• Tidak ada hasil yang ditemukan

CINTAKU HANYA KARENA-NYA...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CINTAKU HANYA KARENA-NYA..."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

CINTAKU

HANYA KARENA-NYA ...

Di antara potensi yang Allah berikan kepada makhluk-Nya adalah adanya rasa cinta kepada makhluk yang lainnya. Dengan kecintaan tersebut mereka dapat saling mengisi, mereka dapat saling melengkapi, dan saling menyempurnakan. Berkata Ibnu Qayyim Al-Jauziyah 5; “Kalau saja bukan karena cinta, niscaya bumi tidak akan berputar, bintang-bintang yang bersinar tidak akan bergerak, dan angin pun tidak akan berhembus.”1

Kecintaan yang ada pada manusia akan memasuki salah satu dari tiga macam kecintaan berikut :

1

(2)

1. Kecintaan yang Wajib (Mahabbah Wajibah)

Cinta yang wajib yaitu mencintai Allah q dan Rasul-Nya, dan mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah q di dalam hal peribadahan maupun selainnya. Kecintaan wajib ini harus berada di atas segala-galanya. Suatu ketika ‘Umar bin Khaththab y pernah mengatakan kepada Rasulullah a;

ْ َُر אَ

ِّ ُכ ِْ َِ ََ ََْ َ ِא َل

ْ َِْ ِْ  ِ ٍء ْ َ#

ُ א $% َ& ِ'(א َلאَ)َ*

ْيِ,אَو َ َ.% ََو ِ/ْ0َ%َ1

ْ َِْ

$2َ ِهِ4َ0ِ5

ُْכَ

ُ/َ َلאَ)َ* َכ َِْ ِْ َכْ0َِ ََ َن

َو َن ْ8א ُ/ِ9َ* ُ:َ;ُ1

ِْ َِ ََ ََْ َ ِא

(3)

َ.% ََو ِ/ْ0َ%َ1 ُ א $% َ& ِ'(א َلאَ)َ*  َِْ

ُ:َ;ُ1 אَ َن ْ8א

.

”Wahai Rasulullah, engkau lebih aku cintai atas segala sesuatu kecuali diriku sendiri.” Rasulullah a bersabda, ”Tidak, demi Dzat

yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sehingga aku lebih engkau cintai melebihi dirimu (sendiri).” ’Umar y lalu berkata, ”Kalau begitu, mulai sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Rasulullah a bersabda,

”Sekarang (imanmu telah sempurna), wahai ’Umar.”2

2

(4)

Konsekuensi cinta kepada Allah q adalah :

1. Menerima berita yang datang dari Allah q, dengan cara membenarkannya

) َ> َ%

ِّ)



َ

ْ? َ'

ُرא

ِא

َ>

َ@ َא

ِ5 $

2א

ْA

ِ4 ْ

ِB

(

Apapun berita yang datang dari Allah q, baik yang bersumber dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah, baik yang mampu dicerna dengan akal maupun tidak, maka berita tersebut harus diterima. Allah q berfirman;

َو

ْ ِ4َ ِא َِ ُقَ4 ْ&َ َْ

אًF.

“Dan siapakah yang lebih benar

perkataan(nya) daripada Allah?”3

3

(5)

2. Menerima hukum Allah r, dengan cara melaksanakan dan menerapkannya

) َ> َ%

ِّ)



َ

ْ

َכ

ُא ُ/

ِ5

2א

ْ( ِ ْ0

ِ,

2אو

ْH ِ'

ْ0 ِB

(

Baik itu hukum yang bersifat perintah maupun larangan. Diantara hukum Allah q yang berupa larangan adalah firman- Nya;

אَ5ِّ:א َم:ََو َJْ0َ'ْא ُא  َََو

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”4

Maka seorang muslim harus menjauhi berbagi bentuk ribawi. Baik itu riba fadhl maupun riba nasi’ah.

4

(6)

3. Menerima takdir Allah q, dengan sabar dan ridha

א(

َL

ِّ:א

َو

ْ' ِ:

Aא

ِ5

ُرא ُه

ْK َ4

َ



ِّ)

) َ> َ%

Ketetapan Allah q atas para hamba-Nya mencakup hal yang baik dan hal yang buruk. Ketika seorang hamba mendapatkan takdir yang buruk, maka ia harus bersabar dan berupaya untuk ridha terhadap takdir tersebut.

(7)

Adapun konsekuensi cinta kepada Rasulullah a adalah :

1. Membenarkan apa yang Rasulullah a sampaikan

(

َ:

ْ? َ'

َ א

ِ* ْ0 َ;

ُ) ُ/

ِ4 ْ

ْA

َ>

)

Sebagaimana firman Allah q;

ْ ُ:א ُ.ُכאَ>M אََو

ْوُ,ُNَ* ُل

ْ.ُכאَOَ אََو ُه

ُْOَ2ْאَ* ُ/ْ(َ1

א

“Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah.”5

5

(8)

2. Mentaati apa yang Rasulullah a perintahkan

(

َ َ:

َ א

ِ* ْ0 َ;

ُ2 ُ/

َ1א

َP

)

Sebagaimana firman Allah q;

ْ ُK

ُِْْ@ِ'>אَ* َא َنْ'ِQُ> ْ.ُ2ْ(ُכ ْنِ

ْ:ِْRَ َو ُ א ُ.ُכْ'ِ'ْQُ

ُ אَو ْ.ُכَ5ُُْذ ْ.ُכَ

َُْT

ٌ.ْ0َِر ٌر

.

ْ ُK

َل ْ ُ:אَو َא אُ@ْ0ِPَ

א ََْ> ْنِ9َ*

 ِQُ َ َא نِ9َ*

َْ ِ:ِ*אَכْא

.

“Katakanlah, “Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, “Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”6

6

(9)

Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir 5;

َV ِ,

ِه

َْ א

َ ُW

ْא

َכ

ِ: ْ

َ; ُW

َ

ِכא

َ; ٌW

َ1

َ%

ُכ $

ِّ

َ

ْ

َא ْد

َ1

َ $

َQ '

ُW

ِא

َو َ

ْ0

َY

ُV

َ

َ1 َ%

Hא $

ِ: ْ َ)

ِW

ْא

ُ;

َQ

; ِ4

 ِW

َ* ِ9

 ُ/

َכ

ِذא

ٌب

ِ*

ْ

َد

ْ1 َ

ُهא

ِ*



َ ْ

ِY

َ ْא

ْ ِ:

َ 2

َ $

2 ِ'

َJ

[א

ْ: ُع

ْא

ُ;

ُQ

; ِ4

ْي

,

َو

ِّ4א

ْ ُ

(א َ'

ِ

ْي

ِ*

َ^ 

ِ; ْ0

ِJ

َ ْK

َ ِא

ِ/

َو َ ْ*

َ@ ِא

ِ/

َو َ

ْ

َ ِא

/

“Ayat yang mulia ini adalah pemutus hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah namun tidak menempuh jalan Rasulullah Muhammad a, maka sesungguhnya ia dusta dalam pengakuannya tersebut hingga ia mengikuti syari’at yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad a dan agama(nya) dalam

(10)

semua ucapannya, perbuatannya, dan (semua) keadaannya.”7

3. Menjauhkan diri dari apa-apa yang beliau larang

(

َ:

َ^

َز

َو

ْ( ُ/

َ1 $

َO

َ א

َ

ُبא

َ(

ْ^ ِ2

ِא

)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman bin Shakhr y, ia berkata, aku mendengar Rasulullah a bersabda;

ِ/ِ5 ْ.ُכُ>ْ:ََ אََو ،ُهُْ'ِ(َ2ْ^אَ* ُ/ْ(َ1 ْ.ُכُ2ْ0َOَ אَ

َ;ِ9َ* ،ْ.ُ2ْ@َHَ2 ْא אَ ُ/ْ(ِ אُْ>ْaَ*

َכَ%ْVَ א

ْ.ِOِ%ِbא ََ ُةَ:ْFَכ ْ.ُכَ%ْ'َK َْ َْ ِ,א

ْ.ِOِbאَ0ِ'َْ $َ%َ1 ْ.ُOُ*َdِ2ْ?אَو

.

“Apa saja yang aku larang kalian (untuk melaksanakannya), maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan kepada

7

(11)

kalian, maka lakukanlah menurut

kemampuan kalian. Sesungguhnya

kehancuran orang-orang sebelum kalian (adalah karena mereka) banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka.”8

4. Tidak beribadah kepada Allah, kecuali dengan cara yang beliau syari’atkan

(

َ: َع

َ# א

َ;

ِ5



ِ

َא

ُ' َ4

َ ْ@

َ

ْن

َ

)

Artinya seorang muslim wajib beribadah kepada Allah q sesuai dengan apa yang disyari’atkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad a. Diriwayatkan dari Ummul Mu’minin Ummu ‘Abdillah ‘Aisyah i, bahwa Rasulullah a bersabda;

ِْ* َثَ4َْ َْ

َV אَِ:َْ

ُ/ْ(ِ َYْ0َ אَ אَ,

َُOَ*

fدَر

.

8

(12)

“Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusan (agama) kami yang bukan darinya, maka ia tertolak.”9

Seandainya cinta seorang kepada Allah q dan Rasul-Nya adalah cinta yang tulus, niscaya ia akan taat kepada Allah q dan Rasul-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Asy-Syafi’i 5 dalam sya’irnya;

َنאَכ َْ

ُ/َ2ْ@َPَ َ אًKِدא َ& َכ'ُ

ُJْ0ِHُ  ِQُ َْ;ِ  ِQُ;ْא نِ

Seandainya cintamu adalah cinta yang tulus, niscaya engkau akan mentaati-Nya Karena sesungguhnya orang yang mencintai

terhadap Dzat yang dicintainya adalah sangat taat.

9

Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 2 : 2550 dan Muslim Juz 3 : 1718.

(13)

2. Kecintaan Secara Tabiat (Mahabbah Thabi’iyyah Mubahah)

Kecintaan secara tabiat misalnya adalah; kecintaan orang tua kepada anaknya, seorang suami kepada isterinya dan hartanya, dan lain sebagainya. Disyaratkan pada kecintaan ini tidak boleh ada unsur kentundukan dan pengagungan. Serta kecintaan ini tidak boleh menyamai derajat kecintaan kepada Allah q dan Rasul-Nya. Jika derajat kecintaan tersebut sama atau bahkan lebih, maka ini termasuk ke dalam kecintaan yang diharamkan. Sebagaimana firman Allah q;

ْ.ُכُאَْ?َِو ْ.ُכُgאَ(ْ5ََو ْ.ُכُgאَ5M َنאَכ ْنِ ْ ُK

ْ0 ِ[َ1َو ْ.ُכُ^אَوْزََو

ٌلא َََْو ْ.ُכُ>َ:

ُْ;ُ2ْ*َ:َ2ْKא

אَVَدא ََכ َن ْ َ[ْNَ> ٌةَرאَhِ>َو אَV

אَOَْ َLْ:َ> ُِכא َََو

ِ א َِ ْ.ُכْ0َِ ََ

(14)

ِْ* ٍدאَO ِ^َو ِ/ِ َُرَو

ْ0ِ' َ

ْ ُA5َ:َ2َ* ِ/ِ%

$2َ א

َم َْ)ْא يِ4ْOَ َ ُ אَو ِهِ:َْaِ5 ُ א َِ>ْaَ

ْ0ِ) ِאَْא

َ.

“Katakanlah, “Jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, isteri-isteri kalian, keluarga kalian, harta

kekayaan yang kalian usahakan,

perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kalian senangi, (semuanya itu) lebih kalian cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”10

10

(15)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di 5 mengatakan;

َو َV

ِ,

ِه

ْ8א

َ ُW

ْא

َכ

ِ: ْ

َ; ُW

َ

ْ1

َi

ُ.

َد ِ ْ0

ٍ

َ1

َ%

$

ُو

ُ^

ْ

ِب

َ

َQ '

ُW

ِא

َو

َر

ُ

ْ ِ

ِ/

َو ،

َ1 َ%

$

َ> ْ)

ِ4 ْ

ِ;

َO

َ1 א

َ%

َ $

َQ '

ِW

ُכ



َ#

ْ ٍء

َو ،

َ1 َ%

$

ْא

َ ِ1

ْ0 ِ4

[א

ِ4 ْ

ِ4

َو

ْא

َ; ْ)

ِ

َ ْא

ِכ ْ0

ِ4

َ1 ،

َ%

$

َ ْ

َכ

َنא

َ#

ْ ٌء

ِ

ْ

َV

ِ,

ِه

ْא

َ; ْ,

ُכ ْ

َر

ِتא

َ

َ



ِ َ

ْ0 ِ/

ِ

َ

ِא

َو

َر

ُ

ْ ِ

ِ/

َو ،

ِ^

َO

ٍدא

ِ*

ْ

َ ِ'

ْ0 ِ% ِ/

.

(16)

“Ayat yang mulia ini merupakan dalil yang paling agung tentang wajibnya mencintai Allah dan Rasul-Nya. Dan mendahulukan kecintaan tersebut di atas kecintaan kepada sesuatu apapun. Dan ini merupakan ancaman yang keras dan kebencian yang kuat terhadap siapa saja yang disebutkan (pada ayat ini), (jika itu semua) lebih dicintai dari Allah dan Rasul-Nya, serta berjuang di jalan-Nya.”11

3. Kecintaan yang Syirik (Mahabbah

Syirkiyyah)

Kecintaan yang syirik yaitu mencintai makhluk dengan diiringi unsur ketundukan dan pengagungan. Kecintaan yang diiringi dengan unsur ketundukan dan pengagungan hanyalah diperuntukkan kepada Allah q saja. Sehingga apabila ada seorang yang mencintai selain Allah setara dengan kecintaannya kepada Allah q, maka ia

11

Taisirul Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan.

(17)

telah menjadikannya sebagai tandingan Allah q dalam hal kecintaan dan pengagungan. Dan perbuatan ini termasuk syirik besar. Allah q berfirman;

ْوُد ِْ ُ,ِN2َ َْ ِسא(א ََِو

אًدאَ4َْ ِ א ِن

ْ ِ,אَو ِא ُِّQَכ ْ.ُOَ' ِQُ

4 َ#َ אُ(َM َ

ََو ِِ אl'ُ

ْ ِ,א ىَ:َ ْ

ُْ;َ%َn َ

َن ْوَ:َ ْذِ א

ْ0ِ;َ^ ِِ َةُ)ْא نَ َبאَ,َ@ْא

َא نََو אً@

ْ ِ4 َ#

ِبאَ,َ@ْא ُ4

.

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Dan seandainya orang-orang yang berbuat

(18)

zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah sangat berat siksaan-Nya (niscaya mereka akan menyesal).”12

ِ/َِא $َ%َ1 َو ٍ4;َQُ אَ(ِّ0ِ'َ $َ%َ1 ُ א $% َ& َو

، َ.% َ َو ِ/ِ'ْQ َ& َو

ِنَא אَאَْ1َد ُ: ِ?َא َو

َْ0ِ;َ%َ@ْא ِّبَر ِِ ُ4ْ;َQْא

.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabatnya. Dan penutup doa kami, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

*****

12

(19)

MARAJI’

1. Al-Qur’anul Karim.

2. Ad-Da’ wad Dawa’, Syamsuddin Abu ‘Abdillah Muhammad bin Abi Bakar Ad-Dimasyqi Al-Qayyim Al-Jauziyah. 3. Al-Jami’ush Shahih, Muhammad bin

Isma’il bin Ibrahim bin Al-Mughirah Al-Bukhari.

4. Shahih Muslim, Muslim bin Hajjaj An-Naisaburi.

5. Tafsirul Qur’anil Azhim, Abul Fida’ Ismail bin Amr bin Katsir Ad-Dimasyqi.

6. Taisirul Karimir Rahman fi Tafsir

Kalamil Mannan, ‘Abdurrahman bin

Referensi

Dokumen terkait

“Memuasai syahwat, menundukkannya untuk taat kepada Allah dan rasul-Nya, dengan cara bersedekah dengan sesuatu yang tengah dicintainya untuk semata-mata (hanya)

Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan

Sehingga jika ada orang yang mencintai selain Allah setara dengan kecintaan kepada Allah q, maka ia telah menjadikannya sebagai tandingan Allah q dalam hal

Allah dan Rasul-Nya merupakan aplikasi edugame yang dikembangkan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi

Allah  mensifati  orang‐orang  yang  beriman  dengan  sikap  mereka  yang  taat,  mendengar  perintah  dan  tunduk  baik  secara  lahir  dan  batin  terhadap 

Beliau menjawab, “Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menyambut datangnya kiamat?” Dia menjawab, “Kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya.” Beliau pun bersabda, “Sesungguhnya

Internalisasi nilai-nilai agama Islam di MI Nurul Iman melalui program Full Day School dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, nilai kecintaan

Rangkuman materi pembelajaran tentang Beriman Kepada Allah dan Rasul-Nya untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV semester