saat ini dalam proses pengadukan es puter yang manual dengan menggunakan tabung dalam dimensi 20 x 57 cm2 serta tabung luar dimensi 40 x 60 cm dengan kecepatan 120 rpm. Waktu yang dibutuhkan dalam setiap kali proses produksi dengan kapasitas produksi pert tabung 15 – 20 liter selama 3-4 jam. Proses produksi secara manual
Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 685 memiliki kelemahan yaitu memperlambat waktu pengerjaan suatu produk. Salah satu cara agar proses produksi berjalan efektif dan efisien adalah dengan menggunakan alat yang akan mempermudah proses produksi [6]. Dokumentasi koordinasi antara UKM dengan Tim Pelaksana IbM terlihat pada Gambar 1.
Gambar 1 . Koordinasi Teknis Tim IbM dengan UKM Es Puter
2. Proses sosialisasi, bimbingan teknis dan pendampingan kepada kelompok UKM tentang sistem produksi, cara proses produksi yang baik (Good Manufacturing Practices/GMPs) manajemen pengelolaan usaha, pengawasan mutu dan pemasaran sehingga bisa menghasilkan produk yang komersial dan berdaya saing. Pada tahap kemajuan ini, telah dilakukan sosialisasi dan bimbingan teknis dalam pentingnya serta aplikasi tentang cara proses produksi yang baik (Good Manufacturing Practices/GMPs) serta manajemen pengelolaan usaha. Dalam implementasi GMPs, UKM diberikan seperangkat perlengkapan yang diperlukan dalam produksi antara lain celemek, sarung tangan, masker dan hairnet. Bimbingan teknis dalam manajemen pengelolaan usaha terkait dengan pembuatan logbook dalam produksi dan keuangan sehingga akan sangat membantu UKM dalam penataan administrasi dan pencatatan laporan keuangan untuk memudahkan evaluasi kinerja usaha. Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan menetapkan suatu pedoman atau peraturan tentang Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPBIRT) atau disebut Good Manufacturing Practices (GMP) bertujuan agar produk yang dihasilkan konsisten, tidak hanya mempunyai nilai gizi lagi, tetapi juga aman dan layak dikonsumsi [2. Dokumentasi bimbingan teknis Tim Pelaksana IbM kepada UKM Es Puter terlihat pada Gambar 2.
Gambar 2 . Bimbingan Teknis GMPs dan Manajemen Pengelola Usaha serta Seperangkat Perlengkapan untuk Implementasi GMPs dalam Produksi
3. Pengadaan fasilitas mesin dan peralatan untuk mendukung peningkatan efisiensi produksi dan kualitas Es Puter di UKM. Jenis alih teknologi untuk produksi es puter adalah mesin produksi es puter (pengaduk mekanis) dan freezer untuk produksi es batu sebagai media pembuatan es
686 SENASPRO 2017 | Seminar Nasional dan Gelar Produk
puter. Semua alat sampai saat ini telah diberikan dan diaplikasikan untuk produksi es puter oleh UKM, terbukti bisa meningkatkan efisiensi produksi es puter. Waktu pengadukan es puter semula manual dengan kapasitas 15-20 liter selama 3-4 jam menjadi lebih cepat selama 2 jam sehingga efisiensi produksi meningkat 100%. Beban tenaga kerja menjadi lebih ringan, karena selama proses pengadukan es puter, tenaga kerja bisa melakukan pekerjaan yang lain seperti menyiapkan kemasan untuk pengemasan es puter. Sedangkan freezer sangat membantu dalam penyediaan es batu, yang semula dalam produksi 15-20 liter es puter membutuhkan es batu 22 bungkus yang bsia diproduksi menggunakan 1 freezer,sehingga ketika produksi 2 tabung maka UKM membeli es batu pada pengrajin es batu lain. Saat ini, dengan adanya bantuan freezer, maka UKM bisa langsung produksi es batu untuk 2 kali produksi. Dokumentasi alih teknologi Mesin Produksi Es Puter dan Freezer terlihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Mesin Pengaduk Es Puter dan Freezer
4. KESIMPULAN
1. Tersosialisasi dan diseminasi teknologi di UKM es puter berupa peralatan produksi (Mesin Produksi Pengaduk Es Puter dan Freezer) sehingga bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi.
2. Peningkatan pemahaman UKM es puter tentang cara proses produksi yang baik dan manajemen pengelolaan usaha sehingga penanganan usaha menjadi lebih baik.
UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapkan terima kasih kepada beberapa pihak antara lain :
a. Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2017.
b. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya yang telah bekerjasama dalam pelaksanaan kegiatan IbM ini.
c. Kelompok UKM Es Puter atas partisipasi dan support dalam kerjasama pelaksanaan kegiatan ini untuk pengembangan kinerja UKM.
REFERENSI
[1] Alvira, D., Y. Herliyanti, dan H. Prasetyo. 2015. Usulan Peningkatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Tapping Manual dengan Meminimumkan Six Big Losses.
Jurnal Industri. 03(03): 2338-508.
[2] Anggraini, T. dan R. Yudhastuti. Penerapan Good Manufacturing Practices pada Industri Rumah Tangga Kerupuk Teritang di Sukolilo Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 7(2): 148-158.
Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 687 [3] Astutik, I.Z. dan B. Prabowo. 2014. Pengaruh Jumlah Persediaan Bahan Baku, Kapasitas
Mesin dan Tenaga Kerja Terhadap Volume Produksi pada CV Sanyu Paint Sidoarjo. Jurnal
Bisnis Indonesia. 5(1): 33-44.
[4] Jumiati., V.S. Johan, dan Yusmarin. 2015. Studi Pembuatan Es Krim Berbasis Santan Kelapa dan Bubur Ubi Jalar Ungu. Jurnal JOM Faperta. 2(2): 1-12.
[5] Kristanto, A. dan D. A. Saputra. 2011. Perancangan Meja dan Kursi yang Ergonomis pada Stasiun Kerja Pemotongan Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas. Jurnal Ilmiah Teknik
Industri. 2(10): 1412-6868.
[6] Mulyana, J., H. Santosa, dan W. Prasetya. 2013. Perancangan Alat Penyaringan dalam Proses Pembuatan Tahu. Jurnal Ilmiah Teknik Industri. 12(1): 1412-6869.
[7] Putri, V.N., B. Susilo, dan Y, Henrawan. 2014. Pengaruh Penambahan Tepung Porang (Amorphophallus onchophyllus) pada Pembuatan Es Krim Instan Ditinjau dari Kulitas Fisik dan Organoleptik. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 2(3): 188-179. [8] Suweden, I.N., D. I. Suryawan, dan I. Arsana. 2016. Bimbingan Teknis Pemasangan Pipa
Polyethylene untuk Sistem ir Bersih Banjar Kaja-Kauh Desa Sudaji. Jurnal Udayana
Mengabdi. 15(2): 67-73.
[9] Thamrin, M., D, Ardila, dan R. Rudyanto. 2016. Diseminasi Teknologi Spesifik Lokasi Padi Sawah Tadah Hujan Melalui Pendekatan PTT. Jurnal Agrium. 20(1): 2442-7306.
[10] Wulandari., P. Endah, dan P. Widiyaningrum. 2014. Pengaruh Penerapan Metode Brainstorming Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Hama dan Penyakit pada Tumbuhan di SMP Negeri 1 Ungaran. Unnes Journal of Biology Education. 3(3): 229-237.
[11] Zulyanti, N.R. 2016. Analisis Pengaruh Kualitas Alat Produksi, Harga Bahan Baku, Pemakaian Bahan Baku, Jumlah Tenaga Kerja Terhadap Volume Produksi (Studi Kasus pada Industri Sarung Tenun di Desa Parengan Madura). Jurnal Penelitian Ekonomi dan