1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Perusahaan-perusahaan berada ditengah persaingan yang semakin kompetitif.Agar dapat tetap sustain dan mampu menghadapi persaingan, setiap perusahaan harus memiliki keunggulan kompetitif.Keunggulan kompetitif dapat diperoleh setiap perusahaan dengan mengelola sumber daya dengan tepat. Dalam mengelola sumber daya, perusahaan harus merespon perubahaan lingkungan. Kegagalan dalam merespon lingkungan akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan, bahkan kehancuran organisasi (Daniel Druckman dan Jarome E dalam Wirda Fisla dan Azra Tuti, 2007).
Untuk dapat mengelola lingkungan internal perusahaan dalam menciptakan suatu inovasi yang bernilai, setiap perusahaan harus mempunyai budaya yang kondusif. Budaya merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan efektifitas perusahaan. Budaya organisasi dapat menjadi instrument keunggulan kompetitif yang utama, ketika budaya organisasi mendukung strategi perusahaan dan dapat menjawab dan mengatasi tantangan perubahan lingkungan yang cepat (Wirda Fisla dan Azra Tuti, 2007). Budaya organisasi merupakan sistem penyebaran kepercayaan dan nilai-nilai yang berkembang dalam suatu perusahaan dan mengarahkan perilaku setiap anggota perusahaan.
Budaya organisasi perlu dipertahankan dan diperkuat serta diperkenalkan kepada karyawan agar persepsi karyawan sesuai dengan nilai-nilai yang ada di perusahaan. Jika karyawan mampu beradaptasi dan menerima budaya organisasi maka karyawan akan dapat merasa nyaman dan akan berupaya untuk memberikan
kontribusi yang baik bagi perusahaan.Manajer harus mampu memiliki dan menerapkan management skills yang kompetitif dalam organisasi tersebut sesuai dengan budaya pada lingkungan kerja (Mujtaba B.G dan Kaifi B.A, 2008). Populasi yang berbeda akan grup dan pekerja yang bekerja di berbagai industri dapat dipelajari mengenai budaya merupakan suatu faktor yang mempengaruhi management skills baik wanita maupun laki-laki professional.
Budaya organisasi dalam perusahaan merupakan alat yang dapat mempersatukan setiap anggota perusahaan dalam melakukan aktivitas secara bersama-sama. Hal inilah yang membuat budaya organisasi dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
Menurut Moelyono Djokosantoso dalam Soedjono(2005), adanya keterkaitan hubungan antara budaya korporat dengan kinerja organisasi yang dapat dijelaskan dalam model diagnosis budaya organisasi Tiernay bahwa semakin baik kualitas faktor-faktor yang terdapat dalam budaya organisasi makin baik kinerja perusahaan tersebut. Nilai dan keyakinan dalam perusahaan dapat menjadi panutan bagi seluruh anggota perusahaan sehingga dapat diwujudkan menjadi perilaku keseharian dalam bekerja, dan mampu menjadi kinerja individual. Didukung dengan sumber daya yang ada dalam perusahaan (teknologi, sumber daya manusia, logistic dan strategi perusahaan), masing-masing kinerja individu yang baik akan menimbulkan kinerja perusahaan yang besar.
Selain budaya organisasi, orientasi kewirausahaan dapat berpengaruh terhadap kemampuan manajemen di suatu perusahaan kemudian berdampak pada kinerja perusahaan menurut Suci Rahayu P (2009). Kemampuan manajemen sangatlah penting untuk setiap orang, dimana dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari terutama ketika bekerja. Kemampuan manajemen merupakan salah satu hal yang
penting dalam berjalannya proses bisnis di perusahaan. Hal ini terkait dengan bagaimana atasan mengatur, memberikan arahan kepada bawahan agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Orientasi kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan serta secara sengaja atau tidak melalui inovasi dan gagasan kreatif yang diwujudkan dan dilaksanakan untuk mencapai kinerja usaha yang menguntungkan (Suci Rahayu P, 2009).Kinerja perusahaan merupakan hasil operasional perusahaan dengan lingkungan yang tidak pasti. Perusahaan harus mampu mencari peluang-peluang baru. Orientasi kewirausahaan dapat membantu perusahaan untuk menghasilkan peluang-peluang baru. Menurut Dess, et aldalam Muchtolifah (2005), orientasi kewirausahaan merupakan kunci penggerak penciptaan dan kombinasi sumber daya organisasi.
Menurut Brown dalam Suci Rahayu P (2009), orientasi kewirausahaan dari seorang pelaku wirausaha dapat menimbulkan peningkatan kinerja usaha. Perusahaan yang pemimpinnya berorientasi wirausaha untuk menghadapi resiko sehingga mampu menciptakan kinerja yang baik. Kemampuan pemimpin yang berorientasi wirausaha sangat mempengaruhi sikap perusahaan dalam menjadi responsive terhadap lingkungan, melihat kebutuhan pasar, serta melakukan inovasi produk / jasa untuk menyesuaikan dengan perubahan sehingga tercipta keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Dalam Isa Muzakar (2011), menyatakan bahwa variabel orientasi kewirausahaan terbukti memiliki hubungan dengan kinerja usaha.
Kinerja perusahaan atau kinerja organisasi merupakan indikator tingkatan prestasi yang dapat dicapai dan mencerminkan keberhasilan pengusaha / manajer. Kinerja merupakan hasil yang dicapai dari perilaku anggota organisasi (Gibson dalam Soedjono, 2005). Penilaian kinerja perusahaan dapat ditinjau dari rasio keuangan perusahaan. Perusahaan dikatakan mempunyai keunggulan kompetitif
apabila mempunyai tingkat laba yang tinggi dari rata-rata tingkat laba industri. Kinerja sebuah perusahaan adalah hal yang sangat menentukan dalam perkembangan perusahaan.
Kinerja merupakan cerimanan apakah organisasi atau perusahaan telah berhasil atau belum dalam usaha bisnisnya. Menurut Armstrong dan Baron dalam Risnawati dan Noermijati (2008), kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan yang kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi pada ekonomi perusahaan / organisasi.
PT. Suka Dadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang mebel kayu.Dimana kegiatan usaha pada PT. Suka Dadi adalah melakukan proses manufaktur dimana melayani pembuatan macam-macam barang yang terbuat dari kayu.Setiap perusahan tentunya berusaha untuk melakukan penjualan sebanyak mungkin untuk memperoleh keuntungan yang besar. Tingkat kinerja perusahaan di PT. Suka Dadi dapat dilihat dari tingkat penjualan yang dapat dilihat pada gambar berikut :
Sumber : PT.Suka Dadi
Gambar 1.1
Tingkat Penjualan PT. Suka Dadi
Dimana PT. Suka Dadi memiliki tingkat pencatatan penjualan pada tahun (2008-2011), dimana pada tahun 2008 ke tahun 2009 mengalami peningkatan
0,042%, tetapi pada tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 0,121% dan pada tahun 2010 ke tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 0.094%. Dari data diatas dapat memberikan gambaran bahwa PT. Suka Dadi harus memperbaiki kinerja perusahaan. Selain permasalahan diatas, berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah keluhan pada tahun 2009 ke tahun 2010 sebesar 2%. Hal ini membuat penulis berkeinginan untuk membuat penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Budaya Organisasi terhadap Kemampuan Manajemen serta dampaknya pada Kinerja Perusahaan di PT. Suka Dadi”
1.2 Perumusan Masalah
1. Apakah ada pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Budaya Organisasi secara simultandan parsialterhadap Kemampuan Manajemen PT. Suka Dadi? 2. Apakah ada pengaruh Kemampuan Manajemen terhadap Kinerja PT. Suka
Dadi?
3. Apakah ada pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Budaya Organisasisecara simultandan parsialterhadap Kinerja Perusahaan PT. Suka Dadi baik langsung maupun tidak langsung melalui Kemampuan Manajemen ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu :
1. Untuk menganalisa pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Budaya Organisasi terhadap Kemampuan Manajemen PT. Suka Dadi secara simultan dan parsial
2. Untuk menganalisa pengaruh Kemampuan Manajemen terhadap Kinerja PT. Suka Dadi.
3. Untuk menganalisa pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Budaya Organisasi secara simultandan parsial terhadap Kinerja PT. Suka Dadi baik pengaruh langsung maupun tidak langsung melalui Kemampuan Manajemen.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut
Bagi PT. Suka Dadi :
• Menginformasikan kepada perusahaan tentang seberapa pentingnya pengaruh pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kemampuan manajemen.
• Menginformasikan kepada perusahaan tentang seberapa pentingnya pengaruh pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja perusahaan.
• Menginformasikan kepada perusahaan tentang seberapa pentingnya pengaruh pengaruh budaya organisasi terhadap kemampuan manajemen.
• Menginformasikan kepada perusahaan tentang seberapa pentingnya pengaruh pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja perusahaan.
• Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukkan kepada perusahaan mengenai kinerja perusahaan.
Bagi pembaca:
• Secara umum, sebagai sumber informasi mengenai orientasi kewirausahaan, budaya organisasi, kemampuan manajemen dan kinerja perusahaan.
• Secara khusus, sebagai sumber informasi mengenai Pengaruh Orientasi Kewirausahaandan Budaya Organisasiterhadap Kemampuan Manajemen serta dampaknya pada Kinerja Perusahaanpada PT. Suka Dadi.
Bagi dunia pendidikan:
• Sebagai referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut di masa mendatang mengenai Orientasi Kewirausahaan.
• Sebagai referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut di masa mendatang mengenai Budaya Organisasi.
• Sebagai referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut di masa mendatang mengenai Kemampuan Manajemen.
• Sebagai referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut di masa mendatang mengenaiKinerja Perusahaan.